kebaktian ONLINE

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 25 Oktober 2020, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Domba atau kambing?

 

MATIUS 25:31‑46

 

Mat 25:31-46 - “(31) ‘Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya. (32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, (33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya. (34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? (38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? (39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? (40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. (42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; (43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. (44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.’”.

 

Sekalipun bagian ini adalah suatu perumpamaan, tetapi bagian ini lebih merupakan nubuat dari pada perumpamaan.

 

I) Yesus akan datang sebagai Hakim.

 

Ay 31‑33: “(31) ‘Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya. (32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, (33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya.”.

 

1)   Bagian ini menunjukkan Yesus sebagai Hakim pada akhir jaman (bdk. Yoh 5:22). Bahwa Yesus akan menjadi Hakim pada akhir jaman, menunjukkan bahwa Ia juga adalah Allah sendiri. Mengapa?

 

a)   Jumlah manusia yang pernah hidup dalam dunia ini sejak dari jaman Adam dan Hawa sampai kedatangan Kristus yang keduakalinya adalah begitu banyak.

Kalau Kristus bukanlah Allah sendiri, bagaimana mungkin Ia bisa menghakimi begitu banyak manusia itu dengan adil?

 

b)   Karena ada begitu banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan dalam menjatuhkan hukuman kepada orang-orang berdosa (ingat bahwa neraka bukanlah semacam ‘masyarakat komunis’ dimana hukuman semua orang sama), seperti:

1.   Banyaknya dosa yang dilakukan seseorang. Orang yang dosanya sedikit tentu tidak bisa disamakan hukumannya dengan orang yang dosanya banyak.

2.   Tingkat dosanya.

Misalnya, dosa membunuh dan mencuri tentu tidak sama hukumannya (bdk. Kel 21:12  dan Kel 22:1).

3.   Tingkat pengetahuannya.

Makin banyak pengetahuan Firman Tuhan yang dimiliki seseorang, makin berat hukumannya kalau ia berbuat dosa (Luk 12:47-48).

4.   Kesengajaannya.

Dosa sengaja dan tidak sengaja tentu juga berbeda hukumannya (Kel 21:12-14).

5.   Pengaruh dosa yang ditimbulkan.

Kalau seseorang yang mempunyai kedudukan tinggi dalam gereja berbuat dosa, maka pengaruh negatif yang ditimbulkan akan lebih besar dari pada kalau orang kristen biasa berbuat dosa. Dan karena itu hukumannya juga lebih berat. Hal ini bisa terlihat dari kata-kata Yesus yang menunjukkan bahwa para ahli Taurat pasti akan menerima hukuman yang lebih berat (Mark 12:40b  Luk 20:47b).

6.   Apa yang menyebabkan seseorang berbuat dosa.

Seseorang yang mencuri tanpa ada pencobaan yang terlalu berarti tentu lebih berat dosanya dari pada orang yang mencuri karena membutuhkan uang untuk mengobati anaknya yang hampir mati. Hal ini bisa terlihat dari ayat-ayat Kitab Suci yang mengecam orang-orang yang melakukan dosa tanpa sebab / alasan, seperti dalam Maz 25:3b  Maz 35:19  Maz 69:5  Maz 119:78,86. Juga dari ayat-ayat Kitab Suci yang mengecam orang yang mencintai / mencari dosa, seperti Maz 4:3.

 

c)   Demikian juga pada saat mau memberi pahala kepada orang-orang yang benar, pasti ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti:

1.   Banyaknya perbuatan baik yang dilakukan.

2.   Jenis perbuatan baik yang dilakukan.

3.   Besarnya pengorbanan pada waktu melakukan perbuatan baik. Yesus berkata bahwa janda yang memberi 2 peser memberi lebih banyak dari semua orang kaya yang memberi persembahan besar, karena janda itu memberikan seluruh nafkahnya (Luk 21:1-4).

4.   Motivasinya dalam melakukan perbuatan baik itu, dsb.

 

Untuk bisa melakukan semua ini dengan benar, maka Hakim itu haruslah seseorang yang maha tahu, maha bijaksana dan maha adil, dan karena itu Ia harus adalah Allah sendiri!

 

Charles Hodge: “As Christ is to be the judge, as all men are to appear before him, as the secrets of the hearts are to be the grounds of judgment, it is obvious that the sacred writers believed Christ to be a divine person, for nothing less than omniscience could qualify any one for the office here ascribed to our Lord.” [= Karena Kristus akan menjadi Hakim, karena semua orang akan menghadap di hadapanNya, karena rahasia dari hati adalah dasar penghakiman, jelaslah bahwa penulis-penulis sakral / kudus percaya bahwa Kristus adalah Pribadi ilahi, karena hanya kemahatahuan yang bisa memenuhi syarat bagi siapapun untuk jabatan / tugas yang di sini dianggap sebagai milik Tuhan kita.] - ‘I & II Corinthians’, hal 501.

 

Karena itu adalah sesuatu yang aneh kalau ada orang-orang yang percaya bahwa Yesus akan menjadi Hakim pada akhir jaman, tetapi tidak mempercayai bahwa Yesus adalah Allah sendiri!

 

2)   Yang dihakimi adalah ‘semua bangsa’ (ay 32).

Jadi, berbeda dengan Mat 25:1‑13 dan Mat 25:14‑30 yang berhubungan hanya dengan gereja, maka Mat 25:31‑46 berhubungan dengan seluruh umat manusia.

 

Bdk. Wah 20:11‑15 - “(11) Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. (12) Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. (13) Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. (14) Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. (15) Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.”.

 

Jadi, Kristus bukan hanya menghakimi orang kristen saja, atau orang Yahudi saja, tetapi seluruh umat manusia, dari bangsa dan agama apapun juga!

 

3)   Seluruh umat manusia yang dihakimi itu dipisah menjadi hanya 2 grup saja:

 

a)         Domba, yaitu orang benar / diberkati (ay 34,37,46).

Ini jelas menunjuk kepada orang kristen yang sejati, karena setiap orang yang percaya kepada Yesus dibenarkan / dianggap sebagai orang benar oleh Allah dan karena itu disebut sebagai orang benar.

Ro 5:1 - “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.”.

 

b)         Kambing, yaitu orang terkutuk (ay 41).

Ini jelas menunjuk pada orang yang non Kristen dan orang kristen KTP.

 

Perhatikan bahwa tidak ada grup yang ke 3 (orang yang setengah kristen, orang yang kadang‑kadang saja kristen dsb)! Mengapa? Karena tempatnya hanya 2, yaitu surga dan neraka!

 

Juga tidak ada orang‑orang yang dimusnahkan seperti yang diajarkan oleh Saksi Yehuwa / Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh!

Perhatikan kata-kata ‘api yang kekal (ay 41) dan ‘siksaan yang kekal (ay 46). Pemusnahan orang-orang berdosa sama sekali tidak cocok dengan kedua istilah ini. Apa gunanya apinya kekal dan tidak bisa padam (Mark 9:48) kalau orang-orang berdosa itu musnah? Dan apa gunanya ‘siksaan kekal’ kalau orangnya musnah?

 

4)   Domba diletakkan di sebelah kanan Yesus (ay 33), karena kanan adalah tempat yang terhormat (bdk. Kej 48:17  Kis 7:56).

Awas, ay 33 ini bukan dasar untuk mengatakan bahwa penjahat yang bertobat di atas kayu salib adalah yang di sebelah kanan Yesus!

 

II) Penghakiman terhadap domba.

 

Ay 34‑40: “(34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? (38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? (39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? (40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”.

 

1)   Ini jelas menunjuk kepada orang kristen dan itu menunjukkan bahwa pada akhir jaman orang kristen juga akan dihakimi (Yoh 5:28‑29  Ro 14:10  2Kor 5:10), tetapi tidak mungkin dihukum.

 

Yoh 3:18 - “Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”.

 

Yoh 5:24 - “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”.

 

Ro 8:1 - “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”.

 

Adalah sesuatu yang menarik kalau dalam ay 34‑40 ini Hakim itu hanya membicarakan perbuatan baik dari orang‑orang benar itu, dan tidak satu kalipun Ia berbicara tentang dosa mereka! Memang Allah tidak mengingat‑ingat dosa yang sudah ditebus dan diampuni!

 

Yes 43:25 - “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.”.

 

Mikha 7:19 - “Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.”.

 

2)   Orang‑orang ini disebut:

 

a)         ‘Kamu yang diberkati oleh BapaKu’ (ay 34).

Sebetulnya orang Kristen tadinya juga adalah orang terkutuk, karena mereka semua adalah orang berdosa (Gal 3:10). Tetapi karena kutuk mereka telah dipikul oleh Kristus (Gal 3:13), maka sekarang mereka disebut ‘orang yang diberkati’.

 

b)         ‘Orang benar’ (ay 37,46).

Lagi-lagi, sebetulnya orang Kristen bukanlah orang benar, tetapi orang berdosa. Tetapi iman kepada Kristus membuat orang kristen itu dibenarkan (dianggap / dinyatakan sebagai orang benar) oleh Allah (Ro 5:1a).

 

3)   Kepada mereka diberikan Kerajaan yang telah disediakan sejak dunia dijadikan (ay 34).

 

a)   Ini tidak bertentangan dengan Ef 1:4 yang mengatakan sebelum dunia dijadikan’, karena artinya adalah sama yaitu ‘sejak kekekalan’.

 

b)   Ini jelas mendukung doktrin Predestinasi dari Calvinisme!

Kerajaan itu telah disediakan sejak kekekalan, dan karena itu jelas bahwa Allah sudah menentukan orang‑orang itu untuk selamat. Dan karena penentuanNya terjadi sejak kekekalan, maka itu berarti bahwa Allah melakukan pemilihan yang tidak bersyarat / Unconditional Election, artinya kita tak dipilih karena kebaikan kita, tetapi semata‑mata karena kehendak dan kasih karunia Allah saja (bdk. Ro 9:11‑13).

 

4)   Sekalipun dalam ay 34‑36 dikatakan bahwa mereka menerima Kerajaan itu karena mereka telah melakukan perbuatan‑perbuatan baik tertentu, tetapi ini tidak berarti bahwa bagian ini mengajarkan doktrin ‘Salva­tion by works’ [= keselamatan karena perbuatan baik] yang sesat itu.

 

Penafsiran yang benar adalah: mereka berbuat baik, dan hal itu menunjukkan bahwa mereka beriman. Dan karena mereka beriman, mereka diselamatkan.

 

Dalam bagian ini Yesus menekankan perbuatan baik, supaya para pendengarNya menantikan kedatanganNya yang kedua-kalinya dengan cara hidup saleh / sesuci mungkin.

 

5)   Dalam ay 35‑36 ini yang Yesus tekankan adalah perbuatan baik yang berupa kebaikan‑kebaikan sosial yang kecil (bdk. Mat 10:42), dan karena itu janganlah lalai untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang kecil ini.

 

Ini tentu tidak berarti bahwa kebaikan yang besar tidak dihargai oleh Allah dan tidak perlu dilakukan. Kalau Allah menghargai kebaikan yang kecil, maka tentu Ia juga menghargai kebaikan yang besar.

 

6)   Kalau kita berbuat baik kepada orang lain, seringkali rasanya tidak ada gunanya, dan bahkan kadang‑kadang kita dibalas dengan kejahatan. Ini membuat kita sering merasa jemu untuk hidup baik. Tetapi bagian ini menunjukkan bahwa ada saatnya bahwa kita akan diberi upah untuk segala perbuatan baik yang kita lakukan (Amsal 19:17)! Karena itu, janganlah jemu‑jemu dalam berbuat baik.

 

Amsal 19:17 - Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu..

 

Gal 6:9 - “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”.

 

Ibr 6:10 - “Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap namaNya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.”.

 

7)   Pertanyaan orang‑orang benar dalam ay 37‑39 itu menunjukkan bahwa mereka tidak menyadari atau tidak mengingat‑ingat perbuatan baik mereka (bdk. Luk 17:7‑10).

 

Luk 17:7-10 - “(7) ‘Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! (8) Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. (9) Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? (10) Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.’.

 

Sebaliknya, orang benar menyadari dosa‑dosanya (bdk. Paulus dalam Ro 7:18‑24  1Tim 1:15).

 

Tetapi orang fasik justru terbalik! Mereka tidak menyadari dosa‑dosa mereka (ay 44), tetapi mereka menyadari / mengingat‑ingat ‘perbuatan baik’ mereka, yang sebetulnya bukanlah perbuatan baik (bdk. Mat 7:22).

 

Mat 7:22-23 - “(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!’.

 

Penerapan: saudara termasuk golongan yang mana? Golongan domba yang tidak mengingat‑ingat perbuatan baiknya tetapi mengingat dosa‑dosanya, atau golongan kambing yang tidak menyadari dosa‑dosanya tetapi mengingat‑ingat perbuatan baiknya?

 

8)   Siapa yang dimaksud dengan ‘saudaraKu yang paling hina’ dalam ay 40?

Ada 2 pandangan:

 

a)         Ini menunjuk kepada sesama manusia, baik kristen maupun kafir.

 

b)         Ini menunjuk pada orang kristen.

Saya lebih setuju dengan pandangan ini, karena dalam ay 40 ini Yesus mengidentikkan diriNya dengan orang itu, dan dalam Kitab Suci Yesus berulang‑ulang mengidentikkan diriNya dengan orang kris­ten (Mat 10:40‑42  Kis 9:4‑5), bukan dengan orang kafir.

Karena itu sekalipun kita disuruh mengasihi semua manusia (Mat 22:39), dan karena itu kita harus berbuat baik kepada semua orang, tetapi kita tetap harus mengutamakan untuk berbuat baik terhadap saudara seiman kita.

 

Gal 6:10 - “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”.

 

III) Penghakiman terhadap kambing.

 

Ay 41‑46: “(41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. (42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; (43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. (44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.’”.

 

1)   Ini adalah orang‑orang yang bukan kristen; atau mereka adalah orang kafir, atau kristen KTP.

 

a)   Mereka disuruh pergi / enyah dari hadapan Tuhan (ay 41), dan mereka terpaksa menuruti perintah itu (ay 46).

 

Pulpit Commentary: “Those who refused to accept the invitation to ‘come’, will have to obey the order to ‘go.’” [= Mereka yang menolak untuk menerima undangan untuk ‘datang’, akan harus mentaati perintah untuk ‘pergi / enyah’.] - hal 507.

 

Karena itu, kalau sampai saat ini saudara belum pernah betul‑betul datang kepada Yesus, cepatlah datang kepadaNya!  Kalau tidak, akan datang waktunya bahwa saudara tidak lagi diundang untuk datang kepada­Nya, tetapi diperintahkan untuk pergi / enyah dari hadapanNya (dan masuk ke neraka!) dan saat itu saudara harus menurut!

 

b)         Mereka disebut sebagai ‘orang-orang terkutuk’ (ay 41).

Ini kontras sekali dengan orang kristen yang disebut sebagai ‘yang diberkati oleh BapaKu’ (ay 34)! Tadi sudah saya katakan bahwa orang kristen sebetulnya juga adalah orang berdosa yang ada di bawah kutuk. Tetapi Yesus telah mati di salib untuk memikul kutuk itu (Gal 3:13), dan karena mereka telah percaya kepada Yesus, maka di atas mereka tidak ada lagi kutuk, dan mereka disebut ‘yang diberkati oleh BapaKu’. Tetapi orang‑orang non kristen / orang kristen KTP itu menolak Yesus, yang adalah satu‑satunya pemikul kutuk, dan karena itu mereka harus memikul kutuk itu sendiri, dan karena itulah maka mereka disebut ‘orang-orang terkutuk’!

 

Sudahkah saudara datang kepada Yesus dan menerimaNya sebagai pemikul kutuk saudara? Kalau tidak, bagaimanapun salehnya hidup saudara di hadapan manusia, di hadapan Tuhan saudara tetap adalah orang terkutuk!

 

Catatan: Yesus yang maha kasih itu bisa mengusir orang ke dalam api yang kekal dan menyebut mereka terkutuk! Ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh menyoroti Yesus / Allah hanya dari sudut kasihNya saja, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Saksi Yehuwa. Allah memang kasih, tetapi pada saat yang sama Ia juga adalah suci se­hingga tidak bisa bersatu dengan dosa, dan adil sehingga tidak bisa tidak menghukum dosa.

 

Bdk. Nahum 1:3a - “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.”.

 

c)         Mereka menyebut Yesus sebagai ‘Tuhan’ (ay 44).

Memang pada akhir jaman semua orang akan bertelut dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.

 

Fil 2:9‑11 - “(9) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, (10) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, (11) dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”.

 

Orang kristen akan melakukannya dengan sukarela, tetapi orang kafir / kristen KTP akan melakukan itu dengan terpaksa, dan tanpa ada gunanya bagi mereka.

Karena itu, dari pada pada akhir jaman saudara mengakui Yesus sebagai Tuhan dengan terpaksa dan tanpa guna, lebih baik sekarang saudara mengakuinya dengan sukarela!

 

2)   Dalam dialog antara Yesus dengan orang‑orang terkutuk itu, terlihat 2 hal, yaitu:

 

a)         Yesus sama sekali tak menyebut‑nyebut tentang perbuatan baik mereka!

Jelas bahwa mereka memang tidak mempunyai perbuatan baik barang satupun.

 

Ini sesuai dengan penggambaran orang berdosa dalam Ro 3:10‑18 - “(10) seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. (11) Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. (12) Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. (13) Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. (14) Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, (15) kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. (16) Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, (17) dan jalan damai tidak mereka kenal; (18) rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.’”.

 

Mengapa mereka dianggap sama sekali tidak mempunyai perbuatan baik? Karena perbuatan baik baru dianggap baik di hadapan Tuhan kalau perbuatan baik itu dilakukan karena cinta kepada Tuhan (Yoh 14:15), dan dilakukan demi kemuliaan Tuhan (1Kor 10:31). Orang non Kristen tidak mungkin bisa melakukan perbuatan baik yang memenuhi kedua syarat ini, dan ‘perbuatan baik’ yang dilakukan tanpa memenuhi 2 syarat itu, merupa­kan perbuatan baik yang dilakukan tanpa mempedulikan Tuhan, dan ini jelas bukan perbuatan baik!

 

b)         Yesus lagi‑lagi menekankan dosa pasif di sini!

Ini tentu tidak berarti bahwa dosa aktif tidak dipedulikan! Dosa pasif ditekankan karena manusia lebih sukar menyadari dosa pasif dari pada dosa aktif. Karena itu hati‑hatilah dengan dosa‑dosa pasif dalam hidup saudara, seperti:

1.   Tidak berbakti.

2.   Tidak belajar Firman Tuhan.

3.   Tidak berdoa (bdk. 1Sam 12:23).

4.   Tidak memberitakan Injil.

5.   Tidak memberikan persembahan persepuluhan (Mal 3:8‑10).

6.   Tidak berbuat baik (bdk. Yak 4:7).

7.   Dsb.

Karena itu, pikirkan / renungkan apa yang Tuhan perintahkan yang belum saudara taati. Akuilah hal itu sebagai dosa, dan bertobatlah!

 

3)   Hukuman mereka (ay 41,46a).

Ay 41,46a - “(41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. ... (46a) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal,.

 

a)         Ini jelas menunjukkan bahwa:

1.   Neraka itu ada.

Dari sini terlihat bahwa ajaran Saksi Yehuwa yang mengatakan bahwa neraka itu tidak ada, adalah ajaran yang sesat / tidak Alkitabiah!

2.   Ada orang‑orang yang masuk ke neraka.

Dari sini terlihat bahwa ajaran Universalisme yang mengatakan bahwa akhirnya semua orang akan selamat / masuk surga, juga adalah ajaran yang sesat / tidak Alkitabiah!

 

b)         Hukuman itu berupa api yang kekal / siksaan yang kekal (ay 41,46).

Bandingkan dengan Yes 66:24 / Mark 9:43-48 yang menunjukkan bahwa hukumannya berupa api yang tidak bisa padam dan ulat-ulat yang tidak bisa mati. Ada 2 hal yang perlu diketahui:

1.   Api maupun ulat hanyalah simbol. Diberikan dalam bentuk simbol, karena kita tak akan bisa mengerti hal yang sebenarnya. Tetapi, jangan lalu meremehkan hukuman di neraka, karena kalau simbolnya mengerikan, maka pasti aslinya lebih mengerikan lagi!

2.   Hukuman di neraka itu kekal. Jadi, kalau seseorang masuk ke neraka, maka tidak ada saat dimana Allah menganggap hukumannya sudah cukup sehingga akan mengangkat­nya dari sana dan memasukkannya ke surga. Tidak! Ia akan di sana untuk selama‑lamanya!

 

Penerapan: renungkan hal ini!

a.   Inginkah saudara mengalami nasib seperti ini? Kalau tidak, cepatlah datang / percaya kepada Yesus!

b.   Tegakah saudara kalau suami / istri / anak / orang tua / saudara / keluarga saudara masuk ke sana? Kalau tidak, berdoalah senantiasa untuk keselamatan mereka dan beritakanlah Injil kepada mereka!

 

c)         ‘telah sedia untuk Iblis dan malaikat‑malaikatnya’ (ay 41).

 

1.   Steven Liauw dan Andrew Liauw dari GBIA Graphe itu (salah satu atau keduanya) mengatakan bahwa ini menunjukkan bahwa neraka hanya direncanakan untuk setan, bukan untuk manusia. Ini juga merupakan pandangan dari Adam Clarke, Lenski, dan bahkan banyak penafsir yang bukan Arminian!

 

Adam Clarke: “The Devil and his angels sinned before the creation of the world, and the place of torment was then prepared for them: it never was designed for human souls; but as the wicked are partakers with the Devil and his angels in their iniquities, in their rebellion against God, so it is right that they should be sharers with them in their punishment. We see here, plainly, why sinners are destroyed, not because there was no salvation for them, but because they neglected to receive good, and do good. As they received not the Christ who was offered to them, so they could not do the work of righteousness which was required of them. They are cursed, because they refused to be blessed; and they are damned, because they refused to be saved.[= Iblis dan malaikat-malaikatnya berdosa sebelum penciptaan dunia / alam semesta, dan tempat penyiksaan dipersiapkan pada saat itu bagi mereka: itu tidak pernah dirancang untuk jiwa-jiwa manusia; tetapi karena orang-orang jahat adalah pengambil-pengambil bagian bersama Iblis dan malaikat-malaikatnya dalam kejahatan-kejahatan mereka, dalam pemberontakan mereka terhadap Allah, maka adalah benar bahwa mereka harus menjadi pengambil-pengambil bagian bersama mereka dalam hukuman mereka. Di sini kita melihat dengan jelas, mengapa orang-orang berdosa dibinasakan / dihancurkan, bukan karena di sana tidak ada keselamatan untuk mereka, tetapi karena mereka mengabaikan untuk menerima yang baik dan melakukan yang baik. Karena mereka tidak menerima Kristus yang ditawarkan kepada mereka, maka mereka tidak bisa melakukan pekerjaan kebenaran yang dituntut dari mereka. Mereka terkutuk, karena mereka menolak untuk diberkati; dan mereka dihukum dengan hukuman kekal, karena mereka menolak untuk diselamatkan.].

Catatan: kata ‘then’ [= pada saat itu] betul-betul konyol, karena itu berarti Allah merencanakan secara bertahap! Allah bukan manusia yang terbatas sehingga harus merencanakan secara bertahap. Seluruh rencanaNya terjadi seketika, dalam kekekalan (minus tak terhingga).

 

Lenski: “The remarkable thing is that hell fire was originally prepared for the devil and his angels as the fit punishment for their irremediable apostasy from God; and not for men. It is a fair deduction that men are consigned to this devil’s fire for the simple reason that they have turned from God to the devil and have become incurably apostate even as he is.” [= Hal yang menarik / luar biasa adalah bahwa api neraka pada mulanya dipersiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya sebagai hukuman yang cocok untuk kemurtadan yang tak bisa diperbaiki dari Allah; dan bukan untuk manusia. Merupakan suatu kesimpulan yang adil bahwa manusia diserahkan pada api Iblis ini untuk alasan yang sederhana bahwa mereka telah berbalik dari Allah kepada Iblis dan telah menjadi orang-orang murtad yang tidak bisa disembuhkan sama seperti dia (Iblis).].

 

Pulpit Commentary: “‘Prepared for the devil and his angels.’ This region or sphere of torment was not, as the kingdom of the righteous, prepared for man originally; it was particularly designed (τὸ ἠτοιμασμένον) for Satan and his myrmidons (see 2 Pet. 2:4, 9), and will not be perfected till the last judgment (Rev. 20:10). There is no hint of its being remedial or corrective; and what it is to the devil it must be to those who share it with him. It is man’s own doing that he is unfit for the company of saints and angels, and having made himself like unto the evil spirits by rebellion and hatred of good, he must consort with them and share their doom.” [= Adalah karena tindakan-tindakan manusia sendiri sehingga ia tidak cocok untuk kumpulan dari orang-orang kudus dan malaikat-malaikat, dan setelah membuat dirinya sendiri seperti roh-roh jahat oleh pemberontakan dan kebencian terhadap apa yang baik, ia harus berkumpul dengan mereka dan ambil bagian dalam kehancuran / penghukuman mereka. ‘Dipersiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya’. Daerah atau tempat penyiksaan bukanlah, seperti kerajaan dari orang-orang benar, dipersiapkan pada mulanya untuk manusia; itu ‘dipersiapkan secara khusus’ (τὸ ἠτοιμασμένον / TO ETOIMASMENON) untuk Iblis dan pengikut-pengikut setianya (lihat 2Pet 2:4,9), dan tidak akan disempurnakan sampai penghakiman terakhir (Wah 20:10). Di sana tidak ada petunjuk tentang sifat memperbaiki atau membetulkan; dan apa hal itu bagi Iblis harus adalah bagi mereka yang mengambil bagiannya dengan dia.].

 

Catatan: kalau dilihat dalam Bible Works 8 maka kata Yunani yang ia berikan artinya hanya ‘dipersiapkan’ dan bukan ‘dipersiapkan secara khusus seperti yang ia katakan. Kita harus selalu hati-hati dengan pendeta-pendeta yang menggunakan bahasa asli Alkitab untuk menipu!

 

2Pet 2:4,9 - “(4) Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; ... (9) maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,”.

 

Wah 20:10 - “dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”.

 

Catatan: menurut saya kedua text yang ia gunakan tidak cocok!

 

Barnes’ Notes: Christ will say to the one that the kingdom was prepared for THEM; to the other, that the fire was not prepared for ‘them,’ but for another race of beings. THEY will inherit it because they have the same character ‘as the devil,’ and are therefore suited to the same place - not because it was originally ‘prepared for them.’[= Kristus akan berkata kepada yang satu bahwa kerajaan itu dipersiapkan untuk MEREKA; kepada yang lain, bahwa api itu tidak dipersiapkan untuk ‘mereka’, tetapi untuk kelompok makhluk yang lain. MEREKA akan mewarisinya karena mereka mempunyai karakter yang sama ‘seperti Iblis’, dan karena itu cocok dengan tempat yang sama - bukan karena pada mulanya itu ‘dipersiapkan untuk mereka’.].

 

Ay 41: Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya..

 

Catatan: bagian yang warna hijau itu tidak ada dalam ayat itu. Paling-paling bisa dilarik secara implicit (itupun saya tidak setuju), tetapi untuk menguatkan pandangannya apa yang implicit ia jadikan explicit!

 

Bible Knowledge Commentary: “They will be told, Depart... into the eternal fire prepared not for men but for the devil and his angels” [= Mereka akan diberitahu, Enyahlah ... ke dalam api yang kekal yang dipersiapkan bukan untuk manusia tetapi untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya].

 

Catatan: idem dengan di atas.

 

Matthew Henry: The fire is said to be prepared, not primarily for the wicked, as the kingdom is prepared for the righteous; but it was originally intended for ‘the devil and his angels.’” [= Api itu dikatakan dipersiapkan, secara terutama / pada mulanya bukan untuk orang-orang jahat, seperti kerajaan itu dipersiapkan untuk orang-orang benar; tetapi itu pada mulanya dimaksudkan untuk ‘Iblis dan malaikat-malaikatnya’.].

 

Catatan: idem dengan di atas.

 

Bagi saya ini merupakan pandangan yang KONYOL, dan ini jawaban saya:

 

a.   Dari kata-kata mereka sendiri, setidaknya mereka harus percaya akan adanya reprobation / penentuan binasa untuk malaikat-malaikat non pilihan.

 

Bdk. 1Tim 5:21 - Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat-malaikat pilihanNya kupesankan dengan sungguh kepadamu: camkanlah petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak..

KJV/RSV/NIV/ASV/ESV/NKJV: ‘the elect angels’ [= malaikat-malaikat pilihan].

 

Kalau bisa ada reprobation / penentuan binasa untuk malaikat-malaikat mengapa tidak bisa ada reprobation / penentuan binasa untuk manusia?

 

b.   Ay 34: Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.”.

 

Kalau surga disediakan untuk domba, dan neraka hanya untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya, lalu pada mulanya kambing direncanakan untuk tinggal dimana? Tidak direncanakan? Mustahil. Kalau hal-hal remeh seperti jatuhnya burung pipit atau sehelai rambut saja tidak bisa terjadi kalau bukan karena kehendak Allah (Mat 10:29-31), adalah konyol bahwa Allah tidak punya kehendak untuk tempat terakhir bagi kambing-kambing itu! Saya percaya neraka juga disediakan / ditentukan untuk kambing-kambing itu!

 

c.   Kalau kambing tidak direncanakan masuk neraka tetapi toh pada akhirnya masuk neraka, itu berarti rencana Allah gagal! Dan ini bertentangan dengan Ayub 42:1-2 - “(1) Maka jawab Ayub kepada TUHAN: (2) ‘Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal..

 

Calvin: “‘Which is prepared for the devil.’ Christ contrasts with himself the devil, as the head of all the reprobate. For though all the devils are apostate angels, yet many passages of Scripture assign the highest authority to one who assembles under him, as in one body, all the wicked to perdition; in the same manner as believers assemble to life under Christ, and grow under him, till, having reached perfection, they are entirely united by him to God, (Ephesians 4:13; Colossians 2:19.) But now Christ says, that hell is ‘prepared for the devil,’ that wicked men may not entertain the belief that they will be able to escape it, when they hear that they are involved in the same punishment with the devil, who, it is certain, was long ago sentenced and condemned to hell, without any hope of deliverance. [= ‘Yang dipersiapkan untuk Iblis’. Kristus mengkontraskan dengan diriNya sendiri, Iblis, sebagai kepala dari semua reprobate / orang yang ditentukan untuk binasa. Karena sekalipun semua setan-setan adalah malaikat-malaikat yang murtad, tetapi banyak text Kitab Suci menganggap otoritas tertinggi berasal dari seseorang yang mengumpulkan di bawahnya, seperti dalam satu tubuh, semua orang jahat pada kehancuran / neraka; dengan cara yang sama seperti orang-orang percaya mengumpulkan pada kehidupan di bawah Kristus, dan bertumbuh di bawahNya, sampai, setelah mencapai kesempurnaan, mereka sepenuhnya dipersatukan olehNya kepada Allah, (Ef 4:13; Kol 2:19). Tetapi sekarang Kristus mengatakan, bahwa neraka ‘dipersiapkan untuk Iblis’, supaya orang-orang jahat tidak menganggap bahwa mereka akan bisa lolos darinya, pada waktu mereka mendengar bahwa mereka terlibat / ambil bagian dalam hukuman yang sama dengan Iblis, yang, adalah pasti, dari dahulu sudah dijatuhi hukuman dan divonis pada neraka, tanpa pengharapan pembebasan apapun.].

 

Calvin: “‘And his angels.’ By ‘the devil’s angels’ some understand wicked men, but it is more probable that Christ speaks only of devils. And so these words convey an indirect reproach, that men, who had been called to the hope of salvation through the Gospel, chose to perish with Satan, and, rejecting the Author of salvation, voluntarily threw themselves into this wretched condition; not that they were not appointed to destruction as well as the devil, but because in their crime is plainly seen the cause of their destruction, when they reject the grace of their calling. And thus, though the reprobate were devoted to death, by a secret judgment of God, before they were born, yet, so long as life is offered to them, they are not reckoned heirs of death or companions of Satan, but their perdition, which had been formerly concealed, is discovered and made evident by their unbelief. [= ‘Dan malaikat-malaikatnya’. Dengan ‘malaikat-malaikat Iblis’ sebagian orang menganggap orang-orang jahat, tetapi adalah lebih memungkinkan bahwa Kristus berbicara hanya tentang setan-setan. Maka kata-kata ini memberikan suatu celaan tidak langsung, bahwa manusia, yang telah dipanggil pada pengharapan keselamatan melalui Injil, memilih untuk binasa dengan Iblis, dan, menolak sang Pencipta keselamatan, secara sukarela melemparkan diri mereka sendiri ke dalam keadaan yang sangat buruk / menyedihkan; BUKAN BAHWA MEREKA TIDAK DITETAPKAN PADA KEHANCURAN SAMA SEPERTI IBLIS, tetapi karena dalam kejahatan mereka terlihat dengan jelas penyebab kehancuran mereka, pada waktu mereka menolak kasih karunia dari panggilan mereka. Dan demikianlah, sekalipun orang-orang yang ditentukan untuk binasa diserahkan / dipisahkan pada kematian, oleh penghakiman rahasia dari Allah, sebelum mereka dilahirkan, tetapi selama hidup ditawarkan kepada mereka, mereka tidak dianggap sebagai pewaris-pewaris dari kematian atau teman-teman / kumpulan dari Iblis, tetapi kebinasaan mereka, yang dahulu disembunyikan, dinyatakan dan dibuat menjadi jelas oleh ketidak-percayaan mereka.].

 

Dari dua kutipan kata-kata Calvin ini kelihatannya ada 3 hal yang ia berikan sebagai alasan mengapa hanya Iblis dan setan-setan yang dibicarakan, dan orang-orang reprobate tidak.

 

(1) Kristus mengkontraskan Iblis dengan diriNya sendiri. Kalau Kristus adalah kepala dari orang-orang pilihan, maka Iblis adalah kepala dari setan-setan dan para reprobate! Dan tubuh akan selalu bersatu dengan kepalanya.

 

(2) Untuk Iblis dan setan-setan vonis sudah diberikan pada saat kejatuhan mereka, sedangkan untuk para reprobate belum.

 

(3) Selama para reprobate itu masih hidup dan Injil / hidup yang kekal masih ditawarkan kepada mereka, mereka tidak disebut sebagai pewaris-pewaris dan kumpulan dari setan-setan.

 

Tetapi yang jelas, Calvin konsisten dengan pandangannya tentang reprobation / penentuan binasa, yang jelas sudah terjadi dalam kekekalan / minus tak terhingga.

 

2.   Iblis / setan sudah pasti akan masuk ke neraka untuk dihukum / disiksa di sana, dan mereka sendiri mengetahui hal itu.

 

Bdk. Mat 8:29 - “Dan mereka itupun berteriak, katanya: ‘Apa urusanMu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?’”.

 

Karena itu, jangan percaya kepada cerita dari orang-orang yang mengaku dibawa Tuhan untuk melihat neraka dimana mereka melihat setan-setan menyiksa orang-orang yang masuk neraka. Mengapa?

 

a.   Karena pada saat ini setan belum masuk neraka. Ia baru akan dibuang ke neraka pada kedatangan Yesus yang kedua-kalinya.

 

Wah 20:10 - “dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”.

 

b.   Kalau setan dibuang ke neraka, ia disiksa, bukan menyiksa. Siapa yang mengangkat dia menjadi algojonya Tuhan? Dia bukan algojo tetapi justru adalah makhluk yang paling bejat sehingga paling hebat hukumannya.

 

3.   Kalau selama di dunia saudara mengikut setan (ingat bahwa tidak ikut / percaya Yesus berarti saudara ikut setan!), maka dalam kekekalan nanti saudara juga akan bersama dengan dia dalam neraka untuk selama‑lamanya. Karena itu pastikanlah bahwa saudara tidak mengikut dia, tetapi betul‑betul percaya dan mengikut Yesus!

 

Penutup.

 

Bagi saudara yang belum sungguh‑sungguh percaya / ikut Yesus, percayalah dan ikutlah Dia!

 

Bagi saudara yang sudah percaya dan ikut Yesus, beritakanlah Injil dan ajaklah lebih banyak orang untuk percaya dan ikut Yesus, supaya jangan mereka masuk ke dalam neraka!

 

 

 

-o0o-

 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

buas22@yahoo.com

http://golgothaministry.org

Email : golgotha_ministry0@yahoo.com

CHANNEL LIVE STEAMING YOUTUBE :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ