Eksposisi Injil Matius

oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.


Matius 20:29-34

Ay 29-30:

Matius menyebutkan 2 hal yang berhubungan dengan mujijat ini:

·        hal itu terjadi pada saat Yesus keluar dari Yerikho.

·        ada 2 orang buta yang disembuhkan.

Tetapi bagian paralelnya yaitu Mark 10:46 mengatakan bahwa:

¨      hal itu terjadi ketika Yesus keluar dari Yerikho.

¨      ada 1 orang buta yang disembuhkan yaitu Bartimeus.

Sedangkan bagian paralel yang lain yaitu Luk 18:35 mengatakan bahwa:

*        hal itu terjadi pada waktu Yesus hampir tiba di Yerikho.

*        ada 1 orang buta yang disembuhkan.

Cara mengharmoniskan ketiga bagian ini:

1)   Perbedaan jumlah orang buta, bukanlah suatu problem besar. Hal seperti itu sering terjadi. Misalnya: Dalam Mark 5:2 / Luk 8:27 diceritakan ada 1 orang kerasukan setan. Tetapi dalam paralelnya, yaitu dalam Mat 8:28 dikatakan ada 2 orang yang kerasukan setan. Bisa saja sebetulnya ada 2 orang kerasukan setan, tetapi yang 1 jauh lebih parah, sehingga Markus dan Lukas hanya menyoroti yang satu itu saja. Ingat bahwa sekalipun mereka hanya menceritakan salah satu dari orang yang kerasukan setan itu, tetapi mereka tidak berkata bahwa saat itu hanya ada 1 orang kerasukan setan!

Dalam bagian ini, mungkin saja ada 2 orang buta, tetapi yang 1 lebih dikenal (Markus memberikan namanya, yaitu Bartimeus), atau ia menjadi jurubicara, sehingga Markus dan Lukas hanya menyoroti yang satu itu saja! Tetapi, lagi-lagi mereka tidak berkata bahwa saat itu hanya ada 1 orang buta!

2)   Perbedaan tempat / saat terjadinya mujijatlah yang sukar untuk dijelaskan.

Macam-macam cara untuk mengharmoniskan:

a)   Tiga cerita ini bukanlah 1 peristiwa yang sama.

Ada yang menganggap bahwa ada 2 peristiwa (Matius sama dengan Markus, tetapi berbeda dengan Lukas).

Bahkan ada yang menganggap ada 3 peristiwa. Jadi Yesus menyembuhkan 4 orang buta ( 2 dalam Matius, 1 dalam Markus, dan 1 dalam Lukas)!

Keberatan terhadap pandangan ini:

·        ketiga cerita itu begitu mirip satu dengan yang lain. Kok bisa begitu kebetulan?

·        orang-orang yang mengikut Yesus itu membuat kesalahan yang sama berturut-turut (menegur orang buta yang berteriak kepada Yesus). Ini rasanya keterlaluan!

b)   Calvin berpendapat bahwa seorang buta berteriak kepada Yesus pada saat Yesus masuk ke Yerikho, tetapi Yesus membiarkannya. Lalu pada saat Yesus keluar dari Yerikho, orang buta itu berteriak lagi, dan kali ini Yesus men­dengarnya dan menyembuhkannya.

Ada penafsir lain yang memberi tambahan sedikit, yaitu, pada saat Yesus keluar, orang buta itu berteriak lagi, tetapi kali itu ia mengajak 1 orang buta yang lain, dan mereka berdua disembuhkan.

Kalau ceritanya seperti itu, maka Matius, Markus, dan Lukas bisa saja menceritakan sebagian-sebagian (ada bagian-bagian yang diloncati), sehingga akhirnya kelihatannya cerita-cerita mereka berbeda.

c)   Ada 2 kota Yerikho, yaitu Yerikho lama dan Yerikho baru.

Kota Yerikho mula-mula dihancurkan oleh Yosua pada tahun 1400 SM (Yos 6:20,21,26). Lalu pada tahun 860 SM, raja Ahab membangunnya kembali (1Raja-raja 16:34). Ada penaf­sir yang berpendapat bahwa kota ini lalu hancur lagi (tidak dijelaskan mengapa dan oleh siapa), lalu dibangun kembali oleh Herodes yang agung pada abad 1 Masehi.

Ada orang yang berpendapat bahwa kota Yerikho yang lama dan yang baru itu tidak sama letaknya, tetapi berdekatan. Kalau memang demikian, maka bisa saja mujijat yang Yesus lakukan terjadi di antara kedua kota yang berdekatan itu, sehingga saat itu Yesus sedang keluar dari Yerikho yang pertama dan mau masuk ke Yerikho yang kedua.

d)   Kata-kata ‘hampir tiba’ dalam Luk 18:35, dalam KJV diterjemahkan ‘was come nigh’ (= mendekati). Ada penaf­sir yang berpendapat bahwa kata bahasa Yunaninya bisa diterjemahkan ‘was come nigh’ maupun ‘was nigh’ (= dekat). Kalau kita memilih terjemahan yang kedua, maka itu berarti bahwa Lukas hanya menceritakan bahwa mujijat itu terjadi dekat dengan Yerikho. Maka dalam hal ini tidak ada pertentangan antara Lukas dan Matius / Markus.

e)   Ada penafsir yang memberi kemungkinan sebagai berikut: Yesus masuk ke Yerikho, dan lalu mau meninggalkan Yerikho (1). Pada saat Yesus keluar dari Yerikho, Ia bertemu dengan Zakhe­us (Perhatikan bahwa dalam Injil Lukas, cerita Zakheus diletakkan dalam Luk 19:1-10, yaitu langsung setelah peristiwa penyembuhan orang buta ini), lalu Yesus ingin menginap di rumah Zakheus (Luk 19:5), sehingga Yesus lalu kembali memasuki Yerikho (2). Kalau peristiwa penyembuhan orang buta itu terjadi pada saat-saat seki­tar ini, maka bisa saja Matius dan Markus menceritakan­nya dengan menyoroti (1), sedangkan Lukas menceritakan­nya dengan  menyoroti (2), sehingga sekalipun kelihatan­nya cerita-cerita mereka berbeda satu sama lain, sebe­tulnya tidak ada pertentangan di antara mereka.

Ay 30-34:

1)   Orang buta itu menyebut Yesus dengan sebutan ‘Anak Daud’ yang jelas merupakan sebutan dari Mesias. Jadi, sekalipun ia buta secara jasmani, tetapi mata hatinya tidak buta.

Ada banyak orang yang mata jasmaninya tidak buta, tetapi mata hatinya buta, sehingga tidak bisa mengenali Yesus sebagai Allah / Tuhan dan Juruselamat dunia satu-satunya!

2)   Orang-orang yang kelihatannya ikut Yesus itu, ternyata memarahi orang buta itu waktu ia berseru kepada Yesus. Dengan teguran itu, mereka jelas menghalang-halangi orang buta itu untuk datang kepada Yesus.

Penerapan:

Apakah saudara juga sering menghalangi seseorang datang kepada Yesus / ke gereja / ke Pemahaman Alkitab dsb?

3)   Orang buta itu tekun. Ia tidak mau berhenti / mundur karena teguran orang banyak itu. Ia bahkan berteriak lebih keras lagi. Ketekunannya menyebabkan Yesus akhirnya mengabulkan permintaannya.

Penerapan:

Kalau saudara mau belajar Firman Tuhan, tekun berdoa, melayani Tuhan, memberitakan Injil dsb, maka suatu kali saudara pasti akan mendapat komentar orang yang bisa menyebabkan saudara kecil hati / berhenti. Pada saat seperti itu, tirulah orang buta ini! Jangan berhenti, sebaliknya lakukan dengan lebih keras lagi! Tuhan pasti akan memberkati usaha saudara itu!


-AMIN-


e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com