Pemahaman Alkitab
(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tgl 1 April 2025, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
DOA(2)
b) Doa itu tidak sesuai dengan kehendak / rencana Tuhan.
1Yoh 5:14 - “Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya.”.
Mat 20:20-23 - “(20) Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapanNya untuk meminta sesuatu kepadaNya. (21) Kata Yesus: ‘Apa yang kaukehendaki?’ Jawabnya: ‘Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam KerajaanMu, yang seorang di sebelah kananMu dan yang seorang lagi di sebelah kiriMu.’ (22) Tetapi Yesus menjawab, kataNya: ‘Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?’ Kata mereka kepadaNya: ‘Kami dapat.’ (23) Yesus berkata kepada mereka: ‘CawanKu memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kananKu atau di sebelah kiriKu, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa BapaKu telah menyediakannya.’”.
Jadi, doa tidak mungkin dikabulkan, kalau doa itu bertentangan / tidak sesuai dengan kehendak / rencana Allah. Bahkan doa Yesus yang tidak sesuai kehendak / rencana Allah tidak dikabulkan.
Mat 26:39 - “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kataNya: ‘Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.’”.
Jelas bahwa akhirnya Yesus ‘meminum cawan itu’ karena memang bukan kehendak / rencana Bapa bahwa cawan itu disingkirkan. Sebaliknya, Bapa menghendaki / merencanakan bahwa Yesus meminum cawan itu.
Yoh 18:11 - “Kata Yesus kepada Petrus: ‘Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepadaKu?’”.
c) Doa itu hanya untuk memuaskan nafsu kita.
Yak 4:3 - “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”.
3) Tuhan mendengar doa itu, tetapi menunda pengabulannya.
Ini bisa terjadi karena:
a) Waktu Tuhan belum tiba, atau, karena Tuhan punya rencana dengan penundaan itu.
Contoh:
1. Yusuf dalam Kej 40:1-41:45.
Sekalipun tidak dikatakan bahwa Yusuf berdoa supaya Tuhan membebaskannya dari penjara itu, tetapi jelas bahwa ia berdoa. Tetapi ternyata pembebasannya tertunda sampai 2 tahun. Tetapi dari penundaan itu muncul hal yang luar biasa, yaitu Yusuf menafsirkan mimpi Firaun sehingga akhirnya ia menjadi orang ke dua di seluruh Mesir.
2. Maria dan Marta dalam Yoh 11:3-6.
Yoh 11:3-6 - “(3) Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: ‘Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.’ (4) Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: ‘Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.’ (5) Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. (6) Namun setelah didengarNya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;”.
Yesus sengaja berlama-lama / tinggal 2 hari lagi, sehingga pada saat Ia sampai di sana, Lazarus sudah 4 hari mati. Seandainya Yesus langsung pergi, yang terjadi mungkin hanya penyembuhan orang sakit, tetapi dengan Yesus menunda, yang terjadi adalah pembangkitan orang mati. Dan ini bisa menjadi batu loncatan bagi Yesus untuk mengajarkan Yoh 11:25-26 - “(25) Jawab Yesus: ‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (26) dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?’”.
b) Tuhan mau menguji ketekunan kita.
Luk 18:1-8 - “(1) Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. (2) KataNya: ‘Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. (3) Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. (4) Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, (5) namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.’ (6) Kata Tuhan: ‘Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! (7) Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (8) Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?’”.
Perumpamaan ini dimaksudkan untuk mengajar kita supaya tekun dalam berdoa.
c) Adanya ‘sabotase’ dari setan (Daniel 10:1-14).
Dan 10:1-14 - “(1) Pada tahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang Persia, suatu firman dinyatakan kepada Daniel yang diberi nama Beltsazar; firman itu benar dan mengenai kesusahan yang besar. Maka dicamkannyalah firman itu dan diperhatikannyalah penglihatan itu. (2) Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh: (3) makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh. (4) Pada hari kedua puluh empat bulan pertama, ketika aku ada di tepi sungai besar, yakni sungai Tigris, (5) kuangkat mukaku, lalu kulihat, tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. (6) Tubuhnya seperti permata Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak. (7) Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang-orang yang bersama-sama dengan aku, tidak melihatnya; tetapi mereka ditimpa oleh ketakutan yang besar, sehingga mereka lari bersembunyi; (8) demikianlah aku tinggal seorang diri. Ketika aku melihat penglihatan yang besar itu, hilanglah kekuatanku; aku menjadi pucat sama sekali, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. (9) Lalu kudengar suara ucapannya, dan ketika aku mendengar suara ucapannya itu, jatuh pingsanlah aku tertelungkup dengan mukaku ke tanah. (10) Tetapi ada suatu tangan menyentuh aku dan membuat aku bangun sambil bertumpu pada lutut dan tanganku. (11) Katanya kepadaku: ‘Daniel, engkau orang yang dikasihi, camkanlah firman yang kukatakan kepadamu, dan berdirilah pada kakimu, sebab sekarang aku diutus kepadamu.’ Ketika hal ini dikatakannya kepadaku, berdirilah aku dengan gemetar. (12) Lalu katanya kepadaku: ‘Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. (13) Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. (14) Lalu aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan terjadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir; sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu.’”.
Dari ay 12 terlihat bahwa doa Daniel itu sebetulnya langsung dijawab. Tetapi dari ay 13 kita melihat bahwa akhirnya doa itu tertunda pengabulan / jawabannya, karena adanya ‘pemimpin kerajaan / raja-raja orang Persia’ yang menghalangi jawaban doa tersebut. Memang ada pertentangan tentang siapa yang dimaksud dengan istilah ‘pemimpin kerajaan / raja-raja orang Persia’ dalam ay 13 itu. Tetapi saya menganggap bahwa ini menunjuk kepada setan. Mengapa setan dihubungkan dengan Persia? Karena Daniel saat itu ada di Persia.
Baru setelah Mikhael datang dan menghadapinya, maka doa Daniel bisa dijawab.
Tetapi tentu saja sabotase setan seperti ini hanya bisa terjadi kalau Tuhan mengizinkan hal itu.
4) Tuhan mendengar doa itu dan langsung mengabulkannya.
Contoh: 1Raja 18:36-38 - “(36) Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: ‘Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hambaMu dan bahwa atas firmanMulah aku melakukan segala perkara ini. (37) Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.’ (38) Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.”.
Ada 2 hal yang perlu diperhatikan tentang pengabulan doa.
a) Doa setiap orang kristen bisa dikabulkan.
Ada banyak orang kristen yang senang didoakan oleh hamba Tuhan, karena mereka mempunyai pemikiran bahwa doa pendeta itu lebih manjur, lebih didengar / dikabulkan oleh Tuhan. Ini adalah pemikiran yang salah! Setiap orang kristen yang sejati doanya bisa didengar / dikabulkan oleh Tuhan. Karena itu, sekalipun orang kristen boleh saja meminta pendeta untuk mendoakannya, tetapi orang kristen tidak boleh bergantung pada doa pendeta. Ia juga harus berdoa sendiri.
b) Bukan hanya Tuhan yang bisa mengabulkan doa; setan juga bisa.
Karena itu jangan terlalu heran kalau ada orang yang berdoa secara salah, misalnya tanpa melalui Kristus, atau menujukannya kepada Maria / orang suci, dan bahkan patung berhala, tetapi doanya dikabulkan. Setan mengabulkan doa supaya orang yang berdoa itu mengira bahwa ia ada di dalam jalan yang benar dan terus berdoa dengan cara yang salah!
Ingat! Apakah Tuhan menjawab doa kita dengan ‘tidak’, ‘tunggu’, atau ‘ya’, semuanya adalah untuk kebaikan kita.
Ro 8:28 - “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”.
1) Kita harus mempunyai hubungan / persekutuan yang baik dengan Tuhan.
Yoh 15:1-7 - “(1) ‘Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. (2) Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah. (3) Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. (4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. (7) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”.
Ada banyak orang kristen yang hanya berdoa kalau ada kesukaran. Mereka memperlakukan Tuhan seperti ban serep. Ban serep tidak digubris, sampai pemiliknya kegembosan ban. Demikian juga Tuhan sering tidak digubris sampai kesukaran yang hebat datang. Tetapi ini tentu tidak pada tempatnya. Kita harus mempunyai persekutuan yang baik dengan Tuhan, yaitu dengan berdoa dan membaca Firman Tuhan setiap hari. Juga, karena dosa merusak persekutuan kita dengan Tuhan, maka dosa harus dibuang.
2) Kita harus berdoa dengan tujuan supaya Tuhan dipermuliakan.
1Kor 10:31 - “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”.
Ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan Tuhan harus menjadi tujuan dari setiap tindakan kita, bahkan tindakan sehari-hari yang remeh, seperti makan dan minum, apalagi tindakan-tindakan lain seperti berbakti, memberi persembahan, belajar Firman Tuhan, melayani, memberitakan Injil, dan berdoa.
Jangan berdoa hanya demi kepentingan diri saudara sendiri dan keluarga saudara. Berdoalah demi kemuliaan Tuhan, misalnya dengan minta supaya diri saudara bisa lebih dikuduskan, dan bisa melayani Tuhan sesuai kehendak Tuhan, atau supaya bisa membawa banyak jiwa datang kepada Tuhan. Juga berdoalah untuk gereja, hamba Tuhan, dsb, bukan demi kepentingan mereka sendiri, tetapi lagi-lagi supaya Tuhan dipermuliakan.
Doa untuk sesuatu yang kelihatannya bersifat jasmani sekalipun, bisa dilakukan untuk kemuliaan Tuhan. Misalnya kalau saudara berdoa meminta mobil. Saudara memang bisa minta mobil supaya bisa bersenang-senang dengan mobil itu. Ini motivasi yang egois. Tetapi saudara juga bisa minta mobil, dengan motivasi supaya mobil itu bisa digunakan untuk melayani Tuhan. Ini doa untuk kemuliaan Tuhan.
3) Kita harus berdoa sesuai dengan Firman Tuhan.
Firman Tuhan memang merupakan pedoman dalam hidup kita.
Maz 119:105 - “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”.
Itu jelas juga berarti bahwa Firman Tuhan merupakan pedoman dalam kehidupan doa kita. Jadi, doa tidak bisa dipisahkan dari Firman Tuhan! Orang yang banyak mengerti Firman Tuhan akan bisa berdoa dengan lebih baik, dan sebaliknya, orang yang pengertian Firman TuhanNya kacau, pasti juga akan kacau doanya.
Contoh doa yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan:
a) Kalau saudara berdoa supaya Tuhan membunuh orang yang saudara benci; ini tentu merupakan doa yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.
b) Kalau saudara berdoa supaya setan tidak menggoda saudara, dan supaya setan diusir dan bahkan dibuang ke neraka. Ini juga tidak sesuai dengan Firman Tuhan, dan tidak akan dikabulkan. Firman Tuhan berkata bahwa setan baru akan dibuang ke neraka pada akhir zaman (Wah 20:7-10), dan sebelum saat itu ia masih diberi kebebasan untuk menggoda kita.
Wah 20:7-10 - “(7) Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, (8) dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. (9) Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, (10) dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”.
Karena itu saya berpendapat bahwa sia-sialah orang yang berdoa menengking setan dari ruang kebaktian!
4) Berikan waktu yang cukup untuk berdoa, jangan berdoa dengan tergesa-gesa.
Mark 1:35 - “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”.
Yesus melakukan hal ini bukan hanya untuk mencari suasana yang sunyi / sepi, tetapi juga supaya Ia mempunyai waktu yang cukup untuk bersekutu dengan BapaNya. Dan ini harus kita teladani. Acara TV pada malam hari bisa merusak doa pagi, karena kalau saudara terlambat tidur, saudara mungkin sekali juga akan terlambat bangun, sehingga saudara akan berdoa dengan tergesa-gesa. Dalam keadaan tergesa-gesa, tidak mungkin saudara bisa berdoa dengan baik.
5) Kita harus berdoa dengan sungguh-sunguh, artinya kita betul-betul mengharapkan jawaban atas doa kita itu.
Luk 22:44 - “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. PeluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.”.
Kesungguhan Yesus dalam berdoa di sini juga merupakan sesuatu yang harus kita teladani. Jangan berdoa dengan sikap acuh tak acuh, atau dengan sikap ‘dijawab baik, tidak dijawab ya sudah’. Misalnya:
a) Kalau saudara berdoa untuk pertobatan seseorang. Kalau dalam hati saudara, saudara tidak sungguh-sungguh mengharapkan pertobatan orang itu, karena saudara sebetulnya tidak mengasihi orang itu, maka mungkin tidak ada gunanya saudara berdoa.
b) Kalau saudara berdoa untuk gereja, pendeta, dsb. Apakah saudara sungguh-sungguh menginginkan Tuhan menjawab doa saudara?
6) Kita harus berdoa dengan iman.
Mark 11:23-24 - “(23) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. (24) Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”.
Ingat bahwa iman adalah keyakinan yang didasarkan pada Firman Tuhan (Kej 15:6 Ro 10:17).
Kej 15:6 - “(5) Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: ‘Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.’ Maka firmanNya kepadanya: ‘Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.’ (6) Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”.
Ro 10:17 - “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”.
Kalau ada janji Tuhan untuk memberikan apa yang saudara doakan itu, maka saudara bisa berdoa dengan iman.
Misalnya:
a) Saudara sudah mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, dan sekarang saudara minta supaya Tuhan mencukupi kebutuhan saudara. Dalam hal ini saudara bisa beriman, karena Firman Tuhan memang menjanjikan hal itu.
Mat 6:33 - “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”.
b) Saudara sedang mengalami kesukaran, dan saudara minta hikmat Tuhan untuk menghadapi kesukaran itu.
Yak 1:2-8 - “(2) Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, (3) sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. (4) Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. (5) Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit -, maka hal itu akan diberikan kepadanya. (6) Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. (7) Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. (8) Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”.
Text di atas ini tidak berlaku untuk setiap doa! Kontextnya menunjukkan bahwa ini hanya berlaku untuk doa minta hikmat untuk menghadapi kesukaran. Dalam hal ini ada janji Tuhan bahwa Tuhan pasti akan mengabulkan doa itu. Jadi, kita bisa berdoa dengan iman.
c) Saudara jatuh ke dalam dosa, dan menyesalinya / mengakuinya kepada Tuhan, dan minta ampun atas dosa itu.
1Yoh 1:9 - “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”.
Ayat ini menjanjikan pengampunan dosa untuk orang yang menyesali / mengakui dosa-dosanya kepada Tuhan (tentu saya dengan syarat ia adalah anak Tuhan yang sejati). Jadi, kalau saudara menaikkan doa pengakuan dosa, saudara bisa berdoa dengan iman, berdasarkan janji Tuhan di sini.
Orang yang yakin tanpa dasar Firman Tuhan, tidak bisa disebut sebagai beriman. Dalam hal-hal yang tidak ada dasar Kitab Sucinya (tak ada janji Tuhan untuk memberikan hal itu) kita tetap boleh berdoa, tetapi tentu kita tidak bisa yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan doa kita. Paling-paling kita bisa yakin bahwa Allah bisa mengabulkan doa kita.
Bdk. Dan 3:16-18 - “(16) Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: ‘Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. (17) Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; (18) tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.’”.
Ay 17 dalam Kitab Suci Indonesia ini salah terjemahan. Terjemahan Kitab Suci Indonesia menunjukkan bahwa Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak yakin bahwa Allah bisa melepaskan mereka dari api yang menyala-nyala itu. Bandingkan dengan terjemahan KJV di bawah ini.
KJV: ‘(17) If it be so, our God whom we serve is able to deliver us from the burning fiery furnace, and he will deliver us out of thine hand, O king. (18) But if not, be it known unto thee, O king, that we will not serve thy gods, nor worship the golden image which thou hast set up’ [= (17) Jika demikian, Allah kami yang kami layani / sembah mampu melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala, dan Ia akan melepaskan kami dari tanganmu, ya raja. (18) Tetapi jika tidak, hendaklah engkau mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan melayani / menyembah allah-allahmu, ataupun menyembah patung emas yang telah engkau dirikan].
Jadi, ay 17 sebetulnya menunjukkan bahwa mereka yakin kalau Allah mampu untuk menolong mereka. Tetapi kalau saudara membaca ay 18nya terlihat dengan jelas bahwa mereka tidak yakin bahwa Allah mau menolong mereka. Mengapa? Karena Allah memang tidak pernah memberikan janji bahwa Ia pasti akan menolong anak-anakNya dalam situasi seperti itu. Karena itu ada banyak anak-anak Tuhan yang dibiarkan mati syahid dalam keadaan seperti itu. Misalnya: Yohanes Pembaptis, rasul Yakobus, nabi Yesaya.
7) Kita harus berdoa menggunakan otak / pikiran, bukan hanya perasaan atau asal ngomong.
1Kor 14:14-15a - “(14) Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. (15a) Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku;”.
Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan menghendaki kita menggunakan otak / pikiran kita dalam berdoa. Misalnya kita harus berdoa untuk seseorang yang sedang sakit, maka kita harus memikirkan apa kebutuhan orang itu. Dokter yang baik? Obat? Diagnose yang tepat? Uang? Iman yang teguh dalam kesukaran? Setelah memikirkan apa kebutuhannya, baru kita mendoakan hal-hal itu.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali
Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya BLOK D - 16, SURABAYA
Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin