(Rungkut
Megah Raya Blok D No 16)
Minggu,
tgl 21 Juli 2019, pk 8.00 & pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
II
Samuel 8:1-18(2)
2Sam 8:1-18 - “(1) Sesudah itu Daud memukul kalah orang Filistin dan menundukkan mereka; lalu Daud mengambil kendali pemerintahan atas ibu kota dari tangan orang Filistin. (2) Dan ia memukul kalah orang Moab, lalu sambil menyuruh mereka berbaring di tanah ia mengukur tempat mereka dengan tali; diukurnya dua kali panjang tali itu untuk mematikan dan satu tali penuh untuk membiarkan hidup. Maka orang Moab takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. (3) Selanjutnya Daud memukul kalah Hadadezer bin Rehob, raja Zoba, ketika ia pergi memulihkan kekuasaannya pada sungai Efrat. (4) Daud menawan dari padanya seribu tujuh ratus orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, tetapi dengan meninggalkan seratus ekor kuda kereta. (5) Lalu orang Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, raja Zoba, tetapi dari antara orang Aram itu Daud menewaskan dua puluh dua ribu orang. (6) Kemudian Daud menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di daerah orang Aram dari Damsyik. Orang Aram itu takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang. (7) Sesudah itu Daud mengangkut perisai-perisai emas yang dipakai oleh anak buah Hadadezer, lalu membawanya ke Yerusalem. (8) Dan dari Betah dan dari Berotai, yaitu kota-kotanya Hadadezer, raja Daud mengangkut amat banyak tembaga. (9) Ketika didengar Tou, raja Hamat, bahwa Daud telah memukul kalah seluruh tentara Hadadezer, (10) maka Tou mengutus Yoram, anaknya, kepada raja Daud untuk menyampaikan salam dan mengucapkan selamat kepadanya, karena ia telah berperang melawan Hadadezer dan memukul dia kalah, sebab Hadadezer sering memerangi Tou. Dan Yoram membawa barang-barang perak, emas dan tembaga. (11) Juga barang-barang ini dikhususkan raja Daud bagi TUHAN, bersama-sama perak dan emas yang berasal dari segala bangsa yang ditaklukkannya, (12) yakni perak dan emas dari orang Aram, dari orang Moab, dari bani Amon, dari orang Filistin, dari orang Amalek, dan dari jarahan yang dirampas dari Hadadezer bin Rehob, raja Zoba. (13) Demikianlah Daud mendapat nama, dan ketika ia pulang, ia menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin. (14) Lalu ia menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di Edom; di seluruh Edom ditempatkannya pasukan-pasukan pendudukan, sehingga seluruh Edom diperbudak oleh Daud. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang. (15) Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya. (16) Yoab, anak Zeruya, menjadi panglima; Yosafat bin Ahilud menjadi bendahara negara; (17) Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam; Seraya menjadi panitera negara; (18) Benaya bin Yoyada menjadi panglima orang Kreti dan orang Pleti; dan anak-anak Daud menjadi imam.”.
e)
‘lalu Daud menyuruh memotong urat keting
segala kuda kereta, tetapi dengan meninggalkan seratus ekor kuda kereta.’ (ay 4b).
Keil
& Delitzsch:
“‘And David lamed all the
cavalry,’ i.e., he made the war-chariots and cavalry perfectly useless by
laming the horses (see at Josh 11:6 Josh 11:9) - ‘and only left a hundred
horses.’ The word receb in these
clauses signifies the war-horses generally - not merely the carriage-horses, but
the riding-horses as well - as the meaning cavalry is placed beyond all doubt by
Isa 21:7, and it can hardly be imagined that David would have spared the
riding-horses.” [=
‘Dan Daud melumpuhkan semua pasukan berkuda’, dengan kata lain, ia membuat
kereta-kereta perang dan pasukan berkuda tak berguna sama sekali dengan
melumpuhkan kuda-kuda (lihat Yos 11:6 Yos
11:9) - ‘dan hanya meninggalkan / menyisakan seratus kuda’. Kata RECEB dalam
anak-anak kalimat ini berarti kuda-kuda perang secara umum - bukan semata-mata
kuda-kuda kereta, tetapi juga kuda-kuda tunggang - karena arti ‘cavalry’ {=
pasukan berkuda} diletakkan di luar keraguan oleh Yes 21:7, dan sukar
dibayangkan bahwa Daud membiarkan kuda-kuda tunggang.].
Yos
11:6,9 - “(6) Lalu TUHAN berkata kepada Yosua: ‘Janganlah takut
menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku menyerahkan mereka mati
terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka haruslah kamu lumpuhkan
dan kereta mereka haruslah kamu bakar dengan api.’ ... (9) Yosua melakukan
terhadap mereka seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya: kuda mereka
dilumpuhkan dan kereta mereka dibakar dengan api.”.
Yes 21:7
- “Apabila
dilihatnya pasukan, pasang-pasangan orang berkuda, pasukan keledai, pasukan
unta, maka haruslah diperhatikannya sungguh-sungguh, dengan penuh perhatian.’”.
KJV:
“And he saw a chariot with a couple of horsemen, a chariot
of asses, and a chariot of camels; and he hearkened
diligently with much heed:” [=
Dan ia melihat sebuah kereta dengan sepasang orang berkuda, sebuah kereta
keledai, dan sebuah kereta unta; dan ia mendengarkan dengan tekun dan dengan
penuh perhatian:].
Catatan:
semua kata ‘chariot’ dalam terjemahan KJV ini dalam bahasa Ibraninya
adalah RECEB, dan memang pada waktu diterjemahkan ‘kereta’ rasanya jadi
aneh.
Matthew
Henry: “David
houghed the horses, cut the sinews of their hams, and so lamed them, and made
them unserviceable, at least in war, God having
forbidden them to ‘multiply horses,’ Deut 17:16. David reserved only 100
chariots out of 1000 for his own use: for he placed his strength not in chariots
nor horses, but in the living God (Ps 20:7), and wrote it from his own
observation that ‘a horse is a vain thing for safety,’ Ps 33:16,17.”
[= Daud memotong urat keting kuda-kuda, dan dengan demikian melumpuhkan mereka,
dan membuat mereka tidak bisa digunakan, setidaknya dalam perang, karena Allah
telah melarang mereka untuk ‘memperbanyak kuda-kuda’, Ul 17:16. Daud
menyisakan hanya 100 kereta dari 1000 untuk penggunaannya sendiri: karena ia
menempatkan kekuatannya bukan dalam kereta-kereta atau kuda-kuda, tetapi kepada
Allah yang hidup (Maz 20:7), dan menuliskannya dari pengamatannya sendiri bahwa
‘seekor kuda adalah suatu hal yang sia-sia untuk keamanan’, Maz 33:16,17.].
Ul 17:16
- “Hanya,
janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa
ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman
kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi.”.
KJV:
“But he shall not multiply horses to himself, ... to the end that he
should multiply horses:” [=
Tetapi janganlah ia memperbanyak kuda-kuda bagi dirinya sendiri, ... untuk
tujuan supaya ia memperbanyak kuda-kuda:].
Tujuan
hukum di atas ini adalah supaya raja tidak bergantung pada senjata-senjata
perang yang ia miliki, tetapi bergantung kepada Tuhan saja! Bandingkan dengan
ayat-ayat di bawah ini.
Maz
20:8 - “Orang
ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah
dalam nama TUHAN, Allah kita.”.
Maz
33:16-17 - “(16) Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa;
seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan. (17) Kuda
adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar
ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.”.
Adam Clarke memberikan penafsiran yang berbeda untuk ay 4b ini. Ia berkata bahwa melumpuhkan kuda-kuda merupakan suatu tindakan yang tidak masuk akal dan tidak manusiawi, karena ia mendapatkan kemenangan penuh, sehingga tidak ada bahaya dimana kuda-kuda itu jatuh ke tangan musuh. Dan kalau ia tidak mau memelihara mereka karena dilarang oleh hukum Tuhan, ia seharusnya membunuh mereka, dan dengan demikian binatang-binatang yang malang itu tidak kesakitan.
Komentar saya tentang bagian ini: Apakah Adam Clarke mau menyalahkan firman Tuhan dalam Yos 11:6 di atas? Apakah ia mau mengatakan bahwa Tuhan itu kejam? Dalam tafsirannya tentang Yos 11:9 (yang sudah kita baca di atas) Adam Clarke mengatakan bahwa arti ayat itu adalah bahwa kuda-kuda itu dihancurkan / dibunuh. Jamieson, Fausset & Brown juga menafsirkan secara sama. Tetapi Barnes dan Bible Knowledge Commentary menafsirkan bahwa kuda-kuda itu hanya dilumpuhkan.
Clarke lalu melanjutkan: tetapi apakah textnya memang berbicara tentang memotong urat keting? Tidak, menurut Clarke. Clarke menafsirkan bahwa kata-kata bahasa Ibraninya berarti ‘Dan Daud menghancurkan semua kereta-kereta, kecuali 100 kereta yang ia biarkan / sisakan untuk dirinya sendiri’. Jadi, bukan kuda-kuda yang dilumpuhkan, tetapi kereta-keretanya yang dihancurkan. Dan memang kata RECEB itu sebetulnya berarti ‘kereta’. Dan Clarke menambahkan bahwa terjemahan dari LXX adalah seperti terjemahan yang ia berikan. Tetapi dari semua terjemahan Alkitab bahasa Inggris yang saya gunakan, saya tidak menemukan satupun yang menterjemahkan seperti terjemahan Clarke itu.
Adam
Clarke: “‘David
houghed all the chariot horses.’ If he did so, it was both unreasonable and
inhumane; for, since he had so complete a victory, there was no danger of
these horses falling into the enemy’s hands; and if he did not choose to
keep them, which indeed the law would not permit, he should have killed them
outright; and then the poor innocent creatures would have been put out of
pain. But does the text speak of houghing horses at all? It does not. Let us
hear; VAYEAQIR DAVID ET KAL HAREKEB, ‘And David disjointed all
the chariots,’ except a hundred chariots which he reserved for himself. Now,
this destruction of the chariots, was a matter of sound policy, and strict
piety. God had censured those who trusted in chariots; piety therefore forbade
David the use of them: and lest they should fall into the enemy’s hands, and
be again used against him, policy induced him to destroy them. The Septuagint
renders the words nearly as I have done: kai
pareluse Dauid panta ta harmata.” [= ].
Catatan:
saya tak memberikan terjemahan tetapi intinya sudah saya berikan di atas.
Dan
tentang penyisaan 100 kuda (kereta) itu ini tafsiran Clarke.
Adam Clarke: “He kept however one hundred horses; probably as a sort of baggage or forage wagons.” [= Tetapi ia mempertahankan 100 kuda; mungkin sebagai sejenis kereta pengangkut bagasi atau makanan binatang.].
Catatan: ini aneh bagi saya. Kalau ia hancurkan kereta, tetapi biarkan / sisakan 100 kuda?? Apa bukan sisakan 100 kereta? Karena kata Ibrani yang digunakan tetap RECEB.
f)
‘Lalu orang
Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, raja Zoba, tetapi dari
antara orang Aram itu Daud menewaskan
dua puluh dua ribu orang.’ (ay 5).
KJV/RSV: “the Syrians” [= orang-orang Syria].
NIV/NASB: “the Arameans” [= orang-orang Aram].
The
Bible Exposition
Commentary: “North:
the Arameans and Syrians (vv. 3-13). Zobah was located north of Damascus and was
part of a confederacy of nations called ‘the Syrians’ in some translations,
but more accurately they are ‘the Arameans.’ However, their neighbors the
Syrians tried to come to their rescue and were defeated themselves, so that the
whole area north to the Euphrates came under David’s authority. ... By
defeating the Arameans and the Syrians, David also made friends with their
enemies and received tribute from them (vv. 6-10).”
[= Utara: Orang-orang Aram dan orang-orang Syria (ay 3-13). Zoba terletak
di utara Damsyik dan merupakan bagian dari suatu konfederasi bangsa yang disebut
‘orang-orang Syria’ dalam beberapa terjemahan, tetapi secara lebih akurat
mereka adalah ‘orang-orang Aram’. Tetapi tetangga-tetangga mereka,
orang-orang Syria, berusaha untuk datang memberi pertolongan, dan mereka sendiri
dikalahkan, sehingga seluruh daerah utara sampai sungai Efrat berada di bawah
kekuasaan Daud. ... Dengan mengalahkan orang-orang Aram dan orang-orang Syria,
Daud juga bersahabat dengan musuh-musuh mereka dan menerima upeti dari mereka
(ay 6-10).].
Ay
9-10: “(9) Ketika didengar Tou,
raja Hamat, bahwa Daud telah memukul
kalah seluruh tentara Hadadezer, (10) maka Tou
mengutus Yoram, anaknya, kepada raja Daud untuk menyampaikan salam dan
mengucapkan selamat kepadanya, karena ia telah berperang melawan Hadadezer dan
memukul dia kalah, sebab Hadadezer sering memerangi Tou.
Dan Yoram membawa barang-barang perak, emas dan tembaga.”.
Catatan: NIV: ‘Tou’. KJV/RSV/NASB/ASV/NKJV/YLT/ESV: ‘Toi’. Dalam bahasa Ibraninya seharusnya memang ‘TOI’. Tentang ini saya hanya menyinggung sepintas lalu di sini, tetapi akan saya bahas lagi belakangan.
The
Biblical
Illustrator: “The
third of David’s conquests was over a more distant enemy, Hadadezer, the king
of Zobah, in the direction of the Euphrates. It appears that in the course of
this campaign another enemy had to be encountered - a vast mass of Syrians came
out against him. It is evident that this campaign was a very remarkable one, for
the slaughter of the Syrians amounted to the prodigious number of 22,000; and
the victory, besides giving David possession of Damascus and the whole of Syria,
was followed by the voluntary submission of Toi, the king of Hamath (ver. 10),
in the valley of Lebanon.”
[= Penaklukan Daud yang ketiga adalah atas musuh yang lebih jauh, Hadadezer,
raja Zoba, di arah sungai Efrat. Kelihatan bahwa dalam jalan operasi militer ini
musuh lain harus dihadapi - suatu pasukan yang sangat besar dari orang-orang
Syria keluar menghadapi dia. Adalah jelas bahwa operasi militer ini adalah suatu
operasi militer yang sangat luar biasa / perlu diperhatikan, karena pembantaian
dari orang-orang Syria mempunyai jumlah bilangan yang sangat besar dari 22.000
orang; dan kemenangan itu, disamping memberi Daud kepemilikan atas Damsyik dan
seluruh Syria, diikuti oleh ketundukan sukarela dari Toi, raja Hamat (ay 10), di
lembah Lebanon.].
g)
Dalam 2Sam 10 ada lagi cerita tentang perang Daud melawan Aram. Sekalipun
ada persamaan, tetapi juga ada perbedaan dengan perang di sini. Apakah ini
perang yang sama atau berbeda, akan saya bahas dalam pembahasan 2Sam 10.
4)
Mengalahkan Edom, Moab, Amon, Filistin, dan Amalek (ay 12-14).
Ay
12-14: “(12)
yakni
perak dan emas dari orang Aram, dari
orang Moab, dari bani Amon, dari orang Filistin, dari orang Amalek, dan dari
jarahan yang dirampas dari Hadadezer bin Rehob, raja Zoba. (13)
Demikianlah Daud mendapat nama, dan ketika
ia pulang, ia menewaskan delapan belas ribu orang Edom
di Lembah Asin. (14) Lalu ia menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di Edom;
di seluruh Edom
ditempatkannya pasukan-pasukan pendudukan, sehingga seluruh Edom
diperbudak oleh Daud. TUHAN memberi kemenangan kepada
Daud ke manapun ia pergi berperang.”.
a) Edom atau Aram atau Syria?
1.
Pertama-tama kita soroti ay 12.
Ay 12:
“yakni perak dan emas dari orang Aram,
dari orang Moab, dari bani Amon, dari orang Filistin, dari orang Amalek, dan
dari jarahan yang dirampas dari Hadadezer bin Rehob, raja Zoba.”.
Lembaga
Alkitab Indonesia: ‘Aram’.
KJV/ASV/NKJV:
‘Syria’ [= Syria].
RSV/NIV/ESV:
‘Edom’ [= Edom].
NASB/YLT:
‘Aram’ [= Aram].
Barnes’ Notes: “‘Syria.’ Rather, as in 1 Chron 18:11, Edom, which is manifestly the right reading, both because Edom, Moab, and Ammon are so frequently joined together, and because David’s Syrian spoil is expressly mentioned at the end of the verse. {The Hebrew letters for Aram (Syria) and Edom are very similar.}” [= ‘Syria’. Lebih baik, seperti dalam 1Taw 18:11, ‘Edom’, yang secara jelas adalah pembacaan yang benar, baik karena Edom, Moab, dan Amon begitu sering digabungkan bersama-sama, dan karena jarahan Daud dari Syria disebutkan secara explicit pada akhir dari ayat itu. {Huruf-huruf Ibrani untuk ‘Aram’ (Syria) dan ‘Edom’ sangat mirip.}].
Catatan: sebetulnya ‘Aram’ berbeda dengan ‘Syria’.
1Taw 18:11 - “Juga barang-barang ini dikhususkan raja Daud bagi TUHAN, bersama-sama perak dan emas yang diangkutnya dari segala bangsa, yakni dari orang Edom, dari orang Moab, dari bani Amon, dari orang Filistin dan dari orang Amalek.”.
Pulpit
Commentary: “‘Of Syria;’
Hebrew, ‘Aram.’
The reading in 1 Chron. 18:11 is ‘Edom,’ which differs from ‘Aram’ in
only one letter. The two words are constantly confused in manuscripts, and
‘Edom’ is probably right here, first, because it is coupled with Moab and
Ammon, which were its neighbours, but chiefly because the spoil of Hadarezer,
mentioned at the end of the verse, is the spoil of Aram. It would not be
enumerated twice.” [=
‘Dari Syria’; Ibrani, ‘Aram’. Pembacaan dalam 1Taw 18:11 adalah
‘Edom’, yang berbeda dari ‘Aram’ hanya dalam satu huruf. Kedua kata
dikacaukan secara terus menerus dalam manuscript-manuscript, dan ‘Edom’
mungkin adalah yang benar di sini, pertama, karena itu digabungkan dengan Moab
dan Amon, yang adalah tetangga-tetangganya, tetapi terutama karena jarahan dari
Hadarezer, yang disebutkan pada akhir dari ayat itu, adalah jarahan dari Aram.
Itu tidak akan disebutkan / didaftarkan dua kali.].
Keil
& Delitzsch menyalahkan kedua text, baik ay 12 ini maupun 1Taw 18:11. Ia
menganggap baik Edom maupun Aram seharusnya ada dalam kedua text. Jadi, ay 12
ini menghilangkan kata Edom, dan 1Taw 18:11 menghilangkan kata Aram.
Keil & Delitzsch (tentang ay 12): “In the enumeration of the conquered nations in v. 12, the text of the Chronicles differs from that of the book before us. In the first place, we find ‘from Edom’ instead of ‘from Aram;’ and secondly, the clause ‘and of the spoil of Hadadezer, son of Rehob king of Zobah,’ is altogether wanting there. The text of the Chronicles is certainly faulty here, as the name of ‘Aram’ (Syria) could not possibly be omitted. ‘Edom’ could much better be left out, not ‘because the conquest of Edom belonged to a later period,’ as Movers maintains, but because the conquest of Edom is mentioned for the first time in the subsequent verses. But if we bear in mind that in v. 12 of both texts not only are those tribes enumerated the conquest of which had been already noticed, but all the tribes that David ever defeated and subjugated, even the Ammonites and Amalekites, to the war with whom no allusion whatever is made in the present chapter, we shall see that ‘Edom’ could not be omitted. Consequently ‘from Syria’ must have dropped out of the text of the Chronicles, and ‘from Edom’ out of the one before us; so that the text in both instances ran originally thus, ‘from Syria, and from Edom, and from Moab.’ For even in the text before us, ‘from Aram’ (Syria) could not well be omitted, notwithstanding the fact that the booty of Hadadezer is specially mentioned at the close of the verse, for the simple reason that David not only made war upon Syria-Zobah (the kingdom of Hadadezer) and subdued it, but also upon Syria-Damascus, which was quite independent of Zobah.” [= Dalam daftar dari bangsa-bangsa yang dikalahkan dalam ay 12, text dari kitab Tawarikh berbeda dengan dalam kitab di depan kita. Pertama, kita mendapati ‘dari Edom’ dan bukannya ‘dari Aram’; dan kedua, anak kalimat ‘dan dari jarahan dari Hadadezer bin Rehob, raja Zoba’, sama sekali tidak ada di sana. Text dari Tawarikh pasti salah di sini, karena nama ‘Aram’ (Syria) tidak mungkin dihilangkan. ‘Edom’ lebih baik dibiarkan dihapuskan, bukan ‘karena penaklukan Edom termasuk pada masa yang lebih belakangan’, seperti dipertahankan oleh Movers, tetapi karena penaklukan Edom disebutkan untuk pertama kalinya dalam ayat selanjutnya (ay 13). Tetapi kalau kita ingat / pertimbangkan bahwa dalam ay 12 dari kedua text bukan hanya suku-suku itu didaftarkan dalam penaklukan yang telah diperhatikan, tetapi semua suku-suku yang pernah Daud kalahkan dan tundukkan, bahkan orang-orang Amon dan Amalek, pada perang dengan siapa tak ada referensi apapun dibuat dalam pasal sekarang ini, kita akan melihat bahwa ‘Edom’ tidak bisa dihapuskan. Karena itu, ‘dari Syria’ pasti telah hilang dari text Tawarikh, dan ‘dari Edom’ telah hilang dari text di depan kita; sehingga text dalam kedua kejadian secara orisinil berbunyi seperti ini, ‘dari Syria, dan dari Edom, dan dari Moab’. Karena bahkan dalam text di depan kita, ‘dari Aram’ (Syria) tidak bisa dihapuskan dengan baik, sekalipun ada fakta bahwa jarahan dari Hadadezer secara khusus disebutkan pada akhir dari ayat, karena alasan yang sederhana bahwa Daud bukan hanya berperang melawan Syria-Zoba (kerajaan Hadadezer) dan menaklukkannya, tetapi juga melawan Syria-Damsyik, yang cukup tak tergantung dari Zoba.].
Komentar
saya: sekalipun ia punya argumentasi untuk itu, tetapi agak aneh bahwa kedua
text bisa sama-sama salah seperti itu.
2.
Sekarang kita soroti ay 13.
Ay 13: “Demikianlah Daud mendapat nama, dan ketika ia pulang, ia menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin.”.
KJV/ASV/NKJV:
‘the Syrians’ [= orang-orang Syria].
RSV/NIV/ESV:
‘Edomites’ [= orang-orang Edom].
NASB:
‘Arameans’ [= orang-orang Aram].
Catatan: perbedaan-perbedaan ini hanya ada dalam ay 13nya. Dalam ay 14 semua terjemahan menuliskan ‘Edom’.
Baik Albert Barnes maupun Jamieson, Fausset & Brown menganggap bahwa yang benar adalah ‘Edom’, karena ay 14nya mengatakan ‘Edom’. Bdk. 1Taw 18:12 dan Maz 60:2 (yang ini sebetulnya bukan termasuk Alkitab; dalam terjemahan-terjemahan bahasa Inggris ini diletakkan di headnote sebagai judul). Jamieson, Fausset & Brown menambahkan bahwa dalam LXX / Septuaginta juga dituliskan ‘Edom’.
1Taw 18:12 - “Abisai, anak Zeruya, menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin.”.
Maz 60:2 - “ketika ia memerangi orang Aram-Mesopotamia dan orang Aram-Zoba, dan ketika Yoab pada waktu pulang telah memukul kalah dua belas ribu orang Edom di Lembah Asin.”.
Bible
Knowledge Commentary (tentang ay 13-14): “Though
‘Aram’ (i.e., ‘Arameans’) is in most Hebrew manuscripts, the Septuagint
and some other versions have ‘Edom,’ a reading that is also supported by a
few Hebrew manuscripts and by 1 Chron 18:12. The difference in the original
language is in only one letter: d (as in Edom) and r (as in Aram), easily
confused in Hebrew.”
[= Sekalipun ‘Aram’ (yaitu ‘orang-orang Aram’) ada dalam kebanyakan
manuscript Ibrani, Septuaginta dan beberapa versi yang lain mempunyai
‘Edom’, suatu pembacaan yang juga didukung oleh sedikit / beberapa
manuscript Ibrani dan oleh 1Taw 18:12. Perbedaan dalam bahasa asli ada hanya
dalam satu huruf: D (seperti dalam EDOM)
dan R (seperti dalam ARAM),
dengan mudah dikacaukan dalam bahasa Ibrani.].
Catatan: menurut saya kata-kata Bible Knowledge Commentary ini (maupun Pulpit Commentary di atas) kurang tepat, karena perbedaan kedua kata itu bukan hanya satu huruf tetapi dua huruf. Kata ‘EDOM’ dalam bahasa Ibrani ditulis dengan 4 huruf, yaitu Aleph - Daleth - Vaw - Mem, sedangkan kata ‘ARAM’ ditulis hanya dengan 3 huruf, yaitu Aleph - Resh - Mem. Memang dalam kata EDOM huruf Vaw berfungsi sebagai bunyi huruf hidup O, tetapi dalam penulisan gundulpun (penulisan tanpa tanda-tanda yang menyatakan bunyi huruf hidup), huruf itu seharusnya tetap dituliskan. Tetapi pada waktu Bible Knowledge Commentary mengatakan huruf Daleth (ד) dan Resh (ר) itu mirip, itu memang benar.
Sama seperti dalam tafsirannya tentang ay 12, maka berkenaan dengan ay 13 Keil & Delitzsch juga berpandangan bahwa seharusnya baik Edom maupun Aram ada di sini.
Keil & Delitzsch tak setuju dengan pandangan yang mengambil ‘Aram’ karena itu akan menghasilkan pernyataan yang tidak benar, karena orang-orang Aram tidak dikalahkan di Lembah Garam, tetapi sebagian di Medeba (1Taw 19:7) dan Helam (2Sam 10:17), dan sebagian di negara mereka sendiri, yang letaknya jauh sekali dari Lembah Garam.
Ia juga tak setuju dengan pandangan yang mengambil ‘Edom’, karena dengan demikian kata-kata ‘ketika ia pulang’ dalam ay 13 ini tak cocok.
Jadi ia mengambil keduanya (baik Edom maupun Aram), dan memberikan cerita sebagai berikut: Pada waktu Daud / Israel sedang berperang melawan orang Amon dan orang Aram, orang Edom mengambil kesempatan itu dan menyerang bagian Selatan Israel (Laut Mati). Karena itu, begitu orang Aram dikalahkan, dan orang Israel kembali dari perang ini, Daud memerintahkan untuk menyerang orang-orang Edom ini dan mengalahkan mereka di Lembah Garam.
Keil
& Delitzsch (tentang ay 13-14):
“‘And David made (himself) a name,
when he returned from smiting (i.e.,
from the defeat of) Aram, (and smote
Edom) in the
valley of Salt, eighteen thousand men.’ The words
enclosed in brackets are wanting in the Masoretic text as it has come down to
us, and must have fallen out from a mistake of the copyist, whose eye strayed
from אֶת־אֲרָם to אֶת־אֱדֹום; for though the text is not ‘utterly unintelligible’
without these words, since the passage might be rendered ‘after he had
smitten Aram in the valley of Salt eighteen thousand men,’ yet this would be
decidedly incorrect, as the Aramaeans were not smitten in the valley of
Salt, but partly at Medeba (1 Chron.
19:7) and Helam (2 Sam.
10:17), and partly in their own land, which was very far away from the Salt
valley. Moreover, the difficulty presented by the text cannot be removed, as
Movers supposes, by changing אֶת־אֲרָם (Syria)
into אֶת־אֱדֹום (Edom), as
the expression בְּשֻׁבֹו (‘when he returned’) would still be unexplained. The
facts were probably these: Whilst David, or rather Israel, was entangled in
the war with the Ammonites and Aramaeans, the Edomites seized upon the
opportunity, which appeared to them a very favourable one, to invade the land
of Israel, and advanced as far as the southern extremity of the Dead Sea. As
soon, therefore, as the Aramaeans were defeated and subjugated, and the
Israelitish army had returned from this war, David ordered it to march against
the Edomites, and defeated them in the valley of Salt. This valley cannot have
been any other than the Ghor adjoining the Salt mountain on the south of the
Dead Sea, which really separates the ancient territories of Judah and Edom
(Robinson, Pal. ii. 483).
There Amaziah also smote the Edomites at a later period (2 Kings 14:7). We
gather more concerning this war of David from the text of the Chronicles (v.
12) taken in connection with 1 Kings 11:15, 16, and Ps. 60:2.” [=
‘Dan Daud membuat sebuah nama bagi dirinya sendiri, pada waktu ia
kembali dari mengalahkan Aram, dan (mengalahkan Edom) di Lembah Garam, 18 ribu
orang’.
Kata-kata
yang ada dalam tanda kurung tidak ada dalam text Masoretic pada waktu itu
telah turun kepada kita, dan pasti telah hilang dari suatu kesalahan dari
penyalin, yang matanya berpindah dari אֶת־אֲרָם (ET-ARAM / Aram) ke אֶת־אֱדֹום (ET-EDOM / Edom); karena sekalipun textnya tidaklah ‘sepenuhnya tak
bisa dimengerti’ tanpa kata-kata ini, karena text itu bisa diterjemahkan
‘setelah ia mengalahkan Aram di Lembah Garam 18 ribu orang’, tetapi ini
sudah pasti akan merupakan suatu yang tidak benar, karena orang-orang Aram
tidak dikalahkan di Lembah Garam, tetapi sebagian di Medeba (1Taw 19:7) dan
Helam (2Sam 10:17), dan sebagian di negara mereka sendiri, yang adalah sangat
jauh dari Lembah Garam. Lebih lagi, kesukaran yang diberikan oleh text itu
tidak bisa disingkirkan, seperti anggapan Movers,
dengan mengubah אֶת־אֲרָם (ET-ARAM / Syria) menjadi אֶת־אֱדֹום (ET-EDOM / Edom), karena ungkapan בְּשֻׁבֹו (BESHUVOW / ‘ketika ia kembali’)
akan tetap tidak dijelaskan. Fakta-faktanya
mungkin adalah ini: Pada waktu Daud, atau lebih tepat Israel, terlibat dalam
perang dengan orang-orang Amon dan Aram, orang-orang Edom menggunakan
kesempatan, yang terlihat bagi mereka sebagai suatu kesempatan yang sangat
menyenangkan, untuk menyerang tanah / negara Israel, dan maju sejauh bagian
selatan yang terjauh dari Laut Mati. Karena itu, begitu orang-orang Aram
dikalahkan dan ditundukkan, dan pasukan Israel telah kembali dari perang ini,
Daud memerintahkannya untuk berperang terhadap orang-orang Edom, dan
mengalahkan mereka di Lembah Garam. Lembah
ini tidak bisa lain dari Ghor yang dekat dengan Gunung Garam di selatan dari
Laut Mati, yang betul-betul memisahkan daerah kuno dari Yehuda dan Edom
(Robinson, Pal. ii 483). Di sana Amazia juga mengalahkan orang-orang Edom pada
masa belakangan (2Raja 14:7). Kita mendapatkan lebih banyak berkenaan dengan
perang ini dari text dari Tawarikh (ay 12) diambil dalam hubungan dengan 1Raja
11:15,16, dan Maz 60:2.].
1Raja 11:15-16 - “(15) Sesudah Daud memukul kalah orang Edom, maka panglima Yoab pergi menguburkan orang-orang yang mati terbunuh, lalu menewaskan semua laki-laki di Edom; (16) enam bulan lamanya Yoab diam di sana dengan seluruh Israel, sampai dilenyapkannya semua laki-laki di Edom.”.
Jadi, sekalipun penafsir-penafsir ini berbeda tafsiran satu sama lain, setidaknya mereka sepakat dalam satu hal, yaitu di sini terjadi kesalahan penyalinan.
Saya sendiri mengambil pandangan bahwa baik dalam ay 12, maupun dalam ay 13, pembacaan yang benar adalah ‘Edom’.
Sekalipun perang melawan Edom baru ada dalam ay 13nya, tetapi ay 11-12 ini memberikan daftar barang jarahan yang oleh Daud dikhususkan bagi Tuhan. Bisa saja jarahan dari Edom diceritakan lebih dulu dari perang dengan Edom.
Dan tentang keberatan dari Keil & Delitzsch tentang kata-kata ‘ketika ia pulang’ dalam ay 13, saya tak menganggapnya sebagai masalah. Setelah memerangi Aram di Utara / Timur Laut, Daud pulang ke Israel, lalu memerangi Edom di Selatan / Tenggara. Apa masalahnya?
Supaya jelas, saya berikan ay 5-14a sekali lagi.
Ay
5-14a: “(5) Lalu orang Aram
dari Damsyik datang menolong Hadadezer, raja Zoba, tetapi dari antara orang Aram
itu Daud menewaskan dua puluh dua ribu orang. (6) Kemudian Daud menempatkan
pasukan-pasukan pendudukan di daerah orang Aram dari Damsyik. Orang Aram itu
takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. TUHAN
memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang. (7) Sesudah itu
Daud mengangkut perisai-perisai emas yang dipakai oleh anak buah Hadadezer, lalu
membawanya ke Yerusalem. (8) Dan dari Betah dan dari Berotai, yaitu kota-kotanya
Hadadezer, raja Daud mengangkut amat banyak tembaga. (9) Ketika didengar
Tou, raja Hamat, bahwa Daud telah memukul kalah seluruh tentara Hadadezer, (10)
maka Tou mengutus Yoram, anaknya, kepada raja Daud untuk menyampaikan salam dan
mengucapkan selamat kepadanya, karena ia telah berperang melawan Hadadezer dan
memukul dia kalah, sebab Hadadezer sering memerangi Tou. Dan Yoram membawa
barang-barang perak, emas dan tembaga. (11) Juga barang-barang ini dikhususkan
raja Daud bagi TUHAN, bersama-sama perak dan emas yang berasal dari segala
bangsa yang ditaklukkannya, (12) yakni perak dan emas dari orang Aram
(Edom), dari orang Moab, dari bani Amon, dari orang Filistin, dari orang Amalek,
dan dari jarahan yang dirampas dari Hadadezer bin Rehob, raja Zoba. (13)
Demikianlah Daud mendapat nama, dan ketika ia pulang, ia menewaskan delapan
belas ribu orang Edom di Lembah Asin. (14) Lalu ia menempatkan pasukan-pasukan
pendudukan di Edom; di seluruh Edom ditempatkannya pasukan-pasukan
pendudukan, sehingga seluruh Edom diperbudak oleh Daud.”.
Khronologi cerita menurut saya: dalam ay 5-6 Daud mengalahkan Aram (di Utara), dan dalam ay 7-8 ia membawa jarahan dari Zoba / Hadadezer ke Yerusalem. Ay 9-10 menunjukkan Tou senang akan hal itu sehingga memberikan pemberian-pemberian kepada Daud, dan semua itu juga dikhususkan oleh Daud bagi Tuhan (ay 11a), bersama-sama dengan jarahan-jarahan dari bangsa-bangsa lain yang ia taklukkan (ay 11b), dan ay 12 memerinci barang-barang itu dari bangsa-bangsa mana saja. Dalam ay 12 ini ‘Aram’ seharusnya ‘Edom’, sesuai dengan 1Taw 18:12. Di sini Edom disebutkan lebih dulu dari perangnya, karena memang pendaftaran jarahan ada lebih dulu. Dan ini cocok dengan cerita dalam kitab Tawarikh, karena di sana juga jarahan Edom diceritakan lebih dulu dari perangnya (1Taw 18:11-12). Dan ketika ia pulang (dari perang melawan Aram), ia berperang melawan Edom dan mengalahkan mereka (ay 13-14).
Sekali lagi saya tekankan, bahwa Alkitab yang kita miliki saat ini tidak sempurna, dan telah mengandung kesalahan-kesalahan, bukan hanya dalam persoalan bilangan, tetapi juga dalam persoalan nama seperti yang baru kita pelajari. Tetapi ini tetap hanya merupakan suatu kesalahan yang remeh, yang tidak akan mengubah doktrin-doktrin Kristen yang kita miliki. Kita tetap mempunyai sebuah Alkitab yang cukup untuk menunjukkan jalan keselamatan dalam Yesus Kristus, dan untuk menunjukkan kepada kita bagaimana kita bisa hidup sehingga menyenangkan dan memuliakan Allah.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali