Kebaktian

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

Minggu, tgl 1 September 2019, pk 8.00 & pk 17.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

II Samuel 8:1-18(6)

2Sam 8:15-18 - (15) Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya. (16) Yoab, anak Zeruya, menjadi panglima; Yosafat bin Ahilud menjadi bendahara negara; (17) Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam; Seraya menjadi panitera negara; (18) Benaya bin Yoyada menjadi panglima orang Kreti dan orang Pleti; dan anak-anak Daud menjadi imam..

 

IV) Pemerintahan Daud.

 

1)   Daud memerintah bangsa Israel dengan baik, adil dan benar.

Ay 15: Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya..

KJV: and David executed judgment and justice unto all his people. [= dan Daud melaksanakan penghakiman dan keadilan bagi seluruh bangsanya.].

RSV: and David administered justice and equity to all his people. [= dan Daud menerapkan keadilan dan sikap fair bagi seluruh bangsanya.].

NIV: doing what was just and right for all his people. [= melakukan apa yang adalah adil dan benar untuk semua bangsanya.].

NASB: and David administered justice and righteousness for all his people. [= dan Daud menerapkan keadilan dan kebenaran untuk semua bangsanya.].

 

Calvin: “These word ‘justice’ and ‘judgement’ are joined together in order to convey a total righteousness which is characterised by a constancy and magnanimity which resists all evil. ... Hence, let us note that Scripture joins these two words to indicate that it is not enough to keep ourselves from injuring anyone, but that we ought to take as strong a stand against evil as we can. This command is given to everyone - not only to princes, magistrates, and officers of justice, but to all private persons as well. ” [= Kata-kata ‘keadilan’ dan ‘penghakiman’ ini digabungkan bersama-sama untuk menyampaikan suatu kebenaran total yang bercirikan suatu kekonstanan dan moral yang tinggi yang menentang semua kejahatan. ... Jadi, marilah kita memperhatikan bahwa Kitab Suci menggabungkan kedua kata ini untuk menunjukkan bahwa tidaklah cukup untuk menjaga diri kita sendiri sehingga tidak menyakiti siapapun, tetapi bahwa kita harus menentang kejahatan semampu kita. Perintah ini diberikan kepada setiap orang - bukan hanya kepada pangeran-pangeran / raja-raja, hakim-hakim / pejabat-pejabat, dan petugas-petugas keadilan, tetapi juga kepada semua pribadi-pribadi.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 418,419.

 

Penerapan:

a)   Yang saya herankan dari kota Surabaya sekarang ini adalah mengapa parkir-parkir liar terus dibiarkan? Tukang-tukang parkir liar itu ‘menindas’ / ‘merampok’ setiap hari dan dimana-mana. Mereka menaikkan tarif parkir seenaknya, khususnya kalau ada pernikahan atau acara besar gereja, dan sebagainya. Bagaimana itu bisa dibiarkan???

b)   Juga lalu lintas yang kacau balau dibiarkan. Jalur maupun lampu lalu lintas dan semua rambu diabaikan. Orang menerobos lampu merah dalam jumlah yang berpuluh-puluh, orang mengendarai kendaraan melawan arus, dsb. Dan ini semua hampir selalu dibiarkan.

 

Calvin lalu mengutip Kej 18:19 - “Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikanNya kepadanya.’”.

KJV: to do justice and judgment; [= melakukan keadilan dan penghakiman;].

 

Calvin: “We see, therefore, that exercising justice and judgement is a universal rule which applies to everyone. It means governing oneself so as to treat everyone fairly and properly, and it means standing against and resisting evil whenever it is necessary to relieve poor, afflicted people, and also giving them all needed help.” [= Karena itu, kita melihat bahwa melaksanakan keadilan dan penghakiman adalah suatu peraturan universal yang berlaku bagi setiap orang. Itu berarti mengendalikan diri sendiri sehingga memperlakukan setiap orang dengan adil dan benar / tepat, dan itu berarti menentang dan menahan kejahatan dimanapun itu perlu untuk meringankan orang-orang miskin, orang-orang yang tertindas / menderita, dan juga memberikan mereka semua bantuan yang dibutuhkan.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 419.

 

Bersikap adil ini termasuk pada saat antri (tidak menyerobot ataupun mengijinkan orang menyerobot), dan juga dalam mengendarai kendaraan di jalanan!!

 

Pulpit Commentary: V. THE GLORY OF AN ACTIVE MAN LIES IN HIS BEING TRUE TO HIS CALLING. David was a king, bound by virtue of his position to rule in equity and righteousness. ... He was true to his vocation. No man can rise higher than that. The glory of a man does not lie in being or doing as others have been and done, for talents, opportunities, and occupations differ; but in performing the part to which Providence has called him thoroughly well. Every star is perfect in its own full lustre. Every man is noble when his whole nature is developed in harmony with the purpose of his Maker. ‘Well done, good and faithful servant,’ is said of the lowliest of Christ’s servants who has been faithful in ‘a few things’ (Matt 25:22,23). A monarch, a bishop, a pastor, a Sunday school teacher, a pious domestic servant, and a day labourer, may each be distinguished by faithfulness to the work in hand. True spiritual honour lies more in the spirit of loyalty to our divinely appointed calling than in the specific deeds transacted. Hence the moral prospects of all Christ’s servants. It is extremely important to impress this on the young, and on those who are prone to be discouraged by reason of the lowliness of their position in society and in Christian endeavour. [= V. kemuliaan dari seseorang yang aktif terletak dalam keberadaannya yang benar terhadap panggilannya. Daud adalah seorang raja, diharuskan oleh kebaikan dari kedudukannya untuk memerintah dalam keadilan dan kebenaran. ... Ia benar terhadap panggilannya. Tak ada orang yang bisa menanjak lebih tinggi dari itu. Kemuliaan seseorang tidak terletak dalam keberadaan atau tindakan seperti keberadaan dan tindakan orang-orang lain, karena talenta-talenta, kesempatan-kesempatan, dan pekerjaan-pekerjaan / panggilan-panggilan berbeda; tetapi dalam melaksanakan secara baik sepenuhnya bagian pada mana Providensia telah memanggil dia. Setiap bintang adalah sempurna dalam terang sinar penuhnya sendiri. Setiap orang adalah mulia pada waktu seluruh hakekat / sifat dasarnya berkembang sesuai dengan tujuan / rencana dari Penciptanya. ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia’, dikatakan kepada pelayan-pelayan Kristus yang paling rendah yang telah setia dalam ‘hal-hal / perkara-perkara yang kecil’ (Mat 25:22,23). Seorang raja, seorang uskup, seorang pendeta, seorang guru Sekolah Minggu, seorang pelayan rumah tangga, dan seorang pekerja harian, masing-masing bisa terhormat / dihormati oleh kesetiaan dari pekerjaan / pelayanan yang tersedia. Kehormatan rohani yang benar terletak lebih dalam roh / kecondongan kesetiaan pada panggilan kita yang ditetapkan secara Ilahi dari pada dalam tindakan-tindakan tertentu yang dilakukan. Karena itu keadaan terhormat diharapkan dari semua pelayan-pelayan Kristus. Merupakan sesuatu yang sangat penting untuk memberikan kesan tentang hal ini kepada orang-orang muda, dan kepada mereka yang condong untuk merasa kecil hati karena kerendahan dari posisi / kedudukan mereka dalam masyarakat dan dalam usaha Kristen.] - ‘Homiletics’, hal 230-231.

 

The Bible Exposition Commentary: Administration in Jerusalem (vv. 15-18). Winning battles is one thing and managing the affairs of the growing nation is quite another, and here David proved himself capable. He ruled with justice and righteousness and served all the people (v. 15). ... A good ruler must appoint wise and skilled subordinates, and this David did. [= Pengaturan pemerintahan di Yerusalem (ay 15-18). Memenangkan pertempuran-pertempuran berbeda dengan mengatur urusan-urusan dari bangsa yang bertumbuh / berkembang, dan di sini Daud membuktikan dirinya sendiri mampu. Ia memerintah dengan keadilan dan kebenaran dan melayani seluruh bangsa (ay 15). ... Seorang pemimpin yang baik harus menetapkan bawahan-bawahan yang bijaksana dan ahli, dan ini Daud lakukan.].

 

2)   Pejabat-pejabat dalam pemerintahan Daud.

 

Ay 16-18: (16) Yoab, anak Zeruya, menjadi panglima; Yosafat bin Ahilud menjadi bendahara negara; (17) Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam; Seraya menjadi panitera negara; (18) Benaya bin Yoyada menjadi panglima orang Kreti dan orang Pleti; dan anak-anak Daud menjadi imam..

 

a)         Pembahasan text ini secara umum.

 

Pulpit Commentary (dalam bagian ‘homiletics’, hal 229) mengatakan bahwa dalam negara itu ada pelayanan tinggi (seperti yang dilakukan oleh Daud), dan pelayanan rendah / lebih rendah (seperti yang dilakukan dalam ay 16-18 ini). Daud tak bisa menjalankan negaranya / pemerintahannya sendirian. Dalam gereja juga sama. Ada pelayanan yang tinggi (seperti yang dilakukan pendeta), dan ada pelayanan yang rendah / lebih rendah (seperti yang dilakukan Guru Sekolah Minggu, majelis / pengurus, chairman, pemain musik dsb). Pendeta tidak bisa melakukan semua pelayanan dalam gereja sendirian, dan sebaliknya juga sama. Semua harus bekerja sama, atau gereja akan hancur.

 

Matthew Henry (tentang ay 15-18): David was not so engaged in his wars abroad as to neglect the administration of the government at home. [= Daud tidaklah terlibat dalam perang-perangnya sehingga mengabaikan pengaturan dari pemerintahan di negara sendiri.].

 

Ini sikap yang harus diperhatikan dan ditiru oleh banyak pendeta yang terus keluyuran dalam pelayanan di luar gereja mereka, tetapi mengabaikan total gereja sendiri!

 

Matthew Henry: He kept good order and good officers in his court. David being the first king that had an established government (for Saul’s reign was short and unsettled) he had the modelling of the administration. In Saul’s time we read of no other great officer than Abner, that was captain of the host. But David appointed more officers: Joab that was general of the forces in the field, and Banaiah that was over the Cherethites and Pelethites, who were either the city train-bands (archers and slingers, so the Chaldee), or rather the life-guards, or standing force, that attended the king’s person, the pretorian band, the militia. They were ready to do service at home, to assist in the administering of justice, and to preserve the public peace. [= Ia mengatur / mempertahankan pengaturan yang baik dan pejabat-pejabat yang baik di istananya. Daud adalah raja yang pertama yang mempunyai suatu pemerintahan yang ditegakkan (karena pemerintahan Saul adalah singkat dan tidak teguh) ia mempunyai rancangan pengaturan. Pada jaman Saul kita membaca tidak ada pejabat besar / tinggi yang lain dari Abner, yang adalah panglima dari pasukan tentara. Tetapi Daud menetapkan lebih banyak pejabat-pejabat: Yoab adalah jendral / panglima dari kekuatan militer di lapangan, dan Benaya atas orang-orang Kleti dan orang-orang Pleti, yang atau adalah satuan-satuan kota (pemanah-pemanah dan pengumban-pengumban, demikianlah orang Kasdim), atau lebih tepat penjaga-penjaga, atau tentara tetap, yang memperhatikan / menjaga diri raja, penjaga-penjaga raja, pasukan sipil. Mereka siap untuk melakukan pelayanan di negara sendiri, untuk membantu dalam pengaturan keadilan, dan pemeliharaan kedamaian umum.].

 

Calvin: “This passage then speaks of the conduct of those who were in charge and were David’s officers, such as ‘Joab, who was captain general of the army’. This shows us that if a king wants to carry out his duty properly, he must be aided by those whom he calls into public office - this applies even to those in the lowest positions. Now even if a prince is personally honourable, but trusts and promotes wicked persons who are either greedy, or adulterous, or thieves, then his entire government will become degenerate. ... This passage therefore teaches us that princes ought above all to be careful to seek reliable and substantial persons to help them govern their people. ... there is such widespread degeneration because authorities are often careless in putting people into office. ... Since we do not always find people who are endowed with these particular virtues, we are admonished to pray God to provide them for us. When the passage says that God gave these fine ministers to maintain his judgement and righteousness among the people, it is showing that God stretched out his hand to David to shower his goodness upon him. Let us realise that it is a special gift from God whenever there are people available whom we can appoint and put to work to help us maintain civil justice. And it is a sign of the vengeance of God if we are stripped of prudent men.” [= Lalu text ini berbicara tentang pengaturan / kepemimpinan dari mereka yang mempunyai otoritas dan merupakan pejabat-pejabat Daud, seperti ‘Yoab, yang adalah panglima dari tentara’. Ini menunjukkan kepada kita bahwa jika seorang raja ingin melaksanakan kewajibannya dengan baik, ia harus dibantu oleh mereka yang ia panggil ke dalam pejabat pelayanan umum - ini berlaku bahkan bagi mereka yang ada di posisi / kedudukan terendah. Bahkan jika seorang raja secara pribadi adalah terhormat, tetapi mempercayai dan mengangkat orang-orang jahat yang adalah tamak, atau pezinah, atau pencuri, maka seluruh pemerintahannya akan menurun / menjadi rusak secara moral. ... Karena itu text ini mengajar kita bahwa raja-raja terutama harus hati-hati untuk mencari orang-orang yang bisa dipercaya dan kuat / bernilai untuk membantu mereka memerintah bangsa mereka. ... disana ada kemerosotan yang tersebar luas karena orang-orang yang mempunyai otoritas sering ceroboh dalam menempatkan orang-orang ke dalam jabatan. ... Karena kita tidak selalu menemukan orang-orang yang diperlengkapi dengan kebaikan khusus ini, kita dinasehatkan untuk berdoa kepada Allah untuk menyediakan mereka bagi kita. Pada waktu text itu berkata bahwa Allah memberikan pelayan-pelayan yang baik ini untuk mempertahankan / melanjutkan penghakiman dan kebenarannya di antara bangsanya, itu sedang menunjukkan bahwa Allah mengulurkan tanganNya kepada Daud untuk mencurahkan kebaikanNya kepadanya. Hendaklah kita sadari bahwa itu merupakan suatu pemberian khusus dari Allah kapanpun disana ada orang-orang yang tersedia yang bisa kita angkat dan pekerjakan untuk membantu kita mempertahankan keadilan warga sipil. Dan itu merupakan suatu tanda dari pembalasan Allah jika kita dilucuti dari orang-orang yang bijaksana.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 422,423,424.

 

Calvin lalu mengutip Yes 3:1-dst.

 

Bdk. Yes 3:1-9 - “(1) Maka sesungguhnya Tuhan, TUHAN semesta alam, akan menjauhkan dari Yerusalem dan dari Yehuda setiap orang yang mereka andalkan, segala persediaan makanan dan minuman: (2) pahlawan dan orang perang, hakim dan nabi, petenung dan tua-tua, (3) perwira dan orang yang terpandang, penasihat dan ahli sihir, dan orang yang paham mantera. (4) Aku akan mengangkat pemuda-pemuda menjadi pemimpin mereka, dan anak-anak akan memerintah atas mereka. (5) Maka bangsa itu akan desak-mendesak, seorang kepada seorang, yang satu kepada yang lain; orang muda akan membentak-bentak terhadap orang tua, orang hina terhadap orang mulia. (6) Sehingga apabila seorang memegang saudaranya di rumah ayahnya dan berkata: ‘Engkau masih mempunyai jubah, jadilah pemimpin kami, dan reruntuhan ini di bawah kuasamu,’ (7) maka pada waktu itu saudaranya akan menjawab: ‘Aku tidak mau menjadi tabib; di rumahku tidak ada roti dan tidak ada jubah; janganlah angkat aku menjadi pemimpin bangsa.’ (8) Sungguh, Yerusalem telah runtuh dan Yehuda telah rubuh; sebab perkataan mereka dan perbuatan mereka melawan TUHAN dan mereka menantang kemuliaan hadiratNya. (9) Air muka mereka menyatakan kejahatan mereka, dan seperti orang Sodom, mereka dengan terang-terangan menyebut-nyebut dosanya, tidak lagi disembunyikannya. Celakalah orang-orang itu! Sebab mereka mendatangkan malapetaka kepada dirinya sendiri.”.

 

Ay 4: “Aku akan mengangkat pemuda-pemuda menjadi pemimpin mereka, dan anak-anak akan memerintah atas mereka.”.

KJV: ‘children ... babes’ [= anak-anak ... bayi-bayi].

RSV: ‘boys ... babes’ [= anak-anak ... bayi-bayi].

NIV: ‘boys ... children’ [= anak-anak laki-laki ... anak-anak].

NASB: ‘lads ... children’ [= pemuda-pemuda ... anak-anak].

 

Calvin: “In other words, there will be no sense or prudence in those who are in charge of the people. This is the greatest poverty that can possibly happen, for famine will not be nearly so dangerous and troublesome to the people as when they are stripped of good ministers, leaving nothing but total breakdown and disorders.” [= Dengan kata lain, di sana tidak akan ada kepandaian atau hikmat dalam mereka yang memimpin bangsa itu. Ini adalah kemiskinan yang terbesar yang bisa terjadi, karena kelaparan tidak akan seberbahaya dan semengganggu itu bagi bangsa itu seperti pada waktu mereka dilucuti dari pelayan-pelayan yang baik, yang hanya meninggalkan kerusakan dan kekacauan total.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 424.

 

Catatan: Ini lebih-lebih berlaku untuk gereja!

   

-bersambung-

   

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali