Eksposisi Injil Matius

oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.


MATIUS 28:1-10

Ay 1:

1)   ‘Setelah hari Sabat lewat, .... pada hari pertama minggu itu’.

a)   Pada hari Sabat / Sabtu mereka beristirahat (bdk. Luk 23:56b). Ini suatu ketaatan terhadap Kel 20:8-11! Dan dalam keadaan seperti saat itu, dimana kematian Yesus memberikan kesedihan, depresi dan keputusasaan yang luar biasa, mereka tetap memelihara hari Sabat!

Penerapan:

Bagaimana sikap saudara terhadap keharusan beristirahat pada hari Sabat itu? Apakah saudara justru menganggapnya sebagai suatu beban yang memberatkan, dan apakah saudara sering melanggarnya dengan tetap bekerja pada hari Sabat? Ingatlah bahwa hari istirahat itu sebetulnya adalah suatu karunia dari Tuhan kepada kita, dan karena itu harus ditaati dengan sukacita dan syukur / pujian kepada Tuhan!

b)   ‘Hari pertama’ adalah hari Minggu.

Jadi Yesus bangkit pada hari Minggu dini hari, dan mungkin sekali ini yang menyebabkan orang-orang kristen berbakti kepada Tuhan bukan lagi pada hari Sabtu, tetapi pada hari Minggu (bdk. Kis 20:7  1Kor 16:2).

2)   ‘Menjelang menyingsingnya fajar’.

Mark 16:2 - ‘pagi-pagi benar ... setelah matahari terbit’.

Luk 24:1 - ‘pagi-pagi benar’.

Yoh 20:1 - ‘pagi-pagi benar ketika hari masih gelap’.

Bagian-bagian yang kelihatannya kontradiksi ini bisa diharmoniskan dengan menafsirkan bahwa hari masih gelap (matahari belum terbit) ketika mereka berangkat, tetapi fajar sudah menyingsing ketika mereka tiba di kuburan.

3)   ‘Maria Magdalena dan Maria yang lain’.

Yoh 20:1 hanya menyebutkan Maria Magdalena, tetapi kata ‘kami’ dalam Yoh 20:2 menunjukkan adanya orang lain beserta dia.

Mark 16:1 menambahkan satu nama lagi yaitu Salome.

Luk 24:10 mengatakan adanya perempuan-perempuan yang lain.

Jadi, bagian-bagian ini saling melengkapi.

4)   Perempuan-perempuan itu pergi ke kubur Yesus untuk mengurapi / memberi rempah-rempah pada tubuh Yesus (Mark 16:1  Luk 24:1).

Ini adalah tindakan yang salah! Seharusnya mereka percaya akan kata-kata Yesus yang mengatakan bahwa pada hari ke 3 Ia akan bangkit dari antara orang mati (bdk. Mat 16:21  17:23  20:19), dan seharusnya mereka pergi ke kubur itu untuk menyaksikan kebangkitan Yesus atau untuk bertemu dengan Yesus yang hidup, bukannya untuk mengurapi mayat Yesus!

Tetapi bagaimanapun juga, tindakan perempuan-perempuan ini masih lebih baik dari pada murid-murid yang sama sekali tidak melakukan apa-apa!

Ay 2-4:

1)   Ay 2: ‘seorang malaikat’.

Mark 16:5 - ‘seorang muda’.

Luk 24:4 - ‘dua orang’.

Harmonisasi:

·        Sekalipun bersinar (ay 3), tetapi malaikat itu berbentuk seorang manusia.

·        Sekalipun ada 2 malaikat, tetapi Matius dan Markus hanya menyoroti salah satu saja, mungkin yang menjadi jurubicaranya.

Barnes’ Notes: “Infidels have objected that there are three inconsistencies in the accounts by Mark and Luke: (1) That Mark says the angel ‘was sitting’, and Luke says they ‘were standing’. Answer. The word in Luke does not of necessity means that ‘they stood’, but only that ‘they were present’. Or it may be, that the one that Mark mentions was sitting when they entered, and then arose. (2) It is objected that Luke mentions ‘two’, but Mark and Matthew ‘one’. Answer. Mark mentions the one who spoke; for it cannot be supposed they both spake the same thing. He does not deny that another was present with him. Luke affirms that there was. This was of speaking is not unfrequent. ... The fact that but one is mentioned - where it is not denied that there were others - does not prove that there could not be others. (3) Matthew calls this ‘an angel’; Mark and Luke ‘a man’. Answer. Angels, in the Scriptures, from appearing in the form of men, are often called as they appear, and are mentioned as men. See Gen. 18:2,16,22; 19:1,5. ” (= ) - hal 143.

2)   Ay 2: ‘gempa bumi’.

Penyebab gempa bumi itu:

a)   Malaikat (ay 2).

b)   Kebangkitan Yesus.

Jadi, baik pada waktu Yesus mati, maupun pada waktu Yesus bangkit, terjadi gempa bumi (Mat 27:51-52  Mat 28:2)

Cornelius a Lapide: “The earth, which trembled with sorrow at the death of Christ as it were leaped for joy at His resurrection” (= bumi, yang gemetar karena sedih pada kematian Kristus, seakan-akan melonjak dengan sukacita pada kebangkitanNya).

3)   Ay 2: kedua malaikat itu menggulingkan batu.

Apa tujuan penggulingan batu itu?

a)   Bukan supaya mereka (para malaikat itu) bisa masuk. Malaikat adalah roh sehingga bisa saja masuk ke kubur itu tanpa menyingkir­kan batu penutupnya.

b)   Bukan juga supaya Yesus yang bangkit itu bisa keluar dari kubur.

Ingat bahwa sekalipun tubuh Yesus yang lama itu dibangkitkan, tetapi tubuh itu sekaligus juga diubahkan menjadi tubuh kebangkitan yang bisa menembus dinding. Ini terlihat dalam Yoh 20:19,26. Dan juga kalau kita membandingkan kebangkitan Lazarus dan kebang­kitan Yesus terdapat perbedaan, yaitu: Lazarus harus dilepasi dari kain kapannya (Yoh 11:44), tetapi Yesus tidak karena tubuhNya bisa menembus begitu saja kain kapan itu.

Catatan: banyak penafsir yang percaya bahwa posisi kain kapan itu menunjukkan bahwa kain kapan yang tadinya membungkus tubuh Yesus itu, tiba-tiba ‘kempis’ karena tubuh Yesus yang bangkit itu menembusnya. Ini menyebabkan hanya dengan melihat kain kapannya murid-muridNya bisa percaya bahwa Yesus sudah bangkit (bdk. Yoh 20:5-8). Tetapi ada banyak juga penafsir yang menentang pandangan ini.

c)   Supaya perempuan-perempuan dan murid-murid Yesus bisa masuk ke kubur dan menyaksikan kubur yang kosong itu.

4)   Ay 2: ‘duduk di atas batu’.

a)   Ini melambangkan kemenangan Kristus atas kematian dan kubur! Karena itu, kalau saudara betul-betul percaya kepada Yesus, saudara tidak perlu, dan bahkan tidak boleh, takut pada kematian dan kubur!

b)   Dalam Matius dikatakan bahwa malaikat itu duduk, demikian juga dalam Markus (Mark 16:5). Tetapi Lukas mengatakan bahwa malaikat itu berdiri (Luk 24:4).

Harmonisasi: mungkin sekali mula-mula mereka duduk, tetapi lalu berdiri pada saat mau berbicara.

5)   Ay 4: ‘gentar ketakutan’.

NASB: ‘and the guards shook for fear of him’ (= dan penjaga-penjaga itu gemetar karena takut kepadanya).

Jadi:

·        Seharusnya bukan ‘gentar ketakutan’ tetapi ‘gemetar karena takut’.

·        Mereka gemetar karena takut kepada malaikat.

Calvin membandingkan rasa takut dari para perempuan ini (Mark 16:5b,8  Mat 28:8-9) dengan rasa takut dari para tentara (Mat 28:4).

Calvin: “We must attend to the distinction between the two kinds of terror, between which Matthew draws a comparison. The soldiers, who were accustomed to tumults, were terrified, and were so completely overwhelmed by alarm, that they fell down like men who were almost dead; but no power was exerted to raise them from that condition. A similar terror seized the women; but their minds, which had nearly given way, were restored by the consolation which immediately followed, so as to begin, at least, to entertain some better hope. And, certainly, it is proper that the majesty of God should strike both terror and fear indiscriminately into the godly, as well as the reprobate, that all flesh may be silent before his face. But when the Lord has humbled and subdued his elect, he immediately mitigates their dread, that they may not sink under its oppressive influence; and not only so, but by the sweetness of his grace heals the wound which he had inflicted. The reprobate, on the other hand, he either overwhelms by sudden dread, or suffers to languish in slow torments” [=] - hal 343-344.

Calvin: “As to the soldiers themselves, they were, no doubt, like dead men, but without any serious impression. Like men in a state of insensibility, they tremble, indeed, for a moment, but presently forget that they were afraid; not that the remembrance of their terror was wholly obliterated, but because that lively and powerful apprehension of the power of God, to which they were compelled to yield, soon passed away from them” [=] - hal 344.

Ay 5-7:

1)   Rupa-rupanya sebelum malaikat itu mengucapkan ay 5-7, Maria Magdale­na sudah lari lebih dulu (bdk. Yoh 20:2), sehingga malaikat hanya berbicara kepada perempuan-perempuan yang lain.

2)   Tugas malaikat datang ke kubur Yesus ini:

a)   Bukan untuk membangkitkan Yesus, karena kebangkitan Yesus jelas merupakan pekerjaan ilahi. Kebangkitan Yesus diker­jakan oleh:

·        Allah Bapa (Ro 6:4  Gal 1:1).

·        Allah Anak (Yoh 2:19,21  10:18  11:25).

·        Roh Kudus (Ro 8:11).

Jadi kebangkitan Yesus adalah pekerjaan dari Allah Tritunggal!

b)   Memberitakan kebangkitan Yesus (ay 6).

Pada kelahiran Yesus, para malaikat memberitakan kelahiranNya kepada para gembala (Luk 2:8-14). Sekarang pada kebangkitan Yesus, malaikat juga yang memberitakan kebangkitanNya.

Dari sini terlihat bahwa sebetulnya Allah tidak membutuhkan kita untuk memberitakan Injil, karena Ia bisa memakai malaikat. Tetapi sekalipun sebetulnya Allah tidak membutuhkan kita, Ia mau memakai kita! Ini adalah suatu kehormatan bagi kita!

Penerapan:

Apakah tugas Pemberitaan Injil itu saudara anggap sebagai suatu beban yang menakutkan, atau sebagai suatu kehormatan?

3)   Kata-kata malaikat:

a)   Ay 5  bdk. Luk 24:5. Ini suatu teguran!

b)   Ay 6 menunjukkan bahwa kubur kosong itu merupakan bukti (negatif) bahwa Yesus sudah bangkit.

c)   Ay 7:

·        Malaikat itu menyuruh mereka memberitakan kebangkitan Yesus kepada murid-murid. Tetapi Mark 16:7 menambahkan ‘dan kepada Petrus’. Mengapa? Karena Petrus telah menyangkal Yesus sebanyak 3 x dan ia perlu tahu bahwa Tuhan tidak menolak dia!

·        Galilea:

*        Mengapa Galilea? Mungkin karena Yesus lama tinggal disana sehingga banyak yang mengenal Dia di sana.

*        Ini sesuai dengan nubuat Yesus dalam Mat 26:32.

*        Ini terjadi dalam Mat 28:16-17.

Catatan: tetapi sebelum ini Yesus sudah menyatakan diri kepada murid-muridNya.

Ay 8-10:

1)   Rupa-rupanya setelah para perempuan itu pergi (ay 8a), Maria Magda­lena kembali ke kubur bersama dengan Yohanes dan Petrus (bdk. Yoh 20:2-9). Lalu Petrus dan Yohanes meninggalkan kubur itu dan mening­galkan Maria Magdalena sendirian di sana, dan saat itulah Maria Magdalena melihat malaikat, dan lalu melihat Yesus (Yoh 20:10-17). Ini adalah penampakan Yesus yang pertama kalinya! Setelah itu Maria Magdalena menceritakan peristiwa itu kepada murid-murid (Yoh 20:18).

Baru setelah itu Yesus menampakkan diri kepada perempuan-perempuan yang lain (Mat 28:9). Ini penampakan Yesus yang keduakalinya.

2)   Ay 8: ‘dengan takut dan dengan sukacita yang besar’.

Baik tentara-tentara maupun perempuan-perempuan sama-sama melihat malaikat, dan mula-mula sama-sama takut.

Tetapi akhirnya:

·        tentara-tentara berdusta tentang hilangnya mayat Yesus (ay 11-15).

Sudah jelas tak mungkin ada sukacita dalam diri mereka, kecuali sekedar suatu kegembiraan semu karena telah menerima uang.

·        perempuan-perempuan itu percaya bahwa Yesus sudah bangkit.

Ini menyebabkan mereka betul-betul merasakan sukacita yang besar!

Penerapan:

Sering terjadi bahwa 2 orang yang sama-sama pergi ke suatu gereja dan mendengar Firman Tuhan yang sama, akhirnya yang satu pulang dengan sukacita karena mendapatkan berkat Tuhan, sedang­kan yang lain merasa tidak mendapat apa-apa. Mengapa? Karena sikap hati yang ber-beda! Karena itu kalau saudara pergi ke gereja dan saudara merasa tidak medapat berkat apa-apa dari Firman Tuhan, jangan cepat-cepat menyalahkan pendetanya! Memang bisa saja pendetanya yang salah karena pendetanya tidak mempersiapkan khotbah dengan baik. Tetapi bisa juga saudara sendiri yang salah!

3)   Ay 8b: ‘untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus’.

Beberapa manuscript yang terbaik tidak mempunyai bagian ini! Kalau memang bagian ini tidak ada maka tidak ada pertentangan dengan Mark 16:8! Tetapi tetap ada Yoh 20:2!

4)   Ay 9:

a)   ‘Salam bagimu’.

Kata bahasa Yunani CHAIRETE, yang diterjemahkan ‘salam bagimu’ di sini, menurut beberapa penafsir, seharusnya mempunyai arti hurufiah: ‘Bersukacitalah kamu!’. Bandingkan dengan Yoh 16:16-22!

Memang kebangkitan Kristus seharusnya membuat semua orang kristen hidup dalam sukacita! Mengapa? Karena Kristus telah menang, dan kalau kita satu dengan Kristus, maka kita juga sudah menang!

b)   ‘Memeluk kakiNya’.

Yesus membiarkan perempuan-perempuan itu memeluk kakiNya, dan karena itu tidak mungkin dalam Yoh 20:17 Yesus melarang Maria Magda­lena menyentuhNya. Jadi Yoh 20:17 artinya adalah: jangan menahan (nggandoli) Aku, karena Aku harus pergi kepada Bapa (= naik ke surga).

5)   Ay 10:

a)   ‘Saudara-saudaraKu’.

Ini menunjuk kepada murid-murid / rasul-rasul (bdk. Yoh 20:17-18).

Jadi, sekalipun murid-murid itu meninggalkan Dia pada waktu Ia ditangkap, tetapi Kristus tetap menyebut mereka dengan sebutan ‘saudara-saudaraKu’!

Penerapan:

Kalau saudara jatuh ke dalam dosa, asal saudara betul-betul adalah anak Tuhan, Kristus tidak mungkin menolak / menjauhi / membenci saudara! Ia tetap mengasihi saudara dan menerima saudara! Tetapi bagaimanapun juga, saudara perlu mengakui dosa itu dan bertobat darinya.

b)     Setelah meninggalkan kubur, mula-mula para perempuan itu tetap tidak mau memberitakan kebangkitan Yesus (bdk. Mark 16:8). Tetapi mereka lalu bertemu dengan Yesus sendiri (Mat 28:9-10). Baru setelah itu mereka mau memberitakan kebangkitan Yesus (bdk. Luk 24:9-11).

-AMIN-


e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com