Golgotha School of Ministry

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)  

Rabu, tgl 28 Agustus 2013, pk 19.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

[HP: (031) 70641331 / (031) 60501331 / 081945588855]

Email: buas22@yahoo.com

http://www.golgothaministry.org

 

Irresistible Grace(9)

 

(kasih karunia yang tidak bisa ditolak)

 

10)Yoh 6:44-45 - “(44) Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. (45) Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu..

 

Adam Clarke (tentang Yoh 6:45): “‘They shall be all taught of God.’ This explains the preceding verse. God teaches a man to know himself, that, finding his need of salvation, he may flee to lay hold on the hope which his heavenly Father has set before him in the Gospel. God draws men by his love, and by showing them what his love has done for them.” (= ‘Mereka semua akan diajar oleh Allah’. Ini menjelaskan ayat yang mendahuluinya. Allah mengajar orang untuk mengenal diriNya sendiri, sehingga, mendapati kebutuhannya akan keselamatan, ia bisa lari untuk berpegang pada pengharapan yang Bapa surgawinya telah letakkan di hadapannya dalam Injil. Allah menarik manusia oleh kasihNya, dan dengan menunjukkan kepada mereka apa yang kasihNya telah lakukan bagi mereka.).

 

Dengan penafsiran seperti ini tak terlihat apapun bahwa Allah memberikan iman kepada orang-orang pilihan / orang-orang percaya. Apa masalahnya dengan penafsiran Adam Clarke ini? Ia tidak mempedulikan kata-kata ‘mereka semua’ dan ‘setiap orang’ dalam Yoh 6:45!

Yoh 6:45 - “‘Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu..

 

Lenski (tentang Yoh 6:45): Jesus first uses διδόναι, ‘to give,’ in v. 37 and 39, he adds ἑλκύειν, ‘to draw,’ in v. 44. He now takes the next step and makes fully clear how this giving and drawing to Jesus is effected by the Father. ‘It has been written in the prophets, And they shall all be people taught of God. Everyone that did hear from the Father and did learn comes to me.’ ... All that they hold and believe is God’s own teaching, none of it comes from themselves or merely from men. Thus we see what it means to be drawn by the Sender of Jesus, namely to be ‘people taught of God.’ (= Yesus pertama-tama / mula-mula menggunakan DIDONAI, ‘memberikan’, dalam ay 37 dan 39, Ia menambahkan HELKUEIN, ‘menarik’, dalam ay 44. Sekarang Ia mengambil langkah berikutnya dan membuat sepenuhnya jelas bagaimana pemberian dan penarikan kepada Yesus ini diadakan / dijalankan oleh Bapa. ‘Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu.’ ... Semua yang mereka pegang dan percayai adalah ajaran Allah sendiri, tak ada darinya yang datang dari diri mereka sendiri atau semata-mata dari manusia. Maka kita melihat apa artinya ditarik oleh Pengutus dari Yesus, yaitu menjadi ‘orang-orang yang diajar dari / oleh Allah’).

 

Catatan: sama seperti Adam Clarke, Lenski juga tidak mempedulikan kata-kata ‘mereka semua’ dan ‘setiap orang’ dalam Yoh 6:45!

 

William Hendriksen (tentang Yoh 6:45): It is not true that 6:45 cancels or at least weakens 6:44. The expression, ‘It is written in the prophets, And they shall all be taught of God,’ does not in any sense whatever place in the hands of men the power to accept Jesus as Lord. Here is more - much more! - than mere intellectual advancement. Here, too, is more than that plus moral suasion. Here is the transformation of the entire personality! (= Tidaklah benar bahwa 6:45 membatalkan atau setidaknya melemahkan 6:44. Ungkapan, ‘Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah’, tidak dalam arti apapun meletakkan dalam tangan manusia kuasa untuk menerima Yesus sebagai Tuhan. Di sini ada lebih - jauh lebih banyak! - dari pada semata-mata kemajuan intelektual. Di sini juga, adalah lebih dari itu ditambah bujukan / desakan. Ini adalah perubahan dari seluruh kepribadian!).

 

William Hendriksen (tentang Yoh 6:45): Here again the divine and the human activities in the work of salvation are juxtaposed, for immediately after ‘And they shall all be taught of God’ there follows, ‘Everyone who listens to the Father and learns of him will come to me.’ In this connection, however, it should be emphasized that in showing how sinners are saved Scripture never merely places side by side the divine and the human factors, predestination and responsibility, God’s teaching and man’s listening. On the contrary, it is always definitely indicated that it is God who takes the initiative and who is in control from start to finish. It is God who draws before man comes; it is he that teaches before man can listen and learn. Unless the Father draws, no one can come. That is the negative side. The positive is: everyone who listens to the Father and learns of him will come. Grace always conquers; it does what it sets out to do. In that sense it is irresistible. The absolute character of the cooperation between Father and Son, which, in turn, is based upon unity of essence, is stressed once more as in so many other passages in this Gospel: he who listens to the Father (not merely in the outward sense but so that he actually learns of him) comes to the Son, ‘will come to me.’ Such a person will embrace Christ by a true and living faith. [= Di sini lagi-lagi aktivitas ilahi dan manusiawi dalam pekerjaan keselamatan diletakkan berdampingan, karena segera setelah ‘Dan mereka semua akan diajar dari / oleh Bapa’ mengikuti kalimat ‘Dan setiap orang, yang mendengar kepada Bapa dan belajar dari Dia, akan datang kepadaKu.’ Tetapi dalam hubungan ini harus ditekankan bahwa dalam menunjukkan bagaimana orang-orang berdosa diselamatkan, Kitab Suci tidak pernah semata-mata menempatkan berdampingan faktor-faktor ilahi dan manusiawi, predestinasi dan tanggung jawab, pengajaran Allah dan pendengaran manusia. Sebaliknya, selalu secara pasti ditunjukkan bahwa Allahlah yang mengambil inisiatif dan yang mengendalikan dari awal sampai akhir. Allahlah yang menarik sebelum manusia bisa datang; Ialah yang mengajar sebelum manusia bisa mendengar dan belajar. Kecuali Bapa menarik, tak seorangpun bisa datang. Itu adalah sisi negatifnya. Sisi positifnya adalah: setiap orang yang mendengar kepada Bapa dan belajar dari Dia akan datang. Kasih karunia selalu menang; kasih karunia melakukan apa yang kasih karunia maksudkan untuk lakukan. Dalam arti itu kasih karunia tidak dapat ditolak. Karakter mutlak dari kerja sama antara Bapa dan Anak, yang didasarkan pada kesatuan hakekat, ditekankan satu kali lagi seperti dalam begitu banyak text-text dalam Injil ini: ia yang mendengar kepada Bapa (bukan semata-mata dalam arti lahiriah tetapi sedemikian rupa sehingga ia betul-betul belajar dari Dia) datang kepada Anak, ‘akan datang kepadaKu’. Orang seperti itu akan memeluk / percaya kepada Kristus dengan iman yang sejati / benar dan hidup.].

 

Catatan: perhatikan perbedaan penafsiran antara William Hendriksen di satu pihak dan Adam Clarke dan Lenski di pihak lain. William Hendriksen menafsirkan kata-kata ‘setiap orang’, tetapi Adam Clarke dan Lenski tidak. Penghindaran seperti ini dilakukan untuk membuat ayat itu artinya sesuai dengan theologia mereka.

 

Calvin (tentang Yoh 6:45): “the Church cannot be restored in any other way than by God undertaking the office of a Teacher, and bringing believers to himself. The way of teaching, of which the prophet speaks, does not consist merely in the external voice, but likewise in the secret operation of the Holy Spirit. In short, this teaching of God is the inward illumination of the heart. ‘And they shall be all taught by God.’ As to the word ‘all,’ it must be limited to the elect, who alone are the true children of the Church. ... Christ, therefore, justly concludes that men have not eyes to behold the light of life, until God has opened them. But at the same time, he fastens on the general phrase, ‘all;’ because he argues from it, that ‘all’ who are ‘taught by God’ are effectually drawn, so as to come; and to this relates what he immediately adds, Whosoever therefore hath heard my Father. The amount of what is said is, that all who do not believe are reprobate and doomed to destruction; because all the sons of the Church and heirs of life are made by God to be his obedient disciples. Hence it follows, that there is not one of all the elect of God who shall not be a partaker of faith in Christ. Again, as Christ formerly affirmed that men are not fitted for believing, until they have been drawn, so he now declares that the grace of Christ, by which they are drawn, is efficacious, so that they necessarily believe. These two clauses utterly overturn the whole power of free will, of which the Papists dream. For if it be only when the Father has drawn us that we begin to ‘come to Christ,’ there is not in us any commencement of faith, or any preparation for it. On the other hand, if all come whom the Father hath taught, He gives to them not only the choice of believing, but faith itself. ... ‘Cometh to me.’ He shows the inseparable connection that exists between him and the Father. For the meaning is, that it is impossible that any who are God’s disciples shall not obey Christ, and that they who reject Christ refuse to be ‘taught by God;’ because the only wisdom that all the elect learn in the school of God is, to come to Christ; for the Father, who sent him, cannot deny himself.” (= Gereja tidak bisa dipulihkan dengan cara lain apapun dari pada dengan Allah mengerjakan jabatan dari seorang Guru / Pengajar, dan membawa orang-orang percaya kepada diriNya sendiri. Cara pengajaran, tentang mana sang nabi berbicara, tidak terdiri semata-mata dalam suara lahiriah, tetapi juga dalam pekerjaan / operasi rahasia dari Roh Kudus. Singkatnya, pengajaran Allah ini adalah pencerahan di dalam dari hati. ‘Dan mereka semua akan diajar oleh Allah’. Berkenaan dengan kata ‘semua’, itu harus dibatasi pada orang-orang pilihan, karena hanya mereka yang merupakan anak-anak yang sejati dari Gereja. ... Karena itu, Kristus secara benar menyimpulkan bahwa manusia tidak mempunyai mata untuk melihat terang kehidupan, sampai Allah telah membuka mata mereka. Tetapi pada saat yang sama, Ia melekatkan pada ungkapan umum, ‘semua’; karena Ia berargumentasi darinya, bahwa ‘semua’ yang ‘diajar oleh Allah’ ditarik secara efektif, sehingga mereka datang; dan dengan hal ini berhubungan apa yang Ia segera tambahkan, Karena itu, ‘barang siapa / setiap orang telah mendengar BapaKu.’ Total dari semua yang Ia katakan adalah, bahwa semua yang tidak percaya adalah reprobate / orang-orang non pilihan dan ditentukan pada kebinasaan / kehancuran; karena semua anak-anak dari Gereja dan ahli-ahli waris dari kehidupan dibuat oleh Allah untuk menjadi murid-muridNya yang taat. Maka akibatnya adalah bahwa di sana tidak ada seorangpun dari semua orang-orang pilihan dari Allah yang tidak akan menjadi seorang pengambil bagian dari iman kepada Kristus. Selanjutnya, sebagaimana Kristus sebelumnya menegaskan bahwa orang-orang tidak cocok untuk percaya, sampai mereka telah ditarik, maka sekarang Ia menyatakan bahwa kasih karunia dari Kristus, dengan mana mereka ditarik, adalah mujarab / pasti berhasil, sehingga mereka pasti percaya. Dua anak kalimat ini sama sekali membalikkan seluruh kekuatan dari kehendak bebas, tentang mana para pengikut Paus bermimpi. Karena jika hanya pada waktu Bapa telah menarik kita maka kita mulai ‘datang kepada Kristus’, di sana tidak ada di dalam kita pemulaian apapun dari iman, atau persiapan apapun untuk iman. Di sisi yang lain, jika semua yang telah diajar Bapa datang, IA MEMBERIKAN KEPADA MEREKA BUKAN HANYA PEMILIHAN UNTUK PERCAYA, TETAPI IMAN ITU SENDIRI. ... ‘Datang kepadaKu’. Ia menunjukkan hubungan yang tak terpisahkan yang ada antara Dia dengan Bapa. Karena artinya adalah, bahwa adalah tidak mungkin bahwa siapapun yang adalah murid-murid Allah tidak akan mentaati Kristus, dan bahwa mereka yang menolak Kristus menolak untuk ‘diajar oleh Allah’; karena satu-satunya hikmat yang dipelajari oleh semua orang-orang pilihan dalam sekolah Allah adalah, datang kepada Kristus; karena Bapa, yang mengutusNya, tidak bisa menyangkal diriNya sendiri.).

 

Lagi-lagi kita melihat bahwa Calvin, sama seperti William Hendriksen, memperhatikan kata-kata ‘semua’ dan ‘setiap orang / barangsiapa’, yang memang merupakan kata-kata kunci yang sangat penting dalam ayat ini, tetapi diabaikan / dihindari oleh Adam Clarke dan Lenski.

 

Ini beberapa hal penting yang ditekankan oleh Calvin dalam kutipan di atas:

a) Ay 45 merupakan kutipan dari Yes 54:13 - Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN, dan besarlah kesejahteraan mereka”.

b) Kata ‘semua’ menunjuk kepada elects (= orang-orang pilihan).

c) Ini menjelaskan bahwa Allah ‘menarik’ dengan ‘mengajar’. Tetapi jelas bahwa ‘mengajar’ ini bukanlah satu-satunya hal yang Allah lakukan untuk menarik seseorang. Ia juga melahirbarukan (atau ‘membuka mata mereka’), memberikan terang sehingga orang itu mengerti ajaran yang Ia berikan, dan bahkan Ia juga memberikan iman. Saya ingin ulangi bagian terpenting dari kata-kata Calvin di atas.

Calvin (tentang Yoh 6:45): “He gives to them not only the choice of believing, but faith itself.” (= Ia memberikan kepada mereka bukan hanya pemilihan, tetapi iman itu sendiri.).

d) Orang yang telah mendengar dan menerima ajaran dari Bapa akan datang kepada Yesus (beriman kepada Yesus).

 

11)Yoh 6:65 - “Lalu Ia berkata: ‘Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepadaKu, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.’”.

 

Adam Clarke (tentang Yoh 6:65): “‘Except it were given unto him.’ None can come at first, unless he be drawn by the Father; and none can continue, unless he continue under those sacred influences which God gives only to those who do not receive his first graces in vain. St. Augustin himself grants that it was the sole fault of these disciples that they did not believe, and were saved. ... If I be asked why these could not believe, I immediately answer, because they WOULD NOT. Aug. Tract. 53, in Joan.” (= ‘Kecuali itu dikaruniakan kepadanya’. Mula-mula tak seorangpun bisa datang, kecuali ia ditarik oleh Bapa; dan tak seorangpun bisa melanjutkan, kecuali ia terus ada di bawah pengaruh-pengaruh kudus itu, yang Allah berikan hanya kepada mereka yang tidak menerima kasih karuniaNya yang pertama dengan sia-sia. Santo Agustinus sendiri mengakui bahwa adalah semata-mata kesalahan dari murid-murid ini bahwa / sehingga mereka tidak percaya dan diselamatkan. ... Jika saya ditanya mengapa orang-orang ini tidak dapat percaya, saya segera menjawab, karena mereka TIDAK MAU. Aug. Tract 53, in Joan.).

 

Catatan:

a) Kata-kata Clarke pada bagian awal (yang saya garis-bawahi) lagi-lagi menghindari pembahasan kata-kata dari Yoh 6:65 itu. Kata-katanya boleh dikatakan tidak ada hubungannya dengan ayat itu. Dari mana ia tahu-tahu bicara ada kasih karunia yang pertama, yang kelihatannya ia katakan sebagai ‘tarikan pertama dari Bapa’, yang tidak diterima dengan sia-sia oleh orang itu, dan lalu orang itu harus terus ada di bawah pengaruh kudus dari kasih karunia itu?

b) Lalu pada bagian bawah, ia mengutip dari Agustinus, yang mengatakan bahwa kalau seseorang tidak percaya itu semata-mata adalah kesalahan orang itu, dan juga bahwa orang tidak percaya itu karena ia tidak mau. Saya tak punya traktat Agustinus ini, sehingga tak bisa melihat dalam kontext apa Agustinus berbicara seperti ini. Yang jelas Calvinisme / Augustinianisme memang mempercayai bahwa kalau seseorang tidak percaya, itu memang kesalahannya sendiri. Dan seseorang tidak percaya karena ia tidak mau. Ini juga benar. Tetapi semua ini dari sudut pandang manusia. Dari sudut pandang Tuhan, orang itu tidak mau karena Bapa tidak mengaruniakan kepadanya. Ini yang tidak dibahas oleh Clarke. Sekarang kita bandingkan dengan kata-kata Agustinus yang lain, yang dikutip oleh Calvin.

 

John Calvin: “Augustine, the faithful interpreter of them, exclaims: “Our Savior, to teach us that belief comes as a gift and not from merit, says: ‘No one comes to me, unless my Father…draw him’ (John 6:44 p.), and ‘…it be granted him by my Father’ (John 6:65 p.). It is strange that two hear: one despises, the other rises up! Let him who despises impute it to himself; let him who rises up not arrogate it to himself.”” [= Agustinus, penafsir yang setia tentang mereka, berseru: “Juruselamat kita, pada waktu mengajar kita bahwa kepercayaan datang sebagai suatu karunia / pemberian dan bukan dari jasa, berkata: ‘Tak seorangpun datang kepadaKu, kecuali BapaKu ... menariknya’ (Yoh 6:44), dan ‘... itu dikaruniakan kepadanya oleh BapaKu’ (Yoh 6:65). Adalah aneh bahwa dua orang mendengar: yang satu memandang rendah, yang lain bangkit! Hendaklah dia yang memandang rendah memperhitungkannya kepada dirinya sendiri; hendaklah dia yang bangkit tidak mengclaim  dengan sombong hak itu kepada dirinya sendiri.”] - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book III, Chapter 2, no 35.

 

Apakah Clarke hanya melihat sebagian tulisan Agustinus dan mengutipnya? Karena yang saya beri garis bawah ganda itu cocok dengan kata-kata Clarke. Tetapi Calvin mengutip semuanya sehingga lebih obyektif!

 

Lenski (tentang Yoh 6:65): In v. 44 Jesus had said, ‘No man can come unto me except the Father which sent me draw him’; and in v. 37, ‘All that the Father gives to me shall get to me.’ To these two statements Jesus again refers, only changing the active form into the passive, ‘have been given to him.’ To come to Jesus is to believe in Jesus; and the ability to come is never without the coming. In our abstract thinking we must never separate the two and imagine that the Father grants the ability and that we then may decide whether we will use this ability or leave it unused. (= Dalam ay 44 Yesus telah berkata, ‘Tak seorangpun bisa datang kepadaKu kecuali Bapa yang mengutus Aku menariknya’; dan dalam ay 37, ‘Semua yang Bapa berikan kepadaKu akan datang kepadaKu’. Yesus menunjuk pada 2 pernyataan ini lagi, hanya mengubah bentuk aktif menjadi bentuk pasif, ‘telah diberikan / dikaruniakan kepadanya’. Datang kepada Yesus adalah percaya kepada Yesus; dan kemampuan untuk datang tidak pernah tanpa kedatangan itu. Dalam pemikiran abstrak kita, kita tidak pernah boleh memisahkan dua hal itu, dan membayangkan bahwa Bapa memberikan kemampuan dan bahwa lalu kita bisa memutuskan apakah kita akan / mau menggunakan kemampuan ini atau membiarkannya tidak dipakai.).

Catatan: lagi-lagi aneh, bahwa orang Arminian ini bisa mengeluarkan komentar ‘Reformed’ seperti ini! Tetapi ada satu bagian yang tidak saya mengerti, yaitu kata-kata yang saya beri garis bawah ganda ‘dalam pemikiran abstrak kita’. Apa maksud Lenski dengan kata-kata ‘misterius’ ini?

Sekarang mari kita perhatikan apa yang Lenski katakan selanjutnya di bawah ini.

 

Lenski (tentang Yoh 6:65): The best commentary on this giving and this drawing is furnished in Concordia Triglotta 1087, etc.: ‘The Father will not do this without means, but has ordained for this purpose his Word and Sacraments as ordinary means and instruments; and it is the will neither of the Father nor of the Son that a man should not hear or should despise the preaching of his Word and wait for the drawing of the Father without the Word and Sacraments. For the Father draws, indeed, by the power of his Holy Ghost, according to his usual order, by the hearing of his holy, divine Word, as with a net, by which the elect are plucked from the jaws of the devil. Every poor sinner should therefore repair thereto, hear it attentively, and not doubt the drawing of the Father. For the Holy Ghost will be with his Word in his power and work by it; and that is the drawing of the Father. - But the reason why not all who hear it believe, and some are therefore condemned the more deeply, is not because God had begrudged them their salvation; but it is their own fault, as they have heard the Word in such a manner as not to learn (v. 45) but only to despise, blaspheme, and disgrace it, and have resisted the Holy Ghost, who through the Word wished to work in them.’ Where the ability to come and the coming are not given, this is not due to the will or the effort of the Giver but to the contrary, hostile will and obdurate, resisting effort of him who should be the recipient, Matt. 23:37, ‘ye would not.’ ‘On this account,’ διὰ τοῦτο, refers back to the statement, ‘But there are some of you that do not believe.’ Faith and coming to Jesus is not theirs and is not given to them because in their persistent preference of unbelief they are determined not to receive it. Their lack of faith is not excused by any inactivity on the Father’s part, for this does not exist; their non-faith is blamed onto them because they nullify the Father’s activity of giving and drawing. [= Tafsiran yang terbaik tentang tindakan memberi dan menarik ini diberikan dalam Concordia Triglotta 1087, dst.: ‘Bapa tidak akan melakukan ini tanpa cara-cara, tetapi telah menentukan untuk tujuan ini Firman dan Sakramen-sakramenNya sebagai cara-cara dan alat-alat yang umum / biasa; dan bukanlah merupakan kehendak Bapa ataupun Anak bahwa seseorang harus mendengar dan memandang rendah pemberitaan Firman dan menunggu tarikan Bapa tanpa Firman dan Sakramen-sakramen. Karena Bapa memang menarik oleh kuasa dari Roh KudusNya sesuai dengan urut-urutanNya yang biasa, dengan mendengar FirmanNya yang kudus dan ilahi, seperti dengan suatu jala, dengan mana orang-orang pilihan diambil dari rahang setan / Iblis. Karena itu, setiap orang berdosa yang malang harus memperbaiki kearah sana, mendengarnya dengan penuh perhatian, dan tidak meragukan tarikan dari Bapa. Karena Roh Kudus akan ada bersama dengan FirmanNya dalam kuasaNya dan bekerja dengannya; dan itu adalah tarikan dari Bapa. - Tetapi alasan mengapa tidak semua yang mendengarnya percaya, dan karena itu sebagian dihukum dengan lebih dalam, bukanlah karena Allah telah memberi mereka dengan segan keselamatan mereka; tetapi itu adalah kesalahan mereka sendiri, karena mereka telah mendengar Firman dengan cara sedemikian rupa sehingga mereka tidak belajar (ay 45) tetapi hanya memandang rendah, menghujat, dan mencemarkannya, dan telah menolak Roh Kudus, yang melalui Firman ingin bekerja dalam diri mereka.’ Dimana kemampuan untuk datang dan tindakan datang itu tidak diberikan, ini bukan disebabkan karena kehendak atau usaha dari sang Pemberi, tetapi sebaliknya, kehendak yang bermusuhan dan keras kepala, menolak usaha dari Dia yang seharusnya menjadi penerima, Mat 23:37, ‘kamu tidak mau’. ‘Sebab itu’, DIA TOUTO, menunjuk ke belakang pada pernyataan, ‘Tetapi ada di antara kamu yang tidak percaya’. Iman dan tindakan datang kepada Yesus bukanlah milik mereka, dan tidak diberikan kepada mereka, karena dalam pemilihan terus menerus untuk tidak percaya dari mereka mereka ditentukan untuk tidak menerimanya. Ketiadaan iman mereka tidak dimaafkan oleh ketidak-aktifan apapun di pihak Bapa, karena ketidak-aktifan ini tidak ada; ketiadaan iman mereka disalahkan kepada mereka karena mereka meniadakan aktivitas memberi dan menarik dari Bapa.].

Catatan:

a) Bagaimana kata-kata Lenski yang di atas dan di bawah bisa harmonis, saya tidak mengerti. Kedua bagian itu betul-betul bertentangan frontal!

b) Bagian yang saya beri garis bawah ganda jelas menunjukkan kepercayaan Lenski pada ‘conditional election’ (= pemilihan bersyarat).

 

William Hendriksen (tentang Yoh 6:65): faith is a gift of God, and it is not given to all men: ‘And he was saying, Therefore said I to you that no one can come to me unless it is given to him by the Father.’ (= iman adalah suatu pemberian / karunia dari Allah, dan itu tidak diberikan kepada semua orang: ‘Dan Ia berkata, Karena itu Aku berkata kepadamu bahwa tak seorangpun dapat datang kepadaKu kecuali itu dikaruniakan kepadaNya oleh Bapa’.).

 

Calvin (tentang Yoh 6:65): “He again states that faith is an uncommon and remarkable gift of the Spirit of God, that we may not be astonished that the Gospel is not received in every place and by all. ... Christ therefore assigns a reason why there are so few believers, namely, because no man, whatever may be his acuteness, can arrive at faith by his own sagacity; for all are blind, until they are illuminated by the Spirit of God, and therefore they only partake of so great a blessing whom the Father deigns to make partakers of it. If this grace were bestowed on all without exception, it would have been unseasonable and inappropriate to have mentioned it in this passage; for we must understand that it was Christ’s design to show that not many believe the Gospel, because faith proceeds only from the secret revelation of the Spirit. ‘Unless it be given him by my Father.’ He now uses the word ‘give’ instead of the word which he formerly used, ‘draw;’ by which he means that there is no other reason why God draws, than because out of free grace he loves us; for what we obtain by the gift and grace of God, no man procures for himself by his own industry.” (= Ia menyatakan lagi bahwa iman adalah suatu karunia yang tidak biasa / tidak umum dan hebat / luar biasa dari Roh Allah, supaya kita tidak heran bahwa Injil tidak diterima di setiap tempat dan oleh semua orang. ... Karena itu Kristus memberikan suatu alasan mengapa hanya ada sedikit orang-orang percaya, yaitu, karena tak seorangpun, bagaimanapun ketajaman / ketelitiannya, bisa sampai pada iman oleh kecerdasan / kebijaksanaannya sendiri; karena semua orang adalah buta, sampai mereka diterangi oleh Roh Allah, dan karena itu mereka hanya mengambil bagian dari berkat yang begitu besar yang Allah berkenan untuk membuatnya menjadi pengambil bagian darinya. Jika kasih karunia ini diberikan kepada semua orang tanpa kecuali, maka akan tidak sesuai dan tidak cocok untuk menyebutkannya dalam text ini; karena kita harus mengerti bahwa adalah rancangan Kristus untuk menunjukkan bahwa tidak banyak orang percaya Injil, karena iman keluar hanya dari wahyu / penyataan rahasia dari Roh. ‘Kecuali itu dikaruniakan kepadanya oleh BapaKu’. Sekarang Ia menggunakan kata ‘beri’ dan bukannya kata yang sebelumnya Ia gunakan, ‘tarik’; dengan mana Ia memaksudkan bahwa di sana tidak ada alasan lain mengapa Allah menarik, dari pada karena dari kasih karunia yang cuma-cuma Ia mengasihi kita; karena apa yang kita dapatkan oleh karunia dan kasih karunia Allah, tak seorangpun mendapatkannya bagi dirinya sendiri oleh kerajinannya sendiri.).

Catatan: perlu dicamkan bahwa Yoh 6:65 ini muncul dalam kontext yang menceritakan tentang Yesus memberi makan 5000 orang lebih dengan 5 roti dan 2 ikan (Yoh 6:1-14). Jadi mula-mula ada banyak orang, tetapi lalu hampir semua meninggalkan Dia karena kata-kata kerasNya (Yoh 6:60,66).

 

 

 

 

-bersambung-

 

e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com

http://golgothaministry.org