DEBAT TERBUKA ISLAM VS KRISTEN
YANG
KE – 07
Univ.
Muhammadiyah.
Jl.
Raya Sutorejo No. 59, Mulyorejo
Sabtu
,
tgl 09 SEPTEMBER 2017,
pk
10.00 & 15.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
keselamatan
hanya oleh iman kepada Tuhan Yesus
I) Keselamatan oleh perbuatan baik.
Perbuatan
baik tidak bisa menyelamatkan kita. Mengapa?
1)
Karena manusia di luar Kristus sama sekali tidak bisa berbuat baik.
Kita
lahir sebagai orang yang berdosa, dan karena itu kita mempunyai kecenderungan
untuk berbuat dosa. Ini menyebabkan manusia di luar Kristus itu sebetulnya sama
sekali tidak bisa berbuat baik. Hal ini bisa terlihat dari ayat-ayat di bawah
ini:
a)
Kej 6:5 - “Ketika
dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala
(bukan
‘sebagian’ tetapi ‘segala’)
kecenderungan hatinya selalu (bukan
‘kadang-kadang’ / ‘sering’ tetapi ‘selalu’)
membuahkan kejahatan semata-mata,”.
b)
Kej 8:21b - “Aku
takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun
yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya,”.
c)
Yes 64:6a - “Demikianlah
kami sekalian seperti seorang najis dan segala
kesalehan kami seperti kain kotor;”.
d)
Ro 3:12 - “Semua orang telah
menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada
yang berbuat baik, seorangpun tidak.”.
e)
Ro 6:20 - “Sebab
waktu kamu hamba dosa, kamu bebas
dari kebenaran.”.
f)
Ro 8:7-8 - “(7) Sebab keinginan daging
adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal
ini memang tidak mungkin baginya. (8) Mereka yang hidup dalam daging,
tidak mungkin berkenan kepada Allah.”.
g)
Tit 1:15 - “Bagi orang suci semuanya
suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun
tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka
najis.”.
Ini
menunjukkan bahwa segala sesuatu yang dilakukan orang yang tidak beriman
adalah dosa. Jadi, tindakan-tindakan yang kelihatannya baik sekalipun (seperti
menolong orang miskin, dsb) tetap dianggap dosa. Ini mungkin baik dalam standard
manusia, tetapi tetap tidak baik, atau dosa, dalam standard Allah. Mengapa?
1.
Karena tindakan itu tidak dilakukan berdasarkan kasih kepada Allah /
Yesus.
Yoh 14:15
- “Jikalau
kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu.”.
2.
Karena tindakan itu tidak dilakukan untuk memuliakan Allah.
1Kor 10:31
- “Jika
engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang
lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”.
Suatu ‘ketaatan / perbuatan baik’, yang dilakukan bukan karena
hati yang mengasihi Tuhan, dan dilakukan bukan untuk kemuliaan Allah, pada
dasarnya adalah ‘ketaatan / perbuatan baik’ yang dilakukan tanpa
mempedulikan Allah. Sekarang pikirkan sendiri, bisakah perbuatan demikian
disebut baik?
2)
Seandainya ia bisa
berbuat baik, perbuatan baik itu tidak bisa menghapuskan dosa.
Bahwa dosa tidak bisa ditebus dengan perbuatan baik, dinyatakan oleh
Gal 2:16,21 yang berbunyi: “(16a) Kamu tahu,
bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat,
tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. ... (21b) Sebab sekiranya
ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.”.
Illustrasi: orang yang disidang karena
melanggar peraturan lalu lintas.
II) Penebusan / penggantian oleh
Kristus.
2Kor 5:15
- “Dan Kristus telah mati untuk
semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri,
tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.”.
Catatan: dalam ayat
ini ada kata-kata ‘Kristus telah mati untuk semua orang’ dan ‘telah
mati dan dibangkitkan untuk mereka’, dimana kata ‘untuk’ dalam
bahasa Yunaninya adalah HUPER yang berarti: ‘for’ [= untuk]; ‘in
behalf of’ [= untuk kepentingan], ‘for the sake of’ [= demi].
Yes 53:4-6
- “(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit
kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya,
padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia
tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan
kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,
dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti
domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi
TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.”.
Dua
text di atas ini menunjukkan bahwa Kristus menjadi PENGGANTI kita!
III) Keselamatan oleh iman saja.
Ayat-ayat
yang menunjukkan bahwa keselamatan itu hanya karena iman adalah:
1) Ef 2:8-9
- “(8) Sebab karena
kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”.
2)
Kis 15:1-11 - “(1) Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan
mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: ‘Jikalau
kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak
dapat diselamatkan.’ (2) Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras
melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan,
supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi
kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.
(3) Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan
melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan
tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat
menggembirakan hati saudara-saudara di situ. (4) Setibanya di Yerusalem mereka
disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka
menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka. (5)
Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya,
datang dan berkata: ‘Orang-orang
bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.’
(6) Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan
soal itu. (7) Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran
mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: ‘Hai
saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari
antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar
berita Injil dan menjadi percaya. (8) Dan Allah, yang mengenal hati manusia,
telah menyatakan kehendakNya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh
Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, (9) dan Ia sama sekali tidak
mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati
mereka oleh iman. (10) Kalau demikian, mengapa kamu mau
mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang
tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? (11)
Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan
Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.’”.
Bdk. ay 11b dengan Ro 11:5-6 - “(5)
Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih
karunia. (6) Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih
karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih
karunia itu bukan lagi kasih karunia.”.
Jelas
terlihat bahwa Sidang Gereja Yerusalem (semua rasul dan penatua) membenarkan
Paulus dan Barnabas yang mengajarkan keselamatan hanya oleh iman saja, dan menyalahkan orang-orang kristen Yahudi, yang
menekankan bahwa untuk selamat, mereka juga harus
mentaati hukum Taurat
(ay 1).
3)
Luk 23:42-43 - “(42)
Lalu ia berkata: ‘Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai
Raja.’ (43) Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari
ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’”.
Penjahat
yang nyaris tak punya perbuatan baik sama sekali ini, dan bahkan tak pernah ke
gereja, belum dibaptis, dsb, ternyata dijamin keselamatannya oleh Yesus, hanya
karena ia percaya kepada Yesus.
4)
Ro 3:24 - “dan
oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”.
Perhatikan
kata ‘dengan
cuma-cuma’
di sini. Kalau perbuatan baik punya andil dalam membawa kita ke surga, tidak
mungkin ada kata ‘dengan
cuma-cuma’
di sini.
Bdk.
Yes 55:1-2 - “(1) Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air,
dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga
anggur dan susu tanpa bayaran! (2) Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan
roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?
Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian
yang paling lezat.”.
5)
Ro 3:27-28 - “(27)
Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa?
Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! (28) Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena
ia melakukan hukum Taurat.”.
6)
Gal 2:16,21 - “(16)
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum
Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun
telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena
iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: ‘tidak ada
seorangpun yang dibenarkan’ oleh karena melakukan hukum Taurat. ... (21) Aku
tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum
Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.”.
7) Fil 3:8-9
- “(8) Malahan
segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku,
lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya
itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, (9) dan berada
dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat,
melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan
kepercayaan.”.
8)
Ro 9:30-10:3 - “(9:30)
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain
yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. (9:31) Tetapi:
bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran,
tidaklah sampai kepada hukum itu. (9:32) Mengapa tidak? Karena Israel
mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung
pada batu sandungan, (9:33) seperti ada tertulis: ‘Sesungguhnya, Aku
meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa
yang percaya kepadaNya, tidak akan
dipermalukan.’ (10:1) Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan
ialah, supaya mereka diselamatkan. (10:2) Sebab aku dapat memberi kesaksian
tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa
pengertian yang benar. (10:3) Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran
Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka
sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.”.
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali