Pemahaman Alkitab
(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tgl 22 April 2025, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
12 PENGAKUAN IMAN RASULI(2)
1) ‘Dan kepada Yesus Kristus’.
Tidak cukup hanya percaya kepada Allah (Bapa)! Kita juga harus percaya kepada Yesus.
Yoh 14:1 - “‘Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu.”.
1Yoh 2:23 - “Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.”.
Nama ‘Yesus’ berarti ‘Juruselamat dosa’.
Mat 1:21 - “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka.’”.
Sedangkan istilah ‘Kristus’ (dari bahasa Yunani) sama dengan ‘Mesias’ (dari bahasa Ibrani), artinya adalah ‘yang diurapi’.
Jadi, Yesus Kristus adalah orang yang dipilih / diurapi Allah untuk menjadi Juruselamat dosa.
Penerapan: karena itu, kalau dalam iman saudara kepada Yesus Kristus itu tidak tercakup kepercayaan kepadaNya sebagai Juruselamat dosa pribadi saudara, maka sebetulnya saudara bukanlah orang Kristen!
2) ‘AnakNya yang tunggal’.
a) Anak Allah = Allah sendiri atau setara dengan Allah.
Yoh 5:16-18 -
“(16)
Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan
hal-hal itu pada hari Sabat. (17)
Tetapi Ia berkata kepada mereka: ‘BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun
bekerja juga.’ (18) Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk
membunuhNya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia
mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri
dan
dengan demikian menyamakan
(menyetarakan) diriNya dengan Allah.”.
Mat 14:33 - “Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: ‘Sesungguhnya Engkau Anak Allah.’”.
b) Kita yang percaya kepada Yesus, juga disebut ‘anak Allah’ (Yoh 1:12), tetapi bagaimanapun hubungan Yesus dengan BapaNya tidak sama dengan hubungan kita dengan Bapa.
Karena itu dalam Yoh 20:17 Yesus berkata: “Kata Yesus kepadanya: ‘Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu.’”.
Perhatikan bahwa Ia berkata ‘BapaKu dan Bapamu’, bukan ‘Bapa kita’.
Karena itu untuk Yesus ditambahi dengan kata-kata “yang tunggal”.
3) ‘Tuhan kita’.
Kalau kita percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat kita, kita juga harus menerimaNya sebagai Tuhan (penguasa, pemilik, pemimpin) dalam hidup kita. Itu berarti:
a) Kita selalu memuliakan Dia.
1Kor 10:31 - “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”.
b) Kita harus mengutamakan Dia di atas segala-galanya.
Mat 10:37 - “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari padaKu, ia tidak layak bagiKu.”.
c) Kita harus mentaati segala perintahNya.
Luk 6:46 - “‘Mengapa kamu berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?”.
d) Kita adalah hambaNya. Jadi, kita harus melayani Dia.
Ro 12:11 - “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”.
1) Perlu saudara perhatikan bahwa sebetulnya yang menjadi pusat perhatian pasal ini adalah Yesusnya, bukan Marianya! Maria disebutkan, hanya karena Yesus dilahirkan olehnya! Dan memang kekristenan yang benar harus menekankan Yesus, bukan Maria!
2) Yesus dikandung dan dilahirkan oleh Maria.
a) Perawan Maria mengandung dari Roh Kudus (ini suatu mujizat) dan melahirkan Yesus (Mat 1:18-25 Luk 1:26-35).
Mat 1:18-25 - “(18) Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (19) Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. (20) Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: ‘Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. (21) Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka.’ (22) Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: (23) ‘Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel’ - yang berarti: Allah menyertai kita. (24) Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, (25) tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.”.
Luk 1:26-35 - “(26) Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, (27) kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. (28) Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: ‘Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.’ (29) Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. (30) Kata malaikat itu kepadanya: ‘Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. (31) Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (32) Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, (33) dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan.’ (34) Kata Maria kepada malaikat itu: ‘Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?’ (35) Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”.
Jadi, Yesus tidak mempunyai bapa jasmani (Luk 3:23 - hanya menurut anggapan orang).
Luk 3:23 - “Ketika Yesus memulai pekerjaanNya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,”.
b) Maria mengandung pada saat sedang dalam masa pertunangan.
Adat Yahudi tentang pertunangan / pernikahan. Ada 3 tingkatan:
1. Pertunangan I (engagement).
Ini terjadi waktu kecil, dimana kedua orang itu tidak saling kenal, dan mereka dipertunangkan oleh orang tua mereka. Hubungan ini bisa dibatalkan tanpa persoalan yang berarti.
2. Pertunangan II (bethrotal).
Ini hanya berlangsung 1 tahun. Pada masa itu mereka sudah disebut ‘suami istri’, tetapi mereka tidak boleh melakukan hubungan sex. Pemutusan hubungan pada masa ini, dianggap sama dengan perceraian. Dan kalau yang laki-laki mati pada masa ini, maka yang perempuan disebut ‘janda yang perawan’.
3. Pernikahan.
Waktu Maria mengandung dari Roh Kudus (Mat 1:18), Yusuf dan Maria berada pada masa pertunangan II. Karena itu jangan heran melihat istilah ‘suaminya’, ‘istrinya’, ‘menceraikannya’ dalam Mat 1:19.
c) Hal-hal lain yang perlu diketahui tentang Maria:
1. Maria bukan Allah, dan bahkan tidak mempunyai keillahian sedikitpun, dan ia tidak berbeda dengan manusia biasa. Karena itu kita tidak boleh berdoa kepada Maria atau menyembah Maria. Kita hanya boleh menghormati Maria sama seperti kita menghormati rasul / nabi / orang yang saleh. Tetapi doa, sujud, dan penyembahan tidak boleh ditujukan kepada Maria (apalagi kepada patungnya), tetapi hanya boleh ditujukan kepada Allah.
Mat 4:10 - “Maka berkatalah Yesus kepadanya: ‘Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!’”.
Ul 6:13 - “Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi namaNya haruslah engkau bersumpah.”.
2. Maria bukanlah pengantara kepada Allah / Yesus.
Kitab Suci hanya mengajarkan adanya Satu Pengantara kepada Allah, yaitu Yesus.
1Tim 2:5 - “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,”.
1Yoh 2:1-2 - “(1) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (2) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.”.
3. Maria bukanlah jalan ke surga / jalan keselamatan.
Kitab Suci mengajarkan bahwa satu-satunya jalan ke sorga / jalan keselamatan adalah Yesus.
Yoh 14:6 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”.
Kis 4:12 - “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.’”.
4. Maria bukanlah orang yang suci / tanpa dosa.
Ro 3:10-12,23 menyatakan bahwa semua manusia adalah manusia berdosa, dan satu-satunya yang dikecualikan oleh Kitab Suci adalah Yesus (2Kor 5:21 Ibr 4:15 1Pet 2:22).
Ro 3:10-12,23 - “(10) seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. (11) Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. (12) Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. ... (23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,”.
2Kor 5:21 - “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”.
Ibr 4:15 - “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”.
1Pet 2:22 - “Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulutNya.”.
5. Maria bukanlah penebus dosa manusia.
Karena Maria adalah orang berdosa sama seperti kita, maka tidak mungkin ia dapat menebus dosa kita. Ini perlu ditekankan karena Gereja Roma Katolik percaya bahwa pada waktu Maria melihat Yesus disalibkan, ia mengalami penderitaan yang juga berfungsi untuk menebus dosa manusia (Yoh 19:25). Jadi kalau Yesus adalah Penebus / Redeemer, maka Maria dianggap sebagai Co-Redeemer (= rekan penebus). Ini salah dan bahkan sesat!
6. Maria bukanlah perawan yang abadi.
Mat 1:24-25 - “(24) Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, (25) tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.”.
Perhatikan bahwa ay 25 ini tidak mengatakan ‘tidak bersetubuh dengan dia selama-lamanya’, tetapi ‘tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki’.
Menghadapi sikap extrim dari Gereja Roma Katolik yang mengajarkan keperawanan yang abadi dari Maria, kita harus hati-hati supaya tidak jatuh ke dalam extrim satunya, yaitu pandangan dari banyak orang Protestan Liberal yang menolak kelahiran Kristus dari seorang perawan!
Maria memang adalah seorang perawan pada saat mengandung dan melahirkan Kristus, tetapi setelah itu ia dan Yusuf hidup sebagai pasangan yang normal, dan mereka mempunyai anak-anak yang lain.
Mat 13:55-56 - “(55) Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria dan saudara-saudaraNya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? (56) Dan bukankah saudara-saudaraNya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperolehNya semuanya itu?’”.
Kis 1:14 - “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”.
Karena itu jelaslah bahwa keperawanan Maria tidak berlangsung kekal, dan memang tidak ada perlunya mempertahankan keperawanan Maria itu setelah kelahiran Kristus.
Bdk. Yes 7:14
- “Sebab
itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya,
seorang perempuan muda
(perawan) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan
menamakan Dia Imanuel.”.
7. Maria tidak mengalami kebangkitan ataupun kenaikan ke surga secara jasmaniah seperti Kristus. Ini tidak kita percayai karena tidak ada dalam Kitab Suci.
Catatan: kalau saudara mau mengerti lebih banyak / mendetail tentang perbedaan Roma Katolik dan Kristen Protestan tentang Maria, bacalah buku saya yang berjudul “Roma Katolik vs Kristen Protestan”.
3) Inkarnasi Yesus ini adalah tahap I dari perendahan Kristus (the humiliation of Christ).
Pada waktu mengalami inkarnasi, Yesus tidak kehilangan sedikitpun dari keilahianNya dan tidak menghentikan / mengurangi kegiatanNya sebagai pribadi kedua dari Allah Tritunggal.
Beberapa kutipan penting tentang ketidak-berubahan Yesus pada saat berinkarnasi:
a) “Christ was lowered not by losing but rather by taking” [= Kristus direndahkan bukan dengan kehilangan tetapi dengan mengambil].
Ini bisa diilustrasikan sebagai berikut: kita bisa merendahkan seorang yang kaya bukan dengan mengambil kekayaannya, tetapi dengan memakaikan / menambahkan kepadanya pakaian yang buruk. Jadi orang itu direndahkan bukan dengan kehilangan apapun, tetapi sebaliknya dengan ketambahan sesuatu.
b) Leon Morris: “When the Word became flesh His cosmic activities did not remain in abeyance.” [= Ketika Firman menjadi daging, kegiatan-kegiatan alam semestaNya tidaklah dibiarkan terkatung-katung.].
c) Leon Morris: “We must surely hold that the incarnation meant the adding of something to what the Word was doing, rather than the cessation of most of His activites.” [= Kita harus berpegang / percaya bahwa inkarnasi berarti penambahan terhadap sesuatu yang sedang dilakukan oleh Firman (logos), dan bukannya penghentian dari sebagian besar kegiatan-kegiatanNya.].
d) Calvin: “For even if the Word in his immeasurable essence united with the nature of man into one person, we do not imagine that he was confined therein. Here is something marvelous: the Son of God descended from heaven in such a way, that without leaving heaven, he willed to be borne in the virgin’s womb, to go about the earth, and to hang upon the cross, yet he continuously filled the world even as he had done from the beginning.” [= Karena bahkan ketika Firman dalam hakekatNya yang tak terbatas, bersatu dengan hakekat manusia dalam satu pribadi, kami tidak membayangkan bahwa Ia dibatasi di dalamnya. Ini adalah sesuatu yang menakjubkan: Anak Allah turun dari surga dengan cara sedemikian rupa, sehingga tanpa meninggalkan surga, Ia mau dikandung dalam kandungan perawan, berjalan-jalan di bumi, dan tergantung di kayu salib, tetapi Ia secara terus-menerus memenuhi alam semesta seperti yang Ia sudah lakukan dari semula.] - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book II, Chapter XIII, no 4.
Kata-kata Calvin ini didasarkan atas Yoh 1:18. Kalau kita melihat kontex Yoh 1 itu maka akan terlihat bahwa mula-mula digambarkan bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah (ay 1: ‘pada mulanya’). Setelah itu digambarkan bahwa Firman itu berinkarnasi dan diam di antara manusia (ay 14). Tetapi dalam ay 18 tetap digambarkan bahwa Firman itu ada di pangkuan (Literal / hurufiah: ‘dada’) Bapa di surga!
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali
Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya BLOK D - 16, SURABAYA
Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin