Golgotha School of Ministry  

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

Rabu, tgl 13 Nopember 2013, pk 19.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

[HP: (031) 70641331 / (031) 60501331 / 081945588855]

Email: buas22@yahoo.com

http://golgothaministry.org

Irresistible Grace(16)

 

(kasih karunia yang tidak bisa ditolak)

 

g)      Yoh 10:16 - “Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.”.

Catatan: ada kesalahan penterjemahan pada awal dari ayat ini.

Kitab Suci Indonesia: Ada lagi padaKu domba-domba lain.

KJV: And other sheep I have (= Dan Aku mempunyai domba-domba lain). Perhatikan penggunaan bentuk present tense di sini!

 

1.   ‘domba-domba yang lain, yang bukan dari kandang ini’.

Kata-kata ‘bukan dari kandang ini’ menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang non Yahudi yang pada saat itu belum percaya. Tetapi mereka sudah disebut sebagai ‘domba’!

Bdk. Kis 18:10 dimana orang yang belum percaya sudah disebut ‘umatKu’.

Kis 18:10 - “Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umatKu di kota ini.’”.

KJV: I have much people in this city’ (= Aku mempunyai banyak orang / umat di kota ini).

RSV/NIV/NASB: I have many people in this city’ (= Aku mempunyai banyak orang / umat di kota ini).

Lagi-lagi, di sini, sama seperti dalam Yoh 10:16, digunakan bentuk present tense!

 

Ini jelas menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang pilihan!

 

Bdk. Yoh 11:49-52 - “(49) Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: ‘Kamu tidak tahu apa-apa, (50) dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.’ (51) Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, (52) dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.”.

 

Calvin (tentang Yoh 10:8): “Thus, according to the secret election of God, we are already sheep in his heart, before we are born; but we begin to be sheep in ourselves by the calling, by which he gathers us into his fold” (= Jadi, menurut pemilihan yang rahasia dari Allah, kita sudah adalah domba dalam hatiNya, sebelum kita dilahirkan, tetapi kita mulai menjadi domba dalam diri kita oleh panggilan, dengan mana Ia mengumpulkan kita dalam kandangNya).

 

Calvin (tentang Yoh 10:16): “Augustine’s observation on this passage is undoubtedly true, that, as there are many wolves within the Church, so there are many sheep without. ... I acknowledge that Augustine’s statement applies in this respect, that Christ gives the name of sheep to unbelievers, who in themselves were the farthest possible from being entitled to be called sheep. And not only does he point out, by this term, what they will be, but rather refers this to the secret election of God, because we are already God’s sheep, before we are aware that He is our shepherd.” (= Pengamatan Agustinus tentang text ini tak diragukan adalah benar, bahwa, sebagaimana disana ada banyak serigala di dalam Gereja, demikian juga disana ada banyak domba di luar Gereja. ... Saya mengakui bahwa pernyataan Agustinus berlaku dalam hal ini, bahwa Kristus memberi sebutan ‘domba’ kepada orang-orang yang tidak percaya, yang dalam diri mereka ada dalam jarak terjauh yang memungkinkan untuk berhak disebut domba. Dan dengan istilah ini, Ia bukan hanya menunjukkan, mereka akan menjadi apa, tetapi lebih menunjuk pada pemilihan rahasia dari Allah, karena kita sudah adalah domba-domba Allah, sebelum kita sadar bahwa Ia adalah Gembala kita.).

 

2.   Perhatikan kata-kata Yesus selanjutnya tentang ‘domba-domba yang lain’ dalam ay 16 ini:

a. harus Kutuntun juga’.

b. ‘mereka akan mendengarkan suaraKu’.

c. ‘mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala’.

Semua ini menunjukkan bahwa orang pilihan pasti akan bertobat / percaya kepada Yesus. Ini menjadi dasar bagi kita untuk mengatakan 2 hal:

·                 Predestinasi / Rencana Allah tidak mungkin gagal.

·                 Kasih karunia Allah tidak bisa ditolak (Irresistible grace)!

 

Adam Clarke tidak memberikan komentar yang berarti berhubungan dengan Irresistible Grace (= Kasih karunia yang tidak bisa ditolak).

 

Lenski (tentang Yoh 10:16): He speaks of these ‘other sheep’ as already being πρόβατα or ‘sheep’ and even says that ‘I have’ them. It has rightly been urged that this is not a mere prolepsis; ‘other sheep’ might possibly be, but certainly not the verb ‘I have.’ Compare similar statements in 11:52 and Acts 18:10. ‘I have’ denotes divine foreknowledge and, we may add, predestination; but the latter not in the sense of an absolute decree, or a decree according to some mysterious principle which simply selects some and passes by others. Just as Jesus foresaw the existence of these other sheep as men, born into human life, so he foresaw the success of his saving grace in their hearts, the birth of their spiritual life as children of God. As far as predestination is concerned, this embraces all in whom the grace and gospel of Jesus succeed to the end. These God chose for himself as his own elect even before the world began. [= Ia berbicara tentang ‘domba-domba lain’ ini sebagai sudah adalah PROBATA atau ‘domba-domba’ dan bahkan berkata bahwa ‘Aku mempunyai / memiliki’ (present tense) mereka. Secara benar telah didesak bahwa ini bukanlah semata-mata suatu prolepsis; kata-kata ‘domba-domba lain’ mungkin bisa, tetapi kata kerja ‘Aku mempunyai’ pasti tidak. Bandingkan pernyataan-pernyataan yang serupa dalam 11:52 dan Kis 18:10. ‘Aku mempunyai’ menunjuk pada pra pengetahuan ilahi dan, kami bisa menambahkan, predestinasi; tetapi yang belakangan ini bukan dalam arti dari suatu ketetapan mutlak, atau suatu ketetapan menurut suatu prinsip yang misterius yang sekedar menyeleksi sebagian dan melewati yang lain. Sama seperti Yesus melihat lebih dulu keberadaan dari domba-domba lain ini sebagai orang-orang, yang dilahirkan ke dalam kehidupan manusia, demikian juga Ia melihat lebih dulu keberhasilan dari kasih karuniaNya yang menyelamatkan dalam hati mereka, kelahiran dari kehidupan rohani mereka sebagai anak-anak Allah. Sejauh predestinasi yang dipersoalkan, ini mencakup semua orang dalam siapa kasih karunia dan injil dari Yesus berhasil sampai akhir jaman. Orang-orang ini Allah pilih bagi diriNya sendiri sebagai orang-orang pilihanNya bahkan sebelum dunia mulai.].

Catatan:

a.   ‘prolepsis’ adalah perlakuan terhadap suatu peristiwa di masa yang akan datang seakan-akan peristiwa itu sudah terjadi.

b.   Kata-kata Lenski ini jelas menunjuk pada ‘Conditional Election’ (= Pemilihan yang bersyarat). Kekonyolan dari doktrin ‘Conditional Election’ (= Pemilihan yang bersyarat) ini sudah kita bahas pada waktu membahas tentang point ke 2, yaitu ‘Unconditional Election’ (= Pemilihan yang tidak bersyarat).

 

Lenski (tentang Yoh 10:16): With the hosts of future Gentile believers before his prophetic eyes, Jesus says not only, ‘them also I must lead,’ but adds the counterpart, ‘and they will hear my voice.’ As their Shepherd Jesus will lead them, and as his sheep they will hear his voice. The verbs ‘must lead’ and ‘will hear’ correspond so closely to shepherd leading and sheep hearing and following their shepherd, that ἀγαγεῖν cannot mean ‘bring’ or ‘feed.’ ... Jesus portrays these Gentiles as his sheep, following him as their Shepherd, just as his Jewish believers now follow him. The conversion is taken for granted where faith and trust bind to Jesus. The force of ἀκούσουσιν is not merely futuristic: ‘shall hear,’ but volitive: ‘will hear.’ It is not that Jesus and his voice bring about the hearing, but that these sheep, always listening for his voice, are willing to hear so that they may follow. Jesus says, ‘them I must lead’ (δεῖ). Why ‘must’ he? Because this is his office as the Good Shepherd. [= Tentang rombongan besar dari orang-orang percaya non Yahudi yang akan datang di hadapan mata nubuatanNya, Yesus bukan hanya berkata ‘mereka juga harus Aku tuntun’, tetapi menambahkan hal yang cocok dengannya, ‘dan mereka akan mendengar suaraKu’. Sebagai Gembala mereka, Yesus akan membimbing mereka, dan sebagai domba-dombaNya, mereka akan mendengar suaraNya. Kata-kata kerja ‘harus menuntun’ dan ‘akan mendengar’ sesuai dengan begitu dekat dengan tuntunan gembala dan tindakan mendengar dan mengikut dari domba-domba, sehingga AGAGEIN (= menuntun) tidak bisa berarti ‘membawa’ atau ‘memberi makan’. ... Yesus menggambarkan orang-orang non Yahudi ini sebagai domba-dombaNya, mengikuti Dia sebagai Gembala mereka, sama seperti orang-orang percaya YahudiNya sekarang mengikuti Dia. Pertobatan dianggap pasti dimana iman dan tindakan mempercayakan mengikat kepada Yesus. Kekuatan dari AKOUSOUSIN tidaklah semata-mata bersifat yang akan datang: ‘akan mendengar’, tetapi muncul dari kehendak / kemauan: ‘mau mendengar’. Bukan bahwa Yesus dan suaraNya membuat terjadinya tindakan mendengar itu, tetapi bahwa domba-domba ini, yang selalu mendengar pada suaraNya, mau untuk mendengar sehingga mereka bisa mengikuti. Yesus berkata, ‘mereka harus Aku tuntun’ {DEI (= must / harus)}. Mengapa Ia ‘harus’? Karena ini adalah tugasNya sebagai Gembala yang baik.].

Catatan:

a.   Terlihat bahwa Lenski berusaha mati-matian untuk menafsirkan sedemikian rupa untuk bisa menghindarkan ayat ini dari doktrin Irresistible Grace (= Kasih karunia yang tidak bisa ditolak). Tetapi menurut saya ia gagal total dalam usahanya! Ia mengatakan bahwa kata Yunani AKOUSOUSIN tidak berarti AKAN mendengar’, tetapi MAU mendengar’. Mungkin ia mau menekankan kehendak bebas dari domba-domba itu sehingga ia memaksakan kata ‘mau’ itu. Tetapi apakah diterjemahkan ‘akan’ atau ‘mau’, kalimat ini tidak bisa tidak menubuatkan / meramalkan terjadinya hal itu, dan itu tidak mungkin tidak tergenapi. Jadi, bisakah pada waktu Yesus mau menuntun orang-orang non Yahudi itu, lalu mereka ternyata menggunakan kehendak bebas mereka untuk menolak tuntunan Yesus itu? Kalau bisa, maka nubuat Yesus salah! Jadi, tidak mungkin mereka bisa menolak. Dan kalau demikian, itu tetap mendukung doktrin Irresistible Grace (= Kasih karunia yang tidak bisa ditolak) ini!

Sekedar sebagai suatu tambahan, A. T. Robertson (ahli bahasa Yunani top abad 20) mengatakan bahwa AKOUSOUSIN adalah bentuk FUTURE! Dan Ia sama sekali tidak berbicara apa-apa tentang apa yang disebut ‘volitive’ (= muncul dari kehendak / kemauan) oleh Lenski.

b.   Kata-kata Lenski yang saya beri garis bawah ganda, sangat konyol, karena orang-orang non Yahudi itu, pada saat Yesus mengucapkan kata-kata ini, belum percaya! Bagaimana mereka dikatakan ‘selalu mendengar pada suaraNya’??? Kalau bukan karena pekerjaan Tuhan yang memberikan Irresistible Grace (= Kasih karunia yang tidak bisa ditolak) kepada mereka, mereka pasti tak akan mempedulikan suara Yesus!

c.   Juga kata ‘harus’ (DEI) diartikan hanya bahwa itu merupakan tugas dari gembala. Tugas atau bukan tugas, itu bukan yang dipersoalkan di sini. Tetapi ini lagi-lagi jelas merupakan suatu nubuat / ramalan yang tidak bisa tidak terjadi. Yesus harus menuntun, dan mereka pasti akan mendengar. Semua ini tak bisa tidak mengarahkan kita pada doktrin Irresistible Grace (= Kasih karunia yang tidak bisa ditolak).

d.   Lenski tidak membahas anak kalimat terakhir dari Yoh 10:16 yang berbunyi: “dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala”. Ini merupakan jaminan bahwa tuntunan Gembala itu pasti akan berhasil. Domba-domba lain itu pasti akan mendengar suara Gembala, dan menjadi satu kawanan dengan satu Gembala! Bagaimana menafsirkan anak kalimat ini sehingga TIDAK menjadi sesuai dengan doktrin Irresistible Grace (= Kasih karunia yang tidak bisa ditolak)? Saya kira itu mustahil!

 

Jamieson, Fausset & Brown (tentang Yoh 10:16): “‘Them also I must bring.’ He means the perishing Gentiles, of whom He speaks as already His sheep - in the love of His heart and the purpose of His grace - to ‘bring them’ in due time. ‘And they shall hear my voice.’ This is not the language of mere fore-sight that they would believe, but the expression of a purpose to draw them to Himself by an inward and efficacious call, which would infallibly issue in their spontaneous accession to Him.” (= ‘Mereka juga harus Aku bawa / tuntun’. Ia memaksudkan orang-orang non Yahudi yang sedang menuju pada kebinasaan, tentang siapa Ia berbicara sebagai ‘sudah adalah domba-dombaNya’ - dalam kasih dari hatiNya dan rencana dari kasih karuniaNya - untuk ‘membawa / menuntun mereka’ pada waktunya. ‘Dan mereka akan mendengar suaraKu’. Ini bukanlah bahasa dari semata-mata penglihatan lebih dulu bahwa mereka akan percaya, tetapi pernyataan dari suatu rencana untuk menarik mereka kepada diriNya sendiri oleh suatu panggilan dalam dan efektif, yang secara tak bisa salah akan menghasilkan kedatangan mereka kepadaNya.).

Catatan: penafsir ini bukan orang Reformed, tetapi tafsirannya di sini betul-betul Reformed.

 

Barnes’ Notes (tentang Yoh 10:16): “‘I have.’ This does not imply that they were then his friends, but that they would be. There were others whom it was his purpose and intention to call to the blessings of the gospel and salvation. The purpose was so sure, and the fact that they would believe on him so certain, that he could use the present tense as if they were already his own. ... An instance of a parallel expression occurs in Acts 18:10, ‘I have much people in this city’ (Corinth). That is, it was the purpose of God to bless the preaching of Paul, and give him many souls as the seals of his ministry. It was so certain that they would believe in the Saviour, that it could be spoken of as if it were already done. This certainty could have existed only in consequence of the intention of God that it should be so. It did not consist in any disposition to embrace the gospel which was foreseen, for they were the most corrupt and licentious people of antiquity, and it must have been because God meant that it should be so. Declarations like these are full proof that God has a plan in regard to the salvation of men, and that the number is known and determined by him. [= ‘Aku mempunyai (present tense)’. Ini tidak menunjukkan bahwa mereka pada saat itu adalah sahabat-sahabatNya, tetapi bahwa mereka akan menjadi sahabat-sahabatNya. Di sana ada domba-domba lain yang Ia rencanakan dan maksudkan untuk panggil kepada berkat-berkat dari injil dan keselamatan. Rencana ini adalah begitu pasti, dan fakta bahwa mereka akan percaya kepadaNya begitu pasti, sehingga Ia bisa menggunakan present tense seakan-akan mereka sudah adalah milikNya. ... Suatu contoh tentang ungkapan yang paralel muncul dalam Kis 18:10, Aku mempunyai banyak umat dalam kota ini’ (Korintus). Artinya, merupakan rencana Allah untuk memberkati pemberitaan / khotbah Paulus, dan memberinya banyak jiwa sebagai meterai dari pelayanannya. Adalah begitu pasti bahwa mereka akan percaya kepada sang Juruselamat, sehingga itu bisa dibicarakan seakan-akan itu sudah terjadi. Kepastian ini bisa ada hanya dalam konsekwensi dari maksud Allah bahwa itu haruslah demikian. Itu tidak terdiri dari kecenderungan apapun untuk mempercayai injil yang dilihat lebih dulu, karena mereka adalah orang-orang yang paling jahat dan tak bermoral dari jaman kuno, dan itu haruslah karena Allah memaksudkan bahwa itu harus demikian. Pernyataan-pernyataan seperti ini adalah bukti yang penuh / mendalam bahwa Allah mempunyai suatu rencana berkenaan dengan keselamatan manusia, dan bahwa jumlah itu diketahui dan ditentukan olehNya.].

 

William Hendriksen (tentang Yoh 10:16): The good shepherd must lead them. This is the must of predestination, of prophecy, and of inner compulsion, rolled into one. The shepherd leads or guides them (going on ahead of them, so that they follow him; see on 10:4), and they heed his voice (see on 10:3), as it comes to them in the Word applied to the heart by the Spirit. [= Gembala yang baik HARUS menuntun mereka. Ini adalah ‘HARUS’ dari predestinasi, dari nubuat, dan dari paksaan / tekanan di dalam, bergulung-gulung menjadi satu. Sang gembala menuntun atau membimbing mereka (berjalan di depan mereka, sehingga mereka mengikutinya; lihat tentang 10:4), dan mereka memperhatikan suaranya (lihat tentang 10:3), karena itu datang kepada mereka dalam Firman yang diterapkan pada hati oleh Roh.].

 

Calvin (tentang Yoh 10:8): “But here a question arises, When does a person begin to belong to the flock of the Son of God? For we see many who stray and wander through deserts during the greater part of their life, and are at length brought into the fold of Christ. I reply, the word ‘sheep’ is here used in two ways. When Christ says afterwards, that he has other sheep besides, he includes all the elect of God, who had at that time no resemblance to sheep. ... By nature, we are at the greatest possible distance from being sheep; but, on the contrary, are born lions, tigers, wolves, and bears, until the Spirit of Christ tames us, and from wild and savage beasts forms us to be mild sheep. Thus, according to the secret election of God, we are already sheep in his heart, before we are born; but we begin to be sheep in ourselves by the calling, by which he gathers us into his fold.” (= Tetapi di sini suatu pertanyaan muncul, Kapan seseorang mulai termasuk pada kawanan domba dari Anak Allah? Karena kami melihat banyak orang yang tersesat dan mengembara melalui padang pasir selama bagian terbesar dalam hidup mereka, dan akhirnya dibawa ke dalam kandang Kristus. Saya menjawab, kata ‘domba’ di sini digunakan dalam dua cara. Pada waktu Kristus berkata belakangan, bahwa Ia mempunyai domba-domba lain selain domba-domba itu, Ia mencakup semua orang-orang pilihan Allah, yang pada saat itu tidak mempunyai kemiripan dengan domba. ... Secara alamiah, kita ada pada jarak yang terjauh yang memungkinkan dari menjadi domba; tetapi, sebaliknya, dilahirkan sebagai singa-singa, harimau-harimau, serigala-serigala, dan beruang-beruang, sampai Roh Kristus menjinakkan kita, dan dari binatang-binatang liar dan buas membentuk kita menjadi domba-domba yang lembut. Jadi, menurut pemilihan rahasia dari Allah, kita sudah adalah domba dalam hatiNya, sebelum kita dilahirkan; tetapi kita mulai menjadi domba dalam diri kita sendiri oleh panggilan, dengan mana Ia mengumpulkan kita ke dalam kandangNya.).

 

Calvin (tentang Yoh 10:16): “‘Them also I must bring.’ He means that the election of God will be secure, so that nothing of all that he wishes to be saved shall perish. For the secret purpose of God, by which men were ordained to life, is at length manifested in his own time by the calling, - the effectual calling, when he regenerates by his Spirit, to be his sons, those who formerly were begotten of flesh and blood.” (= ‘Mereka juga harus Kutuntun / Kubawa’. Ia memaksudkan bahwa pemilihan Allah akan pasti, sehingga tak ada dari semua yang Ia inginkan untuk diselamatkan akan binasa. Karena rencana rahasia Allah, dengan mana orang-orang ditentukan untuk hidup, akhirnya dinyatakan pada waktuNya sendiri oleh panggilan, - panggilan efektif, pada waktu Ia melahirbarukan oleh RohNya, untuk menjadi anak-anakNya, mereka yang sebelumnya dilahirkan dari daging dan darah.).

 

Calvin (tentang Yoh 10:16): “‘And they shall hear my voice.’ We must observe the way in which the flock of God is gathered. It is, when all have one shepherd, and when his voice alone is heard. These words mean that, when the Church submits to Christ alone, and obeys his commands, and hears his voice and his doctrine, then only is it in a state of good order. If Papists can show us that there is any thing of this sort among them, let them enjoy the title of The Church, of which they vaunt so much. But if Christ is silent there, if his majesty is trodden under foot, if his sacred ordinances are held up to scorn, what else is their unity but a diabolical conspiracy, which is worse and far more to be abhorred than any dispersion? [= ‘Dan mereka akan mendengar suaraKu’. Kita harus memperhatikan cara dalam mana kawanan domba Allah dikumpulkan. Itu adalah, pada waktu semua mempunyai satu Gembala, dan pada waktu hanya suaraNya saja yang didengarkan. Kata ini berarti bahwa, pada waktu Gereja tunduk kepada Kristus saja, dan mentaati perintah-perintahNya, dan mendengar suaraNya dan doktrin / ajaranNya, maka hanya pada saat itu Gereja itu ada dalam keadaan dari keadaan / keteraturan yang baik. Jika para pengikut Paus (orang Katolik) bisa menunjukkan kepada kita bahwa di sana ada apapun dari jenis ini di antara mereka, biarlah mereka menikmati gelar / sebutan Gereja (The Church), tentang mana mereka banggakan dengan begitu banyak. Tetapi jika Kristus diam (silent) di sana, jika keagunganNya diinjak-injak di bawah kaki, jika peraturan-peraturan kudusNya dipandang rendah / hina, apakah kesatuan mereka selain suatu persekongkolan jahat / dari setan, yang lebih buruk dan jauh lebih harus dibenci dari pada penyebaran apapun?].

 

Jadi, hasil dari panggilan Kristus menjadi gereja, dan gereja itu hanya betul-betul gereja pada saat firman Tuhan betul-betul didengarkan di sana. Banyak yang hanya pura-pura mendengar, hormat dan tunduk pada firman Tuhan, padahal sebetulnya tidak. Yang seperti ini bukan gereja, dan bukan kawanan domba Kristus!

 

-bersambung-

 

e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com

http://golgothaministry.org