(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 16 Juni 2024, pk 09.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
II Samuel 10:1-19(4)
Daud mengalahkan Aram dan Amon
2Sam 10:1-19 - “(1) Sesudah itu matilah raja bani Amon; dan Hanun, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (2) Lalu berkatalah Daud: ‘Aku akan menunjukkan persahabatan kepada Hanun bin Nahas, sama seperti ayahnya telah menunjukkan persahabatan kepadaku.’ Sebab itu Daud menyuruh menyampaikan pesan turut berdukacita kepadanya dengan perantaraan pegawai-pegawainya karena kematian ayahnya. Tetapi ketika pegawai-pegawai Daud sampai ke negeri bani Amon itu, (3) berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: ‘Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?’ (4) Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur setengah dari janggut mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pantat mereka, kemudian dilepasnya mereka. (5) Hal ini diberitahukan kepada Daud, lalu disuruhnya orang menemui mereka, sebab orang-orang itu sangat dipermalukan. Raja berkata: ‘Tinggallah di Yerikho sampai janggutmu itu tumbuh, kemudian datanglah kembali.’ (6) Setelah dilihat bani Amon, bahwa mereka dibenci Daud, maka bani Amon itu menyuruh orang menyewa dari orang Aram-Bet-Rehob dan orang Aram dari Zoba dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, dari raja negeri Maakha seribu orang dan dari orang-orang Tob dua belas ribu orang. (7) Ketika Daud mendengar hal itu, disuruhnyalah Yoab maju dengan segenap pasukan pahlawan. (8) Lalu bani Amon maju, diaturnya barisan perangnya di depan pintu gerbang, sedang orang Aram dari Zoba dan dari Rehob dan orang-orang Tob dan Maakha ada tersendiri di padang. (9) Ketika Yoab melihat, bahwa serangan itu mengancam dia dari depan dan dari belakang, maka dipilihnyalah sebagian dari orang pilihan Israel, lalu ia mengatur barisan mereka berhadapan dengan orang Aram itu. (10) Selebihnya dari rakyat itu ditempatkannya di bawah pimpinan Abisai, adiknya, yang mengatur barisan mereka berhadapan dengan bani Amon itu. (11) Lalu berkatalah Yoab: ‘Jika orang Aram itu lebih kuat dari padaku, maka haruslah engkau menolong aku, tetapi jika bani Amon itu lebih kuat dari padamu, maka aku akan datang menolong engkau. (12) Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mataNya.’ (13) Lalu Yoab dan tentara yang bersama-sama dengan dia maju berperang melawan orang Aram dan orang-orang itu melarikan diri dari hadapannya. (14) Ketika bani Amon melihat, bahwa orang Aram sudah melarikan diri, maka merekapun larilah dari hadapan Abisai dan masuk ke dalam kota. Sesudah itu pulanglah Yoab setelah memerangi bani Amon dan sampailah ia ke Yerusalem. (15) Ketika orang Aram melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka berkumpullah mereka bersama-sama. (16) Juga Hadadezer menyuruh orang Aram yang di seberang sungai Efrat maju berperang; mereka sampai ke Helam di bawah pimpinan Sobakh, panglima tentara Hadadezer. (17) Setelah hal itu diberitahukan kepada Daud, maka dikumpulkannya seluruh orang Israel, diseberanginya sungai Yordan, lalu sampai ke Helam. Orang Aram mengatur barisannya berhadapan dengan Daud dan bertempur melawan dia, (18) tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana. (19) Ketika dilihat semua raja, yang takluk kepada Hadadezer, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka mereka mengadakan perdamaian dengan orang Israel dan takluk kepada mereka; sesudah itu takutlah orang Aram memberi pertolongan lagi kepada bani Amon.”.
9) Yoab dan Abisai mengalahkan Aram dan Amon (ay 13).
Ay 13-14: “(13) Lalu Yoab dan tentara yang bersama-sama dengan dia maju berperang melawan orang Aram dan orang-orang itu melarikan diri dari hadapannya. (14) Ketika bani Amon melihat, bahwa orang Aram sudah melarikan diri, maka merekapun larilah dari hadapan Abisai dan masuk ke dalam kota. Sesudah itu pulanglah Yoab setelah memerangi bani Amon dan sampailah ia ke Yerusalem.”.
Matthew Henry: “The Syrians were first routed by Joab, and then the Ammonites by Abishai; the Ammonites seem not to have fought at all, but, upon the retreat of the Syrians, to have fled into the city. It is a temptation to soldiers to fly when they have a city at their backs to fly to. It is one thing when men may either fight or fly and another thing when they must either fight or die.” [= Orang Aram pertama-tama dikalahkan oleh Yoab, dan kemudian orang Amon oleh Abisai; orang Amon sepertinya sama sekali tidak berperang, tetapi, setelah mundurnya orang Aram, melarikan diri ke dalam kota. Itu merupakan godaan bagi tentara-tentara untuk melarikan diri ketika mereka memiliki kota di belakang mereka untuk melarikan diri. Adalah hal yang berbeda antara ‘orang bisa bertarung atau melarikan diri’ dan ketika ‘mereka harus bertarung atau mati’.].
10)Daud mengalahkan orang Aram dan Amon (ay 15-19).
Ay 15-19: “(15) Ketika orang Aram melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka berkumpullah mereka bersama-sama. (16) Juga Hadadezer menyuruh orang Aram yang di seberang sungai Efrat maju berperang; mereka sampai ke Helam di bawah pimpinan Sobakh, panglima tentara Hadadezer. (17) Setelah hal itu diberitahukan kepada Daud, maka dikumpulkannya seluruh orang Israel, diseberanginya sungai Yordan, lalu sampai ke Helam. Orang Aram mengatur barisannya berhadapan dengan Daud dan bertempur melawan dia, (18) tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana. (19) Ketika dilihat semua raja, yang takluk kepada Hadadezer, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka mereka mengadakan perdamaian dengan orang Israel dan takluk kepada mereka; sesudah itu takutlah orang Aram memberi pertolongan lagi kepada bani Amon.”.
11)Ternyata perang belum selesai, karena musuh mengumpulkan kekuatannya kembali.
Ay 15-16: “(15) Ketika orang Aram melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka berkumpullah mereka bersama-sama. (16) Juga Hadadezer menyuruh orang Aram yang di seberang sungai Efrat maju berperang; mereka sampai ke Helam di bawah pimpinan Sobakh, panglima tentara Hadadezer.”.
KJV: ‘Hadarezer’.
RSV/NIV/NASB/ASV/NKJV: ‘Hadadezer’.
Adam Clarke: “‘Hadarezer.’ This is the same that was overthrown by David, 2 Sam 8, and there called Hadadezer; which is the reading here of about thirty of Kennicott’s and De Rossi’s MSS. But the Hebrew letter Resh (r r) and the Hebrew letter Daleth (d d) are easily interchanged.” [= ‘Hadarezer.’ Ini adalah orang yang sama yang ditaklukkan oleh Daud, 2Samuel 8, dan disebut Hadadezer di sana; yang merupakan bacaan di sini dari sekitar tiga puluh dari Naskah-Naskah Koleksi Kennicott dan De Rossi. Tetapi huruf Ibrani Resh (ר r) dan huruf Ibrani Daleth (ד d) dapat dengan mudah saling tertukar.].
Jamieson, Fausset & Brown (tentang ay 16): “This prince had enjoyed a breathing-time after his defeat (2 Sam 8:3); and, alarmed at the increasing power and greatness of David, as well as being an ally of the Ammonites, levied a vast army, not only in Syria, but in Mesopotamia, among his tributaries and vassals (2 Sam 10:19), to invade the Hebrew kingdom. Shobach, his general, in pursuance of this design, had marched his troops as far as Helam, a border-town of Eastern Manasseh,” [= Pangeran / raja ini telah menikmati waktu istirahat setelah kekalahannya (2Sam 8:3); dan, karena khawatir dengan kekuatan dan kebesaran Daud yang semakin meningkat, serta sebagai sekutu orang Amon, ia mengerahkan pasukan besar, tidak hanya di Siria, tetapi juga di Mesopotamia, di antara negara-negara yang membayar upeti kepadanya dan bawahannya (2Sam 10:19), untuk menyerang kerajaan Ibrani. Shobach, panglimanya, dalam melaksanakan rencana ini, telah menggerakkan pasukannya sejauh Helam, sebuah kota perbatasan di Manasye Timur,].
12)Sekarang Daud ikut berperang.
2Sam 10:17 - “Setelah hal itu diberitahukan kepada Daud, maka dikumpulkannya seluruh orang Israel, diseberanginya sungai Yordan, lalu sampai ke Helam. Orang Aram mengatur barisannya berhadapan dengan Daud dan bertempur melawan dia,”.
1Taw 18:3 - “Selanjutnya Daud memukul kalah Hadadezer, raja Zoba, dekat Hamat, ketika ia pergi menegakkan kekuasaannya pada sungai Efrat.”.
Keil & Delitzsch: “This decisive battle took place, according to 1 Chron 18:3, in the neighbourhood of Hamath, i.e., Epiphania on the Orontes (see at Num 13:21, and Gen 10:18), or, according to 2 Sam 10:18 of this book, at Helam, - a difference which may easily be reconciled by the simple assumption that the unknown Helam was somewhere near to Hamath.” [= Pertempuran yang menentukan ini terjadi, menurut 1Taw 18:3, dekat Hamat, yaitu Epiphania di Orontes (lihat pada Bil 13:21, dan Kej 10:18), atau, menurut 2Sam 10:18 (seharusnya 2Sam 10:17) dari kitab ini, di Helam, - suatu perbedaan yang bisa dengan mudah diperdamaikan dengan anggapan sederhana bahwa Helam yang tak dikenal ada di suatu tempat dekat dengan Hamat.].
The Bible Exposition Commentary (tentang ay 15-19): “David came personally to lead the battle against the Syrians, and he and the army of Israel defeated them, and the Syrians became vassal states in David’s growing empire. Joab wisely waited to set up a siege against the Ammonite capital of Rabbah at that time, so he waited to renew the attack in the spring of the year (11:1). He took the city and David came to finish the siege and claim the honors (12:26-31). It was while Joab and his men were besieging Rabbah that David remained in Jerusalem and committed adultery with Bathsheba.” [= Daud datang secara pribadi untuk memimpin pertempuran melawan orang Aram (ay 17), dan ia beserta pasukan Israel berhasil mengalahkan mereka, sehingga orang Aram menjadi negara bawahan dalam kerajaan Daud yang semakin berkembang. Yoab dengan bijaksana menunggu untuk memulai pengepungan terhadap ibu kota orang Amon, Raba, pada saat itu, sehingga ia menunggu untuk memulai serangan kembali pada musim semi tahun itu (11:1). Ia merebut kota tersebut dan Daud datang untuk menyelesaikan pengepungan dan mengklaim kehormatan (12:26-31). Saat Yoab dan pasukannya sedang mengepung Rabbah, itulah saat Daud tinggal di Yerusalem dan melakukan perzinahan dengan Batsyeba.].
2Sam 11:1 - “Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.”.
2Sam 12:26-31 - “(26) Yoab berperang melawan Raba, kota bani Amon dan ia merebut kota kerajaan. (27) Lalu Yoab menyuruh orang kepada Daud dengan pesan: ‘Aku berperang melawan kota Raba, dan telah merebut pula kota air. (28) Oleh sebab itu, kumpulkanlah sisa tentara, kepunglah kota itu dan rebutlah, supaya jangan aku yang merebut kota itu dan jangan namaku menjadi juga nama kota itu.’ (29) Sesudah itu Daud mengumpulkan seluruh tentara, ia berangkat ke kota Raba dan berperang melawannya, lalu merebutnya. (30) Ia mengambil mahkota dari kepala raja mereka, beratnya setalenta emas, bertatahkan sebuah batu permata yang mahal dan itu dikenakan pada kepala Daud. Juga diangkutnya banyak sekali jarahan dari kota itu. (31) Penduduk kota itu diangkutnya dan dipaksanya bekerja dengan gergaji, penggerek besi dan kapak; juga dipekerjakannya mereka di tempat pembuatan batu bata. Demikianlah juga diperlakukan Daud segala kota bani Amon. Sesudah itu pulanglah Daud dengan seluruh tentara ke Yerusalem.”.
Bdk. Kej 4:6-7 - “(6) Firman TUHAN kepada Kain: ‘Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? (7) Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.’”.
Yang saya garis-bawahi dan beri warna biru diterjemahkan dengan dua cara.
NIV: “If you do what is right, will you not be accepted?” [= Jika engkau melakukan apa yang benar, tidakkah engkau akan diterima?]. KJV/RSV mirip dengan NIV.
NASB: “‘If you do well, will not your countenance be lifted up?” [= Jika engkau melakukan dengan baik, tidakkah wajahmu akan diangkat / berseri?]. Ini seperti LAI.
Sebetulnya terjemahan LAI/NASB lebih cocok dengan kontext. Ay 6 - ‘muram’ kontras dengan ay 7 - ‘berseri’.
Tetapi yang ingin saya tekankan dengan ayat ini adalah bagian yang saya garis-bawahi dan beri warna merah. Pada masa perang, Daud tidak ikut perang (2Sam 11:1), dan itu menyebabkan munculnya godaan, sehingga ia jatuh ke dalam perzinahan dengan Batsyeba!
13)Kekalahan orang Aram.
Ay 18: “tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana.”.
KJV: “seven hundred ... forty thousand ... Shobach” [= ].
1Taw 19:18 - “tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ribu ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berjalan kaki; juga Sofakh, panglima tentara itu, dibunuhnya.”.
KJV: “seven thousand ... forty thousand ... Shophach” [= ].
a) Tentang Sobakh atau Sofakh, setahu saya tidak ada penafsir yang memberikan pengharmonisan.
b) 7000 atau 700?
Adam Clarke: “‘SEVEN HUNDRED chariots of the Syrians and forty thousand HORSEMEN.’ In the parallel place, 1 Chron 19:18, it is said, David slew of the Syrians SEVEN THOUSAND men, which fought in chariots. It is difficult to ascertain the right number in this and similar places. It is very probable that, in former times, the Jews expressed, as they often do now, their numbers, not by words at full length, but by numeral letters; and, as many of the letters bear a great similarity to each other, mistakes might easily creep in when the numeral letters came to be expressed by words at full length. This alone will account for the many mistakes which we find in the numbers in these books, and renders a mistake here very probable. The Hebrew letter zayin (z z), with a dot above, stands for seven thousand, the Hebrew letter nun (n n) for seven hundred: the great similarity of these letters might easily cause the one to be mistaken for the other, and so produce an error in this place.” [= ‘TUJUH RATUS kereta perang orang Aram dan EMPAT PULUH RIBU PEMUDA berkuda.’ Di tempat yang paralel, 1Taw 19:18, dikatakan bahwa Daud membunuh dari orang Aram TUJUH RIBU orang, yang bertempur dengan kereta perang. Sulit untuk menentukan jumlah yang tepat dalam tempat ini dan tempat serupa lainnya. Sangat mungkin bahwa, pada zaman dahulu, orang Yahudi menyatakan, seperti yang sering mereka lakukan sekarang, jumlah mereka, bukan dengan kata-kata lengkap, tetapi dengan huruf angka; dan, karena banyak huruf memiliki kemiripan besar satu sama lain, kesalahan dengan mudah bisa terjadi ketika huruf angka itu diubah menjadi kata-kata lengkap. Hanya ini saja sudah cukup menjelaskan banyaknya kesalahan yang kita temukan dalam angka-angka di buku-buku ini, dan membuat kesalahan di sini sangat mungkin. Huruf Ibrani zayin (ז z) dengan titik di atasnya, melambangkan tujuh ribu, huruf Ibrani nun (נ n) melambangkan tujuh ratus: kemiripan besar antara huruf-huruf ini dengan mudah bisa menyebabkan salah satu tertukar dengan yang lain, dan demikian menciptakan kesalahan dalam tempat ini.].
Barnes’ Notes: “‘Seven hundred chariots.’ More probable than the ‘seven thousand’ of 1 Chron 19:18. The frequent errors in numbers arise from the practice of expressing numerals by letters, with one or more dots or dashes to indicate hundreds, thousands, etc.” [= ‘Tujuh ratus kereta perang.’ Lebih mungkin daripada ‘tujuh ribu’ dari 1Taw 19:18. Kesalahan yang sering terjadi dalam angka-angka berasal dari praktek mengekspresikan angka dengan huruf, dengan satu atau lebih titik atau garis untuk menunjukkan ratusan, ribuan, dll.].
Pulpit Commentary (tentang 2Sam 8:4): “Until the Arabs invented our present system of notation, the ancient methods of representing numbers were so liable to error that little dependence can be placed upon them. The Hebrews used their letters for numerals, but after 400 their system breaks down. Any number higher than 400 can be represented only by long sums in arithmetic, or by an intricate system of points above and below, which were sure to get into confusion.” [= Sampai orang-orang Arab menemukan sistim bilangan tertulis kita sekarang, metode-metode kuno untuk mewakili bilangan begitu mudah salah sehingga sukar bergantung kepada mereka. Orang-orang Ibrani menggunakan huruf-huruf mereka untuk bilangan, tetapi setelah 400 sistim mereka berhenti / gagal. Bilangan apapun yang lebih besar dari 400 hanya bisa diwakili dengan jumlah yang panjang dari aritmatika, atau oleh suatu sistim yang rumit dari titik-titik di atas dan di bawah, yang pasti dengan mudah masuk dalam suatu kekacauan.].
Catatan:
1. Dalam bahasa Ibrani ada 22 huruf. Huruf pertama mewakili bilangan 1, huruf kedua mewakili bilangan 2 dst, tetapi setelah 10, bilangan selanjutnya adalah 20, 30, dan seterusnya. Setelah 100, bilangan selanjutnya adalah 200, 300 dan seterusnya. Maka saudara akan mendapatkan bahwa 22 huruf itu hanya bisa maximal mencapai bilangan 400. Lihat Menahem Mansoor, ‘Biblical Hebrew, Step by Step’, vol I, hal 13,14.
2. Di atas 400 harus digunakan titik-titik dan coretan-coretan, dan untuk manuscript-manuscript, dalam penyalinannya pasti mudah sekali menimbulkan kesalahan. Itu sebabnya dalam persoalan bilangan, Alkitab mempunyai sangat banyak kesalahan.
Jamieson, Fausset & Brown: “Seven hundred chariots of the Syrians. In the parallel passage of 1 Chron 19:18 the reading is seven thousand, which is more probable.” [= Tujuh ratus kereta perang orang Aram. Pada bagian paralel dari 1Taw 19:18, bacaannya adalah tujuh ribu, yang lebih memungkinkan.].
Pulpit Commentary: “We have seen there that the word translated ‘chariots’ means any vehicle or animal for riding. The numbers here are seven hundred chariots with their charioteers, and forty thousand horsemen; in ch. 8:4 we have seventeen hundred horsemen and twenty thousand footmen; finally, in 1 Chron. 19:18 we find seven thousand chariots and charioteers, and forty thousand footmen. It is impossible to reconcile these conflicting numbers, but as David had no cavalry, the numbers in ch. 8:4 are the more probable, namely, seventeen hundred cavalry and chariots, and twenty thousand infantry. The Syriac Version gives us here very reasonable numbers, namely, ‘seven hundred chariots, four thousand cavalry, and much people.’” [= Kami telah melihat bahwa kata yang diterjemahkan sebagai ‘kereta perang’ berarti kendaraan atau binatang apa pun untuk dinaiki / dikendarai. Jumlah di sini adalah tujuh ratus kereta perang dengan kusirnya, dan empat puluh ribu penunggang kuda; dalam pasal 8:4 kita memiliki seribu tujuh ratus penunggang kuda dan dua puluh ribu prajurit; akhirnya, dalam 1Taw 19:18 kita menemukan tujuh ribu kereta perang dan kusirnya, dan empat puluh ribu prajurit. Adalah mustahil untuk memperdamaikan angka-angka yang bertentangan ini, tetapi karena Daud tidak memiliki kavaleri, angka-angka dalam pasal 8:4 lebih mungkin, yaitu seribu tujuh ratus kavaleri dan kereta perang, dan dua puluh ribu infanteri. Versi Aram memberikan kita angka yang sangat masuk akal di sini, yaitu ‘tujuh ratus kereta perang, empat ribu kavaleri, dan banyak orang.’].
2Sam 8:4 - “Daud menawan dari padanya seribu tujuh ratus orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, tetapi dengan meninggalkan seratus ekor kuda kereta.”.
Catatan: saya kira ayat ini tidak bisa dibandingkan dengan dua ayat di atas, karena kedua ayat di atas mempersoalkan orang-orang yang dibunuh oleh Daud, sedangkan dalam ayat ini, orang-orang yang ditawan oleh Daud.
14)Mengapa Daud bisa menang melawan pasukan yang begitu besar?
Calvin mengatakan bahwa di sini Daud mempraktekkan Maz 20:8.
Maz 20:8 - “Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.”.
Bdk. Maz 33:16-17 - “(16) Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan. (17) Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.”.
Calvin: “on the one hand, we see how viciously David was assailed. Certainly it would have frightened him to see that there was such a great multitude of chariots and footmen and horsemen. On the other hand, when we see how wonderfully God kelped David, we must deeply contemplate his invincible force, so that we might trust in it when we are in such anguish as David experienced.” [= Di satu sisi, kita melihat betapa kejamnya serangan yang menimpa Daud. Pasti itu akan membuatnya takut melihat bahwa ada begitu banyak kendaraan perang, prajurit infanteri, dan penunggang kuda. Di sisi lain, ketika kita melihat betapa luar biasanya Allah menolong Daud, kita harus merenungkan dengan dalam kekuatanNya yang tak terkalahkan, sehingga kita bisa percaya kepada kekuatanNya ketika kita berada dalam penderitaan seperti yang dialami Daud.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 473.
15)Sikap orang Aram selanjutnya.
Ay 19: “Ketika dilihat semua raja, yang takluk kepada Hadadezer, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka mereka mengadakan perdamaian dengan orang Israel dan takluk kepada mereka; sesudah itu takutlah orang Aram memberi pertolongan lagi kepada bani Amon.”.
KJV: “that were servants to Hadarezer” [= yang adalah pelayan-pelayan Hadarezer].
Barnes’ Notes (tentang ay 19): “‘Servants to Hadarezer.’ This gives us an idea of the great power of Hadarezer, and consequently of the strength of Israel in David’s victorious reign.” [= ‘Pelayan-pelayan Hadarezer.’ Ini memberikan suatu gambaran kepada kita tentang kekuatan besar Hadarezer, dan karenanya kekuatan Israel dalam pemerintahan yang penuh kemenangan oleh Daud.].
Calvin: “Well, it says that the Syrian were so weakened that since that time ‘they have not dared give aid to the Ammonites’, but ‘became tributaries of David’ (2Sam 10:19).” [= Dikatakan bahwa orang Aram begitu menjadi lemah sehingga sejak saat itu ‘mereka tidak berani memberikan bantuan kepada bangsa Amon’, tetapi ‘menjadi pemberi upeti kepada Daud’ (2Sam 10:19).] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 474.
Matthew Henry: “The Ammonites lost their old allies: The Syrians feared to help the children of Ammon, not because they had an unrighteous cause (justifying a crime which was a breach of the law of nations), but because they found it was an unsuccessful cause. It is dangerous helping those that have God against them; for, when they fall, their helpers will fall with them.” [= Orang Amon kehilangan sekutu lama mereka: Orang Aram takut untuk membantu anak-anak Amon, bukan karena mereka memiliki alasan yang tidak benar (yang membenarkan tindakan kriminal yang merupakan suatu pelanggaran hukum bangsa-bangsa), tetapi karena mereka menemukan bahwa itu adalah alasan yang tidak berhasil. Merupakan sesuatu yang berbahaya untuk membantu mereka yang bertentangan dengan Allah; karena, ketika mereka jatuh, para penolong mereka juga akan jatuh bersama mereka.].
16)Ketidak-serakahan dan ketaatan Daud.
Calvin: “Also we see that David was content to have won peace and repose in his country. For he well knew that God wanted him to remain within his borders, and since God had assigned him his borders, which on that side were to be extended from the Euphrates to the Red Sea, he was content with it. It is true that he could surely have exterminated all the Syrians, but it was enough for him to render them tributary.” [= Juga kita melihat bahwa Daud puas telah memenangkan perdamaian dan ketenangan di negerinya. Karena dia tahu dengan baik bahwa Allah menginginkannya tetap berada dalam batas-batasnya, dan karena Allah telah menetapkan baginya batas-batasnya, yang di sisi itu akan diperluas dari sungai Efrat sampai Laut Merah, dia puas dengan itu. Memang benar bahwa dia pasti bisa memusnahkan semua orang Aram, tetapi sudah cukup baginya untuk menjadikan mereka sebagai pemberi upeti.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 474.
Ini menunjukkan ketaatan Daud, dan bahwa ia tidak serakah!
Bdk. Kel 23:31 - “Aku akan menentukan batas daerahmu dari Laut Teberau sampai Laut Filistin dan dari padang gurun sampai sungai Efrat, sebab Aku akan menyerahkan penduduk negeri itu ke dalam tanganmu, sehingga engkau menghalau mereka dari depanmu.”.
Bdk. Kej 15:18-21 Bil 34:1-12 Yos 1:4 Yeh 47:13-20 Yos 15:1-12. Semua text ini memberikan batasan-batasan yang Tuhan berikan kepada Israel.
Kej 15:18-21 - “(18) Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: ‘Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat: (19) yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, (20) orang Het, orang Feris, orang Refaim, (21) orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu.’”.
Bil 34:1-12 - “(1) TUHAN berfirman kepada Musa: (2) ‘Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu masuk ke negeri Kanaan, maka inilah negeri yang akan jatuh kepadamu sebagai milik pusaka, yakni tanah Kanaan menurut batas-batasnya. (3) Adapun sisi selatanmu ialah dari padang gurun Zin menyusur Edom, maka batas selatanmu mulai dari ujung Laut Asin di sebelah timur. (4) Lalu batasmu membelok di selatan pendakian Akrabim, terus ke Zin dan berakhir di sebelah selatan Kadesh-Barnea. Sesudah itu ia mencapai Hazar-Adar, dan terus ke Azmon. (5) Kemudian batas itu membelok dari Azmon ke sungai Mesir dan berakhir ke laut. (6) Batas baratmu ialah laut besar dan pantainya; itulah batas baratmu. (7) Inilah batas utaramu: mulai dari laut besar haruslah kamu buat tanda batas ke gunung Hor, (8) dari gunung Hor harus kamu buat tanda batas ke jalan yang menuju ke Hamat, lalu batas itu mencapai Zedad. (9) Kemudian batas itu mencapai Zifron dan berakhir di Hazar-Enan; itulah batas utaramu. (10) Sebagai batasmu di sebelah timur haruslah kamu membuat tanda batas dari Hazar-Enan ke Sefam. (11) Dari Sefam batas itu turun ke Ribla, di sebelah timur Ain; kemudian batas itu turun lagi dan mencapai tebing danau Kineret di sebelah timur. (12) Lalu batas itu turun ke sungai Yordan dan berakhir di Laut Asin. Itulah negerimu menurut batas-batasnya sekeliling.’”.
Yos 1:4 - “Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.”.
Yeh 47:13-20 - “(13) Beginilah firman Tuhan ALLAH: ‘Inilah batas-batas tanah yang kamu harus bagi-bagi menjadi milik pusakamu di antara kedua belas suku Israel. Yusuf mendapat dua bagian. (14) Tanah itu harus kamu bagi rata, yaitu tanah yang dengan sumpah Kujanjikan memberikannya kepada nenek moyangmu dan dengan demikian tanah ini menjadi milik pusakamu. (15) Inilah perbatasan tanah itu: di sebelah utara: dari laut besar terus ke Hetlon sampai jalan masuk ke Hamat dan terus ke Zedad, (16) Berota, Sibraim, yang terletak di antara daerah kota Damsyik dan daerah kota Hamat, terus ke Hazar-Enon yang di daerah kota Hauran. (17) Demikianlah perbatasannya itu mulai dari laut sampai di Hazar-Enon, sehingga daerah kota Damsyik dan juga daerah kota Hamat terletak di sebelah utaranya. Itulah sebelah utara. (18) Di sebelah timur: mulai dari Hazar-Enon yang terletak di antara Hauran dan Damsyik, sungai Yordan menjadi perbatasan di antara Gilead dan tanah Israel, terus ke Laut Timur sampai ke Tamar. Itulah sebelah timur. (19) Di sebelah selatan: perbatasan mulai dari Tamar sampai mata air Meriba dekat Kadesh, terus ke sungai Mesir, terus ke laut besar. Itulah di sebelah selatan perbatasan dengan Tanah Negeb. (20) Di sebelah barat laut besar merupakan perbatasan sampai tempat jalan masuk ke Hamat. Itulah sebelah barat.’”.
Yos 15:1-12 - “(1) Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun Zin ke selatan, di ujung selatan. (2) Batas selatan bagi mereka mulai dari ujung Laut Asin, dari teluk yang menghadap ke selatan; (3) lalu keluar pada sebelah selatan pendakian Akrabim, terus ke Zin, naik ke sebelah selatan Kadesh-Barnea, terus ke Hezron, naik ke Adar, membelok ke Karka, (4) terus ke Azmon dan keluar pada sungai tanah Mesir, sehingga batas itu berakhir ke laut. Itulah bagi kamu batas selatan. (5) Batas timur ialah Laut Asin sampai ke muara sungai Yordan. Batas pada sisi utara mulai dari teluk di muara sungai Yordan itu: (6) batas itu naik ke Bet-Hogla, melalui sebelah utara Bet-Araba, kemudian batas itu naik ke batu Bohan bin Ruben; (7) lalu dari lembah Akhor batas itu naik ke Debir, dan menuju ke utara ke Gilgal di seberang pendakian Adumim, yang di sebelah selatan sungai. Kemudian batas itu terus ke mata air En-Semes dan keluar ke En-Rogel. (8) Kemudian batas itu naik ke lembah Ben-Hinom, di sebelah selatan sepanjang lereng gunung Yebus, itulah Yerusalem; kemudian batas itu naik ke puncak gunung yang di seberang lembah Hinom, di sebelah barat, di ujung utara lembah orang Refaim. (9) Kemudian batas itu melengkung dari puncak gunung itu ke mata air Me-Neftoah, lalu keluar ke kota-kota pegunungan Efron; selanjutnya batas itu melengkung ke Baala, itulah Kiryat-Yearim. (10) Kemudian batas itu membelok dari Baala ke barat ke pegunungan Seir, terus ke utara ke lereng gunung Yearim, itulah Kesalon, turun ke Bet-Semes dan terus ke Timna. (11) Kemudian batas itu keluar ke utara ke lereng gunung Ekron; kemudian batas itu melengkung ke Sikron, terus ke gunung Baala dan keluar dekat Yabneel, sehingga batas itu berakhir di laut. (12) Batas barat ialah Laut Besar dan pantainya. Itulah, ke segala penjuru, batas-batas daerah bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka.”.
Dan mereka dilarang untuk menyerang daerah-daerah lain yang Tuhan tidak berikan kepada mereka.
Bdk. Ul 2:4-5,8-9,18-19,37 - “(4) Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir; mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali; (5) janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu setapak kaki dari negeri mereka, karena kepada Esau telah Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya. ... (8) Kemudian kita berjalan terus, meninggalkan daerah saudara-saudara kita, bani Esau yang diam di Seir, meninggalkan jalan dari Araba-Yordan, yakni dari Elat dan Ezion-Geber. Sesudah itu kita belok dan berjalan terus ke arah padang gurun Moab. (9) Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Janganlah melawan Moab dan janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu apapun dari negerinya menjadi milikmu, karena Ar telah Kuberikan kepada bani Lot menjadi miliknya. ... (18) Pada hari ini engkau akan berjalan melintasi perbatasan Moab, yakni Ar, (19) maka engkau sampai ke dekat bani Amon. Janganlah melawan mereka dan janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu apapun dari negeri bani Amon itu menjadi milikmu, karena Aku telah memberikannya kepada bani Lot menjadi miliknya. ... (37) Hanya negeri bani Amon tidak engkau dekati, baik sungai Yabok sepanjang tepinya maupun kota-kota di pegunungan, tepat seperti yang dilarang TUHAN, Allah kita.’”.
Matthew Henry: “Thus the promise made to Abraham (Gen 15:18), and repeated to Joshua (ch. 1:4), that the borders of Israel should extend to the river Euphrates, was performed, at length.” [= Dengan demikian, janji yang diberikan kepada Abraham (Kej 15:18), dan diulangi kepada Yosua (pasal 1:4), bahwa batas-batas Israel akan mencapai sungai Efrat, akhirnya digenapi.].
17)Penerapan kepada Yesus Kristus dan kita sebagai utusan-utusan / hamba-hambaNya.
Matthew Henry: “Jesus Christ, the Son of David, sent his ambassadors, his apostles and ministers, after all his servants the prophets, to the Jewish church and nation; but they treated them shamefully, as Hanun did David’s ambassadors, mocked them, abused them, slew them; and it was this that filled the measure of their iniquity, and brought upon them ruin without remedy (Matt 21:35,41; 22:7; compare 2 Chron 26:16); for Christ takes the affronts and injuries done to his ministers as done to himself and will avenge them accordingly.” [= Yesus Kristus, Anak Daud, mengirim utusan-utusan / duta-dutaNya, rasul-rasulNya dan para pelayan / pendetaNya, setelah semua hambaNya, para nabi, kepada gereja dan bangsa Yahudi; tetapi mereka memperlakukan mereka dengan cara memalukan, seperti Hanun melakukan utusan-utusan / duta-duta Daud, mencemooh / mengejek mereka, menangani mereka secara buruk, membunuh mereka; dan itulah yang memenuhi takaran kejahatan mereka, dan membawa kepada mereka kehancuran tanpa obat / penyembuhan (Mat 21:35,41; 22:7; bandingkan 2Taw 26:16); karena Kristus menganggap penghinaan dan kekerasan yang dilakukan terhadap para pelayanNya sebagai dilakukan kepadaNya sendiri dan akan membalasnya sesuai dengannya.].
Mat 21:35,41 - “(35) Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. ... (41) Kata mereka kepadaNya: ‘Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.’”.
Mat 22:7 - “Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.”.
2Taw 26:16 - “Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.”.
Catatan: 2Taw 26:16 ini rupanya salah cetak, karena ayatnya tidak ada hubungannya dengan apa yang Matthew Henry bicarakan.
Pulpit Commentary: “Ignorance and dislike combined to slay the Lord of glory (John 8:37–45; 1 Cor. 2:8). If such things happened to the Master, the servants may be patient and trustful should they also happen to them.” [= Ketidaktahuan dan ketidaksukaan bergabung untuk membunuh Tuhan kemuliaan (Yoh 8:37–45; 1Kor 2:8). Jika hal-hal seperti itu terjadi pada sang Guru / Tuan, para hamba dapat bersabar dan percaya jika hal serupa juga terjadi kepada mereka.].
Yoh 8:37-45 - “(37) ‘Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firmanKu tidak beroleh tempat di dalam kamu. (38) Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.’ (39) Jawab mereka kepadaNya: ‘Bapa kami ialah Abraham.’ Kata Yesus kepada mereka: ‘Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. (40) Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. (41) Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.’ Jawab mereka: ‘Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.’ (42) Kata Yesus kepada mereka: ‘Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. (43) Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasaKu? Sebab kamu tidak dapat menangkap firmanKu. (44) Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. (45) Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepadaKu.”.
1Kor 2:8 - “Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.”.
Pulpit Commentary: “When men allow an ill-informed mind to be swayed by a malicious spirit, there is no telling to what lengths they may go in sin. Evil deeds are blind deeds. Their folly is parallel with their depravity. The most conspicuous instance of this is in the case of the people who misjudged Christ and rejected his friendliness. That which was to have been a rock on which they could build a great and blessed future became a stone to grind them to powder (Matt. 21:40–44; 23:37; 1 Pet. 2:7, 8). It is also the wanton rejection of Christ’s kindness which will prove the occasion of the bitterest woe to individuals (Matt. 10:14, 15; 11:20–24; cf. Prov. 1:24–27). All rejections of friendliness involve ultimate loss; rejection of Christ’s friendliness involves loss proportionate to his greatness and glory.” [= Ketika manusia membiarkan pikiran yang kurang berpengetahuan dipengaruhi oleh semangat jahat, tidak ada yang dapat memprediksi sejauh mana mereka akan terjerumus dalam dosa. Perbuatan-perbuatan jahat adalah perbuatan-perbuatan buta. Kebodohan mereka paralel dengan kebejatan mereka. Contoh yang paling mencolok tentang hal ini adalah dalam kasus orang-orang yang salah menilai Kristus dan menolak kebaikanNya. Apa yang seharusnya menjadi batu karang tempat mereka bisa membangun masa depan yang besar dan diberkati, berubah menjadi batu yang menghancurkan mereka menjadi bubuk (Mat 21:40–44; 23:37; 1Pet 2:7,8). Ini juga adalah penolakan sembrono terhadap kebaikan Kristus yang akan menjadi penyebab kesedihan yang terpahit bagi individu-individu (Mat 10:14,15; 11:20–24; lihat juga Amsal 1:24–27). Semua penolakan terhadap kebaikan melibatkan kerugian akhir; penolakan terhadap kebaikan Kristus melibatkan kerugian sebanding dengan kebesaran dan kemuliaanNya.].
Mat 21:40-44 - “(40) Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?’ (41) Kata mereka kepadaNya: ‘Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.’ (42) Kata Yesus kepada mereka: ‘Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. (43) Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. (44) [Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.]’”.
Mat 23:37 - “‘Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”.
1Pet 2:7-8 - “(7) Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: ‘Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.’ (8) Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.”.
Mat 10:14-15 - “(14) Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. (15) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.’”.
Mat 11:20-24 - “(20) Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizatNya: (21) ‘Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (22) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. (23) Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. (24) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.’”.
Amsal 1:24-27 - “(24) Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, (25) bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, (26) maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, (27) apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.”.
18)Kemenangan mengharuskan kita untuk lebih berhati-hati.
Adam Clarke: “And thus, in the space of nineteen or twenty years, David had the good fortune to finish gloriously eight wars, all righteously undertaken, and all honourably terminated; namely, 1. The civil war with Ish-bosheth. 2. The war against the Jebusites. 3. The war against the Philistines and their allies. 4. The war against the Philistines alone. 5. The war against the Moabites. 6. The war against Hadadezer. 7. The war against the Idumeans. 8. The war against the Ammonites and Syrians. This last victory was soon followed by the complete conquest of the kingdom of the Ammonites, abandoned by their allies. What glory to the monarch of Israel. Had not the splendour of this illustrious epoch been obscured by a complication of crimes of which one could never have even suspected him capable! We are now done with the first part of this book, in which we find David great, glorious, and pious. We now come to the second part, in which we shall have the pain to observe him fallen from God, and his horn defiled in the dust by crimes of the most flagitious nature. Let him that most assuredly standeth take heed lest he fall (compare 1 Cor 10:12).” [= Dan demikianlah, dalam waktu sembilan belas atau dua puluh tahun, Daud beruntung menyelesaikan dengan gemilang delapan peperangan, yang semuanya dijalani dengan benar, dan semuanya berakhir dengan terhormat; yaitu, 1. Perang saudara dengan Isyboset. 2. Perang melawan orang Yebus. 3. Perang melawan orang Filistin dan sekutu-sekutu mereka. 4. Perang melawan orang Filistin sendirian. 5. Perang melawan orang Moab. 6. Perang melawan Hadadezer. 7. Perang melawan orang Idumea. 8. Perang melawan orang Amon dan orang Aram. Kemenangan terakhir ini segera diikuti oleh penaklukan penuh kerajaan orang Amon, yang ditinggalkan oleh sekutu-sekutu mereka. Betapa mulianya sang raja Israel. Seandainya kemuliaan / kemegahan dari masa kejayaan yang terkenal ini tidak dikaburkan oleh suatu komplikasi dari kejahatan yang tidak pernah kita curigai kalau ia mampu melakukannya! Kami sekarang telah selesai dengan bagian pertama dari buku ini, di mana kami menemukan Daud besar / agung, mulia, dan saleh. Kami sekarang beralih ke bagian kedua, di mana kami akan merasakan kesedihan melihatnya jatuh dari Allah, dan tanduknya ternoda oleh kejahatan yang paling keji. Biarlah orang yang dengan yakin berdiri itu berhati-hati agar jangan ia jatuh (bandingkan 1Kor 10:12).].
1Kor 10:12 - “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”.
Penutup / kesimpulan.
Pulpit Commentary: “IX. Adverse beginnings may, for the just, issue in good endings. It is a pain and annoyance to David to have his friendliness so wantonly rejected (ver. 4), but the event issued in the extension of his power and the surer peace of his people (vers. 18, 19). Man has the beginnings of things in his hand, but a Mightier One works them up towards issues of his own. The persecution of the early Church resulted in the wider diffusion of the gospel. The rejection of Christ by the Jewish nation is to issue in a greater glory. Many things in our personal experience may pain and injure us, but by stirring up our strength, by awakening more trust in God and leading to greater caution and courage, we may in the end achieve conquests once never thought of.” [= IX. AWAL YANG MERUGIKAN BISA, BAGI YANG BENAR, BERUJUNG PADA AKHIR YANG BAIK. Adalah suatu kesakitan dan gangguan bagi Daud untuk melihat keramahannya ditolak dengan berlebihan / tanpa alasan (ay 4), tetapi peristiwa itu berakhir dengan perluasan kekuasaannya dan kedamaian yang lebih pasti bagi rakyatnya (ay 18, 19). Manusia memiliki awal dari segala sesuatu di tangannya, tetapi Yang Lebih Kuat mengerjakan mereka untuk mengarahkannya menuju hasil akhir dari milikNya. Penganiayaan terhadap Gereja awal menghasilkan penyebaran Injil yang lebih luas. Penolakan terhadap Kristus oleh bangsa Yahudi akan berujung pada kemuliaan yang lebih besar. Banyak hal dalam pengalaman pribadi kita mungkin menyakitkan dan melukai kita, tetapi dengan menggerakkan kekuatan kita, dengan membangkitkan lebih banyak kepercayaan kepada Allah dan membawa kepada lebih banyak kehati-hatian dan keberanian, kita pada akhirnya mungkin mencapai kemenangan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.].
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali