Khotbah Eksposisi
1 Petrus 4:1-6(2)
Pdt. Budi Asali, M.Div.
Ay 3: “Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang”.
1) “Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah”.
a) Perbedaan terjemahan.
KJV: ‘For the time past of our life may suffice us to have wrought the will of the Gentiles’ (= Untuk kehidupan kita di masa lalu sudah cukup bagi kita untuk mengerjakan kemauan dari orang-orang non Yahudi).
1. Kitab Suci Indonesia menuliskan ‘kamu’, tetapi KJV menuliskan ‘us’ (= kita).
Perbedaan Kitab Suci Indonesia dan KJV terjadi karena perbedaan manuscripts. Ada manuscripts yang menuliskan ‘us’ (= kita) dan ada yang menuliskan ‘you’ (= kamu), dan ada yang menghapus kata ini sama sekali.
2. Kitab Suci Indonesia menuliskan ‘orang-orang yang tidak mengenal Allah’, sedangkan RSV/KJV/NASB menuliskan ‘Gentiles’ (= orang-orang non Yahudi).
NIV: ‘pagans’ (= orang-orang kafir).
Lit: ‘nations’ (= bangsa-bangsa).
Secara hurufiah ini memang menunjuk kepada orang-orang non Yahudi.
Orang-orang Yahudi hidup seperti orang-orang non Yahudi padahal Allah telah memisahkan mereka dari bangsa-bangsa lain. Orang kristen juga sering seperti itu.
b) Ini merupakan alasan lain mengapa orang-orang kristen harus membuang dosa, yaitu karena dahulu mereka telah cukup lama hidup di dalamnya.
Barnes’ Notes: “They have spent sufficient time in this hopeless experiment. Life is short. Man has no time to waste. He may soon die - and at whatever period of life anyone may be who is living in sin, we may say to him that he has already wasted enough of life; he has thrown away enough of probation in a fruitless attempt to find happiness where it can never be found. For any purpose whatever for which anyone could ever suppose it to be desirable to live in sin, the past should suffice. But why should it ever be deemed desirable at all? The fruits of sin are always disappointment, tears, death, despair” (= Mereka telah menghabiskan cukup waktu dalam experimen yang tidak mempunyai pengharapan ini. Hidup itu pendek. Manusia tidak punya waktu untuk dibuang-buang / disia-siakan. Ia bisa mati dengan cepat - dan pada periode kehidupan yang manapun seseorang berada, yang sedang hidup dalam dosa, kita bisa berkata kepadanya bahwa ia telah cukup membuang-buang kehidupannya; ia telah cukup membuang masa percobaan dalam usaha yang tidak berbuah untuk mencari kebahagiaan dimana itu tidak pernah bisa ditemukan. Untuk tujuan apapun, untuk mana siapapun bisa menganggapnya sebagai sesuatu yang menarik untuk hidup dalam dosa, masa lalu seharusnya sudah cukup. Tetapi mengapa itu harus dianggap menarik? Buah dari dosa selalu adalah kekecewaan, air mata, kematian dan keputus-asaan).
Calvin: “the memory of our past life ought to stimulate us to repentance. ... it ought to be the sharpest goad to make us run on well, when we recollect that we have been wandering from the right way the greatest part of our life” (= ingatan tentang kehidupan yang lalu seharusnya merangsang / mendorong kita kepada pertobatan. ... itu seharusnya menjadi galah rangsang / tongkat penghalau yang paling tajam untuk membuat kita lari / berjalan terus dengan baik, pada waktu kita mengingat kembali bahwa kita telah mengembara dari jalan yang benar dalam sebagian besar dari kehidupan kita) - hal 123.
Tetapi yang sering terjadi adalah sebaliknya. Pada waktu orang kristen memandang ke belakang, mereka mengingat hal-hal berdosa yang menyenangkan yang dulu ada dalam kehidupan mereka dan mereka berharap bisa kembali kepada hal-hal itu.
Misalnya: piknik pada hari Minggu, berzinah, teman-teman yang kafir / brengsek, pacar yang tidak seiman, cara kerja yang bertentangan dengan Firman Tuhan, kesenangan-kesenangan yang bersifat dosa, dsb.
Ini seperti:
1. Orang-orang Israel yang ingin kembali ke Mesir.
Bil 11:4-6 - “(4) Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: ‘Siapakah yang akan memberi kita makan daging? (5) Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. (6) Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.’”.
Bil 11:18 - “Tetapi kepada bangsa itu haruslah kaukatakan: Kuduskanlah dirimu untuk besok, maka kamu akan makan daging; sebab kamu telah menangis di hadapan TUHAN dengan berkata: Siapakah yang akan memberi kami makan daging? Begitu baik keadaan kita di Mesir, bukan? - TUHAN akan memberi kamu daging untuk dimakan”.
Bil 21:5 - “Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: ‘Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.’”.
2. Istri Lot memandang pada apa yang telah ia tinggalkan (Kej 19:26).
Karena itu ada peringatan dalam Luk 9:62 - “Tetapi Yesus berkata: ‘Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.’”.
2) “Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang”.
Macam-macam dosa yang dibicarakan adalah:
a) ‘rupa-rupa hawa nafsu’.
KJV: ‘lasciviousness’ (= hal-hal yang menimbulkan nafsu berahi / gairah, atau hal-hal yang kotor, kecerobohan).
RSV: ‘licentiousness’ (= ketidak-bermoralan).
NIV: ‘debauchery’ (= penyimpangan moral / pemuasan nafsu, khususnya secara sexuil).
NASB: ‘sensuality’ (= kesenangan untuk memuaskan diri secara daging / sexuil).
b) ‘keinginan’.
KJV/NASB: ‘lusts’ (= nafsu-nafsu).
RSV: ‘passions’ (= nafsu-nafsu).
NIV: ‘lust’ (= nafsu).
Alexander Nisbet: “strong and burning desires which are in unrenewed hearts after more and more wickedness, especially their sinful pleasures” (= keinginan-keinginan yang kuat dan membakar di dalam hati yang belum diperbaharui yang mengejar kejahatan yang makin lama makin banyak, khususnya kesenangan-kesenangan mereka yang berdosa) - hal 157.
c) ‘kemabukan’.
KJV: ‘excess of wine’ (= anggur yang berlebihan).
RSV/NIV/NASB: ‘drunkenness’ (= kemabukan).
Orang Kristen tidak dilarang untuk minum anggur / minuman keras. Yang dilarang adalah minum terlalu banyak sehingga mabuk. Tetapi ‘terlalu banyak’ merupakan sesuatu yang relatif, karena itu berbeda untuk:
· setiap orang. Ada yang bisa minum bir beberapa botol tanpa menjadi mabuk, ada juga yang menjadi mabuk biarpun minum hanya sedikit / ½ gelas.
· keadaan yang berbeda. Dalam keadaan perut kenyang, kita tak terlalu mudah mabuk. Tetapi dalam keadaan perut kosong, kita jauh lebih mudah untuk mabuk.
Jadi, orang Kristen harus sangat waspada terhadap minuman keras, karena kita seringkali tak menyadari bahwa kita sudah minum terlalu banyak.
Khususnya kalau saudara adalah seorang gadis, saya sangat tidak menganjurkan saudara untuk minum minuman keras bersama seorang laki-laki, apalagi pada waktu berduaan saja. Ini bisa menjadi bencana, pada saat saudara menjadi mabuk. Jangan sungkan untuk menolak ajakan untuk minum minuman keras! Kalau seseorang mendesak saudara untuk minum minuman keras, ia tidak menghormati saudara dan tak menghargai hak asazi saudara, dan adalah bodoh untuk merasa sungkan terhadap orang yang tak menghormati saudara!
Sekarang, dengan adanya narkotika, keadaan bisa menjadi semakin berbahaya. Seorang laki-laki dengan mudah bisa memasukkan obat tertentu ke dalam minuman / makanan seorang gadis, yang akan membuatnya pingsan atau lemas, dan lalu menyetubuhinya.
d) ‘pesta pora’.
KJV: ‘revellings’ (= kesuka-riaan).
RSV: ‘revels’ (= kesuka-riaan).
NIV: ‘orgies’ (= pesta pora yang gila-gilaan).
NASB: ‘carousals’ (= pesta minum yang meriah).
Matthew Henry: “It is a Christian’s duty not only to abstain from what is grossly wicked, but also from those things that are generally the occasions of sin, or carry the appearance of evil. Excess of wine and immoderate feasting are forbidden as well as lust and idolatry” (= Merupakan suatu kewajiban orang Kristen bukan hanya untuk menjauhkan diri dari apa yang jelas-jelas jahat, tetapi juga dari hal-hal yang pada umumnya menyebabkan terjadinya dosa, atau membawa rupa / penampilan dari kejahatan. Anggur yang berlebihan dan pesta yang tidak wajar / melewati batas, dilarang, sama seperti nafsu dan penyembahan berhala).
e) ‘perjamuan minum’.
KJV: ‘banquetings’ (= perjamuan / pesta makan).
RSV/NIV: ‘carousing’ (= pesta minum).
NASB: ‘drinking parties’ (= pesta minum).
Barnes’ Notes: “‘Banquetings’. The word used here potos occurs nowhere else in the New Testament. It means properly drinking; an act of drinking; then a drinking bout; drinking together. The thing forbidden by it is an assembling together for the purpose of drinking. There is nothing in this word referring to eating, or to banqueting, as the term is now commonly employed. The idea in the passage is, that it is improper for Christians to meet together for the purpose of drinking - as wine, toasts, etc. The prohibition would apply to all those assemblages where this is understood to be the main object. It would forbid, therefore, an attendance on all those celebrations in which drinking toasts is understood to be an essential part of the festivities, and all those where hilarity and joyfulness are sought to be produced by the intoxicating bowl. Such are not proper places for Christians” (= ‘Perjamuan / pesta makan’. Kata yang digunakan POTOS yang tidak muncul di tempat lain dalam Perjanjian Baru. Itu secara benar berarti minum; suatu tindakan minum; lalu suatu pertandingan minum / saat minum; minum bersama. Hal yang dilarang olehnya adalah suatu pertemuan untuk tujuan minum. Tidak ada dalam kata ini yang menunjuk pada makan, atau pada perjamuan makan, seperti istilah ini sekarang digunakan. Gagasan dari text ini adalah bahwa merupakan sesuatu yang tidak cocok / benar bagi orang-orang Kristen untuk bertemu untuk tujuan minum, seperti anggur, toast, dsb. Larangan ini bisa diterapkan pada semua perkumpulan dimana hal ini dimengerti sebagai tujuan utama. Karena itu, ini melarang kehadiran di semua perayaan dalam mana minum dimengerti sebagai bagian penting dari perayaan, dan semua perayaan dimana kegembiraan dan kesukacitaan dicari / diusahakan untuk dihasilkan oleh mangkuk / cangkir minuman yang memabukkan. Perayaan seperti itu bukan merupakan tempat yang benar bagi orang-orang Kristen).
Catatan: sekarang ada pertemuan yang lebih membahayakan dan lebih salah lagi, yaitu bertemu untuk tujuan nyabu / menggunakan narkoba!
f) ‘penyembahan berhala yang terlarang’.
KJV/NASB: ‘abominable idolatries’ (= penyembahan berhala yang menjijikkan).
RSV: ‘lawless idolatry’ (= penyembahan berhala yang melawan hukum).
NIV: ‘detestable idolatry’ (= penyembahan berhala yang menjijikkan).
Barnes’ Notes: “‘And abominable idolatries’. Literally, unlawful idolatries; that is, unlawful to the Jews, or forbidden by their laws. Then the expression is used in the sense of wicked, impious, since what is unlawful is impious and wrong. That the vices here referred to were practiced by the pagan world is well known. ... That many who became Christians were guilty of them before their conversion is clear from this passage. The fact that they were thus converted shows the power of the gospel, and also that we should not despair in regard to those who are indulging in these vices now. They seem indeed almost to be hopeless, but we should remember that many who became Christians when the gospel was first preached, as well as since, were of this character. If they were reclaimed ... we should believe that those who are living in the same manner now may also be recovered” (= ‘Dan penyembahan berhala yang menjijikkan’. Secara hurufiah, ‘penyembahan berhala yang tidak sah’; yaitu, tidak sah bagi orang-orang Yahudi, atau dilarang oleh hukum-hukum mereka. Lalu ungkapan ini digunakan dalam arti ‘jahat’, ‘tidak saleh’ dan ‘salah’. Bahwa kejahatan yang dibicarakan di sini dipraktekkan oleh dunia kafir, merupakan sesuatu yang sudah terkenal. ... Bahwa banyak orang yang menjadi orang Kristen yang bersalah dalam hal ini sebelum pertobatan mereka, adalah jelas dari text ini. akta bahwa mereka kemudian bertobat menunjukkan kuasa dari injil, dan juga bahwa kita tidak boleh putus asa berkenaan dengan mereka yang memuaskan nafsu mereka dalam kejahatan ini sekarang. Mereka kelihatannya hampir tidak ada harapan, tetapi kita harus ingat bahwa banyak orang yang menjadi orang Kristen pada waktu Injil pertama-tama diberitakan, dan juga sejak saat itu, adalah dari karakter ini. Jika mereka bisa diperoleh kembali ... kita harus percaya bahwa mereka yang sekarang hidup dengan cara yang sama, juga bisa dimenangkan).
Jay E. Adams: “all these words in Peter’s list are in the plural, denoting the frequent, repetitive nature of these offenses and the fact that they took various forms” (= semua kata-kata dalam daftar Petrus ini ada dalam bentuk jamak, menunjukkan sifat sering dan berulang-ulang dari pelanggaran-pelanggaran ini dan fakta bahwa mereka mempunyai bermacam-macam bentuk) - hal 125.
Ay 4: “Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu”.
1) “Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama”.
KJV: ‘excess of riot’ (= kehidupan yang tidak dikekang secara berlebihan).
RSV: ‘wild profligacy’ (= ketidak-bermoralan yang liar).
NIV: ‘flood of dissipation’ (= banjir dari pemuasan nafsu).
NASB: ‘excess of dissipation’ (= pemuasan nafsu yang berlebihan).
Matthew Henry: “the temper and behaviour of true Christians seem very strange to ungodly men. That they should despise that which every one else is fond of, that they should believe many things which to others seem incredible, that they should delight in what is irksome and tedious, be zealous where they have no visible interest to serve, and depend so much upon hope, is what the ungodly cannot comprehend” (= karakter dan kelakuan dari orang Kristen yang sungguh-sungguh kelihatan sangat aneh bagi orang-orang jahat. Bahwa mereka meremehkan apa yang disenangi semua orang, bahwa mereka percaya banyak hal yang bagi banyak orang kelihatan tak masuk akal, bahwa mereka senang apa yang menjengkelkan dan membosankan, bersemangat dimana mereka tidak mempunyai kepentingan yang terlihat untuk dilayani, dan bergantung begitu banyak pada pengharapan, adalah apa yang orang-orang jahat tak bisa mengerti).
Barnes’ Notes: “they sometimes regard the conduct of Christians as amiable weakness; sometimes as superstition; sometimes as sheer folly; sometimes as madness; and sometimes as sourness and misanthropy. In all respects they esteem it strange” (= mereka kadang-kadang menganggap kelakuan dari orang-orang kristen sebagai kelemahan yang ramah; kadang-kadang sebagai takhyul; kadang-kadang sebagai semata-mata kebodohan; kadang-kadang sebagai kegilaan; dan kadang-kadang sebagai kemasaman dan kebencian kepada manusia lain. Dalam segala hal, mereka menilai itu aneh).
2) “dan mereka memfitnah kamu”.
KJV: ‘speaking evil of you’ (= berbicara jelek / jahat tentang kamu).
RSV: ‘they abuse you’ (= mereka memperlakukan dengan kejem / keji).
NIV: ‘they heap abuse on you’ (= mereka menumpuk caci maki kepada kamu).
NASB: ‘they malign you’ (= mereka memfitnah kamu).
Calvin mengatakan bahwa karena orang-orang kristen hidup berbeda dengan dunia maka orang-orang non kristen memfitnah dengan mengatakan bahwa orang kristen sengaja memisahkan diri mereka dari dunia.
Matthew Henry: “the best actions of religious people cannot escape the censures and slanders of those who are irreligious” (= tindakan-tindakan terbaik dari orang-orang yang religius tidak bisa menghindari kritikan dan fitnahan dari mereka yang tidak religius).
Jamieson, Fausset & Brown: “However, there is no Greek ‘of you;’ simply ‘blaspheming.’ It seems always used, either directly or indirectly, of impious reviling against God, Christ, the Holy Spirit, or the Christian religion; not merely against men as such” (= Tetapi, dalam Yunaninya tidak ada kata ‘kamu’; hanya ‘menghujat’. Ini kelihatannya selalu digunakan, langsung atau tidak langsung, tentang caci maki yang jahat terhadap Allah, Kristus, Roh Kudus, atau agama Kristen; tidak semata-mata terhadap manusia / orang Kristen).
Ay 5: “Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati”.
1) Dengan kata-kata ini Petrus menghibur orang kristen yang mengalami fitnahan dalam ay 4 tadi. Hiburannya adalah: Kristus akan menghakimi orang-orang kafir yang memfitnah mereka itu.
2) Mereka harus mempertanggung-jawabkan fitnahan / kata-kata mereka.
Yudas 1:15 - “hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.’”.
Mat 12:33-37 - “(33) Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. (34) Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. (35) Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. (36) Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. (37) Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.’”.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali