(Jl. Dinoyo 19b, lantai 3)
Minggu, tgl 8 Maret 2009, pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(HP: 7064-1331 / 6050-1331)
Yos 7:1-26 - “(1) Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. (2) Yosua menyuruh orang dari Yerikho ke Ai, yang letaknya dekat Bet-Awen, di sebelah timur Betel, dan berkata kepada mereka, demikian: ‘Pergilah ke sana dan intailah negeri itu.’ Maka pergilah orang-orang itu ke sana dan mengintai kota Ai. (3) Kemudian kembalilah mereka kepada Yosua dan berkata kepadanya: ‘Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk menggempur Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja.’ (4) Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana; tetapi mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai. (5) Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat. (6) Yosuapun mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel, sambil menaburkan debu di atas kepalanya. (7) Dan berkatalah Yosua: ‘Ah, Tuhanku ALLAH, mengapa Engkau menyuruh bangsa ini menyeberangi sungai Yordan? supaya kami diserahkan kepada orang Amori untuk dibinasakan? Lebih baik kalau kami putuskan tadinya untuk tinggal di seberang sungai Yordan itu! (8) O Tuhan, apakah yang akan kukatakan, setelah orang Israel lari membelakangi musuhnya? (9) Apabila hal itu terdengar oleh orang Kanaan dan seluruh penduduk negeri ini, maka mereka akan mengepung kami dan melenyapkan nama kami dari bumi ini. Dan apakah yang akan Kaulakukan untuk memulihkan namaMu yang besar itu?’ (10) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: ‘Bangunlah! Mengapa engkau sujud demikian? (11) Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjianKu yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya. (12) Sebab itu orang Israel tidak dapat bertahan menghadapi musuhnya. Mereka membelakangi musuhnya, sebab mereka itupun dikhususkan untuk ditumpas. Aku tidak akan menyertai kamu lagi jika barang-barang yang dikhususkan itu tidak kamu punahkan dari tengah-tengahmu. (13) Bangunlah, kuduskanlah bangsa itu dan katakan: Kuduskanlah dirimu untuk esok hari, sebab, demikianlah firman TUHAN, Allah Israel: Hai, orang Israel ada barang-barang yang dikhususkan di tengah-tengahmu; kamu tidak akan dapat bertahan menghadapi musuhmu, sebelum barang-barang yang dikhususkan itu kamu jauhkan dari tengah-tengah kamu. (14) Besok pagi kamu harus tampil ke muka suku demi suku dan suku yang ditunjuk oleh TUHAN harus tampil ke muka kaum demi kaum, dan kaum yang ditunjuk oleh TUHAN harus tampil ke muka keluarga demi keluarga dan keluarga yang ditunjuk oleh TUHAN harus tampil ke muka seorang demi seorang. (15) Dan siapa yang didapati menyimpan barang-barang yang dikhususkan itu, akan dibakar dengan api, ia dan segala sesuatu yang ada padanya, sebab ia telah melanggar perjanjian TUHAN dan berbuat noda di antara orang Israel.’ (16) Keesokan harinya bangunlah Yosua pagi-pagi, lalu menyuruh orang Israel tampil ke muka suku demi suku, maka didapatilah suku Yehuda. (17) Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum-kaum Yehuda, maka didapatinya kaum Zerah. Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum Zerah, seorang demi seorang, maka didapatilah Zabdi. (18) Ketika disuruhnya keluarga orang itu tampil ke muka, seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda. (19) Berkatalah Yosua kepada Akhan: ‘Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah di hadapanNya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku.’ (20) Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: ‘Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku: (21) aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali.’ (22) Lalu Yosua menyuruh orang segera pergi ke kemah itu, dan sesungguhnya, semuanya itu disembunyikan dalam kemah Akhan, dan perak itu ada di bawah sekali. (23) Maka mereka mengambil semuanya itu dari dalam kemah, lalu membawanya kepada Yosua dan kepada semua orang Israel, dan mencurahkannya di hadapan TUHAN. (24) Kemudian Yosua, beserta seluruh Israel mengambil Akhan bin Zerah, dan perak, jubah dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya dan kambing dombanya, kemahnya dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke lembah Akhor. (25) Berkatalah Yosua: ‘Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini.’ Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu. (26) Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka TUHAN yang bernyala-nyala itu. Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan lembah Akhor”.
Ay 1: “Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel”.
Bdk. Yos 6:18 - “Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya”.
1) Diri Akhan.
a) Dalam 1Taw 2:7 ia disebut dengan nama ‘Ahar’, yang seharusnya adalah ‘Akar / Akhar’.
1Taw 2:7 - “Keturunan Karmi ialah Ahar, yang mencelakakan orang Israel karena ia tidak taat dalam hal barang-barang yang dikhususkan itu”.
KJV/RSV/NIV/NASB: ‘Achar’.
Ini bukan suatu kesalahan. Ia diberi nama / julukan ‘Akhar’, karena ia mencelakakan Israel (kata ‘mencelakakan’ dalam bahasa Ibrani adalah AKhAR). Bandingkan juga dengan ay 26 dimana lembah tempat ia dihukum mati disebut AkHor.
The Bible Exposition Commentary: New / Old Testament: “His name was Achan, or Achar, which means ‘trouble’; and he was from the tribe of Judah (v. 16). (See 1 Chron 2:7; note in v. 26 that ‘Achor’ also means ‘trouble.’) He is known in Bible history as the man who troubled Israel (Josh 7:25). Because of Achan’s disobedience, Israel was defeated at Ai, and the enemy killed thirty-six Jewish soldiers. It was Israel’s first and only military defeat in Canaan, a defeat that is forever associated with Achan’s name” [= Namanya adalah Akhan, atau Akhar, yang berarti ‘kesukaran’; dan ia berasal dari suku Yehuda (ay 16). (Lihat 1Taw 2:7; catatan dalam ay 26 bahwa ‘Akhor’ juga berarti ‘kesukaran’) Ia dikenal dalam sejarah Alkitab sebagai seseorang yang menyukarkan / menyusahkan / mencelakakan Israel (Yos 7:25). Karena ketidak-taatan Akhan, Israel dikalahkan di Ai, dan musuh membunuh 36 tentara Yahudi. Itu adalah kekalahan militer yang pertama dan satu-satunya dari Israel di Kanaan, suatu kekalahan yang selama-lamanya dihubungkan dengan nama Akhan].
Penerapan: hati-hatilah dengan hidup saudara supaya jangan saudara diberi julukan yang memalukan!
Yos 7:25a - “Berkatalah Yosua: ‘Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini.’”.
KJV: ‘And Joshua said, Why hast thou troubled us? the LORD shall trouble thee this day’ (= Dan Yosua berkata: ‘Mengapa engkau menyusahkan kami? TUHAN akan menyusahkan engkau hari ini).
RSV/NIV/NASB semua mirip dengan KJV.
b) Akhan adalah keturunan ke 5 dari Yehuda (Yehuda - Zerah / Zarah - Zabdi - Karmi- Akhan). Ini bisa kita lihat dari ay 1,17-18 Kej 38:30 Mat 1:3 1Taw 2:6.
Ay 1,17,18: “(1) Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. … (17) Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum-kaum Yehuda, maka didapatinya kaum Zerah. Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum Zerah, seorang demi seorang, maka didapatilah Zabdi. (18) Ketika disuruhnya keluarga orang itu tampil ke muka, seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda”.
Kej 38:30 - “Sesudah itu keluarlah saudaranya laki-laki yang tangannya telah berikat benang kirmizi itu, lalu kepadanya diberi nama Zerah”.
1Taw 2:6 - “Anak-anak Zerah ialah Zimri, Etan, Heman, Kalkol dan Dara. Semuanya lima orang”.
Jamieson, Fausset & Brown: “Achan, called afterward Achar (trouble) (1 Chron 2:7), son of Zabdi, or Zimri (1 Chron 2:6); Zerah, or Zarah; Judah and Tamar (Gen 38:30). His genealogy is given probably to show that from a parentage so infamous, the descendants would not be carefully trained in the fear of God” [= Akhan, belakangan disebut Akhar (kesukaran / kesusahan) (1Taw 2:7), anak dari Zabdi, atau Zimri (1Taw 2:6); Zerah, atau Zarah; Yehuda dan Tamar (Kej 38:30). Silsilahnya diberikan, mungkin untuk menunjukkan bahwa dari asal usul yang begitu bernama buruk, keturunannya tidak akan dididik dengan hati-hati dalam rasa takut akan Allah].
2) Dosanya (ay 1,21).
Ay 1: “Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel”.
Ay 21: “aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali.’”.
a) Ia berbuat dosa karena ketamakannya / cinta uang.
1. Ketaatan yang setengah-setengah.
Matthew Henry: “In the sacking of Jericho orders were given that they should neither spare any lives nor take any treasure to themselves; we read not of the breach of the former prohibition (there were none to whom they showed any mercy), but of the latter: compassion was put off and yielded to the law, but covetousness was indulged” [= Dalam menjarah Yerikho diberikan perintah bahwa mereka tidak boleh menyayangkan nyawa siapapun atau mengambil harta apapun bagi diri mereka sendiri; kita tidak membaca pelanggaran tentang larangan yang pertama (tidak ada orang terhadap siapa mereka menunjukkan belas kasihan), tetapi tentang yang terakhir: belas kasihan dibuang dan ditundukkan pada hukum, tetapi ketamakan dituruti].
2. Proses kejatuhan Akhan ke dalam dosa.
Ay 21 menunjukkan proses kejatuhannya ke dalam dosa: lihat ... ingin ... ambil. Bandingkan dengan kejatuhan Hawa dalam Kej 3:6, dan juga dengan kejatuhan Daud dalam perzinahan dengan Batsyeba dalam 2Sam 11:2-4.
Penerapan: hati-hatilah dalam menggunakan mata / pikiran saudara!
b) Dari apa yang dimiliki oleh Akhan dalam ay 24b, terlihat bahwa ia sebetulnya adalah orang yang cukup kaya.
Ay 24: “Kemudian Yosua, beserta seluruh Israel mengambil Akhan bin Zerah, dan perak, jubah dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya dan kambing dombanya, kemahnya dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke lembah Akhor”.
Jadi ia mencuri barang-barang dari kota Yerikho itu bukanlah karena suatu kebutuhan yang mendesak. Ini memperberat dosanya!
c) Ini menunjukkan bahwa bagaimanapun tersembunyinya suatu dosa, Tuhan tetap melihat / mengetahuinya! Karena itu jangan merasa aman hanya karena tidak ada orang yang tahu tentang dosa saudara.
3) Akhan yang melakukan dosa itu, tetapi mengapa ay 1 mengatakan ‘Orang Israel berubah setia’? Juga dalam ay 11 dikatakan: “Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjianKu yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya”.
Ada 2 kemungkinan jawaban:
a) Dosa Akhan ini diperhitungkan sebagai dosa bangsa Israel.
b) Ini adalah suatu gaya bahasa Synecdoche, dimana sekalipun yang dimaksud hanya sebagian (yaitu Akhan), tetapi tetap dituliskan seluruhnya (yaitu bangsa Israel).
1) Israel kalah oleh Ai.
a) Kekalahan Israel ini mungkin juga diakibatkan oleh kesombongan mereka (ay 2-3).
Ay 2-3: “(2) Yosua menyuruh orang dari Yerikho ke Ai, yang letaknya dekat Bet-Awen, di sebelah timur Betel, dan berkata kepada mereka, demikian: ‘Pergilah ke sana dan intailah negeri itu.’ Maka pergilah orang-orang itu ke sana dan mengintai kota Ai. (3) Kemudian kembalilah mereka kepada Yosua dan berkata kepadanya: ‘Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk menggempur Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja.’”.
Rupanya kemenangan atas Yerikho memberikan keyakinan pada diri sendiri yang terlalu besar dalam diri bangsa Israel.
Bible Knowledge Commentary: “When the spies returned they spoke with great confidence. They said that Ai could easily be conquered with only two or three thousand men. The city had only a few men, they said. But the spies were wrong. Actually Ai had 12,000 men and women, or about 6,000 men (8:25). Later, when God gave the orders to Joshua, He told him, ‘Take the whole army’ (8:1). Though smaller than Jericho, Ai was well fortified and her soldiers well entrenched. Israel was guilty of underestimating the strength of her enemy and of overestimating her own strength. On this occasion there is no mention of prayer and no evidence of dependence on God. It is a deadly error to underrate the enemy’s power. Christians often fail to realize that their enemies are powerful (Eph 6:12; 1 Peter 5:8). So believers suffer the consequences in ignominious spiritual defeat. The calamity that befell Israel was due, at least in part, to minimizing the enemy and to assuming that one victory guaranteed another. But life simply does not work that way. Yesterday’s victory does not make a believer immune from defeat today. He must continually depend on the Lord for strength” [= Pada waktu para mata-mata kembali, mereka berbicara dengan keyakinan yang besar. Mereka berkata bahwa Ai bisa dengan mudah dikalahkan dengan hanya dua atau tiga ribu orang. Kota itu hanya mempunyai sedikit laki-laki, kata mereka. Tetapi para mata-mata itu salah. Sesungguhnya Ai mempunyai 12.000 laki-laki dan perempuan, atau sekitar 6000 laki-laki (8:25). Belakangan, ketika Allah memberi perintah kepada Yosua, Ia memerintahkan, ‘Bawalah seluruh tentara’ (8:1). Sekalipun lebih kecil dari Yerikho, Ai dibentengi dengan baik dan tentara-tentaranya bertahan dengan baik. Israel bersalah karena meremehkan kekuatan musuhnya dan terlalu meninggikan kekuatannya sendiri. Dalam peristiwa ini tidak disebutkan tentang doa dan tak ada bukti ketergantungan kepada Allah. Merupakan suatu kesalahan yang fatal / mematikan untuk meremehkan kekuatan musuh. Orang-orang Kristen sering gagal untuk menyadari bahwa musuh-musuh mereka itu kuat (Ef 6:12; 1Pet 5:8). Maka orang-orang percaya mengalami konsekwensi dalam kekalahan rohani yang memalukan. Bencana yang menimpa Israel disebabkan, sedikitnya sebagian, oleh tindakan meremehkan musuh dan anggapan bahwa satu kemenangan menjamin kemenangan yang lain. Tetapi hidup tidak berjalan seperti itu. Kemenangan kemarin tidak membuat orang percaya kebal terhadap kekalahan hari ini. Ia harus terus menerus bergantung kepada Tuhan untuk kekuatan].
Yos 8:25 - “Jumlah semua orang yang tewas pada hari itu, baik laki-laki maupun perempuan, ada dua belas ribu orang, semuanya orang Ai”.
Ef 6:12 - “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara”.
1Pet 5:8 - “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”.
b) Tetapi bagaimanapun juga, alasan utama kekalahan mereka dari Ai adalah karena dosa Akhan.
Ay 11-13,25a: “(11) Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjianKu yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya. (12) Sebab itu orang Israel tidak dapat bertahan menghadapi musuhnya. Mereka membelakangi musuhnya, sebab mereka itupun dikhususkan untuk ditumpas. Aku tidak akan menyertai kamu lagi jika barang-barang yang dikhususkan itu tidak kamu punahkan dari tengah-tengahmu. (13) Bangunlah, kuduskanlah bangsa itu dan katakan: Kuduskanlah dirimu untuk esok hari, sebab, demikianlah firman TUHAN, Allah Israel: Hai, orang Israel ada barang-barang yang dikhususkan di tengah-tengahmu; kamu tidak akan dapat bertahan menghadapi musuhmu, sebelum barang-barang yang dikhususkan itu kamu jauhkan dari tengah-tengah kamu. ... (25a) Berkatalah Yosua: ‘Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini.’”.
2) Mengapa seluruh bangsa Israel dihukum karena dosa Akhan? Ada macam-macam pandangan tentang hal ini:
a) Karena dalam 6:18 Tuhan memang sudah mengatakan bahwa kalau ada orang yang mengambil barang-barang Yerikho, maka itu akan membawa bencana bagi seluruh perkemahan Israel. Jadi, hal itu sudah merupakan perjanjian!
Yos 6:18 - “Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya”.
b) Clarke: Israel adalah satu tubuh; maka sebelum orang yang berbuat dosa itu diketemukan, Allah menghukum seluruh Israel.
Tujuan Allah adalah: supaya mereka saling menjaga satu dengan yang lain dan tidak meremehkan / merestui dosa orang lain.
c) Calvin: Mungkin karena seluruh Israel dianggap turut bertanggung jawab sehingga Akhan bisa menjadi orang yang seperti itu. Mungkin mereka tahu Akhan adalah orang yang tamak, tidak mau belajar Firman Tuhan dsb, tetapi mereka membiarkannya. Ini menyebabkan Akhan makin lama makin bejad sehingga akhirnya terjadilah dosa itu. Dengan demikian seluruh Israel mempunyai andil dalam membentuk Akhan menjadi orang seperti itu.
Ini mengajar kita untuk merasa turut bertanggung jawab terhadap hidup dari sesama saudara seiman kita!
Penerapan: apa yang saudara lakukan kalau ada seorang saudara seiman yang:
· suka membolos dari kebaktian?
· tidak mau ikut dalam Pemahaman Alkitab?
· suka berdusta / memfitnah?
· munafik?
· tamak?
Calvin menambahkan bahwa kita tidak bisa tahu dengan pasti mengapa Tuhan menghukum seluruh Israel karena dosa Akhan. Kalau mau tahu dengan pasti tentang hal itu, tunggu pengadilan akhir jaman!
1) Kesedihan dalam ay 5b-6 bukan hanya karena mereka kehilangan 36 orang tentara, tetapi karena janji Tuhan dalam 1:3,5 tidak terjadi. Tetapi perlu saudara ingat bahwa janji Tuhan dalam 1:3,5 ada syaratnya yaitu taat kepada Tuhan (1:7-8)!
Yos 1:3,5,7,8 - “(3) Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. … (5) Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. … (7) Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hambaKu Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. (8) Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”.
Penerapan: kalau saudara melihat ada janji Tuhan yang tidak ditepati dalam hidup saudara, maka cobalah lihat apa syarat-syarat dari janji tersebut, dan periksalah apakah saudara sudah melaksanakan syarat-syaratnya!
Misalnya: Mat 6:25-34 jelas menjanjikan kecukupan bagi orang yang percaya, tetapi syaratnya adalah: orang percaya itu harus mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. Kalau hidup saudara ternyata tidak cukup, jangan cepat-cepat menganggap bahwa Allah ingkar janji. Periksalah apakah saudara sudah sungguh-sungguh mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya!
2) Ay 7-9: “(7) Dan berkatalah Yosua: ‘Ah, Tuhanku ALLAH, mengapa Engkau menyuruh bangsa ini menyeberangi sungai Yordan? supaya kami diserahkan kepada orang Amori untuk dibinasakan? Lebih baik kalau kami putuskan tadinya untuk tinggal di seberang sungai Yordan itu! (8) O Tuhan, apakah yang akan kukatakan, setelah orang Israel lari membelakangi musuhnya? (9) Apabila hal itu terdengar oleh orang Kanaan dan seluruh penduduk negeri ini, maka mereka akan mengepung kami dan melenyapkan nama kami dari bumi ini. Dan apakah yang akan Kaulakukan untuk memulihkan namaMu yang besar itu?’”.
a) Kelihatannya Yosua menyalahkan Tuhan!
Jamieson, Fausset & Brown: “Joshua seemed to blame God for the defeat and did not even consider that the cause might have been elsewhere. In his first question he even adopted the thinking of the spies against whom he had so vehemently protested at Kadesh (cf. Num 14:2-3)” [= Yosua kelihatannya menyalahkan Allah karena kekalahan itu dan bahkan tidak mempertimbangkan bahwa penyebabnya bisa ada di tempat lain. Dalam pertanyaan pertamanya ia bahkan mengambil pemikiran dari para mata-mata terhadap siapa ia memprotes dengan begitu bersemangat di Kadesy (bdk. Bil 14:2-3)].
Catatan: yang bersungut-sungut dalam Bil 14:2-3 bukan para mata-mata, tetapi bangsa Israel.
Matthew Henry: “Those words, wherefore hast thou brought us over Jordan to destroy us? are too like what the murmurers often said (Ex 14:11,12; 16:3; 17:3; Num 14:2,3); but he that searches the heart knew they came from another spirit” [= Kata-kata ini, ‘mengapa Engkau membawa kami menyeberangi sungai Yordan untuk membinasakan kami?’ terlalu mirip dengan yang sering dikatakan oleh para pengomel / tukang bersungut-sungut (Kel 14:11,12; 16:3; 17:3; Bil 14:2,3); tetapi Ia yang memeriksa / menguji hati tahu bahwa itu datang dari roh / sikap hati yang berbeda].
Bil 14:2-3 - “(2) Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: ‘Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! (3) Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?’”.
Kel 14:11-12 - “(11) dan mereka berkata kepada Musa: ‘Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? (12) Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.’”.
Kel 16:3 - “dan berkata kepada mereka: ‘Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.’”.
Kel 17:3 - “Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: ‘Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?’”.
b) Ay 7-9 ini jelas menunjukkan bahwa Yosua mengeluh kepada Allah.
Matthew Henry: “let those that find themselves under the tokens of God’s displeasure never complain of him, but complain to him, and they shall receive an answer of peace” (= hendaklah mereka yang mendapati diri mereka sendiri di bawah tanda ketidak-senangan Allah jangan pernah mengeluh tentang Dia, tetapi mengeluh kepada Dia, dan mereka akan menerima jawaban damai).
c) Kata-kata Yosua ada bagusnya, yaitu bahwa ia peduli pada nama Tuhan.
Ay 9: “Apabila hal itu terdengar oleh orang Kanaan dan seluruh penduduk negeri ini, maka mereka akan mengepung kami dan melenyapkan nama kami dari bumi ini. Dan apakah yang akan Kaulakukan untuk memulihkan namaMu yang besar itu?’”.
Rupanya yang paling menjadi pemikiran Yosua bukanlah kekalahan / kemusnahan mereka, tetapi bahwa kekalahan / kemusnahan mereka akan membuat nama Allah menjadi buruk.
Kitapun harus hidup untuk kemuliaan nama Tuhan.
1Kor 10:31 - “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.
Ay 10-15: “(10) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: ‘Bangunlah! Mengapa engkau sujud demikian? (11) Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjianKu yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya. (12) Sebab itu orang Israel tidak dapat bertahan menghadapi musuhnya. Mereka membelakangi musuhnya, sebab mereka itupun dikhususkan untuk ditumpas. Aku tidak akan menyertai kamu lagi jika barang-barang yang dikhususkan itu tidak kamu punahkan dari tengah-tengahmu. (13) Bangunlah, kuduskanlah bangsa itu dan katakan: Kuduskanlah dirimu untuk esok hari, sebab, demikianlah firman TUHAN, Allah Israel: Hai, orang Israel ada barang-barang yang dikhususkan di tengah-tengahmu; kamu tidak akan dapat bertahan menghadapi musuhmu, sebelum barang-barang yang dikhususkan itu kamu jauhkan dari tengah-tengah kamu. (14) Besok pagi kamu harus tampil ke muka suku demi suku dan suku yang ditunjuk oleh TUHAN harus tampil ke muka kaum demi kaum, dan kaum yang ditunjuk oleh TUHAN harus tampil ke muka keluarga demi keluarga dan keluarga yang ditunjuk oleh TUHAN harus tampil ke muka seorang demi seorang. (15) Dan siapa yang didapati menyimpan barang-barang yang dikhususkan itu, akan dibakar dengan api, ia dan segala sesuatu yang ada padanya, sebab ia telah melanggar perjanjian TUHAN dan berbuat noda di antara orang Israel.’”.
1) Ay 10 tidak berarti bahwa sujud kepada Tuhan adalah sesuatu yang salah. Allah menyuruh bangun, karena saat ini adalah saat untuk bertindak. Ini menunjukkan bahwa untuk segala sesuatu ada saatnya sendiri-sendiri.
Bdk. Pkh 3:1-8 - “(1) Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. (2) Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; (3) ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; (4) ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; (5) ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; (6) ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; (7) ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; (8) ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai”.
Tindakan yang sebetulnya baikpun, kalau dilakukan pada saat yang salah, bisa menjadi salah. Misalnya tindakan Marta pada waktu melayani sementara Maria duduk dekat kaki Yesus.
2) Ay 11-13: Tuhan memberitahu mengapa mereka kalah dari Ai.
3) Ay 14: Tuhan memberitahu cara menangkap orang yang mencuri barang-barang dari Yerikho. Mungkin sekali ini dilakukan dengan pengundian.
Bdk. Amsal 16:33 - “Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN”.
4) Ay 15: Tuhan memerintahkan pelaksanaan hukuman mati terhadap orang yang bersalah itu. Ini menunjukkan bahwa orang kristen harus pro pada adanya hukuman mati, asal hal itu dilaksanakan terhadap orang yang memang layak untuk dihukum mati.
a) Kata ‘noda’.
NIV/NASB/NKJV: a disgraceful thing (= hal yang memalukan)
RSV: a shameful thing (= hal yang memalukan)
KJV/Lit: folly (= kebodohan).
Ini menunjukkan bahwa dosa, yang kelihatannya bijaksana / pandai, tetap merupakan kebodohan di hadapan Allah! Mungkin pada waktu Akhan melihat benda-benda berharga itu, ia berpikir: ‘Alangkah bodohnya untuk memusnahkan benda-benda bagus / mahal ini’. Tetapi dengan ia mengambil barang-barang itu, sebetulnya ia yang melakukan kebodohan!
b) ‘melanggar perjanjian Tuhan’.
Ini menunjukkan betapa seriusnya dosa Akhan di hadapan Tuhan! Karena itulah maka Tuhan memerintahkan hukuman mati bagi Akhan.
1) Ay 16-18: undian itu menunjuk kepada Akhan!
Awas! Jangan berusaha menangkap maling dengan meniru cara ini, kecuali Tuhan jelas-jelas menyuruh saudara untuk itu!
2) Ay 19: “Berkatalah Yosua kepada Akhan: ‘Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah di hadapanNya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku.’”.
a) Yosua tetap menyebut Akhan dengan sebutan ‘anakku’, yang menunjukkan bahwa Yosua tetap mengasihi Akhan. Sekalipun Yosua tahu bahwa ia akan menghukum mati Akhan, yang sudah mencelakakan bangsa Israel itu, tetapi ia tetap mengasihi Akhan! Ini menunjukkan bahwa Yosua mempunyai ketegasan, dan juga kasih, secara seimbang! Bagaimana dengan saudara?
b) Ada 2 pandangan tentang arti kata-kata Yosua dalam ay 19 ini:
1. Yosua menyuruh Akhan untuk mengaku di bawah sumpah [bdk. Yoh 9:24 (NIV/NASB/Lit) - Give glory to God (= berikan kemuliaan kepada Allah)].
2. Yosua menyuruh Akhan mengaku untuk menghormati petunjuk / pimpinan Tuhan yang sudah menunjuk kepada Akhan.
c) Yosua menyuruh Akhan mengaku supaya:
1. Semua orang Israel melihat bahwa Akhan memang salah, dan bahwa petunjuk Tuhan itu memang benar.
2. Demi Akhan sendiri, supaya mendapat pengampunan dari Tuhan dalam kekekalan.
3) Pengakuan Akhan.
Ay 20-21: “(20) Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: ‘Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku: (21) aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali.’”.
a) Akhan mengaku bahwa ia memang telah mencuri barang-barang dari Yerikho. Kira-kira mengapa ia melakukan hal itu?
Bible Knowledge Commentary: “Achan may well have reasoned, ‘After all, I have been deprived of the good things of life these many years in the wilderness. Here is a beautiful new and stylish garment and some silver and gold. How could God want to withhold these things from me? They will never be missed, and I am entitled to some pleasure and prosperity.’ But there was a specific command against taking any of Jericho’s booty. (Joshua had told the people that all the silver and gold were to be put in the Lord’s treasury, Josh 6:19.) God’s Word can never be rationalized away without penalty” [= Akhan mungkin berargumentasi, ‘Bagaimanapun juga, aku telah tidak mempunyai barang-barang yang baik dari hidup ini selama banyak tahun di padang gurun. Di sini ada jubah indah yang baru dan penuh gaya dan juga beberapa potong perak dan emas. Bagaimana Allah bisa menahan benda-benda ini dari aku? Mereka tidak akan pernah kehilangan benda-benda ini, dan aku berhak untuk mendapat kesenangan dan kekayaan’. Tetapi di sana ada suatu perintah yang spesifik terhadap pengambilan barang rampasan manapun dari Yerikho. (Yosua telah memberitahu bangsa itu bahwa semua perak dan emas harus dimasukkan ke perbendaharaan Tuhan, Yos 6:19). Firman Allah tidak pernah bisa dirasionalisasikan / dicarikan dalih tanpa hukuman].
Bdk. 1Sam 15:2-3,7-23 - “(2) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. (3) Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.’ … (7) Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir. (8) Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang. (9) Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka. (10) Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian: (11) ‘Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firmanKu.’ Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman. (12) Lalu Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul, tetapi diberitahukan kepada Samuel, demikian: ‘Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal.’ (13) Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: ‘Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN.’ (14) Tetapi kata Samuel: ‘Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?’ (15) Jawab Saul: ‘Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas.’ (16) Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: ‘Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam.’ Kata Saul kepadanya: ‘Katakanlah.’ (17) Sesudah itu berkatalah Samuel: ‘Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel? (18) TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka. (19) Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?’ (20) Lalu kata Saul kepada Samuel: ‘Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. (21) Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal.’ (22) Tetapi jawab Samuel: ‘Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. (23) Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.’”.
Bdk. Ul 7:25-26 - “(25) Patung-patung allah mereka haruslah kamu bakar habis; perak dan emas yang ada pada mereka janganlah kauingini dan kauambil bagi dirimu sendiri, supaya jangan engkau terjerat karenanya, sebab hal itu adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu. (26) Dan janganlah engkau membawa sesuatu kekejian masuk ke dalam rumahmu, sehingga engkaupun ditumpas seperti itu; haruslah engkau benar-benar merasa jijik dan keji terhadap hal itu, sebab semuanya itu dikhususkan untuk dimusnahkan.’”.
Coba bayangkan: seandainya ada orang yang bertobat dari penyembahan berhala dan lalu menyerahkan sebuah patung berhala dari emas seberat 50 kg kepada saudara, bisakah saudara melakukan Ul 7:25-26 itu? Apakah saudara merasionalisasikan dengan menganggap bahwa lebih baik dan lebih bermanfaat kalau emasnya dilebur lalu dijual, dan uangnya dipersembahkan untuk gereja? Tetapi bukankah ini juga sama dengan tindakan Saul dan Akhan yang merasionalisasikan firman Tuhan?
Tindakan merasionalisasikan firman Tuhan itu bisa ada dalam bentuk yang berbeda, seperti dalam persoalan ajaran Kitab Suci bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga (Yoh 14:6 Kis 4:12 1Yoh 5:11-12). Banyak orang berkata: “Bukankah dalam kalangan agama lain juga banyak orang-orang yang baik? Apakah semua mereka harus masuk neraka?”. Dan berdasarkan pemikiran ini mereka mengajar bahwa tanpa Kristuspun orang bisa masuk surga!
b) Adanya pengakuan Akhan ini tidak boleh dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa Akhan tidaklah terlalu jelek! Bahwa Akhan adalah orang yang sangat brengsek terlihat dari:
1. Pada waktu Israel kalah oleh Ai, sampai 36 orang Israel terbunuh (yang pasti membuat keluarga mereka sangat menderita), Akhan tetap diam saja.
2. Pada waktu undian dilakukan, ia tetap tak mau mengaku sampai ia terkena oleh undian itu.
Mungkin ini alasannya mengapa Tuhan tak langsung saja memberitahu Yosua bahwa Akhanlah pencurinya, tetapi menyuruh Yosua menggunakan undian. Dengan demikian maka makin terlihat kekerasan hati Akhan yang terus tidak mau mengaku sampai tidak ada jalan lain lagi!
4) Pelaksanaan hukuman.
Ay 22-26: “(22) Lalu Yosua menyuruh orang segera pergi ke kemah itu, dan sesungguhnya, semuanya itu disembunyikan dalam kemah Akhan, dan perak itu ada di bawah sekali. (23) Maka mereka mengambil semuanya itu dari dalam kemah, lalu membawanya kepada Yosua dan kepada semua orang Israel, dan mencurahkannya di hadapan TUHAN. (24) Kemudian Yosua, beserta seluruh Israel mengambil Akhan bin Zerah, dan perak, jubah dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya dan kambing dombanya, kemahnya dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke lembah Akhor. (25) Berkatalah Yosua: ‘Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini.’ Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu. (26) Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka TUHAN yang bernyala-nyala itu. Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan lembah Akhor”.
a) Dalam ay 25 Yosua berkata: ‘Engkau mencelakakan kami’ dan Yosua lalu menghukum mati Akhan!
Jaman sekarang, khususnya dalam kalangan Kharismatik, kalau ada orang yang berbuat dosa, maka yang dikambing-hitamkan adalah roh jahat. Kalau orangnya berzinah, dikatakan ada roh zinah; kalau orangnya berdusta, ada roh dusta. Selanjutnya, roh jahat itu lalu ditengking.
Bahwa ini adalah sesuatu yang tidak alkitabiah, terlihat dari cerita ini, dimana Yosua bukannya mengatakan bahwa dalam diri Akhan ada roh tamak, roh pencurian dsb, lalu menengking roh jahat itu! Sebaliknya, Yosua mengatakan bahwa Akhanlah yang mencelakakan Israel, dan Yosua lalu menghukum mati Akhan, sesuai dengan perintah Tuhan!
Penerapan: kalau saudara mempunyai kelemahan tertentu atau kalau saudara melakukan dosa tertentu, sekalipun itu terjadi karena ada roh jahat menggoda saudara, jangan mengkambing hitamkan roh jahat tersebut untuk membenarkan diri saudara sendiri! Saudara yang berdosa, dan saudara yang harus bertobat!
b) Apakah anak-anak Akhan juga ikut dihukum mati? Ada 2 pandangan:
1. Ada yang berkata: tidak!
Alasannya:
a. Dalam ay 15 Tuhan mengatakan ‘ia’ (dalam bahasa Inggris ‘he’ - kata ganti orang ke 3 tunggal laki-laki), yang jelas hanya menunjuk kepada Akhan.
b. Dalam ay 25 kata ‘engkau’ dalam bahasa Ibraninya menunjuk kepada 1 orang (tunggal) laki-laki.
c. Dalam ay 25 kata ‘semuanya’ (Inggris: ‘them’) hanya menunjuk kepada Akhan, ternaknya, dan harta bendanya (tidak mencakup anak-anaknya).
Kalau ini benar, maka itu berarti bahwa anak-anak Akhan dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati Akhan (ay 24), hanya untuk ikut menyaksikan hukuman mati atas ayah mereka, sebagai suatu peringatan supaya mereka tidak meniru teladan ayah mereka.
2. Ada yang berkata: ya!
Penafsir yang mengambil pandangan ini mengatakan bahwa kata ‘semuanya’ dalam ay 25 mencakup anak-anak Akhan.
Keberatan terhadap pandangan ini: ini bertentangan dengan Ul 24:16 dan Yeh 18:20 yang mengatakan bahwa anak tidak ikut dihukum karena dosa ayahnya.
Ul 24:16 - “Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri”.
Yeh 18:20 - “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya”.
Ada 2 kemungkinan jawaban terhadap keberatan ini:
a. Sebetulnya Tuhan menyuruh menghukum mati Akhan saja, tetapi bangsa Israel yang mata gelap lalu juga membunuh anak-anak Akhan.
b. Anak-anak Akhan dianggap terlibat dalam dosa Akhan. Barang-barang itu disembunyikan di tenda (ay 22); bagaimana mungkin anak-anak Akhan tak mengetahuinya? Kalau mereka tahu, tetapi diam saja, maka itu jelas menunjukkan bahwa mereka terlibat dalam pencurian barang-barang tersebut. Karena itulah mereka ikut dihukum mati. Saya setuju dengan pandangan ini.
c) Ay 26: timbunan batu sebagai peringatan.
Bukan hal baik saja yang mereka peringati, tetapi juga hal jelek, supaya tidak diulangi!
d) Tempat itu dinamai lembah Akhor (ay 26b).
Matthew Henry: “The Valley of Achor is said to be given for a door of hope, because when we put away the accursed thing then there begins to be hope in Israel, Hos 2:15; Ezra 10:2” (= Lembah Akhor dikatakan diberikan sebagai suatu pintu pengharapan, karena pada waktu kita membuang hal / benda yang dikutuk maka di sana mulai ada pengharapan di Israel, Hos 2:15; Ezra 10:2).
Hos 2:15 - “Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir”.
Memang selalu ada pengharapan bagi anak Tuhan yang berbuat dosa. Kalau dosa dibuang, maka Tuhan pasti mengampuni, dan menyertainya lagi, dan dengan demikian ada pengharapan bago orang itu.
Bdk. Ezra 10:2 - “Maka berbicaralah Sekhanya bin Yehiel, dari bani Elam, katanya kepada Ezra: ‘Kami telah melakukan perbuatan tidak setia terhadap Allah kita, oleh karena kami telah memperisteri perempuan asing dari antara penduduk negeri. Namun demikian sekarang juga masih ada harapan bagi Israel”.
Ayat ini ada dalam kontext dimana Israel kawin campur dengan orang-orang kafir, dan membuat Tuhan / Ezra marah sekali. Ezra mengharuskan mereka menceraikan istri-istri kafir itu, dan lalu muncul kata-kata dalam ayat di atas ini. Lagi-lagi menunjukkan bahwa kalau dosa dibuang, maka ada pengharapan lagi!
Setelah dosa disingkirkan, maka murka Tuhan surut, dan Ia kembali menyertai bangsa Israel lagi (ay 26). Karena itu buanglah dosa dan hiduplah dalam kekudusan, supaya Tuhan selalu beserta dengan saudara!
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali