(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tanggal 11 April 2023, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
PELAJARAN VI
DOKTRIN-DOKTRIN LAIN(2)
B) Tentang Kebangkitan Kristus:
Para Saksi Yehovah mengajar bahwa:
1) Kristus tidak bangkit secara jasmani, tetapi secara rohani.
2) Setelah kebangkitanNya Yesus berulangkali menampakkan diri dalam bentuk manusia. Ini sama seperti malaikat yang juga bisa menampakkan diri dalam bentuk manusia.
3) Tubuh Kristus tidak membusuk. Apakah tubuh itu menjadi gas atau disimpan di suatu tempat, tak seorangpun yang tahu.
Bahwa ketiga hal ini memang merupakan ajaran Saksi Yehovah, terlihat dari beberapa kutipan dari buku-buku mereka di bawah ini:
a) “The firstborn from the dead was raised from the grave, not a human creature, but a spirit” [= Yang pertama / sulung dari antara orang mati dibangkitkan dari kubur, bukan suatu makhluk manusia, tetapi suatu roh] - ‘Let God Be True’, p 276.
b) “Jesus did not take his human body to heaven to be forever a man in heaven. Had he done so, that would have left him ever lower than the angels ... God did not purpose for Jesus to be humiliated thus forever by being a fleshly man forever. No, after he had sacrificed his perfect manhood, God raised him to deathless life as a glorious spirit creature” [= Yesus tidak membawa tubuh manusianya ke surga supaya selama-lamanya menjadi manusia di surga. Kalau saja ia melakukan hal itu, itu akan mejadikannya lebih rendah dari malaikat untuk selamanya ... Allah tidak memaksudkan supaya Yesus direndahkan seperti itu selama-lamanya, dengan menjadi manusia yang bersifat daging selama-lamanya. Tidak, setelah ia mengorbankan kemanusiaannya yang sempurna, Allah mengangkatnya pada kehidupan yang tak mengenal kematian sebagai suatu makhluk roh yang mulia] - ‘Let God Be True’, p 41.
c) “Usually they could not at first tell it was Jesus, for he appeared in different bodies. He appeared and disappeared just as angels had done, because he was ressurected as a spirit creature. Only because Thomas would not believe did Jesus appear in a body like that in which he had died ...” [= Biasanya mereka mula-mula tidak mengetahui bahwa itu adalah Yesus, karena ia menampakkan diri dalam tubuh-tubuh yang berbeda. Ia muncul dan menghilang persis seperti yang telah dilakukan oleh malaikat, karena ia dibangkitkan sebagai suatu makhluk roh. Hanya karena Thomas tak mau percaya maka Yesus muncul dalam tubuh seperti tubuh di dalam mana ia telah mati ...] - ‘From Paradise Lost To Paradise Regained’, p 144.
d) “Our Lord’s human body ... did not decay or corrupt ... Whether it was dissolved into gasses or whether it is still preserved some where ... no one knows” [= Tubuh manusia Tuhan kita ... tidak membusuk atau rusak ... Apakah tubuh itu larut menjadi gas atau apakah tubuh itu tetap terpelihara di suatu tempat ... tidak seorangpun yang tahu] - ‘Studies in the Scriptures’, vol II, p 129.
Ini ditulis oleh Russell sendiri. Betul-betul lelucon!
Dasar Kitab Suci yang digunakan oleh para Saksi Yehovah:
a) Mark 16:12 yang mengatakan bahwa setelah kebangkitanNya, Yesus menampakkan diri dalam rupa yang lain.
Mark 16:12 - “Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.”.
b) Luk 24:16 Yoh 20:14-16 Yoh 21:4 yang menunjukkan bahwa murid-murid Yesus tidak mengenaliNya setelah kebangkitanNya.
Luk 24:16 - “Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.”.
Yoh 20:14-16 - “(14) Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. (15) Kata Yesus kepadanya: ‘Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?’ Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepadaNya: ‘Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambilNya.’ (16) Kata Yesus kepadanya: ‘Maria!’ Maria berpaling dan berkata kepadaNya dalam bahasa Ibrani: ‘Rabuni!’, artinya Guru.”.
Yoh 21:4 - “Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.”.
Ini dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa ‘tubuh’ yang dipakai setelah kebangkitanNya berbeda dengan tubuhNya yang semula, dan bahkan bahwa ‘tubuh’ yang dipakai setelah kebangkitanNya berbeda-beda.
c) Luk 24:31,36 berkata bahwa setelah kebangkitanNya Yesus bisa muncul dan lenyap dengan tiba-tiba. Ini menunjukkan bahwa Ia adalah roh, bukan betul-betul tubuh.
Luk 24:31,36 - “(31) Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. ... (36) Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: ‘Damai sejahtera bagi kamu!’”.
d) Yoh 20:19,26 menunjukkan bahwa setelah kebangkitanNya Yesus bisa menembus pintu. Ini tidak bisa dilakukan oleh tubuh yang betul-betul adalah tubuh.
Yoh 20:19,26 - “(19) Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: ‘Damai sejahtera bagi kamu!’ ... (26) Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: ‘Damai sejahtera bagi kamu!’”.
e) 1Kor 15:44,45 berbicara tentang ‘tubuh rohaniah’ dan ‘roh yang menghidupkan’.
1Kor 15:44-45 - “(44) Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. (45) Seperti ada tertulis: ‘Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup’, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.”.
f) 1Pet 3:18 mengatakan bahwa Yesus ‘dibangkitkan menurut roh’.
1Pet 3:18 - “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,”.
Bantahan:
1) Istilah ‘bangkit secara rohani’ adalah suatu istilah omong kosong. Roh seseorang, termasuk roh manusia Yesus, tidak bisa mati.
Catatan: memang ada istilah ‘mati rohani’ yang menunjuk pada manusia yang ada dalam dosa. Tetapi ini tentu berbeda dengan ‘mati rohani’ yang dimaksudkan di sini. Lalu apa maksudnya istilah ‘bangkit secara rohani’?
Mati berarti terpisahnya tubuh dengan jiwa / roh. Sedangkan bangkit dari antara orang mati, harus diartikan sebagai bersatunya kembali tubuh dengan jiwa / roh itu. Dan ini adalah kebangkitan jasmani!
2) Sebelum kematianNya, Yesus sendiri menubuatkan kebangkitan jasmani / tubuhNya (Yoh 2:19-22).
Yoh 2:19-22 - “(19) Jawab Yesus kepada mereka: ‘Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.’ (20) Lalu kata orang Yahudi kepadaNya: ‘Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?’ (21) Tetapi yang dimaksudkanNya dengan Bait Allah ialah tubuhNya sendiri. (22) Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-muridNya bahwa hal itu telah dikatakanNya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.”.
Bdk. Mat 16:21 Mat 17:22-23 Mat 20:17-19 Mat 26:1-2.
3) Kitab Suci jelas mengajarkan kebangkitan jasmani. Ini bisa terlihat dari:
a) Luk 24:2-7 yang menghubungkan kubur yang kosong dengan kebangkitan. Kalau Yesus hanya bangkit secara rohani, dan kebangkitanNya tidak bersangkutpaut dengan tubuhNya, maka tidak mungkin ayat ini menghubungkan kebangkitan Yesus dengan kubur Yesus yang kosong.
Luk 24:2-7 - “(2) Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, (3) dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. (4) Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. (5) Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? (6) Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakanNya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, (7) yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.’”.
b) Luk 24:37-43.
Luk 24:37-43 - “(37) Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. (38) Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? (39) Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu.’ (40) Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kakiNya kepada mereka. (41) Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: ‘Adakah padamu makanan di sini?’ (42) Lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng. (43) Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.”.
Kata ‘hantu’ di sini (ay 37,39) dalam bahasa Yunaninya adalah PNEUMA, yang artinya adalah ‘roh’. Sekarang bacalah Luk 24:37-39 ini sekali lagi, dan gantilah kata ‘hantu’ dengan kata ‘roh’, maka saudara akan melihat dengan jelas bahwa Yesus tidak mau murid-muridNya menganggap Dia sebagai ‘roh’. Ia bahkan lalu membuktikan bahwa dirinya bukan sekedar roh, dengan:
1. Menunjukkan tangan dan kakiNya kepada mereka dan menyuruh mereka merabanya (ay 39,40). Mengapa yang ditunjukkan adalah tangan dan kaki? Jelas karena pada tangan dan kaki Yesus masih ada bekas paku. Bandingkan dengan Yoh 20:20 dimana dikatakan bahwa Ia menunjukkan tangan dan lambungNya.
Yoh 20:20 - “Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tanganNya dan lambungNya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.”.
Ini lagi-lagi menunjukkan bahwa Ia menunjukkan bagian tubuhNya yang ada bekas paku dan tombak. Semua ini bukan hanya dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Ia sudah bangkit, tetapi lebih dari itu menunjukkan bahwa tubuhNya yang bangkit itu adalah tubuh yang sama dengan yang mati di salib.
2. Meminta makanan, dan memakannya di depan murid-muridNya (ay 41- 43).
4) Tentang Mark 16:12 yang mengatakan bahwa Yesus ‘menampakkan diri dalam rupa yang lain’, perlu diketahui bahwa Mark 16:9-20 merupakan ayat-ayat Kitab Suci yang diperdebatkan keasliannya. Banyak ahli theologia / penafsir yang alkitabiah dan injili (bukan yang Liberal!) yang beranggapan bahwa Mark 16:9-20 itu merupakan suatu penambahan!
Alasan yang paling utama untuk memperdebatkan keaslian Mark 16:9-20 adalah karena adanya perbedaan manuscript sebagai berikut:
a) Adanya manuscript yang mengakhiri Injil Markus sampai pada Mark 16:8a. Yang saya maksud dengan Mark 16:8a ialah kata-kata ini (lihat Kitab Suci Indonesia): “Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut.”.
b) Adanya manuscript yang setelah Mark 16:8a, lalu menambahkan dengan Mark 16:8b. Yang saya maksud dengan Mark 16:8b ialah kata-kata ini (lihat Kitab Suci Indonesia): “Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-muridNya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.”.
Catatan: Kitab Suci bahasa Inggris tidak memuat bagian ini, kecuali pada catatan kaki dari RSV.
c) Adanya manuscript yang setelah Mark 16:8a, lalu menambahkan Mark 16:9-20.
Perbedaan manuscript dalam Mark 16:9-20 ini terlihat dari:
1. Dalam NIV, di atas Mark 16:9 tertulis kata-kata ini:
“The two most reliable and early manuscripts do not have Mark 16:9-20.” [= Dua manuscript yang paling dapat dipercaya dan yang paling awal / kuno tidak mempunyai Mark 16:9-20.].
2. NASB memberikan footnote sebagai berikut: “Some of the oldest mss. do not contain vv 9-20” [= Beberapa dari manuscript yang paling kuno tidak mempunyai ay 9-20].
3. Dalam RSV diberikan catatan kaki yang berbunyi sebagai berikut: “Some of the most ancient authorities bring the book to a close at the end of verse 8. One authority concludes the book by adding after verse 8 the following: But they reported briefly to Peter and those with him all that they had been told. And after this, Jesus himself sent out by means of them, from east to west, the sacred and imperishable proclamation of eternal salvation. Other authorities include the preceding passage and continue with verses 9-20. In most authorities verses 9-20 follow immediately after verse 8; a few authorities insert additional material after verse 14.” [= Beberapa otoritas / manuscript yang paling kuno mengakhiri kitab ini pada akhir ayat 8. Satu otoritas / manuscript menyimpulkan kitab ini dengan menambahkan setelah ayat 8 kata-kata ini: Tetapi mereka menyampaikan secara singkat kepada Petrus dan mereka yang bersama dengan dia semua yang telah diceritakan kepada mereka. Sesudah ini, Yesus sendiri memberitakannya dengan perantaraan mereka, dari Timur ke Barat, proklamasi keselamatan yang kudus / sakral dan tak bisa binasa itu. Otoritas / manuscript yang lain memasukkan bagian sebelumnya dan melanjutkan dengan ayat 9-20. Dalam kebanyakan otoritas / manuscript ayat 9-20 langsung menyusul ayat 8; sedikit otoritas / manuscript memasukkan tambahan materi setelah ayat 14.].
5) Paulus tetap menyebut Yesus (yang sudah bangkit) dengan sebutan ‘manusia Kristus Yesus’ (1Tim 2:5).
1Tim 2:5 - “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,”.
6) Kebangkitan Yesus merupakan pola (pattern) dari kebangkitan kita nanti. Ini terlihat dari banyak ayat Kitab Suci seperti Ro 6:4-5 1Kor 6:14 1Kor 15:20-23 2Kor 4:14 Fil 3:21 Kol 2:12.
Ro 6:4-5 - “(4) Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. (5) Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematianNya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitanNya.”.
1Kor 6:14 - “Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasaNya.”.
1Kor 15:20-23 -
“(20)
Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah
dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang
telah meninggal. (21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia,
demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. (22)
Karena sama seperti semua orang mati dalam (persekutuan dengan) Adam,
demikian pula semua orang akan dihidupkan
kembali dalam (persekutuan dengan) Kristus.
(23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung;
sesudah itu mereka yang menjadi milikNya
pada waktu kedatanganNya.”.
2Kor 4:14 - “Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diriNya.”.
Fil 3:21 - “yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuhNya yang mulia, menurut kuasaNya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diriNya.”.
Kol 2:12 - “karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.”.
Jadi, kalau Kristus hanya bangkit secara rohani, maka itu berarti bahwa nanti kita juga hanya akan bangkit secara rohani. Ini bertentangan dengan banyak ayat Kitab Suci seperti Yoh 5:28-29.
Yoh 5:28-29 - “(28) Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya, (29) dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”.
7) Fil 3:21 mengatakan bahwa Yesus ‘akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuhNya yang mulia’.
Fil 3:21 - “yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuhNya yang mulia, menurut kuasaNya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diriNya.”.
Kalau Ia ternyata tidak mempunyai tubuh, lalu bagaimana ayat ini bisa digenapi?
8) Pada waktu Yesus bangkit, tubuh dan jiwa / roh Yesus bersatu kembali. Tetapi bukan hanya ini saja yang terjadi, karena kalau demikian maka Yesus tidak bisa dikatakan sebagai yang pertama / yang sulung yang bangkit dari antara orang mati (1Kor 15:20,23 Kol 1:18 Wah 1:5). Ingat bahwa sebelum kebangkitan Yesus, sudah terjadi banyak peristiwa kebangkitan.
Jadi, pada waktu Yesus bangkit, ada hal lain yang terjadi, yang menyebabkan Ia bisa disebut sebagai yang pertama / yang sulung yang bangkit dari antara orang mati. Hal itu adalah suatu perubahan pada tubuh Yesus dimana Ia diangkat ke suatu posisi yang lebih tinggi, menjadi tubuh kebangkitan (bdk. 1Kor 15:51-52 dimana Paulus berkata ‘kita semuanya akan diubah’).
1Kor 15:51-52 - “(51) Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, (52) dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.”.
Jadi, berbeda dengan semua orang yang bangkit sebelum kebangkitan Yesus, Yesus bangkit dengan tubuh kebangkitan. Karena itu Yesus bisa disebut sebagai yang pertama / yang sulung yang bangkit dari antara orang mati.
Penggunaan tubuh kebangkitan yang mempunyai kwalitet / kemampuan istimewa inilah yang menyebabkan Ia bisa menembus pintu, muncul dan hilang dengan tiba-tiba dsb.
9) Murid-murid memang sering tidak mengenali Yesus setelah kebangkitanNya (Luk 24:16 Yoh 20:14-16 Yoh 21:4).
Mari kita cermati ayat-ayat itu lagi.
Luk 24:16 - “Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.”.
Yoh 20:14-16 - “(14) Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. (15) Kata Yesus kepadanya: ‘Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?’ Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepadaNya: ‘Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambilNya.’ (16) Kata Yesus kepadanya: ‘Maria!’ Maria berpaling dan berkata kepadaNya dalam bahasa Ibrani: ‘Rabuni!’, artinya Guru.”.
Yoh 21:4 - “Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.”.
Catatan: kata-kata ‘Ketika hari mulai siang’ salah terjemahan. Arti yang benar adalah ‘dini hari’. Lihat Bible Works 8.
Tetapi ini tidak membuktikan bahwa tubuh Yesus setelah kebangkitan berbeda bentuknya dengan tubuhNya sebelum mati. Ini juga tidak membuktikan bahwa setelah kebangkitanNya Ia ‘menggunakan tubuh yang berbeda-beda’, seperti yang dikatakan oleh para Saksi Yehovah.
Penjelasan yang umum dari pihak Kristen tentang ayat-ayat di atas adalah bahwa mereka tidak mengharapkan akan bertemu dengan Yesus yang mereka anggap sudah mati. Dalam kasus Maria, ia sedang menangis sehingga pandangannya bisa saja tidak jelas karena adanya air matanya. Dan dalam kasus Yoh 20 maupun Yoh 21, keduanya terjadi pada dini hari sehingga masih kurang terang untuk bisa mengenali Yesus. Dan dalam kasus Yoh 21, jarak mereka cukup jauh dari Yesus.
Catatan: penafsir-penafsir yang mengakui Mark 16:9-20 sebagai asli, memang juga banyak yang mempercayai Mark 16:12 sebagai alasan mengapa mereka tidak mengenali Yesus.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali