Golgotha School of Ministry

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Rabu, tgl 16 Mei 2018, pk 19.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Providence of God (17)

 

31)Zakh 14:2 - Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu.”.

Kitab Suci Indonesia: ‘akan ditiduri’.

KJV/RSV/NASB/ASV/NKJV: ‘ravished’ [= diperkosa / diculik].

NIV: ‘raped’ [= diperkosa].

 

Ayat ini mengatakan bahwa Tuhan bekerja mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yehuda / Yerusalem dan mengalahkannya, lalu merampok / menjarah dan bahkan melakukan pemerkosaan di sana.

 

Calvin: He afterwards adds, ‘I will gather all nations against Jerusalem.’ He confirms what I have already said, that God would be the author of those calamities, and thus he puts a restraint on the Jews, that they might not expostulate with him respecting the severity of their punishment. He then shortly intimates, that the nations would not come by chance to attack Jerusalem; and that whatever commotions would arise, they could not be ascribed to chance or to fortune, or to the purposes of men, but to the decree of heaven. ... He might have said in a briefer manner, ‘All the nations shall conspire;’ but he ascribes this to God, and says, that he will bring them, like a prince, who collects an army, which he commands to fight under his banner.” [= Ia belakangan menambahkan, ‘Aku akan mengumpulkan segala bangsa terhadap / menentang Yerusalem’. Ia meneguhkan apa yang telah saya katakan, bahwa Allah adalah Pencipta dari bencana-bencana itu, dan demikianlah Ia meletakkan suatu kekang kepada orang-orang Yahudi, supaya mereka tidak memprotest Dia berkenaan dengan kerasnya penghukuman mereka. Ia lalu menunjukkan secara singkat, bahwa bangsa-bangsa itu bukan datang karena kebetulan untuk menyerang Yerusalem; dan bahwa kekacauan apapun yang muncul, itu tak bisa dianggap berasal dari kebetulan, atau dari rencana-rencana manusia, tetapi dari ketetapan dari surga. ... Ia bisa telah berkata dengan suatu cara yang lebih singkat, ‘Segala bangsa akan bergabung / berkomplot’; tetapi ia menganggap ini berasal dari Allah, dan berkata, bahwa Ia akan membawa mereka, seperti seorang Pangeran, yang mengumpulkan suatu pasukan, yang Ia perintahkan untuk berperang di bawah panjiNya.].

 

32)Mat 11:25-27 - “(25) Pada waktu itu berkatalah Yesus: ‘Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (26) Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu. (27) Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.”.

 

Ay 25 akhir: ‘orang kecil’.

KJV/RSV/NASB: ‘babes’ [= bayi-bayi].

NIV: ‘children’ [= anak-anak].

Bible Works mengatakan bahwa kata Yunani NEPSIOS yang digunakan di sini bisa diartikan ‘bayi’, ‘anak kecil’, dan juga ‘secara kiasan menunjuk kepada orang yang tak mempunyai pengertian’.

 

Tuhan menyatakan Injil kepada orang kecil, tetapi Ia menyembunyikan Injil terhadap orang bijak / pandai. Ini membuat yang terakhir ini tidak mungkin bisa percaya kepada Kristus, padahal ketidakpercayaan kepada Kristus adalah dosa.

 

Calvin (tentang Mat 11:25): “here Christ withdraws his disciples from a proud and haughty imagination, that they may not venture to despise that mean and obscure condition of his Church, in which he delights and rejoices. To restrain more fully that curiosity which is constantly springing up in the minds of men, he rises above the world, and contemplates the secret decrees of God, that he may lead others to unite with him in admiring them. And certainly, though this appointment of God contradicts our senses, we discover not only blind arrogance, but excessive madness, if we murmur against it, while Christ our Head adores it with reverence.” [= di sini Kristus menarik murid-muridNya dari suatu khayalan yang sombong dan angkuh, supaya mereka tidak mengambil resiko dengan meremehkan / merendahkan keadaan yang hina dan rendah dari GerejaNya, dalam mana Ia berkenan dan bersukacita. Untuk mengekang dengan lebih penuh keingin-tahuan itu, yang terus menerus muncul dalam pikiran manusia, Ia naik melampaui dunia, dan merenungkan ketetapan-ketetapan rahasia dari Allah, supaya Ia bisa membimbing orang-orang lain untuk bersatu dengan Dia dalam mengagumi mereka. Dan pastilah, sekalipun penetapan Allah ini bertentangan dengan pikiran kita, kita mendapati bukan hanya ketidak-tahuan yang buta, tetapi kegilaan yang berlebihan, jika kita bersungut-sungut terhadapnya, sedangkan Kristus Kepala kita memujanya dengan rasa hormat.].

 

Calvin (tentang Mat 11:25): “We must now inquire in what respect he glorifies the Father. It is because, while he was Lord of the whole world, he preferred ‘children and ignorant persons to the wise.’ ... in this manner he declares that it is a distinction which depends entirely on the will of God, that the wise remain blind, while the ignorant and unlearned receive the mysteries of the Gospel.” [= Sekarang kita harus mempertanyakan dalam arti apa Ia memuliakan Bapa. Itu adalah karena, sementara Ia adalah Tuhan dari seluruh dunia, Ia lebih memilih ‘anak-anak dan orang-orang yang tak punya pengetahuan dari pada orang-orang yang bijaksana’. ... dengan cara ini Ia menyatakan bahwa itu adalah suatu pembedaan yang tergantung sepenuhnya pada kehendak Allah, bahwa orang-orang bijaksana tetap buta, sedangkan orang-orang yang tak mempunyai pengetahuan dan tak terpelajar menerima misteri dari Injil.].

 

Bdk. 1Kor 1:26-29 - “(26) Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (27) Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, (28) dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah..

 

Calvin (tentang Mat 11:25): “This expression implies two things. First, that all do not obey the Gospel arises from no want of power on the part of God, who could easily have brought all the creatures into subjection to his government. Secondly, that some arrive at faith, while others remain hardened and obstinate, is accomplished by his free election; for, drawing some, and passing by others, he alone makes a distinction among men, whose condition by nature is alike. In choosing ‘little children’ rather than the wise, he has a regard to his glory; for the flesh is too apt to rise, and if able and learned men had led the way, it would soon have come to be the general conviction, that men obtain faith by their skill, or industry, or learning. In no other way can the mercy of God be so fully known as it ought to be, than by making such a choice, from which it is evident, that whatever men bring from themselves is nothing; and therefore human wisdom is justly thrown down, that it may not obscure the praise of divine grace.” [= Ungkapan ini secara implicit menunjuk pada dua hal. Pertama, bahwa semua yang tidak mentaati Injil muncul bukan karena kekurangan kuasa dari pihak Allah, yang dengan mudah bisa telah membawa semua makhluk ke dalam ketundukan pada pemerintahanNya. Kedua, bahwa sebagian sampai pada iman, sedangkan yang lain tetap dikeraskan dan tegar tengkuk, tercapai oleh pemilihan bebasNya; karena, dalam menarik sebagian, dan melewati yang lain, Ia sendiri membuat suatu pembedaan di antara manusia, yang keadaan alamiahnya adalah sama. Dalam memilih ‘anak-anak kecil’ dan bukannya ‘orang-orang bijak’, Ia mempunyai suatu kepedulian terhadap kemuliaanNya; karena daging terlalu condong untuk naik, dan jika orang-orang yang kompetent dan orang-orang terpelajar telah mendahului, itu dengan cepat akan sudah sampai pada keyakinan umum, bahwa manusia mendapatkan iman oleh keahlian, atau kerajinan, atau pembelajaran mereka. Tidak bisa dengan cara lain apapun belas kasihan Allah bisa diketahui sepenuhnya seperti yang seharusnya, dari pada dengan membuat suatu pemilihan seperti itu, dari mana adalah jelas, bahwa apapun yang manusia bawa dari diri mereka sendiri adalah nihil; dan karena itu hikmat manusia secara benar dihancurkan, supaya itu tidak mengaburkan pujian terhadap kasih karunia Ilahi.].

 

Calvin (tentang Mat 11:25): “we infer, that the statement made by Christ is not universal, when he says, that the mysteries of the Gospel are ‘hidden from the wise.’ If out of five wise men four reject the Gospel and one embraces it, and if, out of an equal number of unlearned persons, two or three become disciples of Christ, this statement is fulfilled. This is also confirmed by that passage in Paul’s writings, which I lately quoted; for he does not exclude from the kingdom of God all the wise, and noble, and mighty, but only declares that it does not contain many of them.” [= kami menyimpulkan, bahwa pernyataan yang dibuat oleh Kristus bukan bersifat universal, pada waktu Ia berkata, bahwa misteri Injil ‘disembunyikan dari orang-orang bijak’. Jika dari 5 orang bijak 4 menolak Injil dan satu mempercayainya, dan jika, dari jumlah yang sama dari orang-orang yang tak terpelajar, 2 atau 3 orang menjadi murid-murid Kristus, pernyataan ini tergenapi. Ini juga diteguhkan oleh text dalam tulisan Paulus, yang baru saya kutip; karena ia tidak mengeluarkan dari kerajaan Allah semua orang bijak, dan mulia dan kuat, tetapi hanya menyatakan bahwa itu tidak menampung banyak orang dari mereka.].

 

Calvin (tentang Mat 11:25): “It now remains to explain what is meant by ‘revealing’ and ‘hiding.’ That Christ does not speak of the outward preaching may be inferred with certainty from this circumstance, that he presented himself as a Teacher to all without distinction, and enjoined his Apostles to do the same. The meaning therefore is, that no man can obtain faith by his own acuteness, but only by the secret illumination of the Spirit.” [= Sekarang tersisa untuk menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan ‘menyatakan’ dan ‘menyembunyikan’. Bahwa Kristus tidak berbicara tentang khotbah lahiriah bisa disimpulkan dengan pasti dari keadaan ini, dimana Ia menyediakan diriNya sendiri sebagai seorang Guru bagi semua orang tanpa pembedaan, dan memerintahkan Rasul-rasulNya melakukan hal yang sama. Karena itu artinya adalah, bahwa tak seorangpun bisa mendapatkan iman oleh pengertian / penilaiannya sendiri, tetapi hanya oleh pencerahan rahasia dari Roh.].

 

33)Yoh 12:37-40 - “(37) Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepadaNya, (38) supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: ‘Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan [KJV/RSV/NIV/NASB: ‘arm’ {= lengan}] kekuasaan Tuhan dinyatakan?’ (39) Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: (40) ‘Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.’” (bdk. Mark 4:11-12).

 

Calvin (tentang Yoh 12:38): “The word ‘arm,’ it is well known, denotes ‘power.’ The prophet declares that ‘the arm of God,’ which is contained in the doctrine of the Gospel, lies hid until it is revealed, and at the same time testifies that all are not indiscriminately partakers of this revelation. Hence it follows, that many are left in their blindness destitute of inward light, because ‘hearing they do not hear,’ (Matthew 13:13.)” [= Kata ‘lengan’, dikenal dengan baik, menunjuk pada ‘kuasa’. Sang nabi menyatakan bahwa ‘lengan Allah’, yang ada dalam ajaran dari Injil, tersembunyi sampai itu dinyatakan, dan pada saat yang sama menyaksikan bahwa tidak semua tanpa pembedaan merupakan pengambil-pengambil bagian dari wahyu ini. Karena itu akibatnya adalah banyak orang tertinggal dalam kebutaan mereka tanpa terang di dalam mereka, karena ‘sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar’, (Mat 13:13).].

 

Mat 13:11-15 - “(11) Jawab Yesus: ‘Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. (12) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (13) Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. (14) Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. (15) Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka..

 

Calvin (tentang Yoh 12:39): “‘Therefore they could not believe.’ This is somewhat more harsh; because, if the words be taken in their natural meaning, the way was shut up against the Jews, and the power of believing was taken from them, because the prediction of the prophet adjudged them to blindness, before they determined what choice they should make. I reply, there is no absurdity in this, if nothing could happen different from what God had foreseen. But it ought to be observed, that the mere foreknowledge of God is not in itself the cause of events; ... For God declares not what he beholds from heaven that men will do, but what He himself will do; and that is, that he will strike wicked men with giddiness and stupidity, and thus will take vengeance on their obstinate wickedness. In this passage he points out the nearer and inferior cause why God intends that his word, which is in its own nature salutary and quickening, shall be destructive and deadly to the Jews. It is because they deserved it by their obstinate wickedness. This punishment it was impossible for them to escape, because God had once decreed to give them over to a reprobate mind, and to change the light of his word, so as to make it darkness to them.” [= ‘Karena itu mereka tidak bisa percaya’. Ini agak lebih keras; karena, jika kata-kata itu diambil dalam arti yang wajar / alamiah, jalan ditutup terhadap orang-orang Yahudi, dan kuasa untuk percaya diambil dari mereka, karena ramalan dari sang nabi menyatakan mereka pada kebutaan, sebelum mereka menentukan pilihan apa yang harus mereka buat. Saya menjawab, di sana tidak ada kekonyolan dalam hal ini, jika tak ada apapun bisa terjadi berbeda dengan apa yang Allah telah lihat lebih dulu. Tetapi harus diperhatikan, bahwa semata-mata pra pengetahuan Allah dalam dirinya sendiri bukanlah penyebab dari kejadian ini; ... Karena Allah menyatakan bukan apa yang Ia lihat dari surga yang manusia akan lakukan, tetapi apa yang Ia sendiri akan lakukan (lihat ay 40); dan itu adalah bahwa Ia akan memukul orang-orang jahat dengan kebodohan dan ketololan, dan dengan demikian akan membalas kejahatan mereka yang keras kepala. Dalam text ini Ia menunjukkan penyebab yang lebih dekat dan lebih rendah mengapa Allah memaksudkan supaya firmanNya, yang dalam sifat dasarnya sendiri bersifat sehat dan menghidupkan, akan bersifat menghancurkan dan mematikan bagi orang-orang Yahudi. Itu adalah karena mereka layak mendapatkannya oleh kejahatan mereka yang keras kepala (lihat ay 37-38). Mereka tidak mungkin bisa lolos dari hukuman ini, karena Allah telah menetapkan untuk menyerahkan mereka pada suatu pikiran yang jahat / ditentukan untuk binasa, dan untuk mengubah terang dari firmanNya, sehingga membuatnya menjadi kegelapan bagi mereka.].

 

Calvin (tentang Yoh 12:40): “‘He hath blinded their eyes, and hardened their heart.’ The passage is taken from Isaiah 6:9, where the Lord forewarns the prophet, that the labor which he spends in instructing will lead to no other result than to make the people worse. First then he says, Go, and tell this people, ‘Hearing, hear and do not hear;’ as if he had said, ‘I send thee to speak to the deaf.’ He afterwards adds, ‘Harden the heart of this people, etc.’ By these words he means, that he intends to make his word a punishment to the reprobate, that it may render them more thoroughly blind, and that their blindness may be plunged in deeper darkness. It is indeed a dreadful judgment of God, when He overwhelms men by the light of doctrine, in such a manner as to deprive them of all understanding; and when, even by means of that which is their only light, he brings darkness upon them. But it ought to be observed, that it is accidental to the word of God, that it blinds men; for nothing can be more inconsistent than that there should be no difference between truth and falsehood, that the bread of life should become a deadly poison, and that medicine should aggravate a disease. But this must be ascribed to the wickedness of men, which turns life into death. It ought also to be observed, that sometimes the Lord, by himself, blinds the minds of men, by depriving them of judgment and understanding; sometimes by Satan and false prophets, when he maddens them by their impostures; sometimes too by his ministers, when the doctrine of salvation is injurious and deadly to them. But provided that prophets labor faithfully in the work of instruction, and commit to the Lord the result of their labor, though they may not succeed to their wish, they ought not to give way or despond. Let them rather be satisfied with knowing that God approves of their labor, though it be useless to men: and that even the savor of doctrine, which wicked men render deadly to themselves, ‘is good and pleasant to God,’ as Paul testifies, (2 Corinthians 2:15.)” [= ‘Ia telah membutakan mata mereka, dan mengeraskan hati mereka’. Text ini diambil dari Yes 6:9, dimana Tuhan memperingatkan lebih dulu sang nabi, bahwa jerih payah yang ia habiskan dalam memberi instruksi tidak akan membimbing pada hasil apapun selain membuat bangsa itu makin buruk. Jadi, mula-mula Ia berkata, Pergilah dan beritahu bangsa ini, ‘Mendengar dan mendengar, tetapi tidak mendengar’; seakan-akan Ia telah berkata, ‘Aku mengutus engkau untuk berbicara kepada orang-orang tuli’. Ia lalu menambahkan, ‘Keraskanlah hati dari bangsa ini, dst.’ Dengan kata-kata ini Ia memaksudkan bahwa Ia bermaksud untuk membuat firmanNya suatu hukuman bagi orang-orang yang jahat / ditentukan untuk binasa, supaya itu membuat mereka makin buta sepenuhnya, dan supaya kebutaan mereka bisa dilemparkan dalam kegelapan yang lebih dalam. Memang merupakan suatu penghakiman yang menakutkan dari Allah, pada waktu Ia membanjiri manusia dengan terang dari ajaran ini, dengan cara sedemikian rupa sehingga mencabut / menghilangkan dari mereka semua pengertian; dan pada waktu, bahkan dengan cara itu yang adalah satu-satunya terang mereka, Ia membawa kegelapan atas mereka. Tetapi harus diperhatikan, bahwa itu adalah sifat yang menyimpang dari firman Allah, bahwa itu membutakan manusia; karena tak ada apapun bisa lebih tidak konsisten dari pada bahwa di sana tidak ada perbedaan antara kebenaran dan kepalsuan / dusta, bahwa roti hidup menjadi suatu racun yang mematikan, dan bahwa obat memperparah suatu penyakit. Tetapi ini harus dianggap berasal dari kejahatan manusia, yang mengubah kehidupan menjadi kematian. Juga harus diperhatikan, bahwa kadang-kadang Tuhan sendiri, membutakan pikiran manusia, dengan mencabut dari mereka penilaian dan pengertian; kadang-kadang oleh Iblis dan nabi-nabi palsu, pada waktu Ia membuat mereka menjadi gila oleh penipuan-penipuan mereka; kadang-kadang juga oleh pelayan-pelayanNya, pada waktu ajaran tentang keselamatan bersifat melukai dan mematikan bagi mereka. Tetapi asal nabi-nabi berjerih payah dengan setia dalam pekerjaan pengajaran dan menyerahkan kepada Tuhan hasil dari jerih payah mereka, sekalipun mereka bisa tidak mencapai keinginan mereka, mereka tidak boleh menyerah atau putus asa / kecil hati. Sebaliknya hendaklah mereka puas dengan mengetahui bahwa Allah merestui jerih payah mereka, sekalipun itu tidak berguna bagi manusia: dan bahwa bahkan bau dari ajaran, yang orang-orang jahat buat menjadi mematikan bagi diri mereka sendiri, ‘adalah bagus dan menyenangkan bagi Allah’, seperti Paulus saksikan, (2Kor 2:15).].

 

Yes 6:9-10 - “(9) Kemudian firmanNya: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! (10) Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.’.

 

2Kor 2:15-16 - “(15) Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. (16) Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?.

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : buas22@yahoo.com

e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com

http://golgothaministry.org