kebaktian

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 6 April 2025, pk 09.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Kisah rasul 4:23-31

 

Kisah 4:23-31 - “(23) Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. (24) Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: ‘Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. (25) Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hambaMu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? (26) Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang DiurapiNya. (27) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi, (28) untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu. (29) Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hambaMu keberanian untuk memberitakan firmanMu. (30) Ulurkanlah tanganMu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, HambaMu yang kudus.’ (31) Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani..

 

I) Tindakan pada waktu mengalami kesukaran.

 

Gereja abad pertama ini mengalami kesukaran. Apa yang mereka lakukan pada waktu mengalami kesukaran?

 

1) Mereka (kedua rasul) mensharingkan kesukaran / penderitaan kepada jemaat (ay 23).

Ay 23: Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka..

 

Ini adalah sesuatu yang penting pada waktu kita mengalami kesukaran / penderitaan. Mengapa?

 

a) Mensharingkan berkat tok sama dengan menceritakan half truth (= setengah kebenaran) tentang kekristenan!

 

Kalau semua orang kristen hanya mensharingkan berkat, itu akan menimbulkan kesan bahwa ikut Kristus itu enak terus, dan ini jelas salah! Ini bukan hanya salah tetapi juga berbahaya dan merugikan. Mengapa? Karena orang luar yang mendapat kesan bahwa ikut Yesus itu enak terus, lalu mengikut Yesus, dan mereka mendapati bahwa faktanya tidaklah demikian. Mereka akan merasa tertipu oleh kekristenan, dan ini akan menyebabkan mereka membenci kekristenan dan menganggapnya sebagai suatu dusta. Mereka bahkan mungkin akan menceritakan hal ini kepada orang-orang lain.

 

b) Terus memendam semua kesukaran / penderitaan untuk diri sendiri, bisa merusak diri sendiri, karena menyebabkan kita merasa tertekan, stress, dsb. Tetapi kalau kita mensharingkan kesukaran / penderitaan itu, kita bisa merasa lega.

 

c)  Dengan mensharingkan kesukaran / penderitaan yang kita alami, kita bisa mendapatkan nasehat, penghiburan, pertolongan, dan dukungan doa.

 

Catatan:

1.  Kita harus sharing kepada orang yang rohani, jangan kepada seadanya orang!

2.  Bahkan untuk hal-hal yang bersifat sangat pribadi, sebaiknya kita hanya mensharingkannya kepada Tuhan!

 

2) Jemaat mau mendengar sharing tersebut (ay 24a).

Ay 24 - Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: ‘Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya..

 

a) Reaksi yang salah.

Seringkali pada waktu ada orang mensharingkan problemnya, ada reaksi yang salah, seperti:

1.  Tidak mau mendengar.

2.  Mendengar, tetapi bersikap acuh tak acuh.

Penerapan: Pada waktu saudara mendengar bahwa ada 10 gereja dirusak dan dirampok, orang-orangnya dianiaya dan diperlakukan secara tidak senonoh, bagaimana reaksi saudara?

3.  Mendengar, lalu menjadikan bahan gossip.

Karena itulah, maka dalam hal-hal tertentu kita harus berhati-hati untuk tidak sharing kepada sembarang orang.

 

b)      Reaksi yang benar.

Bukan hanya mau mendengar, tetapi juga harus ada kasih, simpati, mau menasehati, menghibur, menolong dan mendoakan.

Bandingkan dengan:

 

Ro 12:15b - Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!.

 

1Kor 12:26a - Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita..

 

Penerapan: Renungkan, reaksi yang bagaimana yang ada dalam diri saudara pada waktu mendengar sharing? Kalau saudara sering bereaksi secara salah, maukah saudara mengubahnya?

 

3) Mengadakan persekutuan doa.

Ay 24 - Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: ‘Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya..

 

a)      Mereka mendoakan rasul / hamba Tuhan (ay 29  bdk. Ef 6:18-20).

Ay 29 - Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hambaMu keberanian untuk memberitakan firmanMu..

 

Ef 6:18-20 - “(18) dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (19) juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, (20) yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara..

 

Banyak jemaat mempunyai anggapan bahwa merekalah yang harus didoakan oleh hamba Tuhan, bukan sebaliknya. Tetapi ini salah. Sekalipun hamba Tuhan memang mempunyai tugas untuk mendoakan jemaat, tetapi jemaatpun mempunyai tugas untuk mendoakan hamba Tuhan! Ingat bahwa hamba Tuhan bukanlah superman rohani! Ia juga adalah manusia yang lemah, yang condong kepada dosa, yang sama sekali bukan tandingan dari setan, sehingga kalau tidak didukung dalam doa, ia akan jatuh / hancur.

 

b)      Mereka berdoa dengan satu hati.

Ay 24 - Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: ‘Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya..

 

Dalam ay 24 dikatakan bahwa ‘berserulah mereka bersama-sama.

 

NIV/RSV: ‘they raised / lifted their voices together’ [= mereka menaikkan suara mereka bersama-sama].

 

Baik Kitab Suci Indonesia maupun NIV dan RSV salah terjemahan.

 

Kata Yunani yang diterjemahkan ‘bersama-sama’ adalah HOMOTHUMADON, yang terjemahan seharusnya adalah ‘with one accord’ [= dengan suara bulat, seia sekata]. Ini terjemahan yang diambil oleh KJV, NKJV, ASV, dan NASB.

 

Kata Yunani yang sama digunakan dalam Kis 1:14 dan diterjemahkan ‘sehati’.

Kis 1:14 - Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus..

 

Beberapa hal yang bisa dipelajari dari hal ini:

 

1.  Ay 24 ini jelas tidak bisa dipakai untuk mendukung ‘doa bersuara’, karena ayat ini tidak menunjukkan mereka sama-sama membuka suara, tetapi bahwa mereka berdoa dengan sehati! Bahkan bisa dikatakan bahwa ayat ini menentang doa bersuara, karena dalam doa bersuara dimana semua orang buka suara, sebetulnya tidak ada kesehatian dalam doa itu, karena sekalipun topik yang didoakan sama, tetapi jelas setiap orang berdoa secara berbeda.

 

Misalnya, sekalipun semua mendoakan tentang hamba Tuhan, tetapi mungkin yang seorang mendoakan keluarganya, yang seorang mendoakan kesehatannya, yang seorang mendoakan kerohaniannya, dsb.

 

Bdk. 1Kor 14:16 - “Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan ‘amin’ atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?”.

 

Ini adalah ayat yang melarang doa pengucapan syukur dengan bahasa roh, karena pendengar yang tentu saja tidak mengerti doa itu, tidak bisa mengaminkan doa itu. Dari ayat ini terlihat suatu prinsip dalam persekutuan doa, yaitu satu orang berdoa dengan suara keras, dan yang lain mendengarkan dan ikut mengaminkan (tindakan mengaminkan ini cukup dilakukan dalam hati, bukan dengan suara keras sehingga menganggu konsentrasi orang lain).

 

Supaya saudara tidak menganggap bahwa ini sekedar merupakan tafsiran saya, saya berikan tafsiran / komentar Calvin tentang ayat ini, dimana ia berkata:

 

“He now comes to speak of public prayers also. ‘If he that frames or utters forth prayers in the name of the people is not understood by the assembly, how will the common people add an expression of their desires in the close, so as to take part in them? For there is no fellowship in prayer, unless when all with one mind unite in the same desires. The same remark applies to blessing, or giving thanks to God.’” [= Sekarang ia berbicara juga tentang doa-doa di depan umum. Jika orang yang membentuk atau mengucapkan doa atas nama umat tidak dimengerti oleh jemaat, bagaimana orang-orang awam dapat menambahkan ungkapan keinginan mereka di akhir, sehingga mereka mengambil bagian di dalamnya? Sebab tidak ada persekutuan dalam doa, kecuali ketika semua orang bersatu dalam satu hati dengan keinginan yang sama. Hal yang sama berlaku untuk pujian atau ucapan syukur kepada Allah.’] - hal 448.

 

“Paul’s expression, however, intimates, that some one of the ministers uttered or pronounced prayers in a distinct voice, and that the whole assembly followed in their minds the words of that one person, until he had come to a close, and they all said Amen - to intimate, that the prayer offered up by that one person was that of all of them in common.” [= ungkapan Paulus menunjukkan bahwa salah seorang pendeta menaikkan doa dengan suara yang jelas dan seluruh jemaat mengikuti dalam pikiran mereka kata-kata dari orang itu, sampai ia selesai, dan mereka semua berkata Amin - untuk menunjukkan bahwa doa yang dinaikkan oleh satu orang itu adalah doa mereka semua.] - hal 448.

 

Hal ini juga terlihat dari:

a.      1Taw 16:7-36.

Dalam ay 7 ditunjukkan bahwa beberapa orang memimpin nyanyian (dalam menyanyi bisa saja beberapa orang atau bahkan seluruh jemaat menyanyi bersama-sama, karena kata-katanya sama, tetapi dalam berdoa tidak!); nyanyian itu ada dalam ay 8-36a, lalu pada ay 36b jemaat mengucapkan ‘amin’.

b.      Maz 106:1-48.

Sekalipun tidak disebutkan secara explicit, tetapi dari kata-kata dalam mazmur ini terlihat bahwa itu adalah suatu doa. Pada ay 48b (pada akhir dari doa itu) maka semua jemaat mengucapkan ‘amin’.

c.       Ul 27:14-26.

Ini adalah pembacaan Firman Tuhan / ayat Kitab Suci. Beberapa orang membacakannya (ay 14), dan setiap ayat ditutup dengan ‘amin’ oleh seluruh jemaat.

 

2.  Kata HOMOTHUMADON.

a.  Kata ini digunakan dalam Kis 1:14  2:46  4:24  5:12  15:25 dan Ro 15:6 untuk menunjuk pada kesatuan / kesehatian orang percaya.

b.  Kata ini juga digunakan dalam Kis 7:57  18:12  19:29 untuk menunjuk pada kesatuan orang kafir dalam menentang gereja.

Kalau orang kafir bersatu menentang gereja, sedangkan gereja terpecah belah, maka gereja pasti kalah! Karena itu doakanlah dan usahakanlah kesatuan, dimulai dengan gereja kita sendiri!

 

3.  Persekutuan doa dalam ay 24 ini menunjukkan kesatuan gereja abad pertama, karena bukan saja mereka mau peduli dan mendoakan rasul-rasul yang mengalami kesukaran / penderitaan, tetapi mereka juga bisa bersatu hati dalam doa!

 

II) Hal-hal yang bisa dipelajari dari isi doa mereka.

 

1) Mereka tidak mulai dengan menceritakan kesukaran mereka, tetapi mereka mulai dengan menyadari dan mengakui Allah sebagai pencipta (ay 24b  bdk. dengan doa raja Hizkia dalam 2Raja 19:15-dst).

 

Ay 24 - Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: ‘Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya..

 

2Raja 19:15-19  - “(15) Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: ‘Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. (16) Sendengkanlah telingaMu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mataMu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mengaibkan Allah yang hidup. (17) Ya TUHAN, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan bangsa-bangsa dan negeri-negeri mereka (18) dan menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan tangan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang. (19) Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN.’.

 

Ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan khususnya pada waktu kita berdoa untuk kesukaran kita. Kalau kita memulai doa kita dengan menceritakan betapa besar kesukaran kita, maka besar kemungkinan bahwa isi doa itu sendiri akan melemahkan iman kita, membuat kita kecil hati, putus asa, dsb. Tetapi kalau kita memulai doa kita dengan menyatakan kemahakuasaan Allah sebagai pencipta, maka kata-kata itu sendiri akan menguatkan iman kita. Setelah itu barulah kita menyatakan permintaan kita, dan kita akan bisa lebih mempunyai iman pada saat menaikkan permintaan itu.

 

Penerapan:

a) Kalau saudara berdoa untuk rencana pembelian gedung gereja, bagaimana doa saudara? Apakah saudara memulai doa saudara dengan menceritakan kesukaran (harga gedung 2 M, uang kita cuma beberapa puluh juta, jemaat kita sedikit, dsb), atau saudara memulainya dengan menujukan pikiran saudara pada kemahakuasaan Allah?

b) Kalau saudara berdoa untuk keluarga saudara yang sakit berat, bagaimana doa saudara? Apakah saudara memulai dengan menggambarkan kepada Allah betapa beratnya penyakit itu, dan bahwa dokter sudah angkat tangan, dsb? Atau saudara memulai doa dengan menujukan pikiran saudara pada kemahakuasaan Allah?

c)  Kalau saudara berdoa untuk problem ekonomi saudara, bagaimana doa saudara? Apakah saudara memulai doa itu dengan menceritakan kepada Allah betapa banyak hutang saudara dan betapa banyaknya problem dalam pekerjaan saudara, dsb? Atau maukah saudara memulai doa itu dengan menujukan pikiran saudara pada kemaha-kuasaan Allah?

 

2) Mereka memandang pada rencana Allah dan pelaksanaannya (Providence of God). Dari mana kita bisa melihat hal ini?

 

a) Ay 24: ‘Ya Tuhan’.

KJV/NASB: Lord [= Tuhan].

RSV/NIV: Sovereign Lord [= Tuhan yang berdaulat].

 

Kata bahasa Yunaninya adalah DESPOTES, dari mana kata bahasa Inggris despot [= raja / penguasa lalim] diturunkan.

 

Tentu saja pada waktu kata ini digunakan untuk Tuhan, tidak dimaksudkan bahwa Tuhan itu lalim. Yang ditekankan adalah otoritas, kuasa dan kedaulatan Tuhan dalam memerintah seluruh alam semesta, dimana Ia tidak tergantung oleh siapapun / apapun di luar diriNya.

 

b)      Allah sebagai pencipta (ay 24).

Kalau Allah adalah pencipta, Allah pasti menguasai dan mengatur ciptaanNya itu dan dengan demikian segala ciptaanNya tergantung kepada Dia!

 

c)      Ay 27-28 jelas menunjukkan Rencana Allah dan Providence of God!

Ay 27-28 - (27) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi, (28) untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu..

 

Orang-orang itu (Herodes dan Pontius Pilatus) berbuat dosa pada waktu mereka membunuh Yesus, tetapi dengan itu mereka melaksanakan Rencana Allah (Ini tentu tidak bisa diartikan bahwa mereka mentaati Allah. Mereka melakukan dosa dengan tujuan / motivasi yang berbeda! Allah merencanakan kematian Yesus untuk menebus dosa manusia. Mereka membunuh Yesus bukan supaya Yesus menjadi Penebus dosa!).

 

Ay 28: ‘kuasa dan kehendakMu’.

NIV: ‘Your power and will’ [= kuasa dan kehendakMu].

NASB: ‘thy hand and thy purpose’ [= tanganMu dan rencanaMu].

RSV: ‘thy hand and thy plan’ [= tanganMu dan rencanaMu].

KJV: ‘thy hand and thy counsel’ [= tanganMu dan rencanaMu].

 

Lukas menambahkan kata ‘hand / tangan’ untuk menunjukkan bahwa segala sesuatu terjadi tidak hanya karena adanya Rencana Allah, tetapi juga karena adanya tangan / kuasa Allah yang mengatur semua itu (Providence of God). Jadi, segala sesuatu (dalam arti kata yang mutlak!) bisa terjadi karena Allah menetapkan dan melaksanakan ketetapanNya.

 

Karena itu ada orang yang berkata : “A Calvinist is a someone who sees God in everything.” [= Seorang Calvinist adalah seorang yang melihat Allah dalam segala sesuatu.].

 

Kepercayaan pada Rencana Allah dan pelaksanaannya (Providence of God) adalah sesuatu yang sangat penting pada waktu kita menghadapi problem! Kalau kita menganggap bahwa segala sesuatu (atau hal-hal tertentu) terjadi secara kebetulan, maka kita pasti akan kuatir. Tetapi, kalau kita percaya bahwa segala sesuatu bisa terjadi hanya kalau Allah sudah menentukan dan menggunakan kuasaNya untuk melaksanakan ketentuanNya, maka kita tidak akan kuatir karena kita tahu bahwa segala sesuatu ada dalam genggaman Allah yang mengasihi kita (bdk. Ro 8:28).

 

Ro 8:28 - Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah..

 

Jemaat abad pertama itu percaya pada Rencana Allah dan pelaksanaannya (Providence of God) sehingga mereka punya keyakinan yang besar dalam kesukaran. Ini terlihat dari kata ‘sia-sia’ yang mereka ucapkan dalam ay 25 akhir.

 

Ay 25 - Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hambaMu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?.

 

Memang, semua yang melawan Rencana Allah, pasti gagal / sia-sia!

 

3) Mereka mengingat / mengutip Firman Tuhan dalam doa (ay 25-26 bdk. Maz 2:1-2).

 

Ay 25-26 - (25) Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hambaMu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? (26) Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang DiurapiNya..

 

Maz 2:1-2 - “(1) Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? (2) Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapiNya:.

 

Jangan mengutip ayat dalam doa untuk ‘pamer ayat hafalan’ atau untuk ‘berkhotbah dalam doa’.

 

Tetapi kita bisa mengutip ayat Kitab Suci dalam doa untuk menguatkan keyakinan dalam doa, atau untuk mengclaim janji Tuhan.

Dalam bagian ini jemaat abad pertama menganggap bahwa ay 27-28 merupakan penggenapan nubuat Maz 2:1-2. Ini sesuatu yang penting! Dalam hidup kita, kita harus bisa melihat hal-hal di sekeliling kita sebagai penggenapan Firman Tuhan. Itu bisa menguatkan iman kita.

 

Misalnya:

 

a) Banyak problem dalam ikut Yesus. Ini menggenapi Mat 16:24  Yoh 15:18-20  Fil 1:29.

 

Mat 16:24 - Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku..

 

Yoh 15:18-20 - “(18) ‘Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. (19) Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (20) Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firmanKu, mereka juga akan menuruti perkataanmu..

 

Fil 1:29 - Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,.

 

b) Adanya banyak nabi-nabi palsu. Ini menggenapi Mat 24:11,24.

 

Mat 24:11,24 - “(11) Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. ... (24) Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga..

 

c)  Zaman ini jarang ada orang senang dengan Firman Tuhan yang sungguh-sungguh (bukan yang banyak dongeng / kesaksian / leluconnya, tetapi yang betul-betul membahas Firman Tuhan / Kitab Suci). Ini menggenapi 2Tim 4:3-4.

 

2Tim 4:3-4 - “(3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng..

 

Kalau kita hanya melihat hal-hal yang terjadi itu saja, kita akan menjadi susah. Tetapi kalau kita bisa melihatnya sebagai penggenapan Firman Tuhan, kita dikuatkan karena kita bisa makin yakin bahwa Alkitab memang adalah Firman Tuhan yang benar!

 

4) Mati terhadap diri sendiri.

Perhatikan bahwa dalam doa itu, jemaat abad pertama ini tidak meminta supaya bebas dari problem, dan bahkan tidak meminta perlindungan dari Tuhan terhadap ancaman orang-orang Yahudi (permintaan ini mungkin ada tetapi secara implicit). Jelas bahwa mereka tidak peduli pada diri mereka sendiri! Yang mereka minta adalah:

 

a)      Keberanian untuk memberitakan Firman Tuhan (ay 29).

Ay 29 - Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hambaMu keberanian untuk memberitakan firmanMu..

 

Mereka minta keberanian untuk rasul-rasul yang baru saja menunjukkan keberanian mereka (Kis 4:13).

 

Kis 4:13 - Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus..

 

Ini jelas menunjukkan bahwa mereka sadar bahwa tadi rasul-rasul itu bisa berani karena Tuhan memberikan keberanian. Karena itu mereka minta keberanian lagi, supaya rasul-rasul itu tetap berani.

 

b)      Kuasa untuk melakukan mujizat (ay 30).

 

Ay 30 - Ulurkanlah tanganMu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, HambaMu yang kudus.’.

 

Perhatikan bahwa dua hal yang mereka minta ini justru adalah hal-hal yang menyebabkan mereka mendapatkan kesukaran (Kis 3). Tetapi sekarang mereka justru meminta 2 hal itu lagi! Ini betul-betul menunjukkan bahwa mereka memang mati bagi diri sendiri dan hidup bagi Tuhan!

 

Ini adalah sikap yang penting dalam doa! Banyak orang berdoa dengan sikap yang egois. Mereka tidak berdoa untuk kemuliaan Tuhan tetapi untuk kesenangan diri sendiri!

 

Bagaimana dengan saudara? Dengan sikap bagaimana saudara berdoa?

 

III) Jawaban Doa (ay 31).

 

1) Tempat itu goyang.

Ay 31: Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani..

 

=========================================================

 

Pertanyaan: apakah saat itu ada gempa bumi?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Penjelasan:

 

1.       Bahasa Asli Yunani:

Frasa ‘goyanglah tempat’ dalam bahasa Yunani adalah:

ἐσαλεύθη ὁ τόπος (esaleuthē ho topos)

a.  esaleuthē = diguncangkan, terguncang, bergetar

b.  ho topos = tempat itu

 

Kata kerja σαλεύω (saleuō) sering digunakan dalam konteks guncangan fisik, gempa, atau metafora guncangan emosional / spiritual, tergantung konteks.


2.       Apakah ini Gempa Bumi Literal?

Tidak secara eksplisit dikatakan bahwa ini adalah gempa bumi alami. Tapi:

a.  Tempat itu terguncang secara fisik.

b.  Ini adalah manifestasi supernatural - mirip dengan gempa kecil supranatural yang terjadi dalam Kisah Para Rasul 16:26, ketika penjara terguncang saat Paulus dan Silas berdoa dan menyanyi.

 

Jadi kemungkinan besar:

Ya, terjadi guncangan fisik seperti gempa, tapi itu bukan gempa bumi biasa - melainkan tanda kehadiran dan kuasa Allah.


3.       Paralel di Perjanjian Lama dan PB:

a.  Keluaran 19:18 - Gunung Sinai berguncang saat Allah hadir.

b.  Mazmur 114:7 - ‘Gemetarlah di hadapan TUHAN...’

c.  Kisah Para Rasul 2:1-4 – Saat Roh Kudus turun, terdengar bunyi seperti tiupan angin keras.

 

Kis 4:31 mirip dengan semua ini: guncangan itu adalah tanda kehadiran dan persetujuan Allah atas doa mereka.


Kesimpulan:

 

Kisah Para Rasul 4:31 menunjukkan adanya guncangan nyata pada tempat itu, tapi bukan gempa bumi dalam pengertian geologis alami. Itu adalah guncangan supranatural sebagai tanda kehadiran Roh Kudus. Jadi bukan fenomena alam biasa, melainkan mujizat.

 

=========================================================

 

Saya bertanya lagi: Mengapa kamu menyebut ‘gempa kecil’ dalam Kis 16:26? Sedangkan semua terjemahan alkitab bahasa Inggris mengatakan ‘a great earthquake’ [= suatu gempa besar]?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Pertanyaanmu sangat bagus, dan kamu benar sekali - Kisah Para Rasul 16:26 memang menyebut ‘a great earthquake’ dalam hampir semua terjemahan Alkitab bahasa Inggris, seperti:

KJV: “And suddenly there was a great earthquake...”

ESV: “And suddenly there was a great earthquake...”

NIV: “Suddenly there was such a violent earthquake...”


Bahasa Yunani Aslinya:

σεισμὸς μέγας (seismos megas)

1.      seismos = gempa bumi

2.      megas = besar

Jadi secara harfiah: ‘gempa bumi besar’.


Jadi mengapa aku sempat menyebut ‘gempa kecil supranatural’?

Itu kesalahan dari sisi wordingku. Yang aku maksud sebenarnya adalah:

a.  Kis 4:31 tidak disebut ‘gempa bumi’ dalam bahasa Yunani - hanya ‘tempat itu terguncang’ (esaleuthē ho topos).

b.  Kis 16:26, berbeda dengan Kis 4:31, memang secara eksplisit menyebut ‘gempa bumi besar’.

 

Aku seharusnya menulis:

‘...mirip dengan guncangan supranatural yang terjadi dalam Kis 16:26 (yang di sana memang adalah gempa bumi besar).’

 

Bukan ‘gempa kecil’ - itu memang misleading. Terima kasih sudah mengoreksi!

 

=========================================================

 

Mujizat ini menunjukkan:

a) Kuasa Allah.

b) Kehadiran Allah.

c)  Doa mereka didengar oleh Allah.

 

2) Mereka dipenuhi oleh Roh Kudus.

Ay 31: Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani..

 

Berbeda dengan baptisan Roh Kudus yang hanya bisa terjadi satu kali, kepenuhan Roh Kudus bisa terjadi berulang-ulang.

 

Ef 5:18 - Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,.

 

Bagian yang saya beri warna biru itu dalam bahasa Yunani adalah: πληροῦσθε. Ini merupakan kata perintah bentuk present, pasif.

 

Karena itu, ini merupakan perintah yang harus dilakukan terus menerus.

 

3) Mereka memberitakan Firman Tuhan dengan berani.

Ay 31: Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani..

 

Ada hubungan yang erat antara kepenuhan Roh Kudus dan pemberitaan Firman Tuhan! Orang yang penuh Roh Kudus tidak harus berbahasa Roh, tetapi ia harus taat kepada Tuhan. Di sini, ketaatan itu diwujudkan dengan memberitakan Firman Tuhan dengan berani.

 

Orang yang penuh Roh Kudus pasti akan berani memberitakan Firman Tuhan! Bagaimana dengan saudara?

 

4) Ay 33: ‘kuasa yang besar’.

Ini menunjukkan bahwa mereka diberi kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat sesuai dengan permintaan mereka dalam ay 30.

 

Kesimpulan:

 

Tuhan mendengar dan mengabulkan doa mereka! Kalau dulu Tuhan bisa melakukan hal itu, sekarangpun Ia bisa! Apakah saudara mempunyai problem / kesukaran? Bawalah kepada Tuhan dalam doa dengan sikap yang sama seperti yang ada pada jemaat abad pertama! Tuhan akan mendengar dan mengabulkan doa saudara!

 

Seseorang mengatakan : “Sorrow looks back, worry looks around, faith looks up.” [= Kesedihan melihat kebelakang, kekuatiran melihat ke sekeliling, iman melihat ke atas.].

 

Lagu / hymne ‘What a friend we have in Jesus’ bait ke 2.

 

Have we trials and temptations? [= Apakah kita menghadapi pencobaan dan godaan?]

Is there trouble anywhere? [= Apakah ada masalah di mana pun?]

We should never be discouraged [= Kita tidak boleh putus asa]

Take it to the Lord in prayer. [= Bawalah semua itu kepada Tuhan dalam doa.]

Can we find a friend so faithful, [= Dapatkah kita menemukan sahabat yang begitu setia,]

Who will all our sorrows share? [= Yang mau menanggung semua kesusahan kita?]

Jesus knows our every weakness; [= Yesus tahu setiap kelemahan kita;]

Take it to the Lord in prayer. [= Bawalah semua itu kepada Tuhan dalam doa.]

 

Dalam menghadapi segala problem, hadapilah dengan melihat ke atas / berdoa! Maukah saudara melakukan hal itu?

 

 

-AMIN-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali

Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya  BLOK  D - 16, SURABAYA

Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin