Pemahaman Alkitab
(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tgl 15 April 2025, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
12 PENGAKUAN IMAN RASULI(1)
1) Aku percaya kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.
2) Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita.
3) Yang dikandung dari pada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
4) Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam neraka / kerajaan maut.
5) Pada hari yang ke tiga, bangkit pula dari antara orang mati.
6) Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa Yang Mahakuasa.
7) Dan dari sana Ia akan datang, untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
8) Aku percaya kepada Roh Kudus.
9) Gereja yang kudus dan Am, persekutuan orang kudus.
10)Pengampunan dosa.
11)Kebangkitan daging / orang mati .
12)Dan hidup yang kekal.
A M I N.
Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang 12 Pengakuan Iman Rasuli ini:
1) Bentuk yang sekarang ini baru muncul pada sekitar abad ke 6 atau ke 7 Masehi.
Karena itu jelas bahwa 12 Pengakuan Iman Rasuli ini tidak mutlak harus digunakan dalam kebaktian. Ini saya tekankan karena ada Pendeta yang mengatakan bahwa kalau suatu gereja tidak menggunakan 12 Pengakuan Iman Rasuli ini, maka itu adalah gereja sesat! Ini adalah suatu pernyataan yang kurang ajar, bodoh dan sangat tidak bertanggung jawab karena:
a) Kalau demikian, semua gereja sebelum abad ke 6-7 Masehi, dimana 12 Pengakuan Iman Rasuli itu belum ada, adalah gereja sesat.
b) Tidak ada dasar Kitab Suci sedikitpun yang mengharuskan suatu gereja menggunakan 12 Pengakuan Iman Rasuli dalam kebaktian.
c) Saya hampir pasti bahwa pendeta itu mengucapkan kata-kata itu supaya jemaatnya tidak lari ke gereja-gereja Kharismatik / Pentakosta, yang pada umumnya tidak menggunakan 12 Pengakuan Iman Rasuli ini dalam kebaktian-kebaktian mereka.
2) 12 Pengakuan Iman Rasuli ini tidak disusun oleh para rasul sendiri, tetapi isinya sesuai dengan pengajaran para rasul. Sekalipun demikian, 12 Pengakuan Iman Rasuli ini tidak boleh disejajarkan / dianggap setingkat dengan Kitab Suci / Firman Tuhan!
3) 12 Pengakuan Iman Rasuli ini merupakan ringkasan dari doktrin-doktrin yang penting dalam kekristenan, dan berfungsi untuk menjaga kita dari kesesatan.
Sekarang mari kita membahas 12 Pengakuan Iman Rasuli ini pasal demi pasal.
1) ‘Aku percaya’.
Di sini dikatakan ‘Aku percaya’, bukan ‘Kami percaya’, karena iman adalah sesuatu yang bersifat pribadi.
Bdk. Mark 8:27-30 - “(27) Kemudian Yesus beserta murid-muridNya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-muridNya, kataNya: ‘Kata orang, siapakah Aku ini?’ (28) Jawab mereka: ‘Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.’ (29) Ia bertanya kepada mereka: ‘Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?’ Maka jawab Petrus: ‘Engkau adalah Mesias!’ (30) Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.”.
Kita tidak bisa diselamatkan karena kepercayaan / iman orang lain. Dalam suatu pertandingan yang bersifat team (seperti sepak bola, volley, basket, dsb), ada kemungkinan kita bisa menang sekalipun kita tidak bisa bermain dengan baik, tetapi dalam team kita adalah pemain-pemain yang sangat baik.
Tetapi dalam persoalan keselamatan, kita tidak bisa selamat sekalipun kita punya keluarga yang imannya hebat. Kita sendiri harus beriman, barulah kita selamat.
Hati-hati dengan ungkapan bahasa Jawa yang sering kita dengar, yang berbunyi: “Swargo nunut neraka katut”. Ini adalah ungkapan omong kosong!
Hati-hati juga dengan Kis 16:31 yang berbunyi: “Jawab mereka: ‘Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’”.
Ayat ini sama sekali tidak berarti bahwa:
a) Kalau seseorang percaya maka imannya akan menyelamatkan dirinya dan seisi rumahnya (seisi rumahnya ‘nunut’).
b) Kalau seseorang percaya maka seluruh keluarganya juga akan bertobat.
Dalam Kitab Suci kita sering melihat adanya keluarga yang tidak semua anggotanya diselamatkan, misalnya:
1. Dalam keluarga Abraham, Hagar dan Ismael jelas tidak selamat.
2. Dalam keluarga Lot, istri Lot jelas tidak selamat (Kej 19:26).
3. Yonatan (anak raja Saul) jelas adalah orang percaya, tetapi raja Saul sendiri jelas tidak bertobat dan tidak selamat.
4. Daud jelas adalah orang percaya, tetapi anak-anaknya seperti Amnon, Absalom, jelas bukan orang percaya dan tidak selamat.
Kis 16:31 ini artinya: engkau harus percaya kepada Yesus Kristus, dan engkau akan selamat; seisi rumahmu juga harus percaya kepada Yesus Kristus, dan mereka juga akan selamat.
=========================================================
Pertanyaan: Apa arti Kis 16:31?
Jawaban ChatGPT:
Kisah Para Rasul 16:31 adalah salah satu ayat yang sering dikutip dalam konteks pemberitaan Injil, dan berbunyi:
“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” (TB)
Ayat ini merupakan jawaban Paulus dan Silas kepada kepala penjara Filipi, yang baru saja mengalami gempa bumi besar yang membuka semua pintu penjara. Ketakutan akan konsekuensi dari para tahanan kabur, ia hampir bunuh diri. Namun Paulus menghentikannya dan ia bertanya:
“Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” (ay 30)
Jawaban Paulus bukan tentang selamat dari hukuman Romawi, tetapi menunjuk pada keselamatan rohani - yaitu diselamatkan dari murka Allah.
Ini berarti:
a) Menerima Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat dan Tuhan.
b) Percaya pada karya penebusanNya di salib.
c) Memercayakan diri sepenuhnya kepadaNya, bukan kepada perbuatan baik atau sistem agama.
Dalam bahasa Yunani, kata πιστευσον (pisteuson) adalah bentuk imperatif aorist aktif dari pisteuō, yang berarti ‘percaya’ - menunjukkan satu tindakan percaya yang sungguh-sungguh.
Keselamatan yang dimaksud adalah keselamatan jiwa dari dosa dan hukuman kekal, yaitu:
a) Pengampunan dosa.
b) Hidup kekal.
c) Diperdamaikan dengan Allah.
Pernyataan ini bukan otomatis berarti seluruh keluarganya selamat hanya karena iman kepala rumah. Tetapi maksudnya:
a) Jika mereka juga percaya seperti engkau, maka mereka juga akan selamat.
b) Ini ditegaskan dalam ayat berikutnya (ay 32): “Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.”
Dengan kata lain, semua anggota rumah mendengar Injil dan mereka percaya (ay 34).
a) Keselamatan oleh iman kepada Kristus saja (sola fide) adalah inti ayat ini.
b) Iman adalah sarana yang dipakai Roh Kudus untuk menghubungkan orang berdosa dengan Kristus.
c) Ayat ini tidak mengajarkan universalisme keluarga, tetapi menunjukkan bahwa Injil berdampak luas, bahkan ke seluruh keluarga, ketika satu orang percaya dan bersaksi.
Renungkan: sudahkah saudara percaya kepada Kristus?
2) ‘percaya’.
12 Pengakuan Iman Rasuli ini memang menekankan iman / kepercayaan. Ini memang merupakan inti dari kekristenan. Kita selamat karena iman, bukan karena ketaatan!
3) ‘Allah’.
Kita percaya kepada Allah Tritunggal, yaitu:
a) Allah Bapa (pasal 1).
b) Allah Anak / Yesus (pasal 2).
c) Allah Roh Kudus (pasal 8).
Mengapa kita percaya kepada Allah Tritunggal?
1. Karena dalam Kitab Suci ada ayat-ayat yang menunjukkan ketunggalan Allah, seperti:
a. Ul 6:4 - “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”.
b. Mark 12:32 - “Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: ‘Tepat sekali, Guru, benar kataMu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.”.
c. Yoh 17:3 - “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”.
d. 1Kor 8:4 - “Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: ‘tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.’”.
e. 1Tim 2:5 - “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,”.
f. Yak 2:19 - “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.”.
2. Dalam Kitab Suci ada ayat-ayat yang menunjukkan adanya kejamakan dalam diri Allah.
Perhatikan bahwa saya tidak menyebut adanya ‘banyak Allah’, tetapi adanya ‘kejamakan dalam diri Allah’. Jadi, saya tetap percaya pada ketunggalan / keesaan Allah, tetapi dalam keesaanNya itu terdapat ‘suatu kejamakan tertentu’. Allah itu mempunyai hanya satu hakekat, dalam 3 pribadi!
Adanya kejamakan dalam diri Allah itu terlihat dari:
a. Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah (Yoh 1:1), Roh Kudus juga adalah Allah (Kis 5:3-4).
Yoh 1:1,14 - “(1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. ... (14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”.
Dari Yoh 1:14 jelas terlihat bahwa yang dimaksud dengan istilah ‘Firman’ di sini adalah Yesus. Dan bagian akhir dari Yoh 1:1 itu mengatakan bahwa ‘Firman itu adalah Allah’!
Kis 5:3-4 - “(3) Tetapi Petrus berkata: ‘Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? (4) Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.’”.
Dalam ay 3 Petrus mengatakan bahwa Ananias ‘mendustai Roh Kudus’, tetapi dalam ay 4 ia mengatakan bahwa Ananias ‘mendustai Allah’! Ini jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Allah!
b. Allah menyebut dirinya sendiri dengan istilah ‘Kita’, yang merupakan kata ganti orang bentuk jamak (Kej 1:26).
Kej 1:26 - “Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.’”.
Dengan adanya hal-hal dalam point 1. dan point 2. di atas, maka kita tidak bisa percaya bahwa Allah itu tunggal secara mutlak, tetapi kita juga tidak bisa percaya kepada 3 Allah. Kita percaya kepada Allah Tritunggal, dimana hakekatnya hanya satu, tetapi pribadinya ada tiga. Kalau saudara menolak doktrin Allah Tritunggal, maka 2 hal di atas akan menjadi suatu kontradiksi yang tidak bisa diharmoniskan.
Catatan: di sini saya hanya memberi sedikit saja tentang dasar-dasar dari doktrin Allah Tritunggal ini, karena ini hanya merupakan pelajaran dasar. Kalau saudara mau tahu lebih banyak, saudara bisa membaca buku saya yang berjudul ‘Bagaimana menaklukkan Saksi Yehovah?’ atau ‘Theology / Doktrin Allah’, dimana saya menjelaskan doktrin Allah Tritunggal secara panjang lebar.
4) ‘Bapa’.
Kita berhak menyebut Allah sebagai Bapa, karena kita percaya kepada Yesus Kristus.
Yoh 1:12 - “Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya;”.
Gal 4:5-7 - “(5) Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. (6) Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’ (7) Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.”.
=========================================================
Pertanyaan: apa arti kata ABBA dalam Gal 4:6?
Jawaban ChatGPT:
Istilah ‘Abba’ dalam Gal 4:6 adalah istilah yang sangat kaya makna, dan dipakai untuk menyatakan relasi yang sangat intim antara orang percaya dan Allah.
Berikut teks Galatia 4:6 (TB):
“Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!’”
a) ‘Abba’ adalah kata Aram - bahasa sehari-hari orang Yahudi pada zaman Yesus - yang berarti ‘Bapa’ atau ‘Ayah’.
b) Kata ini bukan bayi yang berkata “papa” atau “dada” seperti yang kadang disalahpahami, tapi digunakan oleh anak-anak yang sudah bisa bicara dengan penuh rasa hormat dan kasih kepada ayah mereka.
a) Penulisan ganda ini: ‘Abba, ho Pater’ (bahasa Aram + Yunani) kemungkinan besar untuk menjangkau pembaca Yahudi dan non-Yahudi, dan juga untuk menegaskan maknanya.
b) Seolah Paulus berkata: ‘Kita berseru kepada Allah sebagai Bapa dalam bahasa siapa pun kita - Dia sungguh Bapa kita.’
Ayat ini mengandung beberapa poin penting:
Ini menunjukkan adopsi rohani. Orang percaya bukan budak, tetapi anak Allah yang sah (lih. Gal 4:5).
Yang dimaksud adalah Roh Kudus - disebut sebagai ‘Roh AnakNya’, menunjukkan bahwa Roh Kudus bekerja di dalam kita untuk menghubungkan kita dengan Yesus, dan melalui Yesus kita jadi anak-anak Allah.
Roh Kudus mendorong kita untuk memanggil Allah bukan sebagai Hakim yang jauh, tetapi sebagai Bapa yang dekat dan penuh kasih.
Paulus memakai frasa yang juga dipakai Yesus sendiri dalam doaNya di Getsemani (Mark 14:36: ‘Abba, ya Bapa...’). Jadi, kita diberi hak istimewa untuk berdoa kepada Allah seperti Yesus berdoa kepada BapaNya.
Dalam komentarnya atas Gal 4:6, Calvin menekankan bahwa ‘Abba’ adalah tanda dari keyakinan dan kelembutan, dan bahwa hanya melalui Roh Kudus kita dapat memiliki keberanian dan kelembutan hati untuk mendekat kepada Allah sebagai Bapa. Ini adalah karya Roh Kudus dalam anak-anak Allah.
“The word ‘Abba’ expresses more familiarly the feeling of children, than if he had said only ‘Father.’ It is a token of confidence and love, not of fear.” [= Kata ‘Abba’ menyatakan dengan lebih akrab perasaan seorang anak, dibandingkan jika hanya dikatakan ‘Bapa’. Itu adalah tanda kepercayaan dan kasih, bukan ketakutan.] - John Calvin, Commentary on Galatians 4:6
a) Abba adalah seruan kasih dan kedekatan seorang anak kepada Bapanya.
b) Dalam Gal 4:6, kata ini menunjukkan bahwa orang percaya, melalui Roh Kudus, memiliki hubungan yang intim, penuh keberanian dan kasih dengan Allah.
c) Ini adalah bukti bahwa mereka bukan lagi hamba, tetapi anak-anak Allah yang sah - seperti Yesus sendiri memanggil Allah sebagai Abba.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan: Jadi kata ‘Bapa’ tidak sama persis artinya dengan kata ‘ABBA’?
Jawaban ChatGPT:
Benar, kata ‘Bapa’ dalam bahasa Indonesia (atau Father dalam bahasa Inggris) tidak sepenuhnya menangkap nuansa yang terkandung dalam kata ‘Abba’ dalam bahasa Aram.
Kata ‘Abba’ adalah bentuk yang lebih akrab, penuh kasih, dan intim, seperti seorang anak kecil yang memanggil ayahnya dengan rasa percaya dan sayang - mirip dengan kata ‘Papa’ atau ‘Ayahku tersayang’. Kata ini mencerminkan kedekatan relasional antara anak dan ayah.
Sementara itu, kata ‘Bapa’ lebih bersifat formal atau umum. Jadi secara teknis bisa benar sebagai terjemahan, tapi tidak menangkap sepenuhnya nuansa kasih dan keakraban yang ada dalam ‘Abba’.
Itulah sebabnya dalam beberapa bagian Alkitab, seperti Gal 4:6 dan Roma 8:15, kata itu tidak diterjemahkan, melainkan dibiarkan tetap sebagai ‘Abba, ya Bapa!’ (atau dalam teks Yunani: Abba ho Pater), untuk menunjukkan kedalaman dan keunikan relasi yang dimaksud.
Calvin menulis tentang ini juga (dalam komentarnya atas Gal 4:6) bahwa ini adalah seruan yang keluar dari hati orang percaya yang merasakan bahwa Allah bukan hanya Hakim, tapi juga Bapa yang mengasihi mereka seperti anak-anakNya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan: apa maksudmu pada waktu kamu berkata bahwa ‘anak’ bukan lagi ‘hamba’? Bukankah orang-orang Kristen juga adalah hamba Allah / Tuhan.
Jawaban ChatGPT:
Pertanyaan yang sangat bagus! Pernyataan bahwa “anak bukan lagi hamba” (misalnya dalam Galatia 4:7 - “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak”) memang bisa menimbulkan kebingungan karena dalam bagian lain, Alkitab juga menyebut orang Kristen sebagai hamba Allah (misalnya Roma 6:22, Yakobus 1:1, Wahyu 1:1).
Untuk memahami ini dengan benar, kita perlu melihat konteks dan makna kata “hamba” (doulos dalam Yunani) dan “anak” (huios).
1) Konteks Galatia 4:1–7
Paulus sedang menjelaskan bahwa sebelum orang percaya “diangkat menjadi anak”, mereka seperti anak kecil yang walaupun adalah ahli waris, tetap hidup “seperti hamba”, karena belum dewasa secara rohani (ayat 1). Tetapi setelah Kristus datang dan orang percaya dipersatukan denganNya, mereka menerima roh pengangkatan menjadi anak (ayat 5–6), sehingga status mereka berubah:
“Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli waris, oleh Allah.” (Gal 4:7)
Artinya: Kita tidak lagi diperbudak oleh hukum atau oleh roh-roh duniawi (ayat 3 dan 9), tetapi sekarang menjadi anak yang dikasihi, yang punya hubungan pribadi dan pewarisan dengan Bapa.
2) Tetapi Kita Masih Disebut “Hamba Allah”
Ya, benar. Dalam arti lain, kita tetap adalah hamba Allah - tetapi ini bukan dalam konteks perbudakan dosa atau ketakutan di bawah hukum Taurat, melainkan dalam arti pelayanan dan ketaatan karena kasih dan penghargaan kepada Tuhan.
a) Paulus menyebut dirinya "hamba Kristus Yesus" (Ro 1:1)
b) Yakobus: "Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus" (Yak 1:1)
c) Wahyu 1:1: "…untuk menunjukkan kepada hamba-hambaNya…"
Jadi, kita bukan lagi hamba dalam pengertian budak yang berada di bawah kutuk hukum, tetapi hamba dalam arti rela melayani dan tunduk kepada Tuhan - sebagai anak yang sudah ditebus dan mengasihi Bapanya.
Ringkasannya:
|
Konteks "hamba" |
Arti negatif |
Arti positif |
|
Sebelum lahir baru |
Hamba dosa, hamba hukum Taurat (Gal 4:1–3; Rm 6:20) |
– |
|
Sesudah lahir baru |
Bukan lagi hamba (dalam arti ini) |
Hamba Tuhan: rela taat, melayani, karena kasih (Rm 6:22; Yak 1:1) |
Ilustrasi:
Bayangkan seorang anak raja yang sempat hidup sebagai budak karena diculik, tetapi kemudian diselamatkan dan diangkat kembali menjadi putra. Dia bukan budak lagi dalam status - dia anak dan ahli waris. Tapi karena dia mengasihi ayahnya, dia dengan senang hati melayani ayahnya, bukan sebagai budak ketakutan, tapi sebagai anak yang taat dan penuh kasih.
=========================================================
5) ‘Yang Mahakuasa’.
Ini menunjukkan kuasa Allah yang tidak terbatas, sehingga tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Luk 1:37 - “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.’”.
Karena itu jangan menolak adanya mujizat, seperti yang banyak dilakukan oleh orang kristen yang liberal dan orang kafir yang bersandar kepada otak / logikanya.
Pertanyaan ini sangat penting dan mendalam, karena menyentuh pada hakikat Allah yang maha kuasa, tetapi tidak bertentangan dengan diriNya sendiri. Dalam teologi Reformed (dan Kristen ortodoks secara umum), kita percaya bahwa Allah dapat melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan sifatNya, tetapi Ia tidak bisa melakukan apa pun yang bertentangan dengan sifatNya yang kudus dan sempurna. - dari ChatGPT.
Kitab Suci menyebutkan beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh Allah. Hal-hal apa saja yang tidak bisa dilakukan oleh Allah?
a) Menyangkal diriNya sendiri.
2Tim 2:13 - “jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya.’”.
b) Berdusta.
Tit 1:2 - “dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta,”.
Ibr 6:18 - “supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.”.
c) Berubah.
Maz 102:26-28 - “(26) Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tanganMu. (27) Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah; (28) tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahunMu tidak berkesudahan.”.
Mal 3:6 - “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.”.
Yak 1:17 - “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”.
d) Berhenti menjadi Allah.
Point d) ini jelas berhubungan erat dengan point c) di atas. Kalau Allah tidak bisa berubah, maka tentu Allah tidak bisa berhenti menjadi Allah.
Maz 90:2 - “Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”.
e) Tidak bisa mengingkari janjiNya.
Maz 89:35 - “Aku tidak akan melanggar perjanjianKu, dan apa yang keluar dari bibirKu tidak akan Kuubah.”.
f) Tidak bisa gagal dalam melaksanakan Rencana kekalNya.
Ayub 42:1-2 - “(1) Maka jawab Ayub kepada TUHAN: (2) ‘Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal.”.
Karena itu jangan sekali-kali mengatakan ‘Allah itu maha bisa’. Ini pernyataan yang sama sekali salah!
Ketidakbisaan Allah melakukan hal-hal ini tidak berarti bahwa Allah itu tidak Mahakuasa! Sebaliknya, itu menunjukkan kesempurnaan Allah!
6) ‘Khalik langit dan bumi’.
Allah adalah Pencipta seluruh langit dan bumi (Kej 1:1-dst Neh 9:6 Maz 102:26 Kis 14:15b Kis 17:24a).
Neh 9:6 - “‘Hanya Engkau adalah TUHAN! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepadaMu.”.
Maz 102:26 - “Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tanganMu.”.
Kis 14:15 - “‘Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.”.
Kis 17:24 - “Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,”.
Yang dimaksud dengan ‘langit dan bumi’ adalah seluruh alam semesta (langit, bumi dan segala isinya). Untuk bisa mengetahui hebatnya dan besarnya alam semesta yang Allah ciptakan, mari kita melihat:
a) Ukuran dari benda-benda langit yang diciptakan oleh Allah itu.
1. Bumi mempunyai garis tengah ± 8.000 mil (± 12.800 km).
2. Matahari mempunyai garis tengah ± 860.000 mil (± 1.376.000 km).
3. Ada bintang yang bernama Antares yang mempunyai garis tengah ± 150 juta mil (± 240 juta km).
4. Ada bintang yang bernama IRS 5 yang mempunyai garis tengah ± 9,375 milyar mil (± 15 milyar km).
Jadi perbandingan garis tengah bumi, matahari, Antares dan IRS 5 adalah: 1 : 108 : 18.750 : 1.171.875.
Dengan kata lain, kalau kita mau menggambarkan bumi sebagai bola kecil dengan diameter 1 mm, maka kita harus menggambarkan matahari sebagai bola dengan diameter 10,8 cm, Antares sebagai bola dengan diameter 18,75 meter, dan IRS 5 sebagai bola dengan diameter hampir 1,2 km!
Kalau matahari dalamnya dikosongkan, maka matahari bisa menampung sekitar 1,3 juta buah bumi! Kalau Antares dikosongkan, ia bisa menampung sekitar 5,26 juta buah matahari. Kalau IRS 5 dikosongkan, ia bisa menampung sekitar 244.000 Antares!
b) Memperkirakan besarnya / luasnya alam semesta.
1. Besarnya / luasnya tatasurya kita.
Tatasurya kita terdiri dari 1 matahari dengan 9 buah planet.
Jarak rata-rata Bumi - Bulan sekitar 384.400 km, atau ± 1,3 detik cahaya (jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam 1,3 detik; cahaya mempunyai kecepatan 300.000 km / detik).
Jarak rata-rata Bumi - Matahari sekitar 150 juta km, atau ± 500 detik cahaya (jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam 500 detik).
Jarak rata-rata Pluto (planet ke 9, yang terjauh dari Matahari) - Matahari adalah 5,9 milyar km, atau sekitar hampir 5,5 jam cahaya. Kalau bumi hanya membutuhkan waktu 1 tahun untuk mengitari matahari 1 kali, maka Pluto membutuhkan waktu 284 tahun!
Catatan: sejak tahun 2006 Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet.
2. Besarnya galaxy kita.
Dalam galaxy kita ada 200 milyar bintang. Bintang yang terdekat adalah Alpha Centauri yang berjarak 4-4,5 tahun cahaya (Catatan: 1 tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu 1 tahun = 365 x 24 x 60 x 60 x 300.000 km = 9,46 1012 km).
Galaxy berbentuk seperti cakram, yang mempunyai diameter 100.000 tahun cahaya, dengan ketebalan pada pusatnya 20.000 tahun cahaya. Volume galaxy sekitar 1 milyar kali lebih besar dari volume tata surya.
3. Besarnya alam semesta.
Dalam tahun 1999, diketahui sedikitnya ada 125 milyar galaxy dalam alam semesta, dan jaraknya satu sama lain ada yang mencapai jutaan tahun cahaya. Ini hanya yang bisa dilihat oleh manusia dengan teleskop tercanggih manusia, yang bisa menyelidiki sampai jarak sedikitnya 5 milyar tahun cahaya. Lebih dari itu manusia tidak bisa melihat.
Catatan: sumber data-data di atas ini adalah:
¨ Encyclopedia Americana.
¨ Halley’s Bible Handbook.
¨ Kenneth N. Taylor, ‘Creation and Evolution’.
=========================================================
Pertanyaan: apa nama bintang yang terbesar yang diketahui manusia dalam alam semesta? Dan berapa besarnya?
Jawaban ChatGPT:
Nama bintang terbesar yang diketahui manusia hingga saat ini adalah UY Scuti.
Berikut detailnya:
1. Nama: UY Scuti
2. Jenis bintang: Red supergiant (raksasa merah)
3. Diameter perkiraan: sekitar 1.700 kali diameter Matahari
4. Jarak dari Bumi: kira-kira 9.500 tahun cahaya di konstelasi Scutum
5. Perbandingan ukuran:
Jika UY Scuti diletakkan di tengah tata surya kita menggantikan Matahari, permukaannya akan melampaui orbit Yupiter, bahkan hampir mencapai orbit Saturnus.
Catatan:
Ukuran bintang seperti UY Scuti sulit diukur secara presisi karena atmosfernya sangat luas dan kabur. Namun, sejauh ini UY Scuti adalah kandidat paling kuat sebagai bintang dengan radius terbesar yang diketahui manusia.
Kalau kamu tertarik, ada juga bintang lain seperti VY Canis Majoris dan WOH G64 yang hampir setara, tapi UY Scuti masih jadi yang paling besar menurut pengukuran terbaru.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya bertanya lagi: Bagaimana dengan bintang yang disebut IRS 5?
Jawaban ChatGPT:
Pertanyaan yang bagus! IRS 5 memang terdengar dalam konteks astronomi, tapi itu bukan nama satu bintang superbesar seperti UY Scuti, melainkan sistem bintang ganda atau kelompok bintang muda yang masih terbentuk, dan bukan kandidat untuk bintang terbesar dalam ukuran radius.
Penjelasan tentang IRS 5:
1. Nama lengkap: Sering disebut IRS 5 dalam studi tentang daerah pembentukan bintang, terutama di rasi Centaurus (misalnya di wilayah RCW 38) atau di Sagittarius A, dekat pusat galaksi.
2. IRS = InfraRed Source.
Ini adalah penamaan umum dalam astronomi untuk objek-objek yang sangat terang dalam panjang gelombang inframerah, sering kali karena dikelilingi debu dan gas.
3. IRS 5 bukan satu bintang super besar, tapi biasanya merujuk pada:
a. Sistem bintang muda yang sedang terbentuk (young stellar objects)
b. Bisa terdiri dari lebih dari satu bintang
c. Dikelilingi oleh cakram gas dan debu
Jadi, kesimpulannya:
IRS 5 bukanlah bintang terbesar di alam semesta. Itu adalah objek inframerah kompleks, sering kali merupakan sistem bintang muda atau daerah pembentukan bintang, dan tidak bisa dibandingkan langsung dengan bintang raksasa seperti UY Scuti dari segi ukuran radius atau volumenya.
Kalau kamu mendengar informasi tentang IRS 5 sebagai ‘bintang terbesar’, mungkin ada kekeliruan atau salah pengertian tentang jenis objek tersebut. Mau saya carikan referensi ilmiah terbaru tentang IRS 5?
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya tanya lagi: Bagaimana dengan Antares? Itu sebuah bintang bukan?
Jawaban ChatGPT:
Ya, benar sekali! Antares adalah sebuah bintang, dan bukan hanya itu - Antares adalah salah satu bintang terbesar dan paling terang yang bisa dilihat dengan mata telanjang dari Bumi.
Berikut penjelasan lengkapnya:
Fakta-fakta tentang Antares
1. Nama: Antares
2. Jenis bintang: Red supergiant (raksasa merah)
3. Konstelasi: Scorpius (Kalajengking)
4. Jarak dari Bumi: Sekitar 550 tahun cahaya
5. Diameter: Diperkirakan sekitar 700 hingga 800 kali diameter Matahari
6. Massa: Sekitar 12 kali massa Matahari
7. Kecerlangan: Sekitar 10.000 kali lebih terang dari Matahari (dalam spektrum visual)
Perbandingan dengan Bintang Lain
a. Antares memang sangat besar, tetapi tidak sebesar UY Scuti.
b. Namun karena jaraknya lebih dekat dan berada di konstelasi yang terkenal, Antares sangat mencolok dan mudah dikenali di langit malam.
c. Jika Antares menggantikan Matahari di pusat tata surya, permukaannya bisa mencapai hampir ke orbit Mars.
Fakta Menarik
(1) Nama Antares berasal dari bahasa Yunani: anti-Ares atau rival Mars, karena warna merahnya yang mirip dengan planet Mars.
(2) Antares adalah bagian dari sistem bintang ganda. Pasangannya adalah bintang biru yang jauh lebih kecil dan lebih panas, tapi tidak terlihat dengan mata telanjang.
Jadi ya, Antares adalah bintang sungguhan, sangat besar dan sangat terang, tapi bukan yang terbesar yang kita ketahui. Masih kalah besar dari UY Scuti, VY Canis Majoris, atau Stephenson 2-18 - yang bahkan lebih masif dan raksasa, walaupun lebih jauh dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Kalau kamu suka mengamati bintang di langit malam, Antares adalah salah satu yang paling indah untuk dilihat!
Kesimpulan: ada perbedaan ukuran dan penjelasan antara yang saya berikan di atas dengan jawaban ChatGPT. Menurut ChatGPT karena buku yang saya pakai sudah ketinggalan zaman. Misalnya teropong manusia sekarang bisa melihat sejauh lebih dari 13 milyar tahun cahaya, mendekati 13,5 milyar tahun cahaya, padahal pada tahun 1999 hanya bisa melihat sejauh 5 milyar tahun cahaya.
=========================================================
Setelah saudara melihat / merasakan besarnya alam semesta, maka ketahuilah bahwa semua itu diciptakan oleh Allah hanya dengan firmanNya. Ia tidak bersusah payah menciptakan alam semesta yang sebesar itu. Ia hanya berfirman ‘Jadilah!’, dan semuanya jadi!
Ibr 11:3 - “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”.
Maz 148:5b - “Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta.”.
Ini semua menunjukkan kemahakuasaan Allah, dan karena itu tidak ada yang mustahil bagi Dia!
Yer 32:17 - “kataku: ‘Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatanMu yang besar dan dengan lenganMu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untukMu’”.
Penerapan: Karena itu, kalau saudara mempunyai persoalan, betapapun banyaknya dan beratnya persoalan itu, percayalah bahwa Allah bisa membereskannya, dan bawalah persoalan itu kepada Allah dalam doa!
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali
Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya BLOK D - 16, SURABAYA
Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin