Eksposisi Injil Matius

oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.


Matius 14:13-21

Ay 13-14.

1)   Yesus menyingkir. Mengapa? Apa alasannya?

a)   Ay 13: karena Ia mendengar berita kematian Yohanes Pembaptis (bdk. Mat 14:12).

Jadi, lari untuk menghindari bahaya tidak selalu merupakan dosa.

b)   Ay 13: Ia mau mengasingkan diri sehingga sendirian dengan murid-murid dan supaya murid-murid bisa beristirahat (bdk. Mark 6:31-32  Luk 9:10). Kontext dari Markus dan Lukas menunjukkan bahwa para murid itu baru pulang dari pelayanan, dan Yesus lalu mengajak mereka untuk mengasingkan diri. Dari sini bisa kita pelajari bahwa:

·        orang yang melayani Tuhan juga membutuhkan istirahat.

·        orang yang melayani Tuhan membutuhkan waktu untuk sendirian dengan Tuhan (persekutuan pribadi / saat teduh, belajar Firman Tuhan, dsb).

2)   Orang banyak mengikuti lewat jalan darat (ay 13b).

Orang banyak itu mengikuti Yesus, menempuh jarak jauh, pergi ke tempat sunyi [KJV: ‘desert place’ (= tempat sepi / gurun)], tanpa makan dari pagi sampai sore! Ini merupakan suatu teguran bagi kita yang tidak mau berkorban demi mendapatkan Firman Tuhan! Kalau hujan, atau tidak ada yang menjemput saudara, apakah saudara tetap pergi ke gereja?

3)   Sikap / tindakan Yesus terhadap orang banyak:

a)   Ia berbelas kasihan (ay 14).

Mengapa? Karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala (Mark 6:34). Artinya: tidak ada orang yang mengajar Firman Tuhan dengan baik kepada mereka. Ini mengajar kita apa? Gereja tanpa gembala adalah sesuatu yang menyedihkan Tuhan. Gereja membutuhkan hamba Tuhan yang betul-betul bisa mengajar Firman Tuhan dengan baik! Ada banyak gereja yang sekalipun kelihatannya mempunyai gembala / pendeta, tetapi sebetulnya tidak mempunyai gembala, karena pendeta itu tidfak mengajar Firman Tuhan dengan baik (bdk. Yer 50:6  Yeh 34:1-6).

b)   Yesus mengajarkan Firman Tuhan kepada mereka (Mark 6:34  Luk 9:11).

Yesus adalah Gembala yang baik. Kalau gembala tidak mau menggembalakan, maka Tuhan sendiri yang akan menggembalakan (Yeh 34:10,11,15). Ini tidak berarti bahwa kalau saudara berada di suatu gereja yang pengajaran Firman Tuhannya kacau balau, saudara boleh terus menetap di gereja itu, dengan alasan: toh Yesus sendiri akan menggembalakan / mengajar saya. Ingat bahwa Ia bisa saja menggembalakan saudara dengan mengeluarkan saudara dari gereja brengsek itu dan memimpin saudara ke gereja yang labih baik!

c)   Yesus menyembuhkan orang yang sakit (ay 14).

Sekalipun Yesus lebih mementingkan rohani dari pada jasmani, tetapi itu tidak berarti bahwa Ia mengabaikan hal-hal jasmani. Kita juga harus mempunyai sikap seperti ini, baik terhadap diri kita sendiri, maupun terhadap orang lain.

Ay 15-16.

Bagian ini digambarkan secara sama oleh Matius, Markus, dan Lukas. Tetapi Yohanes mempunyai gambaran yang berbeda (bdk. Yoh 6:5-6). Mungkin chronologi / urut-urutan waktunya adalah: Mat 14:15-16 terjadi dulu, lalu Yoh 6:5b-6.

Hal-hal yang bisa kita pelajari dari sini:

1)   Yesus memperhatikan kebutuhan jasmani (bdk. Mat 6:32b).

2)   Kita tidak boleh cepat-cepat membuang tanggung jawab. Murid-murid ingin membuang tanggung jawab dengan menyuruh orang banyak itu pergi. Yesus tidak mengijinkan hal itu.

3)   Tuhan sering meletakkan kita dalam situasi dimana tugas atau pekerjaannya besar / banyak, tetapi kemampuan / tenaganya sedikit. Mengapa? Supaya kita bersandar kepada Dia! Tetapi ingat bahwa hal ini tidak boleh kita lakukan secara sengaja. Misalnya pendeta yang hanya bisa menyusun 2 khotbah dalam 1 minggu, lalu menerima 10 khotbah dalam 1 minggu. Atau orang yang masuk dalam begitu banyak pelayanan, sehingga tidak bisa mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Penyengajaan seperti ini menyebabkan kita melakukan suatu pelayanan dengan mengorbankan pelayanan yang lain, dan ini merupakan sesuatu yang tidak bertanggung jawab. Tetapi ini berbeda dengan kalau kita sudah mengatur jumlah pelayanan sebanyak yang mampu kita lakukan, tetapi kita lalu sakit sehingga waktu / tenaga berkurang, sehingga lalu pekerjaan tidak selesai. Kalau terjadi keadaan seperti ini, itu mungkin memang disengaja oleh Tuhan, supaya kita bergantung / bersandar kepada Dia.

4)   Yoh 6:5-6 - Yesus tahu apa yang hendak dilakukanNya.

Kalau kita bingung tentang apa yang hendak kita lakukan, maka ini merupakan sesuatu yang menghibur kita. Kita harus menyadari dan percaya bahwa Tuhan tidak bingung dan Ia tahu apa yang akan Ia lakukan! Dan Ia tidak mungkin salah!

Ay 17.

Bdk. Mark 6:37  Luk 9:13  Yoh 6:7-9.

1)   Ada 2 hal yang mereka perhatikan:

Kalau Tuhan memerintahkan sesuatu kepada kita, tidak salah kalau kita melihat apa yang ada pada kita yang bisa dipakai untuk melaksanakan perintah Tuhan, tetapi kita tidak boleh bersandar pada hal-hal itu! Ingat bahwa pada saat Tuhan memerintahkan sesuatu kepada kita, Iapun tahu apa yang ada pada kita. Kita harus tetap percaya dan bersandar kepada Dia, sekalipun kita melihat bahwa kita tidak mempunyai kemampuan untuk mentaatiNya. Kalau Tuhan menyuruh, Ia sendiri akan menolongt sehingga kita bisa mentaatiNya (bdk. 2Kor 3:5  Fil 4:13).

2)   Dalam Perjanjian Lama, Elisa bisa melipatgandakan makanan (2Raja 4:42-44).

Adalah sesuatu yang aneh kalau murid-murid tidak mengingat bagian ini dan tak percaya bahwa kalau Elisa bisa melakukan hal itu, tentu Yesus juga lebih bisa!

Penerapan:

Belajarlah Firman Tuhan baik-baik supaya pada saat membutuhkan Firman Tuhan tersebut, saudara bisa menggunakannya.

Ay 18-21.

1)   Hal ini harus dianggap sebagai mujijat.

William Barclay memberikan 3 kemungkinan penafsiran:

a)   Ini dianggap sebagai mujijat.

b)   Ini adalah sakramen dimana sekalipun tiap orang mendapat sedikit, mereka dikuatkan. Tafsiran ini jelas salah karena adanya sisa 12 bakul!

c)   Tiap orang sebetulnya membawa bekal sendiri-sendiri. Mula-mula mereka egois dan tidak mau mengeluarkan bekalnya. Tetapi setelah anak kecil itu mengeluarkan 5 roti dan 2 ikan, mereka semua ikut mengeluarkan bekal mereka. Jadi di sini Yesus hanya mengubah orang yang egois menjadi murah hati.

Tafsiran ini jelas juga salah karena Yoh 6:14  Mark 6:52  Mat 16:5-12 jelas menunjukkan bahwa ini adalah mujijat!

Kesimpulan: kita harus percaya bahwa penafsiran pertamalah yang benar: ini betul-betul merupakan suatu mujijat!

2)   Sekalipun kita tahu bahwa itu adalah mujijat, kita tidak tahu bagaimana dan kapan mujijat itu terjadi: apakah pada waktu di tangan Yesus atau pada waktu di tangan para murid atau pada waktu di tangan 5000 orang itu? Jadi, tidak perlu berusaha untuk menebak-nebak.

3)   Anak kecil itu memberikan 5 roti dan 2 ikan kepada Yesus. Akibatnya:

C. H. Spurgeon: “Anything that you take away from self and give to Christ is well invested; it will often bring in ten thousand percent” (= Apapun yang engkau ambil dari dirimu sendiri dan berikan kepada Kristus, diinvestasikan dengan baik; itu seringkali akan menghasilkan 10.000 %).

Penerapan:

Sekalipun saudara hanya mempunyai uang sedikit, karunia yang kecil / tak berarti, dan sebagainya, tetapi kalau saudara mau mempersembahkannya kepada Tuhan, maka Tuhan bisa memakainya menjadi berkat yang besar bagi banyak orang!

4)   Ay 20: Mengapa kok tidak dibuang saja? Toh Ia bisa membuat mujijat lagi lain kali!

Tidak, ini mengajar kita untuk tidak menghambur-hamburkan milik kita, apalagi milik gereja!

5)   Dalam pelayanan itu Yesus melibatkan murid-muridNya (ay 19).

Jelas bahwa Tuhan senang kalau semua orang kristen terlibat dalam pelayanan.

Penerapan:



 

 -AMIN-


e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com