Eksposisi Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus

oleh : Pdt. Budi Asali M.Div.


EFESUS 6:5-9

 

I)UNTUK HAMBA (ay 5-8):

Paulus menulis kepada hamba / budak, dan itu menunjukkan bahwa kekristenana menganggap hamba / budak yang percaya kepada Kristus sebagai anggotanya!

 

A)Kewajiban hamba (ay 5-7):

- Hamba hidup menderita, tetapi toh punya kewajiban untuk taat. Penderitaan tidak membebaskan kita dari tanggung jawab!!

 

- Kewajiban hamba berlaku untuk pelayan / pegawai.

  Calvin: “As the condition of servants is as much more agreeable than taht of slaves in ancient times, they ought to consider themselves far less excuseable, if they do not endeavour, in every way, to comply with Paul’s injunctions”.

 

- Apa kewajibannya?

1)Taat kepada tuan / majikan (ay 5).

  # Injil tidak memberikan kebebasan daging / jasmani!!

  # Paulus tidak menyuruh hamba untuk memberontak (bdk. Fil 12  1Kor 7:21-24) Ini menunjukkan bahwa kita harus mempraktekkan ke-kristenan dimanapun kita berada, bagaimanapun tak enaknya keadaan kita. bdk. 1Pet2:18.

 

2)Taatlah sesempurna mungkin.

  Ay 5 ‘dengan takut dan gentar’.

  Dengan membandingkan dengan 1Kor 2:3  2Kor 7:15  Fil 2:12 maka kita bisa melihhat bahwa istilah itu berarti: takut berbuat salah, sehingga berusaha memberikan yang terbaik.

  Penerapan: Apakah saudara memberikan yang terbaik pada waktu saudara bekerja?

 

3)Taat kepada tuan sebagai ketaatan kepada Tuhan (ay 5-7 bdk. Kol 3:22-23).

 

4)Hati harus ikut taat.

                      Ay 5 ‘dengan tulus hati’

Ay 6 ‘bukan hnya dihadapan mereka...’

Ay 6 ‘dengan segenap hati’. Ini salah terjemahan!

NIV / NASB: ‘from the heart’.

Secara hurufiah: ‘from the soul’.

 

B)Bagian Kitab Suci lain tentang kewajiban hamba:

  1Tim 6:1-2  Tit 2:9-10  1Pet 2:18

 

C)Penghiburan bagi hamba (ay 8):

  Akan ada ‘upah’! Ini hiburan bagi hamba.

 

II)UNTUK TUAN (ay 9):

 

       A)Kewajiban Tuan:

       1)’Perbuatlah demikian juga kepada mereka’ (ay 9).

Apa artinya? Ada macam-macam arti:

- Dihubungkan dengan Kol 4:1 = adil dan jujur.

- Kalau ingin dihormati oleh hamba, tuan harus menghormati ham- ba (bdk. Mat 7:12).

- Harus memperlakukan hamba dengan pertimbangan Kristen.

  Ini arti yang saya terima.

 

Penerapan: pada waktu saudara menghadapii pegawai / pelayan saudara, apakah saudara mempertimbangkan hukum-hukum Tuhan?

2)’Jauhkan ancaman’ (ay 9).

  Hukum dunia mengijinkan tuan mengapakan saja hambanya, tetapi hukum kasih tak mengijinkan ancaman sekalipun!

 

3)’Ingat ada Tuhan diatasmu’ (ay 9b).

  Tuan bukan yang paling tinggi, ada Tuhan diatas mereka. Ini harus selalu diingat oleh tuan.

 

B)Mengapa Paulus tidak menyuruh tuan membebaskan hambanya?

     Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

1)Kitab Suci tak pernah secara explicit melarang perbudakkan:

a)PL malah mengijinkan (Kel 21:1-11, 20-21, 26-27, 31-32  Kel 22:1-3  Im 25:39-46  Ul 15:12-18).

 

b)PB mengandung ayat-ayat yang bisa ditafsirkan bahwa secara implicit PB melarang perbudakkan (Mat 7:12  Mat 22:39  Fil 15-16), tetapi tetap tidak ada ayat-ayat yang secara explicit melarang perbudakkan.

 

Jadi, Paulus tidak bertentangan dengan Kitab Suci!!

 

2)Ada perbudakan yang kejam, ada yang tidak (bdk. Luk 7:2  Kel 21:5-6).

 

3)Situasi pada jaman itu:

- Kristen adalah agama baru, pengikut sedikit, dimusuhi oleh pemerintah.

- Perbudakan adalah sesuatu yang umum.

  Barclay mengatakan bahwa diseluruh kekaisaran Romawi ada kira-kira 60 juta budak. Dalam kebanyakan kota, ada lebih banyak budak daripada orang bebas.

 

Ini tak memungkinkan untuk menghapuskan perbudakan secara langsung. Kalau budak dibebaskan maka ia tidak akan mempunyai pekerjaan!

 

Paulus ingin menghapuskan perbudakan secara damai. Ia ingin menghapuskan perbudakan dari dalam (Fil 15-16).

-o0o-

 

 

e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com

Url/alamat website : http://golgothaministry.org atau                      

http://www.golgothaministry.org