DOKTRIN
MANUSIA : Anthropology
oleh : Pdt. Budi
Asali MDiv.
Louis Berkhof mengatakan (hal 265) bahwa ada beberapa teori tentang pihak-pihak dalam covenant of grace ini:
1. Allah Tritunggal dan manusia.
Ini masih terbagi lagi, dimana ada yang menganggap bahwa pihak kedua adalah:
· manusia.
· orang berdosa.
· orang pilihan.
· manusia di dalam Kristus.
2. Allah Bapa, yang mewakili Allah Tritunggal, dan Kristus, yang mewakili orang pilihan.
3. Ada 2 covenant, yaitu the covenant of Redemption antara Bapa dan Anak, dan berdasarkan ini ada the covenant of grace antara Allah Tritunggal dan orang pilihan atau orang berdosa yang adalah orang pilihan.
Louis Berkhof mengatakan bahwa pandangan kedua mempunyai keuntungan tertentu dari sudut Systematic Theology. Pandangan ini bisa menggunakan Ro 5:12-21 dan 1Kor 15:21-22,47-49 sebagai dasar, dan menekankan hubungan yang tidak terpisahkan antara covenant of redemption dan covenant of grace.
Louis Berkhof juga mengatakan bahwa pandangan ketiga lebih gamblang, dan karena itu lebih berguna dalam diskusi tentang doktrin tentang covenant, dan pandangan ini diikuti oleh mayoritas dari ahli-ahli theologia Reformed, seperti Hodge, Shedd, Vos, dan Bavinck.
Louis Berkhof menambahkan bahwa tidak ada perbedaan hakiki di antara pandangan kedua dan ketiga.
Lihat sebagai referensi:
· Charles Hodge, ‘Systematic Theology’, vol II, hal 358.
· Dabney, ‘Lectures on Systematic Theology’, hal 432.
Louis Berkhof sendiri menganggap
bahwa pandangan ketiga harus lebih dipilih, tetapi ia mengingatkan kata-kata
Shedd sebagai berikut: “Though this distinction (between the covenant of redemption and the
covenant of grace) is favored by Scripture statements, it does not follow that
there are two separate and independent covenants antithetic to the covenant of
works. The covenant of grace and redemption are two modes or phases of the one
evangelical covenant of mercy” (= ) - ‘Systematic
Theology’, hal 265.
Catatan: ini dikutip oleh Louis Berkhof dari ‘Shedd’s Dogmatic Theology’,
vol II, hal 360.
Istilah / nama ‘counsel of
peace’ diambil dari Zakh 6:13 - “Dialah
yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan
akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang
imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua”.
KJV: ‘Even he
shall build the temple of the LORD; and he shall bear the glory, and shall sit
and rule upon his throne; and he shall be a priest upon his throne: and the
counsel of peace shall be between them both’ (= ).
Ada yang menganggap bahwa ini merupakan dasar dari adanya
covenant antara Bapa dan Anak, tetapi Louis Berkhof (hal 266) mengatakan bahwa
ini jelas salah, karena ayat ini menunjuk pada persatuan antara jabatan raja dan
imam dalam diri Mesias.
1. Kitab Suci jelas menunjuk pada fakta bahwa rencana penebusan tercakup dalam ketetapan kekal / rencana Allah (Ef 1:4-dst; Ef 3:11; 2Tes 2:13; 2Tim 1:9; Yak 2:5; 1Pet 1:2, dsb). Ayat-ayat ini belum dicheck!
Juga dalam penebusan ada semacam pembagian kerja, dimana Bapa adalah originator, Anak adalah executor, dan Rk adalah apllier (Louis Berkhof, hal 266). Dan ini hanya bisa terjadi karena adalah persetujuan di antara pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal itu.
2. Ayat-ayat Kitab Suci yang menunjukkan bahwa rencana Allah dalam persoalan keselamatan itu merupakan suatu covenant. Kristus berbicara tentang janji-janji yang dibuat kepadaNya sebelum kedatanganNya ke dalam dunia ini, dan berulang kali berbicara tentang tugas yang Ia terima dari BapaNya (Yoh 5:30,43 Yoh 6:38-40 Yoh 17:4-12). Ayat-ayat ini belum dicheck!
Dan dalam Ro 5:12-21 dan 1Kor 15:22 Kristus ditunjukkan secara jelas sebagai kepala yang mewakili, yaitu kepala dari covenant.
3. Dimana ada elemen-elemen yang hakimi dari covenant, yaitu pihak-pihak yang mengadakan covenant, janji atau janji-janji, dan syarat, maka di situ ada covenant.
Dalam Maz 2:7-9 disebutkan pihak-pihak yang melakukan covenant, dan ditunjukkan suatu janji. Bahwa text ini memang menunjuk kepada Mesias terlihat dari Kis 13:33 Ibr 1:5 Ibr 5:5.
Lalu dalam Maz 40:7-9, sang Mesias menyatakan kesediaanNya untuk melakukan kehendak Bapa dalam menjadi korban untuk dosa. Bahwa text ini memang merupakan text yang berkenaan dengan Mesias terlihat dari Ibr 10:5-7.
Kristus berulang kali membicarakan tentang tugas yang Ia terima dari Bapa, Yoh 6:38-39 Yoh 10:18 Yoh 17:4.
Pernyataan
Kristus dalam Luk 22:29 - “Dan
Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti BapaKu menentukannya
bagiKu”.
Louis
Berkhof: “The verb used here is
DIATITHEMI, the word from which DIATHEKE is derived, which means to appoints by
will, testament or covenant” (= ) - ‘Systematic
Theology’, hal 266.
Selanjutnya,
dalam Yoh 17:5 Kristus mengclaim suatu pahala / upah, dan dalam Yoh 17:6,9,24
(bdk. Fil 2:9-11) Ia menunjuk pada ‘umatNya dan kemuliaanNya yang akan
datang’ sebagai upah / pahala yang diberikan kepadaNya oleh Bapa.
4.
Ada 2 text Perjanjian Lama yang menghubungkan gagasan tentang covenant
secara langsung dengan Mesias, yaitu Maz 89:4, yang didasarkan pada 2Sam
7:12-14. Bahwa itu merupakan text yang berkenaan dengan Mesias terlihat dari Ibr
1:5 dan Yes 42:6, dimana pribadi yang ditunjuk adalah Hamba Allah. Ini
menunjukkan bahwa hamba itu bukanlah semata-mata Israel.
Juga
ada ayat-ayat dimana sang Mesias berbicara tentang Allah sebagai AllahNya, yaitu
Maz 22:2-3 dan Maz 40:9, dan dengan demikian menggunakan bahasa covenant.
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali