Golgotha School of Ministry

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

Rabu, tgl 16 Oktober 2013, pk 19.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

[HP: (031) 70641331 / (031) 60501331 / 081945588855]

Email: buas22@yahoo.com

http://www.golgothaministry.org

 

Irresistible Grace(13)

 

(kasih karunia yang tidak bisa ditolak)

 

Loraine Boettner: The merits of Christ’s obedience and suffering are sufficient for, adapted to, and freely offered to all men. The question then arises, Why is one saved, and another lost? What causes some men to repent and believe, while others, with the same external privileges, reject the Gospel and continue in impenitence and unbelief? The Calvinist says that it is God who makes this difference, that he efficaciously persuades some to come to Him; but the Arminian ascribes it to the men themselves. As Calvinists we hold that the condition of men since the fall is such that if left to themselves they would continue in their state of rebellion and refuse all offers of salvation. Christ would then have died in vain. But since it was promised that He should see of the travail of His soul and be satisfied, the effects of that sacrifice have not been left suspended upon the whim of man’s changeable and sinful will. Rather, the work of God in redemption has been rendered effective through the mission of the Holy Spirit who so operates on the chosen people that they are brought to repentance and faith, and thus made heirs of eternal life. ... If man is dead in sin, then nothing short of this supernatural life-giving power of the Holy Spirit will ever cause him to do that which is spiritually good. ... As Dr. Warfield says, ‘Sinful man stands in need, not of inducements or assistance to save himself, but precisely of saving; and Jesus Christ has come not to advise, or urge, or woo, or help him to save himself, but to save him.’ (= Jasa dari ketaatan dan penderitaan Kristus adalah cukup untuk, disesuaikan dengan, dan ditawarkan dengan cuma-cuma / gratis kepada, semua orang. Maka lalu muncul pertanyaan, Mengapa satu orang diselamatkan, dan yang lain terhilang? Apa yang menyebabkan sebagian orang bertobat dan percaya, sementara orang-orang lain, dengan hak-hak luar / lahiriah yang sama, menolak Injil dan terus ada dalam keadaan tidak bertobat dan tidak percaya? Calvinist berkata bahwa adalah Allah yang membuat perbedaan ini, bahwa Ia secara mujarab membujuk sebagian orang untuk datang kepadaNya; tetapi Arminian menganggapnya berasal dari manusia itu sendiri. Sebagai Calvinist kami percaya bahwa kondisi dari manusia sejak kejatuhan adalah sedemikian rupa sehingga jika dibiarkan / ditinggalkan pada diri mereka sendiri mereka akan terus ada dalam keadaan pemberontakan mereka dan menolak semua tawaran keselamatan. Jika demikian maka Kristus mati dengan sia-sia. Tetapi karena telah dijanjikan bahwa Ia akan melihat kerja keras / penderitaan jiwaNya dan dipuaskan, hasil-hasil dari korban itu tidaklah dibiarkan tergantung pada tingkah dari kehendak yang bisa berubah dan berdosa dari manusia. Sebaliknya, pekerjaan Allah dalam penebusan telah dibuat menjadi efektif melalui misi dari Roh Kudus yang bekerja sedemikian rupa pada orang-orang pilihan sehingga mereka dibawa kepada pertobatan dan iman, dan lalu dibuat menjadi ahli-ahli waris dari hidup yang kekal. ... Jika manusia mati dalam dosa, maka tidak kurang dari kuasa pemberi-hidup dari Roh Kudus ini yang akan menyebabkan ia melakukan apa yang baik secara rohani. ... Seperti dikatakan Dr. Warfield, ‘Manusia berdosa berada dalam kebutuhan, bukan akan bujukan atau bantuan untuk menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi secara tepat / persis akan penyelamatan; dan Yesus Kristus telah datang bukan untuk menasehati, atau mendesak, atau membujuk, atau menolong dia untuk menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi untuk menyelamatkannya.) - ‘The Reformed Doctrine of Predestination’, hal 163,164.

Catatan: kata-kata yang saya beri garis bawah ganda dikutip dari Yes 53:11 - Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.”.

Kata-kata yang saya garis-bawahi diterjemahkan secara berbeda-beda.

KJV: ‘He shall see the travail of his soul, and shall be satisfied’ (= Ia akan melihat kerja keras / penderitaan jiwanya, dan akan puas).

RSV: ‘he shall see the fruit of the travail of his soul and be satisfied’ (= ia akan melihat buah dari kerja keras / penderitaan jiwanya dan menjadi puas).

NIV: ‘After the suffering of his soul, he will see the light of life and be satisfied’ (= Setelah penderitaan jiwanya, ia akan melihat terang kehidupan dan menjadi puas).

NASB: ‘As a result of the anguish of His soul, He will see it and be satisfied’ (= Sebagai akibat dari kesedihan / penderitaan jiwaNya, Ia akan melihatnya dan menjadi puas).

 

Sekalipun ada terjemahan-terjemahan yang berbeda-beda tetapi inti dari bagian ini jelas adalah bahwa pengorbanan yang Kristus lakukan tidak sia-sia dan pasti akan menghasilkan orang-orang yang percaya / bertobat / diselamatkan.

 

Loraine Boettner menggunakan ayat ini dan berargumentasi bahwa kalau ternyata pertobatan dari manusia tergantung manusia itu sendiri, maka bisa-bisa janji ini tidak terlaksana. Karena itu, pertobatan manusia harus tergantung sepenuhnya kepada Allah sendiri! Ini, tidak bisa tidak, mengharuskan kita mempercayai doktrin Irresistible Grace (= Kasih karunia yang tidak bisa ditolak).

 

Catatan: memang sebetulnya Loraine Boettner tidak sedang membahas 1Kor 4:7 yang sedang kita bahas pada point ini, tetapi ia tetap membahas tentang perbedaan antara orang yang percaya dan orang yang tidak percaya, dan karena itu saya masukkan kutipan ini pada point tentang 1Kor 4:7 ini.

 

c)          Kata ‘ditarik’ atau ‘menarik’ dalam Yoh 6:44  Yoh 12:32.

Yoh 6:44 - “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.”.

Yoh 12:32 - “dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu.’”.

 

Sekarang mari kita soroti Yoh 6:44.

Yoh 6:44 - “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman”.

Perhatikan kata-kata ‘jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa’.

 

Ada beberapa penafsiran yang salah tentang bagian ini:

 

1.     ‘ditarik’ diartikan ‘dipikat’.

Jadi, Bapa hanya ‘memikat’ orang itu, tetapi orang itu datang  kepada Yesus dengan kemauan dan kekuatannya sendiri.

Adam Clarke (tentang Yoh 6:44): “‘Except the Father which hath sent me draw him.’ But how is a man drawn? Augustin answers from the poet, Trahit sua quemque voluptas; a man is attracted by that which he delights in. Show green herbage to a sheep, he is drawn by it: show nuts to a child, and he is drawn by them. They run wherever the person runs who shows these things: they run after him, but they are not forced to follow: they run, through the desire they feel to get the things they delight in. So God draws man: he shows him his wants - he shows the Saviour whom he has provided for him: the man feels himself a lost sinner; and, through the desire which he finds to escape hell, and get to heaven, he comes unto Christ, that he may be justified by his blood. Unless God thus draw, no man will ever come to Christ; because none could, without this drawing, ever feel the need of a Saviour. See August. Tract. 26, in Joan. and Calmet. Drawing, or alluring, not dragging, is here to be understood. ... The best Greek writers use the verb in the same sense of alluring, inciting, etc. (= ‘Kecuali Bapa yang telah mengutus Aku menariknya’. Tetapi bagaimana seseorang ditarik? Agustinus menjawab dari syair, Trahit sua quemque voluptas; seseorang tertarik oleh apa yang ia senangi. Tunjukkan rumput hijau kepada seekor domba dan ia ditarik olehnya: tunjukkan kacang kepada seorang anak, dan ia ditarik olehnya. Mereka berlari kemanapun orang yang menunjukkan hal-hal ini lari: mereka mengejarnya, tetapi mereka tidak dipaksa untuk mengikut: mereka lari, melalui keinginan yang mereka rasakan untuk mendapatkan hal-hal yang mereka senangi. Demikianlah Allah menarik manusia: Ia menunjukkan kepadanya kebutuhannya - Ia menunjukkan sang Juruselamat yang telah Ia sediakan baginya: orang itu merasakan dirinya sendiri sebagai orang berdosa yang terhilang; dan, melalui keinginan yang ia temukan untuk lolos dari neraka, dan mendapat / memasuki surga, ia datang kepada Kristus, supaya ia bisa dibenarkan oleh darahNya. Kecuali Bapa menarik seperti itu, tak seorangpun akan pernah datang kepada Kristus; karena tak seorangpun bisa, tanpa tarikan ini, pernah merasakan kebutuhan akan seorang Juruselamat. Lihat August. Tract. 26, in Joan. and Calmet. ‘Tarikan’, atau ‘pikatan’, bukan ‘seretan’, yang harus dipahami / dimaksudkan di sini. ... Penulis-penulis Yunani yang terbaik menggunakan kata kerja ini dengan arti yang sama dari pikatan, dorongan / desakan, dsb.).

 

Ada beberapa hal yang akan saya berikan sebagai tanggapan  terhadap kata-kata Adam Clarke ini:

 

a. Bagi saya rasanya mustahil Agustinus punya pandangan seperti itu. Lalu saya cek tulisan Clarke di PC Study Bible versi 5, dan ternyata kata-kata ‘Tract. 26, in Joan’ berwarna merah dan digaris-bawahi. Waktu diklik maka tampil tulisan Agustinus yang dimaksud.

 

Dalam tulisan itu, yang dikutip oleh Clarke ada pada point ke 5, sedangkan pada point no 2 Agustinus berkata sebagai berikut: “... no man can come unto me, except the Father that sent me draw him.’ Noble excellence of grace! No man comes unless drawn. There is whom He draws, and there is whom He draws not; why He draws one and draws not another, do not desire to judge, if thou desirest not to err. (= ...  tak seorangpun bisa datang kepadaKu, kecuali Bapa yang mengutus Aku menariknya’. Keunggulan yang mulia dari kasih karunia! Tak seorangpun datang kecuali ditarik. Di sana ada yang ditarik, dan di sana ada yang tidak Ia tarik; mengapa Ia menarik yang satu dan tidak menarik yang lain, jangan ingin untuk menilai / menghakimi, jika engkau tidak ingin bersalah.).

 

Lalu dalam tulisan itu, pada point no 4 bagian atas, Agustinus berkata: Do not think that thou art drawn against thy will. ... ‘How can I believe with the will if I am drawn?’ I say it is not enough to be drawn by the will; thou art drawn even by delight. (= Jangan berpikir bahwa engkau ditarik bertentangan dengan kehendakmu. ... ‘Bagaimana aku bisa percaya dengan kehendak jika aku ditarik?’ Aku katakan bahwa tidak cukup untuk ditarik oleh / dengan kehendak; engkau ditarik bahkan oleh kesenangan.).

 

Jadi, saya menyimpulan bahwa Clarke mengutip kata-kata Agustinus out of context (di luar kontextnya). Karena kata-kata Agustinus yang saya berikan jelas menunjukkan bahwa ia percaya:

(1)Adanya orang-orang yang ditarik dan ada yang tidak.

(2)Orang tidak ditarik bertentangan dengan kehendaknya. Orang bahkan ditarik oleh kesenangannya. Mengapa bisa demikian? Sekalipun Agustinus tak menjelaskan secara explicit, tetapi secara implicit jelas ia memaksudkan bahwa itu bisa terjadi karena orangnya sudah diubahkan oleh kelahiran baru.

Calvinisme memang tidak menganggap tarikan ini sebagai suatu pemaksaan, tetapi tarikan itu pasti efektif. Ini yang paling penting untuk ditekankan.

 

b. Tanpa adanya kelahiran baru, manusia berdosa tidak akan tertarik pada Injil yang diberitakan kepadanya, juga tidak kepada Juruselamat. Mereka tak akan peduli pada surga, tak ingin lolos dari neraka dan sebagainya.

1Kor 2:14 - “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”.

Jadi, sekedar dengan memberikan Injil kepadanya, tak akan menariknya sama sekali. Itu berbeda sama sekali dengan kalau domba diberi rumput hijau, anak diberi kacang dan sebagainya. Dalam diri orang berdosa jelas dibutuhkan hal-hal lain sehingga ia menjadi tertarik pada keselamatan dalam / melalui Yesus.

 

c. Kalau Allah hanya memikat / mendorong tetapi tak memberi kemauan / kemampuan, orangnya tidak akan mau dan tidak akan bisa datang kepada Kristus. Ini sudah dibahas di atas dalam pembahasan Fil 2:13.

 

d. Adam Clarke mengatakan bahwa penulis-penulis Yunani menggunakan kata Yunani itu dalam arti ‘pikatan’. Kalau memang demikian, maka penulis-penulis Perjanjian Baru menggunakannya dengan cara yang berbeda. Nanti kita akan melihat hal itu.

 

2.     Bapa hanya menarik orang yang mau ditarik.

Ini juga bertentangan dengan Fil 2:13 yang telah saya bahas di atas, karena kemauan maupun kemampuan untuk berbuat apapun yang baik, termasuk datang kepada Yesus, merupakan pekerjaan Bapa! Jadi, kalau orangnya bisa mau ditarik, maka Allah sudah mengerjakan kemauan dalam diri orang itu, dan itu berarti Allah sudah menarik orang itu!

 

3.     Orang yang ditarik bisa menolak tarikan Bapa itu.

William Barclay: “The interesting thing about the word is that it almost always implies some kind of resistance ... God can draw men, but men’s resistance can defeat God’s pull” (= Hal yang menarik ten­tang kata ini adalah bahwa kata ini hampir selalu menunjukkan secara tak langsung akan adanya tahanan / penolakan ... Allah bisa menarik manusia, tetapi tahanan / penolakan manusia bisa mengalahkan tarikan Allah) - hal 220.

Saya tidak mengerti dari mana Barclay mendapatkan bagian yang saya garis-bawahi itu, khususnya yang terakhir.

 

Lenski (tentang Yoh 6:44): “‘No one can come to me unless the Father who did send me shall draw him; and I will resurrect him at the last day.’ Luther has put these words into classical form: ‘I believe that I cannot by my own reason or strength believe in Jesus Christ, my Lord, or come to him; but the Holy Ghost has called me by the gospel, … and will at the last day raise up me and all the dead, and give unto me and all believers in Christ eternal life. This is most certainly true.’ Here Jesus explains the Father’s ‘giving’ mentioned in v. 37 and 39: he gives men to Jesus by drawing them to him. This drawing (ἑλκύειν) is accomplished by a specific power, one especially designed for the purpose, one that takes hold of the sinner’s soul and moves it away from darkness, sin, and death, to Jesus, light, and life. No man can possibly thus draw himself to Jesus. The Father, God himself, must come with his divine power and must do this drawing; else it will never be effected. [= ‘Tak seorangpun bisa datang kepadaKu kecuali Bapa yang mengutusKu menariknya; dan Aku akan membangkitkannya pada hari terakhir’. Luther telah mengatakan kata-kata ini ke dalam bentuk klasik: ‘Aku percaya bahwa aku tidak bisa, oleh akal atau kekuatanku sendiri, percaya kepada Yesus Kristus, Tuhanku, atau datang kepadaNya; tetapi Roh Kudus telah memanggil aku oleh injil, ... dan pada hari terakhir akan membangkitkan aku dan semua orang-orang mati, dan memberi aku dan semua orang-orang percaya dalam / kepada Kristus hidup yang kekal. Ini pasti benar’. Di sini Yesus menjelaskan ‘tindakan memberi’ dari Bapa yang disebutkan dalam ay 37 dan 39: Ia memberikan orang-orang kepada Yesus dengan menarik mereka kepadaNya. Tarikan ini (ἑλκύειν / HELKUEIN) dicapai oleh suatu kuasa yang spesifik, suatu kuasa yang dirancang secara khusus untuk tujuan itu, suatu kuasa yang menguasai jiwa dari orang berdosa dan menggerakkannya menjauhi kegelapan, dosa, dan kematian, kepada Yesus, terang dan kehidupan. Tak seorangpun bisa menarik dirinya sendiri seperti itu kepada Yesus. Bapa, Allah sendiri, harus datang dengan kuasa ilahiNya dan harus melakukan tarikan ini; atau kalau tidak, itu tidak akan pernah berhasil.].

 

Lenski (tentang Yoh 6:44): The power by which these Jews are at this very moment being drawn is the power of divine grace, operative in and through the Word these Jews now hear from the lips of Jesus. While it is power (Rom. 1:16), efficacious to save, it is never irresistible (Matt. 23:37, ‘and ye would not’). Nor is this power extended only to a select few, for in 12:32 Jesus says, ‘I will draw all men.’ The power of the gospel is for the world, and no sinner has fallen so low but what this power is able to reach him effectually. [= Kuasa dengan mana orang-orang Yahudi ini sedang ditarik pada saat ini adalah kuasa dari kasih karunia ilahi, bekerja di dalam dan melalui Firman yang sekarang didengar oleh orang-orang Yahudi ini dari bibir Yesus. Sekalipun itu adalah kuasa (Ro 1:16), mujarab untuk menyelamatkan, itu tidak pernah tidak bisa ditolak (Mat 23:37, ‘dan kamu tidak mau’). Juga kuasa ini tidak diberikan hanya kepada sedikit orang-orang pilihan, karena dalam 12:32 Yesus berkata ‘Aku akan menarik semua orang’. Kuasa dari injil adalah untuk dunia, dan tak ada orang berdosa yang telah jatuh begitu dalam kecuali apa yang kuasa ini bisa menjangkaunya secara efektif.].

Ro 1:16 - Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”.

Bagian yang saya beri garis bawah ganda salah terjemahan.

KJV: For I am not ashamed of the gospel of Christ: (= Karena aku tidak malu tentang injil Kristus).

Mat 23:37 - “‘Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”.

Yoh 12:32 - “dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu.’”.

 

Ini pendapat saya tentang kata-kata Lenski ini:

a. Kata-katanya saling bertentangan.

Di satu sisi ia berkata kuasa yang menarik itu mujarab untuk menyelamatkan, tetapi di sisi lain ia berkata itu bisa ditolak. Kalau bisa ditolak, itu tidak mujarab! Kemujarabannya terletak pada kuasa yang menarik itu, atau tergantung kepada orang yang ditarik?

b. Mat 23:37 menyoroti peristiwa itu dari sudut pandang manusia.

c. Dalam Yoh 12:32, kata-kata ‘semua orang’ jelas menunjuk pada ‘semua orang pilihan’.

Calvin (tentang Yoh 12:32): “‘I will draw all men to myself.’ The word ‘all,’ which he employs, must be understood to refer to the children of God, who belong to his flock. Yet I agree with Chrysostom, who says that Christ used the universal term, ‘all,’ because the Church was to be gathered equally from among Gentiles and Jews” (= ‘Aku akan menarik semua orang kepada diriKu sendiri’. Kata ‘semua / semua orang’, yang Ia gunakan, harus dimengerti sebagai menunjuk kepada anak-anak Allah, yang termasuk dalam kawanan dombaNya. Tetapi saya setuju dengan Chrysostom, yang mengatakan bahwa Kristus menggunakan istilah universal ‘semua / semua orang’, karena Gereja harus dikumpulkan secara setara / sama dari antara orang-orang non Yahudi dan orang-orang Yahudi).

 

John Owen: “‘All unregenerate men,’ saith Arminius, ‘have by virtue of their free-will, a power of resisting the Holy Spirit, of rejecting the offered grace of God, of contemning the counsel of God concerning themselves, of refusing the gospel of grace, of not opening the heart to him that knocketh’” (= ‘Semua orang yang belum dilahirbarukan’, kata Arminius, ‘berdasarkan kehendak bebas mereka, mempunyai kuasa untuk menahan / menolak Roh Kudus, untuk menolak kasih karunia Allah yang ditawarkan, untuk meremehkan / menghina rencana Allah tentang diri mereka sendiri, untuk menolak Injil kasih karunia, untuk tidak membuka hati bagi Dia yang mengetuk’) - ‘The Works of John Owen’, vol 10, hal 117.

Catatan: Dalam kutipan ini John Owen hanya mengutip kata-kata Arminius, tetapi ia sendiri tentu saja tidak mempercayai kata-kata itu.

 

Kesalahan dari pandangan-pandangan di atas terlihat dari penggu­naan kata ‘ditarik’ (Yunani: HELKO / HELKUO) itu dalam Alkitab. Kata Yunani HELKO / HELKUO ini hanya digunakan 8 x dalam Alkitab / Perjanjian Baru, yaitu dalam:

a.  Yoh 6:44 - “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman”.

b.  Yoh 12:32 - “dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu.’”.

c.  Yoh 18:10 - “Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus”.

d.  Yoh 21:6 - “Maka kata Yesus kepada mereka: ‘Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.’ Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan”.

e.  Yoh 21:11 - “Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak”.

f.  Kis 16:19 - “Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa”.

g.  Kis 21:30 - “Maka gemparlah seluruh kota, dan rakyat datang berkerumun, lalu menangkap Paulus dan menyeretnya keluar dari Bait Allah dan seketika itu juga semua pintu gerbang Bait Allah itu ditutup”.

h.  Yak 2:6 - “Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan?”.

 

Yoh 6:44 dan Yoh 12:32 menunjukkan bahwa tindakan ‘menarik’ itu merupakan aktivitas Bapa dan Yesus. Sedangkan dari ke 6 ayat yang lain bisa ditarik kesimpulan bahwa:

 

1.     Ini bukan sekedar ‘memikat’ tetapi betul-betul ‘menarik’.

Pada waktu Petrus menghunus / menarik pedangnya (Yoh 18:10), atau pada waktu murid-murid menarik jala yang penuh ikan (Yoh 21:6), atau pada waktu orang banyak menyeret Paulus (Kis 16:19  Kis 21:30), atau pada waktu orang kaya menyeret orang miskin ke pengadilan (Yak 2:6), maka itu tentu sama sekali bukan dengan cara ‘memikat’, tetapi betul-betul ‘menarik’.

 

2.     Ini bukan menarik orang yang mau ditarik.

Waktu Paulus ditarik / diseret, atau waktu ikan dalam jala ditarik, atau waktu orang miskin diseret oleh orang kaya ke pengadilan, mereka tentunya tidak mau ditarik!

Memang ini tidak berarti bahwa Allah menggunakan kekuatan luar untuk menarik / memaksa orang yang terus menerus tak mau ditarik.

Calvin: “True, indeed, as to the kind of drawing, it is not violent, so as to compel men by external force; but still it is a powerful impulse of the Holy Spirit, which makes men willing who formerly were unwilling and reluctant” (= Memang, tentang jenis tarikan, itu bukan sesuatu tarikan yang keras / kasar, seakan-akan memaksa manusia dengan kekuatan luar; tetapi itu tetap merupakan dorongan yang kuat dari Roh Kudus, yang membuat manusia yang tadinya tidak mau dan segan menjadi mau) - hal 257.

 

3.     Orang yang ditarik tidak bisa menolak tarikan itu.

Dalam ke 6 ayat tersebut di atas, tidak pernah ada perlawanan yang bisa mengalahkan tarikan, dan tarikannya selalu berhasil!

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa ay 44 ini mendukung doktrin Reformed tentang Irresistible Grace (= kasih karunia yang tak bisa ditolak / ditahan), yang merupakan point ke 4 dari 5 points Calvinisme.

 

Menanggapi komentar William Barclay di atas, yang mengatakan bahwa manusia bisa mengalahkan tarikan Allah, Leon Morris (NICNT) mengatakan:

“Barclay gives a number of examples of the use of the verb HELKUO in the New Testament to show that ‘Always there is this idea of resistance.’ This is surely true, and indicates that God brings men to Himself although by nature they prefer sin. But curiously Barclay adds, ‘God can and does draw men, but men’s resistance can defeat the pull of God.’ Not one of his examples of the verb shows the resistance as successful. Indeed we can go further. There is not one example in the New Testament of the use of this verb where the resistance is successful (=  Barclay memberi sejumlah contoh penggunaan kata kerja HELKUO dalam Perjanjian Baru untuk menunjukkan bahwa ‘di sana selalu ada gagasan tentang penolakan’. Ini memang benar, dan menunjukkan bahwa Allah membawa manusia kepada diriNya sendiri sekalipun pada dasarnya / secara alamiah mereka lebih memilih dosa. Tetapi secara aneh / mengherankan Barclay menambahkan, ‘Allah bisa dan Allah memang menarik manusia, tetapi penolakan manusia bisa mengalahkan tarikan dari Allah’. Tidak ada satu con­tohpun dari Perjanjian Baru tentang penggunaan kata kerja ini dimana tahanan / penolakan itu berhasil) - hal 371, footnote.

 

Berbicara tentang ayat-ayat yang menggunakan kata HELKO / HELKUO di atas, Hendriksen berkata sebagai berikut:

William Hendriksen (tentang Yoh 6:44): “‘No one can come to me unless the Father who sent me draw him, and I will raise him up at the last day.’ Here the emphasis is on the divine decree of predestination carried out in history. When Jesus refers to the divine ‘drawing’ activity, he employs a term which clearly indicates that more than moral influence is indicated. The Father does not merely beckon or advise, he ‘draws’! The same verb (ἕλκω, ἑλκύω) occurs also in 12:32, where the drawing activity is ascribed to the Son; and further, in 18:10; 21:6, 11; Acts 16:19; 21:30; and Jas. 2:6. The ‘drawing’ of which these passages speak indicates a very powerful - we may even say, an ‘irresistible’ - activity. To be sure, man resists, but his resistance is ineffective. It is in that sense that we speak of God’s grace as being irresistible. The net full of big fishes is ‘actually drawn’ or ‘dragged’ ashore (21:6, 11). Paul and Silas ‘are dragged’ into the forum (Acts 16:19). Paul ‘is dragged’ out of the temple (Acts 21:30). The rich ‘drag’ the poor before the judgment-seats (Jas. 2:6). Returning now to the Fourth Gospel, Jesus ‘will draw’ all men to himself (12:32) and Simon ‘drew’ his sword, striking the high priest’s servant, cutting off his right ear (18:10). To be sure, there is a difference between the drawing of a net or a sword, on the one hand, and of a sinner, on the other. With the latter God deals as with a responsible being. He powerfully influences the mind, will, heart, the entire personality. These, too, begin to function in their own right, so that Christ is accepted by a living faith. But both at the beginning and throughout the entire process of being saved, the power is ever from above; it is very real, strong, and effective; and it is wielded by God himself! [= Tak seorangpun dapat datang kepadaKu kecuali Bapa yang mengutus Aku menarik dia, dan Aku akan membangkitkan dia pada hari terakhir’. Di sini penekanannya adalah pada ketetapan ilahi tentang predestinasi yang dilaksanakan dalam sejarah. Pada waktu Yesus menunjuk pada akitivitas ‘menarik’ yang ilahi, Ia menggunakan suatu istilah yang dengan jelas menunjukkan bahwa lebih dari sekedar pengaruh moral ditunjukkan. Bapa tak semata-mata memanggil dengan isyarat atau menasehati, Ia ‘menarik’! Kata kerja yang sama (HELKO, HELKUO) juga muncul dalam 12:32, dimana akitivitas menarik itu dianggap berasal dari sang Anak; dan selanjutnya, dalam 18:10; 21:6,11; Kis 16:19; 21:30; dan Yak 2:6. Tarikan’ tentang mana text-text itu berbicara menunjukkan suatu aktivitas yang sangat kuat, dan bahkan bisa dikatakan ‘tak bisa ditahan / ditolak’. Memang manusia menahan / menolak, tetapi tahanan / penolakannya tidak efektif. Dalam arti seperti itulah kami berbicara tentang kasih karunia Allah yang tidak bisa dito­lak. Jala yang penuh dengan ikan-ikan besar ‘betul-betul ditarik’ atau ‘diseret’ ke pantai (21:6,11). Paulus dan Silas ‘diseret’ ke dalam sidang (Kis 16:19). Paulus ‘diseret’ keluar dari Bait Suci (Kis 21:30). Orang-orang kaya ‘menyeret’ orang-orang miskin ke hadapan kursi penghakiman (Yak 2:6). Sekarang kembali pada Injil yang keempat, Yesus ‘akan menarik’ semua orang kepada diriNya sendiri (12:32) dan Simon ‘menarik / menghunus’ pedangnya, menyambar pelayan imam besar, memotong telinga kanannya (18:10). Sudah tentu, di sana ada perbedaan antara penarikan suatu jala atau pedang, di satu sisi, dan penarikan orang berdosa, di sisi lain. Dengan yang terakhir Allah menangani seperti dengan seorang makhluk yang bertanggung-jawab. Ia secara kuat mempengaruhi pikiran, kehendak, hati, seluruh kepribadian. Hal-hal ini, juga, mulai berfungsi dalam kebenaran / hak (?) mereka sendiri, sehingga Kristus diterima dengan suatu iman yang hidup. Tetapi baik pada awal dan dalam sepanjang seluruh proses penyelamatan, kuasa itu selalu dari atas; itu sungguh-sungguh nyata, kuat, dan efektif; dan itu digunakan oleh Allah sendiri!].

 

 

-bersambung-

 

e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com

http://golgothaministry.org