(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 13 Oktober 2019, pk 08.00 & 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
II Samuel 9:1-13(3)
2Sam 9:1-13 - “(1) Berkatalah Daud: ‘Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan.’ (2) Adapun keluarga Saul mempunyai seorang hamba, yang bernama Ziba. Ia dipanggil menghadap Daud, lalu raja bertanya kepadanya: ‘Engkaukah Ziba?’ Jawabnya: ‘Hamba tuanku.’ (3) Kemudian berkatalah raja: ‘Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah.’ Lalu berkatalah Ziba kepada raja: ‘Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya.’ (4) Tanya raja kepadanya: ‘Di manakah ia?’ Jawab Ziba kepada raja: ‘Dia ada di rumah Makhir bin Amiel, di Lodebar.’ (5) Sesudah itu raja Daud menyuruh mengambil dia dari rumah Makhir bin Amiel, dari Lodebar. (6) Dan Mefiboset bin Yonatan bin Saul masuk menghadap Daud, ia sujud dan menyembah. Kata Daud: ‘Mefiboset!’ Jawabnya: ‘Inilah hamba tuanku.’ (7) Kemudian berkatalah Daud kepadanya: ‘Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.’ (8) Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: ‘Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?’ (9) Lalu raja memanggil Ziba, hamba Saul itu, dan berkata kepadanya: ‘Segala sesuatu yang adalah milik Saul dan milik seluruh keluarganya kuberikan kepada cucu tuanmu itu. (10) Engkau harus mengerjakan tanah baginya, engkau, anak-anakmu dan hamba-hambamu, dan harus membawa masuk tuaiannya, supaya cucu tuanmu itu ada makanannya. Mefiboset, cucu tuanmu itu, akan tetap makan sehidangan dengan aku.’ Ziba mempunyai lima belas orang anak laki-laki dan dua puluh orang hamba. (11) Berkatalah Ziba kepada raja: ‘Hambamu ini akan melakukan tepat seperti yang diperintahkan tuanku raja kepadanya.’ Dan Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja. (12) Mefiboset mempunyai seorang anak laki-laki yang kecil, yang bernama Mikha. Semua orang yang diam di rumah Ziba adalah hamba-hamba Mefiboset. (13) Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang.”.
6) Sikap Mefiboset terhadap kebaikan Daud kepadanya.
Ay 8: “Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: ‘Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?’”.
a) Tradisi Timur.
Pulpit Commentary: “At first sight this extreme self-humiliation makes us look on Mephibosheth as a poor creature, whom early misfortune and personal deformity had combined to depress. But really this is to impose on an Oriental hyperbole a Western exactness of meaning. When in the East your entertainer assures you that everything he has to his last dirhem is yours, he nevertheless expects you to pay twice the value for everything you consume; but he makes his exaction pleasant by his extreme courtliness. So Ephron offered his cave at Machpelah to Abraham as a free gift, but he took care to obtain for it an exorbitant price (Gen. 23:11, 15). Mephibosheth described himself in terms similar to those used by David of himself to Saul (1 Sam. 24:14); but he meant no more than to express great gratitude, and also to acknowledge the disparity of rank between him and the king.” [= Pada pandangan pertama perendahan diri sendiri yang extrim ini membuat kita melihat Mefiboset sebagai seorang makhluk yang malang, yang kesialan awal dan cacat pribadinya telah bergabung untuk membuatnya sedih / tertekan. Tetapi sebetulnya ini berarti menerapkan suatu hiperbola Timur pada suatu kepersisan / ketepatan arti Barat. Pada waktu di Timur penerima tamumu meyakinkan kamu bahwa segala sesuatu yang ia punyai sampai dirham yang terakhir adalah milikmu, bagaimanapun ia mengharapkan kamu untuk membayar 2 x lipat dari nilai untuk segala sesuatu yang engkau makan / gunakan; tetapi ia membuat tuntutannya menyenangkan oleh kesopanannya yang extrim. Demikianlah Efron menawarkan guanya di Makhpela kepada Abraham sebagai suatu pemberian cuma-cuma, tetapi ia berhati-hati untuk mendapatkan untuk itu suatu harga yang lebih dari wajar / umum (Kej 23:11,15). Mefiboset menggambarkan dirinya sendiri dengan istilah-istilah yang mirip dengan yang digunakan oleh Daud sendiri kepada Saul (1Sam 24:14); tetapi ia memaksudkan tidak lebih dari pada menyatakan rasa terima kasih yang besar, dan juga untuk mengakui perbedaan / ketidak-setaraan tingkat antara dia dengan sang raja.].
Kej 23:2-16 - “(2) Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya. (3) Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu, lalu berkata kepada bani Het: (4) ‘Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu.’ (5) Bani Het menjawab Abraham: (6) ‘Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu.’ (7) Kemudian bangunlah Abraham lalu sujud kepada bani Het, penduduk negeri itu, (8) serta berkata kepada mereka: ‘Jika kamu setuju, bahwa aku mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu, maka dengarkanlah aku dan tolonglah mintakan dengan sangat kepada Efron bin Zohar, (9) supaya ia memberikan kepadaku gua Makhpela miliknya itu, yang terletak di ujung ladangnya; baiklah itu diberikannya kepadaku dengan harga penuh untuk menjadi kuburan milikku di tengah-tengah kamu.’ (10) Pada waktu itu Efron hadir di tengah-tengah bani Het. Maka jawab Efron, orang Het itu, kepada Abraham dengan didengar oleh bani Het, oleh semua orang yang datang di pintu gerbang kota: (11) ‘Tidak, tuanku, dengarkanlah aku; ladang itu kuberikan kepadamu dan gua yang di sanapun kuberikan kepadamu; di depan mata orang-orang sebangsaku kuberikan itu kepadamu; kuburkanlah isterimu yang mati itu.’ (12) Lalu sujudlah Abraham di depan penduduk negeri itu (13) serta berkata kepada Efron dengan didengar oleh mereka: ‘Sesungguhnya, jika engkau suka, dengarkanlah aku: aku membayar harga ladang itu; terimalah itu dari padaku, supaya aku dapat menguburkan isteriku yang mati itu di sana.’ (14) Jawab Efron kepada Abraham: (15) ‘Tuanku, dengarkanlah aku: sebidang tanah dengan harga empat ratus syikal perak, apa artinya itu bagi kita? Kuburkan sajalah isterimu yang mati itu.’ (16) Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditimbangnyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar.”.
Barnes’ Notes (tentang Kej 23:11): “Orientals offer you as a gift whatever you admire; they do not expect that you will take it.” [= Orang-orang Timur menawarkan kepadamu sebagai hadiah apapun yang engkau kagumi; mereka tidak mengharapkan bahwa engkau mau mengambilnya / menerimanya.] - hal 648.
Catatan: kutipan ini diambil dari buku fisiknya, yang berbeda total dengan buku elektroniknya, dalam tafsiran tentang kitab Kejadian.
Sekalipun kata-kata ini tentu tidak berlaku untuk seadanya orang Timur, tetapi harus diakui bahwa ada banyak orang Timur yang sering melakukan kata-kata di atas! Misalnya: ada banyak tuan / nyonya rumah yang kalau makan bersama tamu, lalu mendesak tamu itu untuk menghabiskan semua makanan. Tetapi kalau tamu itu betul-betul melakukan apa yang mereka minta, maka mereka menjadi jengkel, dan bicara buruk tentang hal itu setelah tamu itu pulang!
Harus saudara ingat bahwa hal ini, sekalipun merupakan tradisi, tetapi jelas merupakan suatu dusta / kemunafikan, sehingga jelas tidak sesuai dengan Kitab Suci dan harus dibuang dari hidup kita!
b) Apakah kata-kata Mefiboset tentang ‘anjing mati’ merupakan tradisi Timur?
Istilah ‘anjing mati’ hanya muncul 3 x dalam Alkitab, dan dua yang lain ada di bawah ini.
1Sam 24:15 - “Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja!”.
2Sam 16:9 - “Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: ‘Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya.’”.
Kesopanan Timur yang munafik itu memang ada, seperti dalam kata-kata Efron kepada Abraham dalam pembelian gua Makhpela itu. Tetapi bagaimanapun, menurut saya, kemunafikan seperti itu merupakan hal yang salah! Kesopanan tidak mengijinkan suatu dusta / kemunafikan. Misalnya mengatakan ‘maaf’ padahal tak merasa salah.
Tetapi saya menganggap bahwa kasus Mefiboset ini tidak bisa disamakan dengan kata-kata Efron kepada Abraham. Dan karena istilah ‘anjing mati’ itu setiap kali muncul selalu mempunyai suatu nada menghina / merendahkan, maka saya menganggap Mefiboset mengatakan kata-kata ini untuk menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak layak untuk mendapatkan kebaikan Daud itu.
7) Ini merupakan tindakan kasih yang tidak egois dari Daud.
The Biblical Illustrator: “THE UNSELFISH KINDNESS OF DAVID. To send across the Jordan to Lo-debar to find a young man whom he perhaps had never seen, the grandson of Saul, who had so often sought to slay him, and whose house was a rival one in the kingdom - a young man crippled in both feet, with no prospect of being useful to the king - to alienate from the crown the forfeited estates of the house of Saul and restore them to cripple Mephibosheth - affords beautiful evidence of the unselfish kindness of David’s generous heart. David’s wonderful exaltation from the sheepfold to the kingdom had a natural tendency to repress or stifle the kindlier impulses of his heart. How many are there who in times of prosperity utterly forget the friends of former and adverse days! To seek out the lame, the halt, the blind, the poor, the wretched, to minister unto others, not to be ministered unto, is the beauty and the glory of the Christian life.” [= Kebaikan yang tidak egois dari Daud. Mengutus menyeberangi Sungai Yordan ke Lodebar untuk menemukan seorang muda yang mungkin tidak pernah ia lihat, cucu dari Saul, yang telah begitu sering mencari untuk membunuhnya, dan yang keluarganya merupakan saingan dalam kerajaan - seorang muda yang cacat pada kedua kakinya, yang tidak mempunyai prospek untuk berguna bagi raja - memindahkan dari kekuasaan raja tanah-tanah yang hilang milik keluarga Saul dan mengembalikan mereka kepada Mefiboset yang cacat - memberikan bukti yang indah dari kebaikan yang tidak egois dari hati Daud yang murah hati. Peninggian / pemuliaan yang luar biasa dari Daud dari kandang domba ke kerajaan mempunyai suatu kecenderungan alamiah untuk menekan atau menahan dorongan hati yang lebih baik dari hatinya. Betapa banyak orang yang pada waktu kemakmuran sama sekali melupakan sahabat-sahabat dari masa lalu yang sengsara! Mencari orang-orang lumpuh, orang-orang buta, orang-orang miskin, orang-orang yang buruk keadaannya, melayani orang-orang lain, bukan untuk dilayani, merupakan keindahan dan kemuliaan dari kehidupan Kristen.].
Ayat-ayat pembanding:
Mat 25:34-45 - “(34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? (38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? (39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? (40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. (42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; (43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. (44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.”.
The Biblical Illustrator: “David did a great many notable things that impress us far more than this one; but it is just here that we see far into his true character. The Bible makes this record because of its importance in the portraiture of a great character, and our estimate of it will be a test of our own spirit. ... The story is told of a Russian soldier exposed to intense cold while on duty as a sentinel. A poor working man, going home, took off his coat and gave it to him for his protection. That night the sentinel perished. Not long after the working man was brought to his deathbed, and fell into a slumber, in which he dreamed that he saw Jesus wearing his old coat. ‘You have my coat on,’ he said to him. ‘Yes,’ was the answer of the Lord. ‘You gave it to me the cold night I was a sentinel in the forest. Inasmuch as ye have done it unto one of the least of these my brethren, ye have done it unto me.’” [= Daud melakukan banyak hal-hal besar / agung yang penting / patut diperhatikan yang mengesankan kita jauh lebih dari pada yang ini; tetapi justru di sini kita melihat jauh ke dalam karakternya yang sebenarnya. Alkitab membuat catatan ini karena kepentingannya dalam penggambaran dari seorang yang agung, dan penilaian kita tentangnya akan merupakan ujian dari roh kita sendiri. ... Ada cerita tentang seorang tentara Rusia yang terbuka terhadap cuaca dingin yang parah pada waktu sedang bertugas sebagai seorang penjaga. Seorang pekerja yang miskin, sedang pulang ke rumah, melepaskan jas / jubahnya dan memberikannya kepadanya untuk perlindungannya. Malam itu penjaga itu mati. Tidak lama setelah itu pekerja itu dibawa ke ranjang kematiannya, dan jatuh tertidur, dalam mana ia bermimpi bahwa ia melihat Yesus mengenakan jas / jubah tuanya. ‘Engkau mengenakan jas / jubahku’, katanya kepadaNya. ‘Ya’, jawab Tuhan. ‘Kamu memberikannya kepadaKu pada malam yang dingin pada waktu Aku menjadi / adalah seorang penjaga di hutan. Karena sebanyak yang engkau telah melakukannya kepada salah seorang yang paling kecil dari saudara-saudaraKu ini, kamu telah melakukannya untuk Aku’.].
Gal 2:9-10 - “(9) Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; (10) hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.”.
Luk 4:18-19 - “(18) ‘Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku (19) untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.’”.
Luk 14:12-14 - “(12) Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: ‘Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. (13) Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. (14) Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.’”.
Yak 1:27 - “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”.
8) Anak Mefiboset, yaitu Mikha.
Pulpit Commentary: “Ver. 12. - Micha. This son of Mephibosheth became the representative of the house of Saul, and had a numerous offspring, who were leading men in the tribe of Benjamin until the Captivity (see 1 Chron. 8:35–40; 9:40–44).” [= Ay 12. - Mikha. Anak Mefiboset ini menjadi wakil dari keluarga Saul, dan mempunyai banyak keturunan, yang adalah pemimpin-pemimpin / orang-orang terkemuka dalam suku Benyamin sampai masa Pembuangan (lihat 1Taw 8:35-40; 9:40-44).].
1Taw 8:35-40 - “(35) Anak Mikha ialah Piton, Melekh, Tarea dan Ahas. (36) Ahas memperanakkan Yoada; Yoada memperanakkan Alemet, Azmawet dan Zimri; Zimri memperanakkan Moza. (37) Moza memperanakkan Bina; anak orang ini ialah Rafa, dan anak orang ini ialah Elasa, dan anak orang ini ialah Azel. (38) Azel mempunyai enam orang anak, dan inilah nama-nama mereka: Azrikam, Bokhru, Ismael, Searya, Obaja dan Hanan. Itulah sekaliannya anak-anak Azel. (39) Anak-anak Esek, saudaranya, ialah Ulam, anak sulungnya, lalu Yeush, anak yang kedua, dan Elifelet, anak yang ketiga. (40) Anak-anak Ulam itu adalah orang-orang berani, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, pemanah-pemanah; anak dan cucu mereka banyak: seratus lima puluh orang. Mereka semuanya itu termasuk bani Benyamin.”.
1Taw 9:40-44 - “(40) Anak Yonatan ialah Meribaal, dan Meribaal memperanakkan Mikha. (41) Anak Mikha ialah Piton, Melekh, Tahrea dan Ahas. (42) Ahas memperanakkan Yaera; Yaera memperanakkan Alemet, Azmawet dan Zimri; Zimri memperanakkan Moza. (43) Moza memperanakkan Bina, dan anak orang ini ialah Refaya, dan anak orang ini ialah Elasa, dan anak orang ini ialah Azel. (44) Azel mempunyai enam orang anak dan inilah nama-nama mereka: Azrikam, Bokhru, Ismael, Searya, Obaja dan Hanan. Itulah anak-anak Azel.”.
Jamieson, Fausset & Brown: “‘Mephibosheth had a young son, whose name was Micah.’ Whether born before or after his residence in Jerusalem cannot be ascertained. But through him the name and memory of the excellent Jonathan was preserved (see the notes at 1 Chron 8:34-35 1 Chron 9:40-41).” [= ‘Mefiboset mempunyai seorang anak yang masih muda, yang namanya adalah Mikha’. Apakah dilahirkan sebelum atau sesudah ia tinggal di Yerusalem tidak bisa dipastikan. Tetapi melalui dia nama dan ingatan dari Yonatan yang sangat bagus dipelihara (lihat catatan tentang 1Taw 8:34-35 1Taw 9:40-41).].
1Taw 8:34-35 - “(34) Anak Yonatan ialah Meribaal dan Meribaal memperanakkan Mikha. (35) Anak Mikha ialah Piton, Melekh, Tarea dan Ahas.”.
1Taw 9:40-41 - “(40) Anak Yonatan ialah Meribaal, dan Meribaal memperanakkan Mikha. (41) Anak Mikha ialah Piton, Melekh, Tahrea dan Ahas.”.
9) Kebaikan Daud kepada Mefiboset mirip dengan kebaikan Allah kepada kita yang berdosa.
The Biblical Illustrator: “The kindness which David displayed to Mephibosheth was unmerited. Was David under any obligation to show this kindness? Was there any excellence in the son of Jonathan to call it forth? No; David had the affection even before he knew there was such a person. Was God under any obligation to show mercy to the world? or did He see aught of excellence in the world to call it forth? No; if He had left humanity to perish for ever in its sins, no one could have complained. ... Was there an excellence in man to call it forth? No; ‘God commendeth His love to us in that while we were yet sinners,’ &c.” [= Kebaikan yang Daud tunjukkan kepada Mefiboset tidak layak ia dapatkan. Apakah Daud mempunyai kewajiban apapun untuk menunjukkan kebaikan ini? Apakah di sana ada keunggulan apapun di dalam anak dari Yonatan untuk menggerakkan kebaikan itu? Tidak; Daud mempunyai perasaan itu bahkan sebelum ia tahu di sana ada orang seperti itu. Apakah Allah mempunyai kewajiban apapun untuk menunjukkan belas kasihan kepada dunia? atau apakah Ia melihat keunggulan apapun dalam dunia untuk menggerakkan kebaikan itu? Tidak; ‘Allah menunjukkan kasihNya kepada kita dalam hal ketika kita masih adalah orang-orang berdosa’, dst.].
Ro 5:8 - “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”.
The Biblical Illustrator: “The kindness which David showed Mephibosheth was unsought. The son of Jonathan did not make any application; - he did not knock at the door of royalty entreating favour. Did the world seek the gift of Christ? No, for two reasons: - (1) Because it did not feel the need of a Saviour. (2) If it had it never could have supposed that such a gift was possible. God sent Christ into the world not only without the world’s request, but against the world’s will. ‘He came to His own, but His own,’ &c.” [= Kebaikan yang Daud tunjukkan kepada Mefiboset tidak dicari. Anak Yonatan tidak membuat permohonan apapun; - ia tidak mengetuk pada pintu dari raja untuk membuat permohonan tindakan belas kasihan. Apakah dunia mencari anugerah Kristus? Tidak, untuk dua alasan: - (1) Karena dunia tidak merasa kebutuhan seorang Juruselamat. (2) Seandainya dunia merasakan hal itu dunia tidak pernah telah menduga bahwa anugerah seperti itu memungkinkan. Allah mengutus Kristus ke dalam dunia bukan hanya tanpa permohonan dari dunia, bahkan terhadap / menentang kehendak dari dunia. ‘Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi milik kepunyaanNya’, dst.].
Yoh 1:11 - “Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya.”.
Matthew Henry: “Now because David was a type of Christ, his Lord and Son, his root and offspring, let his kindness to Mephibosheth serve to illustrate the kindness and love of God our Saviour towards fallen man, which yet he was under no obligation to, as David was to Jonathan. Man was convicted of rebellion against God, and, like Saul’s house, under a sentence of rejection from him, was not only brought low and impoverished, but lame and impotent, made so by the fall. The Son of God enquires after this degenerate race, that enquired not after him, comes to seek and save them. To those of them that humble themselves before him, and commit themselves to him, he restores the forfeited inheritance, he entitles them to a better paradise than that which Adam lost, and takes them into communion with himself, sets them with his children at his table, and feasts them with the dainties of heaven. ‘Lord, what is man, that thou shouldst thus magnify him!’” [= Karena Daud adalah TYPE dari Kristus, Tuhannya dan Anaknya, akar / asal usulnya dan keturunannya, hendaklah kebaikan kepada Mefiboset membantu untuk menjelaskan kebaikan dan kasih Allah Juruselamat kita terhadap manusia yang sudah jatuh, sekalipun Ia tidak mempunyai kewajiban untuk itu, seperti Daud terhadap Yonatan. Manusia terbukti bersalah tentang pemberontakan terhadap Allah, dan seperti keluarga Saul, berada di bawah hukuman dari penolakan dari Dia, bukan hanya direndahkan dan dijadikan miskin / lemah, tetapi lumpuh dan impoten / tak berdaya, dibuat jadi seperti itu oleh kejatuhan ke dalam dosa. Anak Allah mencari umat manusia yang menjadi rusak ini, yang tidak mencari Dia, datang untuk mencari dan menyelamatkan mereka. Kepada mereka yang merendahkan diri mereka sendiri di hadapanNya, dan menyerahkan diri mereka sendiri kepadaNya, Ia memulihkan warisan yang hilang, Ia memberi hak kepada mereka pada suatu firdaus yang lebih baik dari pada yang hilang dari Adam, dan mengambil mereka ke dalam persekutuan dengan diriNya sendiri, meletakkan mereka dengan anak-anakNya di meja, dan berpesta dengan mereka dengan makanan-makanan yang enak dari surga. ‘Tuhan, apakah manusia sehingga Engkau meninggikan dia seperti itu!’].
Pulpit Commentary: “So Mephibosheth ‘did eat continually at the king’s table.’ The circumstance may serve to remind us of the greater honour which good men enjoy; it is theirs to eat continually at the table of the King of kings.” [= Demikianlah Mefiboset ‘makan terus menerus di meja raja’. Keadaan ini bisa berfungsi untuk mengingatkan kita tentang kehormatan yang lebih besar yang dinikmati orang-orang yang baik; adalah milik mereka untuk makan terus menerus di meja dari Raja segala raja.].
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali