(Rungkut
Megah Raya Blok D No 16)
Minggu,
tgl 14 Juli 2019, pk 8.00 & pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
II
Samuel 8:1-18(1)
2Sam 8:1-18 - “(1) Sesudah itu Daud memukul kalah orang Filistin dan menundukkan mereka; lalu Daud mengambil kendali pemerintahan atas ibu kota dari tangan orang Filistin. (2) Dan ia memukul kalah orang Moab, lalu sambil menyuruh mereka berbaring di tanah ia mengukur tempat mereka dengan tali; diukurnya dua kali panjang tali itu untuk mematikan dan satu tali penuh untuk membiarkan hidup. Maka orang Moab takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. (3) Selanjutnya Daud memukul kalah Hadadezer bin Rehob, raja Zoba, ketika ia pergi memulihkan kekuasaannya pada sungai Efrat. (4) Daud menawan dari padanya seribu tujuh ratus orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, tetapi dengan meninggalkan seratus ekor kuda kereta. (5) Lalu orang Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, raja Zoba, tetapi dari antara orang Aram itu Daud menewaskan dua puluh dua ribu orang. (6) Kemudian Daud menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di daerah orang Aram dari Damsyik. Orang Aram itu takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang. (7) Sesudah itu Daud mengangkut perisai-perisai emas yang dipakai oleh anak buah Hadadezer, lalu membawanya ke Yerusalem. (8) Dan dari Betah dan dari Berotai, yaitu kota-kotanya Hadadezer, raja Daud mengangkut amat banyak tembaga. (9) Ketika didengar Tou, raja Hamat, bahwa Daud telah memukul kalah seluruh tentara Hadadezer, (10) maka Tou mengutus Yoram, anaknya, kepada raja Daud untuk menyampaikan salam dan mengucapkan selamat kepadanya, karena ia telah berperang melawan Hadadezer dan memukul dia kalah, sebab Hadadezer sering memerangi Tou. Dan Yoram membawa barang-barang perak, emas dan tembaga. (11) Juga barang-barang ini dikhususkan raja Daud bagi TUHAN, bersama-sama perak dan emas yang berasal dari segala bangsa yang ditaklukkannya, (12) yakni perak dan emas dari orang Aram, dari orang Moab, dari bani Amon, dari orang Filistin, dari orang Amalek, dan dari jarahan yang dirampas dari Hadadezer bin Rehob, raja Zoba. (13) Demikianlah Daud mendapat nama, dan ketika ia pulang, ia menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin. (14) Lalu ia menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di Edom; di seluruh Edom ditempatkannya pasukan-pasukan pendudukan, sehingga seluruh Edom diperbudak oleh Daud. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang. (15) Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya. (16) Yoab, anak Zeruya, menjadi panglima; Yosafat bin Ahilud menjadi bendahara negara; (17) Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam; Seraya menjadi panitera negara; (18) Benaya bin Yoyada menjadi panglima orang Kreti dan orang Pleti; dan anak-anak Daud menjadi imam.”.
I) Peperangan-peperangan yang dilakukan oleh Daud.
1)
Mengalahkan Filistin (ay 1).
Ay
1: “Sesudah
itu Daud memukul kalah orang
Filistin dan menundukkan mereka; lalu Daud mengambil kendali
pemerintahan atas ibu kota dari tangan orang
Filistin.”.
a) ‘orang Filistin’.
Bible
Knowledge Commentary:
“First,
the Philistines, Israel’s perennial enemies for more than 125 years, were
attacked and defeated at ‘Metheg Ammah,’ a town otherwise unknown.”
[= Pertama, orang-orang Filistin, musuh-musuh permanen Israel selama lebih dari
125 tahun, diserang dan dikalahkan di ‘Metheg Ammah’, suatu kota, yang
selain dari ini, tak dikenal.].
The
Biblical
Illustrator: “The
first campaign was against David’s old friends, the
Philistines. In former battles, David seems to have been content with driving
them out of his territories - now he attacked them in their own. The town which
he took, called Metheg-ammah, or the bridle of Ammah (so named from its
situation), appears, from 1 Chron 18:1, to have been Gath itself. It was now
David’s lot, amid the vicissitudes of the world, to attack the place where he
had once been sheltered - to hurl his weapons against the king (if he was still
alive) whose hospitality he had experienced.” [= Operasi militer pertama adalah terhadap teman-teman
lama Daud, orang-orang Filistin. Dalam pertempuran-pertempuran yang lebih dulu,
Daud kelihatannya telah puas dengan mengusir mereka keluar dari daerahnya -
sekarang ia menyerang mereka dalam kota mereka sendiri. Kota yang ia rebut,
disebut Metheg-ammah, atau kekang dari Ammah (disebut begitu dari situasinya),
kelihatannya, dari 1Taw 18:1, adalah Gat sendiri. Sekarang
merupakan takdir / ketetapan Daud, di tengah-tengah perubahan-perubahan keadaan
dari dunia, untuk menyerang tempat dimana ia pernah telah dilindungi - untuk
melemparkan / menggunakan senjata-senjatanya terhadap raja (jika ia masih tetap
hidup) yang telah ia alami keramahannya / penerimaannya.].
b) ‘ibu kota’.
KJV/RSV: ‘Methegammah’ [= Methegammah].
NIV/NKJV: ‘Metheg Ammah’ [= Metheg Ammah].
NASB: ‘the chief city’ [= kota utama / terpenting].
ASV: ‘the mother city’ [= metropolis / ibu kota].
Keil & Delitzsch dan beberapa penafsir lain menafsirkan bahwa kata ini berarti ‘ibu kota’, dan menunjuk pada kota Gat. Keil & Delitzsch memberikan argumentasi-argumentasi yang menurut saya cukup kuat, sehingga pandangannya bisa diterima. Tetapi juga ada penafsir-penafsir yang punya pandangan yang berbeda, seperti Adam Clarke dan penulis dari IVP Bible Background Commentary. Tetapi saya tak merasa perlu untuk membahas hal-hal teoretis yang tak terlalu berguna seperti ini terlalu jauh.
Keil
& Delitzsch: “The
figurative expression Metheg-ammah, ‘bridle of the mother,’ i.e., the
capital,
has been explained by Alb. Schultens (on Job 30:11) from an Arabic idiom, in
which giving up one’s bridle to another is equivalent to submitting to
him. Gesenius
also gives several proofs of this (Thes. p. 113).
Others, for example Ewald, render it arm-bridle; but there is not a single
passage to support the rendering ‘arm’ for ammah.
The word is a feminine form of
°eem, mother, and only
used in a tropical sense. ‘Mother’ is a term applied to the chief city
or capital, both in Arabic and Phoenician (vid., Ges. Thes. p. 112). The
same figure is also adopted in Hebrew, where the towns dependent upon the
capital are called its daughters (vid., Josh 15:45,47). In 1 Chron 18:1
the figurative expression is dropped for the more literal one: ‘David took
Gath and its daughters out of the hand of the Philistines,’ i.e., he wrested
Gath and the other towns from the Philistines. The Philistines had really five
cities, every one with a prince of its own (Josh 13:3). This was the case even
in the time of Samuel (1 Sam 6:16-17). But in the closing years of Samuel,
Gath had a king who stood at the head of all the princes of the Philistines (1
Sam 29:2ff., cf. 27:2). Thus Gath became the capital of the land of the
Philistines, which held the bridle (or reins) of Philistia in its own hand.
The author of the Chronicles has therefore given the correct explanation of
the figure. The one suggested by Ewald, Bertheau, and others, cannot be
correct - namely, that David wrested from the Philistines the power which they
had hitherto exercised over the Israelites. The simple meaning of the passage
is, that David wrested from the Philistines the
power which the capital had possessed over the towns dependent upon it, i.e.,
over the whole of the land of Philistia; in other words, he brought the
capital (Gath) and the other towns of Philistia into his own power. The
reference afterwards made to a king of Gath in the time of Solomon in 1 Kings.
2:39 is by no means at variance with this; for the king alluded to was one of
the tributary sovereigns, as we may infer from the fact that Solomon ruled
over all the kings on this side of the Euphrates as far as to Gaza (1 Kings
5:1,4).” [= ].
Matthew
Henry: “Metheg-ammah
was Gath (the chief and royal city of the Philistines) and the towns belonging
to it, among which there was a constant garrison kept by the Philistines on
the hill Ammah (2 Sam 2:24), which was Metheg, a bridle (so it signifies) or
curb upon the people of Israel; this David took out of their hand and used it
as a curb upon them. Thus, when the strong man is disarmed, the armour wherein
he trusted is taken from him, and used against him, Luke 11:22.”
[= ].
Pulpit Commentary: “‘David took Metheg-ammah out of the hand of the Philistines.’ Metheg-ammah means ‘the bridle of the mother city.’ We learn from the parallel place (1 Chron 18:1) that the city of Gath is meant by this phrase.” [= ].
Ayat
paralelnya 1Taw 18:1 - “Sesudah
itu Daud memukul kalah orang Filistin dan menundukkan mereka; lalu ia merebut Gat
dan segala anak kotanya dari tangan orang Filistin.”.
The
Bible Exposition
Commentary: “West:
the Philistines (v. 1) were the traditional enemies of the Jews and seized
every opportunity to attack them. ... The name ‘Metheg-ammah’ means ‘the
bridle of the mother city’ and probably refers to a key Philistine city that
Israel captured, the location of which is a mystery to us. To ‘take the
bridle’ of anything means to gain control and force submission.”
[= ].
Adam
Clarke: “‘David
took Metheg-ammah.’ This is variously translated. The Vulgate has, Tulit David fraenum tributi, ‘David removed the bondage of
the tribute,’ which the Israelities paid to the Philistines. Some think it
means a fortress city, or strong town; but no such place as Metheg-ammah is
known. The Vulgate is probably the nearest to the truth. The versions are all
different.”
[= ].
IVP Bible Background Commentary: “‘Metheg Ammah.’ Many doubt that this is a place name, and a number of creative alternatives have been proposed. If it is a place name, the location has not been identified.” [= ].
2)
Mengalahkan Moab (ay 2).
Ay
2: “Dan ia memukul
kalah orang Moab, lalu sambil menyuruh mereka
berbaring di tanah ia mengukur tempat mereka dengan tali; diukurnya dua kali
panjang tali itu untuk mematikan dan satu tali penuh untuk membiarkan hidup.
Maka orang Moab takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti.”.
IVP
Bible Background Commentary mengatakan bahwa cara eksekusi sebagian yang
bersifat selektif ini tidak ada duanya dalam Alkitab maupun catatan sejarah
Timur Dekat kuno.
Keil & Delitzsch mengatakan bahwa pada waktu pertama lari dari kejaran Saul, Daud menerima penerimaan yang ramah dari raja Moab (1Sam 22:3-4).
1Sam 22:3-4 - “(3) Dari sana Daud pergi ke Mizpa di Moab dan berkata kepada raja negeri Moab: ‘Izinkanlah ayahku dan ibuku tinggal padamu, sampai aku tahu, apa yang dilakukan Allah kepadaku.’ (4) Lalu diantarkannyalah mereka kepada raja negeri Moab, dan mereka tinggal bersama dia selama Daud ada di kubu gunung.”.
Lalu mengapa Daud membalas kebaikan dengan kejahatan? Ada macam-macam jawaban:
a) Keil & Delitzsch mengatakan bahwa orang-orang Moab pasti telah menindas orang-orang Israel belakangan sehingga Daud menjatuhkan hukuman yang lebih berat kepada mereka, dari pada bangsa-bangsa lain, kecuali orang-orang Amon (2Sam 12:31), karena perlakuan buruk mereka kepada para utusan Daud (2Sam 10:2-4).
2Sam 12:31 - “Penduduk kota itu diangkutnya dan dipaksanya bekerja dengan gergaji, penggerek besi dan kapak; juga dipekerjakannya mereka di tempat pembuatan batu bata. Demikianlah juga diperlakukan Daud segala kota bani Amon. Sesudah itu pulanglah Daud dengan seluruh tentara ke Yerusalem.”.
2Sam 10:2-4 - “(2) Lalu berkatalah Daud: ‘Aku akan menunjukkan persahabatan kepada Hanun bin Nahas, sama seperti ayahnya telah menunjukkan persahabatan kepadaku.’ Sebab itu Daud menyuruh menyampaikan pesan turut berdukacita kepadanya dengan perantaraan pegawai-pegawainya karena kematian ayahnya. Tetapi ketika pegawai-pegawai Daud sampai ke negeri bani Amon itu, (3) berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: ‘Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?’ (4) Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur setengah dari janggut mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pantat mereka, kemudian dilepasnya mereka.”.
b)
Matthew Henry mengatakan bahwa orang-orang Yahudi mengatakan bahwa
orang-orang Moab membunuh orang tua dan saudara-saudara Daud yang ia titipkan
kepada mereka dalam 1Sam 22:3-4 itu. Juga kalau mereka dibiarkan, mereka akan
menjadi musuh yang membahayakan Israel.
c)
Calvin mengatakan bahwa tindakan Daud terhadap orang-orang Moab ini tidak
boleh dianggap sebagai suatu kekejaman, tetapi sebagai suatu penghakiman /
penghukuman dari Allah.
Calvin mengatakan bahwa ini menunjukkan bahwa kalau Allah menunda penghukumanNya, jangan menganggap bahwa Dia tidak akan menghukum.
Ro 2:4-5
- “(4)
Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahanNya, kesabaranNya dan
kelapangan hatiNya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah
menuntun engkau kepada pertobatan? (5) Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak
mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana
murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.”.
Jangan
menerapkan hal ini hanya kepada orang-orang lain, tetapi juga kepada diri
sendiri!
d)
The Bible
Exposition Commentary mengatakan bahwa pada jaman Musa, orang-orang Moab telah
menyewa Bileam untuk mengutuk Israel, dan lalu para perempuan Moab membujuk
orang-orang Israel sehingga mereka jatuh ke dalam perzinahan, dan bahkan ikut
bersama para perempuan Moab itu dalam penyembahan berhala, yang mengakibatkan
penghukuman Tuhan terhadap bangsa Israel (Bil 22-25). Karena itu, Tuhan
memerintahkan Israel untuk memerangi Moab, dan Daud hanya melanjutkan perang itu
di sini.
e)
Perang
dengan Moab (dan juga dengan Filistin di atas) menunjukkan bahwa begitu
berurusan dengan Tuhan / kerohanian / kebenaran, maka semua hubungan darah,
persahabatan dsb, harus ‘disingkirkan’. Tentu saja orang Kristen
tidak bisa / tidak boleh betul-betul berperang dan membunuh secara fisik seperti
yang Daud lakukan. Tetapi dalam hal rohani kita harus
sadar bahwa siapapun yang bukan anak Allah / bukan orang yang percaya kepada
Yesus, adalah musuh kita secara rohani.
Tetapi yang orang Kristen lakukan biasanya adalah sebaliknya!
Contoh:
Hai-hai
Bengcu adalah orang sesat, pemfitnah dan penghujat yang kurang ajar, tetapi
herannya, di facebook banyak ‘orang Kristen’ yang berhubungan baik dengan
orang sesat itu. Bagi saya, ‘orang-orang Kristen yang penuh kasih seperti
ini’ sangat besar kemungkinannya bukanlah orang kristen!
Juga
banyak orang Kristen yang berasal dari gereja yang mereka tahu adalah gereja
sesat, tetapi karena sudah lama ada di sana, dan kenal baik dengan pendeta yang
adalah nabi palsu, terus beramah-tamah dengan para nabi palsu itu!
Bdk.
2Taw 19:1-2 - “(1) Yosafat,
raja Yehuda, pulang dengan selamat ke istananya di Yerusalem. (2) Ketika itu
Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat:
‘Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan
bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN?
Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau.”.
Matthew
Henry mengatakan bahwa penghancuran Moab ini merupakan penggenapan terhadap
nubuat Bileam dalam Bil 24:17.
Bil
24:17 - “Aku
melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang
terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan
pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.”.
3)
Mengalahkan Zoba (Aram-Zoba) dan Aram / Syria (ay 3-6a).
Ay
3-6a: “(3) Selanjutnya
Daud memukul kalah Hadadezer bin Rehob, raja Zoba,
ketika ia pergi memulihkan kekuasaannya pada sungai Efrat. (4) Daud menawan dari
padanya seribu tujuh ratus orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang
pasukan berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda
kereta, tetapi dengan meninggalkan seratus ekor kuda kereta. (5) Lalu orang
Aram dari Damsyik datang menolong
Hadadezer, raja Zoba, tetapi dari antara orang Aram
itu Daud menewaskan dua puluh dua ribu orang. (6a) Kemudian Daud menempatkan
pasukan-pasukan pendudukan di daerah orang Aram
dari Damsyik. Orang Aram itu takluk
kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti.”.
LAI:
‘orang Aram’.
NIV/NASB: “the Arameans” [= orang-orang Aram].
KJV/ASV/NKJV/YLT/ESV:
“the Syrians”
[= orang-orang Syria].
a)
Hadadezer atau Hadarezer.
Pulpit
Commentary: “Verse
3. - Hadadezer. The name is spelt Hadarezer in 2 Sam 10:16 and in 1 Chron 18:3,
and such is the reading of the versions here and of many Hebrew manuscripts. The
other reading has been defended on the ground that Hadad is the name of the
Syrian sun-god, but the cuneiform inscriptions show that his real name was
Hadar.”
[= Ayat 3. - Hadadezer. Nama itu dieja Hadarezer
dalam 2Sam 10:16 dan dalam 1Taw 18:3, dan demikianlah
pembacaan dari versi-versi di sini dan dari banyak manuscript-manuscript Ibrani.
Pembacaan yang satunya telah dipertahankan dengan dasar bahwa Hadad
adalah nama dari dewa matahari Syria, tetapi inskripsi dengan tulisan kuno
Mesopotamia / Persia menunjukkan bahwa nama sebenarnya adalah Hadar.].
Keil
& Delitzsch:
“The king of Zobah at the
time referred to is called Hadadezer in the text (i.e., whose help is Hadad);
but in 2 Sam 10:16-19 and throughout the Chronicles he is called Hadarezer. The
first is the original form; for Hadad, the name of the sun-god of the Syrians,
is met with in several other instances in Syrian names” [=
Raja Zoba yang pada waktu itu ditunjukkan dipanggil Hadadezer
dalam text itu (yaitu, ‘yang pertolongannya adalah Hadad’); tetapi dalam
2Sam 10:16-19 dan sepanjang kitab Tawarikh ia dipanggil Hadarezer.
Yang pertama adalah bentuk orisinilnya; karena Hadad, nama dari dewa matahari
dari orang-orang Syria, ditemui dalam beberapa contoh lain dengan nama-nama
Syria].
2Sam
10:16,19 - “(16) Juga Hadadezer
menyuruh orang Aram yang di seberang sungai Efrat maju berperang; mereka sampai
ke Helam di bawah pimpinan Sobakh, panglima tentara Hadadezer.
... (19) Ketika dilihat semua raja, yang takluk kepada Hadadezer,
bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka mereka mengadakan
perdamaian dengan orang Israel dan takluk kepada mereka; sesudah itu takutlah
orang Aram memberi pertolongan lagi kepada bani Amon.”.
KJV:
‘Hadarezer’.
Alkitab
bahasa Inggris yang lain: ‘Hadadezer’.
Dalam
terjemahan LAI/RSV/NIV/NASB nama ‘Hadarezer’
tidak muncul sama sekali. Dalam terjemahan KJV nama ‘Hadarezer’
muncul dalam banyak ayat, yaitu: 2Sam 10:16,19
1Taw 18:3,5,7,8,9,10 1Taw
19:16,19.
Suatu
link di internet mengatakan bahwa ini merupakan suatu kesalahan penyalinan.
Dalam bahasa Ibrani, huruf R (ר - REHSH) dan huruf D (ד
- Dahleth) sangat mirip sehingga dalam membaca sangat mungkin terjadi kesalahan.
Penulis
itu juga mengatakan bahwa penerangan yang buruk dimana seorang penyalin harus
bekerja, alat tulis yang buruk, dan juga permukaan yang buruk dari bahan dimana
ia harus menulis, menambah mudahnya kesalahan untuk masuk ke dalam Alkitab.
(http://helpmewithbiblestudy.org/5system_moses/dh13_copyistError.aspx#sthash.PNVoiTFL.dpbs).
b)
Raja Zoba.
Keil & Delitzsch: “In 1 Sam 14:47, compared with v. 12 of this chapter, Zobah, or Aram Zobah as it is called in 2 Sam 10:6 and Ps 60:2, is mentioned along with Ammon, Moab, and Edom, as a neighbouring tribe and kingdom to the Israelites;” [= Dalam 1Sam 14:47, dibandingkan dengan ay 12 dari pasal ini, Zoba, atau Aram-Zoba seperti yang disebutkan dalam 2Sam 10:6 dan Maz 60:2, disebutkan bersama-sama dengan Amon, Moab, dan Edom, sebagai suatu suku dan kerajaan tetangga bagi bangsa Israel;].
1Sam 14:47 - “Setelah Saul mendapat jabatan raja atas Israel, maka berperanglah ia ke segala penjuru melawan segala musuhnya: melawan Moab, bani Amon, Edom, raja-raja negeri Zoba dan orang Filistin. Dan ke manapun ia pergi, ia selalu mendapat kemenangan.”.
2Sam 10:6 - “Setelah dilihat bani Amon, bahwa mereka dibenci Daud, maka bani Amon itu menyuruh orang menyewa dari orang Aram-Bet-Rehob dan orang Aram dari Zoba dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, dari raja negeri Maakha seribu orang dan dari orang-orang Tob dua belas ribu orang.”.
Maz 60:2 - “ketika ia memerangi orang Aram-Mesopotamia dan orang Aram-Zoba, dan ketika Yoab pada waktu pulang telah memukul kalah dua belas ribu orang Edom di Lembah Asin.”.
c)
‘ketika ia pergi memulihkan kekuasaannya
pada sungai Efrat.’ (ay 3b).
Keil
& Delitzsch mengatakan bahwa subyek dari anak kalimat ini bukanlah Daud,
tetapi raja Zoba itu.
Keil
& Delitzsch:
“the subject of the sentence
‘as he went,’ etc., must be Hadadezer and not David; for David could not
have extended his power to the Euphrates before the defeat of Hadadezer. ” [=
subyek dari kalimat ‘ketika ia pergi’, dst., pasti adalah Hadadezer dan
bukannya Daud; karena Daud tidak bisa telah meluaskan kuasanya pada Efrat
sebelum kekalahan Hadadezer.].
Ay
3: “Selanjutnya Daud memukul kalah Hadadezer
bin Rehob, raja Zoba, ketika ia
pergi memulihkan kekuasaannya pada sungai Efrat.”.
Kata
‘ia’ menunjuk bukan kepada Daud, tetapi
kepada Hadadezer.
d)
‘Daud
menawan dari padanya seribu tujuh ratus orang
pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki,’ (ay 4a).
Perhatikan bagian yang saya garis-bawahi.
RSV/NASB/ASV menterjemahkan seperti Kitab Suci Indonesia. Tetapi KJV dan NIV berbeda.
KJV: ‘a thousand chariots, and seven hundred horsemen’ [= seribu kereta, dan tujuh ratus orang pasukan berkuda].
NIV: ‘a thousand of his chariots, seven thousand charioteers’ [= seribu dari kereta-keretanya, tujuh ribu pengendara kereta].
Matthew
Henry: “The
horsemen are here said to be 700, but 1 Chron 18:4 they are said to be 7000. If
they divided their horse by ten in a company, as it is probable they did, the
captains and companies were 700, but the horsemen were 7000.”
[= Pasukan berkuda di sini dikatakan sebagai 700, tetapi 1Taw 18:4 mereka
dikatakan sebagai 7.000. Jika mereka membagi kuda-kuda mereka oleh 10 dalam
suatu kelompok, seperti yang mungkin mereka lakukan, kapten dan
kelompok-kelompok itu ada 700, tetapi pasukan berkuda ada 7.000.].
Catatan:
bagi saya penjelasan Matthew Henry ini tidak masuk akal.
1Taw
18:4 - “Daud
merebut dari padanya seribu kereta, tujuh ribu
orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, lalu
Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, tetapi dengan
meninggalkan seratus ekor kuda kereta.”.
Semua Kitab Suci bahasa Inggris juga menterjemahkan seperti ini.
Barnes’
Notes: “‘Seven
hundred horsemen.’ It should be seven thousand, as in 1
Chron 18:4.”
[= ‘Tujuh ratus pasukan berkuda’. Itu seharusnya ‘tujuh ribu’, seperti
dalam 1Taw 18:4.].
Keil
& Delitzsch:
“In this second engagement
‘David took from him (i.e., captured) seventeen hundred horse-soldiers and
twenty thousand foot’ (v. 4, compare 2 Sam 10:18). This decisive battle took
place, according to 1 Chron 18:3, in the neighbourhood of Hamath, i.e.,
Epiphania on the Orontes (see at Num 13:21, and Gen 10:18), or, according to 2
Sam 10:18 of this book, at Helam, - a difference which may easily be reconciled
by the simple assumption that the unknown Helam was somewhere near to Hamath.
Instead of 1700 horse-soldiers, we find in the Chronicles (1, 18:4) 1000
chariots and 7000 horsemen. Consequently the word receb has no doubt dropped out after אֶ֣לֶף in
the text before us, and the numeral denoting a thousand has been confounded with
the one used to denote a hundred; for in the plains of Syria seven thousand
horsemen would be a much juster proportion to twenty thousand foot than
seventeen hundred. (For further remarks, see at 2 Sam 10:18.)” [= Dalam pertempuran kedua ini ‘Daud
menawan dari padanya seribu tujuh ratus pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang
pasukan berjalan kaki’ (ay 4, bandingkan 2Sam 10:18). Pertempuran yang
menentukan ini terjadi, menurut 1Taw 18:3, dekat Hamat, yaitu Epiphania di
Orontes (lihat pada Bil 13:21, dan Kej 10:18), atau, menurut 2Sam 10:18 (seharusnya
2Sam 10:17) dari kitab ini, di Helam, - suatu perbedaan yang bisa dengan
mudah diperdamaikan dengan anggapan sederhana bahwa Helam yang tak dikenal ada
di suatu tempat dekat dengan Hamat. Alih-alih dari 1700 pasukan berkuda, kita
mendapati dalam Tawarikh (1Taw 18:4) 1000 kereta dan 7000 pasukan berkuda. Jadi
/ karena itu kata RECEB tak diragukan hilang setelah ELEF {= 1000} dalam text di
hadapan kita, dan bilangan yang menunjukkan seribu telah dikacaukan dengan
bilangan yang digunakan untuk menunjukkan seratus; karena di dataran Syria tujuh
ribu pasukan berkuda merupakan perbandingan yang lebih benar dengan dua puluh
ribu pasukan berjalan kaki dari pada seribu tujuh ratus.].
Catatan:
RECEB berarti ‘chariot’ / ‘kereta’ (1Taw 18:4).
2Sam
8:4 - “Daud
menawan dari padanya 1.700 orang pasukan berkuda dan 20.000 orang pasukan
berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta,
tetapi dengan meninggalkan 100 ekor kuda kereta.”.
2Sam
10:18 - “tetapi
orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram
itu 700 ekor kuda kereta dan 40.000 orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima
tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana.”.
1Taw
18:3 - “Selanjutnya
Daud memukul kalah Hadadezer, raja Zoba, dekat Hamat,
ketika ia pergi menegakkan kekuasaannya pada sungai Efrat.”.
2Sam
10:17 - “Setelah
hal itu diberitahukan kepada Daud, maka dikumpulkannya seluruh orang Israel,
diseberanginya sungai Yordan, lalu sampai ke Helam.
Orang Aram mengatur barisannya berhadapan dengan Daud dan bertempur melawan dia,”.
1Taw
18:4 - “Daud
merebut dari padanya 1000 kereta (RECEB),
7000 orang pasukan berkuda dan 20.000 orang pasukan berjalan kaki, lalu Daud
menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, tetapi dengan meninggalkan 100
ekor kuda kereta.”.
2Sam
8:4 - “Daud
menawan dari padanya 1.700 orang pasukan berkuda dan 20.000 orang pasukan
berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta,
tetapi dengan meninggalkan 100 ekor kuda kereta.”.
kesalahan
bilangan dalam Alkitab.
Pulpit Commentary (tentang 2Sam 8:4): “Until the Arabs invented our present system of notation, the ancient methods of representing numbers were so liable to error that little dependence can be placed upon them. The Hebrews used their letters for numerals, but after 400 their system breaks down. Any number higher than 400 can be represented only by long sums in arithmetic, or by an intricate system of points above and below, which were sure to get into confusion.” [= Sampai orang-orang Arab menemukan sistim bilangan tertulis kita sekarang, metode-metode kuno untuk mewakili bilangan begitu mudah salah sehingga sukar bergantung kepada mereka. Orang-orang Ibrani menggunakan huruf-huruf mereka untuk bilangan, tetapi setelah 400 sistim mereka berhenti / gagal. Bilangan apapun yang lebih besar dari 400 hanya bisa diwakili dengan jumlah yang panjang dari aritmatika, atau oleh suatu sistim yang rumit dari titik-titik di atas dan di bawah, yang pasti dengan mudah menyebabkan kekacauan.].
Catatan:
1. Dalam bahasa Ibrani ada 22 huruf. Huruf pertama mewakili bilangan 1, huruf kedua mewakili bilangan 2 dst, tetapi setelah 10, bilangan selanjutnya adalah 20, 30, dan seterusnya. Setelah 100, bilangan selanjutnya adalah 200, 300 dan seterusnya. Maka saudara akan mendapatkan bahwa 22 huruf itu hanya bisa maximal mencapai bilangan 400.
There are 22
consonants in the Hebrew alphabet.
|
|
Printed |
Name
of |
Transliteration |
Numerical |
|
1. |
א |
áh-leph |
ʾ |
1 |
|
2. |
*בּ |
beth |
b |
2 |
|
|
ב |
veth |
v |
|
|
3. |
*ג |
gée-mel |
g |
3 |
|
4. |
*ד |
dáh-leth |
d |
4 |
|
5. |
ה |
heh |
h |
5 |
|
6. |
ו |
vahv, wahw |
v, w |
6 |
|
7. |
ז |
záh-yin |
z |
7 |
|
8. |
ח |
ḥeth |
ḥ |
8 |
|
9. |
ט |
teht |
ṭ |
9 |
|
10. |
י |
yodh |
y |
10 |
|
11. |
*כּ |
kahf |
k |
20 |
|
|
כ |
khahf |
kh |
|
|
12. |
ל |
láh-med |
l |
30 |
|
13. |
מ |
mem |
m |
40 |
|
14. |
נ |
nun |
n |
50 |
|
15. |
ס |
sáh-mekh |
s |
60 |
|
16. |
ע |
áh-yin |
ʿ |
70 |
|
17. |
*פּ |
peh |
p |
80 |
|
|
פ |
feh |
f |
|
|
18. |
צ |
tsáh-dee |
ṣ |
90 |
|
19. |
ק |
kofh |
q |
100 |
|
20. |
ר |
rehsh |
r |
200 |
|
21. |
שׂ |
seen |
ś |
300 |
|
|
שׁ |
sheen |
š, sh |
300 |
|
22. |
*ת |
taw |
t |
400 |
2. Di atas 400 harus digunakan titik-titik dan coretan-coretan, dan untuk suatu manuscript-manuscript, dalam penyalinannya pasti mudah sekali menimbulkan kesalahan. Itu sebabnya dalam persoalan bilangan, Alkitab mempunyai sangat banyak kesalahan.
Kita tak perlu goncang imannya ataupun malu karena hal ini, karena seperti yang sudah berkali-kali saya katakan: kesalahan-kesalahan remeh seperti ini tidak mengubah doktrin kita. Selama kita menafsirkan ayat manapun dengan prinsip-prinsip Hermeneutics yang benar, bukan mencomot ayat keluar kontextnya dsb, maka kita tetap mendapatkan kebenaran, dan kita tetap bisa mengerti Injil yang benar, percaya kepada Yesus yang benar secara benar, sehingga mendapatkan keselamatan. Juga kita bisa tahu kehendak Allah dengan benar, dan hidup dengan benar sesuai kehendakNya.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali