(Rungkut
Megah Raya, blok D no 16)
Minggu,
tgl 10 Maret 2019, pk 08.00 & 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
Yes
52:13-15 - “(13)
Sesungguhnya,
hambaKu akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. (14)
Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia - begitu buruk rupanya, bukan
seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi - (15)
demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan
mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada
mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.”.
Yes
53:1-12 - “(1)
Siapakah
yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan
kekuasaan TUHAN dinyatakan? (2) Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan
sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada
sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
(3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang
biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya
terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. (4) Tetapi
sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang
dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
(5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh
karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita
ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita
sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,
tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia
dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya
seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu
di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (8)
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah
yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan
karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. (9) Orang menempatkan kuburnya di
antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara
penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada
dalam mulutnya. (10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan.
Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat
keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
(11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan
hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh
hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. (12) Sebab itu Aku akan membagikan
kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh
orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah
menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara
pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa
untuk pemberontak-pemberontak.”.
Yesaya
52:13-15
1)
‘ia
akan membuat tercengang banyak bangsa’.
RSV:
‘so shall he startle many nations’ [= demikianlah ia akan mengejutkan
banyak bangsa].
KJV:
‘so shall he sprinkle many nations’ [= demikianlah ia akan memerciki
banyak bangsa].
NIV:
‘so will he sprinkle many nations’ [= demikianlah ia akan memerciki
banyak bangsa].
NASB:
‘Thus He will sprinkle many nations’ [= Demikianlah ia akan memerciki
banyak bangsa].
a)
Jadi terlihat bahwa ada 2 macam penterjemahan:
1.
‘tercengang’
/ ‘startle’.
a.
Terjemahan Kitab Suci Indonesia (juga RSV) diambil dari LXX / Septuaginta
(Perjanjian Lama berbahasa Yunani). Adam Clarke (hal 202) mengatakan bahwa ada
seorang penafsir yang mengatakan bahwa Septuaginta bisa menterjemahkan ‘astonish’
/ ‘tercengang’, karena orang yang diperciki air (secara tiba-tiba, dan pada
mukanya) akan kaget / tercengang. Tetapi Clarke sendiri tidak setuju dengan
teori ini, dan memang teori ini rasanya terlalu dibuat-buat. Jadi tidak jelas
bagaimana LXX / Septuaginta bisa menterjemahkan seperti itu.
b.
Ada juga yang mengatakan bahwa kata Ibrani yang diterjemahkan ‘sprinkle’
itu telah mengalami kesalahan penyalinan.
Pulpit
Commentary: “Mr.
Cheyne thinks that the present Hebrew text is corrupt, ... It is certainly hard
to see how the idea of ‘sprinkling,’ even if it can mean ‘purifying,’
comes in here.”
[= Tuan Cheyne beranggapan bahwa text Ibrani saat ini rusak / berubah, ...
Memang sukar untuk melihat bagaimana gagasan ‘pemercikan’, bahkan jika itu
bisa berarti ‘penyucian / pemurnian’, masuk ke sini.]
- hal 281.
c.
Kalau kita memilih terjemahan ‘tercengang’ ini, maka ‘tercengang’
di sini bukan dalam arti negatif seperti dalam ay 14, tetapi dalam
arti positif. Jadi artinya adalah: orang yang mendengar, menghayati dan
percaya pada berita Injil pasti akan kagum / tercengang karena Allah mau menjadi
manusia, direndahkan, menderita dan mati untuk memikul hukuman dosa kita, dsb.
2.
‘memerciki’
/ ‘sprinkle’.
a.
Barnes’ Notes (hal 257) mengatakan terjemahan ‘sprinkle’ [=
memerciki] memang sesuai dengan arti kata Ibraninya, dan menambahkan bahwa
dimanapun kata ini muncul dalam Kitab Suci (Kel 29:21
Im 5:9 Im 6:6-17,27
Im 8:11,30 Im 14:7,16,27,51 Im 16:14,15,19 Bil
8:7 Bil 19:4,18,19,21
2Raja 9:33 Yes 63:3) selalu
diterjemahkan ‘sprinkle’ [= memerciki].
b.
Adam Clarke menafsirkan bahwa kata ‘sprinkle’ [= memerciki] terhadap
banyak bangsa ini menunjuk pada pertobatan dari bangsa-bangsa non
Yahudi dan pembaptisan terhadap mereka.
c.
Calvin juga menterjemahkan ‘sprinkle’ [= memerciki], tetapi ia
menghubungkannya dengan firman Tuhan.
Calvin:
“the
Lord will pour out his Word over ‘many nations.’”
[= Tuhan akan mencurahkan FirmanNya ke atas ‘banyak bangsa’.]
- hal 108.
Calvin
juga mengatakan bahwa kata-kata selanjutnya, yaitu “raja-raja
akan mengatupkan mulutnya melihat dia”
menunjukkan akibat / hasil dari pengajaran Firman ini.
d.
E. J. Young menerima terjemahan ‘sprinkle’ [= memerciki], dan
menafsirkan bahwa Mesias akan menyucikan banyak bangsa. Ia menjadi buruk
(52:14) karena Ia mau menyucikan banyak bangsa. Barnes (hal 257) mengatakan
bahwa terjemahan bahasa Syria menterjemahkan ‘purify’ [= menyucikan],
dan maksudnya jelas adalah ‘menyucikan melalui penebusan’.
Saya
paling condong dengan penafsiran E. J. Young, karena adanya kata ‘so’
[= demikianlah] pada awal ay 15 ini, kelihatannya menghubungkan ayat ini dengan
ayat sebelumnya.
b)
Apakah kata ‘sprinkle’ [= memerciki] ini berhubungan dengan
cara baptisan (baptisan percik)?
Barnes’
Notes: “It
may be remarked that whichever of the above senses is assigned, it furnishes no
argument for the practice of sprinkling in baptism. It refers to the fact of his
purifying or cleansing the nations, and not to the ordinance of Christian
baptism; nor should it be used as an argument in reference to the mode in which
that should be administered.”
[= Bisa diperhatikan bahwa yang manapun dari arti-arti di atas yang dipilih, itu
tidak memberikan argumentasi untuk praktek baptisan percik. Ini menunjuk pada
fakta pemurnian atau penyucian bangsa-bangsa, dan tidak pada peraturan baptisan
Kristen; dan tidak boleh dipakai sebagai suatu argumentasi berkenaan dengan cara
pelaksanaan baptisan.] - hal 258.
Catatan:
Barnes mengatakan ini bukan karena ia mendukung baptisan selam, karena ia
sendiri kelihatannya bukanlah penganut baptisan selam. Ia hanya mau bersikap
jujur / fair, dan tidak mau menggunakan ayat yang ia anggap tidak cocok,
untuk mendukung pandangannya. Sikapnya ini patut diteladani.
Tetapi
saya meragukan pandangannya bahwa bagian ini tak boleh dijadikan dasar bagi
baptisan percik. Memang kata ‘sprinkle’ [= memerciki] dalam Yes 52:15
ini, berhubungan dengan penyucian yang dilakukan oleh Kristus dan bukan dengan
baptisan. Tetapi perlu diingat bahwa baptisan merupakan simbol penyucian / purification.
Dan dalam Kitab Suci purification / penyucian selalu disimbolkan
dengan percikan.
Contoh:
1.
Kel 24:8 - “Kemudian
Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya
pada bangsa itu serta berkata: ‘Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN
dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.’”.
Kitab Suci Indonesia
salah terjemahan, karena kata ‘menyiramkannya’
seharusnya adalah ‘memercikkannya’. NIV: ‘sprinkled’ [=
memercikkan].
2.
Kel 29:16,21 - “(16)
Haruslah kausembelih domba jantan itu dan kauambillah darahnya dan kausiramkan
pada mezbah sekelilingnya. ... (21) Haruslah kauambil sedikit dari darah yang
ada di atas mezbah dan dari minyak urapan itu dan kaupercikkanlah
kepada Harun dan kepada pakaiannya, dan juga kepada anak-anaknya dan pada
pakaian anak-anaknya; maka ia akan kudus, ia dan pakaiannya, dan juga
anak-anaknya dan pakaian anak-anaknya.”.
Kitab Suci Indonesia
salah terjemahan, karena kata ‘kausiramkan’
seharusnya adalah ‘percikkanlah’. NIV: ‘sprinkle’ [=
percikkanlah].
3.
Im 7:14 - “Dan
dari padanya, yakni dari setiap bagian persembahan itu haruslah
dipersembahkannya satu roti sebagai persembahan khusus bagi TUHAN. Persembahan
itu adalah bagian imam yang menyiramkan
darah korban keselamatan.”.
Kitab Suci Indonesia
salah terjemahan, karena kata ‘menyiramkan’ seharusnya adalah
‘memercikkan’. NIV: ‘sprinkles’ [= memercikkan].
4.
Im 14:7,51 - “(7)
Kemudian
ia harus memercik tujuh kali kepada orang
yang akan ditahirkan dari kusta itu dan dengan demikian mentahirkan dia, lalu
burung yang hidup itu haruslah dilepaskannya ke padang.
... (51) Lalu ia harus mengambil kayu aras dan hisop, kain kirmizi dan burung
yang masih hidup itu, dan mencelupkan semuanya ke dalam darah burung yang sudah
disembelih dan ke dalam air mengalir itu, kemudian ia harus memercik
kepada rumah itu tujuh kali.”.
5.
Im 16:14 - “Lalu
ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya
dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup
pendamaian itu ia harus memercikkan
sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.”.
6.
Bil 8:7 - “Beginilah
harus kaulakukan kepada mereka untuk mentahirkan mereka: percikkanlah
kepada mereka air penghapus dosa, kemudian haruslah mereka mencukur seluruh
tubuhnya dan mencuci pakaiannya dan dengan demikian mentahirkan dirinya.”.
7.
Bil 19:18 - “Kemudian
seorang yang tahir haruslah mengambil hisop, mencelupkannya ke dalam air itu dan
memercikkannya ke atas kemah dan ke atas
segala bejana dan ke atas orang-orang yang ada di sana, dan ke atas orang yang
telah kena kepada tulang-tulang, atau kepada orang yang mati terbunuh, atau
kepada mayat, atau kepada kubur itu;”.
8.
Yes 52:15 - “demikianlah
ia akan membuat tercengang banyak bangsa,
raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak
diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar
akan mereka pahami.”.
NIV: ‘He will sprinkle
many nations’ [= Ia akan memerciki
banyak bangsa].
9.
Ibr 9:13 - “Sebab,
jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan
abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara
lahiriah,”.
10.
Ibr 9:19,21 - “(19)
Sebab
sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia
mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan
hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri
dan seluruh umat, ... (21) Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya
secara demikian dengan darah.”.
11.
Ibr 10:22 - “Karena
itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan
iman yang teguh, oleh karena hati kita telah
dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh
dengan air yang murni.”.
Kitab Suci Indonesia
salah terjemahan, karena kata ‘telah dibersihkan’ seharusnya adalah ‘telah
diperciki’. NIV: ‘sprinkled to cleanse’ [= diperciki untuk
membersihkan].
12.
Ibr 12:24 - “dan
kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah
pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.”.
Bukankah
aneh kalau penyucian selalu disimbolkan dengan pemercikan, tetapi baptisan yang
juga merupakan simbol penyucian harus dilakukan dengan cara baptisan selam?
Karena itu saya berpendapat bahwa kata ‘sprinkle’ [= memerciki] ini
bisa menjadi dasar secara implicit bagi baptisan percik. Kalaupun tidak mengharuskan
baptisan percik, setidaknya mengijinkan
baptisan percik!
2)
‘raja-raja
akan mengatupkan mulutnya melihat dia’.
a)
‘Raja-raja’.
Ini
tentu hanya menunjuk kepada raja-raja yang percaya. Dan mungkin juga
bahwa kata ‘raja’ tidak harus menunjuk kepada ‘raja’ tetapi menunjuk
kepada ‘orang gede / berkedudukan tinggi’.
b)
‘Melihat
dia’.
KJV:
‘at him’ [= terhadap dia].
RSV/NIV:
‘because of him’ [= karena dia].
NASB:
‘on account of him’ [= karena dia].
c)
‘Mengatupkan
mulutnya’.
Calvin:
ini artinya juga heran, tetapi dalam arti positif, atau dengan kata lain,
kagum.
Calvin:
“He
next mentions the effect of doctrine, that ‘kings
shall shut their mouth,’ that is, in token of
astonishment, but a different kind of astonishment from that which he formerly
described.”
[= Selanjutnya ia menyebutkan hasil / akibat dari ajaran, bahwa ‘raja-raja
akan mengatupkan mulut mereka’, artinya, sebagai tanda dari keheranan, tetapi
suatu jenis keheranan yang berbeda dari keheranan yang tadi ia gambarkan.].
Bdk.
Ayub 29:9-10 - “(9)
para pembesar berhenti bicara,
dan menutup mulut mereka dengan tangan; (10) suara para pemuka membisu, dan
lidah mereka melekat pada langit-langitnya;”.
Jelas
bahwa kontext bagian ini menunjukkan bahwa ‘menutup / mengatupkan mulut’
juga diartikan sebagai ‘kagum’ (mereka kagum terhadap Ayub).
3)
‘apa
yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat’.
Ini
berhubungan dengan berita Injil, dan kata ‘mereka’
di sini menunjuk kepada orang-orang non Yahudi. Tadinya mereka tidak tahu
apa-apa, tetapi lalu Injil diberitakan kepada mereka, sehingga mereka menjadi
tahu. Bandingkan dengan Ro 15:21 dimana Paulus mengutip Yes 52:15b ini.
Bandingkan juga dengan Ro 16:25-26.
Yes
52:15b - “sebab
apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak
mereka dengar akan mereka pahami.”.
Ro
15:21 - “tetapi
sesuai dengan yang ada tertulis: ‘Mereka, yang belum pernah menerima berita
tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan
mengertinya.’”.
Ro 16:25-26
- “(25)
Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, - menurut Injil yang
kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan
rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, (26) tetapi yang sekarang telah
dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh
kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada
ketaatan iman -”.
Charles
Haddon Spurgeon:
“Now
will I tell to sinners round
What
a dear Saviour I have found,
Point
them to his redeeming blood
And
say, Behold the way to God.”
[=
Sekarang aku akan memberitahu kepada orang-orang berdosa di sekitar
Seorang
Juruselamat terkasih yang bagaimana yang telah aku temukan,
Arahkan
mereka kepada darahNya yang menebus
Dan
katakan, Lihatlah jalan kepada Allah.]
- ‘A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, vol I, ‘Christ
in the Old Testament’, hal 585.
Charles
Haddon Spurgeon:
“Dear
brethren, when our Lord ascended on high He gave us this commission ‘Go ye
into all the world and preach the gospel to every creature.’ Our duty is to
obey that command, whether men will hear or whether they will forbear; the
commission is unconditional, and is not dependent upon our success. If up to
this date, 1875, there had never been a solitary convert through Christian
ministry, if the whole of the church of God had hitherto laboured in vain, and
the succession of saints had only been kept up by miracle, it would not affect
our duty one iota. Our business is to preach the gospel, even to those who are
aroused to persecution thereby. We are to sow, whether a harvest follow or not.
Success is with God; service belongs to us. I believe therefore, that true
faith, when it is in a healthy condition, will enable us to go plodding on,
carefully scattering the seed, even by the wayside and on stony places; yet
there is flesh about us all, and faith is not always unalloyed with sight, and
consequently we occasionally flag and almost faint if we do not see some present
usefulness. This passage may cheer us if we
fear that we have spent our strength for naught, for such certainly was the
condition of the church of God at the time when this passage was addressed to
it.”
[= Saudara-saudara yang kekasih, pada waktu Tuhan kita naik ke surga, Ia memberi
kita perintah ini, ‘Pergilah kamu ke seluruh dunia dan beritakanlah injil
kepada setiap makhluk’. Kewajiban kita adalah
mentaati perintah itu, apakah orang-orang mau mendengar atau apakah mereka akan
menolaknya; perintah ini tidak bersyarat, dan tidak tergantung pada kesuksesan
kita. Seandainya sampai sekarang, tahun 1875, di sana tidak pernah
ada seorangpun yang bertobat melalui pelayanan Kristen, seandainya seluruh
gereja Allah sampai sekarang telah berjerih payah dengan sia-sia, dan rangkaian
/ penggantian orang-orang kudus dijaga hanya oleh mujijat, itu
tidak akan mempengaruhi kewajiban kita sedikitpun. Urusan kita adalah
memberitakan Injil, bahkan kepada mereka yang dibangkitkan pada penganiayaan
olehnya. Kita harus menabur, apakah suatu tuaian
mengikuti atau tidak. Kesuksesan ada dengan / bersama Allah; pelayanan adalah milik kita.
Karena itu, saya percaya bahwa iman yang benar, pada waktu itu ada dalam kondisi
yang sehat, akan memampukan kita untuk pergi bergerak / bekerja dengan tekun,
dengan hati-hati / teliti menyebarkan benih, bahkan di tepi jalan dan di tempat
yang berbatu-batu; tetapi di sana ada daging di setiap sisi dari kita semua, dan
iman tak selalu tidak bercampur dengan penglihatan, dan karena itu kadang-kadang
kita melemah dan hampir pingsan, jika kita tidak melihat beberapa kebergunaan /
keberhasilan pada saat ini. Text ini bisa membuat kita bersemangat jika kita
takut bahwa kita telah menghabiskan kekuatan kita secara sia-sia, karena pasti
seperti itulah kondisi dari gereja Allah pada waktu text ini ditujukan kepadanya
(bdk. Yes 6:9-10).]
- ‘A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, vol I, ‘Christ
in the Old Testament’, hal 575-576.
Bdk.
Yes 6:9-10 - “(9)
Kemudian firmanNya: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini:
Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh,
tetapi menanggap: jangan! (10) Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah
telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan
mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti
dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.’”.
Bdk.
1Kor 15:58 - “Karena
itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah
selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam (persekutuan
dengan) Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”.
Catatan:
bagian yang saya kurung dan saya coret itu seharusnya tidak ada.
4)
‘apa
yang tidak mereka dengar akan mereka pahami’.
a)
Ini mengulang kata-kata dalam point ke 3 di atas, dengan kata-kata yang
berbeda.
b)
Calvin menyoroti kata-kata ‘akan
mereka pahami’
dan berkata: “By this word he shews that faith
consists in certainty and clear understanding. Wherever, therefore, knowledge of
this kind is wanting, faith is unquestionably wanting.”
[= Dengan kata ini ia menunjukkan bahwa iman terdiri dari kepastian
/ keyakinan dan pengertian
yang jelas. Karena itu, dimanapun
pengetahuan seperti ini tidak ada, tak diragukan bahwa iman juga tidak ada.]
- hal 109.
Penerapan:
1.
Gereja yang ajarannya sesat tidak bisa diharapkan bisa menghasilkan
jemaat yang imannya benar. Karena itu carilah gereja yang ajarannya benar.
2.
Orang kristen yang tidak mau belajar Firman Tuhan, juga tidak bisa
diharapkan mempunyai iman yang benar. Karena itu rajin dan tekunlah dalam
belajar Firman Tuhan.
3.
Dalam memberitakan Injil, berusahalah memberitakan Injil yang selengkap
mungkin, supaya orang yang saudara injili itu betul-betul mengerti injil itu
secara keseluruhan. Kalau pengertiannya tentang injil itu hanya
setengah-setengah, apalagi salah, maka tak bisa diharapkan bahwa ia akan menjadi
orang percaya yang sungguh-sungguh.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali