Eksposisi
Injil Matius
oleh: Pdt. Budi
Asali MDiv.
Bagian ini lebih
merupakan nubuat dari pada perumpamaan.
Ay 31‑33:
“(31) ‘Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat
bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya.
(32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan
mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari
kambing, (33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan
kambing-kambing di sebelah kiriNya”.
1)
Bagian ini menunjukkan Yesus sebagai Hakim pada akhir jaman (bdk. Yoh 5:22).
Bahwa Yesus akan menjadi Hakim pada akhir jaman, menunjukkan bahwa Ia juga
adalah Allah sendiri. Mengapa?
a)
Jumlah manusia yang pernah hidup dalam dunia ini sejak dari jaman Adam dan Hawa
sampai kedatangan Kristus yang keduakalinya adalah begitu banyak.
Kalau Kristus bukanlah Allah sendiri, bagaimana mungkin Ia bisa
menghakimi begitu banyak manusia itu dengan adil?
b)
Karena ada begitu banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan dalam menjatuhkan
hukuman kepada orang-orang berdosa (ingat bahwa neraka bukanlah semacam
‘masyarakat komunis’ dimana hukuman semua orang sama), seperti:
· banyaknya
dosa yang dilakukan seseorang. Orang yang dosanya sedikit tentu tidak bisa
disamakan hukumannya dengan orang yang dosanya banyak.
· tingkat
dosanya.
Misalnya, dosa membunuh dan mencuri tentu tidak sama hukumannya
(bdk. Kel 21:12 dan Kel 22:1).
· tingkat
pengetahuannya.
Makin banyak pengetahuan Firman Tuhan yang dimiliki seseorang,
makin berat hukumannya kalau ia berbuat dosa (Luk 12:47-48).
· kesengajaannya.
Dosa sengaja dan tidak sengaja tentu juga berbeda hukumannya (Kel
21:12-14).
· pengaruh
dosa yang ditimbulkan.
Kalau seseorang yang mempunyai kedudukan tinggi dalam gereja
berbuat dosa, maka pengaruh negatif yang ditimbulkan akan lebih besar dari pada
kalau orang kristen biasa berbuat dosa. Dan karena itu hukumannya juga lebih
berat. Hal ini bisa terlihat dari kata-kata Yesus yang menunjukkan bahwa para
ahli Taurat pasti akan menerima hukuman yang lebih berat (Mark 12:40b
Luk 20:47b).
· apa
yang menyebabkan seseorang berbuat dosa.
Seseorang yang mencuri tanpa ada pencobaan yang terlalu berarti
tentu lebih berat dosanya dari pada orang yang mencuri karena membutuhkan uang
untuk mengobati anaknya yang hampir mati. Hal ini bisa terlihat dari ayat-ayat
Kitab Suci yang mengecam orang-orang yang melakukan dosa tanpa sebab / alasan,
seperti dalam Maz 25:3b Maz 35:19 Maz 69:5 Maz 119:78,86.
Juga dari ayat-ayat Kitab Suci yang mengecam orang yang mencintai / mencari
dosa, seperti Maz 4:3.
c)
Demikian juga pada saat mau memberi pahala kepada orang-orang yang benar, pasti
ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti:
· banyaknya
perbuatan baik yang dilakukan.
· jenis
perbuatan baik yang dilakukan.
· besarnya
pengorbanan pada waktu melakukan perbuatan baik. Yesus berkata bahwa janda yang
memberi 2 peser memberi lebih banyak dari semua orang kaya yang memberi
persembahan besar, karena janda itu memberikan seluruh nafkahnya (Luk 21:1-4).
· motivasinya
dalam melakukan perbuatan baik itu, dsb.
Untuk bisa melakukan semua ini dengan benar, maka Hakim itu
haruslah seseorang yang maha tahu, maha bijaksana dan maha adil, dan karena itu
Ia harus adalah Allah sendiri!
Charles Hodge:
“As Christ is to be the judge, as all
men are to appear before him, as the secrets of the hearts are to be the grounds
of judgment, it is obvious that the sacred writers believed Christ to be a
divine person, for nothing less than omniscience could qualify any one for the
office here ascribed to our Lord” (=
Karena Kristus akan menjadi Hakim, karena semua orang akan menghadap di
hadapanNya, karena rahasia dari hati adalah dasar penghakiman, jelaslah bahwa
penulis-penulis sakral / kudus percaya bahwa Kristus adalah Pribadi ilahi,
karena hanya kemahatahuan yang bisa memenuhi syarat bagi siapapun untuk jabatan
/ tugas yang di sini dianggap sebagai milik Tuhan kita)
- ‘I & II Corinthians’, hal 501.
Karena itu adalah sesuatu yang aneh kalau ada orang-orang yang
percaya bahwa Yesus akan menjadi Hakim pada akhir jaman, tetapi tidak
mempercayai bahwa Yesus adalah Allah sendiri!
2)
Yang dihakimi adalah ‘semua bangsa’ (ay 32).
Jadi, berbeda dengan Mat 25:1‑13 dan Mat 25:14‑30
yang berhubungan hanya dengan gereja, maka Mat 25:31‑46 berhubungan
dengan seluruh umat manusia (bdk. Wah 20:11‑15). Jadi, Kristus bukan
hanya menghakimi orang kristen saja, atau orang Yahudi saja, tetapi seluruh umat
manusia, dari bangsa dan agama apapun juga!
3)
Seluruh umat manusia yang dihakimi itu dipisah menjadi hanya 2 grup saja:
a) Domba, yaitu orang benar / diberkati (ay 34,37,46).
Ini jelas menunjuk kepada orang kristen yang sejati, karena setiap
orang yang percaya kepada Yesus dibenarkan / dianggap sebagai orang benar oleh
Allah dan karena itu disebut sebagai orang benar.
Ro 5:1 - “Sebab itu, kita
yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah
oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus”.
b) Kambing, yaitu orang terkutuk (ay 41).
Ini jelas menunjuk pada orang yang non Kristen dan orang kristen
KTP.
Perhatikan bahwa tidak ada grup yang ke 3 (orang yang setengah
kristen, orang yang kadang‑kadang saja kristen dsb)! Mengapa? Karena
tempatnya hanya 2, yaitu surga dan neraka!
Juga tidak ada orang‑orang yang dimusnahkan seperti yang
diajarkan oleh Saksi Yehovah!
4)
Domba diletakkan di sebelah kanan Yesus (ay 33), karena kanan adalah tempat
yang terhormat (bdk. Kej 48:17 Kis 7:56).
Awas, ay 33 ini bukan dasar untuk mengatakan bahwa penjahat
yang bertobat di atas kayu salib adalah yang di sebelah kanan Yesus!
Ay
34‑40: “(34) Dan Raja itu akan berkata
kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh
BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
(35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu
memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (36)
ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat
Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (37) Maka orang-orang
benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau
lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
(38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi
Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? (39)
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi
Engkau? (40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu
yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.
1)
Ini jelas menunjuk kepada orang kristen dan itu menunjukkan bahwa pada akhir
jaman orang kristen juga akan dihakimi (Yoh 5:28‑29 Ro 14:10
2Kor 5:10), tetapi tidak mungkin dihukum.
Yoh 3:18 - “Barangsiapa
percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah
berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah”.
Yoh 5:24 - “Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya
kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut
dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup”.
Ro 8:1 - “Demikianlah
sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus”.
Adalah sesuatu yang menarik kalau dalam ay 34‑40 ini
Hakim itu hanya membicarakan perbuatan baik dari orang‑orang benar itu,
dan tidak satu kalipun Ia berbicara tentang dosa mereka! Memang Allah tidak
mengingat‑ingat dosa yang sudah ditebus dan diampuni!
Yes 43:25 - “Aku,
Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku
tidak mengingat-ingat dosamu”.
Mikha 7:19 - “Biarlah
Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan
melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut”.
2)
Orang‑orang ini disebut:
a) ‘Kamu yang
diberkati oleh BapaKu’
(ay 34).
b) ‘Orang
benar’ (ay 37,46).
3)
Kepada mereka diberikan Kerajaan yang telah disediakan sejak dunia dijadikan (ay
34).
a)
Ini tidak bertentangan dengan Ef 1:4 yang mengatakan ‘sebelum
dunia dijadikan’,
karena artinya adalah sama yaitu ‘sejak
kekekalan’.
b)
Ini jelas mendukung doktrin Predestinasi dari Calvinisme!
Kerajaan itu telah disediakan sejak kekekalan, dan karena itu jelas
bahwa Allah sudah menentukan orang‑orang itu untuk selamat. Dan karena
penentuanNya terjadi sejak kekekalan, maka itu berarti bahwa Allah melakukan
pemilihan yang tidak bersyarat / Unconditional Election, artinya kita tak
dipilih karena kebaikan kita, tetapi semata‑mata karena kehendak dan kasih
karunia Allah saja (bdk. Ro 9:11‑13).
4)
Sekalipun dalam ay 34‑36 dikatakan bahwa mereka menerima Kerajaan itu
karena mereka telah melakukan perbuatan‑perbuatan baik tertentu, tetapi
ini tidak berarti bahwa bagian ini mengajarkan doktrin Salvation by works
(= keselamatan karena perbuatan baik) yang sesat itu. Penafsiran yang benar
adalah: mereka berbuat baik, dan hal itu menunjukkan bahwa mereka beriman. Dan
karena mereka beriman, mereka diselamatkan.
Dalam bagian ini Yesus menekankan perbuatan baik, supaya para
pendengarNya menantikan kedatanganNya yang keduakalinya dengan cara hidup saleh
/ sesuci mungkin.
5)
Dalam ay 35‑36 ini yang Yesus tekankan adalah perbuatan baik yang
berupa kebaikan‑kebaikan sosial yang kecil (bdk. Mat 10:42), dan
karena itu janganlah lalai untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang kecil ini.
Ini tentu tidak berarti bahwa kebaikan yang besar tidak dihargai
oleh Allah dan tidak perlu dilakukan. Kalau Allah menghargai kebaikan yang
kecil, maka tentu Ia juga menghargai kebaikan yang besar.
6)
Kalau kita berbuat baik kepada orang lain, seringkali rasanya tidak ada gunanya,
dan bahkan kadang‑kadang kita dibalas dengan kejahatan. Ini membuat kita
sering merasa jemu untuk hidup baik. Tetapi bagian ini menunjukkan bahwa ada
saatnya bahwa kita akan diberi upah untuk segala perbuatan baik yang kita
lakukan (Amsal 19:17)! Karena itu, janganlah jemu‑jemu dalam berbuat
baik (bdk. Gal 6:9 Ibr 6:10-12).
7)
Pertanyaan orang‑orang benar dalam ay 37‑39 itu menunjukkan
bahwa mereka tidak menyadari atau tidak mengingat‑ingat perbuatan baik
mereka (bdk. Luk 17:7‑10). Sebaliknya, orang benar menyadari
dosa‑dosanya (bdk. Paulus dalam Ro 7:18‑24 1Tim 1:15).
Tetapi orang fasik justru terbalik! Mereka tidak menyadari
dosa‑dosa mereka (ay 44), tetapi mereka menyadari /
mengingat‑ingat ‘perbuatan baik’ mereka (bdk. Mat 7:22).
Bandingkan semua ini dengan Luk 18:9‑14 dan Mat 5:3!
Penerapan:
Saudara termasuk golongan yang mana? Golongan domba yang tidak
mengingat‑ingat perbuatan baiknya tetapi mengingat dosa‑dosanya,
atau golongan kambing yang tidak menyadari dosa‑dosanya tetapi
mengingat‑ingat perbuatan baiknya?
8)
Siapa yang dimaksud dengan ‘saudaraKu yang
paling hina’ dalam ay 40?
Ada 2 pandangan:
a) Ini menunjuk kepada sesama manusia, baik kristen
maupun kafir.
b) Ini menunjuk pada orang kristen.
Saya lebih setuju dengan pandangan ini, karena dalam ay 40 ini
Yesus mengidentikkan diriNya dengan orang itu, dan dalam Kitab Suci Yesus
berulang‑ulang mengidentikkan diriNya dengan orang kristen (Mat 10:40‑42
Kis 9:4‑5), bukan dengan orang kafir.
Karena itu sekalipun kita disuruh mengasihi semua manusia (Mat 22:39),
dan karena itu kita harus berbuat baik kepada semua orang, tetapi kita tetap
harus mengutamakan untuk berbuat baik terhadap saudara seiman kita (Gal 6:10).
Ay 41‑46:
“(41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah
dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal
yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. (42) Sebab ketika Aku
lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku
minum; (43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika
Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam
penjara, kamu tidak melawat Aku. (44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya:
Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang
asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani
Engkau? (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina
ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (46) Dan mereka ini akan masuk ke
tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.’”.
1)
Ini adalah orang‑orang yang bukan kristen. Mungkin mereka adalah orang
kafir, atau kristen KTP.
a)
Mereka disuruh pergi / enyah dari hadapan Tuhan (ay 41), dan mereka
terpaksa menuruti perintah itu (ay 46).
Seseorang mengatakan kalimat ini:
“Those
who refused to accept the invitation to ‘come’, will have to obey the order
to ‘go’” (= Mereka yang menolak untuk
menerima undangan untuk ‘datang’, akan harus mentaati perintah untuk
‘pergi / enyah’).
Karena itu, kalau sampai saat ini saudara belum pernah
betul‑betul datang kepada Yesus, cepatlah datang kepadaNya! Kalau
tidak, akan datang waktunya bahwa saudara tidak lagi diundang untuk datang
kepadaNya, tetapi diperintahkan untuk pergi dari hadapanNya (dan masuk ke
neraka!) dan saat itu saudara harus menurut!
b) Mereka disebut sebagai ‘orang
terkutuk’ (ay 41).
Ini kontras sekali dengan orang kristen yang disebut sebagai ‘yang
diberkati oleh BapaKu’
(ay 34)! Orang kristen sebetulnya juga adalah orang berdosa yang ada di
bawah kutuk. Tetapi Yesus telah mati di salib untuk memikul kutuk itu (Gal 3:13),
dan karena mereka telah percaya kepada Yesus, maka di atas mereka tidak ada lagi
kutuk, dan mereka disebut ‘yang diberkati
oleh Bapa’.
Tetapi orang‑orang non kristen / orang kristen KTP itu
menolak Yesus, yang adalah satu‑satunya pemikul kutuk, dan karena itu
mereka harus memikul kutuk itu sendiri, dan karena itulah maka mereka disebut ‘orang
terkutuk’!
Sudahkah saudara datang kepada Yesus dan menerimaNya sebagai
pemikul kutuk saudara? Kalau tidak, bagaimanapun salehnya hidup saudara di
hadapan manusia, di hadapan Tuhan saudara tetap adalah orang terkutuk!
Catatan:
Yesus yang maha kasih itu bisa mengusir orang ke dalam api yang kekal dan
menyebut mereka terkutuk! Ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh menyoroti Yesus
/ Allah hanya dari sudut kasihNya saja, seperti yang dilakukan oleh orang-orang
Saksi Yehovah. Allah memang kasih, tetapi pada saat yang sama Ia juga adalah
suci sehingga tidak bisa bersatu dengan dosa, dan adil sehingga tidak bisa
tidak menghukum dosa.
Bdk. Nahum 1:3a - “TUHAN
itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan
dari hukuman orang yang bersalah”.
c) Mereka menyebut Yesus sebagai ‘Tuhan’ (ay 44).
Memang pada akhir jaman semua orang akan bertelut dan mengakui
bahwa Yesus adalah Tuhan.
Fil 2:9‑11 - “Itulah
sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas
segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit
dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku:
‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”.
Orang kristen akan melakukannya dengan sukarela, tetapi orang kafir
/ kristen KTP akan melakukan itu dengan terpaksa, dan tanpa ada gunanya bagi
mereka.
Karena itu, dari pada pada akhir jaman saudara mengakui Yesus
sebagai Tuhan dengan terpaksa dan tanpa guna, lebih baik sekarang saudara
mengakuinya dengan sukarela!
2)
Dalam dialog antara Yesus dengan orang‑orang terkutuk itu, terlihat 2 hal,
yaitu:
a) Yesus sama sekali tak menyebut‑nyebut tentang
perbuatan baik mereka!
Jelas bahwa mereka memang tidak mempunyai perbuatan baik barang
satupun. Ini sesuai dengan penggambaran orang berdosa dalam Ro 3:10‑18!
Mengapa mereka dianggap sama sekali tidak mempunyai perbuatan baik?
Karena perbuatan baik baru dianggap baik di hadapan Tuhan kalau perbuatan baik
itu dilakukan karena cinta kepada Tuhan (Yoh 14:15), dan dilakukan demi
kemuliaan Tuhan (1Kor 10:31). Orang non Kristen tidak mungkin bisa
melakukan perbuatan baik yang memenuhi kedua syarat ini, dan ‘perbuatan
baik’ yang dilakukan tanpa memenuhi 2 syarat itu, merupakan perbuatan
baik yang dilakukan tanpa mempedulikan Tuhan, dan ini jelas bukan perbuatan
baik!
b) Yesus lagi‑lagi menekankan dosa pasif di sini!
Ini tentu tidak berarti bahwa dosa aktif tak dipedulikan! Dosa
pasif ditekankan karena manusia lebih sukar menyadari dosa pasif dari pada dosa
aktif. Karena itu hati‑hatilah dengan dosa‑dosa pasif dalam hidup
saudara, seperti:
· tidak
berbakti, baik karena ada piknik, pesta pernikahan, orang mati, dsb.
· tidak
belajar Firman Tuhan.
· tidak
berdoa (bdk. 1Sam 12:23).
· tidak
memberitakan Injil.
· tidak
memberikan persembahan persepuluhan (Mal 3:8‑10).
· tidak
berbuat baik (bdk. Yak 4:7).
· dsb.
Karena itu, pikirkan / renungkan apa yang Tuhan perintahkan yang
belum saudara taati. Akuilah hal itu sebagai dosa, dan bertobatlah!
3)
Hukuman mereka (ay 41,46).
a) Ini jelas menunjukkan bahwa:
· neraka
itu ada. Dari sini terlihat bahwa ajaran Saksi Yehovah yang mengatakan bahwa
neraka itu tidak ada, adalah ajaran yang sesat / tidak Alkitabiah!
· ada
orang‑orang yang masuk ke neraka. Dari sini terlihat bahwa ajaran
Universalisme yang mengatakan bahwa akhirnya semua orang akan selamat / masuk
surga, juga adalah ajaran yang sesat / tidak Alkitabiah!
b) Hukuman itu berupa api yang kekal / siksaan yang
kekal (ay 41,46).
Bandingkan dengan Yes 66:24 / Mark 9:43-48 yang
menunjukkan bahwa hukumannya berupa api yang tidak bisa padam dan ulat-ulat yang
tidak bisa mati. Ada 2 hal yang perlu diketahui:
· api
maupun ulat hanyalah simbol. Diberikan dalam bentuk simbol, karena kita tak akan
bisa mengerti hal yang sebenarnya. Tetapi, jangan lalu meremehkan hukuman di
neraka, karena kalau simbolnya mengerikan, maka pasti aslinya lebih mengerikan
lagi!
· hukuman
di neraka itu kekal. Jadi, kalau seseorang masuk ke neraka, maka tidak ada saat
dimana Allah menganggap hukumannya sudah cukup sehingga akan mengangkatnya
dari sana dan memasukkannya ke surga. Tidak! Ia akan disana untuk
selama‑lamanya!
Penerapan:
Renungkan hal ini!
¨ Inginkah saudara mengalami nasib seperti ini? Kalau tidak,
cepatlah datang / percaya kepada Yesus!
¨ Tegakah saudara kalau suami / istri / anak / orang tua /
saudara / keluarga saudara masuk ke sana? Kalau tidak, berdoalah senantiasa
untuk keselamatan mereka dan beritakanlah Injil kepada mereka!
c) ‘telah sedia
untuk Iblis dan malaikat‑malaikatnya’ (ay 41).
1.
Iblis / setan sudah pasti akan masuk ke neraka untuk dihukum / disiksa di sana,
dan mereka mengetahui hal itu. Bdk. Mat 8:29 - “Dan
mereka itupun berteriak, katanya: ‘Apa urusanMu dengan kami, hai Anak Allah?
Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?’”.
Karena itu, jangan percaya kepada cerita dari orang-orang yang
mengaku dibawa Tuhan untuk melihat neraka dimana mereka melihat setan-setan
menyiksa orang-orang yang masuk neraka. Mengapa?
· karena
pada saat ini setan belum masuk neraka. Ia baru akan dibuang ke neraka pada
kedatangan Yesus yang keduakalinya.
· kalau
setan dibuang ke neraka, ia disiksa, bukan menyiksa. Siapa yang mengangkat dia
menjadi algojonya Tuhan? Dia buikan algojo tetapi justru ‘orang hukuman’
yang paling bejat sehingga paling hebat hukumannya.
2.
Kalau selama di dunia saudara mengikut setan (ingat bahwa tidak ikut / percaya
Yesus berarti saudara ikut setan!), maka dalam kekekalan nanti saudara juga akan
bersama dengan dia dalam neraka untuk selama‑lamanya. Karena itu
pastikanlah bahwa saudara tidak mengikut dia, tetapi betul‑betul mengikut
Tuhan!
· Bagi
saudara yang belum sungguh‑sungguh percaya / ikut Yesus, percayalah dan
ikutlah Dia!
· Bagi
saudara yang sudah percaya dan ikut Yesus, beritakanlah Injil dan ajaklah lebih
banyak orang untuk percaya dan ikut Yesus, supaya jangan mereka masuk ke dalam
neraka!
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali