Eksposisi Injil Matius

oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.


MATIUS 25:31‑46

Bagian ini lebih merupakan nubuat dari pada perumpamaan.

Ay 31‑33: “(31) ‘Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya. (32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, (33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya”.

1)   Bagian ini menunjukkan Yesus sebagai Hakim pada akhir jaman (bdk. Yoh 5:22). Bahwa Yesus akan menjadi Hakim pada akhir jaman, menunjukkan bahwa Ia juga adalah Allah sendiri. Mengapa?

a)   Jumlah manusia yang pernah hidup dalam dunia ini sejak dari jaman Adam dan Hawa sampai kedatangan Kristus yang keduakalinya adalah begitu banyak.

Kalau Kristus bukanlah Allah sendiri, bagaimana mungkin Ia bisa menghakimi begitu banyak manusia itu dengan adil?

b)   Karena ada begitu banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan dalam menjatuhkan hukuman kepada orang-orang berdosa (ingat bahwa neraka bukanlah semacam ‘masyarakat komunis’ dimana hukuman semua orang sama), seperti:

·        banyaknya dosa yang dilakukan seseorang. Orang yang dosanya sedikit tentu tidak bisa disamakan hukumannya dengan orang yang dosanya banyak.

·        tingkat dosanya.

Misalnya, dosa membunuh dan mencuri tentu tidak sama hukumannya (bdk. Kel 21:12  dan Kel 22:1).

·        tingkat pengetahuannya.

Makin banyak pengetahuan Firman Tuhan yang dimiliki seseorang, makin berat hukumannya kalau ia berbuat dosa (Luk 12:47-48).

·        kesengajaannya.

Dosa sengaja dan tidak sengaja tentu juga berbeda hukumannya (Kel 21:12-14).

·        pengaruh dosa yang ditimbulkan.

Kalau seseorang yang mempunyai kedudukan tinggi dalam gereja berbuat dosa, maka pengaruh negatif yang ditimbulkan akan lebih besar dari pada kalau orang kristen biasa berbuat dosa. Dan karena itu hukumannya juga lebih berat. Hal ini bisa terlihat dari kata-kata Yesus yang menunjukkan bahwa para ahli Taurat pasti akan menerima hukuman yang lebih berat (Mark 12:40b  Luk 20:47b).

·        apa yang menyebabkan seseorang berbuat dosa.

Seseorang yang mencuri tanpa ada pencobaan yang terlalu berarti tentu lebih berat dosanya dari pada orang yang mencuri karena membutuhkan uang untuk mengobati anaknya yang hampir mati. Hal ini bisa terlihat dari ayat-ayat Kitab Suci yang mengecam orang-orang yang melakukan dosa tanpa sebab / alasan, seperti dalam Maz 25:3b  Maz 35:19  Maz 69:5  Maz 119:78,86. Juga dari ayat-ayat Kitab Suci yang mengecam orang yang mencintai / mencari dosa, seperti Maz 4:3.

c)   Demikian juga pada saat mau memberi pahala kepada orang-orang yang benar, pasti ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti:

·        banyaknya perbuatan baik yang dilakukan.

·        jenis perbuatan baik yang dilakukan.

·        besarnya pengorbanan pada waktu melakukan perbuatan baik. Yesus berkata bahwa janda yang memberi 2 peser memberi lebih banyak dari semua orang kaya yang memberi persembahan besar, karena janda itu memberikan seluruh nafkahnya (Luk 21:1-4).

·        motivasinya dalam melakukan perbuatan baik itu, dsb.

Untuk bisa melakukan semua ini dengan benar, maka Hakim itu haruslah seseorang yang maha tahu, maha bijaksana dan maha adil, dan karena itu Ia harus adalah Allah sendiri!

Charles Hodge: “As Christ is to be the judge, as all men are to appear before him, as the secrets of the hearts are to be the grounds of judgment, it is obvious that the sacred writers believed Christ to be a divine person, for nothing less than omniscience could qualify any one for the office here ascribed to our Lord” (= Karena Kristus akan menjadi Hakim, karena semua orang akan menghadap di hadapanNya, karena rahasia dari hati adalah dasar penghakiman, jelaslah bahwa penulis-penulis sakral / kudus percaya bahwa Kristus adalah Pribadi ilahi, karena hanya kemahatahuan yang bisa memenuhi syarat bagi siapapun untuk jabatan / tugas yang di sini dianggap sebagai milik Tuhan kita) - ‘I & II Corinthians’, hal 501.

Karena itu adalah sesuatu yang aneh kalau ada orang-orang yang percaya bahwa Yesus akan menjadi Hakim pada akhir jaman, tetapi tidak mempercayai bahwa Yesus adalah Allah sendiri!

2)   Yang dihakimi adalah ‘semua bangsa’ (ay 32).

Jadi, berbeda dengan Mat 25:1‑13 dan Mat 25:14‑30 yang berhubungan hanya dengan gereja, maka Mat 25:31‑46 berhubungan dengan seluruh umat manusia (bdk. Wah 20:11‑15). Jadi, Kristus bukan hanya menghakimi orang kristen saja, atau orang Yahudi saja, tetapi seluruh umat manusia, dari bangsa dan agama apapun juga!

3)   Seluruh umat manusia yang dihakimi itu dipisah menjadi hanya 2 grup saja:

a)   Domba, yaitu orang benar / diberkati (ay 34,37,46).

Ini jelas menunjuk kepada orang kristen yang sejati, karena setiap orang yang percaya kepada Yesus dibenarkan / dianggap sebagai orang benar oleh Allah dan karena itu disebut sebagai orang benar.

Ro 5:1 - “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus”.

b)   Kambing, yaitu orang terkutuk (ay 41).

Ini jelas menunjuk pada orang yang non Kristen dan orang kristen KTP.

Perhatikan bahwa tidak ada grup yang ke 3 (orang yang setengah kristen, orang yang kadang‑kadang saja kristen dsb)! Mengapa? Karena tempatnya hanya 2, yaitu surga dan neraka!

Juga tidak ada orang‑orang yang dimusnahkan seperti yang diajarkan oleh Saksi Yehovah!

4)   Domba diletakkan di sebelah kanan Yesus (ay 33), karena kanan adalah tempat yang terhormat (bdk. Kej 48:17  Kis 7:56).

Awas, ay 33 ini bukan dasar untuk mengatakan bahwa penjahat yang bertobat di atas kayu salib adalah yang di sebelah kanan Yesus!

Ay 34‑40: “(34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? (38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? (39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? (40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.

1)   Ini jelas menunjuk kepada orang kristen dan itu menunjukkan bahwa pada akhir jaman orang kristen juga akan dihakimi (Yoh 5:28‑29  Ro 14:10  2Kor 5:10), tetapi tidak mungkin dihukum.

Yoh 3:18 - “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah”.

Yoh 5:24 - “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup”.

Ro 8:1 - “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus”.

Adalah sesuatu yang menarik kalau dalam ay 34‑40 ini Hakim itu hanya membicarakan perbuatan baik dari orang‑orang benar itu, dan tidak satu kalipun Ia berbicara tentang dosa mereka! Memang Allah tidak mengingat‑ingat dosa yang sudah ditebus dan diampuni!

Yes 43:25 - “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu”.

Mikha 7:19 - “Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut”.

2)   Orang‑orang ini disebut:

a)   ‘Kamu yang diberkati oleh BapaKu’ (ay 34).

b)   ‘Orang benar’ (ay 37,46).

3)   Kepada mereka diberikan Kerajaan yang telah disediakan sejak dunia dijadikan (ay 34).

a)   Ini tidak bertentangan dengan Ef 1:4 yang mengatakan sebelum dunia dijadikan’, karena artinya adalah sama yaitu ‘sejak kekekalan’.

b)   Ini jelas mendukung doktrin Predestinasi dari Calvinisme!

Kerajaan itu telah disediakan sejak kekekalan, dan karena itu jelas bahwa Allah sudah menentukan orang‑orang itu untuk selamat. Dan karena penentuanNya terjadi sejak kekekalan, maka itu berarti bahwa Allah melakukan pemilihan yang tidak bersyarat / Unconditional Election, artinya kita tak dipilih karena kebaikan kita, tetapi semata‑mata karena kehendak dan kasih karunia Allah saja (bdk. Ro 9:11‑13).

4)   Sekalipun dalam ay 34‑36 dikatakan bahwa mereka menerima Kerajaan itu karena mereka telah melakukan perbuatan‑perbuatan baik tertentu, tetapi ini tidak berarti bahwa bagian ini mengajarkan doktrin Salva­tion by works (= keselamatan karena perbuatan baik) yang sesat itu. Penafsiran yang benar adalah: mereka berbuat baik, dan hal itu menunjukkan bahwa mereka beriman. Dan karena mereka beriman, mereka diselamatkan.

Dalam bagian ini Yesus menekankan perbuatan baik, supaya para pendengarNya menantikan kedatanganNya yang keduakalinya dengan cara hidup saleh / sesuci mungkin.

5)   Dalam ay 35‑36 ini yang Yesus tekankan adalah perbuatan baik yang berupa kebaikan‑kebaikan sosial yang kecil (bdk. Mat 10:42), dan karena itu janganlah lalai untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang kecil ini.

Ini tentu tidak berarti bahwa kebaikan yang besar tidak dihargai oleh Allah dan tidak perlu dilakukan. Kalau Allah menghargai kebaikan yang kecil, maka tentu Ia juga menghargai kebaikan yang besar.

6)   Kalau kita berbuat baik kepada orang lain, seringkali rasanya tidak ada gunanya, dan bahkan kadang‑kadang kita dibalas dengan kejahatan. Ini membuat kita sering merasa jemu untuk hidup baik. Tetapi bagian ini menunjukkan bahwa ada saatnya bahwa kita akan diberi upah untuk segala perbuatan baik yang kita lakukan (Amsal 19:17)! Karena itu, janganlah jemu‑jemu dalam berbuat baik (bdk. Gal 6:9  Ibr 6:10-12).

7)   Pertanyaan orang‑orang benar dalam ay 37‑39 itu menunjukkan bahwa mereka tidak menyadari atau tidak mengingat‑ingat perbuatan baik mereka (bdk. Luk 17:7‑10). Sebaliknya, orang benar menyadari dosa‑dosanya (bdk. Paulus dalam Ro 7:18‑24  1Tim 1:15).

Tetapi orang fasik justru terbalik! Mereka tidak menyadari dosa‑dosa mereka (ay 44), tetapi mereka menyadari / mengingat‑ingat ‘perbuatan baik’ mereka (bdk. Mat 7:22).

Bandingkan semua ini dengan Luk 18:9‑14 dan Mat 5:3!

Penerapan:

Saudara termasuk golongan yang mana? Golongan domba yang tidak mengingat‑ingat perbuatan baiknya tetapi mengingat dosa‑dosanya, atau golongan kambing yang tidak menyadari dosa‑dosanya tetapi mengingat‑ingat perbuatan baiknya?

8)   Siapa yang dimaksud dengan ‘saudaraKu yang paling hina’ dalam ay 40?

Ada 2 pandangan:

a)   Ini menunjuk kepada sesama manusia, baik kristen maupun kafir.

b)   Ini menunjuk pada orang kristen.

Saya lebih setuju dengan pandangan ini, karena dalam ay 40 ini Yesus mengidentikkan diriNya dengan orang itu, dan dalam Kitab Suci Yesus berulang‑ulang mengidentikkan diriNya dengan orang kris­ten (Mat 10:40‑42  Kis 9:4‑5), bukan dengan orang kafir.

Karena itu sekalipun kita disuruh mengasihi semua manusia (Mat 22:39), dan karena itu kita harus berbuat baik kepada semua orang, tetapi kita tetap harus mengutamakan untuk berbuat baik terhadap saudara seiman kita (Gal 6:10).

Ay 41‑46: “(41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. (42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; (43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. (44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.’”.

1)   Ini adalah orang‑orang yang bukan kristen. Mungkin mereka adalah orang kafir, atau kristen KTP.

a)   Mereka disuruh pergi / enyah dari hadapan Tuhan (ay 41), dan mereka terpaksa menuruti perintah itu (ay 46).

Seseorang mengatakan kalimat ini:

“Those who refused to accept the invitation to ‘come’, will have to obey the order to ‘go’” (= Mereka yang menolak untuk menerima undangan untuk ‘datang’, akan harus mentaati perintah untuk ‘pergi / enyah’).

Karena itu, kalau sampai saat ini saudara belum pernah betul‑betul datang kepada Yesus, cepatlah datang kepadaNya!  Kalau tidak, akan datang waktunya bahwa saudara tidak lagi diundang untuk datang kepada­Nya, tetapi diperintahkan untuk pergi dari hadapanNya (dan masuk ke neraka!) dan saat itu saudara harus menurut!

b)   Mereka disebut sebagai ‘orang terkutuk’ (ay 41).

Ini kontras sekali dengan orang kristen yang disebut sebagai ‘yang diberkati oleh BapaKu’ (ay 34)! Orang kristen sebetulnya juga adalah orang berdosa yang ada di bawah kutuk. Tetapi Yesus telah mati di salib untuk memikul kutuk itu (Gal 3:13), dan karena mereka telah percaya kepada Yesus, maka di atas mereka tidak ada lagi kutuk, dan mereka disebut ‘yang diberkati oleh Bapa’.

Tetapi orang‑orang non kristen / orang kristen KTP itu menolak Yesus, yang adalah satu‑satunya pemikul kutuk, dan karena itu mereka harus memikul kutuk itu sendiri, dan karena itulah maka mereka disebut ‘orang terkutuk’!

Sudahkah saudara datang kepada Yesus dan menerimaNya sebagai pemikul kutuk saudara? Kalau tidak, bagaimanapun salehnya hidup saudara di hadapan manusia, di hadapan Tuhan saudara tetap adalah orang terkutuk!

Catatan: Yesus yang maha kasih itu bisa mengusir orang ke dalam api yang kekal dan menyebut mereka terkutuk! Ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh menyoroti Yesus / Allah hanya dari sudut kasihNya saja, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Saksi Yehovah. Allah memang kasih, tetapi pada saat yang sama Ia juga adalah suci se­hingga tidak bisa bersatu dengan dosa, dan adil sehingga tidak bisa tidak menghukum dosa.

Bdk. Nahum 1:3a - “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.

c)   Mereka menyebut Yesus sebagai ‘Tuhan’ (ay 44).

Memang pada akhir jaman semua orang akan bertelut dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.

Fil 2:9‑11 - “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”.

Orang kristen akan melakukannya dengan sukarela, tetapi orang kafir / kristen KTP akan melakukan itu dengan terpaksa, dan tanpa ada gunanya bagi mereka.

Karena itu, dari pada pada akhir jaman saudara mengakui Yesus sebagai Tuhan dengan terpaksa dan tanpa guna, lebih baik sekarang saudara mengakuinya dengan sukarela!

2)   Dalam dialog antara Yesus dengan orang‑orang terkutuk itu, terlihat 2 hal, yaitu:

a)   Yesus sama sekali tak menyebut‑nyebut tentang perbuatan baik mereka!

Jelas bahwa mereka memang tidak mempunyai perbuatan baik barang satupun. Ini sesuai dengan penggambaran orang berdosa dalam Ro 3:10‑18!

Mengapa mereka dianggap sama sekali tidak mempunyai perbuatan baik? Karena perbuatan baik baru dianggap baik di hadapan Tuhan kalau perbuatan baik itu dilakukan karena cinta kepada Tuhan (Yoh 14:15), dan dilakukan demi kemuliaan Tuhan (1Kor 10:31). Orang non Kristen tidak mungkin bisa melakukan perbuatan baik yang memenuhi kedua syarat ini, dan ‘perbuatan baik’ yang dilakukan tanpa memenuhi 2 syarat itu, merupa­kan perbuatan baik yang dilakukan tanpa mempedulikan Tuhan, dan ini jelas bukan perbuatan baik!

b)   Yesus lagi‑lagi menekankan dosa pasif di sini!

Ini tentu tidak berarti bahwa dosa aktif tak dipedulikan! Dosa pasif ditekankan karena manusia lebih sukar menyadari dosa pasif dari pada dosa aktif. Karena itu hati‑hatilah dengan dosa‑dosa pasif dalam hidup saudara, seperti:

·        tidak berbakti, baik karena ada piknik, pesta pernikahan, orang mati, dsb.

·        tidak belajar Firman Tuhan.

·        tidak berdoa (bdk. 1Sam 12:23).

·        tidak memberitakan Injil.

·        tidak memberikan persembahan persepuluhan (Mal 3:8‑10).

·        tidak berbuat baik (bdk. Yak 4:7).

·        dsb.

Karena itu, pikirkan / renungkan apa yang Tuhan perintahkan yang belum saudara taati. Akuilah hal itu sebagai dosa, dan bertobatlah!

3)   Hukuman mereka (ay 41,46).

a)   Ini jelas menunjukkan bahwa:

·        neraka itu ada. Dari sini terlihat bahwa ajaran Saksi Yehovah yang mengatakan bahwa neraka itu tidak ada, adalah ajaran yang sesat / tidak Alkitabiah!

·        ada orang‑orang yang masuk ke neraka. Dari sini terlihat bahwa ajaran Universalisme yang mengatakan bahwa akhirnya semua orang akan selamat / masuk surga, juga adalah ajaran yang sesat / tidak Alkitabiah!

b)   Hukuman itu berupa api yang kekal / siksaan yang kekal (ay 41,46).

Bandingkan dengan Yes 66:24 / Mark 9:43-48 yang menunjukkan bahwa hukumannya berupa api yang tidak bisa padam dan ulat-ulat yang tidak bisa mati. Ada 2 hal yang perlu diketahui:

·        api maupun ulat hanyalah simbol. Diberikan dalam bentuk simbol, karena kita tak akan bisa mengerti hal yang sebenarnya. Tetapi, jangan lalu meremehkan hukuman di neraka, karena kalau simbolnya mengerikan, maka pasti aslinya lebih mengerikan lagi!

·        hukuman di neraka itu kekal. Jadi, kalau seseorang masuk ke neraka, maka tidak ada saat dimana Allah menganggap hukumannya sudah cukup sehingga akan mengangkat­nya dari sana dan memasukkannya ke surga. Tidak! Ia akan disana untuk selama‑lamanya!

Penerapan:

Renungkan hal ini!

¨      Inginkah saudara mengalami nasib seperti ini? Kalau tidak, cepatlah datang / percaya kepada Yesus!

¨      Tegakah saudara kalau suami / istri / anak / orang tua / saudara / keluarga saudara masuk ke sana? Kalau tidak, berdoalah senantiasa untuk keselamatan mereka dan beritakanlah Injil kepada mereka!

c)   ‘telah sedia untuk Iblis dan malaikat‑malaikatnya’ (ay 41).

1.   Iblis / setan sudah pasti akan masuk ke neraka untuk dihukum / disiksa di sana, dan mereka mengetahui hal itu. Bdk. Mat 8:29 - “Dan mereka itupun berteriak, katanya: ‘Apa urusanMu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?’”.

Karena itu, jangan percaya kepada cerita dari orang-orang yang mengaku dibawa Tuhan untuk melihat neraka dimana mereka melihat setan-setan menyiksa orang-orang yang masuk neraka. Mengapa?

·        karena pada saat ini setan belum masuk neraka. Ia baru akan dibuang ke neraka pada kedatangan Yesus yang keduakalinya.

·        kalau setan dibuang ke neraka, ia disiksa, bukan menyiksa. Siapa yang mengangkat dia menjadi algojonya Tuhan? Dia buikan algojo tetapi justru ‘orang hukuman’ yang paling bejat sehingga paling hebat hukumannya.

2.   Kalau selama di dunia saudara mengikut setan (ingat bahwa tidak ikut / percaya Yesus berarti saudara ikut setan!), maka dalam kekekalan nanti saudara juga akan bersama dengan dia dalam neraka untuk selama‑lamanya. Karena itu pastikanlah bahwa saudara tidak mengikut dia, tetapi betul‑betul mengikut Tuhan!

Penutup.

·        Bagi saudara yang belum sungguh‑sungguh percaya / ikut Yesus, percayalah dan ikutlah Dia!

·        Bagi saudara yang sudah percaya dan ikut Yesus, beritakanlah Injil dan ajaklah lebih banyak orang untuk percaya dan ikut Yesus, supaya jangan mereka masuk ke dalam neraka!


-AMIN-


e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com