Eksposisi Injil Matius

oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.


MATIUS 27:11-18

Ay 11:

1)   Setelah menyimpang sebentar untuk membicarakan kematian Yudas (ay 3-10), maka sekarang dalam ay 11 ini Matius melanjutkan apa yang ia ceritakan dalam ay 1-2.

2)   Pontius Pilatus adalah gubernur Yudea.

Setelah Herodes Archelaus (bdk. Mat 2:22) dibuang oleh Kaisar Agustus, maka Yudea digabungkan dengan propinsi Romawi yang besar, yaitu Syria. Dan Yudea lalu diperintah oleh wakil / utusan yang disebut procurator. Pontius Pilatus adalah procurator yang ke 5. Ia sebetul­nya berkedudukan di Kaisarea seperti halnya dengan procurator yang lain (bdk. Kis 23:33 dan Kis  25:1,4,6,13). Tetapi pada hari raya Paskah, ia pergi ke Yerusalem untuk menjaga keamanan / perdamaian di sana.

3)   Yesus di hadapan Pontius Pilatus.

Calvin: “Though it was a shocking exhibition, and highly incompatible with the majesty of the Son of God, to be dragged before the judgment-seat of a profane man, to be tried on the charge of a capital offence, as a malefactor in chains; yet we ought to remember that our salvation consists in the doctrine of the cross, which is folly to the Greeks, and an offence to the Jews, (1Cor. 1:23)” [= ] - hal 274-275.

Calvin: “For the Son of God chose to stand bound before an earthly judge, and there to receive sentence of death, in order that we, delivered from condemnation, may not fear to approach freely to the heavenly throne of God. ... So then, the Son of God stood, as a criminal, before a mortal man, and there permitted himself to be accused and condemned, that we may stand boldly before God. His enemies, indeed, endeavoured to fasten upon him everlasting infamy; but we ought rather to look at the end to which the providence of God directs us. For if we recollect how dreadful is the judgment-seat of God, and that we could never have been acquitted there, unless Christ had been pronounced to be guilty on earth, we shall never be ashamed of glorying in his chains” (= ) - hal 275.

4)   Pertanyaan Pontius Pilatus ini muncul karena:

a)   Tuduhan dari orang-orang Yahudi (bdk. Luk 23:1-2).

Calvin: “Nothing could have been more odious than this crime to Pilate, whose greatest anxiety was to preserve the kingdom in a state of quietness. ... In like manner, even at the present day, Satan labours to expose the Gospel to hatred or suspicion on this plea, as if Christ, by erecting his kingdom, were overturning all the governments of the world, and destroying the authority of kings and magistrates” (= ) - hal 276.

b)   Yesus menjelaskan bahwa kerajaanNya bersifat rohani (Yoh 18:36-37).

5)   Jawaban Yesus dalam ay 11b berarti ‘Ya’.

Memang ada yang menafsirkan bahwa jawaban ini berarti: ‘Engkau yang mengatakan bahwa Aku adalah raja; Aku sendiri tidak mengatakan hal itu’. Atau dengan kata lain, jawaban Yesus berarti bahwa Ia menyang­kal kalau diriNya adalah raja.

Tetapi penafsiran ini salah karena:

·        tidak cocok dengan Mat 26:63-66, karena kalau diartikan seperti itu, maka mengapa orang-orang Yahudi itu menjadi marah dan menganggap Yesus menghujat Allah?

·        tidak cocok dengan Yoh 18:37b, karena kalau kata-kata Yesus dalam Yoh 18:37a berarti ‘tidak’ maka Yoh 18:37b sama sekali tidak cocok diletakkan disitu.

Ay 12-14:

1)   Tuduhan terhadap Yesus adalah:

a)   Luk 23:1-2,5 yaitu:

·        menyesatkan bangsa Yahudi.

·        melarang membayar pajak kepada kaisar (bdk. Mat 22:15-22).

·        mengaku bahwa diriNya adalah Kristus, yaitu raja.

·        menghasut rakyat.

b)   Yoh 18:29-30 - Ia adalah penjahat.

Yoh 19:7 - Ia mengaku sebagai Anak Allah.

Yoh 19:12 - Ia mengaku sebagai raja.

2)   Yesus tidak mau menjawab tuduhan-tuduhan itu, padahal dalam berdebat dengan orang-orang Yahudi itu Yesus tidak pernah kalah. Kalau saat itu Ia menjawab, mereka pasti akan kalah. Ia tidak mau menjawab karena:

a)   Tidak ada gunanya berdebat dengan orang-orang yang bukan saja tidak mencari kebenaran, tetapi bahkan berusaha menginjak-injak / menindas kebenaran.

b)   Ia mau menggenapi nubuat Kitab Suci tentang diriNya dalam Yes 53:7, yang berbunyi: “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya”.

c)   Ia memang mau mati untuk menebus dosa kita.

3)   Yesus tidak menjawab tuduhan-tuduhan itu, tetapi anehnya, Pontius Pilatus tetap bisa melihat bahwa Yesus tidak bersalah dan bahwa tokoh-tokoh Yahudi itulah yang bersalah (ay 18  bdk. Luk 23:4,14,22  Yoh 18:38b  Yoh 19:4,6b).

Calvin: “The integrity of Christ was such that the judge saw it plainly without any defence” (= ketulusan / kejujuran Kristus adalah sedemikian rupa sehingga hakim bisa melihatnya dengan jelas sekalipun tidak ada pembelaan diri) - hal 277.

Penerapan:

Mengapa kalau orang memfitnah kita, selalu ada banyak orang yang mempercayai fitnahan itu? Salah satu sebab adalah: karena kita tidak hidup seperti Kristus! Kalau saja kita bisa hidup seperti Dia, maka ada banyak fitnahan dan gossip tentang diri kita yang tanpa kita jawabpun sudah nyata kesalahannya, sehingga tidak akan dipercayai orang.

4)   Dalam Injil Lukas ada Luk 23:6-12 dimana Yesus dikirim oleh Pontius Pilatus kepada Herodes (Antipas).

·      Luk 23:6-7: Pontius Pilatus mengirimkan Yesus kepada Herodes karena ia ingin melepaskan tanggung jawabnya!

Kalau saudara adalah orang yang tidak bertanggung jawab, saudara tidak berbeda dengan Pontius Pilatus.

·      Luk 23:8: Herodes senang karena sudah lama ia ingin melihat Yesus. Tetapi ia ingin melihat Kristus, bukan karena ia percaya kepada Yesus atau ingin mendengar firmanNya, tetapi hanya karena ia ingin melihat tanda / mujijat.

Ini seperti banyak orang kristen jaman ini yang hanya senang melihat hal-hal yang spektakuler, tetapi sebetulnya tidak percaya kepada Yesus, dan tidak rindu mendengar dan belajar firman Tuhan.

·      Luk 23:9: Yesus tidak menjawabnya, dan tidak memberikan tanda apa­pun. Memang, orang yang tidak mencari kebenaran, tidak perlu diberi apa-apa! Kalau saudara pergi ke gereja tanpa suatu kerinduan untuk lebih mengenal Tuhan / lebih mengerti firman Tuhan, maka tidak aneh kalau saudara tidak mendapat apa-apa di gereja!

·      Luk 23:11: Herodes lalu mengolok-olok Yesus dan setelah itu mengembalikan Yesus kepada Pontius Pilatus.

Ay 15-18:

1)   Ay 15: tidak diketahui dari mana asal usulnya tradisi pembebasan tawanan pada hari raya ini. Dalam buku-buku Yahudi, hal ini tidak ada, sehingga mungkin sekali tradisi ini berasal dari pihak Romawi (Pontius Pilatus).

·      Calvin mengatakan bahwa ini adalah suatu kebiasaan jelek, karena Tuhan tidak pernah mengajar untuk merayakan hari raya dengan membe­baskan orang jahat yang memang selayaknya dihukum.

·      Pontius Pilatus adalah pemerintah kafir, tetapi ikut campur dalam persoalan rohani, yaitu perayaan Paskah. Ini menyebabkan perayaan hari raya itu menjadi tidak alkitabiah!

Penerapan:

Dalam perayaan Natal, Jum’at Agung, ataupun Paskah, sering gereja / orang kristen meminta pejabat (RT, RW, Lurah dsb) untuk memberikan sambutan / amanat dsb. Kalau pejabat itu adalah orang kristen, maka hal itu bisa diterima. Tetapi kalau pejabat itu adalah orang kafir, maka ini merupakan sesuatu yang keliru karena kita membiar­kan orang kafir ikut campur dalam perayaan hari raya kristen! Biasanya sambutan / amanat yang mereka berikan juga salah dan tidak alkitabiah, karena mereka memang tidak mengerti apa-apa!

2)   Ay 16-17:

a)   Sekalipun hal ini dilakukan oleh Pontius Pilatus untuk membebaskan Kristus, tetapi ia jelas sudah berkompromi secara salah. Karena ia tahu bahwa Kristus tidak bersalah dan orang-orang Yahudilah yang bersalah, maka seharusnya ia melepaskan Kristus tanpa syarat! Dengan demikian orang akan mengenang Kristus sebagai orang yang tidak bersalah. Tetapi dengan cara yang ia pakai, andaikata caranya ini berhasil, dan Kristus bebas, maka orang banyak akan mengenang Kristus sebagai penjahat yang bisa bebas hanya karena tradisi pelepasan penjahat pada hari raya Paskah!

b)   Nama penjahat itu:

Ay 16 (KS Indonesia): ‘Yesus Barabas’.

KJV/RSV/NIV/NASB/NKJV: 'Barabbas'.

Footnote RSV/NKJV: 'Jesus Barabbas'.

Ini disebabkan adanya perbedaan manuscript.

Sukar diketahui yang mana yang benar, tetapi dari ay 17,22 dimana untuk Yesus digunakan istilah ‘Yesus, yang disebut Kristus’ (untuk membedakan dengan ‘Yesus, yang disebut Barabas’), maka bisalah ditarik kesimpulan bahwa Barabas juga mempunyai nama ‘Yesus’.

Adam Clarke mengatakan bahwa mungkin sekali pengcopy Kitab Suci menghapus nama ‘Yesus’ dari ‘Yesus Barabas’, karena menganggap bahwa Barabas, yang adalah penjahat itu, tidak pantas memakai nama ‘Yesus’.

Penerapan:

Kalau saudara / anak saudara menyandang nama Kristen, maka saudara harus berusaha supaya saudara / anak saudara hidup sesuai dengan namanya!

c)   Kejahatan Barabas:

·        ay 16 - ‘terkenal kejahatannya’.

·        Kis 3:14 - ‘pembunuh’.

·        Mark 15:7 & Luk 23:19,25 - ‘pemberontak dan pembunuh’.

·        Yoh 18:40 - ‘penyamun’.

Ini menunjukkan bahwa Pontius Pilatus memang sangat ingin melepas­kan Kristus, sehingga ia mencari orang yang sejahat mungkin dari penjaranya, dengan harapan bahwa orang-orang Yahudi akan memilih supaya Kristuslah yang dibebaskan.

3)   Ay 18: ia tahu bahwa orang-orang Yahudi menuduh Kristus hanya karena dengki / iri hati!

a)   Ini menunjukkan bahayanya iri hati!

Jangan meremehkan kalau dosa ini ada dalam diri saudara!

b)     Pontius Pilatus tahu apa yang benar, tetapi takut melaksanakan hal yang benar itu! Seringkah saudara seperti itu? Kalau ya, apa bedanya saudara dengan Ponti­us Pilatus?

-AMIN-


e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com