Kebaktian

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

Minggu, tgl 4 Agustus 2019, pk 8.00 & pk 17.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

II Samuel 8:1-18(3)

2Sam 8:1-18 - “(1) Sesudah itu Daud memukul kalah orang Filistin dan menundukkan mereka; lalu Daud mengambil kendali pemerintahan atas ibu kota dari tangan orang Filistin. (2) Dan ia memukul kalah orang Moab, lalu sambil menyuruh mereka berbaring di tanah ia mengukur tempat mereka dengan tali; diukurnya dua kali panjang tali itu untuk mematikan dan satu tali penuh untuk membiarkan hidup. Maka orang Moab takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. (3) Selanjutnya Daud memukul kalah Hadadezer bin Rehob, raja Zoba, ketika ia pergi memulihkan kekuasaannya pada sungai Efrat. (4) Daud menawan dari padanya seribu tujuh ratus orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, tetapi dengan meninggalkan seratus ekor kuda kereta. (5) Lalu orang Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, raja Zoba, tetapi dari antara orang Aram itu Daud menewaskan dua puluh dua ribu orang. (6) Kemudian Daud menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di daerah orang Aram dari Damsyik. Orang Aram itu takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang. (7) Sesudah itu Daud mengangkut perisai-perisai emas yang dipakai oleh anak buah Hadadezer, lalu membawanya ke Yerusalem. (8) Dan dari Betah dan dari Berotai, yaitu kota-kotanya Hadadezer, raja Daud mengangkut amat banyak tembaga. (9) Ketika didengar Tou, raja Hamat, bahwa Daud telah memukul kalah seluruh tentara Hadadezer, (10) maka Tou mengutus Yoram, anaknya, kepada raja Daud untuk menyampaikan salam dan mengucapkan selamat kepadanya, karena ia telah berperang melawan Hadadezer dan memukul dia kalah, sebab Hadadezer sering memerangi Tou. Dan Yoram membawa barang-barang perak, emas dan tembaga. (11) Juga barang-barang ini dikhususkan raja Daud bagi TUHAN, bersama-sama perak dan emas yang berasal dari segala bangsa yang ditaklukkannya, (12) yakni perak dan emas dari orang Aram, dari orang Moab, dari bani Amon, dari orang Filistin, dari orang Amalek, dan dari jarahan yang dirampas dari Hadadezer bin Rehob, raja Zoba. (13) Demikianlah Daud mendapat nama, dan ketika ia pulang, ia menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin. (14) Lalu ia menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di Edom; di seluruh Edom ditempatkannya pasukan-pasukan pendudukan, sehingga seluruh Edom diperbudak oleh Daud. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang. (15) Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya. (16) Yoab, anak Zeruya, menjadi panglima; Yosafat bin Ahilud menjadi bendahara negara; (17) Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam; Seraya menjadi panitera negara; (18) Benaya bin Yoyada menjadi panglima orang Kreti dan orang Pleti; dan anak-anak Daud menjadi imam..

 

b)      Hal-hal lain yang juga perlu dipersoalkan dalam ay 13 ini adalah: yang membunuh orang-orang Edom itu siapa? Daud atau Abisai atau Yoab? Dan berapa jumlah orang Edom yang dibunuh? 12 ribu atau 18 ribu?

 

Ay 13: Demikianlah Daud mendapat nama, dan ketika ia pulang, ia menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin..

1Taw 18:12 - Abisai, anak Zeruya, menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin.”.

Maz 60:1-2 - [(1) Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung kesaksian. Miktam dari Daud untuk diajarkan, (2) ketika ia memerangi orang Aram-Mesopotamia dan orang Aram-Zoba, dan ketika Yoab pada waktu pulang telah memukul kalah dua belas ribu orang Edom di Lembah Asin.].

Catatan: Maz 60:1-2 sebetulnya tidak termasuk Alkitab; judul itu merupakan penambahan, sehingga dalam terjemahan-terjemahan bahasa Inggris diletakkan di atas sebagai headnote. Karena itu saya meletakkan text itu dalam tanda kurung tegak, dan saya sendiri tidak terlalu mempedulikan bagian ini.

 

The Biblical Illustrator: The last enemy specified is Edom; and it is evident that the contest with that ferocious people was peculiarly bloody and critical. There is a degree of indistinctness in the narrative of this event, when it is attempted to harmonize the three passages that contain allusions to it - in Samuel and Chronicles, and in the introduction to the 60th Psalm. In one place, it is said that it was 18,000 Syrians that fell in the Valley of Salt (2 Sam 8:18); in another they are said to have been Edomites (1 Chron 8:12); the introduction to the Psalm makes the number of Edomites 12,000; in Samuel, the victory is ascribed to David - in Chronicles, to Abishai - and in the Psalm, to Joab. It is probable that the war with Edom was carried on at the same time as the war with the Syrians; that while David and his army were in the north a detachment of the Syrians was sent to co-operate with the Edomites in attacking the southern part of Judah; that hearing of this, David despatched Abishai with a portion of his troops to encounter them; that Abishai completely defeated the confederate armies in the Valley of Salt (near Edom), much about the same time as David routed the Syrians in the neighbourhood of Damascus. If the Edomites and Syrians were confederate, it is not surprising that in one.place it should be said it was 18,000 Syrians that fell, and in another 18,000 Edomites. [= Musuh yang terakhir yang dinyatakan secara explicit adalah Edom; dan adalah jelas bahwa kontes / perjuangan dengan bangsa yang ganas itu secara khusus bersifat berdarah dan kritis. Di sana ada suatu tingkat ketidak-jelasan dalam cerita dari peristiwa ini, pada waktu diusahakan untuk mengharmoniskan ketiga text yang berisikan referensi tentangnya - dalam kitab Samuel dan Tawarikh, dan dalam pendahuluan dari Maz 60. Di satu tempat, dikatakan bahwa adalah 18 ribu orang Syria yang jatuh / mati di Lembah Garam (2Sam 8:18); dalam tempat yang lain mereka dikatakan sebagai orang-orang Edom (1Taw 8:12); pendahuluan terhadap Mazmur membuat jumlah dari orang-orang Edom 12 ribu; dalam Samuel, kemenangan dianggap sebagai milik dari Daud - dalam Tawarikh dari Abisai - dan dalam Mazmur dari Yoab. Adalah mungkin bahwa perang dengan Edom dilakukan pada saat yang sama dengan perang dengan Syria; sehingga pada waktu Daud dan pasukannya ada di Utara suatu kelompok tentara Syria dikirim untuk bekerja sama dengan orang-orang Edom dalam menyerang bagian Selatan Yehuda; sehingga pada waktu mendengar hal ini, Daud mengutus Abisai dengan sebagian dari pasukannya untuk menghadapi mereka; sehingga Abisai mengalahkan secara total tentara gabungan / sekutu di Lembah Garam (dekat Edom), pada waktu yang bersamaan dimana Daud mengalahkan orang-orang Syria di sekitar Damsyik. Jika orang-orang Edom dan orang-orang Syria bersekutu, tidaklah mengherankan bahwa di satu tempat dikatakan bahwa adalah 18 ribu orang Syria yang mati, dan di tempat lain 18 ribu orang-orang Edom.].

Komentar saya: ini jelas hanya dugaan tanpa dasar dan rasanya tidak masuk akal, karena bagaimana orang-orang Syria di Timur Laut Israel bisa membantu Edom yang ada di sebelah Tenggara Israel / Yehuda? Itu terlalu jauh. Juga penafsir ini tidak bisa mengharmoniskan ketiga nama, dan juga bilangan 12 ribu dan 18 ribu.

 

Calvin: “this is only a summary here, and in Chronicles the battles are distinctly divided. For Chronicles says that Abishai conquered the Edomites, and yet afterwards it speaks of Joab, whereas Samuel speaks of David - for, after all, everything was done in his name (1Chron. 18:12). And Abishai killed only 18,000 but David killed 22,000 Syrians. Now that is how such variations between texts are not real contradictions, because one gives only a summary of the story, whereas the other gives a more detaild distinction, as I have said.” [= ini hanya merupakan suatu ringkasan di sini, dan dalam kitab Tawarikh pertempuran-pertempuran dibagi secara jelas. Karena kitab Tawarikh mengatakan Abisai mengalahkan orang-orang Edom, tetapi belakangan kitab itu berbicara tentang Yoab (dimana?), sedangkan kitab Samuel berbicara tentang Daud - karena, bagaimanapun, segala sesuatu dilakukan atas namanya (1Taw 18:12). Dan Abisai hanya membunuh 18.000 tetapi Daud membunuh 22.000 orang-orang Aram. Itulah bagaimana variasi-variasi / perbedaan-perbedaan antara text-text bukanlah kontradiksi-kontradiksi yang sungguh-sungguh, yang satu hanya memberi sebuah ringkasan dari cerita itu, sedangkan yang lain memberikan suatu perbedaan yang lebih terperinci, seperti yang telah saya katakan.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 411.

Ay 5: “Lalu orang Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, raja Zoba, tetapi dari antara orang Aram itu Daud menewaskan dua puluh dua ribu orang.”.

1Taw 18:5 - “Lalu orang Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, raja Zoba, tetapi dari antara orang Aram itu Daud menewaskan dua puluh dua ribu orang.”.

Catatan: saya tidak mengerti bagaimana Calvin berpindah dari Edom ke Aram (lihat kalimat yang saya beri garis bawah ganda). Keduanya adalah cerita yang berbeda.

 

Keil & Delitzsch: According to the Chronicles, it was Abishai the son of Zeruiah who smote the Edomites. This agrees very well not only with the account in 2 Sam 10:10ff., to the effect that Abishai commanded a company in the war with the Syrians and Ammonites under the generalship of his brother Joab, but also with the heading to Ps 60, in which it is stated that Joab returned after the defeat of Aram, and smote the Edomites in the valley of Salt, twelve thousand men; and with 1 Kings 11:15-16, in which we read that when David was in Edom, Joab, the captain of the host, came up to bury the slain, and smote every male in Edom, and remained six months in Edom with all Israel, till he had cut off every male in Edom. From this casual but yet elaborate notice, we learn that the war with the Edomites was a very obstinate one, and was not terminated all at once. The difference as to the number slain, which is stated to have been 18,000 in the text before us and in the Chronicles, and 12,000 in the heading to Ps 60, may be explained in a very simple manner, on the supposition that the reckonings made were only approximative, and yielded different results; and the fact that David is named as the victor in the verse before us, Joab in Ps 60, and Abishai in the Chronicles, admits of a very easy explanation after what has just been observed. The Chronicles contain the most literal account. Abishai smote the Edomites as commander of the men engaged, Joab as commander-in-chief of the whole army, and David as king and supreme governor, of whom the writer of the Chronicles affirms, ‘The Lord helped David in all his undertakings.’[= Menurut kitab Tawarikh, adalah Abisai anak Zeruya yang membunuh orang-orang Edom. Ini sesuai dengan baik bukan hanya dengan cerita dalam 2Sam 10:10-dst., yang berarti bahwa Abisai memerintah / mempunyai otoritas atas suatu kelompok tentara dalam perang melawan orang-orang Syria dan Amon dibawah kepemimpinan dari saudaranya, Yoab, tetapi juga dengan judul dari Maz 60, dalam mana dinyatakan bahwa Yoab kembali setelah kekalahan Aram, dan membunuh orang-orang Edom di lembah Garam, 12 ribu orang; dan dengan 1Raja 11:15-16, dalam mana kita membaca bahwa pada waktu Daud ada di Edom, Yoab, komandan dari pasukan, datang untuk menguburkan orang-orang yang terbunuh, dan membunuh setiap orang laki-laki di Edom, dan tinggal 6 bulan di Edom dengan semua orang-orang Israel, sampai ia telah membunuh setiap orang laki-laki di Edom. Dari perhatian / pertimbangan yang tidak mendalam tetapi rumit ini, kita mendapatkan bahwa perang dengan orang-orang Edom adalah suatu perang yang sangat berlarut-larut, dan tidak diakhiri semuanya dengan segera. Perbedaan berkenaan dengan jumlah orang-orang yang terbunuh, yang dinyatakan sebagai 18 ribu dalam text di depan kita (2Sam 8:13) dan dalam kitab Tawarikh (1Taw 18:12), dan 12 ribu dalam judul dari Maz 60, bisa dijelaskan dengan suatu cara yang sederhana, pada anggapan bahwa perhitungan-perhitungan yang dibuat hanyalah bersifat perkiraan, dan menghasilkan hasil-hasil yang berbeda; dan fakta bahwa Daud disebutkan sebagai pemenang dalam ayat di depan kita, Yoab dalam Maz 60, dan Abisai dalam kitab Tawarikh, memungkinkan suatu penjelasan yang sangat mudah setelah apa yang baru diperhatikan / dinyatakan. Kitab Tawarikh berisi cerita yang paling hurufiah. Abisai membunuh orang-orang Edom sebagai komandan dari orang yang berperang, Yoab sebagai panglima dari seluruh pasukan, dan Daud sebagai raja dan pemimpin / pemerintah tertinggi, tentang siapa penulis dari Tawarikh menegaskan, ‘Tuhan menolong Daud dalam setiap usahanya’ (1Taw 18:6,13).].

 

1Raja 11:15-16 - “(15) Sesudah Daud memukul kalah orang Edom, maka panglima Yoab pergi menguburkan orang-orang yang mati terbunuh, lalu menewaskan semua laki-laki di Edom; (16) enam bulan lamanya Yoab diam di sana dengan seluruh Israel, sampai dilenyapkannya semua laki-laki di Edom..

 

Catatan:

a.   Saya sukar untuk menerima bahwa jumlah itu bisa berbeda karena hanya merupakan perkiraan. Tetapi perbedaan jumlah ini tidak ada kalau Maz 60 yang hanya merupakan judul itu kita abaikan.

b.   Tentang siapa yang membunuh, apakah itu Abisai, Yoab, atau Daud, itu memang mudah untuk dijelaskan. Ini seperti kalau saya mengatakan: ‘Saya membangun rumah baru’. Padahal yang membangun adalah para tukang. Tetap kata-kata saya tidak salah, karena para tukang membangun atas perintah saya. Demikian juga apakah Abisai atau Yoab yang membunuh, tetap bisa dikatakan bahwa Daud yang membunuh.

 

c)      Beberapa komentar tentang penaklukan Edom oleh Daud / Israel.

 

Matthew Henry: His success against the Edomites. They all became David’s servants, v. 14. Now, and not till now, Isaac’s blessing was accomplished, by which Jacob was made Esau’s Lord (Gen 27:37-40) and the Edomites continued long tributary to the kings of Judah, as the Moabites were to the kings of Israel, till, in Joram’s time, they revolted (2 Chron 21:8) as Isaac had there foretold that Esau should, in process of time, break the yoke from off his neck. [= Kesuksesannya terhadap orang-orang / bangsa Edom. Mereka semua menjadi pelayan-pelayan Daud, ay 14. Sekarang, dan tidak sebelum saat ini, berkat Ishak tercapai, dengan mana Yakub dijadikan tuan dari Esau (Kej 27:37-40) dan orang-orang / bangsa Edom menjadi bangsa yang membayar upeti sampai waktu yang lama kepada raja-raja Yehuda, seperti Moab membayar kepada raja-raja Israel, sampai, pada jaman Yoram (anak Yosafat), mereka memberontak (2Taw 21:8) sebagaimana Ishak telah meramalkan bahwa Esau, dalam proses dari waktu, akan melepaskan / mematahkan kuk itu dari lehernya.].

 

Kej 27:37-40 - “(37) Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: ‘Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?’ (38) Kata Esau kepada ayahnya: ‘Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!’ Dan dengan suara keras menangislah Esau. (39) Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: ‘Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. (40) Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu.’.

Catatan: Ishak lahir sekitar 1000 tahun sebelum Daud. Jadi di sini ada nubuat yang digenapi 1000 tahun setelahnya! Dan jaman Yoram itu lebih dari 150 tahun setelah Daud. Jadi penggenapan bagian akhir dari nubuat itu terjadi setelah waktu yang lebih lama lagi (1150 tahun)! Nubuat-nubuat yang tergenapi seperti ini membuktikan Alkitab adalah firman Tuhan!

 

2Taw 21:8 - Pada zamannya memberontaklah Edom terhadap kekuasaan Yehuda dan mereka mengangkat seorang raja atas mereka sendiri..

 

Calvin mengatakan bahwa dalam Bil 20:14-dst Edom menyakiti Israel dengan tidak mengijinkan Israel melewati daerahnya sehingga mereka harus memutar.

 

Bil 20:14-21 - “(14) Kemudian Musa mengirim utusan dari Kadesh kepada raja Edom dengan pesan: ‘Beginilah perkataan saudaramu Israel: Engkau tahu segala kesusahan yang telah menimpa kami, (15) bahwa nenek moyang kami pergi ke Mesir, dan kami lama diam di Mesir dan kami dan nenek moyang kami diperlakukan dengan jahat oleh orang Mesir; (16) bahwa kami berteriak kepada TUHAN, dan Ia mendengarkan suara kami, mengutus seorang malaikat dan menuntun kami keluar dari Mesir. Sekarang ini kami ada di Kadesh, sebuah kota di tepi perbatasanmu. (17) Izinkanlah kiranya kami melalui negerimu; kami tidak akan berjalan melalui ladang-ladang dan kebun-kebun anggurmu dan kami tidak akan minum air sumurmu; jalan besar saja akan kami jalani dengan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, sampai kami melalui batas daerahmu.’ (18) Tetapi orang Edom berkata kepada mereka: ‘Tidak boleh kamu melalui daerah kami, nanti kami keluar menjumpai kamu dengan pedang!’ (19) Lalu berkatalah orang Israel kepadanya: ‘Kami akan berjalan melalui jalan raya, dan jika kami dan ternak kami minum airmu, maka kami akan membayar uangnya, asal kami diizinkan lalu dengan berjalan kaki, hanya itu saja.’ (20) Tetapi jawab mereka: ‘Tidak boleh kamu lalu.’ Maka keluarlah orang Edom menghadapi mereka dengan banyak rakyatnya dan dengan tentara yang kuat. (21) Ketika orang Edom tidak mau mengizinkan orang Israel lalu dari daerahnya, maka orang Israel menyimpang meninggalkannya..

 

Calvin: “But yet it says that ‘the greatest would serve the least’ (Gen 25:23). Now here is Esau, who is subjected to Jacob. That is not meant of the two persons, but of their posterity.” [= Tetapi dikatakan bahwa ‘yang terbesar akan melayani yang terkecil’ (Kej 25:23). Sekarang di sini adalah Esau, yang ditundukkan kepada Yakub. Itu tidak berarti tentang kedua pribadi itu, tetapi tentang keturunan mereka.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 403.

 

Kej 25:23 - Firman TUHAN kepadanya: ‘Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.’.

 

The Bible Exposition Commentary: South: the Edomites (vv. 12-14). 1 Chron 18:12-13 names the Edomites as the enemy (see 1 Kings 11:14b-18), ... Though David and Joab were the conquering leaders in this battle, it was the Lord who received the glory when David commemorated the victory in Ps 60. ‘Over Edom I will cast My shoe’ (60:8 NKJV) is a metaphorical expression that may have a dual meaning: (1) God claims Edom as His territory, and (2) God treats Edom like a slave who cleans the master’s shoes. It expresses the humiliation God brought to the proud Edomites whom David conquered. [= Selatan: orang-orang / bangsa Edom (ay 12-14). 1Taw 18:12-13 menyebutkan bangsa Edom sebagai musuh (lihat 1Raja 11:14b-18), ... Sekalipun Daud dan Yoab adalah pemimpin-pemimpin yang mengalahkan dalam pertempuran, adalah Tuhan yang menerima kemuliaan pada waktu Daud menghormati ingatan tentang kemenangan dalam Maz 60. ‘Atas Edom Aku akan melemparkan kasutKu’ (60:10) merupakan suatu ungkapan yang bersifat simbolis yang bisa mempunyai dua arti: (1) Allah mengclaim Edom sebagai daerahNya, dan (2) Allah memperlakukan Edom seperti seorang budak yang membersihkan kasut tuannya. Itu menyatakan perendahan yang Allah bawa kepada bangsa Edom yang dikalahkan oleh Daud.].

Maz 60:10 - Moab ialah tempat pembasuhanKu, kepada Edom Aku melemparkan kasutKu, karena Filistea Aku bersorak-sorai.’.

 

 

 

d)            Daud juga mengalahkan Moab, Amon, Filistin, dan Amalek (ay 12).

Ay 12: yakni perak dan emas dari orang Aram (Edom), dari orang Moab, dari bani Amon, dari orang Filistin, dari orang Amalek, dan dari jarahan yang dirampas dari Hadadezer bin Rehob, raja Zoba..

 

The Bible Exposition Commentary: David also defeated the Amalekites (v. 12), a commission that his predecessor Saul had failed to fulfill (1 Sam 15). From the days of Moses, the Lord had declared war on Amalek (Ex 17:8-12; Num 14:45; Deut 25:17-19), and David was only continuing the crusade. Just as the Lord promised (7:9), David was victorious over his enemies. [= Daud juga mengalahkan orang-orang Amalek (ay 12), suatu perintah yang pendahulunya, Saul, telah gagal untuk penuhi (1Sam 15). Sejak jaman Musa, Tuhan telah menyatakan perang terhadap Amalek (Kel 17:8-12; Bil 14:45; Ul 25:17-19), dan Daud hanya melanjutkan perang salib / perang kudus itu. Persis seperti yang Tuhan janjikan (7:9), Daud menang atas musuh-musuhnya.].

 

Ul 25:17-19 - “(17) ‘Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir; (18) bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah. (19) Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa!’.

 

2Sam 7:9 - Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi..

 

5)   Hasil / akibat dari kemenangan-kemenangan yang diperoleh oleh Daud ini.

 

a)      The Biblical Illustrator: The effect of these victories must have been very striking. Not only were the people now freed from all the harassing attacks to which they had been subject at every moment and on every side, but the Hebrew kingdom was elevated to the rank of a first-rate Power. Garrisons were placed in all the surrounding strongholds; the accumulated hoards of Eastern wealth were transferred to Jerusalem; and streams of tribute rolled their golden waters into the treasury of David. The secret of David’s success is expressed once and again in the narrative: ‘The Lord was with David, and preserved him whithersoever he went.’ It is one of the great lessons of the Old Testament that the godly man can and does perform his duty better than any other, because the Lord is with him - whether he be steward of a house, or keeper of a prison, or ruler of a kingdom, like Joseph; or a judge and lawgiver, like Moses; or a warrior, like Samson or Gideon or Jephthah; or a king, like David or Jehoshaphat or Josiah; or a prime minister over a hundred and twenty provinces, like Daniel. This is one of the prominent lessons of the Book of Psalms - it is inscribed upon its very portals; the godly man ‘shall be like a tree planted by the rivers of water, that bringeth forth his fruit in his season; his leaf also shall not wither; and whatsoever he doeth shall prosper.’ [= Hasil / akibat dari kemenangan-kemenangan ini pasti sangat menyolok. Bukan hanya sekarang bangsa itu dibebaskan dari semua serangan-serangan yang mengganggu / menyiksa pada mana mereka terbuka pada setiap saat dari setiap sisi, tetapi kerajaan Ibrani itu ditinggikan pada ranking dari Kuasa tingkat / level pertama. Pos-pos militer ditempatkan di semua benteng-benteng yang mengelilingi; koleksi-koleksi yang dikumpulkan dari kekayaan Timur dibawa ke Yerusalem; dan aliran-aliran dari upeti mengalirkan air-air emas ke dalam perbendaharaan Daud. Rahasia dari keberhasilan Daud dinyatakan dua kali dalam cerita itu: ‘Tuhan menyertai Daud, dan menjaga / melindungi dia kemanapun ia pergi’. Ini adalah salah satu dari pelajaran-pelajaran besar dari Perjanjian Lama bahwa orang saleh bisa dan memang melakukan kewajibannya dengan lebih baik dari orang lain manapun, karena Tuhan menyertainya - apakah ia adalah seorang pengurus dari sebuah rumah, atau penjaga dari sebuah penjara, atau penguasa dari suatu kerajaan, seperti Yusuf; atau seorang hakim dan pemberi hukum, seperti Musa; atau seorang pejuang, seperti Simson atau Gideon atau Yefta; atau seorang raja, seperti Daud atau Yosafat atau Yosia; atau seorang perdana menteri atas 120 propinsi, seperti Daniel. Ini adalah salah satu dari pelajaran-pelajaran yang menonjol / menyolok dari kitab Mazmur - itu dituliskan pada pintu masuknya; orang saleh ‘akan seperti sebuah pohon yang ditanam dekat aliran-aliran sungai, yang menghasilkan buahnya pada musimnya; daunnya juga tidak akan layu; dan apapun yang diperbuatnya akan berhasil’.].

 

Maz 1:1-3 - “(1) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, (2) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (3) Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil..

 

b)            Daud mendapat nama.

Ay 13: Demikianlah Daud mendapat nama, dan ketika ia pulang, ia menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin..

 

Pulpit Commentary: Ver. 13. - Getting a name. ‘David gat him a name.’ There appears to have been something special in the campaign against the Syrians (or rather Edomites, 1 Chron. 18:12), and in David’s part therein, which rendered his victory peculiarly signal and memorable. Hence he obtained an honourable ‘name;’ his reputation and fame were greatly increased. A large proportion of the names that men have won have been gained in war. But others more honourable have been obtained by the arts and victories of peace. Most to be valued are those acquired by eminence in goodness and usefulness. ... III. How it should be sought. It should scarcely be sought at all. The way to obtain it is, not to seek it, but to practise the virtues from which it arises. To seek it is to set our hearts on the approval of men, which is perilous. Let us labour to be accepted of God, and he will take care of our reputation among men, so far as it is good for us and adapted to honour him and benefit our fellow-men. ‘It is a very small thing to be judged of man’s judgment.… He that judgeth us is the Lord’ (1 Cor. 4:3, 4). At the same time, for the reasons given under division II., we should not needlessly defy or sacrifice the good opinion of others, though we should willingly do so when fidelity to truth and God requires the sacrifice.[= Ay 13. - Mendapat nama. ‘Daud mendapat nama’. Di sana terlihat sesuatu yang khusus dalam operasi militer terhadap orang-orang Syria (atau lebih tepat ‘orang-orang Edom’, 1Taw 18:12), dan dalam bagian Daud di dalamnya, yang membuat kemenangannya menjadi suatu petunjuk secara khusus dan menyolok / layak diingat. Maka ia mendapatkan suatu ‘nama’ yang terhormat; reputasi dan kemashyurannya sangat ditingkatkan. Suatu bagian yang besar dari nama-nama yang orang-orang telah menangkan telah didapatkan dalam peperangan. Tetapi nama-nama lain yang lebih terhormat telah didapatkan oleh seni-seni dan kemenangan-kemenangan dari damai. Yang paling dinilai adalah mereka yang didapatkan oleh keunggulan dalam kebaikan dan kebergunaan. ... III. BAGAIMANA ITU HARUS DICARI / DIUSAHAKAN. Itu seharusnya tidak dicari / diusahakan sama sekali. Cara untuk mendapatkannya bukanlah dengan mencari / mengusahakannya, tetapi dengan mempraktekkan kebaikan-kebaikan dari mana itu muncul. Mencari / mengusahakannya berarti mengarahkan hati kita pada persetujuan manusia, yang merupakan sesuatu yang membahayakan. Hendaklah kita berjerih payah untuk diterima oleh Allah, dan Ia akan mengurus reputasi kita di antara manusia, sejauh itu baik bagi kita dan disesuaikan untuk menghormati Dia dan memberi manfaat kepada sesama kita. ‘Adalah sesuatu hal yang sangat kecil untuk dihakimi oleh penghakiman manusia. ... Ia yang menghakimi kita adalah Tuhan’ (1Kor 4:3,4). Pada saat yang sama, untuk alasan-alasan yang diberikan di bawah bagian II., kita tidak boleh secara tidak perlu menolak atau mengorbankan pandangan yang baik dari orang-orang lain, sekalipun kita harus dengan sukarela melakukan demikian pada waktu kesetiaan pada kebenaran dan Allah menuntut pengorbanan itu.] - ‘Homilies’.

1Kor 4:3-4 - “(3) Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. (4) Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan..

Catatan: ay 4nya salah terjemahan.

RSV: I am not aware of anything against myself, but I am not thereby acquitted. It is the Lord who judges me. [= Aku tidak menyadari tentang apapun terhadap / menentang diriku sendiri, tetapi bukan karena itu aku tidak bersalah. Adalah Tuhan yang menghakimi aku.].

NIV: My conscience is clear, but that does not make me innocent. It is the Lord who judges me. [= Hati nuraniku bersih, tetapi itu tidak membuat aku tidak bersalah. Adalah Tuhan yang menghakimi aku.].

 

Bandingkan juga dengan Gal 1:10 - Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus..

 

Pendeta-pendeta yang selalu berkhotbah untuk menyenangkan manusia, adalah nabi-nabi palsu, yang akan banyak dicari oleh orang-orang sesat pada akhir jaman.

 

2Tim 4:3-4 - “(3) Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng..

 

The Bible Exposition Commentary: David’s reputation increased dramatically because of these victories (v. 13), and David was careful to give God the glory (8:11-12). [= Reputasi Daud naik secara dramatis karena kemenangan-kemenangan ini (ay 13), dan Daud dengan hati-hati / teliti memberikan kemuliaan kepada Allah (8:11-12).].

 

2Sam 8:7,11-12 - “(7) Sesudah itu Daud mengangkut perisai-perisai emas yang dipakai oleh anak buah Hadadezer, lalu membawanya ke Yerusalem. … (11) Juga barang-barang ini dikhususkan raja Daud bagi TUHAN, bersama-sama perak dan emas yang berasal dari segala bangsa yang ditaklukkannya, (12) yakni perak dan emas dari orang Aram, dari orang Moab, dari bani Amon, dari orang Filistin, dari orang Amalek, dan dari jarahan yang dirampas dari Hadadezer bin Rehob, raja Zoba..

 

Mendapat nama / kepopuleran bisa membuat orang jadi sombong, dan makin ingin memuliakan dirinya sendiri. Karena itu, siapapun yang menjadi populer, harus sangat berhati-hati terhadap hal ini, dan harus selalu mengarahkan kepopulerannya untuk memuliakan Tuhan, dan bukan dirinya sendiri!

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali