Pemahaman Alkitab

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Jl. Dinoyo 19b, lantai 3)

 

Jum’at, tgl 26 Juni 2009, pk 19.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

(HP: 7064-1331 / 6050-1331)

buas22@yahoo.com

 

Kejadian 3:14-15(2)

 

Kej 3:14-15 - “(14) Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: ‘Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. (15) Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.’”.

 

II) Hukuman kepada setan / janji untuk manusia.

 

Ay 15: “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.’”.

 

1)   Calvin berkata bahwa pada waktu menghadapi setan tak ada pertanyaan interogasi seperti pada waktu menghadapi manusia (Adam dan Hawa). Padahal Allah mempunyai otoritas untuk langsung memberi hukuman tanpa menanyai mereka. Lalu mengapa ada perbedaan seperti ini?

Juga pada waktu memberikan hukuman, Allah mulai menyatakan hukuman kepada ular / setan, dan baru setelah itu  kepada Adam dan Hawa.

Calvin mengatakan bahwa semua ini jelas menunjukkan bahwa pada saat ini Allah lebih bertindak sebagai dokter dari pada sebagai hakim. Hukuman untuk manusia bersifat untuk memperbaiki, dan dengan tujuan mempertobatkan, tetapi untuk setan sama sekali tidak demikian.

 

Calvin: Why then does he call them to undergo examination, except that he has a care for their salvation? This doctrine is to be applied to our benefit. There would be no need of any trial of the cause, or of any solemn form of judgment, in order to condemn us; wherefore, while God insists upon extorting a confession from us, he acts rather as a physician than as a judge. There is the same reason why the Lord before he imposes punishment on man, begins with the serpent. For corrective punishments (as we shall see) are of a different kind, and are inflicted with the design of leading us to repentance; but in this there is nothing of the sort (= ).

 

2)   Ay 15a: “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya”.

 

Apakah kata-kata ini menunjukkan akan adanya permusuhan antara manusia dengan ular? Ini tergantung apakah kata-kata ini ditujukan kepada ular, atau kepada setan.

Ada penafsir-penafsir yang menganggap bahwa kata-kata ini hanya ditujukan / berkenaan dengan setan, dan sama sekali tidak dengan ular. Kalau ini benar, maka bagian ini tidak menunjukkan akan adanya permusuhan antara manusia dengan ular. Tetapi ada juga penafsir-penafsir yang beranggapan bahwa kata-kata ini juga ditujukan / berkenaan dengan ular, sekalipun terutama ditujukan / berkenaan dengan setan. Kalau ini yang benar, maka bagian ini menunjukkan akan adanya permusuhan antara manusia dengan ular. Calvin termasuk yang mempercayai pandangan kedua ini.

 

a)      Calvin menganggap bahwa ini menunjuk pada permusuhan antara manusia dengan ular, dan ay 15b-nya menunjukkan bahwa manusia akan lebih superior dari ular. Jadi, tetap ada dominasi manusia terhadap ular / binatang.

 

b)      Adam Clarke tak setuju dengan pandangan yang menyatakan bahwa permusuhan yang dikatakan Allah ini adalah permusuhan antara manusia dan ular. Alasannya, dalam faktanya hal itu tidak benar. Tidak ada bukti bahwa ular membenci manusia, dan juga tidak benar bahwa binatang yang paling dibenci manusia adalah ular.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa semua ini tidak boleh dihurufiahkan, dan dalam semua ini hanya setan yang dimaksudkan oleh Tuhan.

 

Saya sendiri setuju dengan Clarke, dan saya berpendapat bahwa berbeda dengan ay 14 yang memang ditujukan kepada ular, maka ay 15 ditujukan hanya kepada setan. Jadi, permusuhan yang dibicarakan dalam ay 15 adalah permusuhan manusia dengan setan.

 

3)   “antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.’”.

KJV: ‘and between thy seed and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel’ (= dan antara benihmu dan benihnya; itu akan mememarkan kepalamu, dan engkau akan mememarkan tumitnya).

NIV: and between your offspring and hers; he will crush your head, and you will strike his heel.’ (= dan antara keturunanmu dan keturunannya; ia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan memukul tumitnya).

Catatan: terjemahan ‘it’ (= itu) dari KJV salah; seharusnya ‘he’ (= ia) seperti dalam NIV. Tetapi yang aneh dari NIV adalah bahwa NIV menterjemahkan ‘crush’ (= menghancurkan untuk kata kerja yang pertama tetapi menterjemahkan ‘strike’ (= memukul untuk kata kerja yang kedua, padahal keduanya menggunakan kata Ibrani yang sama.

 

Sekarang, siapa yang dimaksud dengan ‘keturunanmu’ (thy / your seed) dan ‘keturunannya’ (her seed)??

 

a)            ‘keturunanmu’ (thy / your seed).

Ini menunjuk kepada orang-orang yang tidak percaya, yang merupakan anak-anak setan (secara rohani).

Barnes’ Notes: The spiritual agent in the temptation of man cannot have literally any seed. But the seed of the serpent is that portion of the human family that continues to be his moral offspring, and follows the first transgression without repentance or refuge in the mercy of God (= ).

Jamieson, Fausset & Brown: “‘And between thy seed and her seed,’ (zera`) - the act of sowing, as well as seed, though used in reference to an individual (Gen 4:25; 21:13), commonly denotes plurality, and is equivalent to children, progeny, posterity (Gen 13:16; 15:5,13; 17:7,10; Ps 22:23; cf. 2 Kings 11:1). ... ‘the seed of the serpent,’ a designation, in this context, and conformably to Scripture usage elsewhere, of the wicked portion of mankind (cf. John 8:44; 13:38, with Matt 23:33; 1 John 3:8) (= ).

Yoh 8:44 - Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta”.

Yoh 13:38 - ini pasti salah cetak. Mungkin maksudnya Mat 13:38 - “ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

Mat 23:33 - “Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?”.

1Yoh 3:8 - “barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diriNya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

 

b)            ‘keturunannya’ (her seed).

 

1.      Penafsiran sesat dari Gereja Roma Katolik.

 

Tentang ‘seed’ / benih / keturunan perempuan, Gereja Roma Katolik menafsirkan ini menunjuk kepada Maria, ibu Yesus. Calvin dan Wycliffe mengecam penafsiran ini.

 

Calvin: a profane exposition of it has been invented, by applying to the mother of Christ what is said concerning her seed” (= suatu exposisi yang kotor / duniawi tentang bagian ini ditemukan, dengan menerapkannya kepada ibu dari Kristus apa yang dikatakan berkenaan dengan benihnya / benih perempuan itu).

 

Wycliffe: “An unfortunate translation in the Vulgate changes the pronoun ‘his’ (v. 15c) from the masculine to the feminine, providing spurious support for unfounded claims concerning ‘the Blessed Virgin Mary.’” [= Suatu terjemahan yang patut disayangkan dalam Vulgate mengubah kata ganti orang ‘his’ (ay 15c) dari bentuk laki-laki menjadi bentuk perempuan, menyediakan suatu dukungan palsu untuk claim yang tak berdasar berkenaan dengan ‘perawan Maria yang diberkati’].

 

2.   Kata ‘keturunannya’ [Lit: ‘her seed’ (= benihnya)] menunjuk kepada gereja / orang-orang percaya.

 

Calvin: as the perpetuity of the contest is noted, so victory is promised to the human race through a continual succession of ages. I explain, therefore, the seed to mean the posterity of the woman generally. But since experience teaches that not all the sons of Adam by far, arise as conquerors of the devil, we must necessarily come to one head, that we may find to whom the victory belongs (= ).

Catatan: kata-kata Calvin di atas ini agak membingungkan. Saya tak pasti apa yang ia maksudkan.

 

Calvin: In the meantime, we must keep in mind that method of conquering which the Scripture describes. Satan has, in all ages, led the sons of men ‘captive at his will’, and, to this day, retains his lamentable triumph over them, and for that reason is called the prince of the world, (John 12:31.) But because one stronger than he has descended from heaven, who will subdue him, hence it comes to pass that, in the same manner, the whole Church of God, under its Head, will gloriously exult over him. To this the declaration of Paul refers, ‘The Lord shall bruise Satan under your feet shortly,’ (Romans 16:20.) By which words he signifies that the power of bruising Satan is imparted to faithful men, and thus the blessing is the common property of the whole Church; but he, at the same time, admonishes us, that it only has its commencement in this world; because God crowns none but well - tried wrestlers (= ).

 

Barnes’ Notes: The seed of the woman, on the other hand, must denote the remnant who are born from above, and hence, turn from darkness to light, and from the power of Satan unto God (= ).

 

3.   Kata ‘keturunannya’ secara umum menunjuk kepada gereja / orang-orang percaya, tetapi penunjukkan kepada 1 pribadi dalam anak kalimat terakhir, menunjukkan bahwa kata-kata ini secara khusus menunjuk kepada Kristus.

 

Jamieson, Fausset & Brown: “But ‘the seed of the women’ being contrasted with ‘the seed of the serpent,’ a designation, in this context, and conformably to Scripture usage elsewhere, of the wicked portion of mankind (cf. John 8:44; 13:38, with Matt 23:33; 1 John 3:8), the expression must evidently be considered as restricted to the children of God, ‘who are born not of the flesh but of the spirit’ (cf. Gal 3:29); and from its denoting individuality in the following clause, as specially applied to one whose miraculous birth gave him a pre-eminent title to be called ‘the seed of the woman’ (cf. Gal 4:4) (= ).

 

Gal 3:29 - “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah”.

Kelihatannya Gal 3:29 ini tidak cocok; mungkin seharusnya adalah Gal 4:29 - “Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini”.

 

Gal 4:4 - “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus AnakNya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat”.

 

c)      Jadi, permusuhan yang dibicarakan oleh Allah adalah permusuhan / pertempuran antara orang-orang percaya / Kerajaan Allah dan orang-orang yang tidak percaya / Kerajaan setan.

 

Jamieson, Fausset & Brown: The prophecy points to a continual struggle which would be carried on between the offspring of the woman and the grand enemy of God and man: and no language could more appropriately describe the mighty conflict, of which this world, has ever since been the theatre, between the kingdom of God and the kingdom of Satan. ... Who does not now accept them as an epitomized history of the holy war which, from the moment of the fall, has been waged between the children of light and of darkness, between those who adhere to the cause of God and righteousness, and those who are ranged on the side of the Devil by their love and practice of sin? (= ).

 

Penerapan: karena itu Kitab Suci begitu mengecam persekutuan antara orang beriman dan tak beriman!

 

Ada beberapa contoh tentang hal seperti itu.

 

1.   Salah satu yang paling menarik adalah persekutuan / koalisi antara raja Yosafat (Yehuda) dan Raja Ahab (Israel). Perhatikan ayat-ayat di bawah ini:

 

2Taw 18:1 - “Ketika Yosafat kaya dan sangat terhormat, ia menjadi besan Ahab.

 

1Raja 22:2-4,45 - “(2) Pada tahun yang ketiga pergilah Yosafat, raja Yehuda, kepada raja Israel. (3) Berkatalah raja Israel kepada pegawai-pegawainya: ‘Tahukah kamu, bahwa Ramot-Gilead sebenarnya milik kita? Tetapi kita tinggal diam saja dan tidak merebutnya dari tangan raja negeri Aram.’ (4) Lalu katanya kepada Yosafat: ‘Maukah engkau pergi bersama-sama aku untuk memerangi Ramot-Gilead?’ Jawab Yosafat kepada raja Israel: ‘Kita sama-sama, aku dan engkau, rakyatku dan rakyatmu, kudaku dan kudamu.’ ... (45) Dan Yosafat hidup dalam damai dengan raja Israel.

 

2Taw 19:1-2 - “(1) Yosafat, raja Yehuda, pulang dengan selamat ke istananya di Yerusalem. (2) Ketika itu Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: ‘Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau.

 

2Taw 20:35-37 - “(35) Kemudian Yosafat, raja Yehuda, bersekutu dengan Ahazia, raja Israel, yang fasik perbuatannya. (36) Ia bersekutu dengan Ahazia untuk membuat kapal-kapal yang dapat berlayar ke Tarsis. Kapal-kapal itu dibuat mereka di Ezion-Geber. (37) Tetapi Eliezer bin Dodawa dari Maresa bernubuat terhadap Yosafat, katanya: ‘Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan merobohkan pekerjaanmu.’ Lalu kapal-kapal itu pecah, dan tak dapat berlayar ke Tarsis.

Catatan: Ahazia adalah anak dari Ahab.

 

2.   Ul 7:1-6 - “(1) ‘Apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke dalam negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa dari depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa, yang lebih banyak dan lebih kuat dari padamu, (2) dan TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan mereka kepadamu, sehingga engkau memukul mereka kalah, maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali. Janganlah engkau mengadakan perjanjian dengan mereka dan janganlah engkau mengasihani mereka. (3) Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki; (4) sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari padaKu, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera. (5) Tetapi beginilah kamu lakukan terhadap mereka: mezbah-mezbah mereka haruslah kamu robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu hancurkan dan patung-patung mereka kamu bakar habis. (6) Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayanganNya”.

 

3.   Maz 139:21-22 - “(21) Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau? (22) Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku”.

 

4.   1Kor 15:33 - ‘Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik’.

 

5.   2Kor 6:14-18 - “(14) Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (15) Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? (16) Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: ‘Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatKu. (17) Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. (18) Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anakKu perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.’”.

 

Adam Clarke: “Some apply this exhortation to pious persons marrying with those who are not decidedly religious, and converted to God. That the exhortation may be thus applied I grant; but it is certainly not the meaning of the apostle in this place. Nevertheless, common sense and true piety show the absurdity of two such persons pretending to walk together in a way in which they are not agreed. A very wise and very holy man has given his judgment on this point: ‘A man who is truly pious, marrying with an unconverted woman, will either draw back to perdition, or have a cross during life.’ The same may be said of a pious woman marrying an unconverted man. Such persons cannot say this petition of the Lord’s prayer, Lead us not into temptation. They plunge into it of their own accord” (= Sebagian orang menerapkan nasehat / peringatan ini bagi orang-orang saleh yang menikah dengan mereka yang pasti tidak religius dan tidak bertobat kepada Allah. Bahwa nasehat / peringatan ini bisa diterapkan seperti itu, saya akui; tetapi itu pasti bukan arti dari sang rasul di tempat ini. Tetapi bagaimanapun, akal sehat dan kesalehan yang benar menunjukkan kemustahilan dari dua orang seperti itu, berpura-pura berjalan bersama-sama dalam suatu jalan dalam mana mereka tidak setuju. Seorang yang bijak dan sangat kudus telah memberikan penilaiannya tentang hal ini: ‘Seorang laki-laki yang sungguh-sungguh saleh, menikah dengan seorang perempuan yang belum bertobat, akan atau kembali pada kebinasaan, atau mempunyai sebuah salib dalam sepanjang hidupnya’. Hal yang sama bisa dikatakan tentang seorang perempuan yang saleh yang menikah dengan seorang laki-laki yang belum bertobat. Orang-orang seperti itu tidak bisa mengatakan permohonan ini dari Doa Bapa Kami, ‘Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan’. Mereka menceburkan diri ke dalamnya dengan persetujuan mereka sendiri).

Jamieson, Fausset & Brown: “‎The image is from the symbolical precept, Lev 19:19; Deut 22:10: cf. Deut 7:3, forbidding marriages with the pagan; also 1 Cor 7:39. The believer and unbeliever are utterly heterogeneous. Too close contact with unbelievers in other relations is included (2 Cor 6:16; 1 Cor 8:10)” [= Gambaran ini berasal dari ajaran simbolis, Im 19:19; Ul 22:10: bdk. Ul 7:3, melarang pernikahan dengan orang kafir; juga 1Kor 7:39. Orang percaya dan orang yang tidak percaya sama sekali berbeda. Kontak yang terlalu dekat dengan orang-orang yang tidak percaya dalam hubungan yang lain juga termasuk (2Kor 6:16; 1Kor 8:10)].

Barnes’ Notes: “It is implied in the use of the word that there is a dissimilarity between believers and unbelievers so great that it is as improper for them to mingle together as it is to yoke animals of different kinds and species. The ground of the injunction is, that there is a difference between Christians and those who are not, so great as to render such unions improper and injurious. The direction here refers doubtless to all kinds of improper connections with those who were unbelievers. It has been usually supposed by commentators to refer particularly to marriage. But there is no reason for confining it to marriage. It doubtless includes that, but it may as well refer to any other intimate connection, or to intimate friendships, or to participation in their amusements and employments, as to marriage” (= Ditunjukkan secara tak langsung dalam penggunaan kata itu bahwa ada suatu perbedaan yang begitu besar antara orang percaya dan orang yang tidak percaya sehingga merupakan sesuatu yang tidak benar bagi mereka untuk bergaul bersama-sama seperti menggabungkan dengan satu kuk binatang-binatang yang berbeda jenisnya. Dasar dari perintah ini adalah bahwa di sana ada suatu perbedaan antara orang-orang Kristen dan mereka yang bukan Kristen, begitu besar sehingga membuat persatuan seperti itu tidak benar dan membahayakan. Arah yang ditunjukkan di sini tak diragukan adalah pada semua jenis dari hubungan-hubungan yang tidak benar dengan mereka yang adalah orang-orang yang tidak percaya. Biasanya telah dianggap oleh para penafsir bahwa hal ini menunjuk secara khusus pada pernikahan. Tetapi tak ada alasan untuk membatasi hal ini pada pernikahan. Tak diragukan bahwa ini mencakup hal itu, tetapi juga bisa menunjuk pada hubungan intim lain yang manapun, atau pada persahabatan intim, atau pada partisipasi dalam hiburan / kesenangan dan pekerjaan, seperti pada pernikahan).

 

6.   2Yoh 10-11 - “(10) Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. (11) Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat”.

 

Adam Clarke: “‎The words mean, according to the eastern use of them, ‘Have no religious connection with him, nor act toward him so as to induce others to believe you acknowledge him as a brother.’” (= Kata-kata ini berarti, sesuai dengan penggunaan orang Timur tentang kata-kata itu, ‘Jangan mempunyai hubungan agamawi dengan dia, ataupun bertindak terhadap dia sehingga menyebabkan orang-orang lain percaya bahwa engkau mengakui dia sebagai seorang saudara’).

 

Jamieson, Fausset & Brown: “The greeting forbidden in the case of such is that usual among Christian brethren: not a mere formality, but a token of Christian brotherhood” (= Salam yang dilarang dalam kasus seperti itu adalah salam yang umum di antara saudara-saudara Kristen: bukan sekedar formalitas, tetapi suatu tanda dari persaudaraan Kristen).

Jamieson, Fausset & Brown: “‎Polycarp, disciple of John, told contemporaries of Irenaeus, who narrates it on their authority, that once when John was about to bathe, and heard that Cerinthus, the heretic, was within, he retired with abhorrence, exclaiming, Surely the house will fall in ruins since the enemy of the truth is there!” (= Polycarp, murid dari Yohanes, memberitahu orang-orang yang sejaman dengan Irenaeus, yang menceritakan hal ini berdasarkan otoritas mereka, bahwa pada suatu kali pada waktu Yohanes sedang mau mandi, dan mendengar bahwa Cerinthus, si orang sesat, ada di dalam, ia menarik diri dengan kejijikan, sambil berseru: ‘Pastilah rumah ini akan hancur karena musuh dari kebenaran ada di sini!’).

 

Barnes’ Notes: “This cannot mean that no acts of kindness, in any circumstances, were to be shown to such persons; but that there was to be nothing done which could be fairly construed as encouraging or countenancing them as ‘religious teachers.’ The true rule would seem to be, in regard to such persons, that, so far as we have contact with them as neighbors, or strangers, we are to be honest, true, kind, and just, but we are to do NOTHING that will countenance them as religious teachers. We are NOT to aid their instruction, (Prov 19:27); we are NOT to receive them into our houses, or to entertain them as religious teachers; we are NOT to commend them to others, or to give them any reason to use our names or influence in propagating error” [= Ini tidak bisa berarti bahwa tidak ada tindakan kebaikan, dalam sikon apapun, yang harus ditunjukkan kepada orang-orang seperti itu; tetapi bahwa tidak ada apapun yang harus dilakukan yang bisa ditafsirkan dengan jujur / adil sebagai memberi semangat atau menyetujui / mendukung mereka sebagai ‘guru-guru agamawi’. Peraturan yang benar berkenaan dengan orang-orang seperti itu, kelihatannya adalah bahwa sejauh kita mempunyai kontak dengan mereka sebagai sesama kita, atau orang-orang asing, maka kita harus jujur, benar, baik, dan adil, tetapi kita tidak boleh melakukan apapun yang akan menyetujui / mendukung mereka sebagai guru-guru agamawi. Kita tidak boleh membantu pengajaran mereka, (Amsal 19:27); kita tidak boleh menerima mereka di dalam rumah kita, atau menjamu mereka sebagai guru-guru agamawi; kita tidak boleh merekomendasikan mereka kepada orang-orang lain, atau memberi mereka alasan apapun untuk menggunakan nama atau pengaruh kita dalam menyebarkan kesalahan].

Catatan: Amsal 19:27 rasanya tak cocok.

 

 

Pikirkan: Bagaimana 2Yoh 10-11 dan tafsiran-tafsiran ini bisa cocok dengan GKRI EXODUS yang menggunakan orang sesat seperti Bambang Noorsena sebagai pembicara dalam acara mereka?

 

7.   Wah 18:2-4 - “(2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: ‘Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, (3) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.’ (4) Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: ‘Pergilah kamu, hai umatKu, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.