(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tanggal 30 Mei 2023, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
Pandangan Kharismatik: Ya, bahasa Roh jelas masih ada!
Pandangan Anti Kharismatik: Tidak! Bahasa Roh / lidah lenyap dengan lenyapnya rasul-rasul.
Dasar pandangan ini:
Bagian di bawah ini saya ambil dari buku ‘The Charismatics’, tulisan dari John F. MacArthur, Jr. hal 169-170.
1) Bapa-bapa gereja tidak pernah menulis apa-apa tentang terjadinya bahasa Roh / lidah. Clement of Rome, Justin Martyr, Origen, Chrysostom, Augustine menganggap bahasa Roh terjadi pada saat-saat awal dari kekristenan (jaman rasul-rasul).
2) Dalam empat sampai lima abad yang pertama dalam kekristenan / gereja, orang-orang yang dilaporkan telah berbicara dalam bahasa Roh hanyalah pengikut Montanus yang sesat dan diceritakan oleh Tertullian, murid Montanus.
Marvin R. Vincent (tentang 1Kor 12:10): “Ecstatic conditions and manifestations marked the Montanists at the close of the second century, and an account of such a case, in which a woman was the subject, is given by Tertullian. Similar phenomena have emerged at intervals in various sects, at times of great religious excitement, as among the Camisards in France, the early Quakers and Methodists, and especially the Irvingites.” [= Kondisi dan manifestasi ecstatic mencirikan para pengikut Montanus pada akhir abad kedua, dan suatu cerita mengenai kasus seperti itu, di mana seorang wanita menjadi orang yang mengalaminya, diberikan oleh Tertullian. Fenomena serupa muncul pada beberapa periode dalam berbagai sekte, pada saat-saat kegembiraan agama yang besar, seperti di antara para Camisards di Perancis, kaum Quaker dan Metodis awal, dan terutama para Irvingit.] - ‘Word Studies in the New Testament’, vol 3, hal 258.
Catatan:
Ecstatic = “Being in a state of ecstasy” [= Ada / berada dalam keadaan ecstasy] - https://www.thefreedictionary.com/ecstatic
Ecstasy = “A state of emotion so intense that one is carried beyond rational thought and self-control” [= Suatu keadaan emosi dalam tingkat yang begitu extrim sehingga seseorang dibawa melampaui pemikiran rasionil dan penguasaan diri sendiri] - https://www.thefreedictionary.com/ecstasy
3) Lalu pada abad ke 17 dilaporkan adanya bahasa Roh dalam grup yang disebut Cevenol Priests di Perancis. Grup ini juga sesat karena nubuatnya tidak tergenapi.
4) Pada tahun 1731 ada bahasa Roh dalam Roman Catholic Reformers yang disebut the Jansenists. Ini dianggap sebagai grup yang sesat oleh Gereja Roma Katolik, karena ajarannya mirip dengan Calvinisme.
(https://www.linkedin.com/pulse/speaking-tongues-rob-buckingham)
5) The Shakers, pengikut dari Mother Ann Lee, yang hidup pada tahun 1736-1784, menggunakan bahasa Roh. Mother Ann Lee menganggap dirinya sebagai ‘the female equivalent of Jesus Christ’ [= orang perempuan yang setara dengan Yesus Kristus] dan menganggap sex sebagai dosa, sekalipun dilakukan di dalam pernikahan. Semua ini sudah lebih dari cukup untuk menganggapnya sebagai seorang yang sesat / bidat.
(https://en.wikipedia.org/wiki/Ann_Lee)
6) Tahun 1830, seorang yang bernama Edward Irving (di London) mendirikan the Irvingites. Grup ini berbicara dalam bahasa Roh. Ini juga grup yang sesat.
(https://www.newadvent.org/cathen/08174a.htm)
Kesimpulan:
Sejarah menunjukkan bahwa sejak lenyapnya rasul-rasul, maka orang-orang yang berbicara dalam bahasa Roh hanyalah orang-orang dari aliran sesat.
Sanggahan Kharismatik:
Yoel 2:23 berbicara tentang ‘hujan awal dan hujan akhir’.
Yoel 2:23 - “Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikanNya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkanNya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.”.
Hujan awal adalah pencurahan Roh Kudus dan bahasa Roh pada hari Pentakosta. Hujan akhir adalah pencurahan Roh Kudus pada abad ke 20. (Saya berpendapat bahwa penafsiran semacam ini tidak dapat di pertanggung-jawabkan. Kata-kata ‘hujan awal dan hujan akhir’ dalam Yoel 2:23 jelas mempunyai arti hurufiah, sehingga penafsirannya tidak boleh diallegorikan / dilambangkan seperti itu).
Sanggahan saya:
Faktor sejarah tidak cukup kuat untuk dijadikan dasar pandangan ini. Siapa tahu ada bahasa Roh dari orang kristen yang sungguh-sungguh, tetapi tidak dilaporkan?
Juga ada yang mengatakan bahwa Bapa Gereja Ireneaus (130-202 M) membicarakan bahasa Roh - https://www.linkedin.com/pulse/speaking-tongues-rob-buckingham
Dan menganggap the Jansenists sebagai sesat merupakan sesuatu yang sangat meragukan! Mereka ada di dalam Gereja Roma Katolik, dan dianggap sesat oleh Gereja Roma Katolik, KARENA MEREKA MIRIP DENGAN Calvinist (mereka hanya menolak point ke 5 dari TULIP)!
https://www.google.com/search?client=firefox-b-d&q=Is+the+Jansenists+a+heresy
https://en.wikipedia.org/wiki/Jansenism
Bahasa Roh adalah salah satu dari karunia-karunia mujizat. Tujuan mujizat adalah untuk membuktikan bahwa:
1. Suatu ajaran memang betul-betul merupakan wahyu dari Tuhan.
2. Seseorang betul-betul adalah hamba Tuhan (rasul / nabi).
Dasar Kitab Sucinya:
Kel 4:1-9 - “(1) Lalu sahut Musa: ‘Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?’ (2) TUHAN berfirman kepadanya: ‘Apakah yang di tanganmu itu?’ Jawab Musa: ‘Tongkat.’ (3) Firman TUHAN: ‘Lemparkanlah itu ke tanah.’ Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya. (4) Tetapi firman TUHAN kepada Musa: ‘Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya’ - Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya (5) - ‘supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu.’ (6) Lagi firman TUHAN kepadanya: ‘Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu.’ Dimasukkannya tangannya ke dalam bajunya, dan setelah ditariknya ke luar, maka tangannya kena kusta, putih seperti salju. (7) Sesudah itu firmanNya: ‘Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu.’ Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditariknya ke luar, maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya. (8) ‘Jika mereka tidak percaya kepadamu dan tidak mengindahkan tanda mujizat yang pertama, maka mereka akan percaya kepada tanda mujizat yang kedua. (9) Dan jika mereka tidak juga percaya kepada kedua tanda mujizat ini dan tidak mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus mengambil air dari sungai Nil dan harus kaucurahkan di tanah yang kering, lalu air yang kauambil itu akan menjadi darah di tanah yang kering itu.’”.
Kel 19:9 - “Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: ‘Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu.’ Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.”.
2Raja 5:8 - “Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: ‘Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel.’”.
Kis 14:3 - “Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karuniaNya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.”.
2Kor 12:12 - “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.”.
Ibr 2:3-4 - “(3) bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan (4) Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikanNya menurut kehendakNya.”.
Sekarang Kitab Suci sudah lengkap, sehingga pasti tidak ada wahyu yang baru lagi dari Tuhan. Rasul dan nabi sudah tidak ada lagi. Jadi, karunia mujizat juga harus lenyap. Kalau karunia mujizat masih ada, maka itu memungkinkan terjadinya Kitab Suci jilid II.
Sanggahan saya:
1) Tujuan mujizat bukan hanya untuk membuktikan bahwa suatu ajaran merupakan wahyu Tuhan dan bahwa seseorang betul-betul hamba Tuhan (rasul / nabi). Bisa saja hanya karena kasihan dan ingin menolong seseorang, Tuhan melakukan mujizat.
Misalnya:
Mat 14:14 - “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.”.
Mat 15:32 - “Lalu Yesus memanggil murid-muridNya dan berkata: HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.’”.
Mat 15:32 ini disusul dengan cerita tentang pelipatgandaan roti dan ikan untuk 4000 orang (Mat 15:33-38).
2) Kata-kata dari orang yang bernubuat / berbahasa Roh tidak mesti masuk dalam Kitab Suci. Sehingga kalau jaman sekarang ada orang bernubuat / berbahasa Roh, itu tidak perlu menimbulkan Kitab Suci jilid II.
Misalnya:
Bil 11:27 (NIV): “Eldad and Medad are prophesying in the camp” [= Eldad dan Medad sedang bernubuat dalam perkemahan].
Ini jelas nubuat yang sungguh-sungguh / dari Tuhan, tetapi toh isi / berita dari nubuat itu tidak dimasukkan ke dalam Kitab Suci. Hal yang sama terjadi dalam Kis 19:6 dan Kis 21:9.
Kis 19:6 - “Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.”.
Kis 21:9 - “Filipus mempunyai empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat.”.
3) Orang-orang Anti Kharismatik menganggap bahwa orang yang mempunyai karunia mujizat sudah tidak ada lagi, tetapi mujizat masih ada pada jaman ini. Bukankah analoginya adalah orang yang mempunyai karunia berbahasa Roh sudah tidak ada, tetapi bahasa Roh masih ada? (artinya: seseorang mungkin hanya berbahasa Roh satu atau dua kali saja, lalu tidak pernah berbahasa Roh lagi).
1Kor 13:8-13 - “(8) Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. (9) Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. (10) Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. (11) Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (12) Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. (13) Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”.
Bagian Kitab Suci ini digunakan baik oleh pihak Kharismatik maupun oleh pihak Anti Kharismatik untuk mendukung pandangan masing-masing.
Orang Kharismatik menganggap bahwa 1Kor 13:10 menunjuk kepada akhir jaman, sehingga mereka lalu berpendapat bahwa bahasa Roh baru berhenti pada akhir jaman.
Tetapi, orang-orang Anti Kharismatik menganggap bahwa kata-kata ‘Jika yang sempurna tiba’ dalam 1Kor 13:10 telah terjadi pada saat kanon Kitab Suci sudah lengkap, yaitu pada akhir abad pertama.
Dasar pandangan orang-orang Anti Kharismatik ini:
a) Kata ‘yang sempurna’ (perfection) dalam 1Kor 13:10 dalam bahasa Yunaninya adalah TO TELEION yang sebetulnya berarti ‘the completed thing’ [= benda lengkap].
Kata ini digunakan 18 kali dalam Perjanjian Baru dan tidak pernah menunjuk kepada akhir jaman / kedatangan Kristus yang keduakalinya / surga.
b) 1Kor 13:10 harus menunjuk kepada Kitab Suci, karena 1Kor 13:12 juga menunjuk kepada Kitab Suci.
Buktinya:
1. Kata ‘cermin’ dalam 1Kor 13:12 dalam bahasa Yunaninya adalah ESOPTRON. Ini hanya digunakan 2 x dalam Perjanjian Baru. Di sini dan dalam Yak 1:23, dan di sana jelas menunjuk pada Kitab Suci.
Yak 1:23-24 - “(23) Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. (24) Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.”.
2. Dalam 1Kor 13:12 ada kata-kata ‘melihat dalam cermin’. Melihat siapa? Bandingkan dengan Yak 1:23-24. Jelas melihat diri sendiri! Kitab Suci memang berfungsi untuk menunjukkan kepada kita siapa diri kita yang sebenarnya.
3. Dalam 1Kor 13:12 ada kata-kata ‘melihat muka dengan muka’. Apa artinya? Bandingkan dengan Bil 12:6-8 dan Kel 33:9-11.
Bil 12:6-8 - “(6) Lalu berfirmanlah Ia: ‘Dengarlah firmanKu ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diriKu kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. (7) Bukan demikian hambaKu Musa, seorang yang setia dalam segenap rumahKu. (8) Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hambaKu Musa?’”.
Kel 33:9-11 - “(9) Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana. (10) Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya. (11) Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.”.
Dalam kedua bagian ini, Musa dikatakan berhadapan dengan Tuhan (muka dengan muka) dan itu menunjukkan bahwa ia mendapat wahyu yang lebih lengkap. Jadi, kalau dalam kedua bagian itu kata-kata ‘berhadapan muka’ (muka dengan muka) digunakan untuk mengkontraskan wahyu yang sebagian dan wahyu yang lebih penuh / lengkap, maka dalam 1Kor 13:12 kata-kata itu digunakan untuk mengkontraskan wahyu yang sebagian dengan wahyu yang terakhir / seluruhnya.
c) Kalau 1Kor 13:10 menunjuk kepada akhir jaman / surga, maka 1Kor 13:13 menjadi sesuatu yang tidak masuk akal, karena di surga iman dan pengharapan sudah tidak ada lagi (Ro 8:24 2Kor 5:7 Ibr 11:1). Jadi, jelas bahwa 1Kor 13:10 menunjuk pada hidup di dunia ini.
1Kor 13:8-13 - “(8) Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. (9) Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. (10) Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. (11) Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (12) Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. (13) Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”.
Ro 8:24 - “Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?”.
2Kor 5:7 - “- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat -”.
Ibr 11:1 - “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”.
Sanggahan saya:
a) Dalam Kitab Suci, kata bahasa Yunani ‘TO TELEION’ digunakan dalam ayat-ayat ini:
Mat 5:48 - “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.’”.
Mat 19:21 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.’”.
Ro 12:2 - “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”.
1Kor 2:6 - “Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan.”.
1Kor 13:10 - “Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.”.
1Kor 14:20 - “Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!”. Lihat terjemahan Alkitab Inggris!
Ef 4:13 - “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,”. Lihat terjemahan Alkitab Inggris!
Fil 3:15 - “Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.”.
Kol 1:28 - “Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.”.
Kol 4:12 - “Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.”. Lihat terjemahan Alkitab Inggris!
Ibr 5:14 - “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.”. Lihat terjemahan Alkitab Inggris!
Ibr 9:11 - “Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, - artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -”.
Yak 1:4 - “Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”.
Yak 1:17,25 - “(17) Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. ... (25) Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.”.
Yak 3:2 - “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.”.
1Yoh 4:18 - “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.”.
Kalau kita meneliti ayat-ayat ini satu-persatu, maka jelaslah bahwa kata TO TELEION sama sekali tidak harus berarti ‘the completed thing’ [= benda lengkap]. Lihat kata-kata TO TELEION dalam 1Kor 13:10 ini dalam Bible Works 8.
b) Tentang 1Kor 13:12:
1. Dalam Yak 1:23 tidak dikatakan secara jelas bahwa ‘cermin’ adalah lambang Kitab Suci. Dan kalaupun dalam Yak 1:23, cermin adalah lambang Kitab Suci, belum tentu dalam 1Kor 13:12 harus juga berarti Kitab Suci.
Kata ‘ular’ yang sering melambangkan setan, dalam Yoh 3:14,15 melambangkan / menjadi TYPE dari Yesus.
Yoh 3:14-15 - “(14) Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, (15) supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.”.
Demikian juga dengan kata ‘singa’ (1Pet 5:8 bdk. Wah 5:5).
1Pet 5:8 - “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”.
Wah 5:5 - “Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: ‘Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.’”.
2. ‘melihat dalam cermin’ dalam 1Kor 13:12 bisa ditafsirkan ‘melihat Yesus / Allah’. Pada saat kita mati, kita akan melihat Allah (Ayub 19:26 1Yoh 3:2).
Ayub 19:26 - “Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah,”.
1Yoh 3:2 - “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya.”.
3. Dalam Bil 12:6-8 dan Kel 33:9-11 kata-kata ‘berhadapan muka’ (muka dengan muka) tidak berarti bahwa Musa mendapat wahyu yang lebih lengkap. Kata-kata itu berarti bahwa Musa mempunyai hubungan yang istimewa dengan Tuhan. Kalau kata-kata ‘berhadapan muka’ ditafsirkan ‘mendapat wahyu yang lengkap’, maka dari Ul 34:10 kita harus menarik kesimpulan bahwa setelah Musa tidak ada lagi nabi yang mendapat wahyu yang lebih lengkap dari Musa. Dan ini jelas salah!
Ul 34:10 - “Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel,”.
c) Tentang 1Kor 13:13.
1Kor 13:13 - “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”.
Terjemahan Indonesia tidak tepat. Ini sama dengan terjemahan RSV yang juga tidak tepat. Tetapi, perhatikan terjemahan-terjemahan ini:
NIV : ‘And now these three remain ...’ [= Dan sekarang tinggallah ketiga hal ini ...].
NASB: ‘But now abide ...’ [= Tetapi sekarang tinggallah ...].
KJV : ‘And now abideth ...’ [= Dan sekarang tinggallah ...].
Adanya kata ‘now / sekarang’ menunjukkan bahwa sekalipun 1Kor 13:10-12 menunjuk kepada akhir jaman / saat kita di surga, tetapi 1Kor 13:13 tetap menunjuk kepada saat sekarang ini.
d) Kata ‘nanti’ dalam 1Kor 13:12 menunjuk pada saat yang sama dengan ‘jika yang sempurna tiba’ dalam 1Kor 13:10.
1Kor 13:10-12 - “(10) Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. (11) Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (12) Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.”.
Dalam 1Kor 13:12 Paulus menggunakan kata ‘kita / we’ dan ‘aku / I’. Kita tahu bahwa Paulus mati pada sekitar tahun 67 Masehi, sehingga jelas bahwa Paulus mati sebelum Kitab Suci lengkap. Kalau kata-kata ‘jika yang sempurna tiba’ dalam 1Kor 13:10 diartikan terjadi pada saat kanon Kitab Suci lengkap, maka itu berarti bahwa pada saat Paulus mati, ia belum mengalami 1Kor 13:12! Ini tidak mungkin!
e) Sebelum munculnya gerakan Kharismatik, sangat sedikit penafsir yang menganggap 1Kor 13:10 menunjuk kepada lengkapnya Kitab Suci. Dan sampai sekarangpun sangat sedikit. Bahkan orang-orang Anti Kharismatik pada jaman inipun banyak yang menganggap bahwa 1Kor 13:10 bukan menunjuk kepada lengkapnya Kitab Suci, tetapi menunjuk pada akhir jaman atau pada saat seseorang mati.
Jadi, jelas bahwa mayoritas penafsir tidak setuju dengan penafsiran bahwa 1Kor 13:10 menunjuk kepada lengkapnya Kitab Suci (Calvin, Matthew Henry, Adam Clarke, Albert Barnes, Bible Knowledge Commentary / John Walvoord dsb.)
Bahasa Roh / lidah masih ada! Tetapi ini tidak berarti bahwa saya mempercayai bahasa Roh yang sekarang banyak terdapat sebagai bahasa Roh yang betul-betul datang dari Tuhan! Saya menganggap bahwa hampir semua bahasa Roh yang saat ini banyak terdapat adalah buatan manusia atau datang dari setan. Tapi saya percaya bahwa masih ada kemungkinan akan adanya bahasa Roh yang asli!
-o0o-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali