Eksposisi Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus

oleh : Pdt. Budi Asali M.Div.


EFESUS 6:10-24

Ef 6:10-20:

 

1)    Bagian ini jelas menunjukkan bahwa hidup ini adalah suatu peperangan!

Jadi, jangan menjadi Kristen yang santai!!

Contoh hidup Kristen yang santai: sedikit-sedikit mbolos kebaktian / bible study, seminar tidak mau ikut, pelayanan enak-enakan, membiarkan dosa-dosa tertentu dalam hidupnya, tak sungguh-sungguh dalam mencari Firman Tuhan, dll.

 

2)    Kapan perangnya? Sekarang juga!

Ay 10: ‘Akhirnya’ / ‘finally’.

Terjemahan hurufiahnya: ‘for the rest’.

John Stott menterjemahkan: ‘henceforward’ yang diartikan for the remaining time’. Jadi artinya ‘mulai sekarang dan seterusnya’.

Ay 13: ‘Hari yang jahat itu’. Ini tak menunjuk pada masa kesukaran besar pada akhir jaman, tetapi menunjuk pada saat setan menyerang setiap kita dan itu bisa terjadi setiap saat.

 

3)    Dalam perang ini musuh kita bukan manusia (ay 12).

Ini perlu kita ingat baik-baik! Saat menulis ini Paulus sedang ada di dalam penjara (ay 20), tetapi ia tidak marah / benci kepada orang-orang yang memenjarakannya. Karena apa? Karena ia sadar sepe­nuhnya bahwa ia perang bukan melawan manusia. Setan selalu ingin kita perang melawan sesama manusia. Tapi pada saat kita perang melawan sesama manusia, maka pertahanan kita terbuka dan setan menyerang kita.

Penerapan: pada saat saudara mendapat perlakukan yang menjengkelkan dari seseorang, apakah saudara lalu perang melawan dia / orang itu? Apakah saat ini saudara punya musuh seorang manusia? Kalau ya, saudara sudah ditipu oleh setan! Bertobatlah!!

 

4)    Musuh kita adalah setan (ay 12).

Hal-hal yang perlu diketahui tentang setan:

a)         Setan itu ada banyak. Ay 12: ‘semua’ (bentuk jamak). Bdk. Mark 5:9.

b)   Setan itu kuat. Sebutan ‘pemerintah’, ‘penguasa’, ‘penghulu’ dalam ay 12 menunjukkan kuasanya yang besar.

c)   Setan itu jahat. Kata-kata ‘gelap’ dan ‘roh-roh jahat’ (ay 12) dan kata-kata ‘si jahat’ (ay 16) jelas menunjukkan hal itu.

Penerapan: Apakah saudara menganggap dukun yang menyembuhkan dengan kekuatan ‘white magic’ adalah sesuatu yang baik? Ingat semua setan jahat!!

d)         Setan itu cerdik / lihai. Kata-kata ‘tipu muslihat’ (ay 11) menun­jukkan hal itu.

 

5)   Menghadapi musuh seperti itu, bisakah kita menang?

Kata-kata ‘dapat bertahan’ (ay 11) dan ‘dapat mengadakan perlawanan dan tetap berdiri’ secara implicit (tidak langsung) menunjukkan bahwa kita bisa menang!!

 

CARA SUPAYA MENANG:

a)   Kita harus bersandar kepada Tuhan.

Ay 10: ‘Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa­Nya.

Jelas kita bisa menang, bukan dengan kekuatan kita sendiri ataupun kekuatan manusia lain, tetapi hanya dengan kekuatan Tuhan (bdk. Yoh 15:5).

Hal ini juga terlihat dari bahasa Yunaninya. Kata bahasa Yunani yang diterjemahkan ‘hendaklah kamu kuat’ adalah ENDUNAMOUSTHE. Ini adalah bentuk present imperative, jadi perintah ini harus dilakukan terus-menerus. Disamping itu, kata ini adalah bentuk pasif, sehingga terjemahan hurufiah dalam bahasa Inggris adalah ‘be ye empowered’. Jadi, sekalipun kita diperintahkan untuk menjadi kuat, kita tidak bisa menguatkan diri sendiri. Kita harus dikuatkan oleh Tuhan.

 

b)   Kita harus menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah (ay 11).

Secara implicit kita bisa melihat bahwa ada senjata yang bukan dari Allah.

Contoh:

·        Menghadapi setan dengan bertapa, mengucilkan diri, tidak kawin, dsb.

·        Menghadapi serangan setan (santet, dsb) dengan pertolongan dukun.

·        memberitakan Injil dengan kekuatan manusia (bdk. 2Kor 10:3,4).

Ini semua bukan dari Allah dan tak boleh dipakai!!

 

Senjata Allah yang diajarkan oleh Paulus dilambangkan dengan per­lengkapan tentara Romawi.

1.         Ikat pinggang = kebenaran / truth.

Kebenaran di sini artinya adalahh kebenaran pikiran / hati (bdk. Maz 51:8).

Jadi, harus punya pikiran yang benar, harus jujur, tulus, tidak munafik, dsb.

 

2.         Baju zirah = keadilan.

Inggris: ‘righteousness’ (= kebenaran).

Kebenaran di sini adalah kehidupan yang benar. Kalau no 1. tadi adalah kebenaran dalam hati / pikiran, maka sekarang adalah kehidupan (bdk. Ro 13:12).

 

3.         Kasut = kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera. Ini salah terjemahan!

Terjemahan hurufiahnya ‘with readiness of the gospel of peace’. Artinya ada kesiapan untuk memberitakan Injil / setiap saat siap sedia untuk memberitakan Injil.

Untuk bisa selalu siap, saudara harus:

·        Punya hubungan baik dengan Tuhan.

·        Punya pengetahuan yang baik tentang Kitab Suci.

·        Hidup tak bercacat cela.

·        Punya hubungan baik dengan sesama.

 

4.         Perisai = iman.

Iman di sini maksudnya adalah kepercayaan terhadap janji-janji Tuhan / Firman Tuhan. Setan sering memberikan tuduhan-tuduhan palsu dan rasa bersalah yang palsu. Karena itu kita harus beriman pada Firman Tuhan. Ayat-ayat seperti Ro 8:28  1Kor 10:13  Fil 4:13 harus kita hafalkan dan kita percayai senantiasa!

 

5.         Ketopong (helmet) = keselamatan.

Arti: keyakinan keselamatan. bdk. 1Tes 5:8 - ‘pengharapan keselamatan’.

 

6.         Pedang Roh = Firman Tuhan.

Pedang adalah satu-satunya senjata yang bisa kita pakai untuk bertahan atau untuk menyerang. Firman Tuhan memang bisa digunakan untuk bertahan (Mat 4:1-11), tetapi Firman Tuhan juga bisa digunakan untuk menyerang, misalnya: memberitakan Injil, mengajarkan Firman Tuhan, dsb.

Firman Tuhan ini penting, karena tanpa Firman Tuhan, maka sauda­ra tidak akan bisa memiliki senjata-senjata no. 1-5 di atas. Karena itu saudara harus selalu berusaha mencari Firman Tuhan!

Penerapan: Ikutlah Bible Study dengan rajin. Pelayanan sekalipun tak boleh menghalangi saudara mencari / belajar Firman Tuhan (Luk 10:38-42).

 

c)   Doa.

Kalau kita memang bersandar kepada Tuhan, maka kita pasti akan banyak berdoa. Dalam ay 18-20 ada beberapa hal yang dikatakan tentang doa:

·        Doa setiap waktu, tak putus-putusnya (ay 18).

·        Doa di dalam Roh. Ini bukan doa di dalam bahasa roh / lidah!! Ini adalah doa yang dipimpin oleh Roh (bdk. Ro 8:26).

·        Doa untuk segala orang kudus (ay 18). Kita harus berdoa untuk semua orang Kristen (yang masih hidup tentu saja!)

*        Perlu disadari senantiasa bahwa perang ini tak bersifat in­dividuil!! Kita tak bisa tidak mempedulikan orang Kristen yang lain. Jadi, kita harus saling mendoakan!

*        Ini tidak berarti kita tidak perlu berdoa untuk orang yang bukan Kristen!

·        Doa untuk Paulus / hamba Tuhan (ay 18 bdk. Kol 4:3  1Tes 5:25  2Tes 3:1).

Calvin: “Hence, we infer that there is no man so richly endowed with gifts as not to need this kind of assistance from his brethren, so long as he remains in this world” (= ).

Jelas bahwa hamba Tuhan adalah manusia biasa yang lemah, yang bahkan mendapatkan banyak serangan setan, sehingga harus selalu didoakan! Apakah saudara berdoa untuk hamba Tuhan?

Paulus minta didoakan supaya:

*        Berani.

*        Diberi kata-kata yang benar dari Tuhan.

Dua-dua penting untuk hamba Tuhan. Ada hamba Tuhan yang berani, tetapi memberitakan yang salah atau tak jelas. Ada hamba Tuhan yang bisa memberitakan yang benar dengan jelas, tetapi tak punya keberanian untuk memberitakan. Ini sia-sia! Doakan supaya hamba Tuhan di gereja saudara mempunyai dua hal itu!

 

EFESUS 6:21-24:

 

Ay 21-22, Paulus mengutus Tikhikus untuk menghibur orang Efesus. Saat itu Paulus di penjara, tapi toh ia ingin menghibur orang Efesus.

Penerapan:

- Kita tak boleh terus minta dilayani, kita harus melayani!

- Kita tak boleh hanya mau menerima, kita juga harus mau memberi.

 

Ay 23-24, berkat.

 

-AMIN-

e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com

Url/alamat website : http://golgothaministry.org atau                      

http://www.golgothaministry.org