Kebaktian

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Minggu, tgl 27 April 2014, pk 17.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

[email protected]

 

II Samuel 7:1-29(2)

 

2Sam 7:1-17 - “(1) Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, (2) berkatalah raja kepada nabi Natan: ‘Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda.’ (3) Lalu berkatalah Natan kepada raja: ‘Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau.’ (4) Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: (5) ‘Pergilah, katakanlah kepada hambaKu Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagiKu untuk Kudiami? (6) Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman. (7) Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umatKu Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagiKu rumah dari kayu aras? (8) Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hambaKu Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umatKu Israel. (9) Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. (10) Aku menentukan tempat bagi umatKu Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, (11) sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umatKu Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu. (12) Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. (13) Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKu dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. (14) Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anakKu. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. (15) Tetapi kasih setiaKu tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. (16) Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapanKu, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.’ (17) Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.”.

 

II) Tanggapan nabi Natan mula-mula.

 

1)   Mula-mula nabi Natan menyetujui keinginan / rencana Daud.

Ay 3: “Lalu berkatalah Natan kepada raja: ‘Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau.’”.

Bahwa dalam ay 5-16 Tuhan menyuruh nabi Natan menyampaikan Firman Tuhan, yang bertentangan dengan kata-kata nabi Natan dalam ay 3 ini, menunjukkan bahwa kata-kata nabi Natan dalam ay 3 ini hanya berasal dari dirinya sendiri, dan karena itu bisa salah, dan dalam faktanya, memang salah.

Ini menunjukkan bahwa seorang nabi tidak selalu berbicara di bawah penguasaan / pimpinan Tuhan.

 

Jamieson, Fausset & Brown: The piety of the design commended it to the prophet’s mind, and he gave his hasty approval and encouragement to the royal plans. The prophets, when following the impulse of their own feelings, or forming conjectural opinions, fell into frequent mistakes (see the notes at 1 Sam 16:6 2 Kings 4:27) [= Kesalehan dari rancangan, memujinya bagi / pada pikiran sang nabi, dan ia memberikan persetujuan dan dorongannya yang tergesa-gesa pada rencana sang raja. Nabi-nabi, pada waktu mengikuti dorongan hati yang tiba-tiba dari perasaan mereka, atau membentuk pandangan-pandangan yang bersifat terkaan, sering jatuh ke dalam kesalahan-kesalahan (lihat catatan tentang 1Sam 16:6  2Raja 4:27)].

1Sam 16:6 - “Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: ‘Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapiNya.’”.

2Raja 4:27 - “Dan sesudah ia sampai ke gunung itu, dipegangnyalah kaki abdi Allah itu, tetapi Gehazi mendekat hendak mengusir dia. Lalu berkatalah abdi Allah: ‘Biarkanlah dia, hatinya pedih! TUHAN menyembunyikan hal ini dari padaku, tidak memberitahukannya kepadaku.’”.

 

Pulpit Commentary: “Not every word of a prophet was inspired” (= Tidak setiap kata dari seorang nabi diilhamkan) - hal 182.

Ilham menjaga supaya kata-kata / tulisan dari seorang nabi / rasul menjadi infallible / inerrant (= tidak bisa salah); sebaliknya tidak adanya ilham membuat kata-kata / tulisannya terbuka terhadap kesalahan.

 

Ini tidak berarti bahwa kalau nabi itu betul-betul bernubuat / berbicara atas nama Tuhan / berbicara menyampaikan Firman Tuhan (biasanya didahului kata-kata ‘demikianlah Firman Tuhan’), maka ia bisa / boleh salah. Dalam hal seperti itu, kalau ternyata ia salah, biarpun hanya 1 x, maka ia harus dianggap sebagai nabi palsu!

Ul 18:21-22 - “(21) Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? - (22) apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.’”.

 

Penerapan:

 

a)         Bagaimana dengan kata-kata pengkhotbah jaman sekarang?

Pada waktu berkhotbah / menyampaikan Firman Tuhan, pengkhotbah jaman sekarang tidak bisa disamakan dengan nabi dalam arti yang ketat. Pengkhotbah jaman sekarang, selalu bisa salah. Pengkhotbah manapun yang mengclaim dirinya tidak bisa salah pada waktu mengajar / berkhotbah / memberitakan Firman Tuhan, adalah seorang pembual sombong, yang tidak tahu siapa dirinya sendiri!

Alkitab kita yang sekarang ini saja, dalam versi apapun, bahkan yang masih dalam bahasa aslinya, bisa salah. Bagaimana mungkin pengkhotbah jaman sekarang, yang berkhotbah berdasarkan Alkitab yang bisa salah, bisa berkhotbah secara tidak bisa salah?

 

b)         Bagaimana dengan pendeta-pendeta tertentu yang sering bernubuat pada jaman sekarang?

Saya meragukan bahwa nubuat-nubuat seperti itu datang dari Tuhan. Tetapi bagaimanapun, kalau ia bernubuat, maka Ul 18:21-22 harus diberlakukan. Kalau ia salah, satu kali saja, maka ia harus dianggap sebagai nabi palsu.

Sebaliknya, kalau ia benar, masih ada satu text lagi yang harus digunakan untuk mengecek keaslian ke‘nabi’annya, yaitu Ul 13:1-5 - “(1) Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, (2) dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, (3) maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. (4) TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kepadaNya harus kamu berbakti dan berpaut. (5) Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan - dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”.

Jadi, tak peduli nubuatnya memang benar / terjadi, tetapi kalau ajarannya sesat, maka ia tetap harus dianggap sebagai seorang nabi palsu.

Catatan: hukuman mati dalam Ul 13:5 tidak bisa diterapkan lagi dalam jaman sekarang di tempat ini. Semua hukum yang memberikan hukuman dalam Perjanjian Lama, merupakan civil law, semacam undang-undang, yang hanya berlaku di sana pada saat itu.

 

2)   Gagasan untuk membangun Bait Suci itu sendiri bukan saja tidak salah, tetapi bahkan sangat bagus. Itu sebabnya nabi Natan secara tergesa-gesa memberikan persetujuannya. Tetapi ay 4-dst jelas menunjukkan bahwa Tuhan tidak menginginkan Daud sebagai pembuat Bait Allah. Itu adalah tugas dari anak Daud yaitu Salomo.

 

Matthew Henry: Nathan spoke this, not in God’s name, but as from himself; not as a prophet, but as a wise and good man; it was agreeable to the revealed will of God, which requires that all in their places should lay out themselves for the advancement of religion and the service of God, though it seems his secret will was otherwise, that David should not do this. (= Natan mengatakan ini, bukan dalam nama Allah, tetapi dari dirinya sendiri, bukan sebagai seorang nabi, tetapi sebagai seorang yang bijaksana dan baik; itu cocok dengan kehendak Allah yang dinyatakan, yang menghendaki bahwa semua orang di tempat-tempat mereka mengatur suatu rencana untuk kemajuan agama dan penyembahan terhadap Allah, sekalipun kelihatannya kehendak rahasiaNya adalah sebaliknya, bahwa Daud tidak boleh melakukan hal ini.).

 

Bdk. Ul 29:29 - Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.’”.

 

3)   Belum tentu kalau Bait Suci lebih bagus / lebih benar dari pada Kemah Suci.

 

Matthew Henry: That worship only is acceptable which is instituted; why should David therefore design what God never ordained? Let him wait for a warrant, and then let him do it. Better a tent of God’s appointing than a temple of his own inventing. (= Penyembahan / ibadah yang bisa diterima hanyalah yang ditetapkan; karena itu mengapa Daud merancang apa yang Allah tak pernah tentukan? Hendaklah ia menunggu untuk suatu otoritas / persetujuan, dan pada saat itu hendaklah ia melakukannya. Lebih baik suatu tenda dari penetapan Allah dari pada suatu Bait Suci dari penemuannya sendiri.).

 

Matthew Henry: “David perhaps had more true devotion, and sweeter communion with God, in a house of curtains, than any of his successors in the house of cedar.” [= Mungkin Daud mempunyai lebih banyak pembaktian yang benar, dan persekutuan yang manis dengan Allah, dalam rumah dari gorden (maksudnya dalam ‘tenda / kemah’), dari pada pengganti-penggantinya yang manapun dalam rumah dari kayu aras.].

 

4)   Perlu diingat bahwa pada saat itu Daud maupun Natan bisa menggunakan Efod untuk mencari kehendak Tuhan. Tetapi mereka tidak menggunakannya, dan itulah kesalahan mereka.

 

Calvin: “Here the prophet Nathan is so much more to blame than David, for since David came to him seeking counsel, he should not have been so very hasty. Rather, he should have prayed God for revelation. Anyway, he gave a response which he had to take back later” (= Di sini nabi Natan harus jauh lebih disalahkan dari pada Daud, karena pada waktu Daud datang kepadanya untuk mencari nasehat, ia seharusnya tidak begitu tergesa-gesa. Sebaliknya, ia seharusnya berdoa untuk meminta wahyu dari Allah. Bagaimanapun, ia memberikan suatu tanggapan yang belakangan harus ia tarik kembali) - ‘Sermons on Second Samuel’, hal 298.

 

Calvin: “Since God wanted to speak by his mouth, he should not have attempted to give a response according to his own mind and opinion, but should have waited for certainty and not have moved a finger without God’s permission” (= Karena Allah ingin untuk berbicara melalui mulutnya, ia seharusnya tidak berusaha untuk memberikan tanggapan sesuai pikiran dan pandangannya sendiri, tetapi harus menunggu suatu kepastian dan tidak menggerakkan satu jaripun tanpa seijin Allah) - ‘Sermons on Second Samuel’, hal 301.

 

Bagian ini merupakan sesuatu yang sangat perlu direnungkan oleh orang-orang yang ingin melayani Tuhan. Jangan asal terjun ke dalam pelayanan, tetapi lakukanlah pelayanan yang Tuhan kehendaki bagi saudara!

 

Dalam suatu percakapan dengan seorang rekan hamba Tuhan, ia bertanya apakah hanya jenis pelayanannya yang harus sesuai kehendak Tuhan, atau tempat pelayanannyapun harus sesuai kehendak Tuhan, dan saya menjawab bahwa kedua-duanya harus sesuai kehendak Tuhan.

Hal yang mendukung pandangan saya ini, misalnya, kasus dimana Paulus, yang memang dipanggil Tuhan untuk memberitakan Injil, tetapi dilarang oleh Tuhan untuk memberitakan Injil di Asia dan menyuruhnya untuk memberitakan Injil di Makedonia / Eropa.

 

Kis 16:6-10 - “(6) Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. (7) Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. (8) Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. (9) Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: ‘Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!’ (10) Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.”.

 

III) Tuhan memberi firman kepada Daud melalui Natan.

 

1)   Cara Tuhan berbicara kepada Natan.

Ay 4-5: “(4) Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: (5) ‘Pergilah, katakanlah kepada hambaKu Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagiKu untuk Kudiami?”.

Ay 4 mengatakan Firman Tuhan datang kepada Natan ‘pada malam’. Ay 17 mengatakan bahwa itu merupakan penglihatan.

Ay 17: “Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.”.

 

Penerapan: jangan selalu menginginkan Tuhan menyatakan kehendakNya melalui cara-cara yang spektakuler. Sekalipun pada jaman sekarangpun Ia bisa menggunakan cara-cara itu, tetapi setelah Alkitab selesai semuanya, maka Ia biasanya menggunakan Firman tertulisnya itu untuk menyatakan kehendakNya. Mengapa? Karena kalau setelah ada Alkitab lengkap Ia terus menggunakan cara-cara yang spektakuler itu, itu akan menyebabkan Alkitab diabaikan, dan orang terus mencari kehendakNya melalui cara-cara spektakuler itu.

 

2)   Firman yang harus Natan sampaikan kepada Daud berkenaan dengan pembangunan Bait Suci (ay 5-16).

 

a)   Daud tidak boleh membangun Bait Suci / Allah; anak Daud, yaitu Salomo, ia yang harus membangunnya.

Ay 5b,13a: “(5b) Masakan engkau yang mendirikan rumah bagiKu untuk Kudiami? ... (13a) Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKu”.

Pertanyaan dalam ay 5b jelas harus dijawab secara negatif / dijawab ‘tidak’! Dan ay 13a secara explicit mengatakan bahwa anak Daud, yaitu Salomo, yang akan membangun Bait Suci / Allah itu.

 

Pulpit Commentary: “The question implies an answer in the negative; but there is no disapproval of David’s purpose as such; but only the deferring of its full execution unto the days of his son” (= Pertanyaan itu secara implicit menunjukkan suatu jawaban negatif; tetapi di sana tidak ada ketidak-senangan / pencelaan / kecaman tentang rencana Daud; tetapi hanya penundaan pelaksanaannya yang penuh sampai jaman anaknya).

 

b)   Alasan mengapa Daud tidak boleh membangun Bait Suci, dan mengapa Salomo yang harus membangunnya.

 

1.   Daud telah menumpahkan banyak darah.

1Taw 22:6-10 - “(6) Kemudian dipanggilnya Salomo, anaknya, dan diberinya perintah kepadanya untuk mendirikan rumah bagi TUHAN, Allah Israel, (7) kata Daud kepada Salomo: ‘Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku, (8) tetapi firman TUHAN datang kepadaku, demikian: Telah kautumpahkan sangat banyak darah dan telah kaulakukan peperangan yang besar; engkau tidak akan mendirikan rumah bagi namaKu, sebab sudah banyak darah kautumpahkan ke tanah di hadapanKu. (9) Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; sejahtera dan sentosa akan Kuberikan atas Israel pada zamannya. (10) Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKu dan dialah yang akan menjadi anakKu dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya..

 

Hati-hati dalam menafsirkan text ini. Apa artinya kalau dikatakan bahwa Daud dilarang membangun Bait Suci karena ia telah ‘menumpahkan banyak darah’?

 

Keil & Delitzsch: As Hengstenberg has correctly observed, the fact that David was not permitted to build the temple on account of his own personal unworthiness, did not involve any blame for what he had done; for David stood in a closer relation to the Lord than Solomon did, and the wars which he waged were wars of the Lord (1 Sam 25:28) for the maintenance and defence of the kingdom of God. But inasmuch as these wars were necessary and inevitable, they were practical proofs that David’s kingdom and government were not yet established, and therefore that the time for the building of the temple had not yet come, and the rest of peace was not yet secured. The temple, as the symbolical representation of the kingdom of God, as also to correspond to the nature of that kingdom, and shadow forth the peace of the kingdom of God. For this reason, David, the man of war, was not to build the temple; but that was to be reserved for Solomon, the man of peace, the type of the Prince of Peace (Isa 9:5)..

 

Saya tidak menterjemahkan, tetapi saya akan menceritakan dengan kata-kata saya sendiri. Keil & Delitzsch mengutip pandangan Hengstenberg yang mengatakan bahwa Daud dilarang membangun Bait Suci bukan karena ketidak-layakan pribadinya, dan juga bukan karena sesuatu yang buruk yang pernah ia lakukan; karena:

a.         Daud lebih dekat kepada Tuhan dari pada Salomo.

b.   Perang-perang yang ia lakukan adalah perang bagi Tuhan, untuk pemeliharaan dan pembelaan dari kerajaan Allah.

Bdk. 1Sam 25:28 - “Ampunilah kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena tuanku ini melakukan perang TUHAN dan tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu.”.

Catatan: ini adalah kata-kata Abigail kepada Daud; dan kata-kata yang saya garis-bawahi itu memang benar. Perang-perang yang dilakukan oleh Daud adalah perang demi / bagi Tuhan, dan karena itu jelas ia tak bisa dipersalahkan dalam melakukan perang-perang itu.

 

Tetapi bahwa perang-perang ini perlu dilakukan dan tak bisa dihindarkan, itu merupakan bukti bahwa kerajaan dan pemerintahan Daud belum ditegakkan dengan teguh, dan karena itu waktu untuk pembangunan Bait Suci belum tiba. Bait Suci itu adalah wakil simbolis dari kerajaan Allah, dan juga cocok dengan sifat dari kerajaan itu, dan menggambarkan damai dari kerajaan Allah. Karena itu, Daud, yang adalah tukang perang, tidak boleh membangun Bait Suci. Pembangunan itu didicadangkan untuk Salomo, orang damai, yang merupakan type dari Raja / Pangeran Damai (Yes 9:5).

Yes 9:5 - “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”.

 

Bagi saya tafsiran Matthew Henry di bawah ini lebih bagus.

Matthew Henry: there is other work appointed for thee to do, which must be done first.’ David is a man of war, and he must enlarge the borders of Israel, by carrying on their conquests. David is a sweet psalmist, and he must prepare psalms for the use of the temple when it is built, and settle the courses of the Levites; but his son’s genius will better suit for building the house, and he will have a better treasure to bear the charge of it, and therefore let it be reserved for him to do. (= di sana ada pekerjaan lain yang ditetapkan untukmu untuk dilakukan, yang harus dilakukan lebih dulu’. Daud adalah tukang perang, dan ia harus memperluas perbatasan dari Israel, dengan meneruskan penaklukan-penaklukan mereka. Daud adalah seorang pemazmur yang manis, dan ia harus mempersiapkan mazmur-mazmur untuk penggunaan dari Bait Suci pada waktu itu dibangun, dan menentukan bagian-bagian dari orang-orang Lewi; tetapi kecerdasan / bakat anaknya akan cocok dengan lebih baik untuk pembangunan rumah, dan ia akan mempunyai harta yang lebih baik untuk menanggung ongkosnya, dan karena itu hendaklah itu dicadangkan untuk dia lakukan.).

 

Penerapan: Tuhan memang mempunyai rencana pelayanan bagi setiap anakNya.

Ro 12:6-8 - “(6) Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. (7) Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; (8) jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.”.

1Kor 12:18 - “Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendakiNya.”.

1Kor 12:27-30 - “(27) Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. (28) Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. (29) Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, (30) atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?”.

 

2.   Tuhan selama ini ‘mengembara’ dalam kemah sebagai kediamanNya, dan Ia tidak pernah meminta untuk didirikan rumah dari kayu aras.

Ay 6-7: “(6) Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman. (7) Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umatKu Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagiKu rumah dari kayu aras?”.

 

Matthew Henry: it was a thing that had never been spoken of till now. God tells him, 1. That hitherto he had never had a house built for him (v. 6), a tabernacle had served hitherto, and it might serve awhile longer. God regards not outward pomp in his service; his presence was as surely with his people when the ark was in a tent as when it was in a temple. David was uneasy that the ark was in curtains (a mean and movable habitation), but God never complained of it as any uneasiness to him. [= itu adalah suatu hal yang tak pernah dibicarakan sampai sekarang. Allah memberitahunya, 1. Bahwa sampai sekarang Ia tidak pernah mempunyai sebuah rumah dibangun untuk Dia (ay 6), sebuah kemah telah melayani sampai saat ini, dan itu bisa melayani sedikit lebih lama lagi. Allah tidak mempedulikan kemegahan lahiriah dalam kebaktian / ibadahNya; kehadiranNya dengan umatNya sama pastinya pada waktu tabut ada di dalam sebuah tenda seperti pada waktu itu ada di dalam Bait Suci. Daud merasa tidak tenang bahwa tabut itu ada di dalam gorden-gorden (suatu tempat tinggal yang buruk / hina dan berpindah-pindah), tetapi Allah tidak pernah mengeluh tentangnya sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan bagiNya.].

 

Ini menunjukkan bahwa kita bukan hanya berdosa kalau kita melakukan apa yang Tuhan larang, tetapi juga kalau kita melakukan apa yang Tuhan tidak perintahkan (explicit ataupun implicit).

 

Penerapan: dalam melakukan sesuatu untuk tempat ibadah / gedung gereja, kita perlu menggumulkan apakah yang kita lakukan itu betul-betul merupakan sesuatu yang menyenangkan Tuhan, atau hanyalah menyenangkan Tuhan menurut pandangan kita.

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali