(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tanggal 20 Juni 2023, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
5) Paulus berkata bahwa pengucapan syukur dengan menggunakan bahasa Roh adalah sesuatu yang sangat baik (1Kor 14:17).
Jawaban saya:
Ini jelas adalah suatu penafsiran yang hanya memperhatikan suatu bagian ayat, tetapi mengabaikan kontexnya! Kontex dari ayat yang dipersoalkan (1Kor 14:13-17) justru menekankan penggunaan akal / pikiran!
1Kor 14:13-17 -
“(13)
Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh,
ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.
(14) Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi
akal budiku tidak turut berdoa. (15) Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan
berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan
menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji
juga dengan akal budiku. (16) Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu
saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan
‘amin’ atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
(17) Sebab sekalipun
pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya.”.
Juga perhatikan kata ‘sekalipun’ dalam 1Kor 14:17 itu! Ini jelas hanya merupakan suatu pengandaian! Jadi, maksud Paulus adalah ‘andaikatapun pengucapan syukurmu (yang menggunakan bahasa Roh) itu sangat baik, itu sia-sia karena tidak ada yang mengerti’.
6) Paulus bersyukur atas bahasa Roh dan Paulus banyak berbahasa Roh (1Kor 14:18).
1Kor 14:18 - “Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.”.
Jawaban saya:
a) Paulus memang tidak menghina bahasa Roh. Ini terlihat dari kata- katanya dalam 1Kor 14:5,18,39.
1Kor 14:5,18,39 - “(5) Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. ... (18) Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. ... (39) Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.”.
b) Tapi bagaimanapun dalam 1Kor 14:18 ini Paulus tidak mendorong orang untuk berbahasa Roh! Lalu apa arti 1Kor 14:18 ini? Perlu kita ingat bahwa dalam seluruh 1Kor 14 Paulus menekankan bahwa nubuat lebih penting / berguna dari bahasa Roh. Orang Korintus bisa saja lalu menganggap bahwa Paulus mengatakan demikian karena Paulus iri hati dengan bahasa Roh yang dimiliki oleh orang Korintus. Tetapi ternyata Paulus sendiri banyak berbahasa Roh, bahkan lebih dari semua orang Korintus! Ia bersyukur akan hal itu, karena seandainya ia tidak pernah berbahasa Roh, maka mungkin sekali orang Korintus akan menuduhnya iri hati. Tetapi karena ia sendiri banyak berbahasa Roh, maka tidak ada alasan bagi orang Korintus untuk menganggap Paulus iri hati.
c) 1Kor 14:18 ini jelas tidak mengharuskan orang kristen berbahasa Roh! Sekalipun Paulus banyak berbahasa Roh dan andaikatapun ia bersyukur atas hal itu, itu tidak berarti orang kristen harus berbahasa Roh!
7) Paulus suka supaya semua orang Korintus berbahasa Roh (1Kor 14:5).
Jawaban saya:
a) Bacalah seluruh 1Kor 14:5!
1Kor 14:5 - “Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.”.
Kalau 1Kor 14:5 itu lalu ditafsirkan seakan-akan Paulus mengharuskan orang kristen untuk berbahasa Roh, maka konsekwensinya orang kristen juga harus bernubuat! Tetapi jarang atau bahkan tidak ada orang Kharismatik yang berpendapat seperti itu!
b) Perhatikan kata-kata ‘lebih daripada itu’ dalam 1Kor 14:5. Penekanan 1Kor 14:5 adalah: nubuat lebih penting daripada bahasa roh!! Jadi, 1Kor 14:5 ini bisa diucapkan dengan kata-kata sendiri sebagai berikut: ‘Aku senang semua kamu berbahasa Roh. Itu tidak jelek! Tetapi aku lebih senang lagi kalau kamu semua bernubuat! Itu jauh lebih baik!’
8) 1Kor 14:22a berkata bahwa bahasa Roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman.
1Kor 14:22 - “Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.”.
Seorang penulis Kharismatik mengartikan ayat ini sebagai berikut: orang yang mempersoalkan / menolak bahasa Roh menandakan orang itu tidak ada iman kesana.
Lihat kutipan di bawah ini.
“Yang terakhir sekarang adalah: Mengapa Paulus berkata bahwa ‘bahasa roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman?’ 1Kor 14:22. Yang jelas Paulus tidak bermaksud mengatakan bahwa orang yang berkata-kata dengan bahasa roh itu orang yang tidak beriman, karena ayat-ayat sebelumnya Paulus menunjukkan bahwa bahasa roh itu penting untuk membangun diri sendiri, dan Paulus suka kalau semua orang berbahasa roh seperti dia yang berbahasa roh lebih dari semua orang Korintus. Yang dimaksudkan Paulus adalah: Jika ada orang yang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa roh, itu adalah ‘tanda’ bahwa mereka adalah orang yang tidak ada iman ke sana. Jadi bahasa roh adalah patokan yang mendasar; jika menolak, itu tanda tidak ada iman.” (Dari buku ‘The Holy Spirit / Roh Kudus’ terbitan School of Ministry GBI Bethany, hal 34).
Jawaban saya:
a) Tafsiran ini jelas sekali membengkokkan arti ayat itu! Dalam ayat itu tidak ada kata-kata ‘tidak percaya’, ‘mempersoalkan’, ‘menolak’ ataupun ‘menentang’! Lalu dari mana dia dapatkan kata-kata itu dalam penafsiran bodohnya?
Lagi pula, kalau 1Kor 14:22a ditafsirkan seperti itu, bagaimana kita harus mengartikan 1Kor 14:22b?
1Kor 14:22 - “Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.”.
Disamping itu, apa artinya kata-kata ‘tidak ada iman ke sana’? Ini suatu istilah baru dalam dunia Theologia!
b) 1Kor 14:22a memang tidak berarti bahwa orang-orang yang berbahasa Roh itu adalah orang yang tidak beriman. Rasul-rasul berbahasa Roh dalam Kis 2. Dan jelas bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman!
c) Lalu apa arti 1Kor 14:22a? Ada 2 kemungkinan arti:
1. Artinya: bahasa Roh adalah hukuman untuk orang Yahudi yang tidak beriman.
Baca 1Kor 14:21 dan bandingkan dengan Yes 28:9-12.
1Co 14:21 Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan."
Yes 28:9-12 - “(9) Dan orang berkata: ‘Kepada siapakah dia ini mau mengajarkan pengetahuannya dan kepada siapakah ia mau menjelaskan nubuat-nubuatnya? Seolah-olah kepada anak yang baru disapih, dan yang baru cerai susu! (10) Sebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu!’ (11) Sungguh, oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini (12) Dia yang telah berfirman kepada mereka: ‘Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!’ Tetapi mereka tidak mau mendengarkan.”.
Dalam Yes 28 itu orang-orang Israel / Yahudi tidak mau percaya / taat pada waktu mendengar Firman Tuhan dalam bahasa mereka sendiri. Karena itu Tuhan berkata melalui Yesaya bahwa Ia akan berfirman dengan menggunakan bahasa asing (bangsa asing yang akan menindas mereka).
2. 1Kor 14:22a bisa diartikan secara lain. Dalam hal ini 1Kor 14:22 tidak dihubungkan dengan 1Kor 14:21, tetapi dengan seluruh bagian yang mendahuluinya.
Jadi, artinya adalah: bahasa Roh, karena itu adalah suatu mujizat, maka itu lebih cocok untuk orang yang tidak beriman. Mujizat itu akan menarik perhatian mereka, sehingga mereka mau mendengar Firman Tuhan (bdk. Kis 2:1-13). Tetapi kalau orangnya sudah beriman, tidak lagi dibutuhkan mujizat / bahasa Roh. Untuk orang beriman ini digunakan nubuat.
Saya lebih condong pada penafsiran yang kedua, tetapi yang manapun dari dua arti ini yang benar, itu tetap menahan orang kristen dari penggunaan bahasa Roh di dalam gereja, yang merupakan kumpulan orang beriman!
9) Bahasa Roh adalah bahasa rahasia, sehingga setanpun tidak mengerti (1Kor 14:2). Karena itu penting sekali bagi kita untuk berdoa dengan bahasa Roh!
1Kor 14:2 - “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.”.
Jawaban saya:
Kita perlu menyelidiki arti kata ‘rahasia’ (Inggris: mystery; Yunani: MUSTERION) yang digunakan dalam 1Kor 14:2 ini.
Kata ini dipakai juga dalam Ro 16:25 1Kor 2:7 Ef 3:3 dan Kol 1:26. Untuk bisa mengerti artinya mari kita membaca ayat-ayat itu!
Ro 16:25-27 - “(25) Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, - menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, (26) tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman - (27) bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.”.
1Kor 2:7 - “Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.”.
Ef 3:2-6 - “(2) - memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, (3) yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. (4) Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, (5) yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabiNya yang kudus, (6) yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.”.
Kol 1:25-27 - “(25) Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firmanNya dengan sepenuhnya kepada kamu, (26) yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudusNya. (27) Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!”.
Dari bagian-bagian itu jelaslah bahwa ‘mystery / rahasia’ itu adalah berita Injil! Dahulu memang tersembunyi, tetapi saat itu sudah dinyatakan oleh Allah.
Tetapi mengapa dalam 1Kor 14:2 dikatakan bahwa orang itu berkata-kata kepada Allah? Ini lagi-lagi hanya suatu sindiran / bahasa sinis! Dengan kata lain, Paulus berkata: ‘Kamu yang berbahasa Roh, kamu sebetulnya memberitakan Injil, tetapi karena tidak ada yang mengerti kamu, kamu pada hakekatnya sedang berkhotbah kepada Allah!’
Jelas bahwa 1Kor 14:2 tidak bisa diartikan seakan-akan ‘bahasa Roh adalah bahasa rahasia yang tidak dimengerti oleh siapapun juga termasuk setan’!
10) Doa menggunakan bahasa Roh adalah doa yang sempurna, karena kata- katanya diberikan oleh Roh Kudus.
Jawaban saya:
a) Kita memang harus berdoa sesuai kehendak Tuhan, supaya doa kita bisa dikabulkan oleh Tuhan (1Yoh 5:14). Tetapi kita hanya bisa mengetahui kehendak Allah kalau kita belajar Firman Tuhan! Jadi, dengan belajar Firman Tuhan kita bisa menyempurnakan doa kita.
1Yoh 5:14 - “Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya.”.
b) Dalam doa biasapun, Roh Kudus membantu kita! (Ro 8:26)
Ro 8:26 - “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”.
c) Kalau toh doa kita tidak sempurna, Allah akan menyempurnakan / menyensor doa itu. Ia hanya akan mengabulkan permintaan kita yang baik (Mat 7:11). Jadi, tidak ada yang perlu dikuatirkan!!
Mat 7:11 - “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya.’”.
d) Orang-orang yang berdoa dalam bahasa Roh itu pada hakekatnya tidak meminta apa-apa kepada Tuhan. Mereka beranggapan bahwa Roh Kudus yang memberikan kata-kata itu dan mereka tidak mengerti apa-apa tentang doanya.
11) Yes 28:11-12. Mereka berkata bahwa yang dimaksud tempat perhentian / peristirahatan adalah doa dengan bahasa Roh!
Yes 28:11-12 - “(11) Sungguh, oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini (12) Dia yang telah berfirman kepada mereka: ‘Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!’ Tetapi mereka tidak mau mendengarkan.”.
Jawaban saya:
Yes 28:11 merupakan nubuat bahwa Allah akan menggunakan orang yang berbahasa asing untuk mengajar bangsa Israel. Jadi, sebetulnya ayat ini bukanlah nubuat akan datangnya bahasa Roh!
Yes 28:12 lebih-lebih lagi tidak berbicara tentang bahasa Roh! Kata-kata ‘tempat perhentian / peristirahatan’ artinya sama seperti kata ‘kelegaan’ dalam Mat 11:28.
12) Dalam Mark 16:17 dikatakan bahwa bahasa Roh adalah tanda orang beriman.
Mark 16:17-18 - “(17) Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, (18) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.’”.
Jawaban saya:
a) Memang text di atas bukan bersifat ‘descriptive’ [= menggambarkan] tetapi ‘didactic’ [= mengajar], dan karena itu memang merupakan rumus / hukum / norma!
Tetapi perlu diketahui bahwa Mark 16:9-20 sangat diperdebatkan keasliannya. Camkan bahwa yang memperdebatkan hal ini bukanlah orang liberal yang tidak menghargai otoritas Kitab Suci, tetapi orang-orang injili / alkitabiah. Memang mungkin sekali Mark 16:9-20 bukanlah bagian orisinil dari Kitab Suci tetapi merupakan suatu penambahan!
Alasannya:
1. Manuscript-manuscript berbeda satu dengan yang lain dalam bagian ini.
a. Ada manuscript-manuscript yang memuat Mark 16:9-20.
b. Ada manuscript-manuscript (Yang paling kuno dan yang bisa dipercaya) yang hanya terhenti sampai Mark 16:8a.
Headnote NIV: ‘the two most reliable early manuscripts do not have Mark 16:9-20’ [= Dua manuscript yang paling kuno dan paling bisa dipercaya tidak mempunyai Mark 16:9-20].
Footnote NASB: ‘Some of the oldest mss. do not contain vv 9-20’ [= Beberapa dari manuscript yang paling kuno tidak mempunyai ay 9-20].
c. Ada 1 manucript yang tidak memuat Mark 16:9-20, tetapi menambahkan Mark 16:8b - “Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-muridNya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.”
Lihat Footnote / catatan kaki RSV yang berbunyi sebagai berikut: “Some of the most ancient authorities bring the book to a close at the end of verse 8. One authority concludes the book by adding after verse 8 the following: But they reported briefly to Peter and those with him all that they had been told. And after this, Jesus himself sent out by means of them, from east to west, the sacred and imperishable proclamation of eternal salvation. Other authorities include the preceding passage and continue with verses 9-20. In most authorities verses 9-20 follow immediately after verse 8; a few authorities insert additional material after verse 14” [= Beberapa otoritas / manuscript yang paling kuno mengakhiri kitab ini pada akhir ayat 8. Satu otoritas / manuscript menyimpulkan kitab ini dengan menambahkan setelah ayat 8 kata-kata ini: Tetapi mereka menyampaikan secara singkat kepada Petrus dan mereka yang bersama dengan dia semua yang telah diceritakan kepada mereka. Sesudah ini, Yesus sendiri memberitakannya dengan perantaraan mereka, dari Timur ke Barat, proklamasi keselamatan yang kudus / sakral dan tak bisa binasa itu. Otoritas / manuscript yang lain memasukkan bagian sebelumnya dan melanjutkan dengan ayat 9-20. Dalam kebanyakan otoritas / manuscript ayat 9-20 langsung menyusul ayat 8; sedikit otoritas / manuscript memasukkan tambahan materi setelah ayat 14].
Catatan: Kitab Suci Indonesia menulis baik Mark 16:8b maupun Mark 16:9-20 (KJV/RSV/NIV/NASB tidak ada yang menuliskan Mark 16:8b).
2. Bentuk dan kata-kata Mark 16:9-20 berbeda dengan bentuk dan kata-kata dalam seluruh Markus (Mark 1:1-16:8a).
Contoh:
Mark 16:9, secara hurufiah: ‘the first day’ [= hari pertama].
Mark 16:2, secara hurufiah: ‘day one’ [= hari satu].
b) Kalaupun Mark 16:9-20 itu mau diterima sebagai Kitab Suci, maka kita perlu memperhatikan bahwa dalam Mark 16:17-18, ada 5 tanda yang dijanjikan akan menyertai orang kristen:
1. Mengusir setan.
2. Berbicara dalam bahasa baru / Roh.
3. Memegang ular.
4. Minum racun maut tetapi tidak celaka.
5. Menyembuhkan orang sakit.
Tanda ke 3 dan ke 4 tidak di claim oleh kebanyakan orang Kharismatik. Mereka hanya menekankan pengusiran setan, penyembuhan penyakit, dan bahasa Roh. Mengapa? Ini menunjukkan ketidak-konsekwenan!
c) Kalau bahasa Roh merupakan tanda orang beriman, mengapa Stefanus (Kis 6-7) tidak pernah berbahasa Roh? Dan apakah semua orang Protestan (termasuk John Calvin, Martin Luther, dsb) tidak beriman? Dan apakah selama lebih dari 18 abad, dalam gereja tidak ada orang beriman? (Ingat bahwa bahasa Roh baru mulai populer pada awal abad 20, dan makin menjadi-jadi mulai sekitar 1960-an).
Ada orang Kharismatik yang lalu berkata: ‘orang-orang Protestan itu bukannya tidak beriman, tetapi tidak dewasa dalam iman’. Tetapi ini tidak masuk akal sebab:
1. Mark 16:17-18 mengatakan bahwa itu adalah tanda orang percaya, bukan tanda orang yang dewasa dalam iman!
2. Dalam Kis 10:44-46, orang-orang yang berbahasa Roh itu baru bertobat! Bagaimana mungkin mereka dewasa dalam iman?
3. Bahasa Roh adalah suatu karunia yang tujuannya untuk melayani, bukan untuk mengukur kedewasaan iman seseorang! Ini sama saja dengan karunia berkhotbah, karunia menyanyi dsb, yang sama sekali tidak menunjukkan kedewasaan iman seseorang.
4. Orang Korintus yang berbahasa Roh itu ternyata dianggap ‘bayi’ oleh Paulus (1Kor 3:1-2).
1Kor 3:1-2 - “(1) Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. (2) Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya.”.
5. Apakah selama 18 abad tidak ada orang yang dewasa imannya dalam gereja?
Semua dasar yang dipakai untuk mengatakan bahwa orang kristen harus berbahasa Roh, ternyata tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu saya menyimpulkan bahwa orang kristen tidak harus berbahasa Roh! Ini sesuai dengan:
1) 1Kor 12:7-11, yang berbunyi sebagai berikut:
“(7) Tetapi kepada tiap-tiap orang diberikan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. (8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. (9) Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. (10) Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. (11) Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendakiNya.”.
2) 1Kor 12:28-30 yang berbunyi sebagai berikut:
“(28) Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. (29) Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, (30) atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dengan bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?”.
Semua pertanyaan dalam 1Kor 12:29-30 ini jelas harus dijawab dengan ‘tidak’!
Karena itu, kalau saudara tidak bisa berbahasa Roh, jangan menjadikan hal itu suatu alasan untuk meragukan iman saudara, ataupun untuk meragukan sudah tidaknya saudara dibaptis dengan Roh Kudus! Yang penting adalah bahwa saudara percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan; sedangkan berbahasa Roh atau tidak, itu tidak penting!
-o0o-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali