(Jl. Dinoyo 19b, lantai 3)
Minggu, tgl 5 April 2009, pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(HP: 7064-1331 / 6050-1331)
Yosua 8:1-35 - “(1) Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: ‘Janganlah takut dan janganlah tawar hati; bawalah seluruh tentara dan bersiaplah, majulah ke Ai. Ketahuilah, Aku serahkan kepadamu raja negeri Ai, rakyatnya, kotanya dan negerinya, (2) dan haruslah kaulakukan kepada Ai dan rajanya, seperti yang kaulakukan kepada Yerikho dan rajanya; hanya barang-barangnya dan ternaknya boleh kamu jarah. Suruhlah orang bersembunyi di belakang kota itu.’ (3) Lalu bersiaplah Yosua beserta seluruh tentara untuk pergi ke Ai. Yosua memilih tiga puluh ribu orang, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, mereka disuruhnya pergi pada waktu malam (4) dan kepada mereka diperintahkannya, katanya: ‘Ketahuilah, kamu harus bersembunyi di belakang kota itu untuk menyerangnya, janganlah terlalu jauh dari kota itu, dan bersiap-siaplah kamu sekalian. (5) Aku dan semua orang yang bersama-sama dengan aku akan mendekati kota itu; apabila mereka keluar menyerbu kami, seperti yang pertama kali, maka kami akan melarikan diri dari hadapan mereka. (6) Jadi mereka akan keluar menyusul kami, sehingga kami memancing mereka jauh dari kota itu, sebab mereka akan berkata: orang-orang itu melarikan diri dari hadapan kita seperti yang pertama kali. Jika kami melarikan diri dari hadapan mereka, (7) maka kamu harus bangun dari tempat persembunyianmu itu untuk menduduki kota itu, dan TUHAN, Allahmu, akan menyerahkannya ke dalam tanganmu. (8) Segera setelah kamu merebut kota itu, haruslah kamu membakarnya; sesuai dengan firman TUHAN kamu harus melakukan semuanya itu; ingatlah, itulah perintahku kepadamu.’ (9) Demikianlah Yosua menyuruh mereka pergi, lalu berjalanlah mereka ke tempat persembunyian dan tinggal di antara Betel dan Ai, di sebelah barat Ai. Tetapi Yosua bermalam di tengah-tengah rakyat pada malam itu. (10) Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu diperiksanyalah barisan bangsa itu dan berjalanlah ia maju beserta para tua-tua orang Israel di depan bangsa itu ke Ai. (11) Juga seluruh tentara yang bersama-sama dengan dia berjalan maju; mereka maju mendekat, lalu sampai ke tentangan kota itu, kemudian berkemahlah mereka di sebelah utara Ai, sehingga lembah itu ada di antara mereka dan Ai. (12) Yosua telah mengambil kira-kira lima ribu orang, lalu disuruhnya mereka bersembunyi di antara Betel dan Ai, di sebelah barat kota itu. (13) Beginilah rakyat itu diatur: seluruh tentara itu di sebelah utara kota dengan barisan belakang di sebelah barat kota. Pada malam itu berjalanlah Yosua melalui lembah itu. (14) Pagi-pagi, ketika raja negeri Ai melihat hal itu, maka ia dan seluruh rakyatnya, orang-orang kota itu, segera keluar berperang, menyerbu orang Israel, ke lereng di seberang dataran itu; raja itu tidak tahu, bahwa ada orang bersembunyi di belakang kota. (15) Yosua dan seluruh orang Israel itu berlaku seolah-olah dipukul mundur oleh mereka, lalu melarikan diri ke arah padang gurun. (16) Sebab itu semua orang yang ada di kota dikerahkan untuk mengejar orang Israel. Maka mereka mengejar Yosua, sehingga makin jauhlah mereka terpancing dari kota. (17) Seorangpun tidak tertinggal lagi di Ai dan Betel yang tidak keluar memburu orang Israel. Mereka meninggalkan kota itu terbuka, karena mereka mengejar orang Israel. (18) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: ‘Acungkanlah lembing yang ada di tanganmu ke arah Ai, sebab Aku menyerahkan kota itu ke dalam tanganmu.’ Maka Yosua mengacungkan lembing yang di tangannya ke arah kota itu. (19) Ketika diacungkannya tangannya, maka segeralah bangun orang-orang yang bersembunyi itu dari tempatnya, mereka berlari memasuki kota, merebutnya, lalu segera membakar kota itu. (20) Ketika orang Ai berpaling menoleh ke belakang, tampaklah asap kota itu naik membubung ke langit; mereka tidak sempat melarikan diri ke manapun juga, sebab rakyat yang tadinya lari ke padang gurun, berbalik melawan pengejar-pengejarnya. (21) Ketika Yosua dan seluruh Israel melihat, bahwa orang-orang yang bersembunyi itu telah merebut kota dan bahwa asap kota itu naik membubung, berbaliklah mereka, lalu menewaskan orang-orang Ai. (22) Sementara itu juga keluar orang-orang Israel yang lain dari dalam kota menyerbu orang-orang Ai, sehingga terjepit di tengah-tengah orang Israel itu, yang ini dari sini dan yang itu dari sana; orang-orang Ai ditewaskan, sehingga seorangpun dari mereka tidak ada yang dibiarkan terlepas atau luput. (23) Tetapi raja Ai ditangkap mereka hidup-hidup dan dihadapkan kepada Yosua. (24) Segera sesudah orang Israel selesai membunuh seluruh penduduk kota Ai di padang terbuka ke mana orang Israel mengejar mereka, dan orang-orang ini semuanya tewas oleh mata pedang sampai orang yang penghabisan, maka seluruh Israel kembali ke Ai dan memukul kota itu dengan mata pedang. (25) Jumlah semua orang yang tewas pada hari itu, baik laki-laki maupun perempuan, ada dua belas ribu orang, semuanya orang Ai. (26) Dan Yosua tidak menarik tangannya yang mengacungkan lembing itu, sebelum seluruh penduduk kota Ai ditumpasnya. (27) Hanya ternak dan barang-barang kota itu dijarah oleh orang Israel, sesuai dengan firman TUHAN, yang diperintahkanNya kepada Yosua. (28) Yosua membakar Ai dan membuatnya menjadi timbunan puing untuk selama-lamanya, menjadi tempat yang tandus sampai sekarang. (29) Dan raja Ai digantungnya pada sebuah tiang sampai petang. Ketika matahari terbenam, Yosua memerintahkan orang menurunkan mayat itu dari tiang, lalu dilemparkan di depan pintu gerbang kota, kemudian didirikan oranglah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. (30) Pada waktu itulah Yosua mendirikan mezbah di gunung Ebal bagi TUHAN, Allah Israel, (31) seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN, kepada orang Israel, menurut apa yang tertulis dalam kitab hukum Musa: suatu mezbah dari batu-batu yang tidak dipahat, yang tidak diolah dengan perkakas besi apapun. Di atasnyalah mereka mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN dan mengorbankan korban keselamatan. (32) Dan di sanalah di atas batu-batu itu, dituliskan Yosua salinan hukum Musa, yang dituliskannya di depan orang Israel. (33) Seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para pengatur pasukannya dan para hakimnya berdiri sebelah-menyebelah tabut, berhadapan dengan para imam yang memang suku Lewi, para pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, baik pendatang maupun anak negeri, setengahnya menghadap ke gunung Gerizim dan setengahnya lagi menghadap ke gunung Ebal, seperti yang dahulu diperintahkan oleh Musa, hamba TUHAN, apabila orang memberkati bangsa Israel. (34) Sesudah itu dibacakannyalah segala perkataan hukum Taurat, berkatnya dan kutuknya, sesuai dengan segala apa yang tertulis dalam kitab hukum. (35) Tidak ada sepatah katapun dari segala apa yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak-anak dan kepada pendatang yang ikut serta”.
1) Jalannya peperangan.
a) Yosua bangun pagi-pagi (ay 10).
Ay 10: “Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu diperiksanyalah barisan bangsa itu dan berjalanlah ia maju beserta para tua-tua orang Israel di depan bangsa itu ke Ai”.
Matthew Henry: “He rose up early in the morning, that he might lose no time, and to show how intent his mind was upon his business. Those that would maintain their spiritual conflicts must not love their ease” (= Ia bangun pagi-pagi, supaya ia tidak kehilangan waktu, dan untuk menunjukkan betapa sungguh-sungguh ia dalam urusan itu. Mereka yang mau melanjutkan konflik rohani mereka tidak boleh mencintai istirahat / kesantaian mereka).
b) Sikap hati-hati dan doa Yosua (ay 13b).
Ay 13b: “Pada malam itu berjalanlah Yosua melalui lembah itu”.
Matthew Henry: “his caution and consideration (v. 13): He went that night into the midst of the valley, to make the necessary dispositions for an attack, and to see that every thing was in good order. It is the pious conjecture of the learned bishop Patrick that he went into the valley alone, to pray to God for a blessing upon his enterprise, and he did not seek in vain” (= sikap hati-hati dan pertimbangannya (ay 13): Ia berjalan pada malam itu melalui lembah itu, untuk membuat penyusunan / pengaturan yang perlu untuk suatu serangan, dan untuk melihat bahwa segala sesuatu ada dalam keadaan baik. Merupakan suatu dugaan yang saleh dari uskup Patrick yang terpelajar bahwa ia pergi ke lembah itu seorang diri, untuk berdoa kepada Allah untuk meminta berkat bagi usahanya, dan ia tidak mencari dengan sia-sia).
Penerapan: dalam melakukan pelayanan, kita perlu mempersiapkan dengan baik, tetapi pada saat yang sama kita juga harus berdoa. Ora et labora (= berdoa dan bekerja)!
c) Yosua melakukan strategi yang diberikan oleh Tuhan dan orang-orang Ai terpancing dan keluar meninggalkan kota mereka (ay 10-17). Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan disini:
1. Ay 14: jumlah orang-orang kota Ai dianggap tidak masuk akal.
Bagaimana mungkin orang Ai, yang jumlah seluruh penduduknya hanya 12.000 orang (ay 25), yang berarti jumlah tentaranya cuma 4-5 ribu orang, berani keluar dan menyerang orang Israel yang jumlahnya jauh lebih banyak?
Tetapi ini bukan tidak masuk akal, karena Tuhan bisa membutakan mata mereka!
2. Ay 17: ‘dan Betel’.
Ay 17: “Seorangpun tidak tertinggal lagi di Ai dan Betel yang tidak keluar memburu orang Israel. Mereka meninggalkan kota itu terbuka, karena mereka mengejar orang Israel”.
KJV/RSV/NIV/NASB: ‘or Bethel’ (= atau Betel).
a. Ada manuscript yang membuang bagian ini.
Jamieson, Fausset & Brown: “It may be remarked, however, that the words or ‘Beth-el’ are not in the Septuagint, and are rejected by some eminent scholars, as an interpolation not found in the most ancient manuscripts” (= Tetapi perlu dinyatakan bahwa kata-kata ‘atau Betel’ tidak ada dalam Septuaginta, dan ditolak oleh sarjana-sarjana yang menonjol sebagai suatu penambahan yang tidak ditemukan dalam manuscript-manuscript yang paling kuno).
b. Kalau bagian ini merupakan bagian asli dari Kitab Suci, maka ini menunjukkan bahwa mungkin orang-orang Betel membantu orang-orang Ai dalam perangnya melawan Israel.
Dalam Yos 12:16 Betel termasuk dalam daftar kota yang dikalahkan oleh Israel, tetapi cerita kekalahan Betel tidak pernah ada. Jadi, mungkin dalam perang melawan Ai, Israel sekaligus mengalahkan Betel yang membantu Ai.
Yos 12:16 - “raja negeri Makeda, satu; raja negeri Betel, satu;”.
3. Ay 17: ‘seorangpun tidak tertinggal’.
a. Yang dimaksud disini tentu hanyalah tentara Ai, karena nanti dalam ay 24, setelah Israel membunuh semua tentara Ai yang mengejar mereka, lalu mereka masuk ke kota Ai dan membunuh orang-orang yang tertinggal (perempuan dan anak-anak).
Ay 24: “Segera sesudah orang Israel selesai membunuh seluruh penduduk kota Ai di padang terbuka ke mana orang Israel mengejar mereka, dan orang-orang ini semuanya tewas oleh mata pedang sampai orang yang penghabisan, maka seluruh Israel kembali ke Ai dan memukul kota itu dengan mata pedang”.
b. Orang-orang Ai berperang dengan menyerang secara total, dan sama sekali mengabaikan pertahanan.
Penerapan: dalam perang rohani, jangan melakukan hal seperti ini. Kita memang harus menyerang setan, dengan melakukan pelayanan, memberitakan Injil, dsb. Tetapi kita juga harus memperhatikan pertahanan kita, misalnya dengan banyak berdoa, membaca / belajar Firman Tuhan, menjauhi / berhati-hati terhadap cobaan dsb.
b) Orang Israel yang tadinya bersembunyi sekarang keluar, lalu masuk ke kota Ai dan membakarnya (ay 18-20).
Ay 18-20: “(18) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: ‘Acungkanlah lembing yang ada di tanganmu ke arah Ai, sebab Aku menyerahkan kota itu ke dalam tanganmu.’ Maka Yosua mengacungkan lembing yang di tangannya ke arah kota itu. (19) Ketika diacungkannya tangannya, maka segeralah bangun orang-orang yang bersembunyi itu dari tempatnya, mereka berlari memasuki kota, merebutnya, lalu segera membakar kota itu. (20) Ketika orang Ai berpaling menoleh ke belakang, tampaklah asap kota itu naik membubung ke langit; mereka tidak sempat melarikan diri ke manapun juga, sebab rakyat yang tadinya lari ke padang gurun, berbalik melawan pengejar-pengejarnya.”.
1. Pengacungan lembing (ay 18) berfungsi sebagai tanda supaya mereka yang sembunyi keluar dan menduduki Ai.
Tetapi dari ay 26 kita melihat bahwa Yosua tidak menarik kembali tangannya yang mengacungkan lembing itu, sampai Israel berhasil mengalahkan musuh-musuhnya.
Ay 26: “Dan Yosua tidak menarik tangannya yang mengacungkan lembing itu, sebelum seluruh penduduk kota Ai ditumpasnya”.
Mungkin peristiwa ini mempunyai kemiripan dengan apa yang terjadi dalam Kel 17:8-13 - “(8) Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. (9) Musa berkata kepada Yosua: ‘Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku.’ (10) Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. (11) Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. (12) Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. (13) Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang”.
Bedanya adalah: dalam Kel 17 itu Musa yang mengangkat tangan (berdoa), sedangkan Yosua yang berperang, sedangkan dalam Yos 8:18-19,26 ini Yosua mengacungkan lembing, dan ia membiarkan orang-orang Israel yang berperang.
Matthew Henry mengatakan bahwa hal ini merupakan suatu penyangkalan diri dari Yosua, karena sekalipun pasti ia sangat ingin berperang dan membunuh musuh-musuhnya, tetapi dalam ketaatan kepada Allah, ia melakukan tugas ini dan tidak berhenti sampai tugasnya selesai.
Calvin juga mengatakan bahwa hal ini menunjukkan bahwa Yosua tidak mempunyai ambisi untuk memamerkan kehebatan dirinya sendiri. Kalau ia ikut berperang dan membunuhi tentara Ai, maka itu akan lebih meningkatkan reputasi dan kemuliaan dirinya sendiri. Tetapi ia taat kepada Allah dalam hal ini, dan ini lebih berguna dari pada kalau ia ikut berperang.
Penerapan: dalam perang rohani, juga ada orang-orang yang harus mau bertekun dalam tugas ini, yaitu berdoa! Misalnya Billy Graham Crusade mempunyai team doa lebih dari 100 orang yang terus berdoa kalau Billy Graham berkhotbah memberitakan Injil.
2. Dalam membakar Ai, mereka tidak membakar semua, karena fungsi membakar di sini hanya supaya orang Israel yang pura-pura lari itu tahu bahwa Ai sudah diduduki (ay 20).
c) Orang Israel yang tadinya lari, sekarang berbalik, sehingga orang Ai terjepit dan tidak ada yang lolos (ay 20b-22).
Bible Knowledge Commentary: “Thus Israel, restored to God’s favor, won a great victory. After failure came a second chance. One defeat or failure does not signal the end of a believer’s usefulness for God” (= Demikianlah Israel, yang kembali disukai Allah, memenangkan suatu kemenangan yang besar. Setelah kegagalan datang kesempatan yang kedua. Satu kekalahan atau kegagalan tidak mengisyaratkan akhir dari kebergunaan orang percaya bagi Allah).
Bandingkan dengan:
· Maz 36:13 - “Lihat, orang-orang yang melakukan kejahatan itu jatuh; mereka dibanting dan tidak dapat bangun lagi”.
· Maz 37:23-24 - “(23) TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya; (24) apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya”.
· Amsal 24:16 - “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana”.
d) Raja Ai ditangkap (ay 23) lalu dibunuh (ay 29).
1. Beberapa penafsir mengartikan ay 29 sebagai berikut: raja Ai itu dibunuh dulu, baru setelah itu mayatnya digantung, seperti dalam Yos 10:26 - “Sesudah itu Yosua membunuh raja-raja itu, dan menggantung mereka pada lima tiang, dan mereka tinggal tergantung pada tiang-tiang itu sampai matahari terbenam”.
2. Dalam menggantung raja Ai, Yosua tetap menuruti hukum Tuhan yang ada dalam Ul 21:22-23 - “(22) ‘Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang, (23) maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.’”.
e) Orang-orang yang tertinggal di Ai (perempuan dan anak-anak) dibunuh (ay 24). Jumlah yang mati adalah 12.000 orang (ay 25).
Ay 24-25: “(24) Segera sesudah orang Israel selesai membunuh seluruh penduduk kota Ai di padang terbuka ke mana orang Israel mengejar mereka, dan orang-orang ini semuanya tewas oleh mata pedang sampai orang yang penghabisan, maka seluruh Israel kembali ke Ai dan memukul kota itu dengan mata pedang. (25) Jumlah semua orang yang tewas pada hari itu, baik laki-laki maupun perempuan, ada dua belas ribu orang, semuanya orang Ai”.
1. Kata-kata ‘semuanya orang Ai’ dalam ay 25 mungkin tidak berarti bahwa orang Israel tidak ada yang mati satupun, tetapi untuk menunjukkan bahwa orang Betel maupun Israel yang mati tak tercakup dalam 12.000 orang itu.
2. Bagaimana kita menjelaskan ‘kekejaman’ ini?
Matthew Henry: “God, the righteous Judge, had passed this sentence upon them for their wickedness, so that the Israelites were only the ministers of his justice and the executioners of his doom” (= Allah, Hakim yang adil / benar, telah menyampaikan hukuman ini kepada mereka bagi kejahatan mereka, sehingga orang-orang Israel hanya merupakan pelayan-pelayan dari keadilanNya dan algojo-algojo dari hukumanNya).
3) Orang Israel menjarah kota Ai sesuai dengan ijin Tuhan (ay 27 bdk. ay 2).
Ay 2,27: “(2) dan haruslah kaulakukan kepada Ai dan rajanya, seperti yang kaulakukan kepada Yerikho dan rajanya; hanya barang-barangnya dan ternaknya boleh kamu jarah. Suruhlah orang bersembunyi di belakang kota itu.’ … (27) Hanya ternak dan barang-barang kota itu dijarah oleh orang Israel, sesuai dengan firman TUHAN, yang diperintahkanNya kepada Yosua”.
Bayangkan: andaikata saat ini Akhan bisa melihat apa yang dilakukan oleh Israel, bagaimana perasaannya? Andaikata ia menunggu sebentar saja, maka pada saat Israel mengalahkan Ai, ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cara yang halal. Tetapi karena ia tidak mau menunggu, dan ia mencuri barang-barang dari Yerikho, sini, maka pikiran mereka untuk sementara dialihkan dari semua itu, dan lalu ditujukan kepada Tuhan dan firmanNya!
The Bible Exposition Commentary: Old Testament: “Finally, God gave the soldiers the right to claim the spoils, but they were to burn the city. Had Achan waited only a few days, he could have picked up all the wealth that he wanted. God always gives His best to those who leave the choice with Him. When we run ahead of the Lord, we usually rob ourselves and hurt others” (= Akhirnya, Allah memberi tentara-tentara itu hak untuk mengclaim jarahan, tetapi mereka harus membakar kota itu. Seandainya Akhan menunggu hanya beberapa hari, ia bisa mengambil semua kekayaan yang ia inginkan. Allah selalu memberi yang terbaik kepada mereka yang menyerahkan pilihan kepadaNya. Pada waktu kita berlari di depan Tuhan, kita biasanya merampok diri kita sendiri dan melukai orang-orang lain).
Matthew Henry: “He allows the people to take the spoil to themselves. Here the spoil was not consecrated to God as that of Jericho, and therefore there was no danger of the people’s committing such a trespass as they had committed there. Observe, How Achan who caught at forbidden spoil lost that, and life, and all, but the rest of the people who had conscientiously refrained from the accursed thing were quickly recompensed for their obedience with the spoil of Ai. The way to have the comfort of what God allows us is to forbear what he forbids us. No man shall lose by his self-denial; let God have his dues first, and then all will be clean to us and sure, 1 Kin. 17:13” (= Ia mengijinkan bangsa itu mengambil jarahan bagi diri mereka sendiri. Di sini jarahan itu tidak dikhususkan bagi Allah seperti jarahan kota Yerikho, dan karena itu tidak ada bahaya bahwa bangsa itu melakukan pelanggaran seperti yang bisa mereka lakukan di sana / Yerikho. Perhatikan, Bagaimana Akhan yang mengejar jarahan yang terlarang itu kehilangan hal itu, dan hidupnya, dan semua, tetapi sisa dari bangsa itu, yang telah menahan diri dengan hati-hati dari benda terkutuk itu, segera mendapatkan kompensasi untuk ketaatan mereka, dengan jarahan dari kota Ai. Jalan untuk bisa menikmati dengan tenang apa yang Allah ijinkan bagi kita adalah dengan menahan diri terhadap apa yang Ia larang bagi kita. Tidak ada orang yang akan kehilangan apapaun oleh penyangkalan dirinya; biarlah Allah mendapatkan haknya lebih dulu, dan lalu semua akan menjadi bersih dan pasti bagi kita, 1Raja 17:13).
Bdk. 1Raja 17:13-16 - “(13) Tetapi Elia berkata kepadanya: ‘Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. (14) Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.’ (15) Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. (16) Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkanNya dengan perantaraan Elia”.
Bandingkan juga dengan Mat 4:1-4,11 - “(1) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. (2) Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. (3) Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepadaNya: ‘Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.’ (4) Tetapi Yesus menjawab: ‘Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.’ … (11) Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus”.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali