Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tanggal 2 Mei 2023, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

KHARISMATIK 1

 

Sekelumit tentang kharismatik

 

I) Sejarah singkat.

 

1)   Gereja Pentakosta (bukan Pantekosta!) mulai ada pada tahun 1901 (https://www.britannica.com/topic/Pentecostalism).

 

a)   Kalau pada awal abad ke 16 muncul gereja Protestan dari kalangan gereja Roma Katolik, maka pada awal abad 20 muncul gereja Pentakosta dari kalangan gereja Protestan. Tetapi timbulnya Protestan disebabkan karena penyimpangan-penyimpangan dalam gereja Roma Katolik dan keinginan para tokoh Reformasi (Martin Luther, John Calvin dsb) untuk kembali pada ajaran kristen yang sudah ada sejak abad pertama (Back to the Bible). Sedangkan pecahnya Pentakosta dari Protestan menimbulkan ajaran dan praktek yang baru.

 

  

 

 

 


 

             Pentakosta

 

                        1901

                                             Kristen

                                             Protestan      

 

                                         

                                                                                                                                                                                                            Counter Reformation

                                                        

                                                                                          Reformasi                      

                                                                                             (1517)

                                                                          penyimpangan2 sehingga

                                                                 menimbulkan Roma Katolik

 

                 Kristen mula2

 

Catatan: Kalau saudara ingin tahu tentang munculnya gereja Protestan dari antara gereja Roma Katolik, bacalah buku saya yang berjudul “Roma Katolik vs Kristen Protestan”.

 

b)   Peristiwa ini dimulai dengan adanya seorang perempuan yang bernama Agnes Ozman, yang dianggap sebagai orang pertama yang mencari baptisan Roh Kudus dengan bahasa Roh dan menerimanya. Peristiwa yang terjadi di Azusa Street pada tanggal 1 Januari 1901 dan inilah yang melahirkan gerakan / gereja Pentakosta (John F. MacArthur, Jr. dalam buku ‘The Charismatics’, hal 62).

 

2)   Selama lebih kurang 50 tahun aliran Pentakosta itu tetap merupakan suatu aliran yang kecil, tetapi pada tahun 1955 mulai menyebar.

 

3)   Pada bulan April 1960, rektor dari Episcopal Church di Van Nuys, California, yang bernama Dennis Bennett mengumumkan kepada jemaat bahwa ia menerima baptisan Roh dan bahasa Roh / lidah. Peristiwa ini masuk televisi dan surat kabar di Amerika, dan juga masuk buku-buku, dan peristiwa ini disebut-sebut sebagai peristiwa yang menyebabkan tersebarnya gerakan Kharismatik.

[https://en.wikipedia.org/wiki/Dennis_Bennett_(priest)]

 

4)   Sesuatu yang perlu diperhatikan dari sejarah singkat Kharismatik ini adalah bahwa Kharismatik baru muncul pada abad ke 20! Kalau memang ajaran Kharismatik ini berasal dari Kitab Suci, mengapa dibutuhkan lebih dari 19 abad untuk menemukannya?

 

II) Istilah ‘Kharismatik’.

 

Kata Yunani KHARIS berarti Grace [= kasih karunia].

 

Kata Yunani KHARISMA berarti Gift [= karunia].

 

Kata Yunani KHARISMATA berarti Gifts [= Karunia-karunia].

 

Penggunaan kata KHARISMA / KHARISMATA sangat luas:

 

1)   Dalam Ro 12:6 dan 1Kor 12:4, KHARISMA berarti karunia-karunia untuk melayani.

 

Ro 12:6 - “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.”.

 

Dalam terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia ada 2 x kata ‘karunia’, tetapi sebetulnya yang ada hanya yang pertama saja, sedangkan yang kedua tidak ada. Lihat Bible Works 8.

 

1Kor 12:4 - “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.”.

 

2)   Dalam Ro 1:11, KHARISMA tidak menunjuk pada karunia-karunia untuk melayani, tetapi mungkin menunjuk kepada penguatan iman (baca Ro 1:12).

 

Ro 1:11-12 - “(11) Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, (12) yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.”.

 

3)   Dalam 2Kor 1:11, KHARISMA menunjuk pada pembebasan yang dialami oleh Paulus (baca 2Kor 1:10). Karena itu, NASB menterjemahkan favor [= kemurahan hati / bantuan / pertolongan], dan NIV menterjemahkan gracious favor [= bantuan / pertolongan yang murah hati].

 

2Kor 1:10-11 - “(10) Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepadaNya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, (11) karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.”.

 

4)   Dalam 1Kor 7:7, KHARISMA menunjuk pada karunia menikah dan karunia membujang (celibat).

 

1Kor 7:7 - Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.”.

 

Dalam terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia ada 3 x kata ‘karunia’, tetapi sebetulnya yang ada hanya yang pertama, sedangkan yang kedua dan ketiga tidak ada. Lihat Bible Works 8.

 

5)   Dalam Ro 11:29, Kitab Suci Indonesia salah terjemahan karena kata Yunani yang digunakan adalah KHARISMATA dan karena itu, seharusnya bukan diterjemahkan ‘kasih karunia’ tetapi ‘karunia-karunia’. Dan di sini, kata itu menunjuk pada hak-hak istimewa yang diberikan Allah kepada Israel.

 

Ro 11:29 - Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya..

KJV/RSV/NIV/NASB/ASV/NKJV/YLT: “gifts” [= karunia-karunia].

 

6)   Dalam Ro 5:15a,16b, kata KHARISMA menunjuk pada kebenaran dan hidup di dalam Kristus.

 

Ro 5:15-16 - “(15) Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karuniaNya, yang dilimpahkanNya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. (16) Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.”.

 

7)   Dalam Ro 6:23, KHARISMA menunjuk pada hidup kekal.

 

Ro 6:23 - Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita..

 

Kesimpulan:

KHARISMA / KHARISMATA adalah suatu istilah yang sangat flexible, karena istilah itu bisa digunakan dalam banyak arti. Tetapi arti-arti yang banyak itu bukan­nya tidak berhubungan satu dengan yang lain. Semua KHARISMA / KHARISMATA adalah perwujudan dari KHARIS [= kasih karunia] dan setiap perwujudan dari KHARIS adalah KHARISMA / KHARISMATA.

 

Bdk. Ro 12:6a - Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita:.

 

Dari sini kita bisa mendapatkan beberapa hal:

 

1)   Menggunakan istilah ‘Kharismatik’ untuk menyebut satu golongan orang kristen sebetulnya adalah salah! Seseorang bisa menjadi orang kristen  jelas karena kasih karunia Allah (bdk. Ef 2:8-9). Itu adalah karunia Allah bagi orang itu. Jadi, sebetulnya setiap orang kristen adalah ‘orang Kharismatik’! Dan karena keberadaan gereja juga adalah perwujudan kasih karunia Allah, maka sebetulnya setiap gereja adalah ‘gereja Kharismatik’!

 

Catatan: Karena istilah ‘Kharismatik’ ini sudah terlanjur digunakan secara salah (salah kaprah), maka dalam buku ini saya tetap menggunakan istilah itu sesuai dengan penggunaan pada umumnya atau yang salah kaprah itu.

 

2)   Ajaran yang memisahkan karunia-karunia untuk pelayanan menjadi 2 golongan, yaitu karunia-karunia yang bersifat kharismatik (seper­ti bahasa roh, nubuat, dsb) dan karunia-karunia yang bersifat non kharismatik (seperti mengajar, dsb) adalah salah! Semua karunia-karunia merupakan perwujudan dari kasih karunia Allah, dan karena itu sebetulnya semua karunia-karunia itu bersifat kharismatik!

 

3)   Memisahkan sama sekali antara ‘karunia-karunia Roh’ (untuk pela­yanan) dan ‘buah Roh’ adalah sesuatu yang salah! Memang ‘karunia-karunia Roh’ berbeda dengan ‘buah Roh’. Tetapi keduanya adalah perwujudan dari kasih karunia Allah. Jadi, sebetulnya buah Roh juga termasuk karunia!

 

III) Mengapa Kharismatik tumbuh begitu cepat?

 

1)   Pada umumnya ajarannya enak didengar telinga (bdk. 2Tim 4:3-4).

 

2Tim 4:3-4 - “(3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng..

 

Contoh:

 

a)   Pada umumnya mereka memang menegur dosa, tetapi lalu mengatakan bahwa hal itu disebabkan karena adanya roh tertentu dalam diri kita (roh zinah, roh kemalasan, dsb). Cara mengkambing-hitamkan roh jahat / melemparkan kesalahan kepada roh jahat seperti ini menyebabkan jemaat tidak merasa sakit hati / marah karena teguran itu.

 

b)   Pada umumnya mereka mengajarkan bahwa orang kristen yang sakit pasti sembuh, orang kristen pasti kaya, bebas dari kesukaran, dsb.

Ajaran seperti ini jelas jauh lebih enak didengar telinga dari pada ajaran yang menunjukkan bahwa kalau ikut Yesus berarti kita mengambil jalan yang sempit (Mat 7:13-14), atau ajaran yang mengharuskan kita untuk menyangkal diri dan memikul salib (Mat 16:24), atau ajaran yang mengatakan bahwa kalau kita mengikut Yesus kita pasti akan mengalami segala penderitaan dan penganiayaan dari dunia (Mat 5:10-12  Yoh 15:18-20) dsb.

 

Catatan: Tidak ada keseragaman dalam ajaran Kharismatik, sehingga bisa terjadi perbedaan yang sangat besar antara orang / pendeta / gereja Kharis­matik yang satu dan orang / pendeta / gereja Kharismatik yang lain. Tidak semua orang / pendeta / gereja Kharismatik mengajarkan bahwa orang kristen harus sembuh dari penyakit, harus kaya, bebas dari problem, dsb. Tetapi ada banyak yang mengajar begitu.

 

c)   Khotbah-khotbahnya pada umumnya dipenuhi dengan dongeng, kesaksian dan lelu­con, yang jelas lebih mudah didengar dari pada suatu khotbah yang betul-betul mendalami Kitab Suci.

 

2)   Penekanan puji-pujian dan musik.

Ini bisa membuat orang yang sumpek menjadi senang / lega. Tetapi harus diingat bahwa hal yang sama juga bisa terjadi kalau orang mendengar musik duniawi. Pada umumnya ini merupakan kelegaan / sukacita yang semu / sementara, kecuali kalau puji-pujian rohani dan musik itu disertai dengan pengajaran Firman Tuhan yang baik.

 

3)   Adanya claim bahwa mereka bisa melakukan mujizat.

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan berhubungan dengan hal ini:

 

a)   Mujizat / sesuatu yang bersifat supranatural / gaib selalu menarik perhatian manusia (pertunjukan debus, jaran kepang / kuda lumping dan tenaga dalampun ditonton banyak orang!).

Kalau ada 2 kesaksian dimana yang satu adalah kesaksian yang ‘biasa-biasa’ saja (misalnya seseorang bersaksi bahwa ia disembuhkan oleh Tuhan melalui seorang dokter), sedang yang satunya adalah kesaksian tentang suatu mujizat kesembuhan, maka jelas bahwa kesaksian yang kedua lebih menarik untuk didengar.

 

b)   Orang yang sakit berat yang secara medis sudah tidak ada harapan, sangat mungkin akan coba-coba pergi ke gereja yang mengclaim bisa memberikan kesembuhan ilahi.

Tetapi perlu diingat bahwa sekalipun mujizat bisa mengumpulkan banyak orang, tetapi mujizat tidak menjamin terjadinya pertobatan yang sejati.

 

Contohnya bisa saudara lihat dalam Yoh 6 dimana lebih dari 5000 orang yang dikenyangkan secara mujizat oleh Yesus dengan menggunakan 5 roti dan 2 ikan itu (Yoh 6:1-15) akhirnya meninggalkan Yesus (Yoh 6:66).

 

Bandingkan juga dengan Yoh 2:23-25 Yoh 11:45-53  Yoh 12:9-11 yang jelas menunjukkan bahwa mujizat tidak menyebabkan orang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus.

 

Yoh 2:23-25 - “(23) Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam namaNya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakanNya. (24) Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diriNya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, (25) dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepadaNya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia..

 

Yoh 11:45-53 - “(45) Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepadaNya. (46) Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. (47) Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: ‘Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. (48) Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepadaNya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.’ (49) Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: ‘Kamu tidak tahu apa-apa, (50) dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.’ (51) Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, (52) dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. (53) Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.”.

 

Yoh 12:9-11 - “(9) Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkanNya dari antara orang mati. (10) Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, (11) sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.”.

 

Bdk. Luk 16:27-31 - “(27) Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, (28) sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. (29) Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. (30) Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. (31) Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.’”.

 

4)   Suamnya gereja-gereja Protestan pada umumnya!

Tidak adanya Injil, dan pemberitaan Firman Tuhan / khotbah yang ‘asal jadi’ dalam banyak gereja Protestan yang liberal ataupun yang suam, menyebabkan orang kristen yang haus secara rohani lalu menjadi liar dan mencari kebutuhan rohani itu di gereja / persekutuan Kharismatik.

 

Kalaupun di situ mereka tidak mendapatkan Firman Tuhan yang bagus, setidaknya pujian-pujian, musik, dan pembangkitan emosi dalam kebaktian-kebaktian itu membuat mereka menjadi lega (sekalipun mungkin sekali kelegaan itu adalah sesuatu yang bersifat semu / sementara).

 

Karena itu, pendeta-pendeta gereja Protestan yang melihat dombanya ‘dicuri’ oleh gereja / persekutuan Kharismatik seharusnya bukannya menja­di marah kepada ‘pencuri domba’ itu, tetapi seharusnya mengintrospeksi dan memperbaiki dirinya sendiri, khususnya dalam hal khotbah / pemberitaan Firman Tuhan. Kalau mereka betul-betul memberikan makanan rohani yang baik, dan bukan khotbah yang ‘asal jadi’, pasti domba-domba itu tidak akan lari (mungkin hanya kambing-kambingnya yang lari)!

 

Bdk. Yoh 10:3-5 - “(3) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. (4) Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. (5) Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.’.

 

Catatan: Bahwa gereja Kharismatik tumbuh pesat, tidak menjamin bahwa mereka benar-benar tumbuh dalam pandangan Tuhan. Kalau orang-orang itu datang ke gereja hanya untuk mendapat berkat / kesembuhan, jelas itu tidak bisa disebut sebagai pertum­buhan yang sejati. Juga, ‘tumbuh pesat’ tidak menjamin bahwa mereka diberkati oleh Tuhan atau bahwa ajaran mereka itu benar. Banyak sekte-sekte sesat, bahkan agama-agama lain, yang juga ‘tumbuh pesat’!

 

IV) Hal-hal yang positif tentang Kharismatik.

 

1)   Adanya Injil.

Dibandingkan dengan kebanyakan gereja Protestan, apalagi gereja-gereja Protestan yang sudah dikuasai golongan Liberal (yang mempercayai bahwa di luar Kristus ada jalan keselamatan), maka pada umumnya dalam gereja-gereja Kharismatik lebih banyak pemberitaan Injil, sekalipun juga ada banyak di antara mereka yang menyelewengkan Injil, karena mereka tidak menekankan Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan, tetapi sebagai Pelaku mujizat / Penyembuh / Pemberi berkat / kekayaan.

 

2)   Pada umumnya mereka lebih berani.

Pada umumnya mereka lebih berani dalam melakukan sharing, dan juga dalam menyatakan Yesus sebagai Tuhan / Juruselamat, dan juga Yesus sebagai satu-satunya jalan ke surga, kepada orang-orang yang beragama lain sekalipun.

Keberanian ini seharusnya ditiru oleh gereja-gereja Protestan, yang biasanya selalu bersikap ‘bijaksana’ (atau ‘bijaksini’?) dengan tidak memberitakan Injil kepada orang non kristen.

 

3)   Pada umumnya mereka lebih berkobar-kobar bagi Tuhan, baik dalam hal melayani, memberitakan Injil, mensharingkan pengalaman mereka / berkat Tuhan yang mereka terima, mengajak orang lain ke gereja, maupun dalam memberi persembahan (sekalipun dalam hal ini motivasinya seringkali salah).

 

Adalah sesuatu yang aneh kalau orang Protestan, yang sering menganggap bahwa dirinya lebih mengerti Firman Tuhan dari pada orang Kharismatik, ternyata menjadi suam dalam segala hal! Mungkin orang Protestan perlu untuk membaca dan merenungkan Wah 3:15-16!

 

Wah 3:15-16 - “(15) Aku tahu segala pekerjaanmu; engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! (16) Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulutKu.”.

 

4)   Mereka kelihatannya lebih berhasil menarik orang-orang beragama lain untuk masuk ke gereja (termasuk orang-orang dari aliran kebatinan, orang-orang yang mempunyai black magic, bahkan orang-orang dari dunia artis seperti bintang-bintang film, penyanyi dan orang-orang duniawi lainnya).

 

5)   Puji-pujian dan musik.

Dalam hal ini mereka jauh lebih baik dan lebih bersemangat. Tetapi, sekalipun ini adalah segi positif mereka, seringkali di sini juga terletak kelemahan mereka karena:

 

a)   Puji-pujian yang terlalu lama itu (kadang-kadang mencapai satu setengah jam atau lebih) mendesak pemberitaan Firman Tuhan. Pada waktu Firman Tuhan diberitakan jemaat sudah lelah / loyo. Jemaat memang masih tetap bisa mendengar khotbah kalau khotbahnya hanya berupa dongeng, kesaksian dan lelucon. Tetapi kalau khotbahnya berupa ‘makanan keras’, mereka akan kesulitan untuk berkonsentrasi dalam keadaan loyo seperti itu.

 

b)   Puji-pujian yang terlalu lama, menyebabkan banyak jemaat lalu sengaja datang terlambat / ngaret. Dan mereka ngaret secara tidak tanggung-tanggung, karena ada yang ngaret 1 jam bahkan lebih! Akhirnya banyak orang terbiasa ngaret dalam kebaktian lain.

Kalau saudara adalah orang kristen yang sering ngaret, pikirkan bahwa saudara adalah tentara Kristus (2Tim 2:3-4), yang seharusnya mempunyai disiplin tinggi dan karenanya tidak patut untuk ngaret!

 

c)   Emosi yang dibangkitkan secara berlebih-lebihan menyebabkan mereka mirip penggemar musik rock. Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah pada saat itu hati / pikiran mereka betul-betul memuji Tuhan? Atau hanya sekedar melampiaskan emosi saja?

 

6)   Emosi yang ikut dilibatkan dalam kebaktian:

Kita memang harus berbakti bukan hanya dengan otak, tetapi juga dengan perasaan / emosi kita (bdk. Mat 22:37). Tetapi, seringkali mereka terlalu melibatkan emosi, sehingga menjadi histeris atau sehingga otak mereka sama sekali tidak dipakai. Ini tentu saja salah!! Bandingkan dengan 1Kor 14:15 yang jelas mengharuskan penggunaan pikiran dalam kebaktian.

 

1Kor 14:15 - Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku..

 

7)   Pada umumnya mereka lebih banyak berdoa dibandingkan dengan orang Protestan.

Tetapi perlu juga dipertanyakan: apa yang mereka doakan? Hanya minta kesembuhan dan berkat / kekayaan? Kalau demikian, tentu saja salah!

 

8)   Pada umumnya mereka lebih bisa mendengar Firman Tuhan (lebih tahan lama) dibandingkan dengan orang Protestan, lebih-lebih dibandingkan dengan orang Protestan dari gereja-gereja yang khotbahnya hanya sekitar 20-25 menit!

 

9)   Pada umumnya mereka kelihatan lebih sukacita dibandingkan dengan orang Protestan.

 

10)            Pada umumnya gereja-gereja Kharismatik lebih bersatu.

Terhadap gereja Kharismatik yang ber‘merk lain’ mereka tidak bersaingan, bahkan tetap mau mendukung pada waktu mengadakan KKR dsb. Ini berbeda sekali dengan kebanyakan gereja Protestan, yang sama sekali tidak mau tahu dengan sesama gereja Protestan yang ber‘merk lain’, dan yang bahkan seringkali menganggap gereja ‘merk lain’ itu sebagai saingannya! Ini tidak mirip dengan orang yang buka gereja tetapi mirip dengan orang yang buka warung, yang lalu menganggap warung ‘merk lain’ sebagai saingannya.

 

V) Kesalahan Utama Kharismatik.

 

Kesalahan utama Kharismatik adalah dalam hal penggunaan Kitab Suci.

 

1)   Ajaran mereka sering didasarkan pada ‘Kitab Suci + sesuatu’.

‘Sesuatu’ itu bisa berupa pengalaman, penglihatan, mimpi, nubuat, kata-kata Tuhan secara langsung, Rhema, dsb.

Bahkan ada banyak orang Kharismatik yang lebih mengandalkan ‘sesuatu’ ini dari pada Kitab Suci / Firman Tuhannya sendiri.

Bandingkan dengan semboyan Reformasi, yaitu SOLA SCRIPTURA [= hanya Kitab Suci].

 

2)   Mereka sering menggunakan Hermeneutics [= ilmu penafsiran Kitab Suci] yang salah.

Contoh:

 

a)   Mereka hanya melihat / menyoroti ayat-ayat tertentu dari Kitab Suci dan menutup / mengabaikan bagian-bagian Kitab Suci yang lain, yang berhubungan dengan ayat-ayat yang mereka soroti itu.

Misalnya: mereka hanya melihat Mat 7:7-8 dan lalu berkata bahwa semua doa pasti dikabulkan, dan mereka menga­baikan:

1.   Mat 7:11 yang berkata bahwa Tuhan hanya mengabulkan permintaan ‘yang baik’. Dan perlu diingat bahwa karena kebodohan kita, maka ‘baik’ menurut Tuhan bisa saja ‘tidak baik’ menurut kita, dan sebaliknya (bdk. Yes 55:8-9).

2.   1Yoh 5:14 yang berkata bahwa Tuhan hanya mengabulkan doa kita kalau kita meminta sesuatu ‘menurut kehendakNya’.

3.   2Kor 12:1-10 yang menunjukkan bahwa doa Pauluspun bisa tidak dikabulkan oleh Tuhan!

 

b)     Dalam Kitab Suci ada:

 

1.   Bagian-bagian yang bersifat descriptive [= menggambarkan].

Ini mencakup semua bagian Kitab Suci yang merupakan cerita historis. Bagian-bagian ini hanya menggambarkan apa yang terjadi pada saat itu, tetapi tidak memaksudkan untuk menggunakan hal itu sebagai rumus / norma.

 

Contoh:

 

a.   Peristiwa Yesus dan Petrus berjalan di atas air (Mat 14:22-33) memang betul-betul terjadi, dan Tuhan bisa saja mengulang hal itu pada jaman ini, kalau Dia mau. Tetapi bagian ini tentu bukan maksudnya untuk dijadikan hukum / norma dalam hidup kita, seakan-akan semua orang kristen harus bisa berjalan di atas air!

 

b.   Peristiwa kebangkitan Lazarus (Yoh 11) memang betul-betul terjadi, dan Tuhan bisa saja mengulangnya pada jaman ini, kalau Ia mau. Tetapi bagian ini tentu tidak boleh dijadikan dasar untuk mengajar bahwa Tuhan selalu mau membangkitkan orang kristen yang mati! Hal yang sama berlaku untuk penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus. Itu hanyalah bagian descriptive, dan karenanya bukan merupakan norma / hukum!

 

2.   Bagian-bagian yang bersifat didactic [= mengajar].

Ini mencakup semua bagian Kitab Suci yang bersifat pengajaran, dan ini adalah bagian-bagian yang betul-betul merupakan hukum / norma.

Contoh:

a.   Yoh 3:16 memang merupakan norma / hukum: semua / setiap orang yang percaya kepada Yesus tidak akan binasa tetapi beroleh hidup yang kekal!

b.   1Tes 5:16-18 memang merupakan norma: semua orang kristen harus bersukacita, berdoa dan mengucap syukur senantiasa.

c.   10 hukum Tuhan (Kel 20:3-17) jelas juga merupakan hukum / norma.

 

Tetapi, orang-orang Kharismatik pada umumnya tidak mengerti prinsip Hermeneutics ini dan mereka menggunakan bagian-bagian yang bersifat descriptive sebagai hukum / norma, seakan-akan itu adalah bagian yang bersifat didactic.

Contoh:

(1) Mereka menganggap Kis 2:1-13 (rasul-rasul berbahasa Roh pada saat menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta) sebagai dasar bahwa orang kristen harus berbahasa Roh / lidah. Padahal bagian ini adalah bagian yang bersifat descriptive [= menggambarkan], sehing­ga tidak boleh dijadikan hukum / norma.

(2) Mereka menggunakan cerita-cerita dimana Yesus menyembuhkan orang sakit sebagai dasar bahwa semua orang kristen yang sakit pasti disembuhkan. Padahal ini adalah bagian yang bersifat descriptive, sehing­ga tidak boleh dijadikan hukum / norma.

 

Mengapa bisa terjadi kesalahan-kesalahan seperti ini? Salah satu alasan adalah karena orang Kharismatik menjadi pendeta / pengkhotbah / pengajar Firman Tuhan tanpa melalui pendidikan Theologia. Ini disebabkan karena mereka percaya bahwa:

 

1.   Roh Kudus bisa mengajar mereka secara langsung.

Sekalipun Roh Kudus bisa mengajar langsung, tetapi perlu diingat bahwa Ia pada umumnya mengajar menggunakan manusia / hamba-hamba Tuhan (bdk. Ef 4:11-dst).

 

2.   Rasul-rasul juga tidak sekolah Theologia, tetapi tetap bisa dipakai dengan hebat oleh Tuhan. Untuk ini perlu diingat bahwa sekalipun rasul-rasul tidak sekolah Theologia, tetapi:

 

a.   Mereka menguasai bahasa Ibrani dan Yunani, yang merupakan bahasa asli Kitab Suci. Dengan demikian mereka tidak perlu mempelajari hal itu. Ini tentu berbeda dengan kita yang tidak menguasai bahasa Ibrani maupun Yunani, sehingga harus mempelajarinya di sekolah Theologia.

 

b.   Mereka hidup di Palestina pada jaman penulisan Kitab Suci sehingga mereka tahu segala latar belakang, tradisi, kebudayaan dsb, yang tidak kita ketahui kecuali kita mau mempelajarinya.

 

c.   Mereka adalah orang-orang Yahudi yang dari kecil dididik dalam pengajaran Firman Tuhan yang kuat (jelas sangat berbeda dengan Sekolah Minggu jaman sekarang).

 

d.   Mereka ikut Yesus selama tiga setengah tahun dan melihat hidup Yesus yang suci, melihat mujizat-mujizat Yesus, dan mendengar ajaran-ajaran Yesus secara langsung. Ini tentu lebih hebat dari sekolah Theologia yang manapun!

 

Memang sekarang ada banyak pendeta Kharismatik yang melalui pendidikan sekolah Theologia, tetapi banyak dari mereka belajar di sekolah Theologia dimana dosen-dosennya tidak pernah sekolah Theologia! Ini seperti orang buta menuntun orang buta!

 

Tidak adanya pendidikan Theologia ini menyebabkan mereka tidak mengerti Hermeneutics [= ilmu penafsiran Kitab Suci], sehingga mereka menafsirkan banyak bagian Kitab Suci secara salah!

 

 

 

-o0o-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali