Pemahaman
Alkitab
(Rungkut Megah
Raya, blok D no 16)
Kamis, tanggal
13 Januari 2011, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(7064-1331
/ 6050-1331)
II Petrus 2:1-22(4)
Ay 2-3: “(2)
Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan
karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. (3) Dan karena serakahnya
guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan
ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu
hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda”.
1)
“Banyak
orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu”.
a) Terjemahan yang berbeda.
Kitab
Suci Indonesia: “cara hidup
mereka yang dikuasai hawa nafsu”.
KJV:
‘their pernicious ways’ (= jalan /
hidup mereka yang jahat).
RSV:
‘their licentiousness’ (=
ketidak-bermoralan).
NIV:
‘their shameful ways’ (= jalan /
hidup mereka yang memalukan).
NASB:
‘their
sensuality’ (= hawa nafsu / kedagingan mereka).
Calvin: “But
there is a double reading even in the Greek copies; for some read,
‘lasciviousness,’ and others, ‘perdition.’”
(= Tetapi di sana ada pembacaan ganda bahkan dalam copy-copy Yunani; karena
sebagian membaca ‘hal-hal yang menimbulkan hawa nafsu’, dan yang lain
membaca ‘kehancuran’).
Adam
Clarke: “The
word ‘lasciviousnesses’ is undoubtedly the true reading, and this points out
what the nature of the heresies was: it was a sort of Antinomianism; they
pampered and indulged the lusts of the flesh” (= Kata ‘hal-hal yang
menimbulkan hawa nafsu’ tak diragukan merupakan pembacaan yang benar, dan ini
menunjukkan sifat dari bidat ini: itu adalah sejenis orang-orang yang anti
hukum; mereka memanjakan dan menuruti nafsu dari daging).
Pulpit
Commentary bahkan mengatakan bahwa terjemahan dari KJV juga salah dan yang benar
adalah terjemahan dari RSV.
b)
Komentar-komentar tentang bagian ini.
The
Bible Exposition Commentary: New Testament:
“The
fact that many follow the evil example of their conduct is proof that people
would rather follow the false than the true, the sensual rather than the
spiritual. These false teachers are very successful in their ministry! They have
glowing statistics to report and crowds gather to hear them! But statistics are
not proof of authenticity. The broad way that leads to destruction is crowded
(Matt 7:13-14). Many will claim to be true servants of Christ, but will be
rejected on the last day (Matt 7:21-23)” [= Fakta bahwa banyak orang
mengikuti teladan jahat dari tingkah laku mereka merupakan bukti bahwa
orang-orang lebih ingin mengikuti yang salah / palsu dari pada yang benar, yang
membangkitkan hawa nafsu / bersifat daging dari pada yang rohani. Guru-guru
palsu ini sangat sukses dalam pelayanan mereka! Mereka mempunyai statistik yang
bersinar untuk dilaporkan dan orang banyak berkumpul untuk mendengar mereka!
Tetapi statistik bukan bukti dari keaslian / kebenaran. Jalan yang lebar yang
membimbing pada kehancuran penuh sesak (Mat 7:13-14). Banyak orang akan
mengclaim sebagai pelayan-pelayan yang benar dari Kristus, tetapi akan ditolak
pada hari terakhir (Mat 7:21-23)].
Mat 7:13-14
- “(13) Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah
jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
(14) karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan
sedikit orang yang mendapatinya.’”.
Mat 7:21-23
- “(21)
Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam
Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. (22)
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah
kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan
banyak mujizat demi namaMu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang
kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu,
kamu sekalian pembuat kejahatan!’”.
The
Biblical Illustrator (New Testament): “Sin
is strong when it meets with a weak resister. How easy is it for error to
domineer over ignorance!” (= Dosa itu kuat pada waktu ia berjumpa dengan
orang yang lemah dalam menahan / menolak. Betapa mudahnya bagi kesalahan untuk
menguasai ketidak-tahuan / kebodohan!).
The
Biblical Illustrator (New Testament): “Their
multitude ‘many.’ Wickedness is never scant of followers” (=
Orang-orang mereka ‘banyak’. Kejahatan tidak pernah kekurangan
pengikut-pengikut).
C.
H. Spurgeon berkata sebagai berikut:
“Every
now and then there comes up a heresy, some woman turns prophetess and raves; or
some lunatic gets the idea that God has inspired him, and there are always
fools ready to follow any impostor”
(= Sesekali muncullah seorang penyesat, seorang wanita yang menjadi nabiah dan
mengoceh; atau seorang gila yang mempunyai gagasan bahwa Allah mengilhaminya,
dan selalu ada orang-orang tolol yang siap untuk mengikuti seadanya penipu).
The
Biblical Illustrator (New Testament): “There
is a plurality, diversity of their ‘ways.’ Truth is but one, errors are
infinite. ... Satan baits his hook according to the appetite of the fish. He
studies many ways to make you wretched; do you study one way to make yourselves
blessed” (= Di sana ada suatu kejamakan, ke-aneka-ragam-an dari
‘jalan-jalan’ mereka. Kebenaran hanya ada satu, kesalahan-kesalahan tak
terbatas banyaknya. ... Iblis memberi umpan pada mata kailnya sesuai dengan
nafsu / selera dari ikannya. Ia mempelajari banyak jalan untuk membuatmu buruk;
apakah kamu mempelajari satu jalan untuk membuat dirimu sendiri diberkati?).
Catatan:
kata ‘jalan’ memang ada dalam bentuk jamak. KJV:
‘their pernicious ways’.
Jamieson,
Fausset & Brown: “False
doctrine and immoral practice go together (2 Peter 2:18-19)” [= Doktrin /
ajaran yang salah / palsu dan praktek yang tidak bermoral berjalan bersama-sama
(2Pet 2:18-19)].
Kata-kata
Jamieson, Fausset & Brown ini patut dicamkan! Memang orang-orang yang
mengerti kebenaran dengan baik bisa saja hidup tidak baik, tetapi orang-orang
yang pengertiannya kacau balau, apalagi yang sesat, tidak mungkin bisa hidup
baik!
Matthew
Henry: “Corrupt leaders seldom fail of
many to follow them; though the way of error is a pernicious way, yet many are
ready to walk therein. Men drink in iniquity like water, and are pleased to live
in error. The prophets prophesy falsely, and the people love to have it so”
(= Pemimpin-pemimpin yang jahat jarang gagal untuk mendapatkan banyak orang
untuk mengikuti mereka; sekalipun jalan dari kesalahan adalah suatu jalan yang
jahat, tetapi banyak orang siap untuk berjalan di dalamnya. Manusia meminum
kejahatan seperti air, dan senang untuk hidup dalam kesalahan. Nabi-nabi
bernubuat secara salah / palsu, dan orang-orang senang mendapatinya demikian).
Calvin berkata bahwa ini
merupakan suatu batu sandungan bagi orang-orang yang lemah imannya, pada waktu
mereka melihat bahwa ajaran-ajaran palsu diterima dengan persetujuan umum dari
dunia, dan hanya sedikit orang yang terus taat kepada Kristus. Ia juga
mengatakan bahwa belum tentu ada satu dari sepuluh orang yang mempertahankan
kemurnian dari iman sampai akhir. Hampir semua menyimpang ke dalam kejahatan,
dan ditipu oleh pengajar-pengajar dari hal-hal yang membangkitkan hawa nafsu.
Supaya ini tidak menggoncangkan iman kita, maka Petrus menuliskan bagian ini.
Ini memang sudah dinubuatkan, dan karena itu memang harus terjadi.
Bdk. 2Tim 4:3-4 - “(3)
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat,
tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan
keinginan telinganya. (4) Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan
membukanya bagi dongeng”.
2)
“dan
karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat”.
a)
‘Jalan Kebenaran’.
Pulpit
Commentary: “Christianity is called ‘the way’ several times in the Acts (Acts
9:2; 19:9,23, etc.). It is the way of truth, because Christ, who is the Center
of his religion, is the Way, the Truth, and the Life; because it is the
way of life which is founded on the truth” [= Kekristenan disebut
‘jalan’ beberapa kali dalam Kisah Rasul (Kis 9:2; 19:9,23, dsb). Itu adalah
jalan kebenaran, karena Kristus, yang adalah Pusat dari agamanya, adalah
Jalan, Kebenaran, dan Hidup; karena itu adalah jalan kehidupan yang didasarkan
pada kebenaran].
Catatan:
kata-kata ‘his religion’ (=
agamanya) rasanya agak aneh. Mungkin salah cetak, dan mungkin seharusnya adalah ‘this
religion’ (= agama ini).
b)
‘dan
karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat’.
Calvin
mengatakan bahwa agama yang betul-betul mengajarkan hal-hal yang baik, seperti
takut kepada Allah, mempertahankan kehidupan yang lurus, tingkah laku yang baik,
akan dipuji, atau sedikitnya membuat orang-orang jahat menutup mulut mereka dan
tidak berbicara buruk tentang Injil. Sebaliknya pada waktu kekang dilonggarkan,
dan semua jenis ketidak-bermoralan dipraktekkan, nama Kristus dan ajaranNya
terbuka bagi celaan-celaan dari orang-orang jahat.
Mat
5:16 - “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya
mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.’”.
1Tes 1:5-10
- “(5) Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan
kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu
kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu
oleh karena kamu. (6) Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan;
dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang
dikerjakan oleh Roh Kudus, (7) sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua
orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. (8) Karena dari antara kamu
firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua
tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah
mengatakan apa-apa tentang hal itu. (9) Sebab mereka sendiri berceritera tentang
kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari
berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,
(10) dan untuk menantikan kedatangan AnakNya dari sorga, yang telah
dibangkitkanNya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita
dari murka yang akan datang”.
3)
“Dan
karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu
dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka”.
KJV:
‘And through covetousness shall they with feigned words make merchandise of
you:’ (= Dan melalui ketamakan mereka membuatmu menjadi barang dagangan
dengan kata-kata yang dibuat-buat / pura-pura).
RSV:
‘And in their greed they will exploit
you with false words’ (= Dan dalam ketamakan mereka mereka akan
memanfaatkan kamu dengan kata-kata dusta / palsu).
NIV:
‘In their greed these teachers will
exploit you with stories they have made up’ (= Dalam ketamakan guru-guru
ini akan memanfaatkan kamu dengan cerita-cerita yang mereka buat / karang
sendiri).
NASB:
‘and
in their greed they will exploit you with false words’
(= dan dalam ketamakan mereka mereka akan memanfaatkan kamu dengan kata-kata
dusta / palsu).
Calvin:
“He calls those ‘feigned
words’
which are artfully
formed for the purpose of deceiving. Unless then one is so mad as to sell the
salvation of his soul to false teachers, let him close up every avenue that may
lead to their wicked inventions”
(= Ia menyebutnya ‘kata-kata yang dibuat-buat’ yang dibentuk dengan licik
untuk tujuan menipu. Kecuali seseorang adalah begitu gila untuk menjual
keselamatan jiwanya kepada guru-guru palsu, hendaklah ia menutup setiap jalan
yang bisa membimbing kepada penemuan-penemuan jahat mereka).
The
Bible Exposition Commentary: New Testament:
“In
2 Peter 2:3, Peter pointed out that the false teachers used ‘feigned words.’
The Greek word is plastos, from which we get our English word plastic.
Plastic words! Words that can be twisted to mean anything you want them to mean!
The false teachers use our vocabulary, but they do not use our dictionary. They
talk about ‘salvation,’ ‘inspiration,’ and the great words of the
Christian faith, but they do not mean what we mean. Immature and untaught
believers hear these preachers or read their books and think that these men are
sound in the faith, but they are not” [= Dalam 2Petrus 2:3, Petrus
menunjukkan bahwa guru-guru palsu itu menggunakan ‘kata-kata yang
dibuat-buat’. Kata Yunani yang digunakan adalah PLASTOS, dari mana kita
mendapatkan kata bahasa Inggris kita ‘plastic’ (plastik). Kata-kata dari
plastik! Kata-kata yang bisa dipuntir sehingga bisa berarti apapun yang engkau
inginkan! Guru-guru palsu itu menggunakan perbendaharaan kata kita, tetapi
mereka tidak menggunakan kamus kita. Mereka berbicara tentang ‘keselamatan’,
‘ilham’, dan kata besar / agung dari iman Kristen, tetapi mereka tidak
mengartikan seperti kita mengartikannya. Orang-orang percaya yang tidak matang
dan tidak diajar mendengar pengkhotbah-pengkhotbah ini atau membaca buku-buku
mereka dan berpikir / mengira bahwa orang-orang ini sehat dalam iman, tetapi
mereka tidak sehat dalam iman].
Contoh:
a)
Buku-buku dari ‘pria sejati’ menggunakan kata ‘ilham’ dan
‘wahyu’ dengan arti yang betul-betul kacau balau. Juga menggunakan kata
‘iman’ dan ‘percaya’ dalam arti yang membingungkan.
b)
Sekte Saksi Yehuwa mengatakan Yesus adalah ‘suatu allah’ (a god), tetapi bukan Allah yang sebenarnya, melainkan allah kecil,
yang pada hakekatnya sama sekali bukan Allah, tetapi malaikat Mikhael.
c)
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berbicara / percaya tentang neraka yang
bukan merupakan tempat hukuman yang kekal, karena orang yang masuk ke
sana langsung musnah!
d)
Orang Liberal maupun banyak dari kalangan Kharismatik menggunakan kata
‘Injil’ tetapi sebetulnya itu adalah ‘Injil yang lain / berbeda’.
Gal 1:6-9
- “(6) Aku heran, bahwa kamu begitu
lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil
kamu, dan mengikuti suatu injil lain, (7) yang
sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang
bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. (8) Tetapi sekalipun kami atau
seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang
berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
(9) Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi:
jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda
dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia”.
2Kor 11:4
- “Sebab kamu sabar saja, jika ada
seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami
beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah
kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima”.
The
Bible Exposition Commentary: New Testament:
“Satan
is a liar and his ministers are liars. They use the Bible, not to enlighten, but
to deceive. They follow the same pattern Satan followed when he deceived Eve
(Gen 3:1-6). First, he questioned God’s Word - ‘Yea, hath God said?’ Then
he denied God’s Word - ‘Ye shall not surely die.’ Finally, he substituted
his own lie - ‘Ye shall be as gods.’” [= Iblis adalah seorang pendusta
dan pelayan-pelayannya adalah pendusta-pendusta. Mereka menggunakan Alkitab,
bukan untuk memberikan terang / mencerahi, tetapi untuk menipu / mendustai.
Mereka mengikuti pola yang sama yang diikuti oleh Iblis pada waktu mendustai
Hawa (Kej 3:1-6). Pertama-tama, ia mempertanyakan Firman Allah - ‘Ya,
apakah Allah telah berkata?’ Lalu ia menyangkal Firman Allah - ‘Engkau pasti
tidak akan mati’. Akhirnya, ia menggantikannya dengan dustanya sendiri -
‘Engkau akan menjadi seperti Allah’].
Bdk.
2Kor 11:13-15 - “(13) Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu,
pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. (14) Hal itu
tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. (15)
Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai
pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan
mereka”.
The
Bible Exposition Commentary: New Testament:
“The
true minister of Jesus Christ ... does not twist the Scriptures to support his
own selfish ideas. He does not flatter the rich or minister only to make money.
Paul described the true minister in 2 Cor 4:2 - ‘But (we) have renounced the
hidden things of dishonesty, not walking in craftiness, nor handling the Word of
God deceitfully; but by manifestation of the truth commending ourselves to every
man’s conscience in the sight of God.’ Contrast that description with what
Peter wrote in this chapter, and with what Jude wrote, and you will see the
difference. How we need to be alert and refuse to support ministries that
exploit people and deny the Saviour” (= Pelayan yang benar / sejati
dari Yesus Kristus ... tidak membengkokkan Kitab Suci untuk mendukung gagasan
egoisnya sendiri. Ia tidak menjilat orang kaya atau melayani hanya untuk
mendapatkan uang. Paulus menggambarkan pelayan yang sejati dalam 2Kor 4:2 -
‘Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak
berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan
kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan
oleh semua orang di hadapan Allah’. Kontraskan penggambaran itu dengan apa
yang Petrus tuliskan dalam pasal ini, dan dengan apa yang Yudas tulis, dan
engkau akan melihat perbedaan. Betapa kita harus berjaga-jaga dan menolak
untuk mendukung pelayanan-pelayanan yang memanfaatkan orang-orang dan menolak
sang Juruselamat).
Barnes’
Notes: “‘And
through covetousness.’ This shows what one of the things was by which they
were influenced - a thing which, like licentiousness, usually exerts a powerful
influence over the teachers of error. ... and men who can obtain a livelihood in
no other way, or who are too unprincipled or too indolent to labor for an honest
living, often turn public teachers of religion, and adopt the kind of doctrines
that will be likely to give them the greatest power over the purses of others.
True religion, indeed, requires of its friends to devote all that they have to
the service of God and to the promotion of his cause; but it is very easy to
pervert this requirement, so that the teacher of error shall take advantage of
it for his own aggrandizement” (= ‘Dan melalui ketamakan’. Ini
menunjukkan satu hal oleh apa mereka dipengaruhi - satu hal yang, seperti
ketidak-bermoralan, biasanya menggunakan / mengerahkan suatu pengaruh yang kuat
atas guru-guru dari kesalahan. ... dan orang-orang yang tidak bisa mendapatkan
mata pencaharian dengan cara lain, atau yang terlalu tidak mempunyai prinsip
atau terlalu malas untuk bekerja untuk suatu penghidupan yang jujur, sering
menjadi guru-guru umum dari agama, dan mengadopsi jenis ajaran yang akan
memungkinkan untuk memberikan kepada mereka kuasa terbesar atas dompet-dompet
dari orang-orang lain. Memang agama yang benar, menuntut dari teman-temannya
untuk membaktikan semua yang mereka punyai bagi pelayanan Allah dan bagi
kemajuan dari perkaraNya; tetapi adalah sangat mudah untuk membengkokkan
tuntutan ini, sehingga guru dari kesalahan akan mendapat keuntungan darinya
untuk pembesaran mereka sendiri).
Catatan:
kata ‘aggrandizement’ berarti
‘pembesaran’ / ‘perluasan’ / ‘penaikan’, bisa dalam persoalan
kekuasaan, daerah atau uang.
Matthew
Henry: “The faithful ministers of
Christ, who show men the way of truth, desire the profit and advantage of their
followers, that they may be saved; but these seducing teachers desire and design
only their own temporal advantage and worldly grandeur” (= Pelayan-pelayan
sejati dari Kristus, yang menunjukkan orang-orang jalan kebenaran, menginginkan
keuntungan dan manfaat dari pengikut-pengikut mereka, supaya mereka bisa
diselamatkan; tetapi guru-guru yang menipu ini menginginkan dan merancang hanya
untuk keuntungan sementara mereka sendiri dan kemegahan duniawi).
Bandingkan
dengan ayat tentang nabi-nabi palsu ini:
·
Yer 8:10
- “Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain,
ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang
besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan
tipu”.
·
Yeh 34:2-4 - “(2)
‘Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah
dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan
ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri!
Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu? (3) Kamu
menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih,
tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan. (4) Yang lemah tidak kamu
kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat
tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak
mereka dengan kekerasan dan kekejaman”.
·
Mikha 3:5,11
- “(5) Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan
bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka
menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam
mulut mereka, maka mereka menyatakan perang. ... (11) Para kepalanya
memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena
bayaran, para nabinya menenung karena uang, padahal mereka bersandar kepada
TUHAN dengan berkata: ‘Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita! Tidak akan
datang malapetaka menimpa kita!’”.
·
Ro 16:17-18 - “(17)
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap
mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan
perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! (18) Sebab orang-orang
demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka
sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang
manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya”.
·
Tit 1:10-11 - “(10)
Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang
berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan
pikiran. (11) Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka
mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat
untung yang memalukan”.
Bdk.
1Kor 13:5a - “Ia (kasih) tidak melakukan
yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri”.
Bdk.
Fil 2:1-4 - “(1) Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada
penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, (2)
karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir,
dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, (3) dengan tidak mencari
kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah
dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada
dirinya sendiri; (4) dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan
kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga”.
4)
“Tetapi
untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak
akan tertunda”.
Terjemahan
‘tertunda’ itu sebetulnya salah.
KJV:
‘slumbereth not’ (= tidak
tertidur).
RSV:
‘has not been asleep’ (= tidak /
belum tertidur).
NIV:
‘has not been sleeping’ (= tidak /
belum tertidur).
NASB:
‘is not asleep’ (= tidak
tertidur).
Bible
Knowledge Commentary: “Their
destruction has not been sleeping (ou
nystazei, used only one other time in the NT, to
describe the sleepy virgins in Matt 25:5). God’s justice does not sleep and it
is never late” [= Penghancuran mereka tidak tertidur (OU NUSTAZEI),
digunakan hanya satu kali di tempat lain dalam PB, untuk menggambarkan
gadis-gadis yang mengantuk dalam Mat 25:5. Keadilan Allah tidak tertidur dan itu
tidak pernah terlambat].
Mat
25:5 - “Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah
(ENUSTAXAN) mereka semua lalu tertidur”.
Calvin:
“For the same purpose as before he repeats
again, that their destruction delayed not, that is, that he might frighten the
good from their society. For since they were given up to a sudden destruction,
every one who connected himself with them, must have perished with them”
(= Untuk tujuan yang sama seperti sebelumnya ia mengulang lagi, bahwa kehancuran
/ kebinasaan mereka tidak tertunda, yaitu, supaya ia bisa menakut-nakuti
orang-orang baik dari perkumpulan mereka. Karena mereka diserahkan pada suatu
kehancuran / kebinasaan yang tiba-tiba, setiap orang yang menghubungkan dirinya
sendiri dengan mereka, harus binasa bersama mereka).
Biarpun
sekarang nabi-nabi palsu itu kelihatannya enak dan tak dihukum oleh Tuhan,
tetapi sebetulnya semua itu hanya tunggu waktu saja.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali