Pemahaman Alkitab

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

Selasa, tgl 23 Juli 2024, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Roma Katolik

vs

Kristen Protestan (10d)

 

SAKRAMEN(4)

 

 

4) Penance [= Sakramen tobat / pengakuan dan pendamaian]:

 

 

KGK no 1420, 1421, 1422, 1423, 1424, 1425, 1426, 1447, 1448, 1452, 1453, 1456, 1457, 1460, 1463, 1467, 1485, 1491, 1494,

 

(https://www.stignatiuspj.org/wp-content/uploads/2021/09/katekismus-gereja-katolik.pdf)

 

Beberapa hal yang perlu diketahui berhubungan dengan Penance ini:

 

a) Roma Katolik membagi dosa menjadi 2 golongan: mortal sin (= dosa besar / mematikan) dan venial sin (= dosa kecil / remeh). Mereka tidak punya persetujuan yang jelas tentang dosa mana yang termasuk dosa besar dan dosa mana yang termasuk dosa kecil. Tetapi dosa-dosa di bawah ini termasuk mortal sins:

1.  Pelanggaran terhadap 10 hukum Tuhan.

2.  Apa yang sering disebut dengan istilah ‘7 dosa maut’ (the seven deadly sins), yaitu:

a.      Kesombongan / kecongkakan.

b.      Ketamakan / keserakahan.

c.       Nafsu berahi.

d.      Kemarahan.

e.      Kerakusan.

f.       Iri hati.

g.      Kemalasan.

3.  Semua pelanggaran sexual, baik melalui perbuatan, kata-kata maupun pikiran.

4.  Makan daging pada hari Jum’at.

5.  Membolos dari misa hari Minggu tanpa alasan yang benar.

6.  Mengikuti kebaktian Kristen Protestan.

7.  Membaca Alkitab Protestan.

Catatan: Daftar ini saya ambil dari buku Loraine Boettner ‘Roman Catholicism’, hal 200.

 

Mortal sin menjatuhkan orang dari kasih karunia Allah (dengan kata lain, orang itu kehilangan keselamatannya), tetapi dengan sakramen pengakuan dosa / Penance ini orang itu dikembalikan ke dalam kasih karunia dan diberi kasih karunia khusus untuk bisa meng­hindari dosa pada masa yang akan datang.

 

b)      Sakramen Penance ini meliputi 4 hal:

 

1.  Pengakuan dosa kepada pastor.

Yang harus diakui adalah setiap mortal sin saja! Kalau ada yang diloncati dengan sengaja, maka seluruh pengakuan itu dianggap tidak sah. Dan kalau ada mortal sin yang tidak sempat diakui, maka orang itu akan pergi ke neraka.

 

Pada waktu mengakui dosa, seseorang harus menceritakan segala-galanya secara mendetail!

 

Loraine Boettner mengutip kata-kata seorang yang bernama Lucien Vinet yang berkata sebagai berikut:

“A Roman Catholic, says his church, must, in order to obtain peace with God, declare all his sinful actions, omissions and his most secret thoughts and desires, specifying minutely the kinds of sins committed, the number of times and all the circumstances that might alter the gravity of a sin. A murderer is obliged to declare his crimes, a young girl her most intimate thoughts and desires.” [= Seorang Roma Katolik, kata gerejanya, untuk mendapatkan damai dengan Allah, harus menyatakan semua tindakan-tindakan berdosanya, hal-hal yang tidak ia lakukan dari Firman Tuhan, dan pikiran dan keinginannya yang paling rahasia, menyebutkan secara terperinci / teliti jenis-jenis dosa yang dilakukan, banyaknya kali dan semua keadaan-keadaan yang bisa mengubah beratnya suatu dosa. Seorang pembunuh wajib menyatakan kejahatannya, seorang gadis muda harus menyatakan pikiran-pikiran dan keinginan-keinginannya yang paling dalam.] - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 211.

 

2.  Pemberian pengampunan dosa oleh pastor.

Pastor bukan sekedar punya ‘kuasa untuk menyatakan pengampunan dosa’ tetapi ia sendiri betul-betul punya hak untuk mengampuni. Kutipan dari ‘Instruction for non-Catholics’ (buku pelajaran untuk orang non Katolik yang mau menjadi Katolik):

“The priest doesn’t have to ask God to forgive our sins. The priest himself has the power to do so in Christ’s name. Your sins are forgiven by the priest the same as if you knelt before Jesus Christ and told them to Christ himself” [= Imam / pastor tidak harus meminta Allah untuk mengampuni dosa kita. Imam / pastor itu sendiri mempunyai kuasa untuk melakukan hal itu dalam nama Kristus. Dosa-dosamu diampuni oleh imam / pastor sama seperti kalau kamu berlutut di hadapan Yesus Kristus dan menceritakan dosa-dosa itu kepada Kristus sendiri] - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 197.

 

3.  Pemberian ‘acts of penance’ [= tindakan penebusan dosa] oleh pastor kepada orang yang mengaku dosa. Misalnya: orang itu ditugaskan untuk melakukan:

a.  Pemberian derma dalam nama Yesus.

b.  Doa Salam Maria sekian kali.

c.  Perbuatan baik.

d.  Puasa.

e.  Pantang terhadap kesenangan-kesenangan tertentu.

 

4.  Pelaksanaan tindakan penebusan dosa oleh orang yang mengaku dosa itu.

 

c)  Kata-kata yang diucapkan sebelum mengaku / menyebutkan dosa-dosanya adalah sebagai berikut:

“I confess to the Almighty God, to the blessed Virgin Mary, to the blessed Michael the archangel, to blessed John the Baptist, to the holy apostles Peter and Paul, to all the saints, and to you, father, that I have sinned exceedingly, in thought, word and deed, through my fault, through my grievous fault” [= Aku mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, kepada Perawan Maria yang diberkati / terpuji, kepada Mikhael Penghulu Malaikat yang diberkati / terpuji, kepada Yohanes Pembaptis yang diberkati / terpuji, kepada rasul-rasul yang kudus Petrus dan Paulus, kepada semua orang-orang suci, dan kepadamu, bapa, bahwa aku telah sangat berdosa, dalam pemikiran, perkataan dan perbuatan, melalui kesalahanku, melalui kesalahanku yang menyedihkan] - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 198.

 

d) Dasar Kitab Suci yang dipakai oleh Roma Katolik sebagai dasar Sakramen Penance ini adalah:

 

Yak 5:16 - Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya..

 

Kis 19:18 - Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu..

 

Mat 16:19 - Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.’.

 

Mat 18:18 - Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga..

 

Yoh 20:21-23 - “(21) Maka kata Yesus sekali lagi: ‘Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.’ (22) Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: ‘Terimalah Roh Kudus. (23) Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.’.

 

e)      Loraine Boettner berkata:

“Every loyal Roman Catholics is required under pain of mortal sin to go to confession at least once a year.” [= Setiap orang Roma Katolik yang setia diharuskan dibawah ancaman mortal sin untuk melakukan pengakuan dosa sedikitnya sekali setahun.] - ‘Roman Catholicism’, hal 198.

 

Ini diputuskan oleh the Fourth Lateran Council pada tahun 1215 dan diteguhkan oleh the Council of Trent pada tahun 1546, dan tetap berlaku sampai zaman ini - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 198.

 

Pandangan Kristen:

 

a) Kitab Suci memang mengajarkan adanya tingkat dosa (Luk 12:47-48  Luk 20:47  Yoh 19:11  Kel 21:12-14  Kel 22:1).

 

Luk 12:47-48 - “(47) Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. (48) Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.’.

 

Luk 20:46-47 - “(46) ‘Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, (47) yang menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.’.

 

Yoh 19:11 - Yesus menjawab: ‘Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya.’.

 

Kel 21:12-14 - “(12) ‘Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati. (13) Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan tangannya ditentukan Allah melakukan itu, maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari. (14) Tetapi apabila seseorang berlaku angkara terhadap sesamanya, hingga ia membunuhnya dengan tipu daya, maka engkau harus mengambil orang itu dari mezbahKu, supaya ia mati dibunuh..

 

Kel 22:1 - ‘Apabila seseorang mencuri seekor lembu atau seekor domba dan membantainya atau menjualnya, maka ia harus membayar gantinya, yakni lima ekor lembu ganti lembu itu dan empat ekor domba ganti domba itu..

 

Dan karena itu memang ada dosa besar dan dosa kecil. Tetapi Kitab Suci tidak pernah menga­jarkan adanya dosa yang begitu kecil sehingga bisa diremehkan seperti venial sin dalam ajaran Roma Katolik. Ro 6:23 berkata bahwa “Upah dosa ialah maut”, dan karena itu dosa besar ataupun dosa kecil upahnya adalah maut. Jadi jelas bahwa sebetulnya semua dosa termasuk mortal sin.

Loraine Boettner berkata:

“But the Bible makes no such distinction between mortal and venial sins. There is in fact no such thing as venial sin. All sin is mortal. It is true that some sins are worse than others. But it is also true that all sins, if not forgiven, bring death to the soul, with greater or lesser punishment as they may deserve.” [= Tetapi Alkitab tidak membuat pembedaan seperti itu antara mortal sin dan venial sin. Faktanya adalah bahwa venial sin itu tidak ada. Semua dosa adalah mortal / mematikan. Memang benar bahwa beberapa dosa lebih jelek dari yang lain. Tetapi juga benar bahwa semua dosa, jika tidak diampuni, membawa kematian pada jiwa, dengan hukuman yang lebih besar atau lebih ringan, seperti yang layak didapatkannya.] - ‘Roman Catholicism’, hal 201

 

Sebaliknya, Kitab Suci juga tidak pernah mengajarkan adanya dosa yang begitu besar sehingga bisa menghancurkan kasih karunia Allah dan menyebabkan seseorang kehilangan keselamatannya. Sekali seseorang selamat, ia pasti terus selamat (Ro 5:8-10 Yoh 10:27-30).

 

Ro 5:8-10 - “(8) Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (9) Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. (10) Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian AnakNya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidupNya!.

 

Yoh 10:27-30 - “(27) Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, (28) dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. (29) BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. (30) Aku dan Bapa adalah satu.’.

 

Betapapun hebatnya dosa yang dilakukan seseorang, darah Yesus lebih dari cukup untuk menghapus / mengampuninya! Ini memang tidak berarti bahwa kita boleh sengaja berbuat dosa / hidup dalam dosa! Kita harus berusaha untuk hidup suci, tetapi kalau kita gagal dan jatuh ke dalam dosa, betapapun hebatnya dosa itu, darah Kristus tetap mampu menghapus / mengampuninya!

 

Semua ini sesuai dengan 1Yoh 2:1-2 - “(1) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (2) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.”.

 

b) Beberapa pembahasan tentang 4 hal yang termasuk dalam sakramen Penance dalam Roma Katolik:

 

1.  Dalam melakukan pengakuan dosa:

 

a.  Dalam pengakuan dosa, kita harus mengakui semua dosa (bukan mortal sins saja), karena tidak ada dosa yang boleh diremehkan.

 

b.  Kita mengakui dosa-dosa itu kepada Allah melalui Yesus Kristus sebagai Imam Besar / Pengantara kita. Kita tidak membutuhkan hamba Tuhan yang manapun sebagai pengantara. Dalam Perjanjian Lama memang ada imam / imam besar sebagai pengantara, tetapi dalam jaman Perjanjian Baru, Yesuslah satu-satunya pengantara / Imam Besar!

 

Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini:

 

1Tim 2:5 - Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,.

 

1Yoh 2:1 - Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil..

 

Ibr 4:14-5:10 - “(4:15) Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. (4:16) Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. (5:1) Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. (5:2) Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, (5:3) yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. (5:4) Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. (5:5) Demikian pula Kristus tidak memuliakan diriNya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepadaNya: ‘AnakKu Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini’, (5:6) sebagaimana firmanNya dalam suatu nas lain: ‘Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.’ (5:7) Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan. (5:8) Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya, (5:9) dan sesudah Ia mencapai kesempurnaanNya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya, (5:10) dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek..

 

Ibr 6:20-9:28 (baca sendiri).

 

c.  Harus ada hati yang betul-betul menyesal / bertobat (Maz 51:19  Yoel 2:13  Mat 5:4).

 

Maz 51:18-19 - “(18) Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. (19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah..

 

Yoel 2:13 - Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya..

 

Mat 5:4 - Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur..

 

2.  Yang berhak mengampuni dosa hanyalah Allah / Yesus sendiri (Mark 2:7-12  1Yoh 1:9). Sedangkan hamba Tuhan hanya mempunyai kuasa untuk menyatakan bahwa dosa seseorang sudah diampuni (berdasar­kan Firman Tuhan), tetapi ia sendiri tidak bisa mengampuni dosa.

 

3.  Tindakan penebusan dosa (the acts of Penance) menunjukkan bahwa penebusan yang dilakukan oleh Kristus belum cukup. Ini berten­tangan dengan kata-kata ‘sudah selesai’ dalam Yoh 19:30 dan juga ini menunjukkan dengan jelas bahwa Roma Katolik mempercayai doktrin ‘salvation by works’ (= keselamatan karena perbuatan baik / ketaatan).

 

Council of Trent mengatakan sebagai berikut:

“If anyone saith that justifying faith is nothing else but confidence in the divine mercy which remits sin for Christ’s sake alone; or, that this confidence alone is that whereby we are justified, let him be anathema” [= Jika seseorang berkata bahwa iman yang membenarkan adalah keyakinan pada belas kasihan ilahi yang mengampuni dosa hanya demi Kristus; atau, bahwa keyakinan ini adalah jalan melalui mana kita dibenarkan, biarlah ia terkutuk] - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 261.

 

Jadi berdasarkan pernyataan di atas, jelaslah bahwa Council of Trent mengutuk orang-orang yang percaya pada ‘justification / salvation by faith’ (= pembenaran / keselamatan oleh iman) yang merupakan doktrin utama dari semua gereja Kristen yang injili.

 

Jangan takut terhadap kutuk itu.

 

Amsal 26:2b mengatakan: “kutuk tanpa alasan tidak akan kena.”.

 

Rasul Paulus jelas sekali menekankan justification / salvation by faith (Ef 2:8-9  Gal 2:16,21) dan ia / Firman Tuhan mengutuk orang-orang yang mengajarkan doktrin ‘salvation by works’ (Gal 1:6-9).

 

Ef 2:8-9 - “(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri..

 

Gal 1:6-9 - “(6) Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, (7) yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. (8) Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. (9) Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia..

 

c)  Pengakuan yang ditujukan kepada Allah dan malaikat (Michael) dan orang-orang yang sudah mati (Maria, Yohanes Pembaptis, Petrus, Paulus, orang-orang suci) dan kepada pastor, jelas adalah sesuatu yang sangat tidak Alkitabiah! Lucunya, nama Yesus dan Roh Kudus bahkan tidak disebut-sebut!

 

d) Yak 5:16 dan Kis 19:18 jelas sekali bukanlah suatu pengakuan dosa secara pribadi kepada hamba Tuhan.

 

Yak 5:16 - Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya..

 

Kis 19:18 - Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu..

 

Jadi ayat-ayat ini tidak bisa dijadikan dasar bagi sakramen Penance ini! Sedangkan Mat 16:19  Mat 18:18  Yoh 20:21-23 hanya memberikan ‘declarative power’ (= kuasa untuk menyatakan) kepada hamba-hamba Tuhan.

 

Kalau ditafsirkan bahwa mereka sendiri yang diberi hak untuk mengampuni, maka penafsiran ini akan bertentangan dengan 1Yoh 1:9  Maz 32:1-5  Mark 2:7-12 yang mengatakan bahwa hanya Allah sajalah yang berhak mengampuni dosa.

 

1Yoh 1:9 - Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan..

 

Maz 32:1-5 - “(1) [Dari Daud. Nyanyian pengajaran.] Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! (2) Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! (3) Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; (4) sebab siang malam tanganMu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela (5) Dosaku kuberitahukan kepadaMu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: ‘Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,’ dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela.

 

Mark 2:7-12 - “(7) ‘Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?’ (8) Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hatiNya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? (9) Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? (10) Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa’ - berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu - : (11) ‘Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!’ (12) Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: ‘Yang begini belum pernah kita lihat.’.

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali