Eksposisi Injil Matius

oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.


MATIUS 4:12-25

I) Yesus mulai dengan pelayananNya (ay 12-17).

A)  Yesus pindah ke Galilea setelah mendengar bahwa Yohanes Pembaptis ditangkap (ay 12).

Ini Ia lakukan bukan karena takut tetapi karena Ia tahu bahwa saatnya untuk mati belum tiba. Pada waktu Ia tahu bahwa saatnya untuk mati sudah tiba, Ia bahkan sengaja melangkahkan kakiNya ke Yerusalem (Mat 16:21-23  Mat 17:22-23  Mat 20:17-19  Mat 26:1-2).

B)  Yesus tinggal di Kapernaum, di daerah Zebulon dan Naftali untuk menggenapi Firman Tuhan (ay 13-16).

Ay 15-16 adalah kutipan bebas dari Yes 9:1. Tuhan Yesus memang datang untuk menggenapi Perjanjian Lama (Mat 5:17).

C)  Yesus mulai dengan pelayananNya (ay 17).

Dia adalah Allah sendiri tetapi Ia datang untuk melayani, bukan untuk dilayani.

Mat 20:28 - “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.’”.

Bagaimana dengan saudara?

Penerapan:

·        Apakah saudara merasa terlalu tinggi untuk melayani? Kalau Yesus yang adalah Allah itu mau melayani, maka jelas bahwa kita tidak boleh merasa gengsi untuk menjadi seorang ‘pelayan’ dalam gereja!

·        Apakah saudara hanya mau dilayani dan tidak mau melayani?

D)  Inti pemberitaan Firman Tuhan yang diberitakan oleh Yesus sama dengan inti khotbah Yohanes Pembaptis (ay 17 bdk. Mat 3:2).

II) Yesus memanggil murid-muridNya (ay 18-22).

A)  Panggilan Tuhan Yesus (ay 19).

1)   Mengikut Yesus (ay 19 - ‘Ikutlah Aku’).

Kalau saudara menjadi orang kristen, pastikanlah bahwa saudara bukan sekedar mengikuti suami, istri, orang tua, teman, pendeta, ataupun merk / aliran gereja tertentu, tetapi betul-betul mengikut Yesusnya!

Mengikut Yesus ini mencakup beberapa hal:

a)   Saudara harus percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan. Saudara tidak bisa mengikuti Dia tanpa mempercayai Dia.

·        Kalau saudara sekedar sudah dibaptis atau rajin ke gereja, atau bahkan rajin melayani, tetapi hati saudara sebetulnya belum percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sebetulnya saudara bukan pengikut Kristus!

·        Kalau saudara percaya kepada Yesus sebagai dokter, pemberi berkat, pelaku mujijat, pemberi kekayaan, dsb, tetapi tidak sebagai Juruselamat dan Tuhan, maka saudara juga bukan pengikut Kristus!

·        Ini adalah langkah pertama dan terutama. Tanpa langkah ini semua langkah yang lain tidak ada gunanya!

b)   Belajar Firman Tuhan.

Bagaimana saudara bisa mengikut Dia, kalau saudara tidak tahu apa yang Ia inginkan? Dan untuk bisa tahu apa yang Ia inginkan, saudara harus belajar Firman Tuhan dengan rajin dan tekun. Untuk itu bacalah seluruh Kitab Suci, ikutlah Pemahaman Alkitab yang baik, dan bacalah buku-buku rohani yang baik.

c)   Persekutuan dengan Tuhan / saat teduh.

Saat teduh, dimana saudara bisa berdoa secara pribadi dan membaca Firman Tuhan secara pribadi, adalah sesuatu yang sangat penting dalam mengikut Kristus, dan karenanya hal itu harus saudara lakukan dengan tekun! Bdk. Yoh 15:1-8.

d)   Ketaatan.

Tidak ada gunanya saudara belajar Firman Tuhan, kalau saudara tidak mentaatinya. Jadi, setiap kali mendengar, membaca atau belajar Firman Tuhan, selalu perhatikan apakah ada dosa yang harus saudara buang, atau hal baik yang harus saudara lakukan!

2)   Menjadi penjala manusia.

Ada banyak kemiripan antara penjala manusia dengan penjala ikan, misalnya:

a)   Penjala ikan tidak bisa menunggu supaya ikannya datang kepadanya, tetapi ia yang harus pergi ke tempat dimana ada ikan.

Demikian juga kalau kita mau menjadi penjala manusia. Kita tidak boleh hanya menunggu di gereja dengan harapan semua orang akan datang ke gereja, tetapi kita harus pergi mencari jiwa (Mat 28:19). Kita harus pergi kepada orang yang belum percaya kepada Yesus, dan memberitakan Injil kepada mereka, supaya mereka bisa percaya kepada Yesus dan diselamatkan!

Penerapan:

Ada pendeta-pendeta yang tidak mau berkhotbah di gereja-gereja yang sesat, dan ia menghendaki supaya orang-orang di gereja-gereja itu yang datang kepadanya. Ini jelas merupakan sikap sombong yang tidak pada tempatnya, dan bertentangan dengan jiwa penginjilan.

b)   Penjala ikan harus mempunyai ketekunan, dan mereka harus terus berjuang sekalipun mereka berkali-kali menarik jala yang kosong.

Demikian juga dengan penjala manusia. Ingat bahwa Pemberitaan Injil adalah suatu pekerjaan yang paling membutuhkan ketekunan. Pada waktu memberitakan Injil, saudara bisa tidak digubris, tetapi sebaliknya diejek, dibantah, atau bahkan dianiaya dan dibunuh. Sering juga terjadi bahwa kita kelihatannya berhasil mempertobatkan seseorang, tetapi setelah beberapa minggu / bulan, orang itu mundur dan terhilang. Menghadapi semua ini, kita harus tetap tekun dalam memberitakan Injil!

Illustrasi: seorang bernama Bob Wieland (40 tahun), ikut lomba lari marathon, sekalipun ia tidak mempunyai kaki gara-gara perang Vietnam. Ia masuk finish terakhir dengan catatan waktu 4 hari, 2 jam, 48 menit, 17 detik, mulai 2 November 1986 - 6 November 1986! Inilah ketekunan! Dalam pemberitaan Injil, tirulah ketekunannya!

1Kor 15:58 - “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”. Kitab Suci Indonesia agak kurang tepat terjemahannya.

KJV: ‘Therefore, my beloved brethren, be ye stedfast, unmoveable, always abounding in the work of the Lord, forasmuch as ye know that your labour is not in vain in the Lord (= Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan selalulah berlimpah-limpah dalam pekerjaan Tuhan, karena engkau tahu bahwa pekerjaanmu tidaklah sia-sia dalam Tuhan).

c)   Penjala ikan harus mempunyai keberanian.

Khususnya di danau Galilea, setiap saat angin ribut bisa datang dengan mendadak tanpa ada tanda-tanda lebih dulu.

Bdk. Mat 8:24 - Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur”.

Jadi, penjala ikan di sana menghadapi resiko yang sangat besar.

Demikian juga dengan menjadi penjala manusia. Kalau kita memberitakan Injil / Firman Tuhan, maka ada resiko yang harus berani kita ambil. Bagaimanapun bijaksananya dan benarnya cara yang kita lakukan dalam memberitakan Injil / Firman Tuhan, hal itu selalu bisa menimbulkan kemarahan, kebencian, permusuhan, penganiayaan terhadap diri kita (bdk. ay 12 yang menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis ditangkap karena menegur Herodes).

B)  Orang-orang yang dipanggil oleh Yesus.

1)   Mereka sedang sibuk (ay 18,21).

Dan kesibukan mereka ini bukanlah kesibukan yang berdosa, seperti sibuk merampok, sibuk berzinah, dsb. Kesibukan mereka adalah kesibukan yang positif / baik karena mereka sibuk melakukan pekerjaan yang halal. Tetapi mereka tetap dipanggil oleh Yesus untuk mengikut Dia dan melayani Dia.

Penerapan:

Jangan menolak panggilan Tuhan (baik untuk ikut Pemahaman Alkitab maupun pelayanan) dengan alasan sibuk! Kalau saudara melakukan hal itu, dan suatu kali saudara membutuhkan Tuhan dan berdoa kepadaNya, jangan salahkan Tuhan kalau Ia berkata: “Aku terlalu sibuk untuk mendengar ataupun mengabulkan doamu!”.

Bdk. Amsal 1:24-28 - Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu. Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku”.

2)   Mereka adalah orang-orang yang tidak berpendidikan.

a)   Tuhan memanggil orang-orang bodoh untuk mempermalukan orang-orang pandai.

1Kor 1:27-29 - “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah”.

Karena itu kalau saudara adalah orang yang bodoh / tidak berpendidikan, jangan merasa bahwa Tuhan tidak mau dan tidak bisa memakai saudara. Sebetulnya yang memegang peranan penting bukan diri kita sebagai alat, tetapi Tuhannya sebagai pemakai alat tersebut.

Ilustrasi: senjata yang sederhana di tangan Bruce Lee bisa menjadi sesuatu yang hebat. Demikian juga sekedar pensil dan kertas di tangan seorang pelukis bisa menghasilkan gambar yang bagus.

Tetapi di sisi lain, jangan menjadi orang fanatik yang bodoh, yang senang dan bangga akan kebodohan mereka.

Calvin: “When our Lord chose persons of this description it was not because he preferred ignorance to learning: as some fanatics do, who are delighted with their ignorance, and fancy that, in proportion as they hate literature, they approach the nearer to the apostles” (= Pada waktu Tuhan kita memilih orang-orang seperti ini itu bukanlah karena Ia lebih senang orang bodoh dari pada yang terpelajar, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang fanatik, yang senang dengan kebodohan mereka, dan berkhayal bahwa makin mereka membenci literatur makin mereka mirip dengan rasul-rasul).

Dalam persoalan pemanggilan orang bodoh / tak terpelajar ini, kita perlu mengingat bahwa pada waktu Yesus memanggil orang bodoh / tak berpendidikan, Ia bukannya lalu membiarkan mereka bodoh / tak berpendidikan terus. Sebaliknya Yesus mengajar mereka sehingga menjadi pandai (dalam hal rohani).

Perlu juga diingat bahwa dalam Kitab Suci orang kristen sering disebut dengan istilah ‘murid’. Mengapa? Karena ‘murid’ adalah seorang yang belajar!

Jadi, keadaan bodoh / tak berpendidikan bukan halangan untuk melayani Tuhan, tetapi bagaimanapun ia harus mau belajar!

b)   Ini tidak berarti bahwa Tuhan tidak mau memakai orang yang pandai. Paulus adalah orang pandai dan iapun dipakai oleh Tuhan. Jadi yang penting bukan orangnya, tetapi Tuhan yang memakai orang itu.

C)  Sikap terhadap panggilan Tuhan:

1)   Segera (ay 20,22).

Yesus tidak senang dengan penundaan.

Yoh 4:35-36 - “Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita”.

Luk 9:59-60 - “Lalu Ia berkata kepada seorang lain: ‘Ikutlah Aku!’ Tetapi orang itu berkata: ‘Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.’ Tetapi Yesus berkata kepadanya: ‘Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.’”.

Mengapa Yesus tidak senang dengan penundaan? Karena:

a)   Pelayanan / pemberitaan Injil adalah suatu tindakan penyelamatan terhadap orang yang setiap saat bisa masuk ke neraka. Jadi, ini merupakan sesuatu yang bersifat mendesak!

b)   Pada saat menunda, kita sudah tidak taat!

Kalau suatu saat saudara berkata kepada pembantu saudara: ‘Ambilkan saya minum’, dan ia menjawab: ‘Besok saja saya ambilkan’, apakah saudara menganggap bahwa ia mentaati saudara?

c)   Dari penundaan biasanya datang pembatalan.

2)   Rela meninggalkan apa saja (ay 20,22).

Mereka meninggalkan pekerjaan dan keluarganya (bdk. Mat 10:37). Memang tidak semua orang dipanggil Tuhan untuk meninggalkan keluarga / pekerjaan (contoh: Mark 5:18-20), tetapi kalau saudara diminta meninggalkan ke­luarga / pekerjaan / study, maukah saudara taat?

Catatan: Tuhan bisa memanggil seseorang untuk meninggalkan orang tua, kakak, adik. Ini yang saya maksud dengan ‘keluarga’. Tetapi Tuhan tidak mungkin memanggil seseorang untuk meninggalkan istrinya / suaminya!

3)   Mereka menanggapi panggilan Tuhan secara keseluruhan.

·        Ada orang yang mau ikut Yesus tetapi tidak mau menjala manusia.

·        Ada orang yang mau menjala manusia, tetapi dirinya sendiri tidak mau ikut Yesus (tidak mau belajar Firman Tuhan dsb).

Ini adalah orang yang menanggapi hanya sebagian dari panggilan Yesus. Tetapi murid-murid Yesus mengikut Yesus dan juga menjala manusia. Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara menanggapi panggilan Tuhan secara keseluruhan atau hanya sebagian?

III) Pelayanan Yesus dan murid-muridNya (ay 23-25).

1)   Murid-murid belajar melayani dengan melihat Yesus melayani.

a)   Bagi kita yang sudah bisa melayani, harus mengajak orang yang belum bisa melayani dalam pelayanan, supaya mereka bisa melayani.

b)   Bagi kita yang belum bisa melayani, harus mau belajar melayani, baik dari buku-buku, Pemahaman Alkitab, maupun dari orang-orang yang sudah bisa melayani.

Awas! Ada beda antara orang yang tidak bisa melayani dalam suatu pelayanan tertentu karena memang ia tidak berkarunia di situ dan orang yang tidak bisa karena belum / tidak mau belajar melayani!

2)   Tuhan Yesus melayani dalam rumah ibadat / synagogue (ay 23).

Baik Tuhan Yesus maupun rasul-rasul sangat menekankan pelayanan dalam rumah ibadat / synagogue dan Bait Allah (Mat 9:35  Mat 13:54  Mark 1:39  Luk 4:15-33  Luk 13:10  Yoh 18:20  Kis 3:11-dst  Kis 4:2  Kis 5:20-dst  Kis 9:20  Kis 13:5-44  Kis 14:1  Kis 17:2,10  Kis 18:4,19,26).

Memang Tuhan Yesus juga melakukan pelayanan di luar Bait Allah / rumah ibadat, misalnya dalam Yoh 4 pada waktu Ia melayani perempuan Samaria. Tetapi bagaimanapun jelas­lah bahwa Yesus sangat menekankan pelayanan dalam rumah ibadat / Bait Allah. Ini mengajar kita untuk juga menekankan pelayanan di dalam gereja.

Penerapan:

Apakah saudara menekankan pelayanan di dalam gereja? Pelayanan apa yang saudara lakukan di dalam gereja? Adalah merupakan sesuatu yang aneh bahwa jaman sekarang ada banyak orang mau aktif dalam persekutuan-persekutuan, tetapi sama sekali tidak aktif di gereja!

3)   Tuhan Yesus melayani secara rohani dan jasmani (ay 23).

Tetapi dalam ay 23 itu pelayanan rohani disebut lebih dahulu (bdk. Mat 9:1-8 - pengampunan dosa didahulukan dari pada penyembuhannya). Jadi kitapun harus lebih menekankan pelayanan rohani, tanpa menga­baikan pelayanan jasmani.

Penerapan:

·        Banyak gereja-gereja yang penekanan pelayanannya sering lebih dititik-beratkan pada kesembuhan, yang jelas merupakan pelayanan jasmani. Ini salah!

·        Dalam kalangan gereja-gereja Protestan yang liberal, pelayanan yang sering ditekankan adalah memberikan bantuan sosial bagi orang yang menderita seperti yatim piatu, korban bencana alam, dsb. Ini lagi-lagi hanya pelayanan jasmani, dan ini merupakan sesuatu yang salah. Gereja harus menekankan pemberitaan Injil / Firman Tuhan dan bukannya berubah menjadi suatu badan sosial belaka!

-AMIN-


e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com