Kebaktian

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Minggu, tgl 9 Oktober 2011, pk 17.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

[email protected]

 

II Samuel 5:1-25(1)

 

2Sam 5:1-25 - “(1) Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: ‘Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. (2) Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umatKu Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.’ (3) Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. (4) Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah. (5) Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda. (6) Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: ‘Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!’ Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari. (7) Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. (8) Daud telah berkata pada waktu itu: ‘Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta.’ Sebab itu orang berkata: ‘Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait.’ (9) Dan Daud menetap di kubu pertahanan itu dan menamainya: Kota Daud. Ia memperkuatnya sekelilingnya, mulai dari Milo ke bagian dalam. (10) Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya. (11) Hiram, raja negeri Tirus, mengirim utusan kepada Daud dan kayu alas, tukang-tukang kayu dan tukang-tukang batu; mereka mendirikan istana bagi Daud. (12) Lalu tahulah Daud, bahwa TUHAN telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel dan telah mengangkat martabat pemerintahannya oleh karena Israel, umatNya. (13) Daud mengambil lagi beberapa gundik dan isteri dari Yerusalem, setelah ia datang dari Hebron dan bagi Daud masih lahir lagi anak-anak lelaki dan perempuan. (14) Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem: Syamua, Sobab, Natan, Salomo, (15) Yibhar, Elisua, Nefeg, Yafia, (16) Elisama, Elyada dan Elifelet. (17) Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas Israel, maka majulah semua orang Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahanan. (18) Ketika orang Filistin itu datang dan memencar di lembah Refaim, (19) bertanyalah Daud kepada TUHAN: ‘Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?’ TUHAN menjawab Daud: ‘Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.’ (20) Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: ‘TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos.’ Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim. (21) Orang Filistin itu meninggalkan berhalanya di sana, lalu Daud dan orang-orangnya mengangkatnya. (22) Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim, (23) maka bertanyalah Daud kepada TUHAN, dan Ia menjawab: ‘Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau. (24) Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin.’ (25) Dan Daud berbuat demikian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, maka ia memukul kalah orang Filistin, mulai dari Geba sampai dekat Gezer”.

 

I) Daud menjadi raja atas seluruh Israel (ay 1-5).

 

1)   Setelah kematian Isyboset, maka Israel datang kepada Daud dan memintanya untuk menjadi raja atas Israel.

Ay 1-2: (1) Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: ‘Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. (2) Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umatKu Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.’.

 

Bagian ini diceritakan dengan lebih terperinci dalam 1Taw 12:23-40 - “(23) Inilah jumlah pasukan bersenjata untuk berperang yang datang kepada Daud di Hebron untuk menyerahkan jabatan raja dari pada Saul kepada Daud, sesuai dengan titah TUHAN. (24) Bani Yehuda yang mengangkat perisai dan tombak ada enam ribu delapan ratus orang yang siap untuk berperang. (25) Dari bani Simeon pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa untuk berperang ada tujuh ribu seratus orang. (26) Dari bani Lewi ada empat ribu enam ratus orang, (27) ditambah dengan Yoyada, pemimpin kaum Harun dan bersama-sama dia ada tiga ribu tujuh ratus orang; (28) selanjutnya Zadok, seorang pahlawan muda yang gagah perkasa dengan dua puluh dua orang pemimpin dari puaknya. (29) Dari bani Benyamin, saudara-saudara sesuku Saul, ada tiga ribu orang; sampai pada waktu itu kebanyakan dari mereka masih tetap patuh kepada keluarga Saul. (30) Dari bani Efraim dua puluh ribu delapan ratus orang pahlawan yang gagah perkasa, orang-orang yang kenamaan di antara puak-puak mereka. (31) Dari suku Manasye, suku yang setengah itu ada delapan belas ribu orang yang ditunjuk dengan disebut namanya untuk pergi mengangkat Daud menjadi raja. (32) Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel: dua ratus orang kepala dengan segala saudara sesukunya yang di bawah perintah mereka. (33) Dari Zebulon orang-orang yang sanggup berperang, yang pandai berperang dengan berbagai-bagai senjata: lima puluh ribu orang, yang siap memberi bantuan dengan tidak bercabang hati. (34) Dari Naftali seribu orang pemimpin dan bersama-sama mereka tiga puluh tujuh ribu orang yang membawa perisai dan tombak. (35) Dari orang Dan orang-orang yang siap untuk berperang: dua puluh delapan ribu enam ratus orang. (36) Dari Asyer orang-orang yang sanggup dan pandai untuk berperang: empat puluh ribu orang. (37) Dari seberang sungai Yordan, yakni dari orang Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye yang lain, orang-orang yang membawa berbagai-bagai senjata perang: seratus dua puluh ribu orang. (38) Sekaliannya itu, prajurit-prajurit, orang-orang dalam barisan tempur, datang ke Hebron dengan tulus hati untuk mengangkat Daud menjadi raja atas seluruh Israel; memang juga seluruh orang Israel yang lain dengan bulat hati hendak mengangkat Daud menjadi raja. (39) Mereka tinggal di sana bersama-sama Daud tiga hari lamanya, makan dan minum, sebab saudara-saudara mereka menyajikan makanan bagi mereka. (40) Juga orang-orang yang tinggal dekat mereka, bahkan dari Isakhar, Zebulon dan Naftali, membawa makanan dengan memakai keledai, unta, bagal dan lembu, yakni bahan makanan tepung, kue ara dan kue kismis, anggur dan minyak, lembu sapi dan kambing domba, dalam jumlah besar, sebab ada sukacita di Israel”.

 

Pulpit Commentary: Three reasons are given by the elders for David’s election, and we may be sure that they represent the arguments used in their popular assemblies. The first, that they were David’s bone and flesh. In other words, the tribes were all of one race, and united by the closest ties of relationship. ... The second, that David had been their actual leader in war even in Saul’s time. ... The third, that Jehovah had by the mouth of his prophet given the throne to David. It is remarkable that the elders place this last. Their view probably was that the Divine command must be proved by outward circumstances, that so reason might confirm faith. So Saul’s public appointment by Samuel was ratified by the people only after he had shown himself worthy to be a king by the defeat of the Ammonites (= Tiga alasan diberikan oleh tua-tua untuk pemilihan Daud, dan kita bisa yakin bahwa mereka mewakili argumentasi-argumentasi yang digunakan dalam pertemuan-pertemuan populer mereka. Pertama, bahwa mereka adalah tulang dan daging mereka. Dengan kata lain, suku-suku itu semuanya berasal dari satu bangsa, dan dipersatukan oleh ikatan hubungan yang paling dekat. ... Yang kedua, bahwa Daud telah menjadi pemimpin mereka yang sesungguhnya dalam perang bahkan pada jaman Saul. ... Yang ketiga, bahwa Yehovah telah memberikan takhta kepada Daud oleh mulut nabiNya. Merupakan sesuatu yang luar biasa bahwa tua-tua itu menempatkan ini sebagai yang terakhir. Pandangan mereka mungkin adalah bahwa perintah Ilahi harus dibuktikan oleh keadaan-keadaan lahiriah, sehingga akal / pertimbangan bisa meneguhkan iman. Begitu juga penetapan umum Saul oleh Samuel disahkan oleh bangsa itu hanya setelah ia menunjukkan dirinya sendiri layak untuk menjadi seorang raja oleh kekalahan dari orang / bangsa Amon).

 

Saya sendiri tidak setuju dengan kata-kata dari bagian bawah kutipan ini. Kalau memang pemilihan ilahi itu jelas benar, maka tanpa bukti apapun mereka harus mentaatinya! Menerima pemilihan ilahi, hanya setelah buktinya muncul, merupakan tindakan tidak beriman. Tuhan memilih seseorang untuk menjadi raja / nabi sejak orang itu ada dalam kandungan ibunya, bahkan sejak dunia belum dijadikan, dan lalu Ia membentuk orang itu supaya sesuai dengan pemilihanNya. Contoh:

 

Yer 1:4-10 - “(4) Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: (5) ‘Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.’ (6) Maka aku menjawab: ‘Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.’ (7) Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: ‘Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. (8) Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.’ (9) Lalu TUHAN mengulurkan tanganNya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: ‘Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataanKu ke dalam mulutmu. (10) Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.’”.

 

Gal 1:15-17 - “(15) Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karuniaNya, (16) berkenan menyatakan AnakNya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; (17) juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik”.

 

2)   Daud diurapi menjadi raja atas seluruh Israel.

Ay 3-5:(3) Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. (4) Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah. (5) Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda.

 

The Biblical Illustrator (Old Testament): LOOK AT ISRAEL IN THOSE YEARS OF WAITING FOR THEIR KING. Near five centuries before the founding of the kingdom, the rule which was to govern the conduct of their coming king had been lodged in the archives of their nation. ... The steppings of God are not swift enough for us. Time spent waiting for deliverance or advancement seems lost time. We forget that preparation is demanded for all promotions, all changes that are radical. Because Israel would not wait for God to choose for them a king in his own time, he gave them Saul, of their own choosing. They, however, found little comfort in him. His life was ‘one long tragedy.’ Human wisdom is often folly. That which we judge will be for our large advantage often proves our peril. There is no safety but in waiting for God to go before and lead (= Lihatlah kepada Israel dalam tahun-tahun penantian untuk raja mereka itu. Hampir lima abad sebelum pendirian kerajaan, peraturan yang harus menentukan / memerintah tingkah laku dari raja mereka mendatang telah diletakkan dalam arsip / tempat penyimpnan dokumen dari bangsa mereka. ... Langkah-langkah Allah tidak cukup cepat bagi kita. Waktu yang dihabiskan untuk pembebasan atau kemajuan kelihatannya adalah waktu yang terbuang. Kita lupa bahwa persiapan dituntut untuk semua promosi / kenaikan pangkat, semua perubahan yang radikal. Karena Israel tak mau menunggu Allah untuk memilih bagi mereka seorang raja pada waktuNya, Ia memberikan mereka Saul, dari pilihan mereka sendiri. Tetapi mereka menemukan sedikit kesenangan dalam dia. Kehidupannya adalah ‘satu tragedi yang panjang / lama’. Hikmat manusia sering merupakan kebodohan. Orang yang kita nilai akan memberikan manfaat sering terbukti menjadi bahaya bagi kita. Tidak ada keamanan kecuali dalam menunggu Allah untuk berjalan di depan dan memimpin).

Catatan: peraturan bagi raja memang sudah ada dalam hukum Musa, misalnya Ul 17:14-20. Tetapi baru sekarang Tuhan memberikan raja yang betul-betul merupakan pilihan Tuhan. Saul bukan pilihan Tuhan, tetapi dengan ‘terpaksa’ Ia berikan karena tuntutan dari Israel. Pemberian itu boleh dikatakan merupakan hukuman bagi Israel, yang bertindak semaunya sendiri.

Bdk. Hos 13:10-11 - “(10) Di mana gerangan rajamu, supaya diselamatkannya engkau, dan semua pemukamu, supaya diberinya engkau keadilan, hai, engkau yang berkata: ‘Berilah kepadaku seorang raja dan pemuka-pemuka!’ (11) Aku memberikan engkau seorang raja dalam murkaKu dan mengambilnya dalam gemasKu”.

 

II) Daud merebut Yerusalem.

 

Ay 6-9: (6) Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: ‘Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!’ Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari. (7) Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. (8) Daud telah berkata pada waktu itu: ‘Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta.’ Sebab itu orang berkata: ‘Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait.’ (9) Dan Daud menetap di kubu pertahanan itu dan menamainya: Kota Daud. Ia memperkuatnya sekelilingnya, mulai dari Milo ke bagian dalam..

 

1)   Daud menyerang Yerusalem (ay 6a).

Ay 6a:Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu.

 

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang Yerusalem dan orang Yebus:

 

a)         Letak Yerusalem yang strategis cocok untuk menjadi ibukota.

The Bible Exposition Commentary: Old Testament: Political considerations were important, but so was security, and the topography of Jerusalem made it an ideal capital city. Built on a rocky hill and surrounded on three sides by valleys and hills, the city was vulnerable only on the north side (= Pertimbangan-pertimbangan politik adalah penting, tetapi demikian juga dengan keamanan, dan topografi dari Yerusalem membuatnya sebuah ibukota yang ideal. Dibangun pada suatu bukit batu dan dikelilingi pada tiga sisi oleh lembah dan bukit, kota itu mudah diserang hanya dari sisi utara).

Catatan: topografi adalah penggambaran yang akurat dan mendetail tentang suatu tempat.

 

b)   Yerusalem sudah ditaklukkan pada jaman Yosua tetapi belum secara mutlak, sehingga lalu berkembang lagi.

Pulpit Commentary: Though the Jebusites had been conquered by Joshua (Josh 11:3), and Jerusalem captured (Judg 1:8), yet, as the children of Judah did not occupy it, but ‘set the city on fire,’ it seems to have been soon repeopled by its old inhabitants, who there maintained their independence [= Sekalipun orang-orang Yebus telah ditaklukkan oleh Yosua (Yos 11:3), dan Yerusalem direbut (Hak 1:8), tetapi karena orang-orang Yehuda tidak mendudukinya, tetapi ‘membakar kota itu’, kelihatannya kota itu segera diduduki kembali oleh penduduk lamanya, yang mempertahankan kemerdekaan mereka di sana].

Yos 11:3 - “yakni raja-raja orang Kanaan di sebelah timur dan di sebelah barat, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Yebus di pegunungan dan orang Hewi di kaki gunung Hermon, di tanah Mizpa”.

Hak 1:8 - “Sesudah itu bani Yehuda berperang melawan Yerusalem, merebutnya lalu memukulnya dengan mata pedang dan memusnahkan kota itu dengan api”.

 

c)   Yerusalem sebetulnya adalah milik suku Benyamin, sehingga Daud baru bisa berusaha merebutnya setelah suku Benyamin tunduk kepadanya.

 

Matthew Henry: Joshua, in his time, found it the chief city of the south part of Canaan, Josh 10:1-3. It fell to Benjamin’s lot (Josh 18:28), but joined close to Judah’s, Josh 15:8. The children of Judah had taken it (Judg 1:8), but the children of Benjamin suffered the Jebusites to dwell among them (Judg 1:21), and they grew so upon them that it became a city of Jebusites, Judg 19:11. Now the very first exploit David did, after he was anointed king over all Israel, was to gain Jerusalem out of the hand of the Jebusites, which, because it belonged to Benjamin, he could not well attempt till that tribe, which long adhered to Saul’s house (1 Chron 12:29), submitted to him [= Yosua, pada jamannya, menemukannya sebagai kota terutama dari bagian selatan dari Kanaan, Yos 10:1-3. Itu jatuh ke bagian Banyamin (Yos 18:28), tetapi berbatasan dekat dengan Yehuda, Yos 15:8. Orang-orang Yehuda telah merebutnya (Hak 1:8), tetapi orang-orang Benyamin membiarkan orang-orang Yebus tinggal di antara mereka (Hak 1:21), dan mereka bertumbuh demikian di sana sehingga itu menjadi suatu kota orang Yebus, Hak 19:11. Sekarang tindakan berani pertama yang Daud lakukan, setelah ia diurapi menjadi raja atas seluruh Israel, adalah untuk mendapatkan Yerusalem dari tangan orang-orang Yebus, yang karena itu adalah milik dari suku Benyamin, tidak bisa ia usahakan sampai suku itu, yang lama sekali setia kepada keluarga Saul (1Taw 12:29), tunduk kepadanya].

 

2)   Penduduk Yerusalem / orang Yebus meremehkan dan mengejek Daud (ay 6b).

Ay 6b: “Mereka itu berkata kepada Daud: ‘Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!’ Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari.

KJV memberikan terjemahan yang berbeda.

KJV: Except thou take away the blind and the lame, thou shalt not come in hither: thinking, David cannot come in hither (= Kecuali engkau mengambil / menyingkirkan orang buta dan orang lumpuh, engkau tidak akan masuk ke sini: berpikir / mengira, Daud tidak bisa masuk ke sana).

Tetapi RSV/NIV/NASB memberikan terjemahan seperti terjemahan dari Kitab Suci Indonesia, kecuali pada kata-kata ‘maksud mereka’, diterjemahkan ‘thinking’ / ‘they thought’ (= berpikir / mengira / mereka berpikir / mengira).

 

Pulpit Commentary: Except thou take away the blind and the lame, thou shalt not come in hither. ... But evidently it was a boastful defiance, and may mean that the Jebusites pretended that it would be enough to post only their feeblest men, the blind and the lame, for defense, and that David would try in vain to break through them (= Kecuali engkau mengambil / menyingkirkan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh, engkau tidak akan datang ke sini. ... Tetapi jelas bahwa itu merupakan suatu tantangan yang penuh kesombongan, dan bisa berarti bahwa orang-orang Yebus menganggap bahwa adalah cukup untuk menempatkan orang-orang mereka yang paling lemah, orang-orang buta dan orang-orang lumpuh, sebagai pertahanan, dan bahwa Daud akan berusaha dengan sia-sia untuk menerobos melalui mereka).

 

Adam Clarke: “From the general face of the text it appears that the Jebusites, vainly confiding in the strength of their fortress, placed lame and blind men upon the walls, and thus endeavoured to turn into ridicule David’s attempt to take the place: ‘Thou shalt not come in here, except thou take away the blind and the lame.’” (= Dari permukaan umum dari text itu kelihatan bahwa orang-orang Yebus, yang secara sia-sia mempercayakan diri pada kekuatan dari benteng / kubu mereka, menempatkan orang-orang lumpuh dan orang-orang buta di atas tembok, dan dengan demikian berusaha untuk mengejek / mentertawakan usaha Daud untuk merebut tempat itu: ‘Engkau tidak akan masuk ke sini, kecuali engkau mengambil / menyingkirkan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh’.).

 

Matthew Henry: The Jebusites’ defiance of David and his forces. They said, ‘Except thou take away the blind and the lame, thou shalt not come in hither,’ v. 6. They sent David this provoking message, because, as it is said afterwards, on another occasion, they could not believe that ‘ever an enemy would enter into the gates of Jerusalem,’ Lam 4:12. They confided either, 1. In the protection of their gods, which David, in contempt, had called ‘the blind and the lame,’ for ‘they have eyes and see not, feet and walk not.’ ‘But,’ say they, ‘these are the guardians of our city, and except thou take these away (which thou canst never do) thou canst not come in hither.’ Some think they were constellated images of brass set up in the recess of the fort, and entrusted with the custody of the place. They called their idols their Mauzzim, or ‘strong-holds’ (Dan 11:38) and as such relied on them. ... Or, 2. In the strength of their fortifications, which they thought were made so impregnable by nature or art, or both, that the blind and the lame were sufficient to defend them against the most powerful assailant. The strong-hold of Zion they especially depended on, as that which could not be forced. Probably they set blind and lame people, invalids or maimed soldiers, to make their appearance upon the walls, in scorn of David and his men, judging them an equal match for him. ... Note, The enemies of God’s people are often very confident of their own strength and most secure when their day to fall draws nigh [= Tantangan orang-orang Yebus terhadap Daud dan kekuatan / pasukannya. Mereka berkata, ‘Kecuali engkau mengambil / menyingkirkan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh, engkau tidak akan masuk ke sini’, ay 6. Mereka mengirimkan kepada Daud pesan yang memprovokasi ini, karena, seperti dikatakan balakangan, pada peristiwa yang lain, mereka tidak bisa percaya bahwa ‘akan pernah seorang musuh masuk ke dalam pintu-pintu gerbang Yerusalem’, Rat 4:12. Mereka percaya, atau, 1. Kepada perlindungan dari allah-allah / dewa-dewa mereka, yang Daud, dalam kebencian / kejijikan, telah sebut sebagai ‘orang-orang buta dan orang-orang lumpuh’, karena ‘mereka mempunyai mata tetapi tidak bisa melihat, mempunyai kaki tetapi tidak bisa berjalan’. ‘Tetapi’, kata mereka, ‘mereka ini adalah penjaga-penjaga kota kami, dan kecuali engkau mengambil / menyingkirkan mereka ini (yang engkau tidak akan pernah bisa lakukan) engkau tidak bisa masuk ke sini’. Sebagian orang menganggap mereka adalah kumpulan patung-patung berhala dari kuningan mereka, yang didirikan dalam cekungan di benteng, dan dipercayai untuk penjagaan dari tempat itu. Mereka menyebut patung-patung berhala mereka MAUZZIM, atau ‘kubu-kubu’ (Dan 11:38) dan bersandar kepada mereka. ... Atau, 2. Dalam kekuatan dari kubu-kubu mereka, yang mereka anggap dibuat begitu mampu menahan serangan oleh alam atau keahlian atau keduanya, sehingga orang-orang buta dan orang-orang lumpuh cukup untuk mempertahankan mereka terhadap serangan yang paling kuat. Mereka terutama bersandar pada kubu dari Sion, sebagai apa yang tidak bisa didobrak. Mungkin mereka menempatkan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh, tentara-tentara yang cacat atau buntung, membuat penampilan mereka pada tembok, untuk mengejek Daud dan orang-orangnya, menilai orang-orang cacat itu sebagai tandingan yang cocok terhadap dia. ... Perhatikan, musuh-musuh dari umat Allah sering paling yakin pada kekuatan mereka sendiri dan merasa paling aman pada waktu hari kejatuhan mereka mendekat].

 

Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini yang menunjukkan bahwa bagi orang-orang percaya, Tuhanlah yang merupakan benteng / kubu!

Maz 27:1 - “Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?”.

Maz 28:8 - TUHAN adalah kekuatan umatNya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapiNya!”.

Maz 48:4 - “Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diriNya sebagai benteng.

 

Jamieson, Fausset & Brown: To understand the full meaning and force of this insulting taunt, it is necessary to bear in mind the depth and steepness of the valley of Gihon, and the lofty walls of the ancient Canaanite fortress. Looking down from the summit of the rock to the bottom, it appeared a dizzy height which no assailants, however adventurous, would suceed in scaling; and the inhabitants, therefore feeling themselves secure in their inaccessible position, sneered at what they considered the vain attempts of David and his army to besiege their fort (= Untuk mengerti arti dan kekuatan yang sepenuhnya dari celaan / ejekan yang menghina ini, adalah perlu untuk mencamkan kedalaman dan kecuraman dari lembah Gihon, dan tembok-tembok tinggi dari benteng-benteng orang Kanaan kuno. Melihat kebawah dari puncak dari batu karang ke dasar, itu terlihat sebagai suatu ketinggian yang begitu tinggi sampai memusingkan, yang tak ada penyerang, bagaimanapun beraninya, bisa berhasil dalam mendaki; dan karena itu penduduknya merasa diri mereka sendiri aman dalam posisi mereka yang tidak bisa dimasuki, mencemooh / mengejek pada apa yang mereka anggap sebagai usaha sia-sia dari Daud dan pasukannya untuk mengepung benteng mereka).

 

3)   Daud menyerang, mengalahkan dan merebut Yerusalem.

Ay 7-8: (7) Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. (8) Daud telah berkata pada waktu itu: ‘Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta.’ Sebab itu orang berkata: ‘Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait.’.

 

The Bible Exposition Commentary: Old Testament: a boast that made David angry. He knew that the Lord had promised Moses that Israel would conquer all the nations living in Canaan, including the Jebusites (Ex 23:23-24; Deut 7:1-2; 20:17), so by faith he planned his attack. ... he even told him how to do it: go up through the water shaft. ... Excavations on Mount Zion have revealed a water shaft that would have been difficult but not impossible to climb [= suatu kesombongan yang membuat Daud marah. Ia tahu bahwa Tuhan telah berjanji kepada Musa bahwa Israel akan mengalahkan semua bangsa-bangsa yang hidup / tinggal di Kanaan, termasuk orang-orang Yebus (Kel 23:23-24; Ul 7:1-2; 20:17), maka dengan iman ia merencanakan serangannya. ... ia bahkan memberitahunya bagaimana melakukannya: naiklah melalui saluran / terowongan air. ... Penggalian pada Bukit / Gunung Sion telah menyingkapkan suatu terowongan air yang sukar, tetapi tidak mustahil, untuk dipanjat].

 

4)   Daud menetap di sana.

Ay 9: Dan Daud menetap di kubu pertahanan itu dan menamainya: Kota Daud. Ia memperkuatnya sekelilingnya, mulai dari Milo ke bagian dalam..

 

The Biblical Illustrator (Old Testament): None were to be compared with the site of Jerusalem, on the frontier between Judah and Benjamin, surrounded on three sides by valleys, and on the other side, the north, strongly fortified (= Tak ada yang bisa dibandingkan dengan tempat dari Yerusalem, pada perbatasan antara Yehuda dan Benyamin, dikelilingi pada tiga sisi oleh lembah-lembah, dan pada sisi yang lain, utara, dibentengi dengan kuat).

 

 

 

-bersambung-

 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali