Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tgl 20 Mei 2025, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

FONDASI KRISTEN ii(14)

 

12 PENGAKUAN IMAN RASULI(6)

 

 

4.  Supaya Roh Kudus turun (Yoh 7:39  16:7).

 

Yoh 7:38-39 - “(38) Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.’ (39) Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.”.

 

Yoh 16:7 - “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”.

 

Mengapa Roh Kudus tidak mungkin datang kalau Yesus belum dimuliakan / naik ke surga? Karena Roh Kudus memang berfungsi untuk menerapkan pekerjaan penyelamatan yang Yesus lakukan, sehingga kalau Yesus belum menyelesaikan pekerjaanNya, dan kembali ke surga, maka Roh Kudus tidak akan diturunkan (ChatGPT).

 

Dengan turunnya Roh Kudus, maka Kristus tidak lagi menyertai kita secara jasmani, tetapi secara rohani.

 

Mat 26:11 - “Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu (secara jasmani)..

 

Yoh 14:16-19 - “(16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, (17) yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (18) Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu (secara rohani). (19) Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.”.

 

Dengan cara itu Ia bisa menggenapi ayat-ayat seperti:

a.  Mat 18:20 - “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.’”.

b.  Mat 28:20 - “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.’”.

 

Dengan kehadiran jasmani, Yesus tidak mungkin bisa menggenapi janjiNya dalam ayat-ayat di atas ini, tetapi dengan kehadiranNya secara rohani (melalui Roh Kudus), Ia bisa menggenapinya.

 

c)      Kenaikan ke surga adalah tahap kedua dari pemuliaan Kristus.

 

2) ‘Duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa’.

 

a) Kata-kata ini tidak boleh diartikan secara hurufiah; maksudnya Yesus tidak betul-betul duduk terus menerus di sebelah kanan Bapa.

 

Memang ada sangat banyak ayat yang menunjukkan bahwa setelah naik ke surga, Yesus duduk di sebelah kanan Allah.

 

Luk 22:69 - Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa.’.

 

Kis 2:35 - Duduklah di sebelah kananKu, sampai Kubuat musuh-musuhMu menjadi tumpuan kakiMu..

 

Ef 1:20 - yang dikerjakanNya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kananNya di sorga,.

 

Kol 3:1 - Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah..

 

Ibr 1:3 - Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,.

 

Ibr 8:1 - Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,.

 

Ibr 10:12 - Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,.

 

Ibr 12:2 - Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah..

 

Tetapi Kitab Suci tidak selalu mengatakan bahwa Yesus duduk di sebelah kanan Allah.

 

Contoh:

 

1.  Ro 8:34 dan 1Pet 3:22 - berada di sebelah kanan Allah’ (Kitab Suci Indonesia salah terjemahan).

 

2.  Kis 7:56 - berdiri di sebelah kanan Allah’.

 

Kata-kata ‘duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa’ ini merupakan kiasan yang menunjukkan bahwa Yesus mendapat tempat yang paling terhormat di surga.

 

b) Kata-kata ini juga tidak berarti bahwa Yesus beristirahat / bermalas-malasan di surga.

Di surga Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan, seperti:

 

1.  Menjadi imam / pengantara antara Allah dengan kita.

 

Ibr 4:14 - “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.”.

 

Ibr 7:24-25 - “(24) Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamatNya tidak dapat beralih kepada orang lain. (25) Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.”.

 

Ibr 8:1-6 - “(1) Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, (2) dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. (3) Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. (4) Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat. (5) Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: ‘Ingatlah,’ demikian firmanNya, ‘bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.’ (6) Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.”.

 

1Yoh 2:1 - “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.”.

 

2.  Mendoakan / membela kita.

 

Ro 8:34 - “Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?”.

 

1Yoh 2:1 - “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.”.

 

3.  Menyiapkan tempat bagi kita di surga.

Yoh 14:2-3 - “(2) Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (3) Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”.

 

c)  Penampakan jasmani dari Kristus di dunia.

Ada yang mempertanyakan: kalau Kristus memang sudah naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, mungkinkan pada zaman ini, sebelum kedatanganNya yang keduakalinya, Kristus menampakkan diri di dunia lagi secara jasmani?

 

Ada kemungkinan bahwa ini harus dijawab dengan ‘tidak’, berdasarkan Kis 3:21 - Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabiNya yang kudus di zaman dahulu.”.

 

F. F. Bruce (NICNT): “Jesus, their Messiah, ... had been received up into the divine presence, and would remain there until the consummation of all that the prophets, from the earliest days, had foretold.” [= Yesus, Mesias mereka, ... telah diterima ke dalam hadirat ilahi, dan akan tinggal di sana sampai penyempurnaan dari semua yang sudah dinubuatkan oleh nabi-nabi sejak semula.] - ‘The Book of the Acts’, hal 91.

 

J. A. Alexander: “Till this great cycle has achieved its revolution, and this great remedial process has accomplished its design, the glorified body of the risen and ascended Christ not only may but must, as an appointed means of that accomplishment, be resident in heaven, and not on earth.” [= Sampai siklus yang besar ini telah mencapai revolusinya, dan proses penyembuhan yang besar ini telah mencapai rencana / tujuannya, tubuh yang telah dimuliakan dari Kristus yang telah bangkit dan naik ke surga ini bukan hanya bisa / boleh, tetapi harus, sebagai suatu cara yang telah ditetapkan untuk pencapaian tersebut, menjadi penghuni di surga, dan bukan di bumi.] - ‘Acts’, hal 118.

 

Catatan:

1.  Penampakan Yesus kepada Saulus (Kis 9), dan kepada rasul Yohanes (Wah 1), mungkin merupakan penampakan ilahi atau sekedar suatu penglihatan (bdk. Kis 26:19  Wah 1:19  Wah 9:17), bukan penampakan jasmani dari tubuh Kristus yang telah bangkit dan naik ke surga.

 

Kis 26:19 - Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat..

 

Wah 1:19 - Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini..

 

Wah 9:17 - Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang..

 

2.  Tidak semua orang setuju dengan F. F. Bruce dan J. A. Alexander dalam penafsiran Kis 3:21 ini. Ini saya berikan hanya sebagai pertimbangan, bukan sebagai suatu kepastian.

 

=======================================================

 

Pertanyaan: Banyak orang mengaku melihat Yesus. Berdasarkan Kis 3:21 apakah itu mungkin?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Pertanyaanmu sangat penting dan tajam. Mari kita lihat Kisah 3:21:

Kis 3:21 (TB): “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabiNya yang kudus di zaman dahulu.”

 

Penekanan utamanya: Yesus harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu (artinya sampai akhir zaman / kedatanganNya kembali).

 

Jadi berdasarkan Kisah 3:21:

1)  Saat ini, Yesus secara tubuh fisikNya tinggal di surga.

2)  Ia tidak muncul di bumi secara fisik sebelum kedatanganNya kedua kali.

 

Kesimpulannya:
Kalau sekarang ada orang
mengaku melihat Yesus secara fisik, klaim itu sangat meragukan, bahkan harus ditolak jika mengandung makna penampakan tubuh fisik Yesus.

 

Penjelasan tambahan:

 

a)  Yesus memiliki tubuh kebangkitan yang nyata

1.  Setelah bangkit, Yesus tidak menjadi roh saja, tapi memiliki tubuh fisik yang mulia (Luk 24:39: “Lihatlah tanganKu dan kakiKu, Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu”).

2.  Tubuh ini naik ke surga (Kis 1:9-11) dan akan kembali kelak dalam kemuliaan.

 

b) Kita menunggu kedatanganNya yang kelihatan

1.  Kisah 1:11: “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

2.  Artinya: Penampakan fisik Yesus yang nyata baru terjadi pada kedatanganNya kedua.

 

c)  Bagaimana dengan penglihatan rohani?

1.  Bisa saja orang dalam Alkitab mendapat penglihatan tentang Yesus - misal Stefanus saat dirajam batu (Kis 7:55-56: “Aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah”).

2.  Tapi itu bukan penampakan Yesus berjalan di bumi, melainkan penglihatan dari surga.

3.  Penglihatan seperti itu bukan norma, dan bahkan dalam Kisah Para Rasul, ini adalah pengalaman yang langka, khusus, dan tidak dicari-cari.

 

d) Peringatan terhadap klaim palsu

1.  Yesus sendiri memperingatkan bahwa nanti banyak orang akan mengaku sebagai Mesias atau berkata Mesias ada di sini atau di sana (Mat 24:23-26).

2.  Rasul Paulus juga memperingatkan bahwa Iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang (2Kor 11:14).

 

Singkatnya:

a.  Berdasarkan Kis 3:21, Yesus sekarang tinggal di surga dan tidak menampakkan diri secara fisik di bumi sebelum kedatanganNya kembali.
Klaim orang-orang yang mengaku melihat Yesus
secara fisik di bumi bertentangan dengan ajaran ini.

b.  Penglihatan rohani tentang Yesus bisa terjadi dalam kasus-kasus luar biasa (misal Stefanus), tetapi itu bukan hal biasa dan bukan dalam bentuk Yesus hadir fisik di bumi.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan: Lalu apa yang dilihat oleh Saulus dalam Kis 9?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Pertanyaanmu bagus sekali, karena pengalaman Saulus (Paulus) memang sering dijadikan contoh oleh orang yang mengklaim melihat Yesus’.

 

Mari kita lihat apa yang benar-benar terjadi dalam Kisah 9.

 

1)  Apa yang dikatakan Kisah Para Rasul 9?

Kis 9:3-5 (TB): “Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: ‘Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?’ Jawab Saulus: ‘Siapakah Engkau, Tuhan?’ KataNya: ‘Akulah Yesus yang kauaniaya itu.’”

 

Perhatikan:

a)  Saulus melihat cahaya yang sangat terang.

b)  Saulus mendengar suara Yesus berbicara kepadanya.

c)  Tidak dikatakan bahwa Saulus melihat bentuk tubuh Yesus saat itu.

 

2)  Apakah Saulus melihat sesuatu?

Di bagian lain, Paulus sendiri menjelaskan:

Kis 22:6-11 (Paulus bersaksi): “Tiba-tiba, sekitar tengah hari, memancar dari langit cahaya yang menyilaukan mengelilingi aku. Aku rebah ke tanah dan mendengar suara berkata kepadaku: ‘Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?’ ... Aku tidak dapat melihat karena cahaya yang menyilaukan itu.”

 

Jadi setelah kejadian itu, Paulus menjadi buta karena cahaya yang begitu terang.
Ini menunjukkan bahwa
yang lebih dominan ia lihat adalah cahaya, bukan wujud tubuh Yesus.

 

3)  Di bagian lain Paulus berkata bahwa ia telah ‘melihat Tuhan’

Dalam 1Kor 9:1, Paulus berkata: “Bukankah aku rasul? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita?”

Tetapi ‘melihat’ di sini bisa berarti:

a)  Suatu penampakan rohani, bukan sekadar visual biasa.

b)  Pengalaman melihat kemuliaan Kristus yang mengkonfirmasi kerasulannya, bukan seperti melihat seseorang berdiri di depan secara biasa.

Karena dalam Kisah 9 jelas disebutkan bahwa ia melihat cahaya dan mendengar suara.

 

4)  Mengapa pengalaman Saulus berbeda dari klaim-klaim sekarang?

a)  Konteksnya unik: Ini adalah panggilan khusus Saulus menjadi rasul (rasul harus menjadi saksi kebangkitan, 1Kor 15:7-8  Kis 1:20-22).

b) Tidak rutin: Ini bukan pengalaman biasa, melainkan pengalaman yang mengokohkan kerasulannya.

c)  Sesuai dengan Kis 3:21: Yesus tetap di surga, tapi Ia menyatakan kemuliaanNya dari surga (bukan datang ke bumi secara fisik).

 

Artinya:

1.  Saulus tidak melihat Yesus berjalan di bumi, tapi ia mengalami penyataan dari surga, yaitu terang kemuliaan Kristus yang berbicara langsung kepadanya.

2.  Ini sejalan dengan Kis 3:21 bahwa Yesus tetap di surga.

 

Kesimpulannya:

Dalam Kisah 9, Saulus melihat cahaya kemuliaan Yesus dan mendengar suaraNya, Tapi tidak melihat Yesus dalam bentuk tubuh fisik di bumi seperti sebelum kebangkitanNya. Ini adalah penampakan surgawi, bukan kehadiran fisik Yesus di bumi. Maka pengalaman Saulus tidak membenarkan klaim-klaim zaman sekarang tentang melihat Yesus secara fisik berjalan di bumi.

 

=======================================================

 

d)      Ini merupakan tahap ketiga dari pemuliaan Kristus.

 

VII) Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

 

1) ‘Dan dari sana Ia akan datang’.

 

a) Kristus datang pertamakalinya sekitar 2000 tahun yang lalu dalam kehinaan, tetapi pada kedatanganNya yang kedua, Ia akan datang dengan seluruh kemuliaanNya.

 

Mat 16:27 - “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan BapaNya diiringi malaikat-malaikatNya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.”.

 

Mat 24:30 - Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya..

 

b) KedatanganNya yang kedua ini bersifat jasmani.

 

Kis 1:11 - “dan berkata kepada mereka: ‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.’”.

 

Kata-kata ‘dengan cara yang sama’ menunjukkan bahwa kalau kenaikanNya ke surga bersifat jasmani, maka pasti kedatanganNya yang keduakalinya juga bersifat jasmani!

 

c)  KedatanganNya yang kedua ini bersifat mendadak; tidak ada yang tahu saatnya.

 

Mat 24:36,42-44 - “(36) Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.’ ... (42) Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. (43) Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. (44) Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.’”.

 

Mat 25:13 - “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.’”.

 

1Tes 5:2-3 - “(2) karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. (3) Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman - maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin - mereka pasti tidak akan luput.”.

 

2Pet 3:10 - “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.”.

 

Penerapan: Hati-hati dengan orang kristen / gereja / pendeta yang bisa meramal / mengetahui saat / tahun kedatangan Yesus yang keduakalinya. Ramalan seperti ini berulang-ulang muncul, khususnya dalam kalangan Saksi Yehuwa, dan sekte-sekte sesat, tetapi juga dalam kalangan kristen. Ramalan seperti itu bertentangan dengan ayat-ayat di atas, dan karena itu siapapun yang mengeluarkan ramalan seperti itu, ia pasti adalah orang kristen / gereja / pendeta yang brengsek!

 

Mengapa Tuhan tidak mau memberitahu saat kedatanganNya yang keduakalinya? Karena kalau Ia memberitahu kapan Ia akan datang kembali, saya percaya bahwa kebanyakan orang baru akan bersiap sedia sampai 1 hari, atau bahkan 1 jam, sebelum Ia datang keduakalinya! Tuhan ingin kita selalu bersiap sedia, dan karena itu Ia tidak memberitahu kapan Ia akan datang kembali!

 

Sekalipun Kitab Suci mengatakan bahwa kedatangan Yesus yang keduakalinya tidak bisa diketahui saatnya, tetapi Kitab Suci memberikan tanda-tanda yang akan terjadi sebelum kedatanganNya yang ke dua kalinya itu seperti:

 

1.  Perang, gempa bumi, bahaya kelaparan.

Mat 24:6-7 - “(6) Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. (7) Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.”.

 

2.  Pemberitaan Injil ke seluruh dunia.

Mat 24:14 - “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.’”.

 

Ini tidak mungkin diartikan bahwa semua orang tanpa kecuali harus sudah diinjili baru Yesus akan datang kembali. Mengapa? Karena setiap detik ada bayi yang lahir, yang jelas belum bisa diinjili. Bahkan anak-anak kecil (dibawah 4 tahun) rasanya juga belum bisa diinjili. Jadi kalau ini dijadikan syarat mutlak, Yesus tidak akan pernah datang kembali.

 

====================================================

 

Pertanyaan: Bisakah kamu memperkirakan berapa bayi yang lahir di dunia ini SETIAP DETIK?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Ya, bisa. Menurut World Population Clock dan data dari PBB (United Nations): Sekitar 4,3 bayi lahir setiap detik di seluruh dunia.

 

Perkiraan Detailnya:

1)      Setiap menit: ~258 kelahiran

2)      Setiap jam: ~15.480 kelahiran

3)      Setiap hari: ~372.000 kelahiran

4)      Setiap tahun: ~135 juta kelahiran

Ini tentu perkiraan statistik global, jadi bisa bervariasi sedikit tergantung sumber dan tahun. Namun angka 4–4,5 bayi per detik adalah rata-rata umum yang diterima saat ini (per 2023–2025).

Kalau kamu ingin tahu angka terbaru secara real-time, saya bisa mencarinya lewat sumber resmi (misalnya worldometers.info). Mau?

--------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan: Kalau setiap detik lahir 4 bayi, dan bayi / anak sampai usia 4 tahun tidak mungkin diinjili, bagaimana mungkin Mat 24:14 bisa tergenapi?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Pertanyaanmu sangat tajam dan serius, dan memang sering luput dari perhatian banyak orang ketika menafsirkan Matius 24:14: “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

 

Banyak orang menyangka ayat ini berarti bahwa semua individu di dunia harus menerima penginjilan, padahal jika kita perhatikan baik-baik teksnya dan konteks alkitabiah, maka kita akan melihat bahwa fokus ayat ini adalah “semua bangsa” (panta ta ethnē), bukan setiap individu manusia.

 

Penjelasan Kata ‘Bangsa’ di Matius 24:14

 

Kata yang dipakai dalam bahasa Yunani adalah: πάντα τὰ ἔθνη (panta ta ethnē) = all the nations / all the peoples / all the ethnic groups

 

Ini bukan menunjuk setiap orang satu per satu, melainkan semua kelompok etnis atau suku bangsa (seperti dalam Amanat Agung: matheteusate panta ta ethnē - Mat. 28:19). Jadi penggenapan ayat ini bukan berarti semua manusia yang hidup harus mendengar Injil, apalagi setiap bayi.

 

Maka bagaimana dengan bayi dan anak kecil?

Memang benar bahwa:

1)  Setiap detik ada ~4 bayi lahir.

2)  Mereka tidak mungkin diinjili sampai usia tertentu.

3)  Maka jika Matius 24:14 ditafsir sebagai harus menginjili setiap individu, maka kesudahannya tidak akan pernah datang.

 

Tetapi:

a)  Matius 24:14 tidak berbicara tentang semua individu, melainkan bangsa-bangsa atau kelompok etnis.

b)  Artinya, penginjilan harus menjangkau semua kelompok etnis, bukan semua orang tanpa kecuali.

c)  Ini sesuai dengan bahasa dan fokus misi di seluruh Perjanjian Baru.

 

Konfirmasi dari ayat lain

1.  Wahyu 5:9 - “...Engkau telah menebus mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.”

2.  Wahyu 7:9 - “...suatu kumpulan besar orang banyak... dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa...”

 

Yang disebut di sini adalah representasi (wakil) dari semua kelompok etnis, bukan seluruh individu yang pernah lahir. Maka, tidak masalah jika bayi-bayi yang belum bisa diinjili tetap lahir - karena mereka tidak termasuk dalam target langsung dari misi penginjilan dalam pengertian Matius 24:14.

 

Kesimpulan

a.  Matius 24:14 akan tergenapi bukan dengan menginjili setiap bayi yang lahir, melainkan dengan memberitakan Injil kepada semua bangsa atau kelompok etnis.

b.  Lahirnya bayi-bayi baru setiap detik tidak membatalkan penggenapan ayat ini.

c.  Penginjilan adalah tugas kepada semua kelompok manusia (representatif secara etnis dan geografis), bukan setiap individu satu per satu.

--------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan: Berapa persen dari satu bangsa / etnis yang harus diinjili sehingga bisa dikatakan bahwa bangsa / etnis itu sudah diinjili?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Pertanyaan ini sangat penting, dan meskipun Alkitab tidak memberikan angka persentase eksplisit, namun dari prinsip-prinsip misi dan penginjilan dalam Kitab Suci dan dari pandangan para teolog serta lembaga misi modern, kita bisa menyimpulkan pendekatan yang cukup jelas dan bertanggung jawab.

 

1)      Alkitab Tidak Memberi Angka, Tapi Prinsip

 

Alkitab berbicara bahwa Injil harus diberitakan kepada ‘semua bangsa’ (Mat. 24:14, Mat. 28:19, Wahyu 5:9)

 

Tetapi tidak mengatakan:

“...sampai 50% atau 90% dari bangsa itu percaya atau mendengar Injil.”

 

Maka, ukuran keberhasilannya bukan kuantitatif individual, melainkan representatif dan kesaksian yang nyata dalam kelompok etnis itu.

 

2)      Apa Artinya “Menjadi Kesaksian bagi Semua Bangsa”? (Mat. 24:14)

 

Frasa Yunani yang dipakai adalah ‘εἰς μαρτύριον πᾶσιν τοῖς ἔθνεσιν’ (eis martyrion pasin tois ethnesin) = ‘sebagai kesaksian bagi semua bangsa’

 

Yang penting adalah:

a)  Injil sudah pernah diberitakan dalam kelompok etnis itu.

b)  Ada kesaksian nyata tentang Kristus, bukan harus mayoritas orang percaya.

 

3)      Standar yang Dipakai oleh Lembaga Misi

 

Lembaga misi seperti Joshua Project, Frontier Ventures, dan IMB (International Mission Board) biasanya memakai kategori berikut untuk menilai apakah suatu etnis sudah “dijangkau”:

 

a)  ‘Dijangkau’ (Reached People Group)

1.  Minimal 2% dari populasi etnis itu adalah pengikut Kristus (evangelikal atau lahir baru).

2.  Sudah ada gereja lokal dan struktur gereja yang bisa berkembang secara mandiri.

 

b) ‘Belum Terjangkau’ (Unreached People Group)

1.       Kurang dari 2% adalah orang Kristen evangelikal.

2.  Tidak ada gereja lokal yang bisa menginjili kelompoknya sendiri tanpa bantuan luar.

 

c)  ‘Belum Tersentuh’ (Unengaged)

Belum ada penginjilan aktif atau kehadiran misi sama sekali.

 

Jadi menurut standar misi modern, 2% populasi etnis dengan kehadiran Injil dan gereja lokal sudah bisa disebut ‘dijangkau’ - dan ini cukup untuk menganggap bahwa bangsa itu telah ‘mendapat kesaksian’ (sesuai Mat. 24:14).

 

4)      Apakah Standar 2% itu Alkitabiah?

 

Standar ini bukan absolut atau sakral, tapi praktis:

a)  Yesus tidak menetapkan persentase.

b)  Tapi dalam Kisah Para Rasul, keberadaan gereja kecil (misalnya di Filipi, Efesus, Korintus) sudah dianggap sebagai “pekerjaan Injil” yang berhasil menjangkau kota itu.

c)  Bahkan satu rumah tangga bisa menjadi pusat penginjilan (lihat: rumah Lydia, Filipi; rumah Filemon).

 

Kesimpulan

1.  Alkitab tidak menyebut angka, tapi mengharuskan kesaksian Injil yang nyata di setiap etnis/bangsa.

2.  Lembaga misi memakai standar ≥2% orang percaya plus gereja lokal mandiri untuk menyebut etnis itu sudah ‘dijangkau’.

3.  Maka suatu etnis bisa dianggap ‘sudah diinjili’ ketika:

a.  Injil sudah pernah diberitakan di situ,

b.  Ada gereja atau komunitas Kristen lokal, walau kecil,

c.  Dan ada kemungkinan etnis itu bisa menyebarkan Injil sendiri tanpa bantuan asing.

 

Kalau kamu ingin, aku bisa beri daftar contoh etnis di Indonesia yang masih belum dijangkau menurut Joshua Project. Mau?

--------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan: Mau, bisakah kamu berikan daftarnya?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Tentu, berikut adalah beberapa contoh suku atau kelompok etnis di Indonesia yang masih tergolong belum terjangkau Injil (unreached people groups) menurut data dari Joshua Project:

 

Statistik Umum (per Joshua Project):

1)  Total suku di Indonesia: 786

2)  Suku yang belum terjangkau: 233 (sekitar 29,6%)

3)  Populasi dalam suku belum terjangkau: sekitar 195 juta jiwa (69,9% dari total penduduk Indonesia)

4)  Suku yang tergolong Frontier (sangat minim kehadiran Injil): 103 suku inndonesiaberkarya.blogspot.com+3InfoKekinian.Com+3Indonesiaku+3

 

Contoh Suku-Suku Belum Terjangkau di Indonesia:

 

a)      Suku Sunda

Populasi: ~38,7 juta

Agama utama: Islam

Kristen: 0,49%

Evangelikal: 0,06%

Status: Belum terjangkau Joshua Project+5Joshua Project+5Joshua Project+5sinodegpipapua.org+8Indonesiaku+8Joshua Project+8Joshua Project+1sinodegpipapua.org+1Joshua Project+1hisfeet.com+1

 

b)      Suku Sasak (Lombok)

Populasi: ~3,4 juta

Agama utama: Islam (99,98%)

Kristen: 0,02%

Evangelikal: 0,02%

Status: Frontier People Group Joshua Project+3Joshua Project+3Joshua Project+3Joshua ProjectJoshua Project+8Joshua Project+8Joshua Project+8

 

c)       Suku Balinese (Bali)

Populasi: ~4,2 juta

Agama utama: Hindu (95,23%)

Kristen: 1,26%

Evangelikal: 0,15%

Status: Belum terjangkau InfoKekinian.Com+2Joshua Project+2Joshua Project+2

 

d)      Suku Java Mancanegari (Jawa Timur)

Populasi: ~21,2 juta

Agama utama: Islam (98,5%)

Kristen: 1%

Evangelikal: 0,22%

Status: Belum terjangkau Joshua Project+10Joshua Project+10Joshua Project+10

 

e)       Suku Acehnese (Aceh)

Populasi: ~4 juta

Agama utama: Islam (99,85%)

Kristen: 0,12%

Evangelikal: 0,01%

Status: Belum terjangkau Joshua Project+1Joshua Project+1Joshua Project+2Joshua Project+2Dianisa.com+2Joshua Project+10inndonesiaberkarya.blogspot.com+10Joshua Project+10

 

f)       Suku Allu (Sulawesi Barat)

Populasi: ~17.000

Agama utama: Islam (100%)

Kristen: 0%

Evangelikal: 0%

Status: Frontier People Group SlidePlayer+7Dianisa.com+7Joshua Project+7Joshua Project+9Joshua Project+9Joshua Project+9

 

g)      Suku Belitung

Populasi: ~117.000

Agama utama: Islam (99,95%)

Kristen: 0,05%

Evangelikal: 0,03%

Status: Frontier People Group Joshua Project+1Joshua Project+1Joshua Project+4Joshua Project+4Joshua Project+4

 

Catatan Tambahan:

1.  Suku Sunda merupakan suku terbesar yang belum terjangkau di Indonesia.

2.  Suku Sasak dan Allu tergolong sebagai Frontier People Groups, yaitu kelompok dengan kehadiran Kristen yang sangat minim dan belum ada gerakan penginjilan yang signifikan.

3.  Suku Java Mancanegari tersebar di Jawa Timur dan sebagian wilayah lain, dengan kepercayaan yang bercampur antara Islam dan tradisi lokal.

4.  Suku Balinese memiliki budaya Hindu yang kuat, dengan kepercayaan dan praktik keagamaan yang khas.

5.  Suku Acehnese dikenal dengan penerapan syariat Islam yang ketat di wilayahnya.

6.  Suku Belitung memiliki kepercayaan tradisional yang bercampur dengan Islam, dan sangat minim kehadiran Injil.

 

Sumber Data: Joshua Project - Indonesia

 

Jika Anda tertarik untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau ingin mengetahui cara berpartisipasi dalam pelayanan kepada suku-suku ini, saya siap membantu.

--------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan: Bagaimana kalau semua bangsa di dunia?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Menurut data terbaru dari Joshua Project, terdapat sekitar 17.350 kelompok etnis (people groups) di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 7.248 kelompok atau 41,8% dikategorikan sebagai belum terjangkau (unreached).Joshua Project+1Joshua Project+1

 

Kelompok-kelompok ini mencakup populasi sekitar 3,49 miliar orang, atau sekitar 43,3% dari total populasi dunia .Joshua Project+1Joshua Project+1

 

Definisi ‘Belum Terjangkau’

 

Sebuah kelompok etnis dianggap belum terjangkau jika:

1)  Kurang dari 2% anggotanya adalah orang Kristen evangelikal.

2)  Kurang dari 5% mengidentifikasi diri sebagai Kristen secara umum.

3)  Tidak ada komunitas Kristen lokal yang mampu menginjili kelompoknya sendiri tanpa bantuan dari luar.

 

Persebaran Global

 

Mayoritas kelompok yang belum terjangkau berada di wilayah yang dikenal sebagai ‘Jendela 10/40’, yaitu area antara 10 hingga 40 derajat lintang utara, mencakup bagian dari Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia. Wilayah ini memiliki konsentrasi tinggi populasi Muslim, Hindu, dan Buddha, serta akses yang terbatas terhadap Injil.SlidePlayer

 

Implikasi terhadap Matius 24:14

 

Matius 24:14 menyatakan bahwa Injil akan diberitakan kepada semua bangsa (panta ta ethnē) sebelum akhir zaman tiba. Dalam konteks ini, ‘bangsa’ merujuk pada kelompok etnis atau suku bangsa, bukan setiap individu secara pribadi. Oleh karena itu, penggenapan ayat ini berkaitan dengan pemberitaan Injil kepada setiap kelompok etnis di dunia.

 

Dengan masih adanya sekitar 7.248 kelompok etnis yang belum terjangkau, tugas penginjilan global masih jauh dari selesai. Namun, kemajuan dalam teknologi, komunikasi, dan mobilisasi gereja global memberikan harapan bahwa Injil dapat mencapai semua bangsa sesuai dengan janji dalam Matius 24:14.

 

====================================================

 

3.  Pertobatan ‘seluruh Israel’.

Ro 11:25-26 - “(25) Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. (26) Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: ‘Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.”.

 

Ada bermacam-macam penafsiran tentang kata-kata ‘seluruh Israel’ di sini, tetapi saya berpendapat bahwa itu menunjuk kepada semua orang-orang pilihan dari antara bangsa Israel.

 

4.  Ajaran sesat, nabi palsu, Mesias palsu, Anti Kristus, mujizat palsu, kesesatan.

 

Mat 24:4-5,10-12,23-24 - “(4) Jawab Yesus kepada mereka: ‘Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! (5) Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. ... (10) dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. (11) Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. (12) Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. ... (23) Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. (24) Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”.

 

2Tes 2:1-4 - “(1) Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, (2) supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. (3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”.

 

2Tes 2:7-12 - “(7) Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, (8) pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulutNya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali. (9) Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, (10) dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. (11) Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, (12) supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.”.

 

1Tim 4:1 - “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan”.

 

2Tim 3:1-5 - “(1) Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. (2) Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, (3) tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, (4) suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. (5) Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”.

 

2Tim 4:3-4 - “(3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”.

 

1Yoh 2:18 - “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.”.

 

5.  Penganiayaan terhadap orang Kristen.

Mat 24:9,21,22 - “(9) Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena namaKu, ... (21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. (22) Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”.

 

Anthony A. Hoekema: “the sign of tribulation is not restricted to the end-time, but characterizes the entire age between Christ’s two comings. Because of the continued opposition of the world to the kingdom of God, Christians must expect to suffer tribulation and persecution of one kind or another during this entire age. On the basis of Jesus’ words in Matthew 24:21-30, however, it would appear that there will also be a final, climactic tribulation just before Christ returns. This tribulation will not be basically different from earlier tribulations which God’s people have had to suffer, but will be an intensified form of those earlier tribulations.” [= tanda kesukaran tidak dibatasi pada zaman akhir, tetapi merupakan ciri dari seluruh zaman di antara dua kedatangan Kristus. Karena oposisi yang terus menerus dari dunia kepada Kerajaan Allah, orang-orang kristen harus mengharapkan untuk menderita kesukaran dan penganiayaan dari jenis yang ini atau yang itu selama seluruh zaman ini. Tetapi, berdasarkan kata-kata Yesus dalam Matius 24:21-30, kelihatannya juga akan ada kesukaran akhir, yang merupakan klimax persis sebelum Kristus datang kembali. Kesukaran ini tidak akan berbeda secara dasari dari kesukaran-kesukaran yang terdahulu yang telah diderita oleh umat Allah, tetapi akan merupakan bentuk yang lebih hebat dari kesukaran-kesukaran yang terdahulu.] - ‘The Bible and The Future’, hal 150-151.

 

Catatan: ayat-ayat dalam Mat 24 diperdebatkan, apakah itu mengenai kehancuran Yerusalem, atau mengenai akhir zaman.

 

Tetapi Anthony A. Hoekema mengatakan sebagai berikut: “In the so-called ‘Olivet Discourse’ recorded in Matthew 24, Mark 13, and Luke 21, Jesus gives a number of signs which had their initial fulfillment at the time of the destruction of Jerusalem; ... however, the signs mentioned in them will have a farther fulfillment at the time of the PAROUSIA.” [= Dalam apa yang disebut ‘Percakapan bukit Zaitun’ yang dicatat dalam Matius 24, Mark 13, dan Lukas 21, Yesus memberikan sejumlah tanda-tanda yang mempunyai penggenapan awal pada masa penghancuran Yerusalem; ... tetapi, tanda-tanda yang disebutkan dalam text-text itu akan mempunyai penggenapan lebih jauh pada masa kedatangan Yesus yang keduakalinya.] - ‘The Bible and The Future’, hal 130.

 

 

-bersambung-


 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali

Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya  BLOK  D - 16, SURABAYA

Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin