Pemahaman Alkitab
(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tgl 25 Maret 2025, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
DOA(1)
Berdoa adalah berbicara kepada Tuhan. Sekalipun hal ini mungkin sekali sudah dimengerti oleh semua orang, tetapi dalam kenyataannya, ada banyak orang yang tidak menghayati definisi doa ini. Misalnya:
1) Adanya sikap tidak hormat kepada Tuhan.
Ini bisa terjadi:
a) Pada waktu dirinya sendiri berdoa.
Misalnya: ada banyak orang berdoa (biasanya doa makan) sambil menghadap TV yang suaranya tetap keras, dan doanyapun dibuat cepat-cepat karena ingin segera melanjutkan nonton TV.
b) Pada waktu orang lain berdoa.
Misalnya:
1. Tahu ada orang sedang berdoa tetapi toh membuat ribut.
2. Ada banyak orang sering ‘membangunkan’ orang yang sedang berdoa.
2) Pada saat memimpin persekutuan doa, banyak orang membuat doa itu menjadi ‘indah’ demi manusia yang mendengar. Kita harus ingat bahwa pada waktu berdoa kita berbicara kepada Tuhan dan bukan kepada manusia.
3) Berdoa dengan sikap munafik / tidak jujur, misalnya dengan berkata: ‘Tuhan, aku percaya bahwa Engkau pasti menyembuhkan penyakit ini’, padahal hatinya tidak percaya.
Kalau saudara bersikap munafik / berdusta pada waktu berbicara kepada manusia, mungkin itu bisa berguna, karena orang itu tidak akan tahu kemunafikan / dusta saudara. Tetapi pada waktu berdoa, saudara berbicara kepada Tuhan yang maha tahu, yang tahu seluruh isi hati / pikiran saudara. Ada gunanyakah bersikap munafik / berdusta dalam doa? Lebih baik, keluarkan / katakan apa saja yang ada di dalam hati saudara kepada Tuhan secara jujur. Dari pada berdoa: ‘Tuhan ampunilah orang yang jahat kepadaku itu, dan berkatilah dia’, padahal saudara menginginkan orang itu mati, lebih baik saudara berdoa: ‘Tuhan, sebetulnya aku benci kepada orang itu dan aku ingin Engkau membunuh dia, tetapi karena Engkau menyuruh aku mengasihi musuh dan mendoakannya, maka tolong aku mengampuni dan mengasihinya’.
4) Berdoa secara ‘otomatis’ / sekedar sebagai kebiasaan (tanpa dihayati), misalnya: doa makan, Doa Bapa Kami.
Pada waktu menaikkan doa-doa rutin seperti ini sering orang berdoa secara otomatis, dan pikirannyapun tidak ditujukan kepada Tuhan.
Ada yang berdoa sambil:
1) Berlutut.
Dan 6:11 - “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”.
2) Berdiri.
Luk 18:11,13 - “(11) Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; ... (13) Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.”.
3) Duduk.
1Raja 19:4 - “Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: ‘Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.’”.
4) Berjalan.
2Sam 15:30-31 - “(30) Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis. (31) Ketika kepada Daud dikabarkan, demikian: ‘Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersepakat dengan Absalom,’ maka berkatalah Daud: ‘Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN.’”.
Kesimpulan: Kitab Suci tidak menentukan posisi tubuh pada waktu berdoa. Yang penting adalah sikap hati kita.
Bdk. Yoh 4:23-24 - “(23) Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. (24) Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.’”.
1) Doa pujian (Mat 6:9-10).
Mat 6:9-10 - “(9) Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah namaMu, (10) datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.”.
Bagian awal dari Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus ini jelas merupakan suatu pujian.
Kita bisa memuji Tuhan atas apa adanya Dia, yaitu sebagai Allah yang maha kuasa, maha mulia, maha kasih, dsb. Kita juga bisa memuji Dia atas segala berkat / kasih yang Ia limpahkan kepada kita.
2) Doa permohonan.
Ada orang yang tidak mau meminta apa-apa kepada Tuhan, dengan alasan bahwa ia berserah kepada Tuhan. Sikap apatis seperti ini adalah salah, karena Tuhan menyuruh kita meminta kepadaNya.
Yoh 16:24 - “Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”.
Mat 7:7 - “‘Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”.
Perhatikan bahwa dalam kedua ayat di atas, kata ‘mintalah’ merupakan suatu perintah! Dan ini merupakan present imperative / kata perintah bentuk present, dan karena itu harus dilakukan terus menerus.
Kita boleh, dan bahkan harus, meminta kepada Tuhan, baik dalam hal jasmani, maupun rohani.
Mat 6:11-13 - “(11) Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (12) dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; (13) dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]”.
Ay 11 merupakan permintaan yang bersifat jasmani, sedangkan ay 12-13a merupakan permintaan yang bersifat rohani.
a) Dalam hal jasmani, kita boleh meminta hal-hal seperti kesehatan / kesembuhan, perlindungan, keharmonisan keluarga, uang, mobil, berkat dalam study / pekerjaan, pacar, dsb.
b) Dalam hal rohani, kita boleh meminta hal-hal seperti penyadaran dosa, pengampunan dosa, bimbingan Roh Kudus, pencerahan supaya mengerti Firman Tuhan, pengurapan dalam pelayanan, pertumbuhan iman dan hubungan dengan Tuhan, pengudusan, dsb.
3) Doa syukur (1Tes 5:18 Luk 17:11-19).
1Tes 5:18 - “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”.
Luk 17:11-19 - “(11) Dalam perjalananNya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. (12) Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh (13) dan berteriak: ‘Yesus, Guru, kasihanilah kami!’ (14) Lalu Ia memandang mereka dan berkata: ‘Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.’ Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. (15) Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, (16) lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepadaNya. Orang itu adalah seorang Samaria. (17) Lalu Yesus berkata: ‘Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? (18) Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?’ (19) Lalu Ia berkata kepada orang itu: ‘Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.’”.
Banyak orang seperti 9 orang kusta itu, yang hanya rajin meminta, tetapi pada waktu doanya dikabulkan atau pada waktu menerima sesuatu yang baik dari Tuhan, tidak bersyukur kepada Tuhan.
Ada banyak hal untuk mana kita harus bersyukur, seperti:
a) Keselamatan dalam Kristus.
b) Pengampunan dosa yang Tuhan berikan dari hari ke hari.
c) Segala berkat jasmani maupun rohani yang Tuhan berikan kepada saudara.
d) Segala hal yang jelek yang tidak menimpa saudara.
Kalau saudara sedang mengalami hal yang tidak menyenangkan, mungkin saudara perlu melihat orang lain yang lebih menderita dari saudara, dan bersyukurlah bahwa saudara tidak mengalami apa yang dia alami. Ada orang yang berkata: ‘Orang yang tidak mempunyai sepatu akan terus mengomel, sampai ia bertemu dengan orang yang tidak punya kaki’.
e) Segala hal yang tidak menyenangkan yang menimpa saudara, karena itu pasti membawa kebaikan bagi saudara (kalau saudara betul-betul adalah seorang anak Tuhan).
Ro 8:28 - “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”.
4) Doa pengakuan dosa.
Mat 6:12 - “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;”.
1Yoh 1:9 - “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”.
Doa pengakuan dosa ini harus dilakukan:
a) Dengan hati yang sungguh-sungguh menyesal.
Maz 51:18-19 - “(18) Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. (19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”.
b) Sesering mungkin, sedikitnya setiap hari sekali.
Mengapa? Karena sebelum dosa itu saudara akui, dosa itu menghalangi persekutuan saudara dengan Tuhan (Yes 59:1-2), dan ini menyebabkan saudara jatuh ke dalam dosa yang lain.
Yes 59:1-2 - “(1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”.
c) Secara mendetail (menyebut dosa-dosa saudara satu per satu, bukan secara umum).
Jadi, jangan berdoa ‘Tuhan ampuni semua dosaku sepanjang bulan / minggu yang lalu’, tetapi berdoalah: ‘Tuhan ampuni aku tadi berdusta kepada si A, dan ampuni juga aku tadi ngelamun di gereja, dan ampuni aku tadi mata duitan’, dsb.
Kalau saudara betul-betul percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, maka pada waktu saudara sudah mengaku dosa dengan sungguh-sungguh, saudara harus yakin berdasarkan Firman Tuhan bahwa Tuhan sudah mengampuni dosa saudara.
1Yoh 1:9 - “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”.
Setan sering menggoda / berbisik supaya saudara tidak yakin akan pengampunan Tuhan, dengan alasan dosa saudara itu adalah dosa yang besar atau terjadi secara berulang-ulang, atau karena dosa itu dilakukan dengan sengaja, dsb. Tetapi saudara harus memilih, mau percaya kepada setan atau kepada Firman Tuhan?
5) Doa syafaat / doa untuk orang lain.
1Tim 2:1-2 - “(1) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, (2) untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.”.
1Sam 12:23 - “Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus.”.
Ada banyak orang yang harus kita doakan:
a) Pemerintah (1Tim 2:1-2).
1Tim 2:1-2 - “(1) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, (2) untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.”.
b) Hamba Tuhan & semua orang kudus / kristen.
Ef 6:18-20 - “(18) dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (19) juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, (20) yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.”.
Berhentilah memandang hamba Tuhan sebagai seorang superman rohani. Mereka adalah manusia biasa, sama seperti saudara, dan sebagai hamba Tuhan mereka lebih banyak diserang setan. Karena itu banyaklah berdoa untuk mereka.
c) Orang yang belum bertobat, supaya mereka bertobat.
Kis 26:29 - “Kata Paulus: ‘Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini.’”.
‘Menjadi sama seperti aku’ jelas maksudnya adalah ‘menjadi kristen / orang percaya’.
d) Orang sakit.
Yak 5:14 - “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.”.
e) Musuh.
Mat 5:44 - “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”.
Ada beberapa kemungkinan tentang sikap Tuhan terhadap doa manusia.
1) Tuhan tidak mendengar / tidak menggubris doa itu.
Hal itu bisa terjadi, karena:
a) Orang yang berdoa itu bukan anak Allah / belum percaya kepada Yesus dengan sungguh-sungguh.
Dasarnya:
1. Yoh 14:6 dan 1Tim 2:5 menunjukkan bahwa hanya melalui Yesus kita dapat datang kepada Bapa.
Yoh 14:6 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”.
1Tim 2:5 - “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,”.
Orang yang belum percaya kepada Yesus, dosa-dosanya belum beres, dan dosa-dosanya itu memisahkan dia dengan Allah yang maha suci.
Yes 59:1-2 - “(1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”.
2. Yoh 16:23-24 menunjukkan bahwa doa harus dinaikkan ‘dalam nama Yesus’.
Yoh 16:23-24 - “(23) Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepadaKu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam namaKu. (24) Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”.
Jangan berpikir bahwa ini berarti bahwa kita harus sekedar mengucapkan kata-kata ‘dalam nama Yesus’ pada akhir doa itu. Sama sekali tidak. Mengapa? Karena dalam Kitab Suci tidak pernah ada doa yang diakhiri dengan kata-kata ‘dalam nama Yesus’. Bahkan pada waktu Yesus mengajarkan doa Bapa Kami, Ia tidak menggunakan kata-kata ‘dalam nama Yesus’ pada akhir dari doa itu.
Kalau demikian apa arti Yoh 16:23-24 itu? Artinya adalah: pada waktu kita berdoa, dalam pemikiran kita harus ada suatu pengertian dan kesadaran bahwa hanya karena jasa penebusan Yesuslah maka kita bisa / boleh menghadap Allah. Tanpa pengertian dan kesadaran itu doa kita tidak didengar Allah.
Bdk. Ibr 10:19-22 - “(19) Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, (20) karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri, (21) dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. (22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.”.
Text di atas mengatakan bahwa oleh darah Yesus kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus. Karena itu, orang yang belum percaya kepada Yesus, yang tidak mempunyai darah Yesus itu, tentu tidak bisa masuk ke dalam tempat kudus.
Text di atas juga mengatakan bahwa kita mempunyai seorang Imam Besar. Karena itu ay 22nya mengajak untuk menghadap Allah. Tetapi orang yang tidak percaya tentu tidak mempunyai Yesus sebagai Imam Besar / Pengantara, dan karena itu tentu tidak bisa menghadap Allah!
Dalam persoalan ini ada satu hal yang perlu diwaspadai: Kalau pada suatu waktu kita memegangi dosa tertentu secara sengaja / sadar, maka mungkin sekali kita takut berdoa, karena kita tahu Allah tidak akan mendengarkan doa kita. Ini adalah sesuatu yang wajar / benar. Tetapi sebaliknya, kalau kita hidup saleh, dan kita lalu berdoa dengan keyakinan bahwa doa kita pasti didengar karena kita sudah hidup saleh, maka itu salah! Bagaimanapun salehnya kita hidup, kita masih penuh dengan dosa, dan karena itu setiap saat kita harus sadar bahwa kita hanya bisa diterima oleh Allah karena jasa penebusan Kristus, bukan karena kesalehan hidup kita sendiri!
Bdk. Dan 9:18 - “Ya Allahku, arahkanlah telingaMu dan dengarlah, bukalah mataMu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan namaMu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapanMu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayangMu yang berlimpah-limpah.”.
Penerapan:
a. Kalau saudara bukanlah orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Kristus, dan saudara merasa heran mengapa doa saudara selama ini tidak dikabulkan oleh Tuhan, maka pertama-tama datanglah dan percayalah kepada Yesus!
b. Kalau saudara adalah orang kristen dan suatu hari saudara memberikan counseling / bimbingan kepada orang yang belum percaya yang sedang mengalami kesukaran, janganlah saudara menyuruh dia berdoa. Injili dia lebih dulu dan desak dia untuk percaya kepada Yesus, baru suruh dia berdoa untuk problemnya. Beri orang itu pengertian bahwa hanya melalui Yesus orang bisa datang kepada Bapa.
Catatan: Kadang-kadang Tuhan bisa mengabulkan doa orang yang belum percaya, dengan tujuan mempertobatkan orang itu.
b) Ada dosa yang belum diakui / ditinggalkan atau bahkan dipegangi dengan sikap tegar tengkuk.
Yes 59:1-2 - “(1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”.
Contoh dosa yang bisa menghalangi doa:
1. Tidak peduli pada teguran / nasehat Firman Tuhan.
Amsal 1:24-31 - “(24) Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, (25) bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, (26) maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, (27) apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu. (28) Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku. (29) Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN, (30) tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku, (31) maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.”.
Zakh 7:8-13 - “(8) Firman TUHAN datang kepada Zakharia, bunyinya: (9) ‘Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! (10) Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing.’ (11) Tetapi mereka tidak mau menghiraukan, dilintangkannya bahunya untuk melawan dan ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar. (12) Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui rohNya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN. (13) ‘Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam.”.
2. Ada niat jahat dalam hati.
Maz 66:18 - “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.”.
3. Ada kesombongan, khususnya kesombongan rohani.
Luk 18:9-14 - “(9) Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: (10) ‘Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. (11) Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; (12) aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. (13) Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. (14) Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.’”.
Orang Farisi itu jelas merupakan orang yang sombong rohani, dan itu menyebabkan Tuhan tidak mendengarkan doanya!
4. Tidak mau menolong orang yang membutuhkan pertolongan.
Amsal 21:13 - “Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.”.
5. Ada berhala / allah lain.
Yer 11:10-11 - “(10) Mereka sudah jatuh kembali kepada kesalahan nenek moyang mereka yang dahulu telah menolak mendengarkan firmanKu. Mereka mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya. Kaum Israel dan kaum Yehuda telah mengingkari perjanjianKu yang telah Kuikat dengan nenek moyang mereka. (11) Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mendatangkan ke atas mereka malapetaka yang tidak dapat mereka hindari, dan apabila mereka berseru-seru kepadaKu, maka Aku tidak akan mendengarkan mereka.”.
Jangan terlalu cepat mengatakan bahwa saudara tidak mempunyai berhala / allah lain. Saudara mungkin memang tidak menyembah patung berhala / dewa, tetapi kalau saudara mempunyai sesuatu / seseorang yang saudara cintai / utamakan lebih dari Allah, itu sudah merupakan berhala / allah lain dalam kehidupan saudara.
2) Tuhan mendengar doa itu, tetapi tidak mengabulkannya.
Ini berbeda dengan yang no 1 di atas. Yang no 1 di atas, doanya tidak digubris; sedangkan yang no 2 ini, doanya didengar, tetapi tidak dikabulkan.
Illustrasi: Kalau anak tetangga minta sesuatu kepada saudara, saudara mungkin sekali tidak menggubrisnya, karena anak itu bukan anak saudara. Tetapi kalau anak saudara minta sesuatu yang kurang baik kepada saudara, saudara mendengarnya, tetapi tidak mengabulkannya.
Tuhan bisa tidak mengabulkan doa kita karena:
a) Apa yang kita minta itu tidak baik dalam pandangan Tuhan.
Mat 7:7-11 - “(7) ‘Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (8) Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (9) Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, (10) atau memberi ular, jika ia meminta ikan? (11) Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya.’”.
Jangan pernah berpikir bahwa apapun yang saudara doakan / minta, asal saudara beriman dan tekun, pasti akan dikabulkan. Pandangan seperti ini sangat populer pada zaman ini, dan seringkali didasarkan pada Mat 7:7-8, tetapi ini merupakan pandangan yang salah! Mat 7:7-8 tidak boleh ditafsirkan tanpa memperhatikan Mat 7:11nya! Dan Mat 7:11 dengan jelas menunjukkan bahwa Tuhan hanya mengabulkan doa kita kalau permintaan kita itu baik, dan yang dimaksud dengan ‘baik’ tentu ‘baik dalam pandanganNya’. Dan ingat bahwa Tuhan mempunyai pemikiran yang jauh lebih tinggi / sangat berbeda dari pemikiran kita.
Yes 55:8-9 - “(8) Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman TUHAN. (9) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu.”.
Karena itu, bisa saja apa yang ‘baik’ dalam pandangan kita adalah ‘tidak baik’ dalam pandangan Tuhan. Bandingkan dengan 2Kor 12:7-10 dimana doa Pauluspun ditolak oleh Tuhan karena dianggap tidak baik.
2Kor 12:7-10 - “(7) Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. (8) Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. (9) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (10) Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali
Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya BLOK D - 16, SURABAYA
Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin