Providence
of God
oleh : Pdt. Budi Asali MDiv.
VII.
MANFAAT DOKTRIN INI BAGI KITA
Doktrin
ini mempunyai banyak manfaat yang penting dalam hidup kita, seperti:
1) Pada saat kita mengalami penderitaan, kesedihan, bahkan
penganiayaan dan kejahatan orang lain terhadap diri kita, dsb, kita harus ingat
bahwa segala sesuatu terjadi karena kehendak / Rencana Allah, dan kita juga
harus percaya bahwa semua itu terjadi untuk kebaikan kita yang adalah
anak-anakNya / orang pilihanNya (Ro 8:28). Ini akan merupakan penghiburan yang
luar biasa di tengah-tengah segala penderitaan / kesedihan.
Charles Haddon Spurgeon: "All events are
under the control of Providence; consequently all the trials of our outward life
are traceable at once to the great First Cause"
(= Semua peristiwa ada di bawah kontrol dari Providensia; dan karenanya semua
pencobaan dari kehidupan luar / lahiriah kita bisa segera diikuti jejaknya
sampai kepada sang Penyebab Pertama yang agung)
- ‘Morning and Evening’, September 3, evening.
John Owen: "Amidst all our
afflictions and temptations, under whose pressure we should else faint and
despair, it is no small comfort to be assured that we do nor can suffer nothing
but what his hand and counsel guides unto us, what is open and naked before his
eyes, and whose end and issue he knoweth long before; which is a strong motive
to patience, a sure anchor of hope, a firm ground of consolation"
(= Di tengah-tengah semua penderitaan dan pencobaan, yang tekanannya bisa
membuat kita lemah / takut dan putus asa, bukan penghiburan kecil untuk yakin
bahwa kita tidak bisa menderita apapun kecuali apa yang tangan dan rencanaNya
pimpin kepada kita, apa yang terbuka dan telanjang di depan mataNya, dan yang
akhirnya dan hasilnya Ia ketahui jauh sebelumnya; yang merupakan motivasi yang
kuat pada kesabaran, jangkar pengharapan yang pasti, dasar penghiburan yang
teguh) - ‘The Works of John Owen’, vol 10, hal 29.
Dalam
tafsirannya tentang Kej 50:20 Calvin mengatakan sebagai berikut:
"Let
the impious busy themselves as they please, let them rage, let them mingle
heaven and earth; yet they shall gain nothing by their ardour; and not only
shall their impetuousity prove ineffectual, but shall be turned to an issue the
reverse of that which they intended, so that they shall promote our salvation,
though they do it reluctantly. So that whatever poison Satan produces, God turns
it into medicine for his elect" (=
Biarlah orang jahat menyibukkan diri mereka sendiri semau mereka, biarlah mereka
marah, biarlah mereka mencampur-adukkan langit dan bumi; tetapi mereka tidak
akan mendapatkan keuntungan apapun oleh semangat mereka; dan bukan hanya gerakan
mereka terbukti tidak berhasil, tetapi bahkan akan dibelokkan pada suatu hasil
yang berlawanan dengan yang mereka maksudkan, sehingga mereka akan memajukan
keselamatan kita, sekalipun mereka melakukan hal itu dengan segan. Sehingga
apapun racun yang dihasilkan oleh Setan, Allah membalikkannya menjadi obat untuk
orang pilihanNya) - hal
488.
2) Dalam keadaan bahaya / kritis, doktrin ini memberikan ketenangan
kepada kita.
Misalnya anak saudara mengalami kecelakaan dan pendarahan yang
parah. Ini dengan mudah membuat saudara menjadi kuatir, takut dan bahkan panik.
Tetapi kalau pada saat itu saudara bisa mengingat dan mempercayai bahwa Allah
toh sudah menetapkan segala sesuatu (termasuk apakah anak itu akan sembuh atau
akan mati), dan bahwa Allah mengontrol segala sesuatu sehingga ketetapanNya itu
pasti terjadi, maka saudara akan berhenti kuatir. Mengapa?
a) Karena kekuatiran toh tidak akan mengubah ketetapan Allah.
Bandingkan ini dengan Mat 6:27 - "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan
sehasta saja pada jalan hidupnya?".
b) Karena ketetapan Allah itu pasti ditujukan untuk kebaikan saudara
(Ro 8:28). Tetapi ingat bahwa ini hanya berlaku kalau saudara adalah anak Allah.
Saudara memang tetap harus melakukan yang terbaik untuk anak
saudara itu, tetapi saudara bisa melakukannya dengan tenang.
3) Pada saat kita mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari
orang lain, kita lebih bisa mengampuni dan tidak mendendam, kalau kita mengingat
bahwa dibalik semua itu ada Rencana Allah dan Providence of God.
Contoh:
4) Bisa mencegah kita dari tindakan berbuat dosa dalam ‘keadaan
terpaksa’.
Contoh:
Yesus sendiri dalam Mat 4:1-4. Ia digoda untuk mengubah batu
menjadi roti. Kalau Yesus mau menuruti godaan itu, maka:
Yesus menolak godaan itu dengan berkata: "Ada
tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang
keluar dari mulut Allah"
(Mat 4:4). Ada 2 penafsiran tentang arti dari kata-kata ‘setiap firman yang
keluar dari mulut Allah’:
a) Ini menunjuk pada Firman Allah atau pengajaran Kitab Suci.
Kalau diambil arti ini, maka seluruh jawaban Yesus itu maksudnya
adalah: karena manusia terdiri dari tubuh dan jiwa / roh, maka manusia hidup
bukan dari roti saja, tetapi juga dari Firman Allah / pengajaran Kitab Suci.
Tetapi penafsiran ini rasanya tidak cocok dengan:
·
konteks Mat 4:3-4 / Luk
4:3-4.
Setan menyuruh Yesus mengubah batu menjadi roti, dan Yesus
menjawab: manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari pengajaran Kitab Suci.
Ini tidak cocok.
·
Ul 8:3 (dari mana Yesus
mengutip kata-kata itu), yang lengkapnya berbunyi: "Jadi
Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna,
yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk
membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi
manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN".
Kalau kata-kata ‘segala yang diucapkan TUHAN’ itu diartikan
pengajaran Kitab Suci, maka Ul 8:3 itu juga menjadi kacau artinya.
b) Ini menunjuk pada kehendak Allah (Calvin).
Jadi maksud Yesus adalah: sekalipun tidak ada roti, kalau Allah
menghendaki Ia hidup, Ia akan hidup. Penafsiran ini lebih cocok dengan konteks
Mat 4:3-4 maupun Ul 8:3!
Calvin:
"In like manner, the Apostle says,
that he ‘upholdeth all things by his powerful word’ (Heb i. 3); that is, the
whole world is preserved, and every part of it keeps its place, by the will and
decree of Him, whose power, above and below, is everywhere diffused"
[= Dengan cara yang sama, sang rasul berkata bahwa Ia ‘menopang segala yang
ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan’ (Ibr 1:3); artinya, seluruh dunia /
alam semesta dipelihara, dan setiap bagiannya dijaga pada tempatnya, oleh
kehendak dan ketetapanNya, yang kuasaNya, di atas dan di bawah, tersebar
dimana-mana].
Maksud Calvin adalah: kalau kata ‘firman’ dalam Ibr 1:3 itu
bisa diartikan ‘kehendak Allah’, maka tentu dalam Mat 4:4 ini juga bisa.
c) Kalau kita menerima penafsiran Calvin ini, maka ini
menunjukkan bahwa kepercayaan Yesus terhadap kehendak / rencana Allah itu
ternyata berguna untuk mencegah Dia dari berbuat dosa sekalipun keadaan
kelihatannya memaksa Dia untuk melakukan hal itu. Karena itu, pada waktu saudara
ada dalam keadaan dimana saudara kelihatannya harus berbuat dosa, apakah
itu mencuri, berdusta atau apapun juga, renungkan doktrin Providence of God
ini!
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali