Seminar

 

Pembahasan ajaran

 

Pdt. Erastus Sabdono

 

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Rabu, tanggal 9 Januari 2019, pk 19.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Session IX

 

Corpus Delicti (9)

 

e) Sekarang mari kita melihat beberapa penafsiran tentang Wah 12 ini.

 

Matthew Henry & Adam Clarke:

 

Matthew Henry dan Adam Clarke menganggap naga menunjuk kepada kekaisaran kafir Roma. Tafsiran ini jelas bertentangan dengan ay 9: Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya..

 

Karena ngawurnya tafsiran mereka, saya tak menggunakan tafsiran mereka lebih jauh lagi. Tetapi bahkan merekapun tidak menganggap bahwa Wah 12:7-8 menunjuk pada kejatuhan Iblis!

 

Matthew Henry: Here we see that early prophecy eminently fulfilled in which God said he would ‘put enmity between the seed of the woman and the seed of the serpent,’ Gen 3:15.[= Di sini kita melihat bahwa nubuat awal secara menyolok digenapi dalam mana Allah berkata Ia akan ‘mengadakan permusuhan antara benih / keturunan perempuan ini dan benih / keturunan dari ular’, Kej 3:15.].

 

Matthew Henry: 3. The success of the battle: ‘The dragon and his angels fought and prevailed not;’ there was a great struggle on both sides, but the victory fell to Christ and his church, and the dragon and his angels were not only conquered, but cast out; the pagan idolatry, which was a worshipping of devils, was extirpated out of the empire in the time of Constantine.[= 3. Sukses dari pertempuran: ‘Naga dan malaikat-malaikatnya berperang dan kalah’; di sana ada suatu pergumulan yang besar di kedua pihak, tetapi kemenangan jatuh kepada Kristus dan gerejaNya, dan naga dan malaikat-malaikatnya bukan hanya dikalahkan, tetapi dibuang ke luar; penyembahan berhala kafir, yang merupakan suatu penyembahan setan-setan, dihancurkan secara total dari kekaisaran dalam jaman Konstantin.].

 

Dari kata-kata ini jelas Matthew Henry tidak menganggap perang itu terjadi pada saat kejatuhan Iblis!

 

Adam Clarke: “‘And there was war in heaven.’ As heaven means here the throne of the Roman Empire, the war in heaven consequently alludes to the breaking out of civil commotions among the governors of this empire.[= ‘Dan di sana ada perang di surga’. Karena surga di sini berarti takhta dari Kekaisaran Roma, maka perang di surga menunjuk secara tidak langsung pada pecahnya pemberontakan sipil di antara gubernur-gubernur dari kekaisaran ini.].

 

Jelas bahwa Adam Clarke tidak menganggap perang ini terjadi pada saat kejatuhan Iblis!

 

George Eldon Ladd:

 

George Eldon Ladd: “The dragon represents Satan; the woman represents the ideal people of God - the church. ... The birth of Messiah is represented (vss. 2,5), but there is no room in the story for his life and ministry; he is suddenly caught up in heaven (vs. 5);” [= Naga menggambarkan Iblis; perempuan menggambarkan umat yang ideal dari Allah - gereja. ... Kelahiran Mesias digambarkan (ay 2,5), tetapi di sana tidak ada tempat dalam cerita itu untuk kehidupan dan pelayananNya; Ia tiba-tiba diangkat ke surga (ay 5).] - hal 166.

 

Kapan perang itu terjadi?

 

George Eldon Ladd: “This is not a vision of an event which is to take place at the end; it is a vision in highly imaginative terms of the heavenly warfare between God and Satan, which has its counterpart in history in the conflict between the church and demonic evil.” [= Ini bukanlah suatu penglihatan dari suatu peristiwa yang akan terjadi pada akhir; itu adalah suatu penglihatan dalam istilah-istilah yang sangat bersifat imaginatif tentang peperangan surgawi antara Allah dan Iblis, yang mempunyai kesesuaian dalam sejarah dalam konflik antara gereja dan kejahatan setan.] - hal 166.

 

Jelas bahwa George Eldon Ladd tidak menganggap perang ini berhubungan dengan kejatuhan Iblis!

 

William Hendriksen:

 

Siapa ‘perempuan’, ‘naga’, dan ‘Anak’ itu?

 

William Hendriksen: “That woman symbolizes the Church (cf. Is. 50:1; 54:1; Ho. 2:1; Eph. 5:32). Scripture emphasizes the fact that the Church in both dispensations is one. ... Secondly, there is the child, the seed of the woman. This mighty child is the Christ. ... Thirdly, there is the dragon. It symbolizes Satan (Rev. 20:2).” [= Perempuan itu menyimbolkan Gereja (bdk. Yes 50:1; 54:1; Hos 1:12; Ef 5:32). Kitab Suci menekankan fakta bahwa Gereja dalam kedua jaman adalah satu. ... Kedua, di sana ada sang Anak, benih / keturunan dari si perempuan. Anak yang perkasa ini adalah Kristus. ... Ketiga, di sana ada sang naga. Itu menyimbolkan Iblis (Wah 20:2).] - ‘More Than Conquerors’, hal 135,136.

 

Yes 50:1 - “Beginilah firman TUHAN: ‘Di manakah gerangan surat cerai ibumu tanda Aku telah mengusir dia? Atau kepada siapakah di antara penagih hutangKu Aku pernah menjual engkau? Sesungguhnya, oleh karena kesalahanmu sendiri kamu terjual dan oleh karena pelanggaranmu sendiri ibumu diusir.”.

Yes 54:1 - “Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN.”.

Hos 1:12 - “Katakanlah kepada saudara-saudaramu laki-laki: ‘Ami!’ dan kepada saudara-saudaramu perempuan: ‘Ruhama!’”.

Hos 2:1 - “‘Adukanlah ibumu, adukanlah, sebab dia bukan isteriKu, dan Aku ini bukan suaminya; biarlah dijauhkannya sundalnya dari mukanya, dan zinahnya dari antara buah dadanya,”.

Ef 5:32 - “Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.”.

Wah 20:2 - “ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,”.

 

William Hendriksen: “Let us now study the main thought. It is this - the dragon stands in front of the woman who is about to be delivered so that when she is delivered he may devour her child; that is, Satan is constantly aiming at the destruction of the Christ. ... a. The initial promise (Gn. 3:15). Revelation 12 is very clearly based on this verse. The same characters appear in both; the same truth is proclaimed in both.” [= Sekarang marilah kita mempelajari pemikiran utamanya. Itu adalah ini - sang naga berdiri di depan si perempuan yang mau melahirkan sehingga pada waktu ia melahirkan ia bisa menelan Anaknya; artinya, Iblis secara konstan / terus menerus memaksudkan kehancuran dari Kristus. ... a. Janji pertama (Kej 3:15). Wah 12 dengan sangat jelas didasarkan pada ayat ini. Karakter-karakter / pemeran-pemeran yang sama muncul / terlihat dalam kedua text; kebenaran yang sama diberitakan dalam kedua text.] - ‘More Than Conquerors’, hal 136,137.

 

Kej 3:15 - “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.’”.

KJV: And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel. [= Dan Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara benih / keturunanmu dan benih / keturunannya; itu akan menghancurkan kepalamu, dan engkau akan menghancurkan tumitnya’.].

 

William Hendriksen: “The ‘serpent’ of Genesis 3 is the ‘dragon’ of Revelation 12. The woman’s ‘seed’ of Genesis 3 is the ‘son, a man child’ of Revelation 12. Also in Genesis 3:15 the expression ‘her seed’ indicates the Christ.” [= ‘Ular’ dari Kej 3 adalah ‘naga’ dari Wah 12. ‘Benih / keturunan’ si perempuan dari Kej 3 adalah ‘anak laki-laki’ dari Wah 12. Juga dalam Kej 3:15 ungkapan ‘benih / keturunannya’ menyatakan / berarti Kristus.] - ‘More Than Conquerors’, hal 137.

 

Kapan perang dalam Wah 12:7-9 itu terjadi?

 

William Hendriksen: “2. The expulsion of the dragon (12:7-12). The second symbolic picture show us the effect of Christ’s birth, atonement, and ascension to the throne in heaven. As always, let us first see the picture as a whole. There is a battle in heaven. Michael, as leader of the good angels and defender of God’s people (Dn. 10:13,21; 12:1; Jude 9) makes an attack upon the dragon, the leader of the evil angels and the opponent of God’s people. ... Notice, however, that it is Michael and his army that do the attacking. The result is that the dragon is defeated and cast out of heaven. ... The picture which John sees is fully explained by the words which he hears. The battle in heaven and the hurling down of the dragon are not to be understood literally. Satan is ‘hurled down from heaven’ in this sense, namely that he has lost his place as an accuser of the brethren. Whereas Christ was born and rendered satisfaction for sin, Satan has lost every semblance of justice for his accusations against believers. True, he continues to accuse. That is his work even today. But no longer is he able to point to the unaccomplished work of the Saviour. Christ’s atonement has been fully accomplished; complete satisfaction for sin had been rendered when He ascended to heaven (cf. Rom. 8:33: ‘Who shall bring any accusation against God’s elect?’; cf. also Rom. 8:1 and Luk. 10:18).” [= 2. Pengusiran dari sang naga (12:7-12). Gambaran simbolis yang kedua menunjukkan kepada kita hasil dari kelahiran, penebusan, dan kenaikan Kristus ke takhta di surga. Seperti biasa, marilah pertama-tama kita melihat gambarannya secara keseluruhan. Di sana ada pertempuran di surga. Mikhael, sebagai pemimpin dari malaikat-malaikat yang baik dan pembela dari umat Allah (Daniel 10:13,21; 12:1; Yudas 9) membuat suatu serangan terhadap sang naga, pemimpin dari malaikat-malaikat jahat dan penentang dari umat Allah. ... Tetapi perhatikan, bahwa adalah Mikhael dan pasukannya yang melakukan serangan. Hasilnya adalah bahwa sang naga dikalahkan dan dibuang dari surga. ... Gambaran yang Yohanes lihat dijelaskan secara penuh oleh kata-kata yang ia dengar. Pertempuran di surga dan pelemparan ke bawah dari sang naga tidak boleh dimengerti secara hurufiah. Iblis ‘dilemparkan ke bawah dari surga’ dalam arti ini, yaitu bahwa ia telah kehilangan tempatnya sebagai seorang pendakwa dari saudara-saudara (orang-orang Kristen). Karena Kristus telah dilahirkan dan memberikan / membuat penebusan untuk dosa, Iblis telah kehilangan setiap kemiripan keadilan untuk dakwaan-dakwaannya terhadap / menentang orang-orang percaya. Memang, ia terus mendakwa. Itu adalah pekerjaannya bahkan sekarang ini. Tetapi ia tidak lagi bisa menunjuk pada pekerjaan yang belum selesai dari sang Juruselamat. Penebusan Kristus telah diselesaikan sepenuhnya; penebusan lengkap / sempurna untuk dosa telah diberikan / dibuat pada waktu Ia naik ke surga (bdk. Ro 8:33: ‘Siapa yang akan membawa dakwaan apapun terhadap / menentang orang-orang pilihan Allah?’; bdk. juga Ro 8:1 dan Luk 10:18).] - ‘More Than Conquerors’, hal 140-141.

 

Dan 10:13,21 - “(13) Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. ... (21) Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satupun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu,”.

Dan 12:1 - “‘Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.”.

Yudas 9 - “Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: ‘Kiranya Tuhan menghardik engkau!’”.

Ro 8:33a - “Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah?”.

Ro 8:1 - “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”.

Luk 10:18 - “Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.”.

 

Dari kata-kata William Hendriksen di atas ini jelas ia beranggapan bahwa ‘perang’ itu terjadi setelah kenaikan Kristus ke surga! Jadi sama sekali tidak ada urusannya dengan kejatuhan Iblis yang terjadi di masa lalu yang sangat jauh.

 

Geoffrey B. Wilson:

 

Siapa ‘perempuan’, ‘naga’, dan ‘Anak’ itu?

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 1): “In this chapter we are shown the purpose which lies behind Satan’s attack upon the people of God.” [= Dalam pasal ini kita ditunjukkan tujuan yang terletak di belakang serangan Iblis terhadap umat Allah.] - hal 103.

Catatan: secara implicit ini menunjukkan bahwa naga itu menunjuk kepada Iblis!

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 1): “The woman should be regarded as an ideal symbol of God’s people in both dispensations.” [= Perempuan itu harus dianggap sebagai suatu simbol yang ideal tentang umat Allah dalam kedua jaman (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru).] - hal 103.

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 2): “The woman is pictured as pregnant, and she cries in anguish as she labours to give birth to her child. This cry of travail fills the Old Testament as the chosen community longs for the advent of ‘the seed of the woman’ (Gen. 3:15; Isa. 26:17; Micah 4:9,10; 5:2,3).” [= Perempuan itu digambarkan sebagai hamil, dan ia berteriak dalam kesakitan pada waktu ia berjuang untuk melahirkan Anaknya. Teriakan penderitaan untuk melahirkan ini memenuhi Perjanjian Lama pada waktu kelompok pilihan merindukan kedatangan dari ‘benih / keturunan dari si perempuan’ (Kej 3:15; Yes 26:17; Mikha 4:9,10; 5:1,2).] - hal 103-104.

 

Kej 3:15 - “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.’”.

 

Yes 26:17 - “Seperti perempuan yang mengandung yang sudah dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapanMu, ya TUHAN:”.

Catatan: menurut saya ayat ini tidak cocok untuk digunakan.

 

Mikha 4:9-10 - “(9) Maka sekarang, mengapa engkau berteriak dengan keras? Tiadakah raja di tengah-tengahmu? Atau sudah binasakah penasihatmu, sehingga engkau disergap kesakitan seperti perempuan yang melahirkan? (10) Menggeliatlah dan mengaduhlah, hai puteri Sion, seperti perempuan yang melahirkan! Sebab sekarang terpaksa engkau keluar dari kota dan tinggal di padang, terpaksa engkau berjalan sampai Babel; di sanalah engkau akan dilepaskan, di sanalah engkau akan ditebus oleh TUHAN dari tangan musuhmu.”.

Catatan: menurut saya ayat ini juga tidak cocok untuk digunakan.

 

Mikha 5:1-2 - “(1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagiKu seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.”.

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 2): “In Scripture no sharp dividing line is drawn between the true Israel and the new Israel, because the people of the promise are one people, whether they lived before of after the coming of Christ (Matt. 8:11; Rom. 4:16; Gal. 3:9).” [= Dalam Kitab Suci tak ada garis pemisah yang tajam yang dibuat antara Israel yang sejati / benar dan Israel yang baru, karena umat dari perjanjian adalah satu umat, apakah mereka hidup sebelum atau sesudah kedatangan Kristus (Mat 8:11; Ro 4:16; Gal 3:9).] - hal 104.

 

Mat 8:11 - Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,.

 

Ro 4:16 - Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -.

Catatan: bagian yang saya garis-bawahi itu ditafsirkan oleh Calvin sebagai menunjuk kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada Kristus.

 

Gal 3:9 - Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu..

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 3): “The second sign John sees in the sky is a great red dragon with seven heads, which he later identifies as ‘the old serpent, he that is called the Devil and Satan’ (v 9).” [= Tanda yang kedua yang Yohanes lihat di langit adalah seekor naga merah yang besar dengan tujuh kepala, yang belakangan ia samakan dengan ‘si ular tua, ia yang disebut Iblis dan Satan’ (ay 9).] - hal 104.

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 9): “The identity of the dragon is here put beyond all doubt. He is called: 1. ‘The old serpent’, whose first act of deceit was to beguile Eve in the garden (Gen. 3:1-7); 2. ‘The Devil’, (which means ‘slanderer’) because he is the calumniator of God’s servants, v 10; 3. ‘Satan’ (which means ‘adversary’), because he is the great enemy of mankind; 4. ‘The deceiver of the whole world’, which is blinded by his lies (2Cor. 4:4).” [= Identitas dari naga itu di sini dinyatakan tanpa keraguan. Ia disebut: 1. ‘Ular tua’, yang tindakan penipuan pertamanya adalah menipu Hawa di taman (Kej 3:1-7); 2. ‘Iblis’, (yang berarti ‘pemfitnah’) karena ia adalah pemfitnah dari pelayan-pelayan Allah, ay 10; 3. ‘Satan’ (yang berarti ‘musuh’), karena ia adalah musuh terbesar dari umat manusia; 4. ‘Penipu dari seluruh dunia’, yang dibutakan oleh dusta-dustanya (2Kor 4:4).] - hal 106.

Wah 12:10 - Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: ‘Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapiNya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita..

2Kor 4:4 - yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah..

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 4): “The power of the dragon was such that the sweep of his tail was able to drag away a third of the stars of heaven and cast them to the earth (Dan. 8:10). This dramatic figure has the introductory function of illustrating the destructive power of the dragon, but the main purpose of the verse is to show that this power is directed against God’s Messiah. Thus the dragon stands before the woman waiting to devour her child as soon as he is born. ‘The pregnant woman is the church which is pregnant with the promise of the Messiah beginning with Genesis 3:15. Satan’s one aim was ‘to devour’ or destroy this Messiah’ (Lenski).” [= Kuasa dari sang naga adalah sedemikian rupa sehingga sapuan ekornya mampu menyeret sepertiga bintang-bintang dari surga / langit dan melemparkan mereka ke bumi (Dan 8:10). Gambaran yang dramatis ini mempunyai fungsi yang bersifat memperkenalkan untuk menjelaskan kuasa yang bersifat menghancurkan dari sang naga, tetapi tujuan utama dari ayat ini adalah untuk menunjukkan bahwa kuasa ini diarahkan terhadap / menentang Mesias dari Allah. Jadi sang naga berdiri di depan perempuan itu menunggu untuk menelan Anaknya begitu Ia dilahirkan. "Perempuan yang mengandung itu adalah gereja yang mengandung dengan janji tentang Mesias dimulai dari Kej 3:15. Satu tujuan Iblis adalah ‘menelan’ atau menghancurkan Mesias ini" (Lenski).] - hal 104.

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 5): “The woman gives birth to a male child, who is clearly the Lord’s anointed, for he is destined to rule the nations with a rod of iron (Ps. 2:9; cf. 19:15). Without referring to the earthly life, John passes straight from Christ’s birth to the ascension, because he wishes to stress the fact that the dragon’s plan was foiled by an act of divine power. The child was caught up to God, ‘and unto his throne’. These words ‘are added to emphasize the completeness of Satan’s failure; the Messiah, so far from being destroyed, is caught up to a share in God’s throne’ (Beckwith).” [= Perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki, yang secara jelas adalah orang yang diurapi Tuhan, karena Ia ditentukan untuk memerintah bangsa-bangsa dengan suatu gada besi (Maz 2:9; bdk. 19:15). Tanpa mengarahkan perhatian pada kehidupan duniawi (Yesus), Yohanes melanjutkan dengan cepat dari kelahiran Kristus pada kenaikan (ke surga), karena ia ingin untuk menekankan fakta bahwa rencana sang naga digagalkan oleh suatu tindakan dari kuasa ilahi. Anak itu diangkat / dibawa kepada Allah, ‘dan kepada takhtaNya’. Kata-kata ini ‘ditambahkan untuk menekankan kelengkapan dari kegagalan Iblis; sang Mesias, begitu jauh dari dihancurkan, diangkat untuk mendapat bagian dalam takhta Allah’ (Beckwith).] - hal 105.

 

Wah 19:15 - Dan dari mulutNya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa..

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 6): “Since the woman is now the object of the dragon’s fury (v 13), she fled to a refuge prepared by God in the wilderness, where she will be nourished for 1260 days (see comment on 11:2). The church is thus assured that she will be divinely protected and sustained throughout the short period of her testing in earth, just as the Israelites who fled from the Egyptian dragon (Eze. 29:3) found safety and food in the wilderness.” [= Karena perempuan itu sekarang adalah obyek kemarahan sang naga (ay 13), ia lari ke suatu tempat perlindungan yang disediakan / disiapkan oleh Allah untuk 1260 hari (lihat komentar tentang 11:2). Dengan demikian gereja diyakinkan / dijamin bahwa ia akan dilindungi dan ditopang secara ilahi dalam sepanjang periode singkat dari ujiannya di bumi, sama seperti orang-orang / bangsa Israel yang lari dari naga Mesir (Yeh 29:3) menemukan keamanan dan makanan di padang gurun.] - hal 105.

 

Yeh 29:3 - Berbicaralah dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Firaun, raja Mesir, buaya yang besar, yang berbaring di tengah anak-anak sungaimu, yaitu Nil, dan yang berkata: Sungai Nil aku punya, aku yang membuatnya..

KJV/RSV: ‘the great dragon’ [= naga yang besar].

 

Kapan perang dalam ay 7 itu terjadi?

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 7-8):The next scene in the drama reveals the effect of Christ’s victory in heaven. Michael, as the guardian angel of God’s people (Dan. 10:13,21; 12:1), leads an attack upon the dragon and his angels, which results in their defeat and expulsion from heaven (Luke 10:18). ‘The reference here is to a definitive fall of Satan from heaven, so that he no longer has any access to God as accuser, 12:10’ (W. Foerster, TNDT, Vol. III, p. 157). In former times, Satan could enter heaven as the accuser of God’s people (Job 1:6-12; Zech. 3:1,2), but now that the price of their redemption has been paid he can do so no longer (v 11; Rom. 8:34). But if the victory is really Christ’s, why is Michael represented as the victor of the war in heaven? The answer is that Michael was only able to conquer in heaven in virtue of Christ’s decisive conquest on earth (Col. 2:15). G. B. Caird helpfully likens Michael to the staff officer who is able to remove Satan’s flag from the heavenly map because the officer in the field has won the real victory on Calvary.” [= Bagian selanjutnya dalam drama itu menyatakan hasil dari kemenangan Kristus di surga. Mikhael, sebagai malaikat penjaga dari umat Allah (Dan 10:13,21; 12:1), memimpin suatu serangan terhadap sang naga dan malaikat-malaikatnya, yang berakhir dengan kekalahan mereka dan pengusiran dari surga (Luk 10:18). ‘Referensi di sini adalah pada suatu kejatuhan yang menentukan / lengkap dari Iblis / Setan dari surga, sehingga ia tidak lagi mempunyai jalan masuk apapun kepada Allah sebagai pendakwa, 12:10’ (W. Foerster, TNDT, Vol. III, hal 157). Pada masa lalu, Iblis bisa masuk surga sebagai pendakwa dari umat Allah (Ayub 1:6-12; Zakh 3:1,2), tetapi sekarang karena harga dari penebusan mereka telah dibayar ia tidak bisa melakukan demikian lagi (ay 11; Ro 8:34). Tetapi jika kemenangan itu betul-betul adalah milik Kristus, mengapa Mikhael mewakili sebagai sang pemenang dari perang di surga? Jawabannya adalah bahwa Mikhael hanya mampu untuk mengalahkan di surga karena / sebagai hasil dari penaklukan yang menentukan dari Kristus di bumi (Kol 2:15). G. B. Caird secara berguna membandingkan Mikhael dengan perwira administrasi yang bisa menyingkirkan bendera Iblis dari peta surgawi karena perwira di lapangan telah memenangkan kemenangan yang sungguh-sungguh di Kalvari.] - hal 105-106.

 

Dan 10:13,21 - “(13) Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. ... (21) Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satupun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu,.

 

Dan 12:1 - ‘Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu..

 

Luk 10:18 - Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit..

 

Wah 12:10 - Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: ‘Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapiNya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita..

 

Ayub 1:6-12 - “(6) Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. (7) Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: ‘Dari mana engkau?’ Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: ‘Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.’ (8) Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: ‘Apakah engkau memperhatikan hambaKu Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.’ (9) Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: ‘Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? (10) Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. (11) Tetapi ulurkanlah tanganMu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapanMu.’ (12) Maka firman TUHAN kepada Iblis: ‘Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.’ Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN..

 

Zakh 3:1-2 - “(1) Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia. (2) Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: ‘TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?’.

 

Wah 12:11 - Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut..

 

Ro 8:33-34 - “(33) Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? (34) Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?.

LAI kacau terjemahannya. Bandingkan dengan NASB di bawah ini.

NASB: “(33) Who will bring a charge against God’s elect? God is the one who justifies; (34) who is the one who condemns? Christ Jesus is He who died, yes, rather who was raised, who is at the right hand of God, who also intercedes for us.” [= (33) Siapa yang akan menuduh orang pilihan Allah? Allah adalah ‘orang’ yang membenarkan; (34) siapa ‘orang’ yang menghukum? Kristus Yesus adalah Dia yang telah mati, ya, bahkan yang telah dibangkitkan, yang ada di sebelah kanan Allah, yang juga membela / menengahi / berdoa syafaat untuk kita.].

 

Kol 2:15 - Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenanganNya atas mereka..

 

Dari kata-kata Geoffrey B. Wilson di atas ini juga jelas terlihat bahwa ia beranggapan sama seperti William Hendriksen, yaitu bahwa perang di surga itu terjadi setelah kemenangan Kristus. Jadi, tidak ada urusannya dengan kejatuhan Iblis pada masa lalu yang sangat jauh.

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 9): “The ejection of Satan from heaven means that his fury is now directed against the church on earth (v 13), but he is a defeated foe whose days are numbered and whose doom is sealed (20:10).” [= Pengusiran Iblis dari surga berarti bahwa kemarahannya sekarang diarahkan terhadap gereja di bumi (ay 13), tetapi ia adalah seorang musuh yang sudah dikalahkan, yang hari-harinya ditentukan / dibatasi dan nasibnya ditentukan (20:10).] - hal 106.

Wah 12:13 - Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu..

Wah 20:10 - dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya..

 

Geoffrey B. Wilson (tentang ay 10): “Nothing can now hinder the salvation of God’s people, for the adversary who constantly accused them before God has been ‘cast down’, i.e. stripped of his power to condemn by Christ’s satisfaction of the claims of divine justice on their behalf (Rom. 8:33,34).” [= Sekarang tak ada apapun bisa menghalangi keselamatan dari umat Allah, karena musuh yang secara terus menerus mendakwa mereka di hadapan Allah telah ‘dilemparkan ke bawah’, yaitu dilucuti dari kuasanya untuk mengkritik / menghakimi oleh penebusan / pemuasan Kristus tentang claim dari keadilan ilahi demi kepentingan mereka (Ro 8:33,34).] - hal 107.

 

Bible Knowledge Commentary (John Walvoord):

 

Bible Knowledge Commentary (tentang ay 1-2): “The woman symbolized Israel, ... Many commentaries are so intent on attempting to identify Israel as the church that they ignore these plain indications that the woman is Israel. Robert H. Mounce, for instance, makes the woman ‘the messianic community, the ideal Israel...the church (Rev 12:17). The people of God are one throughout all redemptive history’ (The Book of Revelation, p. 236). While there is a unity of the people of God, this does not wipe out dispensational and racial distinctions. The symbolism, while not referring specifically to Mary, the mother of Christ, points to Israel as the source of Jesus Christ. Thus it does not refer to the church.” [= Perempuan itu menyimbolkan Israel, ... Banyak buku-buku tafsiran yang begitu berkonsentrasi untuk berusaha untuk mengidentifikasi Israel sebagai gereja sehingga mereka mengabaikan petunjuk-petunjuk yang jelas ini bahwa perempuan itu adalah Israel. Robert H. Mounce, misalnya, membuat perempuan itu ‘komunitas Mesianik, Israel yang ideal ... gereja (Wah 12:7). Umat Allah adalah satu dalam sepanjang sejarah penebusan’ (The Book of Revelation, hal 236). Sementara di sana ada suatu kesatuan dari umat Allah, ini tidak menghapuskan perbedaan-perbedaan yang bersifat dispensational / jaman dan rasial. Simbolisme itu, sekalipun tidak menunjuk secara khusus kepada Maria, ibu Yesus, menunjuk kepada Israel sebagai sumber dari Yesus Kristus. Jadi, itu tidak menunjuk kepada gereja.].

 

Bible Knowledge Commentary (tentang ay 1-2): “The woman was said to be pregnant and about to give birth (12:2). While in some sense this may be fulfilled in the birth of Christ to the Virgin Mary, the context seems to refer to the emerging nation of Israel in its suffering prior to the second coming of Christ.” [= Perempuan itu dikatakan sebagai mengandung dan mau melahirkan (12:2). Sementara dalam arti tertentu ini bisa digenapi dalam kelahiran Kristus bagi perawan Maria, kontextnya kelihatannya menunjuk pada pemunculan bangsa Israel dalam penderitaannya sebelum kedatangan Kristus yang keduakalinya.].

 

Bible Knowledge Commentary (tentang ay 3-4):From similar descriptions in Dan 7:7-8,24 and Rev 13:1, this beast represented Satan’s control over world empires in the Great Tribulation. Rev 12:9 identifies the dragon as Satan. [= Dari penggambaran-penggambaran yang mirip dalam Dan 7:7-8,24 dan Wah 13:1, binatang ini menggambarkan penguasaan / pengendalian Setan / Iblis atas kekaisaran-kekaisaran dunia dalam Masa Kesukaran Besar. Wah 12:9 mengidentifikasi sang naga sebagai Setan / Iblis.].

 

Bible Knowledge Commentary (tentang ay 3-4):The dragon’s attempt to devour the newborn Child (12:4) seemed to point to Satan’s attempts to destroy the Infant Jesus. Satanic opposition to Israel and especially to the messianic line is clear in both Testaments. [= Usaha sang naga untuk menelan Anak yang baru lahir itu (12:4) kelihatannya menunjuk pada usaha-usaha Setan / Iblis untuk menghancurkan Bayi Yesus. Oposisi Setan / Iblis terhadap Israel dan secara khusus kepada garis Mesianik adalah jelas dalam kedua Perjanjian.].

 

Bible Knowledge Commentary (tentang ay 5-6): “When the Child - described as a Son, a male Child, who will rule all the nations with an iron scepter - was born, He was snatched up to God and to His throne. The Child obviously is Jesus Christ (Ps 2:9; Rev 19:15). Alford states that ‘the Man-Child is the Lord Jesus Christ, and none other’ (The Greek Testament, 4:668). The catching up of the Child referred to the Ascension, not to the later Rapture of the church though the same word for ‘snatched up’ is used of the Rapture (1 Thess 4:17; cf. Acts 8:39; 2 Cor 12:2-4). The Rapture of the church would not constitute a deliverance of the Man-Child from Satan.” [= Pada waktu Anak itu - digambarkan sebagai seorang Putera, seorang Anak laki-laki, yang akan memerintah semua bangsa-bangsa dengan tongkat besi - dilahirkan, Ia diangkat kepada Allah dan ke takhtaNya. Anak itu secara jelas adalah Yesus Kristus (Maz 2:9; Wah 19:15). Alford menyatakan bahwa ‘Anak laki-laki itu adalah Tuhan Yesus Kristus, dan tidak yang lain’ (The Greek Testament, 4:668). Pengangkatan dari Anak itu menunjuk pada Kenaikan (ke surga), bukan pada Pengangkatan belakangan dari gereja sekalipun kata yang sama untuk ‘diangkat’ digunakan tentang Pengangkatan (1Tes 4:17; bdk. Kis 8:39; 2Kor 12:2-4). Pengangkatan dari gereja tidak menyebabkan suatu pembebasan dari Anak laki-laki itu dari Setan / Iblis.].

 

1Tes 4:17 - sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan..

 

Kis 8:39 - Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita..

KJV: ‘caught away’ [= merampas].

RSV: ‘caught up’ [= mengangkat].

NIV: ‘took away’ [= mengambil].

NASB: ‘snatched away’ [= merampas].

 

2Kor 12:2-4 - “(2) Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau - entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya - orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. (3) Aku juga tahu tentang orang itu,  - entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya - (4) ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia..

 

Kapan perang itu terjadi?

 

Bible Knowledge Commentary (tentang ay 7-12):Michael the archangel (cf. Jude 9) and his angels fought Satan and his angels, that is, demons. The time of this war in heaven was not indicated but the context refers to the end time. [= Mikhael sang penghulu malaikat (Bdk. Yudas 9) dan malaikat-malaikatnya berperang melawan Iblis dan malaikat-malaikatnya, yaitu, setan-setan. Waktu / saat dari peperangan di surga ini tidak ditunjukkan tetapi kontextnya menunjuk pada akhir jaman.].

 

Jelas bahwa John Walvoord menganggap perang itu terjadi pada akhir jaman, bukan pada saat kejatuhan Iblis, yang terjadi pada masa lalu yang sangat jauh.

 

Leon Morris:

 

Leon Morris (tentang ay 1):There is ‘a woman clothed with the sun, with the moon under her feet and a crown of twelve stars on her head’ (cf. Song 6:10). In this symbolism we must discern Israel, the chosen people of God. [= Di sana ada ‘seorang perempuan berpakaian dengan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan suatu mahkota dari 12 bintang di kepalanya’ (bdk. Kidung 6:10). Dalam simbolisme ini kita harus mengenali Israel, bangsa / umat pilihan Allah.] - Libronix.

 

Leon Morris (tentang ay 2):The time of birth is near. Israel is about to give birth to the Messiah. For the early Christians there was an important continuity between the old Israel and the church, the true Israel. Here the woman is undoubtedly Israel who gives birth to the Messiah, but later in the chapter she is the church who is persecuted for her faith. [= Saat kelahiran sudah dekat. Israel mau melahirkan Mesias. Bagi orang-orang Kristen mula-mula, di sana ada suatu kontinuitas yang penting antara Israel lama dan Gereja, Israel yang sejati. Di sini perempuan itu tak diragukan adalah Israel, yang melahirkan Mesias, tetapi dalam bagian belakang pasal ini ia adalah Gereja, yang dianiaya karena imannya.] - Libronix.

 

Leon Morris (tentang ay 3):The ‘enormous red dragon’ is undoubtedly Satan. [= ‘Naga merah yang besar’ itu tak diragukan adalah Iblis.] - Libronix.

 

Leon Morris (tentang ay 4):His primary interest is in devouring the child about to be born. Satan was hostile to Jesus from the very beginning (cf. Herod’s attempt to slay the Christ child, 2:13–18). He tried to destroy him from the moment of his birth. [= Kepentingan / kepedulian utamanya adalah dalam menelan Anak yang akan dilahirkan. Iblis bermusuhan terhadap Yesus dari sejak permulaan (bdk. usaha Herodes untuk membunuh Anak Kristus, Mat 2:13-18). Ia berusaha untuk menghancurkan Dia dari saat kelahiranNya.] - Libronix.

 

Kapan perang itu terjadi?

 

Leon Morris (tentang ay 7-12):This little vision teaches that we are caught up in a wider conflict than the one we see. The thought is not quite that of Paul who spoke of wrestling ‘against the spiritual forces of evil in the heavenly realms’ (Eph. 6:12). John is speaking of spiritual forces indeed, but the conflict is not simply one between demons and men. Angelic forces are also engaged. Our struggles are not to be shrugged off as insignificant. They are part of the great conflict between good and evil. [= Penglihatan kecil ini mengajarkan bahwa kita ditangkap dalam suatu konflik yang lebih lebar dari pada konflik yang kita lihat. Pemikirannya bukanlah konflik dari Paulus, yang mengatakan tentang pergumulan ‘melawan kuasa-kuasa roh-roh jahat di udara’ (Ef 6:12). Yohanes memang sedang berbicara tentang kuasa-kuasa roh-roh, tetapi konfliknya bukan sekedar konflik antara setan-setan dan manusia. Kuasa-kuasa malaikat juga terlibat. Pergumulan-pergumulan kita tidak boleh dianggap ringan sebagai sesuatu yang tidak penting. Pergumulan-pergumulan itu adalah bagian dari konflik yang besar antara kebaikan dan kejahatan.] - Libronix.

 

Leon Morris berpandangan bahwa konflik itu melibatkan kita, malaikat-malaikat yang baik, dan Iblis dan setan-setan, dan itu merupakan konflik antara kebaikan dan kejahatan. Ini jelas sama sekali tak berurusan dengan kejatuhan pertama dari Iblis dan malaikat-malaikatnya.

 

Leon Morris (tentang ay 8):The result of the battle is the defeat of the dragon, so that he and his angels lost their place in heaven. He had been the accuser of God’s people (Job 1:6–9; 2:1–6; Zech. 3:1ff.), but now he has no place in heaven. [= Hasil dari pertempuran itu adalah kekalahan dari sang naga, sehingga ia dan malaikat-malaikatnya kehilangan tempat mereka di surga. Ia telah menjadi pendakwa dari umat Allah (Ayub 1:6-9; 2:1-6; Zakh 3:1-dst.), tetapi sekarang ia tidak mempunyai tempat di surga.] - Libronix.

 

Leon Morris (tentang ay 13):The ‘war in heaven’ (v. 7) appears to be an attempt to destroy the Man Child. Baulked in that attempt the dragon turns his attention to the mother. The persecution of the church is not primarily of human origin; it is Satan’s reaction to his defeat in heaven. Since his activities must now be confined to earth, he hits out against those associated with his conqueror. [= ‘Perang di surga’ (ay 7) kelihatannya adalah suatu usaha untuk menghancurkan Anak laki-laki itu. Terhalang dalam usaha itu, sang naga mengalihkan perhatiannya pada sang ibu. Penganiayaan terhadap gereja bukan semata-mata berasal usul dari manusia; itu adalah reaksi Iblis terhadap kekalahannya di surga. Karena aktivitas-aktivitasnya sekarang harus dibatasi di bumi, ia mengarahkan pukulan / serangannya terhadap mereka yang berhubungan / bersatu dengan ‘orang’ yang mengalahkannya.] - Libronix.

 

Lenski:

 

Lenski (tentang ay 3): “The identity of this dragon is placed beyond question by v. 9 and by 20:2, where he is called ‘the devil and Satan.’ [= Identitas dari naga ini diletakkan secara pasti oleh ay 9 dan oleh 20:2, dimana ia disebut ‘setan dan Iblis’.].

 

Wah 20:2 - ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,.

 

Lenski (tentang ay 4b): “This child = Christ, the Seed of the Woman, born of a woman (Gal. 4:4), here presented as about to be born into the world. Here we have the Incarnation in Revelation. The pregnant woman is the church which is pregnant with the promise of the Messiah beginning with Gen. 3:15. Satan’s one aim was ‘to devour’ or destroy this Messiah. [= Anak ini = Kristus, Benih / Keturunan dari Perempuan, dilahirkan dari seorang perempuan (Gal 4:4), di sini digambarkan sebagai akan dilahirkan ke dalam dunia. Di sini kita mempunyai Inkarnasi dalam kitab Wahyu. Perempuan yang mengandung adalah gereja yang mengandung dengan janji tentang Mesias dimulai dengan Kej 3:15. Satu tujuan Iblis adalah ‘menelan’ atau menghancurkan Mesias ini.].

 

Lenski (tentang ay 5): “A long array of commentators regards this as a reference to the birth of Christ, and we must join them. Yet we must remember that this is a vision and thus we must not think merely of Bethlehem but in this birth must include the entire presence of Christ on earth as the Messiah. [= Suatu susunan pasukan yang panjang dari penafsir-penafsir menganggap ini sebagai suatu referensi pada kelahiran Kristus, dan kami / kita harus bergabung dengan mereka. Tetapi kita harus ingat bahwa ini adalah suatu penglihatan dan karena itu kita tidak boleh berpikir semata-mata tentang Betlehem tetapi dalam kelahiran ini harus mencakup seluruh kehadiran Kristus di bumi sebagai Mesias.].

 

Kapan perangnya terjadi?

 

Lenski (tentang ay 7-12): “Here the effect and result of the Savior’s incarnation and his enthronement are portrayed symbolically. At the same time this double section (v. 7–9; 10–12) leads over to v. 13–17, the dragon’s persecution of the woman after the birth, etc., of her child. The picture of the battle is illumined by the voice and its song of triumph. Unless it is read in the light of this song, the battle will not be understood; it will either remain an enigma or be interpreted in fanciful ways. The three statements that Satan ‘was thrown’ in the battle are made clear by the statement in the song, ‘there was thrown the accuser of our brethren, the one accusing them before our God by day and by night.’ ... By his utter defeat he lost this power of accusing ‘our brethren before God.’ Gone is ‘their place in the heaven’ to bring accusation against the brethren before God; the Accuser ‘was thrown to the earth’ as the song states it: ‘he came down to you,’ to the earth and the sea, there now to vent his fury since he is able now to reach no farther and to do no more. Let this suffice to show how the triumphal song helps to explain the battle and how together they depict the effect of Christ’s incarnation and his enthronement.” [= Di sini hasil dari inkarnasi dan naiknya ke takhta dari sang Juruselamat digambarkan secara simbolis. Pada saat yang sama komponen ganda ini (ay 7-9; 10-12) membimbing pada ay 13-17, penganiayaan sang naga terhadap perempuan setelah kelahiran Anaknya, dst. Gambaran dari pertempuran diterangi oleh suara dan nyanyian kemenangannya. Kecuali itu dibaca dalam terang dari nyanyian ini, pertempuran ini tidak akan dimengerti; itu akan tetap menjadi sesuatu yang membingungkan atau ditafsirkan dengan cara-cara yang tidak nyata / penuh daya khayal. Tiga pernyataan bahwa Iblis ‘dilemparkan’ dalam pertempuran itu dibuat jelas oleh pernyataan dalam nyanyian itu, ‘karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita’. ... Oleh kekalahan mutlaknya ia kehilangan kuasa ‘mendakwa saudara-saudara kita di hadapan Allah’ ini. Hilanglah ‘tempat mereka di surga’ untuk membawa dakwaan terhadap saudara-saudara di hadapan Allah; sang Pendakwa ‘dilemparkan ke bumi’ seperti nyanyian itu menyatakannya: ‘Ia turun / datang kepadamu’, ke bumi dan laut, di sana sekarang melepaskan kemarahannya karena sekarang ia tidak bisa menjangkau lebih jauh dan tak bisa melakukannya lagi. Biarlah ini cukup untuk menunjukkan bagaimana nyanyian kemenangan itu menolong untuk menjelaskan pertempuran dan bagaimana bersama-sama mereka menggambarkan hasil dari inkarnasi Kristus dan naiknya Dia ke takhtaNya.].

 

Jelas bahwa Lenski sama sekali tak menghubungkan perang itu dengan kejatuhan Iblis.

 

 

-bersambung-

 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali