(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 26 Mei 2024, pk 09.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
II Samuel 10:1-19(1)
kebaikan yang dibalas dengan kejahatan (1)
2Sam 10:1-19 - “(1) Sesudah itu matilah raja bani Amon; dan Hanun, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (2) Lalu berkatalah Daud: ‘Aku akan menunjukkan persahabatan kepada Hanun bin Nahas, sama seperti ayahnya telah menunjukkan persahabatan kepadaku.’ Sebab itu Daud menyuruh menyampaikan pesan turut berdukacita kepadanya dengan perantaraan pegawai-pegawainya karena kematian ayahnya. Tetapi ketika pegawai-pegawai Daud sampai ke negeri bani Amon itu, (3) berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: ‘Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?’ (4) Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur setengah dari janggut mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pantat mereka, kemudian dilepasnya mereka. (5) Hal ini diberitahukan kepada Daud, lalu disuruhnya orang menemui mereka, sebab orang-orang itu sangat dipermalukan. Raja berkata: ‘Tinggallah di Yerikho sampai janggutmu itu tumbuh, kemudian datanglah kembali.’ (6) Setelah dilihat bani Amon, bahwa mereka dibenci Daud, maka bani Amon itu menyuruh orang menyewa dari orang Aram-Bet-Rehob dan orang Aram dari Zoba dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, dari raja negeri Maakha seribu orang dan dari orang-orang Tob dua belas ribu orang. (7) Ketika Daud mendengar hal itu, disuruhnyalah Yoab maju dengan segenap pasukan pahlawan. (8) Lalu bani Amon maju, diaturnya barisan perangnya di depan pintu gerbang, sedang orang Aram dari Zoba dan dari Rehob dan orang-orang Tob dan Maakha ada tersendiri di padang. (9) Ketika Yoab melihat, bahwa serangan itu mengancam dia dari depan dan dari belakang, maka dipilihnyalah sebagian dari orang pilihan Israel, lalu ia mengatur barisan mereka berhadapan dengan orang Aram itu. (10) Selebihnya dari rakyat itu ditempatkannya di bawah pimpinan Abisai, adiknya, yang mengatur barisan mereka berhadapan dengan bani Amon itu. (11) Lalu berkatalah Yoab: ‘Jika orang Aram itu lebih kuat dari padaku, maka haruslah engkau menolong aku, tetapi jika bani Amon itu lebih kuat dari padamu, maka aku akan datang menolong engkau. (12) Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mataNya.’ (13) Lalu Yoab dan tentara yang bersama-sama dengan dia maju berperang melawan orang Aram dan orang-orang itu melarikan diri dari hadapannya. (14) Ketika bani Amon melihat, bahwa orang Aram sudah melarikan diri, maka merekapun larilah dari hadapan Abisai dan masuk ke dalam kota. Sesudah itu pulanglah Yoab setelah memerangi bani Amon dan sampailah ia ke Yerusalem. (15) Ketika orang Aram melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka berkumpullah mereka bersama-sama. (16) Juga Hadadezer menyuruh orang Aram yang di seberang sungai Efrat maju berperang; mereka sampai ke Helam di bawah pimpinan Sobakh, panglima tentara Hadadezer. (17) Setelah hal itu diberitahukan kepada Daud, maka dikumpulkannya seluruh orang Israel, diseberanginya sungai Yordan, lalu sampai ke Helam. Orang Aram mengatur barisannya berhadapan dengan Daud dan bertempur melawan dia, (18) tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana. (19) Ketika dilihat semua raja, yang takluk kepada Hadadezer, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka mereka mengadakan perdamaian dengan orang Israel dan takluk kepada mereka; sesudah itu takutlah orang Aram memberi pertolongan lagi kepada bani Amon.”.
Calvin: “Scripture explains here how David was compelled to go to war again, although it had seemed that God had conquered all his enemies, so that none should have been able to bother him any more.” [= Kitab Suci menjelaskan di sini bagaimana Daud terpaksa untuk pergi berperang lagi, sekalipun kelihatan bahwa Allah telah mengalahkan semua musuh-musuhnya, sehingga tidak ada yang bisa mengganggu dia lagi.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 446.
Mungkin Calvin memaksudkan 2Sam 7:1 - “Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling,”.
Matthew Henry (tentang 2Sam 7:1): “Here is, I. David at rest. He sat in his house (v. 1), quiet and undisturbed, having no occasion to take the field: The Lord had given him rest round about, from all those that were enemies to his settlement in the throne, and he set himself to enjoy that rest. ... He had not been long at rest, ...” [= Di sinilah, I. Daud beristirahat. Ia duduk di rumahnya (ay 1), tenang dan tidak diganggu, tidak mempunyai alasan untuk memulai suatu operasi militer: Tuhan telah memberikan dia keamanan / istirahat dari semua yang adalah musuh-musuh di sekelilingnya terhadap kedudukannya di takhta, dan ia membuat dirinya sendiri menikmati istirahat itu. ... Ia tidak lama beristirahat, ... ].
Memang hidup orang percaya adalah suatu peperangan! Kadang-kadang bisa ada istirahat, tetapi itu tidak akan terlalu lama! Setan tidak akan membiarkan kita tenang-tenang terus. Apalagi Daud, yang pada masa tenangnya ingin mendirikan Bait Suci (2Sam 7:2), yang sekalipun tidak diizinkan oleh Tuhan (2Sam 7:4-dst), tetapi ia tetap menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mempermudah anaknya (Salomo) nanti dalam membangun Bait Suci itu (1Taw 22:1-dst)! Setan pasti tidak akan membiarkan tanpa gangguan orang yang terus berusaha untuk memuliakan Tuhan!
2Sam 7:1-13 - “(1) Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, (2) berkatalah raja kepada nabi Natan: ‘Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda.’ (3) Lalu berkatalah Natan kepada raja: ‘Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau.’ (4) Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: (5) ‘Pergilah, katakanlah kepada hambaKu Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagiKu untuk Kudiami? (6) Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman. (7) Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umatKu Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagiKu rumah dari kayu aras? (8) Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hambaKu Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umatKu Israel. (9) Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. (10) Aku menentukan tempat bagi umatKu Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, (11) sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umatKu Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu. (12) Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. (13) Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKu dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.”.
1Taw 22:1-19 - “(1) Lalu berkatalah Daud: ‘Di sinilah rumah TUHAN, Allah kita, dan di sinilah mezbah untuk korban bakaran orang Israel.’ (2) Daud menyuruh mengumpulkan orang-orang asing yang ada di negeri orang Israel, lalu ditempatkannya tukang-tukang untuk memahat batu-batu pahat yang akan dipakai untuk mendirikan rumah Allah. (3) Selanjutnya Daud menyediakan sangat banyak besi untuk paku-paku bagi daun pintu gerbang dan bagi tupai-tupai, juga sangat banyak tembaga yang tidak tertimbang beratnya, (4) dan kayu aras yang tidak terbilang banyaknya, sebab orang Sidon dan orang Tirus membawa sangat banyak kayu aras bagi Daud. (5) Karena pikir Daud: ‘Salomo, anakku, masih muda dan kurang berpengalaman, dan rumah yang harus didirikannya bagi TUHAN haruslah luar biasa besarnya sehingga menjadi kenamaan dan termasyhur di segala negeri; sebab itu baiklah aku mengadakan persediaan baginya!’ Lalu Daud membuat sangat banyak persediaan sebelum ia mati. (6) Kemudian dipanggilnya Salomo, anaknya, dan diberinya perintah kepadanya untuk mendirikan rumah bagi TUHAN, Allah Israel, (7) kata Daud kepada Salomo: ‘Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku, (8) tetapi firman TUHAN datang kepadaku, demikian: Telah kautumpahkan sangat banyak darah dan telah kaulakukan peperangan yang besar; engkau tidak akan mendirikan rumah bagi namaKu, sebab sudah banyak darah kautumpahkan ke tanah di hadapanKu. (9) Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; sejahtera dan sentosa akan Kuberikan atas Israel pada zamannya. (10) Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKu dan dialah yang akan menjadi anakKu dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya. (11) Maka sekarang, hai anakku, TUHAN kiranya menyertai engkau, sehingga engkau berhasil mendirikan rumah TUHAN, Allahmu, seperti yang difirmankanNya mengenai engkau. (12) Hanya, TUHAN kiranya memberikan kepadamu akal budi dan pengertian dan membuat engkau menjadi pemegang perintah atas Israel, supaya engkau memelihara Taurat TUHAN, Allahmu. (13) Maka engkau akan berhasil, jika engkau melakukan dengan setia ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan TUHAN kepada Musa untuk orang Israel. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah tawar hati. (14) Sesungguhnya, sekalipun dalam kesusahan, aku telah menyediakan untuk rumah TUHAN itu seratus ribu talenta emas dan sejuta talenta perak dan sangat banyak tembaga dan besi, sehingga beratnya tidak tertimbang; juga aku telah menyediakan kayu dan batu. Tetapi baiklah engkau menambahnya lagi. (15) Lagipula engkau mempunyai sangat banyak pekerja, yakni pemahat-pemahat batu, tukang-tukang batu dan kayu dan orang-orang yang ahli dalam segala macam pekerjaan (16) emas, perak, tembaga dan besi, yang tidak terhitung banyaknya. Mulailah bekerja! TUHAN kiranya menyertai engkau!’ (17) Dan Daud memberi perintah kepada segala pembesar Israel itu untuk memberi bantuan kepada Salomo, anaknya, katanya: (18) ‘Bukankah TUHAN, Allahmu, menyertai kamu dan telah mengaruniakan keamanan kepadamu ke segala penjuru. Sungguh, Ia telah menyerahkan penduduk negeri ini ke dalam tanganku, sehingga negeri ini takluk ke hadapan TUHAN dan kepada umatNya. (19) Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah, supaya tabut perjanjian TUHAN dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama TUHAN.’’.
I) Daud perang lawan Aram: satu kali atau dua kali?
Perbandingan cerita tentang perang Daud melawan Hadadezer dan Aram dalam 2Sam 8 dan dalam 2Sam 10.
2Sam 8:3-6a - “(3) Selanjutnya Daud memukul kalah Hadadezer bin Rehob, raja Zoba, ketika ia pergi memulihkan kekuasaannya pada sungai Efrat. (4) Daud menawan dari padanya seribu tujuh ratus orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, tetapi dengan meninggalkan seratus ekor kuda kereta. (5) Lalu orang Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, raja Zoba, tetapi dari antara orang Aram itu Daud menewaskan dua puluh dua ribu orang. (6) Kemudian Daud menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di daerah orang Aram dari Damsyik. Orang Aram itu takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti.”.
2Sam 10:6-19 - “(6) Setelah dilihat bani Amon, bahwa mereka dibenci Daud, maka bani Amon itu menyuruh orang menyewa dari orang Aram-Bet-Rehob dan orang Aram dari Zoba dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, dari raja negeri Maakha seribu orang dan dari orang-orang Tob dua belas ribu orang. (7) Ketika Daud mendengar hal itu, disuruhnyalah Yoab maju dengan segenap pasukan pahlawan. (8) Lalu bani Amon maju, diaturnya barisan perangnya di depan pintu gerbang, sedang orang Aram dari Zoba dan dari Rehob dan orang-orang Tob dan Maakha ada tersendiri di padang. (9) Ketika Yoab melihat, bahwa serangan itu mengancam dia dari depan dan dari belakang, maka dipilihnyalah sebagian dari orang pilihan Israel, lalu ia mengatur barisan mereka berhadapan dengan orang Aram itu. (10) Selebihnya dari rakyat itu ditempatkannya di bawah pimpinan Abisai, adiknya, yang mengatur barisan mereka berhadapan dengan bani Amon itu. (11) Lalu berkatalah Yoab: ‘Jika orang Aram itu lebih kuat dari padaku, maka haruslah engkau menolong aku, tetapi jika bani Amon itu lebih kuat dari padamu, maka aku akan datang menolong engkau. (12) Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mataNya.’ (13) Lalu Yoab dan tentara yang bersama-sama dengan dia maju berperang melawan orang Aram dan orang-orang itu melarikan diri dari hadapannya. (14) Ketika bani Amon melihat, bahwa orang Aram sudah melarikan diri, maka merekapun larilah dari hadapan Abisai dan masuk ke dalam kota. Sesudah itu pulanglah Yoab setelah memerangi bani Amon dan sampailah ia ke Yerusalem. (15) Ketika orang Aram melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka berkumpullah mereka bersama-sama. (16) Juga Hadadezer menyuruh orang Aram yang di seberang sungai Efrat maju berperang; mereka sampai ke Helam di bawah pimpinan Sobakh, panglima tentara Hadadezer. (17) Setelah hal itu diberitahukan kepada Daud, maka dikumpulkannya seluruh orang Israel, diseberanginya sungai Yordan, lalu sampai ke Helam. Orang Aram mengatur barisannya berhadapan dengan Daud dan bertempur melawan dia, (18) tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana. (19) Ketika dilihat semua raja, yang takluk kepada Hadadezer, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka mereka mengadakan perdamaian dengan orang Israel dan takluk kepada mereka; sesudah itu takutlah orang Aram memberi pertolongan lagi kepada bani Amon.”.
1) Ada yang menganggap itu adalah 2 peperangan yang berbeda.
Bible Knowledge Commentary (tentang ay 15-19): “This is the second account of a subjugation of Hadadezer by David (cf. 2 Sam 8:3-8). Apparently chapter 2 Sam 8 records an initial reduction of the Arameans of Zobah to Israelite vassaldom, while chapter 2 Sam 10 assumes an Aramean rebellion against David’s over-lordship, a rebellion which was squashed and which resulted in continued Aramean submission.” [= Ini adalah cerita yang kedua tentang suatu penaklukan dari Hadadezer oleh Daud (Bdk. 2Sam 8:3-8). Kelihatannya pasal 2Sam 8 mencatat suatu pengurangan awal dari orang-orang Aram dari Zoba pada penaklukan Israel, sedangkan pasal 2Sam 10 mengambil suatu pemberontakan Aram terhadap penguasaan Daud, suatu pemberontakan yang dikalahkan / dihancurkan dan yang menghasilkan ketundukan Aram yang berlanjut.].
2) Pada umumnya para penafsir menganggap itu sebagai satu peperangan yang sama.
Pulpit Commentary: “This war is very briefly referred to in ch. 8:12; but we have now entered upon a narrative, the interest of which is altogether unlike all that has gone before.” [= Perang ini telah disebutkan secara sangat singkat dalam 8:12; tetapi kita sekarang memasuki suatu cerita, yang kepentingan / perhatiannya sama sekali berbeda dengan semua yang telah terjadi sebelumnya.].
Barnes’ Notes: “On comparing this whole chapter with 2 Sam 8:3-13; and 1 Chron 19 with 1 Chron 18, it seems not improbable that they are two accounts of one and the same war; the former account (2 Sam 8:3-13) being inserted out of its chronological order. The numbers slain on both occasions, 42,000 (2 Sam 8:4-5), 40,000 (2 Sam 10:18), 700 (2 Sam 8:4; 10:18), the seat of war, the mention of the Euphrates, the persons engaged - David, Joab, and Abishai on one side, Hadarezer and the vassal kings on the other - are too similar to make it probable that they belong to two different wars.” [= Dalam membandingkan seluruh pasal ini dengan 2Sam 8:3-13; dan 1Taw 19 dengan 1Taw 18, kelihatannya bukannya tidak mungkin bahwa mereka adalah dua cerita tentang perang yang satu dan sama; cerita yang terdahulu (2Sam 8:3-13) dimasukkan di luar urut-urutan khronologisnya. Bilangan orang yang dibunuh dalam kedua peristiwa, 42.000 (2Sam 8:4-5), 40.000 (2Sam 10:18), 700 (2Sam 8:4; 10:18), lokasi dari perang, penyebutan tentang Sungai Efrat, orang-orang yang terlibat - Daud, Yoab, dan Abisai pada satu pihak, Hadarezer dan raja-raja budak / taklukan di pihak yang lain - adalah terlalu mirip untuk membuatnya mungkin bahwa mereka termasuk pada dua perang yang berbeda.].
Keil & Delitzsch (tentang 2Sam 8:3-4): “There is also a war between David and Hadadezer and other kings of Syria mentioned in ch. 10; and the commentators all admit that that war, in which David defeated these kings when they came to the help of the Ammonites, is connected with the war mentioned in the present chapter. But the connection is generally supposed to be this, that the first of David’s Aramaean wars is given in ch. 8, the second in ch. 10; for no other reason, however, than because ch. 10 stands after ch. 8. This view is decidedly an erroneous one. According to the chapter before us, the war mentioned there terminated in the complete subjugation of the Aramaean kings and kingdoms. Aram became subject to David, paying tribute (v. 6). Now, though the revolt of subjugated nations from their conquerors is by no means a rare thing in history, and therefore it is perfectly conceivable in itself that the Aramaeans should have fallen away from David when he was involved in the war with the Ammonites, and should have gone to the help of the Ammonites, such an assumption is precluded by the fact that there is nothing in ch. 10 about any falling away or revolt of the Aramaeans from David; but, on the contrary, these tribes appear to be still entirely independent of David, and to be hired by the Ammonites to fight against him. But what is absolutely decisive against this assumption, is the fact that the number of Aramaeans killed in the two wars is precisely the same (compare v. 4 with 2 Sam 10:18): so that it may safely be inferred, not only that the war mentioned in ch. 10, in which the Aramaeans who had come to the help of the Ammonites were smitten by David, was the very same as the Aramaean war mentioned in ch. 8, but of which the result only is given; but also that all the wars which David waged with the Aramaeans, like his war with Edom (vv. 13ff.), arose out of the Ammonitish war (ch. 10), and the fact that the Ammonites enlisted the help of the kings of Aram against David (2 Sam 10:6). We also obtain from ch. 10 an explanation of the expression ‘as he went to restore his power (Eng. Ver. ‘recover his border’) at the river,’ since it is stated there that Hadadezer was defeated by Joab the first time, and that, after sustaining this defeat, he called the Aramaeans on the other side of the Euphrates to his assistance, that he might continue the war against Israel with renewed vigour (2 Sam 10:13,15ff.). The power of Hadadezer had no doubt been crippled by his first defeat; and in order to restore it, he procured auxiliary troops from Mesopotamia with which to attack David, but he was defeated a second time, and obliged to submit to him (2 Sam 10:17-18).” [= Disana juga ada suatu perang antara Daud dan Hadadezer dan raja-raja lain dari Siria yang disebutkan dalam 2Sam 10; dan para penafsir semua mengakui bahwa perang itu, dalam mana Daud mengalahkan raja-raja ini pada waktu mereka datang membantu orang-orang Amon, berhubungan dengan perang yang disebutkan dalam pasal ini (pasal 8). Tetapi hubungannya biasanya dianggap seperti ini, bahwa perang Daud dengan orang-orang Aram yang pertama diberikan dalam pasal 8, dan yang kedua dalam pasal 10; tetapi hanya dengan alasan karena pasal 10 berada setelah pasal 8. Pandangan ini jelas merupakan pandangan yang salah. Menurut pasal di depan kita, perang yang disebutkan di sana berakhir dalam penaklukan sepenuhnya dari raja-raja dan kerajaan-kerajaan Aram. Aram menjadi takluk kepada Daud dan harus membayar upeti (ay 6). Sekarang, sekalipun pemberontakan dari bangsa-bangsa yang tunduk / takluk dari penakluk-penakluk mereka sama sekali bukan suatu hal yang jarang dalam sejarah, dan karena itu dalam dirinya sendiri merupakan sesuatu yang memungkinkan bahwa orang-orang Aram telah melepaskan diri dari Daud pada waktu ia terlibat dalam perang dengan orang-orang Amon, dan telah pergi membantu orang-orang Amon, anggapan seperti itu dikesampingkan / menjadi mustahil karena fakta bahwa di sana tidak ada apapun dalam pasal 10 tentang tindakan melepaskan diri atau pemberontakan apapun dari orang-orang Aram terhadap Daud; tetapi sebaliknya, suku-suku ini kelihatan masih sepenuhnya tidak tergantung kepada Daud, dan disewa oleh orang-orang Amon untuk berperang melawan dia. Tetapi apa yang secara mutlak membereskan keraguan terhadap anggapan ini, adalah fakta bahwa jumlah orang-orang Aram yang dibunuh dalam 2 perang itu adalah persis sama (bandingkan ay 4 dengan 2Sam 10:18): sehingga bisa secara aman disimpulkan, bukan hanya bahwa perang yang disebutkan dalam pasal 10, dalam mana orang-orang Aram yang telah datang membantu orang-orang Amon dipukul / dibantai oleh Daud, adalah orang-orang yang sama dengan perang dengan Aram yang disebutkan dalam pasal 8, tetapi tentang mana hanya hasilnya yang diberikan; tetapi juga bahwa semua perang yang Daud lakukan dengan orang-orang Aram, seperti perang dengan Edom (ay 13-dst), muncul dari perang dengan orang-orang Amon ini (pasal 10), dan fakta bahwa orang-orang Amon mendapatkan pertolongan dari raja-raja Aram terhadap Daud (2Sam 10:6). Kita juga mendapatkan dari pasal 10 suatu penjelasan tentang ungkapan ‘pada waktu ia pergi untuk memulihkan kekuatannya {versi Inggris (KJV) ‘memulihkan perbatasannya’} di sungai’ (2Sam 8:3b), karena dinyatakan di sana bahwa Hadadezer dikalahkan oleh Yoab pertama kali, dan bahwa, setelah menderita kekalahan ini, ia memanggil orang-orang Aram di sisi lain dari sungai Efrat untuk membantu dia, supaya ia bisa melanjutkan perang melawan Israel dengan kekuatan yang diperbaharui (2Sam 10:13,15-dst). Kekuatan Hadadezer tidak diragukan telah dilumpuhkan oleh kekalahan pertamanya; dan untuk memulihkannya, ia mendapatkan pasukan-pasukan tambahan / bantuan dari Mesopotamia dengan mana ia menyerang Daud, tetapi ia dikalahkan untuk keduakalinya, dan dipaksa untuk tunduk kepadanya (2Sam 10:17-18).].
2Sam 8:4-5 - “(4) Daud menawan dari padanya seribu tujuh ratus orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, tetapi dengan meninggalkan seratus ekor kuda kereta. (5) Lalu orang Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, raja Zoba, tetapi dari antara orang Aram itu Daud menewaskan dua puluh dua ribu orang.”.
2Sam 10:18 - “tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana.”.
Saya tidak mengerti persisnya dimana?? Apakah 40.000 itu hanya dianggap sebagai suatu pembulatan?
II) Hal-hal yang memicu peperangan itu.
1) Kematian raja Amon (ay 1).
Ay 1: “Sesudah itu matilah raja bani Amon; dan Hanun, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.”.
Pulpit Commentary: “The phrase, ‘It came to pass after this,’ has no chronological significance either here or in ch. 8:1. It is simply a form of transition from one subject to another.” [= Ungkapan ‘sesudah itu’ tidak mempunyai arti khronologis baik di sini atau dalam pasal 8:1. Itu hanya merupakan suatu bentuk transisi dari satu pokok kepada pokok yang lain.].
Barnes’ Notes: “Verse 1 ‘The king.’ In marginal reference. Nahash, king, etc. The interval between the two events, not less than 50 years, and possibly more, is against his being the same as the Nahash of 1 Sam 11.” [= Ayat 1 ‘Raja’. Dalam catatan tepi. Nahas, raja, dst. Selang waktu antara dua peristiwa, tidak kurang dari 50 tahun, dan mungkin lebih, menentang bahwa ia adalah raja yang sama dengan Nahas dari 1Sam 11.].
1Sam 11:1 - “Maka Nahas, orang Amon itu, bergerak maju dan berkemah mengepung Yabesh-Gilead. Lalu berkatalah semua orang Yabesh itu kepada Nahas: ‘Adakanlah perjanjian dengan kami, maka kami akan takluk kepadamu.’”.
Pulpit Commentary: “From 1 Chron. 19:1 we learn that the king’s name was Nahash; but whether he was the same as the Nahash mentioned in 1 Sam. 11:1 is uncertain. There was an interval of more than forty years between, but Nahash was probably a young man, just seated on the throne, when he attacked Jabesh-Gilead; and Saul, who repelled him, might have been still alive but for the battle of Gilboa. The name means a ‘serpent’ ... It may thus have been a name assumed by several Ammonite kings,” [= Dari 1Taw 19:1 kita belajar bahwa nama sang raja adalah Nahas; tetapi apakah ia adalah Nahas yang sama yang disebutkan dalam 1Sam 11:1 adalah tidak pasti. Di sana ada jangka waktu lebih dari 40 tahun di antaranya, tetapi Nahas mungkin adalah seorang muda, baru duduk di takhta, pada waktu ia menyerang Yabesh-Gilead; dan Saul, yang memeranginya, bisa masih hidup kalau bukan karena pertempuran di Gilboa (1Sam 31). Namanya berarti ‘seekor ular’ ... Jadi itu bisa merupakan suatu nama yang diambil oleh beberapa raja bangsa Amon,].
1Taw 19:1 - “Sesudah itu matilah Nahas, raja bani Amon, lalu anaknya menjadi raja menggantikan dia.”. Juga kelihatan dari 2Sam 10:2.
1Sam 11:1-2 - “(1) Maka Nahas, orang Amon itu, bergerak maju dan berkemah mengepung Yabesh-Gilead. Lalu berkatalah semua orang Yabesh itu kepada Nahas: ‘Adakanlah perjanjian dengan kami, maka kami akan takluk kepadamu.’ (2) Tetapi Nahas, orang Amon itu, berkata kepada mereka: ‘Dengan syarat inilah aku akan mengadakan perjanjian dengan kamu, bahwa tiap mata kananmu akan kucungkil; dengan demikian aku mendatangkan malu kepada segenap orang Israel.’”.
Nanti kita akan melihat dari komentar-komentar para penafsir bahwa memang ada pro dan kontra tentang apakah Nahas ini adalah Nahas yang sama dengan Nahas dalam 1Sam 11:1-2.
2) Daud mau menunjukkan persahabatan dengan Hanun bin Nahas (ay 2).
Ay 2: “Lalu berkatalah Daud: ‘Aku akan menunjukkan persahabatan kepada Hanun bin Nahas, sama seperti ayahnya telah menunjukkan persahabatan kepadaku.’ Sebab itu Daud menyuruh menyampaikan pesan turut berdukacita kepadanya dengan perantaraan pegawai-pegawainya karena kematian ayahnya. Tetapi ketika pegawai-pegawai Daud sampai ke negeri bani Amon itu,”.
KJV/NIV/NASB/ASV/NKJV/YLT: “kindness” [= kebaikan].
RSV: “deal loyally” [= bertindak dengan setia].
Calvin: “Now his motive was good and holy. Yet he was compelled to wage war against the king of the Ammonites. There is no doubt that this event, which was quoted immediately above, forced him to do so. It is true that it did not happen without the secret counsel of God. ... One must, therefore, conclude that the Ammonites came to assail him. And although he only sought to be their friend, still they had irritated him in such a way that he could not avoid waging war with them.” [= Motivasinya adalah baik dan kudus. Tetapi ia dipaksa untuk berperang melawan raja bangsa Amon. Di sana tidak ada keraguan bahwa peristiwa ini, yang dikutip langsung di atasnya, memaksa dia untuk melakukan hal itu. Adalah benar bahwa itu tidak terjadi tanpa rencana rahasia Allah. ... Karena itu harus disimpulkan bahwa orang-orang Amon datang untuk menyerang dia. Dan sekalipun ia hanya berusaha untuk menjadi sahabat mereka, tetap mereka telah membuatnya marah sedemikian rupa sehingga ia tidak bisa menghindari untuk memerangi mereka.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 447.
Calvin: “If one asks what the text means by the kindness of the king of Ammon to David, the Jews - who are talented in inventing lies - say that after the father and mother of David had their throats cut by the king of Moab, and the rest of their relatives had fled, then the king of Ammon received them and treated them kindly. But these are just fantasies.” [= Jika seseorang bertanya apa yang dimaksudkan text itu dengan kebaikan dari raja Amon kepada Daud, ORANG-ORANG YAHUDI - YANG BERBAKAT DALAM MENCIPTAKAN DUSTA-DUSTA - berkata bahwa setelah ayah dan ibu Daud disembelih oleh raja Moab, dan sisa keluarga mereka telah melarikan diri, maka raja Amon menerima mereka dan memperlakukan mereka dengan baik. Tetapi hal-hal ini hanyalah merupakan khayalan-khayalan.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 447.
Calvin: “It is true that the Ammonites are kept back and banned from the Church by the Law (Deut. 23:4). But nevertheless, it is not said that David could not act kindly towards them, for he is not rebuked for having had an alliance with King Hiram (2 Sam. 5:11), and yet he was an idolater. We see also that Abraham had an alliance with those who had nothing in common with him as far as religion is concerned (Gen. 21:22ff.). It is not said that one should seek such alliances, but as God presents occasions for them, sometimes it is necessary to form these alliances.” [= Adalah benar bahwa bangsa Amon ditahan pada jarak tertentu dan ditolak dari Gereja oleh hukum Taurat (Ul 23:4). Tetapi sekalipun demikian, tidak dikatakan bahwa Daud tidak bisa bertindak dengan baik terhadap mereka, karena ia tidak dicela / dikritik karena mempunyai suatu hubungan yang dekat dengan raja Hiram (2Sam 5:11), yang adalah seorang penyembah berhala. Kita juga melihat bahwa Abraham mempunyai suatu hubungan yang dekat dengan mereka yang tidak mempunyai persamaan dengan dia dalam hal agama (Kej 21:22-dst). Tidak dikatakan bahwa seseorang harus mengusahakan hubungan yang dekat seperti itu, tetapi sebagaimana Allah memberikan peristiwa-peristiwa untuk mereka, kadang-kadang adalah perlu untuk membentuk hubungan-hubungan dekat itu.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 448.
Ul 23:3-4 - “(3) Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya, (4) karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, dan karena mereka mengupah Bileam bin Beor dari Petor di Aram-Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya engkau.”.
2Sam 5:11 - “Hiram, raja negeri Tirus, mengirim utusan kepada Daud dan kayu alas, tukang-tukang kayu dan tukang-tukang batu; mereka mendirikan istana bagi Daud.”.
Kej 21:22-24 - “(22) Pada waktu itu Abimelekh, beserta Pikhol, panglima tentaranya, berkata kepada Abraham: ‘Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan. (23) Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku di sini demi Allah, bahwa engkau tidak akan berlaku curang kepadaku, atau kepada anak-anakku, atau kepada cucu cicitku; sesuai dengan persahabatan yang kulakukan kepadamu, demikianlah harus engkau berlaku kepadaku dan kepada negeri yang kautinggali sebagai orang asing.’ (24) Lalu kata Abraham: ‘Aku bersumpah!’”.
Calvin: “As regards David, it is not said that he made a practice of allying himself with the Ammonites, nor that he wanted to go any further than showing them that he would be a good neighbour to them. He accepted them for what they were. But be that as it may, still he wanted to reassure them so that they would have no occasion to start a needless war. Well, we have said enough about these details, and yet we must not conclude that this deed of David was reproved by God, ... For our own good intentions will often be frustrated, and yet God will not fail to approve what we tried to do. ... Thus it happened to David. For although Hanun was ungrateful and treated David with treachery and cruelty, still everything turned out to David’s advantage ... So much, therefore, for the deed of David, for which he can in no way be condemned.” [= Berkenaan dengan Daud, tidak dikatakan bahwa ia membuat suatu praktek yang menghubungkan dirinya secara dekat dengan bangsa Amon, ataupun bahwa ia ingin untuk berjalan lebih jauh dari pada sekedar menunjukkan kepada mereka bahwa ia mau menjadi seorang tetangga yang baik dengan mereka. Ia menerima mereka sebagaimana adanya mereka. Tetapi sekalipun itu benar, tetap ia ingin memberi kepastian kepada mereka sehingga mereka tidak mempunyai suatu alasan untuk memulai suatu perang yang tidak perlu. Kami telah cukup berbicara tentang detail-detail ini tetapi kita tidak boleh menyimpulkan bahwa tindakan Daud ini dicela oleh Allah, ... Karena maksud-maksud baik kita sering digagalkan, tetapi Allah tidak akan gagal untuk menyetujui / menganggap baik apa yang kita coba untuk lakukan. ... Demikianlah terjadi pada Daud. Karena sekalipun Hanun bersikap tidak tahu terima kasih dan memperlakukan Daud dengan tindakan yang bersifat pengkhianatan dan kejam, tetap segala sesuatu menjadi keuntungan Daud ... Karena itu, sejauh itu tindakan Daud, untuk mana ia tidak bisa dikecam dengan cara apapun.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 448.
Calvin: “Hence, when it comes to doing good, let us not be too concerned about our own profit; let us not speculate in order to know what the outcome will be. Let us put it all back in the hands of God, since the outcome depends on him, and yet let us do what he commands us. Hence, since we must render good for evil, if it pleases him for someone to render us evil for good, and it seems that we have wasted our time, let us realise that he is still pleased with our service when we act in this way.” [= Jadi, pada waktu itu berurusan dengan melakukan hal yang baik, hendaklah kita tidak terlalu memikirkan keuntungan kita sendiri; hendaklah kita tidak berspekulasi untuk tahu apa hasilnya nanti. Hendaklah kita meletakkan semuanya dalam tangan Allah, karena hasilnya tergantung kepada Dia, dan marilah kita melakukan apa yang Ia perintahkan kepada kita. Jadi, karena kita harus membalas kejahatan dengan kebaikan, jika itu memperkenan Dia / dikehendakiNya bagi seseorang untuk membalas kebaikan kita dengan kejahatan, dan kelihatannya kita telah membuang-buang waktu kita, hendaklah kita menyadari bahwa Ia tetap berkenan dengan pelayanan kita pada waktu kita bertindak dengan cara ini.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 450.
Penerapan: kalau mau melakukan sesuatu yang baik / benar, jangan berpikir secara negatif tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi kalau kita melakukan hal yang baik / benar itu.
Calvin: “Now that is what we have to remember. When many object which could corrupt us come across our path and act like nets which are spread out to keep us from walking in the path which God has pointed out to us, let us maintain the simple trust which says: ‘Still, we must obey what we are commanded by God. He wants me to fulfil my office and duty, and that is the way that I must go. It is sufficient that God accepts the obedience which I render him. As for the outcome, he will know how to take care of it in such a way that although we must endure some trouble and annoyance, still all of it will be converted to our good and to our salvation. Now we must rest upon this.’” [= Itulah yang harus kita ingat. Pada waktu banyak hal yang bisa merusak kita / membuat kita menjadi jahat muncul di jalan kita dan bertindak seperti jaring yang disebarkan untuk mencegah kita dari berjalan di jalan yang Allah telah tunjukkan kepada kita, marilah kita mempertahankan kepercayaan yang sederhana yang berkata: ‘Tetap, kita harus mentaati apa yang diperintahkan oleh Allah. Ia ingin aku untuk menggenapi jabatan dan tugasku, dan itu adalah jalan yang harus aku tempuh. Adalah cukup bahwa Allah menerima ketaatan yang aku berikan kepadaNya. Tentang hasilnya, Ia tahu bagaimana menanganinya dengan cara sedemikian rupa sehingga sekalipun kita harus mengalami kesukaran dan gangguan, tetap semua itu akan diubahkan untuk kebaikan kita dan keselamatan kita. Kita harus bersandar pada hal ini’.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 450-451.
Matthew Henry: “Nahash had been an enemy to Israel, a cruel enemy (1 Sam 11:2), and yet had shown kindness to David, perhaps only in contradiction to Saul, who was unkind to him: however, if David receives kindness, he is not nice in examining the grounds and principles of it, but resolves gratefully to return it. If a Pharisee give alms in pride, though God will not reward him, yet he that receives the alms ought to return thanks for it. God knows the heart, but we do not.” [= Nahas adalah seorang musuh bagi Israel, seorang musuh yang kejam (1Sam 11:2), tetapi telah menunjukkan kebaikan terhadap Daud, mungkin hanya dalam pertentangan dengan Saul, yang tidak baik kepada Daud: tetapi bagaimanapun, jika Daud menerima kebaikan, ia tidak baik dalam memeriksa dasar-dasar dan prinsip-prinsip dari kebaikan itu, tetapi (harus) memutuskan dengan rasa terima kasih untuk membalas kebaikan itu. Jika seorang Farisi memberikan sedekah dengan kesombongan, sekalipun Allah tidak akan memberi pahala kepadanya, tetapi ia yang menerima sedekah itu harus berterima kasih untuk itu. Allah mengetahui hati, tetapi kita tidak.].
1Sam 11:1-2 - “(1) Maka Nahas, orang Amon itu, bergerak maju dan berkemah mengepung Yabesh-Gilead. Lalu berkatalah semua orang Yabesh itu kepada Nahas: ‘Adakanlah perjanjian dengan kami, maka kami akan takluk kepadamu.’ (2) Tetapi Nahas, orang Amon itu, berkata kepada mereka: ‘Dengan syarat inilah aku akan mengadakan perjanjian dengan kamu, bahwa tiap mata kananmu akan kucungkil; dengan demikian aku mendatangkan malu kepada segenap orang Israel.’”.
Adam Clarke: “‘I will show kindness unto Hanun the son of Nahash.’ We do not know exactly the nature or extent of the obligation which David was under to the king of the Ammonites; but it is likely that the Nahash here mentioned was the same who had attacked Jabesh-gilead, and whom Saul defeated. Since David had taken refuge with the Moabites, (1 Sam 22:3,) and this was contiguous to the king of the Ammonites, Hanun’s hatred for Saul might induce him to show particular kindness to David.” [= ‘Aku akan menunjukkan kebaikan kepada Hanun bin Nahas’. Kita tidak tahu dengan tepat sifat atau luas dari kewajiban dari Daud kepada raja bangsa Amon; tetapi adalah mungkin bahwa Nahas yang disebutkan di sini adalah Nahas yang sama yang telah menyerang Yabesh-Gilead, dan yang dikalahkan oleh Saul. Karena Daud telah mendapat perlindungan dengan bangsa Moab, (1Sam 22:3), dan ini dekat / bertetangga dengan raja bangsa Amon, kebencian Hanun kepada Saul bisa mendorongnya untuk menunjukkan kebaikan khusus kepada Daud.].
1Sam 22:3 - “Dari sana Daud pergi ke Mizpa di Moab dan berkata kepada raja negeri Moab: ‘Izinkanlah ayahku dan ibuku tinggal padamu, sampai aku tahu, apa yang dilakukan Allah kepadaku.’”.
Barnes’ Notes: “The history does not record any instance of Nahash’s kindness to David, but the enmity of the house of Nahash against Saul may have disposed him favorably toward Saul’s enemy David, and if there was any family connection between David’s house and Nahash (2 Sam 17:25) this may have increased the friendship.” [= Sejarah tidak mencatat kejadian apapun tentang kebaikan Nahas kepada Daud, tetapi permusuhan antara keluarga Nahas terhadap Saul bisa telah mencondongkan dia untuk bertindak secara menyenangkan terhadap musuh Saul yaitu Daud, dan jika di sana ada hubungan keluarga apapun antara keluarga Daud dan Nahas (2Sam 17:25), maka ini bisa telah meningkatkan persahabatan itu.].
2Sam 17:25 - “Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.”.
The Bible Exposition Commentary: “Once again, David wanted to show kindness, but this time his attempt led to war instead of peace. His overtures to his neighbor were misunderstood, and David had to defend his own honor as well as the honor of the Lord and His people.” [= Sekali lagi, Daud ingin menunjukkan kebaikan tetapi kali ini usahanya menyebabkan perang dan bukannya damai. Tindakannya kepada tetangganya disalah-mengerti, dan Daud harus mempertahankan kehormatannya maupun kehormatan dari Tuhan dan bangsaNya.].
Jangan heran kalau saudara menunjukkan kebaikan kepada seseorang lalu yang terjadi adalah ‘perang’!! Contoh yang paling sering terjadi adalah kalau kita memberitakan Injil kepada seseorang. Sekalipun tujuan kita mulia dan baik, yaitu betul-betul ingin menyelamatkan orang itu, tetapi yang terjadi bisa adalah ‘perang’. Demikian juga kalau kita menegur seseorang dari kesalahan / dosanya, atau ingin meluruskan theologianya / prakteknya yang sesat.
The Bible Exposition Commentary: “King Saul’s first military victory was over Nahash and the Ammonite army when they attacked Jabesh Gilead (1 Sam 11). Like the Ammonites, the Moabites were descendants of Lot (Gen 19:30ff) and therefore relatives of the Jews. How did David become friendly with the Ammonites when his predecessor was at war with them? It probably occurred when David was in exile and appeared to be at war with Saul. During those ‘out-law years,’ David tried to build a network of friendships outside Israel that he hoped would help him when he became king. The phrase ‘show kindness’ can carry the meaning of ‘make a covenant,’ so it may have been David’s desire not only to comfort Hanun but also to make a treaty with him.” [= Kemenangan militer pertama Raja Saul adalah melawan Nahas dan pasukan Amon ketika mereka menyerang Yabesh-Gilead (1Sam 11). Seperti Amon, orang Moab adalah keturunan Lot (Kej 19:30-dst) dan oleh karena itu merupakan kerabat dari orang Yahudi. Bagaimana Daud menjadi bersahabat dengan orang Amon ketika pendahulunya berada dalam perang dengan mereka? Itu mungkin terjadi pada saat Daud ada dalam pengasingan dan terlihat berperang dengan Saul. Selama masa-masa pelariannya tersebut, Daud mencoba membangun jaringan persahabatan di luar Israel yang diharapkan akan membantunya ketika menjadi raja. Kata-kata ‘menunjukkan kebaikan’ bisa memiliki arti ‘membuat perjanjian,’ jadi mungkin keinginan Daud bukan hanya untuk menghibur Hanun tetapi juga untuk membuat perjanjian dengan dia.].
Pulpit Commentary: “‘His father showed kindness unto me.’ This makes it probable that it was the same Nahash as Saul’s enemy. The smart of the defeat caused by Saul’s energy would make him regard with friendship any one who was a thorn in the side of the man who had so unexpectedly stopped him in his career, and hence his kindness to David.” [= ‘Ayahnya telah menunjukkan kebaikan kepadaku.’ Ini membuatnya mungkin bahwa itu adalah Nahas yang sama dengan musuh Saul. Rasa sakit dari kekalahan yang disebabkan oleh energi Saul akan membuatnya memandang dengan persahabatan siapa pun yang merupakan duri di sisinya dari orang yang dengan begitu tak terduga menghentikannya dalam karirnya, dan oleh karena itu ia melakukan kebaikan kepada Daud.].
Pulpit Commentary: “As in the case of Mephibosheth remembrance of Jonathan’s kindness is referred to by way of explaining the conduct described, so here it is evidently regarded as a corresponding excellence in David that he was mindful also of the kindness of aliens.” [= Seperti dalam kasus Mefiboset, pengingatan terhadap kebaikan Yonatan ditunjuk sebagai penjelasan atas tingkah laku yang digambarkan, maka di sini jelas bahwa hal itu dianggap sebagai kwalitas yang superior yang sejalan dalam Daud bahwa ia juga mengingat kebaikan orang-orang asing.].
2Sam 4:4 - “Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang. Ia bernama Mefiboset.”.
2Sam 9:1-11 - “(1) Berkatalah Daud: ‘Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan.’ (2) Adapun keluarga Saul mempunyai seorang hamba, yang bernama Ziba. Ia dipanggil menghadap Daud, lalu raja bertanya kepadanya: ‘Engkaukah Ziba?’ Jawabnya: ‘Hamba tuanku.’ (3) Kemudian berkatalah raja: ‘Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah.’ Lalu berkatalah Ziba kepada raja: ‘Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya.’ (4) Tanya raja kepadanya: ‘Di manakah ia?’ Jawab Ziba kepada raja: ‘Dia ada di rumah Makhir bin Amiel, di Lodebar.’ (5) Sesudah itu raja Daud menyuruh mengambil dia dari rumah Makhir bin Amiel, dari Lodebar. (6) Dan Mefiboset bin Yonatan bin Saul masuk menghadap Daud, ia sujud dan menyembah. Kata Daud: ‘Mefiboset!’ Jawabnya: ‘Inilah hamba tuanku.’ (7) Kemudian berkatalah Daud kepadanya: ‘Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.’ (8) Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: ‘Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?’ (9) Lalu raja memanggil Ziba, hamba Saul itu, dan berkata kepadanya: ‘Segala sesuatu yang adalah milik Saul dan milik seluruh keluarganya kuberikan kepada cucu tuanmu itu. (10) Engkau harus mengerjakan tanah baginya, engkau, anak-anakmu dan hamba-hambamu, dan harus membawa masuk tuaiannya, supaya cucu tuanmu itu ada makanannya. Mefiboset, cucu tuanmu itu, akan tetap makan sehidangan dengan aku.’ Ziba mempunyai lima belas orang anak laki-laki dan dua puluh orang hamba. (11) Berkatalah Ziba kepada raja: ‘Hambamu ini akan melakukan tepat seperti yang diperintahkan tuanku raja kepadanya.’ Dan Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja.”.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali